Anda di halaman 1dari 36

PENELITIAN TINDAKAN KELAS

(PTK)

UPAYA PENINGKATAN HASIL BELAJAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM


MATERI ASMAUL HUSNA DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA
POWERPOINT PADA SISWA KELAS V SDN CIBATUTIGA
TAHUN PELAJARAN 2023 – 2024

Diajukan Sebagai Syarat Mengikuti Praktik Pengalaman Lapangan (PPL 1) Pada


Pendidikan Profesi Guru (PPG) Dalam Jabatan Bagi Guru PAI Batch 1
UIN Sunan Gunung Djati Bandung
Tahun 2023

Oleh :
Nama : M. Anwar Bahrudin, S.Pd
Kelas : PAI 1.30
NIM : 5232110424

SDN CIBATUTIGA KECAMATAN CARIU


DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN BOGOR
PROVINSI JAWA BARAT

HALAMAN PENGESAHAN
Karya ilmiah yang merupakan Laporan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dari :

1. Identitas Peneliti
Nama : M. ANWAR BAHRUDIN, S.Pd
NUPTK/NIM : 1755771672130102 / 5232110424
Unit Kerja : SDN CIBATUTIGA
2. Lokasi Penelitian : SDN CIBATUTIGA
3. Lama PTK : 3 SIKLUS
4. Judul : Upaya Peningkatan Hasil Belajar Pendidikan
Agama Islam Materi Asmaul Husna Dengan
Menggunakan Media Powerpoint Pada Siswa
Kelas V Sdn Cibatutiga Tahun Pelajaran 2023 –
2024

Telah disetujui dan disahkan oleh Kepala SDN Cibatutiga Kecamatan Cariu Kabupaten
Bogor untuk meneyelesaikan permasalahan hasil belajar yang ada di kelas V dan
sebagai pemenuhan kewajiban Guru SDN Cibatutiga dalam mewujudkan keberhasilan
dalam proses belajar mengajar.
Pada hari : Rabu

Tanggal : 26 Juli 2023

Cariu, 26 Juli 2023


Kepala Sekolah

Cecep Suhendar, S.Pd.MM.Pd


NIP. 196412151986031017
KATA PENGANTAR

Dengan menyebut nama Allah Yang maha pengasih lagi maha penyayang. Segala puji
dan syukur senantiasa penulis ucapkan atas kehadirat Allah Subhanahu wata’ala yang
telah melimpahkan segala nikmat, karunia serta rahmat dan hidayah-Nya, sehingga
penulis dapat menyelesaikan sebuah karya ilmiah yang berjudul “Upaya Peningkatan
Hasil Belajar Pendidikan Agama Islam Materi Asmaul Husna Dengan
Menggunakan Media Powerpoint Pada Siswa Kelas V SDN Cibatutiga”.
Sholawat beserta salam selalu tercurahkan kepada nabi Muhammad SAW. Yang
telah membawa kita dari zaman jahiliyah menuju zaman yang terang benderang dengan
syari’at Islam. Penulisan laporan PTK ini bertujuan sebagai salah satu syarat untuk
memenuhi tugas Pendidikan Profesi Guru Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan
Gunung Djati Bandung, dalam penyusunan laporan ini penulis menyadari bahwa masih
jauh dari kesempurnaan. Namun atas izin dari Allah Subhanahu wata’ala serta usaha-
usaha penulis dengan bantuan dari banyak pihak, laporan ini juga dapat diselesaikan.
Penelitian tindakan ini menguji dan meneliti apakah dengan penggunaan media
powerpoint dapat meningkatkan pengalaman belajar materi pendidikan agama islam
asmaul husna khususnya al-qawiyyu, al-muhyi, al-baits, al-qayyum dan al-mumit pada
siswa kelas v sd negeri cibatutiga. Dari hasil penelitian yang diungkapkan ternyata
penggunaan media powerpoint dapat meningkatkan pengalaman belajar materi
pendidikan agama islam asmaul husna khususnya al-qawiyyu, al-muhyi, al-baits, al-
qayyum dan al-mumit.
Mudah-mudahan hasil penelitian tindakan ini dapat bermanfaat bagi guru, sekolah
dan dunia pendidikan sebagai alternatif pembiasaan dalam pelaksanaan pembelajaran
demi terwujudnya tujuan pendidikan.

Penulis :
M. Anwar Bahrudin, S.Pd

II
DAFTAR ISI
HALAMAN PENGESAHAN.............................................................................i
KATA PENGANTAR........................................................................................ii
DAFTAR ISI.......................................................................................................iii
I. PENDAHULUAN........................................................................................1
A. Latar Belakang Masalah..........................................................................1
B. Identifikasi masalah................................................................................4
C. Rumusan Masalah...................................................................................4
D. Tujuan Penelitian....................................................................................5
E. Manfaat Penelitian..................................................................................5
II. KAJIAN PUSTAKA...................................................................................7
A. Metode Pembelajaran..............................................................................7
B. Media Powerpoint...................................................................................9
C. Hasil Belajar............................................................................................10
D. Hipotesis Penelitian.................................................................................13
III. METODE PENELITIAN...........................................................................15
A. Subjek Penelitian.....................................................................................15
B. Tempat dan Waktu Pelaksanaan.............................................................15
C. Deskripsi Per Siklus................................................................................15
D. Metode pengumpulan data dan instrumen penelitian..............................17
E. Teknik analisis Data................................................................................18
F. Indikator Keberhasilan............................................................................18
IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN.........................................19
A. Hasil Penelitian dan Pembahasan Siklus I..............................................19
B. Hasil Penelitian dan Pembahasan Siklus II.............................................23
C. Hasil Penelitian dan Pembahasan Siklus II.............................................26
V. PENUTUP....................................................................................................31
A. Simpulan.................................................................................................31
B. Saran........................................................................................................31
DAFTAR PUSTAKA

III
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah


Pendidikan agama Islam merupakan salah satu mata pelajaran yang sangat
penting diantara sekian banyak mata pelajaran yang ada di sekolah dasar. Hal
tersebut dinilai penting, karena tujuan mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di
sekolah dasar adalah menanamkan nilai-nilai agama Islam pada karakter siswa
sehingga dapat menjadikan siswa beriman dan bertakwa kepada Allah SWT.
Untuk memaksimalkan tujuan pembelajaran pendidikan agama Islam, guru
pendidikan agama Islam harus memiliki metode pembelajaran yang berbeda.
Metode pembelajaran yang sering digunakan dalam pembelajaran adalah
tradisional (ceramah), diskusi, tanya jawab, demonstrasi, tes, pernyataan dan
ekskursi.Pembelajaran tradisional adalah cara penyampaian materi kepada siswa
melalui ceramah atau komunikasi lisan. Cara ini paling praktis, ekonomis dan
tidak membutuhkan banyak alat.
Sementara itu, metode diskusi merupakan metode pengajaran yang erat
hubungannya dengan pembelajaran pemecahan masalah. Metode ini juga biasanya
diterapkan dalam kelompok atau diskusi kelompok. Metode diskusi adalah metode
pembelajaran dimana informasi, pendapat dan unsur pengalaman dipertukarkan
secara teratur dengan tujuan untuk mencapai pemahaman yang utuh, jelas dan
menyeluruh tentang sesuatu atau mempersiapkan dan menyelesaikan keputusan
bersama.
Selain itu, metode tanya jawab merupakan metode pengajaran yang

memungkinkan terjadinya komunikasi dua arah secara langsung, karena tercipta


dialog secara bersamaan antara guru dan siswa. Guru meminta jawaban dari siswa
atau siswa meminta jawaban dari guru. Dalam komunikasi ini terdapat hubungan
langsung dua arah antara guru dan siswa.

1
Metode selanjutnya adalah metode demonstrasi yang merupakan metode
pengajaran yang cukup efektif karena membantu siswa menemukan sendiri
jawabannya berdasarkan fakta-fakta. Demonstrasi yang relevan adalah metode
pengajaran yang menunjukkan bagaimana sesuatu terjadi. Metode demonstrasi
merupakan metode pengajaran yang cukup efektif karena membantu siswa
mendapatkan jawaban dengan mengamati suatu proses atau peristiwa tertentu.
Sedangkan metode eksperimen merupakan metode yang bukan hanya metode
pengajaran, tetapi juga metode berpikir, karena eksperimen dapat menggunakan
metode lain, mulai dari pengumpulan informasi sampai dengan penarikan
kesimpulan. Metode pembelajaran selanjutnya adalah resitasi. Metode
pembelajaran resitasi adalah metode pembelajaran dimana siswa membuat
rangkuman dari materi yang disampaikan oleh guru dengan menuliskannya di atas
kertas dan menggunakan bahasa mereka sendiri.
Metode terakhir yang juga digunakan dalam proses pembelajaran adalah
metode ekskursi, yaitu. kunjungan di luar kelas. Oleh karena itu, tamasya di atas
berlangsung tidak jauh dari sekolah dan tidak membutuhkan banyak waktu.
Tamasya ke tempat yang jauh disebut study tour.
Mengenai metode pembelajaran eklektik dalam proses pembelajarannya, SD
Negeri Cibatutiga sebagai salah satu lembaga pendidikan Islam di Kabupaten
Bogor yang menerapkan metode eklektik dalam proses pembelajarannya. Namun,
metode pembelajaran yang ditawarkan dalam proses belajar mengajar disesuaikan
dengan kebutuhan mata pelajaran yang diajukan.
Sebagai contoh, mata pelajaran Pendidikan Agama Islam SD Negeri

Cibatutiga kelas V lebih banyak menggunakan metode pembelajaran tradisional


(ceramah) dan tanya jawab. Pada kenyataannya metode pembelajaran tradisional
(ceramah) memiliki kelemahan yaitu (1) siswa menjadi pasif, (2) pembelajaran
membosankan dan siswa mengantuk, (3) mendengarkan terpaksa, (4) gaya belajar
visual siswa membosankan dan tidak mampu menginformasikan atau memperoleh
pengetahuan, hal ini bisa sangat menarik bagi anak dengan gaya belajar auditori,
(5) evaluasi proses pembelajaran sulit dikontrol karena tidak ada poin kredit yang
jelas, (6) proses pengajaran beralih ke kosa kata atau hanya fokus pada
pemahaman kata.

2
Selain itu, metode tanya jawab juga memiliki kelemahan yaitu (1)
membutuhkan waktu lama, (2) tidak dapat digunakan untuk kelompok besar, (3)
peserta hanya menerima informasi terbatas, (4) dikendalikan oleh orang yang
melakukan hal tersebut. . ingin berbicara atau ingin berdiri keluar dari kerumunan.
Kelemahan metode pembelajaran tradisional serta tanya jawab menyebabkan
fenomena yang diamati pada pembelajaran Pendidikan Agama Islam Kelas V di
SD Negeri Cibatutiga. Tentang fenomena yang muncul khususnya pada materi
Asmaul Husna Al-Qawiyyu, Al-Muhyi, Al-Baits, Al-Qayyum Dan Al-Mumit
yaitu siswa tidak dapat berkonsentrasi dan kerap membuat kegaduhan di dalam
kelas, dan hasil belajar sebagian siswa tidak mencapai batas minimal. Hasil
belajar di kelas sebagai indikator pencapaian tujuan pembelajaran tidak lepas dari
faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar. Sugihartono dkk. (2007:76-77)
menyebutkan faktor- faktor yang mempengaruhi hasil belajar sebagai berikut: (1).
Faktor internal adalah faktor yang ada pada diri individu belajar. Faktor internal
meliputi faktor fisik dan faktor psikis. (2). Faktor eksternal adalah faktor yang
berada di luar individu. Faktor eksternal meliputi faktor keluarga, sekolah dan
masyarakat.

Mengenai metode pembelajaran yang berkorelasi dengan hasil belajar siswa,


penulis beranggapan bahwa ketercapaian hasil belajar di atas ambang batas
minimal disebabkan karena metode guru agama Islam hanya menggunakan
metode pembelajaran konvensional (ceramah) dan tanya jawab. Oleh karena itu,
permasalahan yang muncul harus ditelusuri melalui pengembangan metode
pembelajaran. Alternatif pemecahan masalah tersebut adalah dengan
mengembangkan metode pembelajaran menggunakan media powerpoint materi
yang bersangkutan, baik dari sumber lain maupun buatan guru. Sebagai alternatif
pemecahan masalah tersebut, maka dipilihlah pengembangan metode
pembelajaran menggunakan media powerpoint karena berkaitan dengan
perkembangan sistem pembelajaran yang berkaitan dengan era Revolusi Industri
4.0 yang ditandai dengan pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi
serta diminati oleh para siswa. Dengan mengembangkan metode pembelajaran
dengan bantuan powerpoint diharapkan hasil belajar siswa tidak menurun, bahkan
meningkat.

3
Berkaitan dengan hal tersebut, penulis sebagai guru Pendidikan Agama Islam
di SD Negeri Cibatutiga tertarik untuk melakukan penelitian tindakan kelas
berkaitan dengan pengembangan metode pembelajaran yang menggunakan media
powerpoint untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran
Pendidikan Agama Islam, khususnya materi Asmaul Husna Al-Qawiyyu, Al-
Muhyi, Al-Baits, Al-Qayyum Dan Al-Mumit pada siswa kelas V SD Negeri
Cibatutiga Tahun Ajaran 2023 – 2024.

B. Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka identifikasi masalah pada
penelitian ini, adalah:
1. Guru Pendidikan Agama Islam di SD Negeri Cibatutiga lebih banyak
menggunakan metode tradisional (ceramah) dan tanya jawab dalam
pembelajaran
2. Beberapa siswa terlihat tidak dapat berkonsentrasi dan ribut di kelas serta hasil
belajar tidak memenuhi standar minimal terutama dengan materi Asmaul
Husna Al-Qawiyyu, Al-Muhyi, Al-Baits, Al-Qayyum Dan Al-Mumit
3. Perlu dikembangkan metode pembelajaran yang menggunakan media
powerpoint sebagai alternatif pemecahan masalah
C. Rumusan Masalah
Berdasarkan identifikasi masalah di atas, maka rumusan masalah dalam
penelitian ini adalah:
1. Apakah pengembangan metode pembelajaran dengan media powerpoint dapat
meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama
Islam Asmaul Husna Al-Qawiyyu, Al-Muhyi, Al-Baits, Al-Qayyum Dan Al-
Mumit di Kelas V SD Negeri Cibatutiga Tahun Pelajaran 2023-2024?
2. Bagaimanakah pengembangan metode pembelajaran dengan menggunakan
media powerpoint dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata
pelajaran Pendidikan Agama Islam Asmaul Husna khususnya materi Al-
Qawiyyu, Al-Muhyi, Al-Baits, Al-Qayyum Dan Al-Mumit Kelas V SD
Negeri Cibatutiga Tahun Pelajaran 2023-2024?

4
D. Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka tujuan penelitian ini, adalah:
1. Untuk mengetahui apakah pengembangan metode pembelajaran dengan
menggunakan media powerpoint dapat meningkatkan hasil belajar pada
pendidikan agama Islam. Materi Asmaul Husna Al-Qawiyyu, Al-Muhyi, Al-
Baits, Al-Qayyum Dan Al-Mumit di Kelas V SD Negeri Cibatutiga Tahun
Pelajaran 2023–2024.
2. Untuk mengetahui bagaimana pengembangan metode pembelajaran
dengan menggunakan media powerpoint dapat meningkatkan hasil belajar
siswa pada materi pendidikan agama Islam Asmaul Husna khususnya
materi Al-Qawiyyu, Al-Muhyi, Al-Baits, Al-Qayyum Dan Al-Mumit di kelas
V SD Negeri Cibatutiga tahun pelajaran 2023-2024

E. Manfaat Penelitian
Diharapkan hasil penelitian yang dilakukan di SD Negeri Cibatutiga
memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pengembangan metode
pembelajaran dengan media powerpoint dalam hasil belajar siswa pada materi
pendidikan agama Islam Asmaul Husna Al-Qawiyyu, Al-Muhyi, Al-Baits, Al-
Qayyum Dan Al-Mumit kelas V SD Negeri Cibatutiga. Kegunaan penelitian ini
dibagi menjadi beberapa poin, yaitu:
1. Bagi Siswa
Metode pembelajaran dengan media powerpoint memudahkan siswa
memahami isi materi yang diajarankan dengan mengasah kemampuan berpikir
dan kritis atas apa yang di lihat dan di perhatikan akan isi konten materi yang
ada serta menerapkan apa yang telah dipelajari dari hasil audio visual kepada
kehidupan sehari-hari.

2. Bagi Peneliti atau Guru


Metode pembelajaran dengan menggunakan media powerpoint semakin
memudahkan peran guru atau peneliti dalam pembelajaran Asmaul Husna Al-
Qawiyyu, Al-Muhyi, Al-Baits, Al-Qayyum Dan Al-Mumit khususnya bagi
anak sekolah dasar.

5
3. Bagi Lembaga
Penerapan metode pembelajaran dengan media powerpoint ini dapat
bermanfaat sebagai landasan teori bagi lembaga pendidikan atau sekolah untuk
menentukan metode pembelajaran yang lebih baik dan efektif untuk
kedepannya.

6
BAB II
KAJIAN PUSTAKA

A. Metode Pembelajaran
1. Pengertian Metode Pembelajaran
Metode pembelajaran adalah langkah operasional atau implementasi dari
strategi pembelajaran yang dipilih untuk mencapai tujuan pembelajaran.
Ketepatan penerapan metode menunjukkan keberfungsian strategi pembelajaran.
Strategi pembelajaran masih bersifat konseptual dan dilaksanakan dengan metode
pembelajaran tertentu. Dengan kata lain, strategi adalah “rencana tindakan untuk
mencapai sesuatu” sedangkan metode adalah “cara mencapai sesuatu” (Sanjaya,
2010).
Metode adalah salah satu strategi atau cara yang digunakan guru dalam
pembelajaran yang ingin dicapai. Semakin tepat metode yang digunakan oleh
guru, semakin baik pembelajarannya. Metode berasal dari kata Yunani methodos
yang berarti cara atau jalan. Sudyana (2005:76) menyatakan bahwa metode adalah
rencana umum untuk menyajikan materi pembelajaran bahasa secara berurutan,
tidak mengandung satu bagian yang bertentangan dan semuanya didasarkan pada
pendekatan tertentu.
Pendekatan aksiomatik, yaitu. pendekatan yang memiliki kebenaran yang
jelas, sedangkan metode bersifat prosedural, yaitu pendekatan langkah demi
langkah. Metode adalah penerapan makna prosedural Pembelajaran berlangsung
secara teratur dan bertahap, mulai dari pembuatan kurikulum hingga penyajian
pengajaran, penyajian proses belajar mengajar hingga evaluasi hasil belajar.

Berdasarkan pernyataan tersebut dapat disimpulkan bahwa metode


pembelajaran adalah suatu rencana yang menyeluruh dan sistematis untuk
menyajikan mata pelajaran. Metode pembelajaran dilaksanakan secara teratur dan
bertahap dengan cara yang berbeda-beda untuk mencapai tujuan tertentu dalam
keadaan yang berbeda-beda.

7
2. Jenis – jenis Metode Pembelajaran
Metode pembelajaran yang sering digunakan dalam pembelajaran adalah
tradisional (ceramah), diskusi, tanya jawab, demonstrasi, tes, pernyataan dan
ekskursi. Pembelajaran tradisional adalah cara penyampaian materi kepada siswa
melalui ceramah atau komunikasi lisan. Cara ini paling praktis, ekonomis dan
tidak membutuhkan banyak alat.
Sementara itu, metode diskusi merupakan metode pengajaran yang erat
hubungannya dengan pembelajaran pemecahan masalah. Metode ini juga biasanya
diterapkan dalam kelompok atau diskusi kelompok. Metode diskusi adalah
metode pembelajaran dimana informasi, pendapat dan pengalaman dipertukarkan
secara teratur untuk mencapai pemahaman yang lebih mendalam. berbicara lebih
jelas dan detail tentang sesuatu bersama atau mempersiapkan dan menyelesaikan
keputusan bersama.
Selain itu, metode tanya jawab merupakan metode pengajaran yang
memungkinkan terjadinya komunikasi dua arah secara langsung, karena tercipta
dialog secara bersamaan antara guru dan siswa. Guru meminta jawaban dari siswa
atau siswa meminta jawaban dari guru. Dalam komunikasi ini terdapat hubungan
langsung dua arah antara guru dan siswa.
Metode selanjutnya adalah metode demonstrasi yang merupakan metode
pengajaran yang cukup efektif karena membantu siswa menemukan sendiri

jawabannya berdasarkan fakta-fakta. Demonstrasi yang relevan adalah metode


pengajaran yang menunjukkan bagaimana sesuatu terjadi. Metode demonstrasi
merupakan metode pengajaran yang cukup efektif karena membantu siswa
mendapatkan jawaban dengan mengamati suatu proses atau peristiwa tertentu.
Sedangkan metode eksperimen merupakan metode yang bukan hanya metode
pengajaran, tetapi juga metode berpikir, karena eksperimen dapat menggunakan
metode lain, mulai dari pengumpulan informasi sampai dengan penarikan
kesimpulan. Metode pembelajaran selanjutnya adalah resitasi. Metode
pembelajaran resitasi adalah metode pembelajaran dimana siswa membuat
rangkuman dari materi yang disampaikan oleh guru dengan menuliskannya di atas
Kertas dan menggunakan bahasa sendiri

8
Metode terakhir yang juga digunakan dalam proses pembelajaran adalah
metode ekskursi, yaitu. kunjungan di luar kelas. Oleh karena itu, tamasya di atas
berlangsung tidak jauh dari sekolah dan tidak membutuhkan banyak waktu.
Tamasya ke tempat yang jauh disebut study tour.
B. Media Powerpoint
1. Pengertian Media Powerpoint
Pengertian Media Power Point Microsoft Office Power Point adalah sebuah program
komputer untuk presentasi yang dikembangkan oleh Microsoft, disamping Microsoft
word dan excel yang telah dikenal banyak orang (Rusman dkk, 2013: 300). Program
power point merupakan salah satu software yang dirancang khusus untuk mampu
menampilkan program multimedia menarik, mudah dalam pembuatan, mudah dalam
penggunaan dan relatif murah, karena tidak membutuhkan bahan baku selain alat untuk
penyimpanan data (Rusman dkk, 2013: 301).
Microsoft Office Power Point menyediakan fasilitas slide untuk menampung pokok-
pokok pembicaraan yang akan disampaikan pada peserta didik. Dengan fasilitas animasi,
suatu slide dapat dimodifikasi dengan menarik. Begitu juga dengan adanya fasilitas :
front picture, sound, dan effect dapat dipakai untuk membuat suatu slide yang bagus.
Sehingga, mengakomodasi sesuai dengan modalitas belajar siswa. Program ini dapat
mengakomodasi siswa yang memiliki tipe visual, auditif, maupun kinestetik (Rusman
dkk, 2013: 297). Hujair AH. Sanaky (2009: 127-128) mengemukakan bahwa media
power point adalah program aplikasi presentasi yang merupakan salah satu program
aplikasi dibawah Microsoft Office program komputer dan tampilan ke layar
menggunakan bantuan LCD proyektor.
Menurut Mardi dkk (2007: 69) Microsoft Power Point adalah salah satu program
aplikasi dari Microsoft yang dapat digunakan untuk melakukan presentasi, baik untuk
melakukan sebuah rapat maupun perencanaan kegiatan lain termasuk digunakan sebagai
media pembelajaran di sekolah. 14 Menurut Rusman dkk (2013: 295) Microsoft Power
Point merupakan program aplikasi presentasi yang populer dan paling banyak digunakan
saat ini untuk berbagai kepentingan presentasi, baik pembelajaran, presentasi produk,
meeting, seminar, lokakarya dan sebagainya. Menurut Sukiman (2011: 213) Microsoft
Power Point merupakan salah satu produk unggulan Microsoft Corporation dalam
program aplikasi presentasi yang paling banyak digunakan saat ini. Hal ini dikarenakan
banyak kelebihan di dalamnya dengan kemudahan yang disediakan. Pemanfaatan media
presentasi ini dapat digunakan oleh pendidik untuk mempresentasikan materi
pembelajaran ataupun tugastugas yang akan diberikan.

9
Berdasarkan pendapat para ahli dapat disimpulkan bahwa power point adalah
program aplikasi presentasi yang merupakan salah satu program aplikasi dibawah
Microsoft Office, yang mudah dan sering digunakan sebagai media pembelajaran di
sekolah.

C. Hasil Belajar
1. Pengertian Hasil Belajar
Untuk memberikan pengertian tentang hasil belajar maka akan diuraikan
terlebih dahulu dari segi bahasa. Pengertian ini terdiri dari dua kata “hasil‟ dan

“belajar‟. Dalam KBBI hasil memiliki beberapa arti : 1) Sesuatu yang diadakan
oleh usaha, 2) pendapatan; perolehan; buah. Sedangkan belajar adalah perubahan
tingkah laku atau tanggapan yang disebabkan oleh pengalaman.
Secara umum Abdurrahman menjelaskan bahwa hasil belajar adalah
kemampuan yang diperoleh anak setelah melalui kegiatan belajar.menurutnyajuga
anak-anak yang berhasil dalam belajar ialah berhasil mencapai tujuan-tujuan
pembelajaran atau tujuan instruksional.
Adapun yang dimaksud dengan belajar Menurut Usman adalah
“Perubahan tingkah laku pada diri individu berkat adanya interaksi antara satu
individu dengan individu lainnya dan antara individu dengan lingkungan”.
Lebih luas lagi Subrata mendefenisikan belajar adalah “(1) membawa
kepada perubahan, (2) Bahwa perubahan itu pada pokoknya adalah didapatkanya
kecakapan baru, (3) Bahwa perubahan itu terjadi karena usaha dengan sengaja”.
Dari beberapa defenisi di atas terlihat para ahli menggunakan istilah
“perubahan” yang berarti setelah seseorang belajar akan mengalami perubahan.
Untuk lebih memperjelas Mardianto memberikan kesimpulan tentang pengertian
belajar:
1. Belajar adalah suatu usaha, yang berarti perbuatan yang dilakukan secara
sungguh-sungguh, sistematis, dengan mendayagunakan semua potensi yang
dimiliki, baik fisik maupun mental
2. Belajar juga bertujuan untuk mengadakan perubahan sikap, dari sikap negatif
menjadi positif, dari sikap tidak hormat menjadi hormat dan lain sebagainya

10
3. Belajar juga bertujuan mengadakan perubahan kebiasaan dari kebiasaan
buruk, menjadi kebiasaan baik. Kebiasaan buruk yang dirubah tersebut untuk
menjadi bekal hidup seseorang agar ia dapat membedakan mana yang
dianggap baik di tengah-tengah masyarakat untuk dihindari dan mana pula
yang harus dipelihara.
4. Belajar bertujuan mengadakan perubahan pengetahuan tentang berbagai
bidang ilmu, misalnya tidak tahu membaca menjadi tahu membaca, tidak
dapat menulis jadi dapat menulis. Tidak dapat berhitung menjadi tahu
berhitung dan lain sebagainya.
5. Belajar dapat mengadakan perubahan dalam hal keterampilan, misalnya
keterampilan bidang olah raga, bidang kesenian, bidang tekhnik
dansebagainya Hasil belajar merupakan kemampuan yang diperoleh individu
setelah proses
belajar berlangsung, yang dapat memberikan perubahan tingkah laku baik
pengetahuan, pemahaman, sikap dan keterampilan siswa sehingga menjadi lebih
baik dari sebelumnya. Hasil belajar merupakan salah satu indikator dari proses
belajar. Hasil belajar adalah perubahan perilaku uyang diperoleh siswa setelah
mengalami aktivitas belajar.
Salah satu indikator tercapai atau tidaknya suatu proses pembelajaran
adalah dengan melihat hasil belajar yang dicapai oleh siswa. Hasil belajar
merupakan tingkat penguasaan yang dicapai oleh siswa dalam mengikuti program
belajar mengajar, sesuai dengan tujuan yang ditetapkan. Menurut
Dimyati dan Mudjiono dapat dipahami bahwa yang dimaksud dengan hasil
belajar merupakan suatu proses untuk melihat sejauh mana siswa dapat menguasai
pembelajaran setelah mengikuti kegiatan proses belajar mengajar, atau
keberhasilan yang dicapai seorang peserta didik setelah mengikuti kegiatan
pembelajaran yang ditandai dengan bentuk angka, huruf, atau simbol tertentu
yang disepakati oleh pihak penyelenggara pendidikan. Dari beberapa teori di atas
tentang pengertian hasil belajar, maka hasil belajar yang dimaksud dalam
penelitian ini adalah hasil belajar (perubahan tingkah laku: kognitif, afektif dan
psikomotorik) setelah selesai melaksanakan proses pembelajaran melalui hasil
Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) dibuktikan dengan hasil evaluasi berupa
nilai.

11
2. Faktor – faktor yang mempengaruhi Hasil Belajar
Berhasil atau tidaknya seseorang dalam belajar disebabkan beberapa faktor
yang mempengaruhi pencapaian hasil belajar yaitu yang berasal dari dalam
peserta didik yang belajar (faktor internal) dan ada pula yang berasal dari luar
peserta didik yang belajar (faktor eksternal). Menurut Slameto, faktor-faktor yang
mempengaruhi belajar yaitu:
a. Faktor internal terdiri dari: Faktor jasmaniah dan Faktor psikologis
b. Faktor eksternal terdiri dari: Faktor keluarga, Faktor sekolah, dan Faktor
masyarakat

Menurut Muhibbin Syah, faktor-faktor yang mempengaruhi belajar peserta didik


yaitu:
a. Faktor internal meliputi dua aspek yaitu: Aspek fisiologis dan Aspek psikologis
b. Faktor eksternal meliputi: Faktor lingkungan sosial dan Faktor lingkungan
nonsosial
Faktor utama yang mempengaruhi hasil belajar siswa antara lain: 1) Faktor
internal yakni keadaan/kondisi jasmani dan rohani peserta didik. 2) Faktor
eksternal (faktor dari luar siswa), yakni kondisi lingkungan di sekitar peserta
didikmisalnya faktor lingkungan. 3) Faktor pendekatan belajar, yakni jenis upaya
belajar siswa yang meliputi strategi dan metode yang digunakan untuk melakukan
kegiatan mempelajari materi-materi pembelajaran.
Faktor yang mempengaruhi hasil belajar diantaranya faktor jasmani dan
rohani siswa, hal ini berkaitan dengan masalah kesehatan siswa baik kondisi
fisiknya secara umum, sedangkan faktor lingkungan juga sangat mempengaruhi.
Hasil belajar siswa di madrasah 70 % dipengaruhi oleh kemampuan siswa dan
30% dipengaruhi oleh lingkungan.
Menurut Chalijah Hasan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi
aktivitas belajar antara lain:
a. Faktor yang terjadi pada diri organisme itu sendiri disebut dengan faktor
individual adalah faktor kematangan/pertumbuhan, kecerdasan, latihan,
motivasi dan faktor pribadi.

12
b. Faktor yang ada diluar individu yang kita sebut dengan faktor sosial, faktor
keluarga/keadaan rumah tangga, guru dan cara mengajarnya, alat-alat yang
digunakan atau media pengajaran yang digunakan dalam proses
pembelajaran, lingkungan dan kesempatan yang tersedia dan motivasi sosial.
Faktor-faktor yang mempengaruhi proses dan hasil belajar siswa secara
garis besar terbagi dua bagian, yaitu factor internal dan eksternal menurut M.
Alisuf Sabri (2010)

a. Faktor internal siswa


1) Faktor fisiologis siswa, seperti kondisi kesehatan dan kebugaran fisik,
serta kondisi panca inderanya terutama penglihatan dan pendengaran.
2) Faktor psikologis siswa, seperti minat, bakat, intelegensi, motivasi, dan
kemampuan-kemampuan kognitif seperti kemampuan persepsi, ingatan,
berpikir dan kemampuan dasar pengetahuan yang dimiliki.
b. Faktor-faktor eksternal siswa
1) Faktor lingkungan siswa Faktor ini terbagi dua, yaitu pertama, faktor
lingkungan alam atau non sosial seperti keadaan suhu, kelembaban udara,
waktu (pagi, siang, sore, malam), letak madrasah, dan sebagainya.
Kedua, faktor lingkungan sosial seperti manusia dan budayanya.
2) Faktor instrumental Yang termasuk faktor instrumental antara lain
gedung atau sarana fisik kelas, sarana atau alat pembelajaran,
mediapembelajaran, guru, dan kurikulum atau materi pelajaran serta
strategi pembelajaran.

Tinggi rendahnya hasil belajar peserta didik dipengaruhi banyak fakto -


faktor yang ada, baik yang bersifat internal maupun eksternal. Faktor-faktor
tersebut sangat mempengaruhi upaya pencapaian hasil belajar siswa dan dapat
mendukung terselenggaranya kegiatan proses pembelajaran, sehingga dapat
tercapai tujuan pembelajaran
D. Hipotesis Penelitian
Berdasarkan kajian pustaka di atas, maka hipotesis penelitian pada
penelitian ini adalah:
1. Metode pembelajaran melalui penggunaan media powerpoint dapat
meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam
materi Asmaul Husna Al-Qawiyyu, Al-Muhyi, Al-Baits, Al-Qayyum

13
Dan Al-Mumit pada siswa kelas V SD Negeri Cibatutiga Tahun Pelajaran
2023 – 2024.
2. Pengembangan metode pembelajaran melalui penggunaan media powerpoint
adalah salah satu faktor yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada
mata pelajaran Pendidikan Agama Islam materi Asmaul Husna Al-Qawiyyu,
Al-Muhyi, Al-Baits, Al-Qayyum Dan Al-Mumit pada siswa kelas V SD
Negeri Cibatutiga Tahun Pelajaran 2023 – 2024

14
BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

A. Subjek Penelitian

Subjek dalam penelitian tindakan kelas ini adalah Siswa kelas V SDN Cibatutiga
Kecamatan Cariu tahun pelajaran 2023-2024. Aspek yang diteliti adalah hasil belajar
peserta didik selama pembelajaran sebanyak 32 orang peserta didik dengan latar belakang
kemampuan yang berbeda-beda mulai dari yang tinggi, sedang, dan rendah dilihat dari
kecerdasan dan intelektual masing-masing siswa.

B. Tempat dan Waktu Pelaksanaan

Tempat penelitian dilakukan di SDN Cibatutiga Kecamatan Cariu. Penelitian ini berlangsung
selama 3 Siklus, mulai dari tanggal 20 Juli 2023 sampai dengan 15 Agustus 2023

C. Deskripsi Per Siklus

1. Siklus I

a. Perencanaan (Planning)

1) Membuat Modul Ajar beserta lembar kerja peserta didik, bahan ajar, media
dan rencana penilaian.
2) Menyiapkan instrumen-instrumen pengumpulan data berupa soal materi
Asmaul Husna
3) Melakukan koordinasi dengan teman sejawat (Observer) dan pihak-pihak terkait

b. Tindakan (action) dan pengamatan (observation)

Pelaksanaan tindakan siklus I dilakukan pada 20 Juli 2023 dengan jumlah anak 32
orang. Dalam kegiatan tindakan (action) ini peneliti melakukan kegiatan mengajar
sesuai dengan modul ajar yang telah dirancang ditahap perencanaan penelitian,
langkah-langkahnya mengikuti rancangan skenario pembelajaran. Adapun
pengamatan (observation) dilakukan bersamaan dengan proses pembelajaran yang
meliputi aktivitas anak, pengembangan materi dan hasil belajar serta dievaluasi.
Selama proses pembelajaran, peneliti melakukan observasi dengan cara mengamati
prilaku anak pada saat melakukan penyelesaian masalah. Pada siklus I ini

15
diharapkan hasilnya bahwa ada peningkatan hasil belajar siswa pada penilaian
formatif.
c. Refleksi (reflection) Peneliti melakukan refleksi dengan cara diskusi bersama
dengan teman sejawat untuk menilai hasil belajar peserta didik.
d. Revisi Tindakan Siklus I (Pertama) Pelaksanaan kegiatan pembelajaran permulaan
pada siklus pertama masih terdapat kekurangan sehingga perlu adanya revisi untuk
dilakukan pada siklus berikutnya.
2. Siklus II

Kegiatan ini merancang kembali perencanaan pembelajaran asmaul husna


berdasarkan refleksi siklus pertama.
1. Perencanaan Perbaikan

1) Membuat Rencana Pelaksanaan Pembalajarn 2

2) Menyiapkan instrumen-instrumen pengumpulan data soal penilaian


materi akhlak terpuji asmaul husna pada siklus II
3) Melakukan koordinasi dengan teman sejawat (Observer) dan pihak-pihak terkait

2. Tindakan (action) dan pengamatan (observation) Pelaksanaan tindakan

siklus II dilakukan pada 01 Agustus 2023. Dalam kegiatan tindakan (action) ini
peneliti melakukan kegiatan mengajar sesuai dengan modul ajar 2 yang telah
direvisi ditahap perencanaan penelitian, langkah-langkahnya mengikuti rancangan
skenario pembelajaran. Adapun pengamatan (observation) dilakukan bersamaan
dengan proses pembelajaran yang meliputi aktivitas anak, pengembangan materi
dan hasil belajar serta dievaluasi. Selama proses pembelajaran, peneliti melakukan
observasi dengan cara mengamati prilaku anak pada saat berkolaborasi dan bekerja
sama dalam kelompoknya pada proses pelaksanaan project kelompok mereka
masing-masing. Pada siklus ke II ini diharapkankan hasilnya lebih baik lagi dari
siklus sebelumnya.
3. Siklus III

Rencana tindakan siklus III dimaksudkan sebagai hasil refleksi dan perbaikan
terhadap pelaksanaan pembelajaran pada siklus II. Tahapan tindakan siklus III
mengikuti tahapan tindakan siklus I dan II.

16
D. Metode Pengumpulan Data dan Instrumen Penelitian

Data-data yang dikumpulkan pada penelitian ini meliputi hasil belajar peserta didik dan
respon peserta didik terhadap pembelajaran. Adapun instrumen dan teknik pengumpulan
data yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut.

Tabel 3.1

Teknik dan Instrumen Pengumpulan Data

No Jenis Teknik Instrumen Jadwal Pelaksanaan


Data Pengumpulan
data

Hasil Belajar (terlampir)


1 Peserta didik Tes 1. Akhir pertemuan siklus I
2. Akhir pertemuan siklus II
3. Akhir pertemuan siklus III

1. Teknik Pengumpula Data

Teknik pengumpulan data yang digunakan untuk mengukur hasil belajar peserta didik
pada ranah kognitif adalah dengan memberikan tes evaluasi pada tiap siklus yaitu tes
objektif pada akhir pertemuan. Tes hasil belajar dimaksudkan untuk mengevaluasi
sejauh mana tingkat pemahaman peserta didik terhadap materi yang telah dipelajari
selama satu siklus.Kualifikasi hasil belajar peserta didik dikatakan tuntas apabila berada
pada kualifikasi cukup, baik, dan sangat baik dengan rentang nilai seperti berikut.
Tabel 3.2

Rentang Nilai Hasil Belajar


No Nilai Kualifikasi Keterangan
1 Nilai > 90 Sangat Baik Tuntas
2 Nilai 83 - 90 Baik Tuntas
3 Nilai 75-82 Cukup Tuntas
4 Nilai < 75 Kurang Tidak Tuntas

17
1. Instrumen Penelitian

Dalam penelitian ini menggunakan beberapa instrumen yang digunakan untuk


mengumpulkan data yaitu tes objektif untuk mengukur hasil belajar peserta didik yang
dilaksanakan setiap akhir siklus.
Hal-hal lain yang tidak dapat direkam melalui alat pengumpulan data yang disediakan
dicatat dengan menggunakan catatan harian. Adapun kisi-kisi dari instrument dapat
dilihat pada lampiran.

E. Teknik Analisis Data

Teknik analisis data yang dimaksud dalam penelitian ini adalah teknik analisis hasil
belajar sebagai berikut. Hasil belajar siswa dihitung dengan mengguankan rumus :

Kriteria : Suatu kelas dianggap tuntas belajar bila mencapai KK > 75, untuk rata-rata
nilai hasil belajar atau nilai rerata kelas diperoleh dengan menggunakan rumus sebagai
berikut :

= ------

Keterangan :

= Rata-rata hasil belajar asmul husna peserta didik


= Jumlah seluruh nilai hasil belajar asmaul husna peserta didik
= Banyak siswa

F. Indikator Keberhasilan

Penerapan media pembelajaran menggunakan powerpoint untuk meningkatkan hasil


belajar siswa pada materi asmaul husna pada siswa kelas v SDN Cibatutiga Kecamatan
cariu dinyatakan berhasil apabila nilai hasil belajar siswa minimal 75 dengan ketuntasan
belajar siswa minimal 75%.

18
BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Penelitian dan Pembahasan Siklus I

Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di kelas V SDN Cibatutiga Kecamatan


Cariu pada semester Ganjil tahun ajaran 2023/2024 dengan jumlah siswa sebanyak 32
orang. Penelitian pada siklus I ini dilaksanakan dalam 1 kali pertemuan dengan tes
evaluasi/kuis pada akhir siklus. Materi yang dibahas pada siklus I adalah Pengertian dari
Asmaul Husna Al-Qawiyyu, Al-Muhyi, Al-Baits, Al-Qayyum Dan Al-Mumit.
Sesuai dengan rencana yang sudah disusun sebelumnya, sebelum melaksanakan
tindakan peneliti mempersiapkan semua perangkat pembelajaran, instrumen, lembar
observasi dan lainnya. Sebelum kegiatan pembelajaran berlangsung, peneliti memberikan
terlebih dahulu bahan ajar/modul. Peneliti juga menginformasikan kepada siswa jika
kegiatan pembelajaran akan berlangsung menggunaka Media Powerpoint.
Selama proses pembelajaran berlangsung, siswa belajar secara berkelompok
dimana masing-masing kelompok diberikan lembar kerja peserta didik (LKPD) untuk
didiskusikan/dipraktikkan langsung bersama kelompok. Peneliti membagi siswa menjadi
6 kelompok dimana masing-masing kelompok terdiri dari 5-6 siswa yang sifatnya
heterogen.
Pelaksanaan pembelajaran dilaksanakan berdasarkan tahap-tahap berikut : 1) Pra
pembelajaran, 2) Pendahuluan, 3) Kegiatan Inti, 4) Penutup. Hasil Tindakan Siklus I
dapat dijabarkan sebagai berikut:
Tabel 4.1
Hasil Belajar Siswa Siklus 1
No. Nama Siswa Nilai Keterangan
1 Aby Raesyad Maulana Mikdar 80 T
2 Adam Fahri Albukhori 90 T
3 Ade Rehan Suryana Putra 60 BT
4 Ananda syahputra 70 BT
5 Anton saputra 80 T
6 Asila putri azahra 90 T

19
7 Aska ardianza ramadan 60 BT
8 Bunga Syahdila Kalista 80 T
9 Chaterine mikayla Febrianty 60 BT
10 Cicih Lestari 80 T
11 Edo Lesmana 80 T
12 Fajar al hasby 80 T
13 Kania Dwi syakira 60 BT
14 Kayla Nurmaulida 90 T
15 M. Sandi irawan 70 BT
16 Marwan Septiawan 90 T
17 Moh Al Gojali 60 BT
18 Muhamad Abidzar Al Ghifari 60 BT
19 Muhamad Luthfi 80 T
20 Muhamad Raffi Alvian 60 BT
21 Muhamad Saepul Anam 60 BT
22 Muhamad Sahdan 80 T
23 Muhamad Paiz Husen 80 T
24 Najwa Khaira Wilda 90 T
25 Nuraeni Rizki 90 T
26 Reihan Ibrahim Nuralam 80 T
27 Revandra Aditya 90 T
28 Rifki Faril Akbari Romdoni 70 BT
29 Satria Maulana 90 T
30 Syahrul Gunawan 90 T
31 Usep 80 T
32 Zaila Nazwa Rahmuna 60 BT

Analisis data hasil belajar siswa pada siklus I menunjukkan bahwa jumlah nilai
seluruh siswa adalah 2440. Ketuntasan klasikal sebesar 62,5 % dengan rata-rata hasil
belajar adalah 76,25, dimana siswa yang dikatakan tuntas berada pada kualifikasi
sangat baik, baik dan cukup, sedangkan siswa yang dinyatakan tidak tuntas berada
pada kualifikasi kurang.

20
Jumlah siswa yang dinyatakan tuntas sebanyak 20 orang karena memperoleh
nilai sama dengan atau lebih dari KKM yaitu 75. Berdasarkan analisis data yang
dilakukan ketuntasan klasikal belum bisa dikatakan berhasil karena belum mencapai ≥
75%. Namun, masih ada beberapa siswa yang belum tuntas dengan skor dibawah
KKM. Hal ini menunjukkan bahwa hasil belajar siswa masih perlu ditingkatkan lagi.
Berikut hasil belajar siswa siklus I disajikan pada tabel.

Tabel 4.2
Ketuntasan Hasil Belajar Siklus 1

No. Nilai Kualifikasi Kognitif Keterangan


Jumlah Siswa Prosentase
1 Nilai ≥ 91 Sangat 0 0% Tuntas

Baik
2 83 ≤ nilai 91 Baik 9 28% Tuntas
3 75 ≤ nilai 83 Cukup 11 34% Tuntas
4 Nilai < 75 Kurang 12 37% Tidak Tuntas
5 Jumlah siswa yang tuntas 20
6 Jumlah siswa yang tidak 12
tuntas
7 Jumlah nilai siswa 2440
8 Rerata hasil belajar siswa 76,25
9 Ketuntasan klasikal 62,5%

21
Di bawah ini merupakan hasil belajar siswa pada siklus I disajikan dalam bentuk grafik.

Gambar 4.1
Grafik Hasil Belajar Siklus I
Berdasarkan hasil tindakan pada siklus I, hasil belajar siswa dapat dikatakan belum
memenuhi kriteria keberhasilan. Hal ini disebabkan beberapa faktor antara lain: 1)
berdasarkan pengamatan peniliti, siswa belum maksimal mempelajari materi yang sudah
diberikan; 2) kurangnya waktu pembelajaran untuk memaksimalkan pemahaman materi
melalui kegiatan diskusi dan praktik; 3) kurang maksimalnya kegiatan kelompok
disebabkan beberapa kendala dalam pembelajaran; 4) siswa masih malu atau tidak berani
untuk bertanya terkait materi yang kurang dipahami. Dengan adanya beberapa faktor yang
menyebabkan ketidak berhasilan pada kegiatan pembelajaran siklus I, maka perlu adanya
perbaikan pada siklus II. Tahapan-tahapan pembelajaran pada siklus II mengikuti rencana
pembelajaran yang telah ditetapkan, materi yang dipelajari adalah Asmaul Husna Al-
Qawiyyu, Al-Muhyi, Al-Baits, Al-Qayyum Dan Al-Mumit . Dari materi ini siswa
diharapkan dapat memahami asmaul husna Al-Qawiyyu, Al-Muhyi, Al-Baits, Al-Qayyum
Dan Al-Mumit dan menganalisis permasalahan yang berkaitan dengan Al-Qawiyyu, Al-
Muhyi, Al-Baits, Al-Qayyum Dan Al-Mumit dalam kehidupan sehari-hari.

22
B. Hasil Penelitian dan Pembahasan Siklus II

Pelaksanaan pada siklus II disesuaikan dengan refleksi pada siklus I. Kegiatan


yang dilakukan pada proses pembelajaran disesuaikan dengan tahapan-tahapan pada
rancangan modul ajar 2. Pelaksanaan kegiatan pembelajaran pada siklus II dilaksanakan
dalam 1 pertemuan, materi yang dipelajari adalah akhlak terpuji yang terkandung dalam
asmaul husna Al-Qawiyyu, Al-Muhyi, Al-Baits, Al-Qayyum Dan Al-Mumit. Masih sama
dengan kegiatan pembelajaran pada siklus I, sebelum kegiatan pembelajaran
berlangsung, peneliti memberikan informasi pembelajaran yang akan dilaksanakan dalam
pembelajaran kedua sesuai yang tertera dalam modul ajar 2 yang di tampilkan pada
powerpoint Peneliti juga menginformasikan kepada siswa jika kegiatan pembelajaran
akan berkelompok dalam penyelesaian project. Selama proses pembelajaran berlangsung,
siswa belajar secara berkelompok dimana masing-masing kelompok diberikan lembar
kerja peserta didik (LKPD) untuk didiskusikan langsung bersama kelompok. Peneliti
membagi siswa menjadi 6 kelompok dimana masing-masing kelompok terdiri dari 5-6
siswa yang sifatnya heterogen. Pelaksanaan pembelajaran dilaksanakan berdasarkan
tahap-tahap berikut : 1) Pra pembelajaran, 2) Pendahuluan, 3) Kegiatan Inti, 4) Penutup.
Berbeda dengan siklus I, pada siklus II ini siswa sudah mempelajari terlebih
materi sebelumnya yang dalam hal ini siswa sudah terbekali oleh pemahaman asmaul
husna yang telah di ajarkan pada siklus sebelumnya, siswa juga sudah berani
mengutarakan materi yang belum dipahami sehingga guru dapat mengetahui bagian
materi yang masih belum dipahami siswa dan memfasilitasi / menjelaskan kembali. Hasil
Tindakan Siklus II dapat dijabarkan sebagai berikut.

Tabel 4.3
Hasil Belajar Peserta Didik Siklus 2
No. Nama Siswa Nilai Keterangan
1 Aby Raesyad Maulana Mikdar 80 T
2 Adam Fahri Albukhori 90 T
3 Ade Rehan Suryana Putra 80 T
4 Ananda syahputra 80 T
5 Anton saputra 70 BT
6 Asila putri azahra 90 T
7 Aska ardianza ramadan 80 T

23
8 Bunga Syahdila Kalista 70 BT
9 Chaterine mikayla Febrianty 90 T
10 Cicih Lestari 70 BT
11 Edo Lesmana 80 BT
12 Fajar al hasby 90 T
13 Kania Dwi syakira 100 T
14 Kayla Nurmaulida 80 T
15 M. Sandi irawan 90 T
16 Marwan Septiawan 90 BT
17 Moh Al Gojali 80 T
18 Muhamad Abidzar Al Ghifari 90 BT
19 Muhamad Luthfi 80 T
20 Muhamad Raffi Alvian 70 BT
21 Muhamad Saepul Anam 70 BT
22 Muhamad Sahdan 80 T
23 Muhamad Paiz Husen 90 T
24 Najwa Khaira Wilda 100 T
25 Nuraeni Rizki 90 T
26 Reihan Ibrahim Nuralam 80 BT
27 Revandra Aditya 80 T
28 Rifki Faril Akbari Romdoni 100 T
29 Satria Maulana 70 BT
30 Syahrul Gunawan 80 T
31 Usep 80 T
32 Zaila Nazwa Rahmuna 90 BT

24
Di bawah ini merupakan hasil belajar siswa pada siklus II disajikan dalam bentuk grafik.

Gambar 4.2
Grafik Hasil Belajar Siklus II
Analisis data hasil belajar siswa pada siklus II menunjukkan bahwa jumlah skor
seluruh siswa sebesar 2670. Ketuntasan klasikal sebesar 81% dengan rata-rata hasil belajar
sebesar 83,4, dimana siswa yang dikatakan tuntas berada pada kualifikasi sangat baik, baik
dan cukup, sedangkan siswa yang dinyatakan tidak tuntas berada pada kualifikasi kurang.
Jumlah siswa yang dinyatakan tuntas sebanyak 26 orang karena memperoleh skor
sama dengan atau lebih dari KKM yaitu 75. Berdasarkan analisis data yang dilakukan
ketuntasan klasikal dikatakan berhasil sebab sudah meningkat menjadi 81%. Hal ini
menunjukkan bahwa hasil belajar siswa telah mengalami peningkatan sebesar 18% dari hasil
belajar yang dilaksanakan pada siklus I. Berikut hasil belajar siswa siklus II pada tabel
berikut.
Tabel 4.4
Ketuntasan Hasil Belajar Peserta Didik Siklus 2
No. Nilai Kualifikasi Kognitif Keterangan
Jumlah Siswa Prosentase
1 Nilai ≥ 91 Sangat 3 9% Tuntas

Baik
2 83 ≤ nilai 91 Baik 11 35% Tuntas

25
3 75 ≤ nilai 83 Cukup 12 37% Tuntas
4 Nilai < 75 Kurang 6 19% Tidak Tuntas
5 Jumlah siswa yang tuntas 26
6 Jumlah siswa yang tidak 6
tuntas
7 Jumlah nilai siswa 2670
8 Rerata hasil belajar siswa 83,5
9 Ketuntasan klasikal 81%

Berdasarkan perbaikan kegiatan pembelajaran pada siklus II, tampak adanya


perubahan dan peningkatan hasil belajar siswa. Hal ini disebabkan beberapa faktor
antara lain : 1) berdasarkan pengamatan peniliti, siswa sudah mempelajari terlebih
dahulu materi yang diberikan sebelum kegiatan pembelajaran berlangsung. 2)
memaksimalkan kegiatan pembelajaran mengingat waktu pembelajaran yang
terbatas. 3) memaksimalkan kegiatan kelompok dengan memfasilitasi pertanyaan
siswa dan siswa sudah mulai berani untuk bertanya terkait materi yang kurang
dipahami. Dan untuk lebih memaksimalkan hasil belajar peneliti akan melanjutkan
kepada siklus berikutnya.

C. Hasil Penelitian dan Pembahasan Siklus III

Pelaksanaan pada siklus III disesuaikan dengan refleksi pada siklus II.
Kegiatan yang dilakukan pada proses pembelajaran disesuaikan dengan tahapan-
tahapan pada rancangan modul ajar 2 (P5-PPRA). Pelaksanaan kegiatan
pembelajaran pada siklus III dilaksanakan dalam 1 pertemuan, materi yang dipelajari
adalah Gaya Hidup Berkelanjutan. Masih sama dengan kegiatan pembelajaran pada
siklus II, sebelum kegiatan pembelajaran berlangsung, peneliti memberikan
informasi pembelajaran yang akan dilaksanakan dalam pembelajaran ketiga sesuai
yang tertera dalam modul ajar 2 (P5-PPRA) yang di tampilkan pada powerpoint
Peneliti juga menginformasikan kepada siswa jika kegiatan pembelajaran akan
berkelompok dalam penyelesaian project. Selama proses pembelajaran berlangsung,
siswa belajar secara berkelompok dimana masing-masing kelompok diberikan
lembar kerja peserta didik (LKPD) untuk didiskusikan langsung bersama kelompok.
Peneliti membagi siswa menjadi 6 kelompok dimana masing-masing kelompok
terdiri dari 5-6 siswa yang sifatnya heterogen. Pelaksanaan pembelajaran

26
dilaksanakan berdasarkan tahap-tahap berikut : 1) Pra pembelajaran, 2) Pendahuluan,
3) Kegiatan Inti, 4) Penutup.
Berbeda dengan siklus II, pada siklus III ini siswa mempelajari hal baru yaitu
P5-PPRA dengan melaksanakan project tentang lestarikan lingkungan hidup, tetapi
pada tujuan utama upaya meningkatkan hasil belajar menggunkan media power
point, di pembelajaran siklus III ini pun tetap sama yakni menggunakan media
powerpoint dengan tujuan meningkatkan hasil belajar.
Tindakan Siklus III dapat dijabarkan sebagai berikut.

Tabel 4.3
Hasil Belajar Peserta Didik Siklus 3
No. Nama Siswa Nilai Keterangan
1 Aby Raesyad Maulana Mikdar 80 T
2 Adam Fahri Albukhori 90 T
3 Ade Rehan Suryana Putra 85 T
4 Ananda syahputra 85 T
5 Anton saputra 80 T
6 Asila putri azahra 90 T
7 Aska ardianza ramadan 85 T
8 Bunga Syahdila Kalista 95 T
9 Chaterine mikayla Febrianty 90 T
10 Cicih Lestari 70 BT
11 Edo Lesmana 85 T
12 Fajar al hasby 90 T
13 Kania Dwi syakira 100 T
14 Kayla Nurmaulida 80 T
15 M. Sandi irawan 90 T
16 Marwan Septiawan 90 T
17 Moh Al Gojali 80 T
18 Muhamad Abidzar Al Ghifari 90 T
19 Muhamad Luthfi 85 T

27
20 Muhamad Raffi Alvian 85 T
21 Muhamad Saepul Anam 85 T
22 Muhamad Sahdan 80 T
23 Muhamad Paiz Husen 90 T
24 Najwa Khaira Wilda 100 T
25 Nuraeni Rizki 90 T
26 Reihan Ibrahim Nuralam 85 T
27 Revandra Aditya 80 T
28 Rifki Faril Akbari Romdoni 95 T
29 Satria Maulana 85 T
30 Syahrul Gunawan 80 T
31 Usep 80 T
32 Zaila Nazwa Rahmuna 90 T

Di bawah ini merupakan hasil belajar siswa pada siklus III disajikan dalam bentuk grafik.

100
2

95
2

90
10

85
9

80
8

70
1

NILAI JUMLAH SISWA

Gambar 4.3
Grafik Hasil Belajar Siklus III

28
Analisis data hasil belajar siswa pada siklus III menunjukkan bahwa jumlah skor
seluruh siswa sebesar 2765. Ketuntasan klasikal sebesar 96% dengan rata-rata hasil belajar
sebesar 86,4, dimana siswa yang dikatakan tuntas berada pada kualifikasi sangat baik, baik
dan cukup, sedangkan siswa yang dinyatakan tidak tuntas berada pada kualifikasi kurang.
Jumlah siswa yang dinyatakan tuntas sebanyak 31 orang karena memperoleh skor
sama dengan atau lebih dari KKM yaitu 75. Berdasarkan analisis data yang dilakukan
ketuntasan klasikal dikatakan berhasil sebab sudah meningkat menjadi 96%. Hal ini
menunjukkan bahwa hasil belajar siswa telah mengalami peningkatan sebesar 15% dari hasil
belajar yang dilaksanakan pada siklus II. Berikut hasil belajar siswa siklus III pada tabel
berikut.
Tabel 4.5
Ketuntasan Hasil Belajar Peserta Didik Siklus 3
No. Nilai Kualifikasi Kognitif Keterangan
Jumlah Siswa Prosentase
1 Nilai ≥ 91 Sangat 4 12,5% Tuntas

Baik
2 83 ≤ nilai 91 Baik 19 59,4% Tuntas
3 75 ≤ nilai 83 Cukup 8 25% Tuntas
4 Nilai < 75 Kurang 1 3,1% Tidak Tuntas
5 Jumlah siswa yang tuntas 31
6 Jumlah siswa yang tidak 1
tuntas
7 Jumlah nilai siswa 2765
8 Rerata hasil belajar siswa 86,4
9 Ketuntasan klasikal 96%

29
Berdasarkan perbaikan kegiatan pembelajaran pada siklus III, tampak adanya
perubahan dan peningkatan hasil belajar siswa. Hal ini disebabkan beberapa faktor
antara lain : 1) berdasarkan pengamatan peniliti, siswa sudah bersemangat dan
terbiasa belajar menggunakan media powerpoint 2) memaksimalkan kegiatan
pembelajaran mengingat waktu pembelajaran yang terbatas. 3) memaksimalkan
kegiatan kelompok dengan memfasilitasi siswa dalam upaya menghasilkan project
yang baik. Karena hasil penelitian 3 siklus sudah di tempuh dan menunjukkan hasil
yang positif, maka peneliti mengakhiri penelitian tindakan kelas ini sampai siklus III
ini.

30
BAB V

PENUTUP

A. Simpulan
Berdasarkan perumusan masalah, tujuan penelitian dan analisis data penilitian, maka
dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut : penggunaan media powerpoint dalam
pembelajaran dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik pada pembelajaran
Pendidikan Agama Islam di kelas V SDN Cibatutiga Kecamatan Cariu. Hal ini terbukti
dengan adanya peningkatan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama
Islam dari siklus I sampai ke siklus III. Pada siklus I menunjukkan bahwa jumlah skor
seluruh siswa sebesar 2440. Ketuntasan klasikal sebesar 62,5% dengan rata-rata hasil
belajar sebesar 76,25. Pada siklus II menunjukkan bahwa jumlah skor seluruh siswa
sebesar 2670. Ketuntasan klasikal sebesar 81% dengan rata-rata hasil belajar sebesar 83,5.
Pada siklus III menunjukkan bahwa jumlah skor seluruh siswa sebesar 2765. Ketuntasan
klasikal sebesar 96% dengan rata-rata hasil belajar sebesar 86,4.

B. Saran
Dari hasil penelitian yang diperoleh, maka peneliti memberikan saran sebagai berikut.
1. Bagi Guru
Pembelajaran dengan menggunakan media powerpoint agar dimanfaatkan dan
dipergunakan sebagai alternative dalam pembelajaran sehingga memudahkan guru
dalam mentransfer materi kepada peserta didik
2. Bagi Siswa
Pembelajaran dengan menggunakan media powerpoint dapat dimanfaatkan dan
digunakan dalam kegiatan pembelajaran, dengan tujuan agar dapat membantu dalam
memahami materi pembelajaran sama seperti tatap muka di kelas, sehingga dapat
meningkatkan hasil belajar.

3. Bagi Sekolah

Pembelajaran dengan menggunakan media powerpoint dapat dilaksanakan sebagai


sarana penunjang peningkatan hasil belajar siswa yang tentunya akan berpengaruh
kepada rapor mutu pendidikan sekolah.

31
DAFTAR PUSTAKA

Anderson, L.W. dan Krathwohl, D.R. 2010. Pembelajaran, Pengajaran, dan Asesmen.
Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Anitah Sri. 2009. Teknologi Pembelajaran. Surakarta: Yuma Pustaka
Arikunto, Suhardjono dan Supardi. 2006. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Bumi Aksara.
Aqib, Zainal, dkk. 2011. Penelitian Tindakan Kelas untuk Guru SD, SLB, dan TK.
Bandung:
Kusumah, Wijaya. & Dwitagama. 2010. Mengenal Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta:
PT Indeks
Padmono, Y. 2010. Kekurangan dan kelebihan, Manfaat Penerapan PTK.
Online: edukasi.kompasiana.com.
Sadiman, Arief S, dkk, 2012. Media Pendidikan Pengertian, Pengembangan, dan Pemanfaatannya.
Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Sanaky, H. 2011. Media Pembelajaran “Buku Pegangan Wajib Guru dan Dosen.”
Yogyakarta: Kaukaba Dipantara
Schunk, Dale H. 2012. Learning Theories. Jakarta: Pustaka belajar.
Sudjana, N. 2010. Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Supardi & Suhardjono. 2012. Strategi Menyusun Penelitian Tindakan Kelas.
Yogyakarta: Andi
Offset
Wiriaatmadja, R. 2005. Metode Penelitian Tindakan Kelas. Bandung: Remaja Rosdakarya

Anda mungkin juga menyukai