0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
2K tayangan21 halaman

Askep Hernia

Ringkasan dokumen tersebut adalah: Pasien laki-laki berusia 58 tahun dirawat di ruang kepodang bawah RSUD Ajibarang dengan diagnosis hernia inguinalis lateralis sinistra. Pasien mengeluh nyeri di luka bekas operasi hernia dan ketergantungan pada orang lain untuk aktivitas sehari-hari.

Diunggah oleh

Qurrotul A'yuni
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
2K tayangan21 halaman

Askep Hernia

Ringkasan dokumen tersebut adalah: Pasien laki-laki berusia 58 tahun dirawat di ruang kepodang bawah RSUD Ajibarang dengan diagnosis hernia inguinalis lateralis sinistra. Pasien mengeluh nyeri di luka bekas operasi hernia dan ketergantungan pada orang lain untuk aktivitas sehari-hari.

Diunggah oleh

Qurrotul A'yuni
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

ASUHAN KEPERAWATAN PADA TN.

S
DENGAN POS OPERASI HERNIA
DI RUANG KEPODANG BAWAH RSUD AJIBARANG
Pengkajian
Oleh : Siti Syah Sholati
Tanggal : 04 Januari 2022
I. IDENTITAS
A . PASIEN
Nama : Tn. S
Umur : 58 tahun
Jenis kelamin : Laki-laki
Agama : Islam
Pendidikan : SD
Pekerjaan : Buruh
No.CM : 121198
Alamat : Samudra RT 06 RW 08
Diagnosa medis : Hernia Inguinalis Lateralis sinistra
Tanggal RS : 03 Januari 2022
B. Identitas Penanggung Jawab
Nama : Ny. K
Umur : 54 tahun
Pekerjaan : IRT
Hubungan dg Klien : Istri
Alamat : Samudra RT 06 RW 08

II. Riwayat Kesehatan


A. Keluhan Utama
Sakit di luka bekas operasi di selangkangan kiri
B. Riwayat Penyakit Sekarang
Pasien datang dengan keluhan benjolan diselangkangan kiri sudah 3 bulan dan hilang
timbul, dilakukan tindakan operasi dan mengeluh sakit di daerah bekas perasi,nyeri seperti
ditusuk-tusuk, nyeri bertambah jika bergerak atau batuk. Skala nyeri 5.
C. Riwayat Penyakit Dahulu
Pasien mengatakan benjolan sudah 3 bulan tetapi kadang keluar dan bisa masuk lagi.
D. Riwayat Penyakit Keluarga
Didalam keluarga tidak ada yang mempunyai penyakit yang sama

III. PENGKAJIAN POLA FUNGSIONAL MENURUT GORDON


A. Persepsi dan Pemeliharaan Kesehatan
Pasien mengatakan ingin sembuh dan penyakitnya tidak kambuh lagi.
B. Pola Nutrisi/ metaboli
a) Sebelum sakit
Sebelum sakit pasien makan 3x sehari dengan menu nasi,lauk,sayur dan kadang buah-
buahan . Minum air putih 5-6 gelas/hari.
b) Setelah Sakit
Setelah sakit pasien mengatakan makan 3x sehari dengan makanan dari RS dan porsi
makan tidak habis sisa 1 sendok. Minum 5-6 gelas/hari
C. Pola Eliminasi
a) Sebelurn sakit
BAB teratur setiap hari pada pagi hari. Bentuk dan wama feses lunak berwama kuning
kecoklatan. BAK lancar kurang lebih sebanyak 5-6 kali.
b) Selarna sakit
Selama dirumah sakit pasien BAB 1x sehari dengan bantuan keluarga. BAK 4-5x
sehari
D. Pola Aktifitas dan Latihan (menggunakan indeks KATZ)

No Aktivitas Mandiri (nilai 1) Tergantung


(nilai 0)
1 Mandi di kamar mandi (mengosok, √
membersihkan, mengeringkan badan)
2 Menyiapkan pakaian, membuka dan √
mengeringkan
3 Memakan makanan yang telah disiapkan √

4 Memelihara kebersihan diri untuk √


penampilan diri (menyisir rambut,
keramas, gosok gigi, mencukur kumis)
5 BAB di WC (membersihkan dan √
mengeringkan daerah bokong)
6 Dapat mengontrol pengeluaran feses √
7 BAK di kamar mandi (membersihkan √
dan mengeringkan daerah kemaluan)
8 Dapat mengontrol keluarnya air kemih √
9 Berjalan tanpa alat bantu seperti tongkat √
10 Menjalankan ibadah sesuai dengan √
kepercayaan
11 Melakukan pekerjaan rumah : √
menyapu, , mencuci pakaian, dll
12 Berbelanja kebutuhan sendiri/keluarga √
13 Mengelola keuangan (menyimpan dan √
menggunakan uang sendiri)
14 Menggunakan saran transportasi umum √
dalam berpergian
15 Menyiapkan obat dan meminum sesuai √
takaran (waktu, takaran tepat)
16 Merencanakan dan mengambil keputusan √
untuk kepentingan keluarga dalam hal
penggunaan uang, aktivitas
sosial yang dilakukan dan kebutuhan akan
pelayanan kesehatan
17 Melakukan aktivitas di waktu luang √
(keagamaan, sosial, hobi)
Jumlah Total Point Mandiri

E. jumlah total point 13 – 17 : mandiri jumlah total poin 0 – 12 : ketergantungan


Kesimpulan : Aktivitas pasien tergantung orang lain

F. Pola Tidur dan Istirahat


Pasien mengatakan tidak ada perubahan dalam tidurnya yaitu sekitar 4-6 jam
G. Pola Perseptual
Pasien mengatakan tidak tahu tentang penyakitnya dan bagaimana cara perawatan dirumah
dan berkeinginan untuk mengetahuinya.
H. Pola Persepsi diri
Pasien mengatakan ingin sembuh dari penyakitnya dan bisa pulang kerumah berkumpul
dengan keluarga
I. Pola Seksualitas dan Reproduksi
Selama sakit pasien tidak memikirkan kebutuhan seksualnya
J. Pola peran-hubungan
Pasien sebagai ibu dari anak-anaknya dan mempunyai hubungan baik dengan anak-anak
dan keluarga lainnya
K. Pola manajemen koping – stress
Jika ada permasalahan pasien membicarakannya dengan keluarga dan pengambilan
keputusan diambil oleh keluarganya terutama anak-anaknya.
L. Sistem Nilai dan Keyakinan
Pasien beragama islam dan tidak ada keyakinan yang bertentangan dengan agama ataupun
di masyarakat

IV. PEMERIKSAAN FISIK


Head to Toe
Kepala : Bentuk mesochepal,bersih dan rambut beruban tidak ada benjolan
Mata : Mata simetris, konjungtiva tidak anemis, sklera anikterik,tidak ada gangguan
penglihatan
Telinga : Simetris,fungsi pendengaran baik
Hidung : Simetris dan fungsi penciuman baik
Mulut : Mulut bersih, tidak ada gigi palsu, gigi bersih, mukosa bibir lembab
Leher : Tidak ada benjolan dan tidak ada pembesaran vena jugularis
Thoraks : Simetris,tidak ada nyeri tekan, perkusi suara sonor, auskultasi terdengar
vesikuler
Abdomen : Inspeksi : Terdapat luka bekas operasi di selangkangan kiri, luka
bersih,tidak ada pus.
Auskultasi : Peristaltik usus 10 kali permenit, terdengar jelas
Perkusi :Terdengar hasil ketukan "tympani" di semua kuadran
abdomen
Palpasi : nyeri jika ditekan tekan, tidak terdapat edema, tidak terdapat massa
dan benjolan yang abnormal
Ekstremitas : Ekstremitas atas tidak ada gangguan, ekstremitas bawah masih dalam
pengaruh bius

Genetalia : Terpasang DC
Pemeriksaan Tanda-Tanda VItal
TD: 110/60mmHg
N: 74 x/menit
R: 22 x/menit
V. PEMERIKSAAN PENUNJANG
Laborat
Hemoglobin 14,2 g/dL
Leukosit 8,97 10
Hematocrit 42,0
Eritrosit 4,74
Trombosit 400
MCV 88,6
MCH 30
MCHC 33,8
RDW 14,7
MPV 8,3
Basophil 1
Eosinophil 6
Batang 0,0
Segmen 56,4
Lymfosit 37
Monosit 6
Waktu perdarahan 2,00 menit
Waktu pembekuan 4,00 menit
GDS 174
HBSAg Non reaktif

VI. TERAPI DAN DIET


IVFD RL- futrolit 20 tpm
Inj Ceftriaxone 2x1gr
Inj Ranitidin 2x1 ampul
Inj Ketorolac 3x 30mg
VII. ANALISA DATA
TGL/JAM DATA (DO/DS) PENYEBAB (E) MASALAH (P) PARAF
04-01-2022 DS: Agen pencedera Nyeri akut
Pasien mengatakan fisik (prosedur
nyeri pada luka bekas operasi)
operasi
DO:
P: Nyeri bertambah jika
bergerak,bersin atau
batuk
Q: Nyeri seperti
ditusuk- tusuk
R: Selangkangan kiri
S: Skala NPS 5
T: Nyeri hilang timbul
TD: 110/60mmHg
N: 74 x/menit
R: 22 x/menit

04-01-2022 DS: Nyeri Gangguan


Pasien mengatakan mobilitas fisik
nyeri jika bergerak
DO:
Aktifitas bergantung
keluarga
Indeks KATZ 4

04-01-2022 DS: Efek prosedur Risiko infeksi


DO: invasif
Terdapat luka bekas
operasi
Terpasang hernia mesh
VIII. DIAGNOSA KEPERAWATAN PRIORITAS
1. Nyeri akut berhubungan dengan agen pencedera fisik
2. Gangguan mobilitas fisik berhubungan dengan Nyeri
3. Risiko infeksi berhubungan dengan efek prosedur invasif
IX. RENCANA KEPERAWATAN
TGL/JAM DIAGNOS SLKI SIKI PARAF/NAMA
A KEP
04-01-2022 Nyeri akut Setelah dilakukan tindakan Manajemen Nyeri
berhubunga keperawatran selama 3x 24 jam Observasi:
n dengan diharapkan tingkat nyeri - Identifikasi lokasi, karakteristik, durasi, frekuensi,
agen menurun dengan kriteria hasil kualitas, intensitas nyeri
penedera Indika Awal Tujuan - Identifikasi skala nyeri
fisik tor - Identifikasi faktor yang memperberat dan
Keluhan 1 5 memperingan nyeri
nyeri Terapeutik
- Berikan teknik nonfarmakologis untuk
meringis 1 5 mengurangi rasa nyeri
Keterangan: - Kontrol lingkungan yang memperberat rasa nyeri
1: meningkat Edukasi
2: cukup meningkat - Jelaskan penyebab, periode, dan pemicu nyeri
3: sedang - Ajarkan teknik nonfarmakologis untuk
4: cukup menurun mengurangi rasa nyeri
5: menurun Kolaborasi
Kolaborasi pemberian analgetik, jika perlu

Gangguan Setelah dilakukan tindakan


04-01-2022 mobilitas keperawatan selama 3x24 jam Dukungan Ambulasi
fisik diharapkan mobilitas fisik Observasi
- Identifikasi adanya nyeri atau keluhan fisik
berhubunga meningkat dengan kriteria hasil:
lainnya
n dengan Indika Awal Tujuan - Monitor kondisi umum selama melakukan
nyeri tor ambulasi
Terapeutik
Nyeri 1 5
- Fasilitasi aktivitas ambulasi dengan alat bantu
- Libatkan keluarga unuk membantu pasien
Kecemas dalam meningkatkan ambulasi
Edukasi
an 1 5
- Jelaskan tujuan dan prosedur ambulasi
- Anjurkan melakukan ambulasi dini
- Ajarkan ambulasi sederhana yang harus
dilakukan

Risiko Setelah dilakukan tindakan


04-01-2022 infeksi keperawatan selama 3x24 jam Pencegahan infeksi
berhubunga diharapkan tingkat infeksi Observasi
- Monitor tanda dan gejala infeksi lokal dan
n dengan menurun sistemik
efek Indika Awal Tujuan Terapeutik
prosedur tor - Berikan perawatan kulit pada area edema
- Cuci tangan sebelum dan sesudah kontak
invasif Demam 3 5 dengan pasien dan lingkungan pasien
Kemeraha 3 5 - Pertahankan teknik aseptic pada pasien
n beresiko tinggi
Edukasi
Nyeri 1 5
- Ajarkan cara mencuci tangan dengan benar
Bengkak 3 5 - Ajarkan cara memeriksa kondisi luka operasi
- Anjurkan meningkatkan asupan nutrisi
Kolaborasi
- Kolaborasi pemberian antibiotik

Perawatan luka
Keterangan Observasi
- Monitor karakteristik luka
1: meningkat
- Monitor tanda-tanda infeksi
2: cukup meningkat Terapeutik
3: sedang - Lepaskan balutan dan plester secara perlahan
- Bersihkan dengan cairan NaCl atau pembersih
4: cukup menurun
non toksik sesuai kebutuhan
5: menurun - Pasang balutan sesuai jenis luka
- Pertahankan teknik steril saat melakukan
perawatan luka
Edukasi
- Jelaskan tanda dan gejala infeksi
- Anjurkan mengkonsumsi makanan tinggi
kalori dan tinggi protein
Kolaborasi
- Kolaboras pemberian antibiotik
X. IMPLEMENTASI
Hari Diagnosa keperawatan Implementasi Evaluasi formatif paraf
/tanggal/jam
Selasa 04-01- Nyeri akut berhubungan - Mengkaji keluhan pasien - Pasien
2022 dengan agen pencedera - Mengidentifikasi lokasi, karakteristik, mengatakan nyeri
fisik durasi, frekuensi, kualitas, intensitas diaera luka bekas
nyeri operasi
- Mengidentifikasi skala nyeri - Nyeri bertambah
- Mengidentifikasi faktor yang jika bersin,batuk
memperberat dan memperingan nyeri dan bergerak
- Mengajarkan teknik nonfarmakologis - Pasien mengikuti
untuk mengurangi rasa nyeri dengan teknik nafas
teknik nafas dalam dan genggam jari dalam dan
- Mengkontrol lingkungan yang genggam jari jika
memperberat rasa nyeri meraskan sakit
- Melakukan kolaborasi medis - Skala nyeri 4
memberikan injeksi ketorolac 30mg IV - Ketorolac injeksi
IV masuk,tidak
ada alergi
- TD: 110/60mmHg
- N: 84x/menit
- R: 22x/menit
-
- S: 36,4
Selasa 04-01- Gangguan mobilitas fisik - Menjelaskan tujuan dan prosedur - Pasien mengikuti
2022 berhubungan dengan nyeri ambulasi latihan miring
- Menganjurjkan melakukan ambulasi
kanan dan miring
dini dengan miring-miring
- Memfasilitasi aktivitas ambulasi dengan kiri
alat bantu - Keluarga aktif
- Melibatkan keluarga unuk membantu
dalam latihan
pasien dalam meningkatkan ambulasi
- Monitor kondisi umum selama
melakukan ambulasi

Selasa 04-01- - Mencuci tangan sebelum kontak dengan - Luka bersih,tidak


Risiko infeksi
2022 pasien ada
berhubungan dengan efek
- Memonitor tanda dan gejala infeksi lokal
prosedur invasive kemerahan,tidak
dan sistemik
- Mengajarkan cara mencuci tangan bengkak,tidak ada
dengan benar pus
- Melakukan perawatan luka dengan
- Ceftriaxone
mempertahankan teknik steril
- Mengajarkan cara memeriksa kondisi injeksi IV
luka operasi masuk,tidak ada
- Menganjurkan mengkonsumsi makanan
alergi
yang tinggi kalori tinggi protein
- Melakukan kolaborasi medis mem
berikan injeksi ceftriaxone 1gr IV
- Mencuci tangan setelah kontak dengan
pasien dan lingkungan pasien
- Pasien
Rabu 05-01- Nyeri akut berhubungan - Mencuci tangan sebelum kontak dengan mengatakan nyeri
2022 dengan agen pencedera pasien sudah berkurang
fisik
- Mengkaji keluhan pasien - Skala nyeri 3
- Ketorolac injeksi
- Mengidentifikasi lokasi, karakteristik,
IV masuk tidak
durasi, frekuensi, kualitas, intensitas
ada alergi
nyeri
- Pasien
- Mengajarkan kembali untuk
mengaplikasikan
menggunakan teknik relaksasi nafas
dalam dan genggam jari untuk teknik nafas
mengurangi nyeri dalam dan
- Melakukan kolaborasi medis
genggam jari
memberikan injeksi ketorolac 30mg IV
- TD: 140/75mmHg
- N: 86x/menit
- R: 20x/menit
- S: 36,2

- Pasien melakukan
Rabu 05-01- Gangguan mobilitas fisik - Menjelaskan tujuan dan prosedur latihan duduk
berhubungan dengan ambulasi
2022
nyeri - Menganjurjkan melakukan ambulasi - Keluarga aktif
dini dengan latihan duduk
membantu latihan
- Memfasilitasi aktivitas ambulasi dengan
alat bantu
- Melibatkan keluarga unuk membantu
pasien dalam meningkatkan ambulasi
- Monitor kondisi umum selama
melakukan ambulasi

- Luka bersih,tidak
Rabu 05-01- bengkak,tidak ada
- Memonitor tanda dan gejala infeksi lokal
2022 Risiko infeksi dan sistemik kemerahan dan
berhubungan dengan efek - Merawat luka dengan teknik asptik tidak ada pus
prosedur invasive - Melakukan perawatan kateter
- Pasien latihan
- Menganjurkan untuk meningkatkan
asupan nutrisi duduk dan berdiri
- Menganjurkan untuk mobilisasi secara - Ceftriaxone
bertahap injeksi IV masuk
- Melakukan kolaborasi medis mem
berikan injeksi ceftriaxone 1gr IV tidak ada alergi
- Mencuci tangan setelah kontak dengan
pasien dan lingkungan pasien

- Pasien
Kamis - Mencuci tangan sebelum kontak dengan mengatakan nyeri
06-01-2022 Nyeri akut berhubungan pasien sudah berkurang
dengan agen pencedera
- Mengkaji keluhan pasien - Skala nyeri 2
fisik
- Pasien mengikuti
- Mengidentifikasi lokasi, karakteristik, anjuran teknik
durasi, frekuensi, kualitas, intensitas relaksasi nafas
nyeri dalam dan
- Mengajarkan kembali untuk
menggunakan teknik relaksasi nafas genggam jari
dalam dan genggam jari untuk - Injeksi ketorolac
mengurangi nyeri
IV masuk,tidak
- Melakukan kolaborasi medis
memberikan injeksi ketorolac 30mg IV ada alergi
- TD: 110/60mmHg
- N: 76x/menit
- R: 18x/menit
- S: 36,5

- Menjelaskan tujuan dan prosedur


Kamis 06-01- ambulasi - Pasien bisa
2022 Gangguan mobilitas fisik - Menganjurjkan melakukan ambulasi berjalan
berhubungan dengan dini dengan latihan berjalan
nyeri - Memfasilitasi aktivitas ambulasi dengan
- Keluarga aktif
alat bantu
- Melibatkan keluarga unuk membantu membantu
pasien dalam meningkatkan ambulasi
- Monitor kondisi umum selama
melakukan ambulasi

- Memonitor tanda dan gejala infeksi lokal


dan sistemik - Luka bersih, tidak
Kamis 06-01-
- Merawat luka dengan teknik asptik
ada
2022 - Melakukan blader trining
Risiko infeksi kemerahan,tidak
- Menganjurkan untuk meningkatkan
berhubungan dengan efek
asupan nutrisi bengkak,tidak ada
prosedur invasive - Menganjurkan untuk mobilisasi secara pus
bertahap - Pasien latihan
- Melakukan kolaborasi medis mem
berjalan
berikan injeksi ceftriaxone 1gr IV
- Mencuci tangan setelah kontak dengan - Injeksi
pasien dan lingkungan pasien ceftriaxone IV
masuk, tidak ada
alergi

XI. EVALUASI
NO. Hari /tanggal/jam EVALUASI PARAF
DX
1 Selasa 04-01-2022 S: Pasien mengatakan masih terasa nyeri
O:
Skala nyeri 4
- TD: 110/60mmHg
- N: 84x/menit
- R: 22x/menit
S: 36,4
A: Masalah belum teratasi
P: Lanjutkan intervensi

2 S: Pasien mengatakan sudah latihan miring-miring tetapi masih takut


O: Pasien terlihat miring- miring dengan diganjal bantal
A: Masalah belum teratasi
P: Lanjutkan intervensi

3 S;
O: Luka bersih,tidak terdapat pus,tidak ada kemerahan
A: Masalah belum teratasi
P: lanjutkan intervensi

1 Rabu 05-01-2022 S: Pasien mengatakan masih terasa nyeri jika bergerak


O:
Skala nyeri 3
- TD: 140/75mmHg
- N: 86x/menit
- R: 20x/menit
- S: 36,2

A: Masalah belum teratasi


P: lanjutkan intervensi

2 S: Pasien mengatakan sudah latihan duduk meskipun masih terasa sakit


O: Pasien terlihat duduk di tempat tidur
A: Masalah belum teratasi
P: Lanjutkan intervensi

3 S:
O: Luka bersih,tidak terdapat tanda-tanda infeksi
A: Masalah belum teratasi
P: Lanjutkan intervensi

1 Kamis 06-01-2022 S: Pasien mengatakan masih merasa nyeri tetapi sudah berkurang
O:
Skala nyeri 2
- TD: 110/60mmHg
- N: 76x/menit
- R: 18x/menit
- S: 36,5
A: Masalah teratasi
P: Pertahankan intervensi
2 S: Pasien mengatkan sudah bisa berjalan
O: Pasien terlihat berjalan dengan dibantu keluarga
A: Masalah teratasi
P: Pertahankan intervensi

3 S:
O: Luka bersih,tidak terdapat tanda-tanda infeksi seperti kemerahan,bengkak dan
demam
A: Masalah teratasi
P: Pertahankan intervensi

Anda mungkin juga menyukai