Anda di halaman 1dari 3

Kelompok 2 Bahasa Indonesia

Nama Anggota : 1. Edwin Raffilio W


2. Edy Pangestu
3. Elga S.S
4. Fairuz Zuhdi V.S
5. M.Ival Ramadianto
6. Salsabila Amelia

Tugas Bahasa Indonesia Teks Eksplanasi


Gunung Meletus

Gunung berapi atau gunung api secara umum adalah istilah yang dapat didefinisikan
sebagai suatu sistem saluran fluida panas (batuan dalam wujud cair atau lava) yang
memanjang dari kedalaman sekitar 10 km di bawah permukaan bumi sampai ke permukaan
bumi, termasuk endapan hasil akumulasi material yang dikeluarkan pada saat meletus.
Gunung meletus memuntahkan materi-materi dari dalam bumi seperti debu, awan panas,
asap, kerikil, batu-batuan, lahar panas, lahar dingin, magma, dan lain sebagainya.

Gunung meletus, terjadi akibat endapan magma di dalam perut bumi yang didorong
keluar oleh gas yang bertekanan tinggi. Dari letusan-letusan seperti inilah gunung berapi
terbentuk. Letusannya yang membawa abu dan batu menyembur dengan keras sejauh radius
18 km atau lebih, sedang lavanya bisa membanjiri daerah sejauh radius 90 km.

Pada dasarnya, gunung berapi terbentuk dari magma, yaitu batuan cair yang
terdalam di dalam bumi. Magma yang mengandung gas, sedikit demi sedikit naik ke
permukaan karena massanya yang lebih ringan dibanding batu-batuan padat di sekelilingnya.
Saat magma naik, magma tersebut melelehkan batu-batuan di dekatnya sehingga terbentuklah
kabin yang besar pada kedalaman sekitar 3 km dari permukaan. Magma yang mengandung
gas dalam kabin magma berada dalam kondisi di bawah tekanan batu-batuan berat yang
mengelilinginya. Tekanan ini menyebabkan magma meletus atau melelehkan conduit
(saluran) pada bagian batuan yang rapuh atau retak. Selanjutnya, magma bergerak keluar
melalui saluran ini menuju ke permukaan. Saat magma mendekati permukaan, kandungan gas
di dalamnya terlepas. Gas dan magma ini bersama-sama meledak dan membentuk lubang
yang disebut lubang utama (central vent). Sebagian besar magma dan material vulkanik
lainnya kemudian menyembur keluar melalui lubang ini. Setelah semburan berhenti, kawah
(crater) yang menyerupai mangkuk biasanya terbentuk pada bagian puncak gunung berapi.
Sementara lubang utama terdapat di dasar kawah tersebut. Setelah gunung berapi terbentuk,
tidak semua magma yang muncul pada letusan berikutnya naik sampai ke permukaan melalui
lubang utama. Saat magma naik, sebagian mungkin terpecah melalui retakan dinding atau
bercabang melalui saluran yang lebih kecil. Magma yang melalui saluran ini mungkin akan
keluar melalui lubang lain yang terbentuk pada sisi gunung, atau mungkin juga tetap berada
di bawah permukaan.

Dampak negatif dari gunung meletus dapat berupa bahaya yang langsung dapat
dirasakan oleh manusia seperti awan panas, jatuhan piroklastik, gas beracun yang keluar dari
gunung api dan lain sebagainya, sedangkan bahaya tidak langsung setelah erupsi berakhir,
seperti lahar hujan, kerusakan lahan pertanian, dan berbagai macam penyakit akibat
pencemaran. Adapun dampak positif dari gunung meletus terhadap lingkungan adalah bahan
galian mineral industri, energi panasbumi, sumberdaya lahan yang subur, areal wisata alam,
dan sebagai sumberdaya air.

Gunung berapi terdapat di seluruh dunia, tetapi lokasi gunung berapi yang paling
dikenali adalah gunung berapi yang berada di sepanjang busur Cincin Api Pasifik (Pacific
Ring of Fire). Busur Cincin Api Pasifik merupakan garis bergeseknya antara dua lempengan
tektonik.

Gunung berapi terdapat dalam beberapa bentuk sepanjang masa hidupnya. Gunung
berapi yang aktif mungkin berubah menjadi separuh aktif, istirahat, sebelum akhirnya
menjadi tidak aktif atau mati. Bagaimanapun gunung berapi mampu istirahat dalam waktu
610 tahun sebelum berubah menjadi aktif kembali. Oleh itu, sulit untuk menentukan keadaan
sebenarnya dari suatu gunung berapi itu, apakah gunung berapi itu berada dalam keadaan
istirahat atau telah mati.

Peristiwa gunung meletus merupakan bencana alam yang tidak dapat dihindari.
Letusan gunung berapi bisa menimbulkan korban jiwa dan kerugian harta benda yang besar
sampai ribuan kilometer jauhnya dan bahkan bisa mempengaruhi putaran iklim di bumi ini.
Untuk itu, agar gunung meletus tidak menimbulkan banyak korban maka perlu dilakukan
usaha - usaha pengenalan dan penanggulangan bencana.

Struktur Teks Eksplanasi

1. Identifikasi fenonema : Paragraf 1


2. Penggambaran rangkaian kejadian : Paragraf 2, 3, 4, 5, dan 6
3. Ulasan : Paragraf 7

Anda mungkin juga menyukai