Anda di halaman 1dari 20

LAPORAN PRAKTIK KERJA INDUSTRI

PEMBUATAN KANOPI

DI BENGKEL UD KARYA ABADI


JALAN MEULABOH TUTUT KAWAY XVI

Dibuat Untuk memenuhi sebagai salah satu persyaratan mengikuti Ujian Sekolah
pada SMK Negeri 2 Meulaboh

Disusun Oleh:

Nama : MUCHLIS
NIS / NISN : 0063963152
Kelas : XI – TP 3
Bidang Studi Keahlian : TEKNIK PENGELASAN

SMK NEGERI 2 MEULABOH


TEKNIK PENGELASAN
JL.Sisinga Mangaraja Gip.Lapang
TAHUN AJARAN 2022 / 2023
HALAMAN PENGESAHAN DARI SEKOLAH

Laporan Pratek Kerja Industri (Prakerin) ini telah diperiksa dan disetujui oleh
Pembimbing dan Koordinator Prakerin SMK N 2 MEULABOH

Nama : MUCHLIS
Kelas : XI – TP 3
Bidang Studi Keahlian : Teknik Pengelasan

Mengetahui, Meulaboh, 19 Juni 2023


Kepala Program Keahlian Pembimbing Prakerin
Teknik Pengelasan

MARZUKI, ST MARISTO SEPTIAWAN, S.Pd


Nip: 19720502 201310 1 001 Nip:19830922 201103 1 001

Menyetujui,
Koordinator Prakerin

AHMAD, S.Pd.I
Nip: 19641211 198803 1 006

i
HALAMAN PENGESAHAN DARI DU/DI

Laporan Praktek Kerja Industry ini telah diperiksa dan disetujui oleh Pembimbing
Pimpinan di Bengkel UD Karya Abadi

Nama : MUCHLIS
Kelas : XI – TP 3
Bidang Studi Keahlian : Teknik Pengelasan

Meulaboh, 19 Juni 2023


Pembimbing Bengkel

SAMIRIN

ii
KATA PENGANTAR

ASSALAMMU’ALAIKUM…WR…WB
Puji syukur atas kehadiran Allah SWT yang telah member kita karunianya
kepada kita sehingga dapat melaksanakan kegiatan pendidikan melalui praktik
kerja industry ( prakern )
Laporan ini disussun dalam rangka memenuhi tugas dan melengkapi
syarat-syarat untuk menempuh UAS SMK Negeri 2 Meulaboh Tahun ajaran
2023/2024 berdasarkan hasil Praktik Kerja Industri yang telah saya laksanakan.
Akhilnya saya membuat laporan praktik kerja industry (prakerin), saya
menyampaikan banyak terima kasih dan penghargaan kepada semua pihak yang
telah berperan serta membantu kegiatan dalam prakerin.
Laporan ini dapat diselesaikan denagan adanya bantuan dari pihak
pembimbing baik materi maupun teknik, karena itu saya mengucapkan banyak
terimakasih kepada:

1. Bapak Tarmidhi, S.ST, selaku kepala sekolah SMK N 2 Meulaboh


2. Bapak Samirin selaku pemilik bengkel sekaligus pembimbing bengkel
3. Bapak Ahmad,S.Pd.I selaku koordinator pelaksana prakerin
(WAKAHUBMI)
4. Bapak, Marzuki, ST selaku kepala jurusan
5. Bapak Maristo Septiawan, S.Pd selaku pembimbing di sekolah.
6. Orang tua yang telah men-Doa kan kami
7. Teman-teman saya yang telah memberi semangat dan dorongan

Penulis menyadari bahwa dalam proses penulisan laporan ini masih dari jauh
dari kesempurnaan baik materi maupun cara penulisannya. Namun demikian,
penulis telah berupaya dengan segala kemampuan dan pengetahuan yang dimiliki
sehingga dapat selesai dengan baik dan oleh karenanya, penulis dengan rendah
hati menerima masukan, saran dan usul guna penyempurnaan laporan ini.
Akhirnya penulis berharap semoga laporan ini dapat bermanfaat bagi seluruh
pembaca.
Meulaboh, 19 Juni 2023
Penulis

MUCHLIS

iii
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL
LEMBAR PENGESAHAN DU / DI.............................................................. i
LEMBAR PENGESAHAN SEKOLAH ...................................................... ii
KATA PENGANTAR.................................................................................... iii
DAFTAR ISI................................................................................................... iv

BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang laporan prakerin ................................................. 1
B. Tujuan ......................................................................................... 2

BAB II ORIENTASI INDUSTRI


A. Profil Singkat Perusahaan ......................................................... 4
B. Struktur Organisasi ..................................................................... 4
C. Barang-Barang yang Diproduksi ................................................ 4
D. Jasa ............................................................................................. 4

BAB III LANDASAN TEORI

A. Pengertian Las .......................................................................... 5


B. Peralatan Utama Las ................................................................ 5
C. Keselamatan Kerja ................................................................... 7
D. Prinsip Kerja Las lisrtik TIG..................................................... 9

BAB IV PRAKTEK PENGELASAN KANOPI

A. Alat .......................................................................................... 10
B. Bahan ....................................................................................... 10
C. Langkah Kerja.......................................................................... 11
D. Proses Pemasangan Kelapangan .............................................. 12

BAB V PENUTUP
A. Kesimpulan................................................................................ 13
B. Saran.......................................................................................... 13

Daftar Pustaka ............................................................................................... 14

Lampiran ........................................................................................................ 15

iv
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar belakang Praktek Kerja Industri (Prakerin)


Praktek Kerja Lapangan (PKL) adalah kegiatan pendidikan, pelatihan dan
pembelajaran yang dilaksanakan didunia usaha atau dunia industri yang relevan
dengan dengan kompetensi (kemampuan) peserta didik sesuai bidangnya. Dalam
pelaksanaannya dilakukan dengan prosedur tertentu, bagi peserta didik yang
bertujuan untuk magang di suatu tempat kerja, baik dunia usaha maupun didunia
industri setidaknya sudah memiliki kemampuan dasar sesuai bidang yang
digelutinya atau sudah mendapatkan bekal dari pembimbing di sekolah untuk
memiliki ilmu-ilmu dasar yang akan diterapkan dalam dunia usaha atau dunia
Industri. Alasan utama mengapa para siswa-siswi harus memiliki bekal ilmu
pengetahuan dasar sesuai bidangnya agar dalam pelaksanaan Praktek Kerja
Industri tidak mengalami kendala yang berarti dalam penerapan Ilmu Pengetahuan
dasar yang kemungkinan besar dalam proses praktek kerja industri mendapatkan
ilmu-ilmu baru yang tidak diajarkan di lembaga kejuruan terkait.
Praktek Kerja Industri (Prakerin) dilakukan dalam rangka untuk
mendekatkan kesesuaian antara mutu dan kompetensi tamatan pendidikan Sekolah
Menengah Kejuruan (SMK) dengan kebutuhan yang ada di Dunia Usaha dan
Dunia Industri (DU/DI). Sehingga Prakerin merupakan sarana yang paling tepat
bagi peserta didik mengetahui perkembangan teknologi terbaru dalam bidang
kerja yang diempunya. Prakerin juga merupakan tahap awal bagi peserta didik
untuk beradaptasi secara langsung di Dunia Usaha dan Dunia Industri, baik
dalam hal sikap kerja, disiplin teknis kerja dan lain-lain.
Pelaksanaan Prakerin didasari oleh beberapa landasan hukum, diantaranya
adalah:
1. Undang-Undang Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2003
2. Keputusan Menteri No. 0490/1993 tentang Kurikulum SMK yang berisi
bahwa “Dalam melaksanakan pendidikan dilaksanakan melalui dua jalur
yaituPendidikan didalam sekolah dan Pendidikan diluar sekolah”.

1
3. UU. No. 2 tahun 1989 tentang Pendidikan Nasional yaitu untuk
menyiapkan peserta didik melalui kegiatan bimbingan,
pengajaranataulatihan bagi peranannya di masa yang akan datang.
4. Peraturan Pemerintah No. 29 Tahun 1990 tentang Pendidikan Menengah.

B. Tujuan Praktek Kerja Industri (Prakerin)


1. Tujuan Umum
1. Menghasilkan tenaga kerja yang memiliki keahlian profesional dengan
tingkat pengetahuan, keterampilan, dan etos kerja yang sesuai dengan
tuntutan lapangan kerja.
2. Memperkokoh ”kesesuaian dan kesepadanan” antara sekolah dengan
dunia kerja Memberi pengakuan dan penghargaan terhadap pengalaman
kerja sebagai bagian dari proses pendidikan.
3. Meningkatkan efisiensi proses pendidikan dan pelatihan tenaga kerja
yang berkualitas profesional.
4. Untuk mencapai Visi dan Misi Sekolah Menangah Kejuruan SMK
Negeri 2 Meulaboh

2. Tujuan Khusus
1.  Membantu siswa memahami pengertian Prakerin, membantu siswa
agar cepat beradaptasi di lokasi Prakerin, membantu siswa agar
mampu berkompetisi dan bekerja secara maksimal, membantu siswa
dalam hal etika, tata tertib di lokasi Prakerin, serta membantu siswa
dalam mengenal variasi lokasi Prakerin.
2. Memberikan  latihan kepada siswa untuk sikap siap mental dalam
menghadapi tantangan dunia nyata pada lingkuangan kerja.
3. Memberikan motivasi agar siswa serius dam bersemangat dalam
mencapai cita-cita

2
BAB II
ORIENTASI INDUSTRI
A. Sejarah Singkat Perusahaan

Bengkel UD Karya Abadi merupakan bengkel yang bergerak dibidang


pengelasan dan pembuatan berbagai kontruksi baja, dimana hasil pengerjaan
sesuai dengan keinginan konsumen. Bengkel UD-Karya Abadi sekitar tahun
2000-an yang pada waktu itu hanya bengkel kecil di pinggir jalan. Berkat kegiatan
dan usaha yang maksimal oleh pemilik perusahaan akhirnya bengkel ini menjadi
bengkel besar seperti sekarang ini.

B. Struktur Organisasi

PEMILIK BENGKEL
Samirin

SISWA MAGANG

MUCHLIS

C. Barang-Barang yang Diproduksi


1. Kanopi
2. Bak mobil
3. Kanalpot
4. Kerangka baja
5. Pagar besi
6. Dll

D. Jasa
1. Pengelasan bak mobil
2. Pemasangan kerangka baja
3. Pembetulan bodi mobil

3
BAB III

LANDASAN TEORI

A. Pengertian Las

Las adalah penyambungan besi dengan cara membakar. Dalam referensi-


referensi teknis, terdapat beberapa definisi dari Las, yakni sebagai berikut :
Teknik pengelasan semakin banyak di gunakan baik untuk penyambungan
kontruksi bangunan maupun untuk proses perbaikan, kontruksi mesin-mesin
pendukung aktifitas perusahaan. Luasnya pengembangan dan penggunaan
teknologi pengelasan ini di sebabkan karena proses pengoprasiannya lebih
sederhana dan murah di bandingkan dengan proses pembuatan dengan
pengecoran. Disamping untuk pembuatan, proses pengelasan dapat digunakan
untuk reparasi, misalnya untuk mengisi lubang-lubang pada coran, membuat
lapisan keras pada perkakas, mempertebal bagian-bagian yang sudah aus dan
macam-macam reparasi lainnya.
Keselamatan kerja sangat penting di perhatikan pada saat bekerja. Jika
tidak, akan membahayakan kita sendiri. Segalanya perlu di pertimbangkan,
dengan baik.

B. Peralatan Utama Las

Alat dan Bahan yang diperlukan selama proses pengelasan berlangsung adalah
sebagai berikut :
1. Mesin Las Listrik

Mesin las merupakan sumber tenaga yang memberi jenis tenaga listrik
yang diperlukan serta tegangan yang cukup untuk terus melangsungkan suatu
lengkung listrik las. Sumber tenagamesin las dapat diperoleh dari motor
bensin atau diesel gardu induk tegangan pada mesin las listrik biasanya:110

4
volt 220 volt 380 volt.Antara jaringan dengan mesin las pada bengkel
terdapat saklar pemutus. Mesin las digerakkan dengan motor, cocok dipakai
untuk pekerjaan lapangan atau pada bengkel yang tidak mempunyai jaringan
listrik.

2. Transformator Arus Bolak-Balik (AC)

Gambar Transformator Arus Bolak-Balik (AC).


Macam-macam pesawat las ini seperti transformator las, pembangkit
listrik motor diesel atau motor bensin.Transformator las yang kebanyakan
digunakan di industri-industri mempunyai kapasitas 200 sampai 500
amper.Pesawat las ini sangat banyak dipakai karena biaya operasinya yang
rendah disamping harganya yang relatif murah.Voltase keluar dari pesawat
transformator ini antara 38 sampai 70 volt.

3. Rectifer Arus Searah (DC)


Mesin ini mengubah arus bolak-balik (AC) yang masuk, menjadi arus
searah (DC) keluar.Pada mesin AC, kabel masa dan kabel elektroda dapat
dipertukarkan tanpa mempengaruhi perubahan panas yang timbul pada busur
nyala.

     

Gambar Rectifer Arus Searah (DC).

5
4. Mesin Las AC-DC
Pesawat las ini merupakan gabungan dari pesawat arus searah dan
arus bolak-balik. Dengan pesawat akan lebih banyak kemungkinan
pemakaiannya karena arus yang keluar dapat arus searah maupun arus bolak--
balik.Pesawat las jenis ini misalnya transformator-rectifier maupun
pembangkit listrik motor diesel

                                          Gambar Mesin Las AC-DC.


5. Kabel Las
Kabel las biasanya terbuat dari tembaga yang dipilik dan dibungkus
dengan karet isolasi. Yang disebut kabel las ada tiga macam yaitu kabel
elektroda, kabel massa, dan kabel tenaga.Kabel elektroda adalah kabel yang
menghubungkan pesawat las dengan elektroda.

Gambar Kabel Las.


6. Penjepit Elektroda
Penjepit elektroda biasanya terbuat dari bahan yang mudah
menghantarkan arus listrik. Bahan yang biasa digunakan adalah
tembaga.Pada pemegang elektroda pada mulutnya sudah dibentuk sedemikian
rupa sehingga memudahkan tukang las memasang/menjepit pada pemegang
elektroda.Dalam penggunaannya elektroda harus ditempat pada sela-sela
yang ada, dapat diposisikan dengan sudut 180 derajat, 90 derajat atau 45
derajat terhadap pemegang elektroda.

6
Gambar Penjepit Elektroda.
7. Palu Las
Palu las adalah alat untuk memersihkan kerak dari hasil
pengelasan. Dalam menggunakan palu terak ini jangan sampai membuat luka
pada hasil pengelasan maupun pada base metalnya.Karena luka bekas
pukulan adalah merupakan cacat pengelasan.Palu las sebelum digunakan
dicek ketajamannya dan kondisinya. Apabila sudah tumpul, maka harus
ditajamkan dengan menggerindanya.Setelah selesai menggunakannya,
tempatkan palu las pada tempatnya secara rapi.Palu las digunakan untuk
melepaskan dan mengeluarkan terak las pada jalur las dengan jalan
memukulkan atau menggoreskan pada daerah las.Berhati-hatilah
membersihkan terak las dengan palu las karena kemungkinan akan memercik
ke mata atau ke bagian badan lainnya.

Gambar Palu Las.


8. Gerinda Tangan
Gerinda tangan ini berfungsi untuk menyiapkan benda yang akan
dilas berupa penyiapan kampuh las.Gerinda ini juga digunakan untuk
membantu dalam proses pengelasan khususnya dalam pembersihan lasan
sebelum di sambung atau sebelum ditumpuki dengan lasan lapis
berikutnya.Gerinda tangan ini juga digunakan untuk membantu dalam
memperbaiki cacat las yang memerlukan penggerindaan dalam persiapannya
sebelum diperbaiki cacat pengelasan tadi.      

7
Gambar Gerinda Tangan
9. Sikat Kawat
          Sikat las dipergunakan untuk membersihkan benda yang akan
dilas. Membersihkan terak las yang sudah lepas dari jalur las oleh pukulan
palu las.

Gambar Sikat Las


1. Helm

Helm las digunakan untuk melindungi kulit muka dan mata dari sinar las
(sinar ultra violet dan ultra merah) yang dapat merusak kulit maupun mata,
Helm las ini dilengkapi dengan kaca khusus yang dapat mengurangi sinar
ultra violet dan ultra merah tersebut. Ukuran kaca las yang dipakai,
tergantung pada pelaksanaan pengelasan.

Gambar. helm

2.  Glovess

Sarung tangan dibuat dari kain, kulit, karet dan asbes lunak untuk
memudahkan memegang pemegang elektroda. Pada waktu mengelas harus
selalu dipakai sepasang sarung tangan supaya tangan kita tetap aman.

8
Gambar. sarung tangan

3. Apron / Overall/Wearpack

Apron adalah alat pelindung badan dari percikan bunga api yang dibuat
dari kulit atau dari asbes. Ketentuan memakai sebuah apron pelindung, harus
dibiasakan diluar baju kerja. Apron terbuat dari bahan yang tidak mudah
terbakar.

Gambar. apron
4. Safety Boots
Sepatu pengaman dipakai untuk menghindarkan kerusakan kaki dari
tusukan benda tajam atau terbakar oleh zat kimia. Sepatu ini harus terbuat
dari bahan yang sesuai dengan kebutuhan kita bekerja. Sepatu pengaman ini,
pada ujungnya selalu dilapisi baja.

Gambar. sepatu safety

9
BAB V
PEMBUATAN KANOPI TOKO
A. Gambar Kerja

B. Alat dan Bahan


Peralatan :

1.      Mesin Las Dan Perlengkepannya


2.      Helm
3.      Glovess
4.      Apron / Overall
5.      Safety Boots
6.      Smeet Tang
7.      Palu Terak
8.      Sikat Las
9. Mesin Gerinda

Bahan         :

1.   Besi Holo 30 x 90 9 batang


2. Besi Holo 20 x 20 2 Batang
3.   ELEKTRODE NK-68 E6013 Secukupnya
4. Dompul 1 Kaleng
5. Cat minyak 3 kaleng

10
C. Langkah Kerja

2. Bersihkan bahan yang akan dilas. Gunakan palu untuk membersihkan


kerak pada permukaan area yang akan dilas. Gunakan sikat baja untuk
hasil yang maksimal.
3. Letakkan bahan yang akan dilas pada tempat yang telah disediakan. Baik
itu menggunakan meja kerja atau hanya meletakkannya di lantai. Atur
kerapatan antara dua bahan. Gunakan klem jika diperlukan.
4. Letakkan masa mesin las pada salah satu bagian bahan yang akan dilas.
Masukkan elektroda pada panel penjepit elektroda di mesin las. Pasang
kemiringan elektroda menyesuaikan dengan posisi bahan. Biasanya
sudah ada tempat khusus kemiringan elektroda pada tang penjepit
elektroda. Baik itu tegak lurus 90 derajat, 30 atau 40 derajat.
5. Setelah bahan siap untuk di las, perlahan dekatkan ujung elektroda pada
bahan yang akan dilas.
6. Jarak antara ujung elektroda dengan bahan yang akan dilas sangat
mempengaruhi kualitas pengelasan. Jika jarak terlalu jauh, akan timbul
percikan seperti hujan bintik-bintik api. Proses pengelasanpun akan tidak
sempurna. Jika jarak terlalu dekat, api tidak menyala dengan sempurna.
Dan tidak ada cukup jarak untuk tempat lelehan elektroda. Jarak yang
baik adalah seperdelapan dari tebal elektroda.
7. Dengan menggunakan masker pelindung atau kacamata las, anda dapat
memperhatikan bagian elektroda yang sudah mencair yang menyatukan
antara dua bahan yang dilas tersebut. Perlahan gerakkan elektroda ke
sepanjang area yang dilas.
8. Hasil yang baik saat proses pengelasan dapat dilihat saat permukaan yang
dilas berbentuk seperti gelombang rapat dan teratur menutup sempurna
bagian yang dilas.
9. Setelah selesai, bersihkan kerak yang menutupi bagian yang dilas dengan
menggunakan palu. Periksa kembali apakah terdapat bagian yang belum
sempurna. Jika belum sempurna, ulangilah bagian yang belum tersatukan
dengan baik tersebut. Pada beberapa kasus, bahan yang sudah dilas harus
di gerinda lagi jika pengelasan tidak sempurna. Namun jika tidak terlalu

11
fatal, kita cukup mengelas bagian yang belum terlas secara sempurna
tersebut.

D. Proses Pemasangan Kelapangan


1. Alat
- Bor
- Baut
- Palu
- waterpass
2. Bahan
- Kanopi yang sudah siap

Terlebih dahulu mengukur serta menandai lokasi pemasangan


dynabolt. Jangan lupa memakai waterpass untuk memastikan kanopi
terpasang dengan baik. Anda dapat melubangi tembok memakai bor 12 mm
dan tanam dynabolt. 
Kalau kanopi sudah dinaikkan, lakukan pemasangan tiang
penyangga depan. Jangan lupa mengukur ketinggian tiang depan dan
belakang agar sesuai keinginan. Selanjutnya, pasang rangka ke tembok
memakai baut pada dynabolt. Berikutnya, tempatkan tiang depan secara tepat
dan jangan lupa memasang dynabolt pada bagian dasar tiang. 

12
13
BAB IV
PENUTUP

A. Kesimpulan
    Dalam mengelas kecepatan menggeser elektroda sangat menentukan
hasil lasan. Jika terlalu cepat, tembusan lasnya dangkal oleh karena kurang waktu
pemanasan bahan dasar dan kurang waktu untuk cairan elektroda menembus
bahan dasar. Bila terlalu lambat akan menghasilkan alur lasan yang lebar, kasar
dan kuat, hal ini dapat menimbulkan kerusakan sisi las (pada logam induknya).
Oleh karena itu kecepatan elektroda harus tepat dan stabil.
Bila elektroda baru dipasang (masih panjang) maka ada kemungkinan
ujung elektroda tidak stabil saat digunakan untuk mengelas. Seperti tangan kita
gemetar. Tetapi jika elektroda sudah setengah dalam mengelas ini relatif cukup
stabil.

B. Saran
Penulis mencoba memberikan saran-saran yang mungkin ada manfaatnya
bagi perkembangan dalam melaksanakan PERAKERIN dimasa mendatang.
1. Untuk Sekolah
 Dengan adanya program Praktik kerja Industri (PRAKERIN) ini
diharapkan terjadi hubungan kerja sama yang baik antara pihak SMK
NEGERI 2 MEULABOH dengan instansi tempat pelaksanaan Praktik
Kerja Industri (PRAKERIN).
  Hendaknya Guru pembimbing harus lebih sering memotoring
keperusahaan dimana siswa-siswi yang ingin melaksanakan Praktek
Kerja industri (PRAKERIN).

2. Untuk adik-adik kelas yang akan praktik


 Pembekalan yang diberikan oleh sekolah harus diikuti dengan baik
dan tertib sehingga memudahkan saat pelaksanaan praktik kerja.
 Persiapan kemampuan maupun ketrampilan sebaik mungkin sebelum
masuk dunia kerja.

14
DAFTAR PUSTAKA

Oka. 2013. Keselamatan kerja. http://lookallup.blogspot.com/2011/11/alat-


keselamatan kerjalaslistrik.html 
Muh.Maskur.2013.LasSMAW. http://maskurmuslim.blogspot.com/2014/01/
peralatan-las-listrik beserta-bungsinya.html 
Ardza.2012. sifat fisika dan kimia. http://ardra.biz/sain-teknologi/metalurgi/besi-
baja-iron

15

Anda mungkin juga menyukai