Anda di halaman 1dari 20

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

Sekolah : SMAN 15 MEDAN|

Mata Pelajaran : Kimia


Kelas/ Semester : XII / Ganjil
Materi Pokok : Sifat Koligatif Larutan Alokasi Waktu
: 2 x 45 menit

A. Kompetensi Dasar (KD) dan


Indikator:Kompetensi Inti
KI 1 : Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.

KI 2 : Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (gotong royong,
kerjasama, toleran, damai), santun,responsif dan pro-aktif dan menunjukkan sikap sebagai
bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan
lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam
pergaulan dunia.
KI3: Memahami, menerapkan, menganalisis dan mengevaluasi pengetahuan faktual, konseptual,
prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan,
teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan,kenegaraan,
dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan
prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk
memecahkan masalah.
KI4 : Mengolah, menalar, menyaji, dan mencipta dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan
pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri serta bertindak secara efektif
dan kreatif, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan.

B. Kompetensi Dasar
1. KD pada KI-1
1.1 Menyadari adanya keteraturan dalam sifat koligatif larutan, reaksi redoks, keragaman sifat unsur,
senyawa makromolekul sebagai wujud kebesaran Tuhan YME dan pengetahuan tentang adanya
keteraturan tersebut sebagai hasil pemikiran kreatif manusia yang kebenarannya bersifat tentatif.
2. KD pada KI-2
2.1 Menunjukkan perilaku ilmiah (memiliki rasa ingin tahu, disiplin, jujur, objektif, terbuka, mampu
membedakan fakta dan opini, ulet, teliti, bertanggung jawab, kritis, kreatif, inovatif, demokratis,
komunikatif) dalam merancang dan melakukan percobaan serta berdiskusi yang diwujudkan dalam sikap
sehari-hari.
2.2 Menunjukkan perilaku kerjasama, santun, toleran, cinta damai dan peduli lingkungan serta hemat dalam
memanfaatkan sumber daya alam.
2.3 Menunjukkan perilaku responsif dan pro-aktif serta bijaksana sebagai wujud kemampuan memecahkan
masalah dan membuat keputusan.
3. KD pada KI-3
3.2 Membedakan sifat koligatif larutan elektrolit dan larutan nonelektrolit.

4. KD pada KI-4
4.2 Mengolah dan menganalisis data percobaan untuk membandingkan sifat koligatif larutan elektrolit
dengan sifat koligatif larutan nonelektrolit yang konsentrasinya sama.

C. Indikator Pencapaian Kompetensi*)


1. Indikator KD pada KI-1
1.1.1 Mengagumi dan mensyukuri adanya keteraturan sifat koligatif larutan pada makhluk hidup dan
fenomena dalam kehidupan sehari-hari

2. Indikator KD pada KI-2


2.1.1 Teliti dan obyektif dalam melakukan percobaan
2.1.2 Memiliki rasa ingin tahu, kritis, dan terbuka dalam diskusi
2.1.3 Tekun,ulet, jujur dan bertanggungjawab dalam mengerjakan tugas
2.2.1 Bekerjasama dan hati-hati dalam melakukan eksperimen
2.3.1 Dicapai melalui pembinaan untuk bersikap responsif, proaktif dan bijaksana dalam memecahkan
masalah
3 Indikator KD pada KI-3
3.2.1 Menjelaskan perbedaan kenaikan titik didih larutan elektrolit dan nonelektrolit pada konsentrasi yang
sama
3.2.2 Menjelaskan perbedaan penurunan titik beku larutan elektrolit dan nonelektrolit pada konsentrasi
yang sama
3.2.3 Menghitung penurunan titik beku dan kenaikan titik didih larutan elektrolit dan non elektrolit yang
konsentrasinya sama
3.2.4 Menghitung tekanan osmosis larutan elektrolit dan non elektrolit yang memiliki konsentrasi sama.
3.2.5 Menganalisis diagram PT untuk menafsirkan penurunan tekanan uap, penurunan titik beku dan
kenaikan titik didih larutan elektolit dan nonelektrolit yang konsentrasinya sama.

4 Indikator KD pada KI-4

4.2.1 Mengelompokkan larutan sampel berdasarkan sifat larutan elektrolit dan larutan nonelektrolit
4.2.2 Melakukan percobaan penurunan titik beku akibat penambahan zat terlarut elektrolit dan
nonelektrolit pada konsentrasi yang sama
4.2.3 Melakukan percobaan dan menyelidiki kenaikan titik didih larutan pada konsentrasi yang sama serta
menganalisis hasilnya
4.2.4 Menyimpulkan perbedaan sifat koligatif larutan elektrolit dan nonelektrolit pada konsentrasi sama
4.2.5 Mengembangkan dan menyajikan laporan hasil eksperimen penurunan titik beku dan kenaikan titik
didih larutan
D. Materi Pembelajaran

Sifat koligatif larutan adalah sifat yang bergantung hanya pada jumlah partikel (atom, molekul, ion) zat terlarut
dalam larutan dan tidak bergantung pada jenis zat pelarut.
Sifat koligatif larutan nonelektrolit

1. Kenaikan Titik Didih (ΛTb)

Pendidihan terjadi karena panas meningkatkan gerakan atau energi kinetik, dari molekul yang menyebabkan
cairan beradapada titik di mana cairan itu menguap, tidak peduli berada di permukaan teratas atau di bagian
terdalam cairan tersebut

Titik didih cairan berhubungan dengan tekanan uap. Bagaimana hubungannya? Coba perhatikan penjelasan
berikut ini.. Apabila sebuah larutan mempunyai tekanan uap yang tinggi pada suhu tertentu, maka molekul-
molekul yang berada dalamlarutan tersebut mudah untuk melepaskan diri dari permukaan larutan. Atau dapat
dikatakan pada suhu yang sama sebuah larutan mempunyai tekanan uap yang rendah, maka molekulmolekul
dalam larutan tersebut tidak dapat dengan mudah melepaskan diri dari larutan. Jadi larutan dengan tekanan
uap yang lebih tinggi pada suhu tertentu akan memiliki titik didih
yang lebih rendah. Cairan akan mendidih ketika tekanan uapnya menjadi sama dengan tekanan udara luar. Titik
didih cairan pada tekanan udara760 mmHg disebut titik didih standar atau titik didih normal. Jadi yang
dimaksud dengan titik didih adalah suhu pada saat tekanan uap jenuh cairan itu sama dengan tekanan udara luar
(tekanan pada permukaan cairan). Telah dijelaskan di depan bahwa tekanan uap larutan lebihrendah dari
tekanan uap pelarutnya. Hal ini disebabkan karena zat terlarut itu mengurangi bagian atau fraksi dari
pelarutsehingga kecepatan penguapan berkurang

Selisih titik didih larutan dengan titik didih pelarut disebut kenaikan titik didih ( ΔTb ).
ΔTb = titik didih larutan – titik didih pelarut)
Menurut hukum Raoult, besarnya kenaikan titik didih larutan sebanding dengan hasil kali dari molalitas larutan (m)
dengan kenaikan titik didih molal (Kb). Oleh karena itu, kenaikan titik didih dapat dirumuskan seperti berikut.
ΔTb = Kb ⋅ m

Keterangan:
b ΔT = kenaikan titik didih molal
Kb = tetapan kenaikan titik didih molal
m = molalitas larutan
Contoh
Natrium hidroksida 1,6 gram dilarutkan dalam 500 gram air. Hitung titik didih larutan tersebut! (Kb air = 0,52
°Cm-1, Ar Na =23, Ar O = 16, Ar H = 1)
Penyelesaian:
Diketahui : m = 1,6 gram p = 500 gram Kb = 0,52 °Cm-1
Ditanya : Tb …?
Jawab : ΔTb = m⋅ Kb
= m x 1.000 Kb NaOH
Mr p
×
= 0,04 × 2 × 0,52 °C
= 0,0416 °C
Td = 100 °C + b ΔT
= 100 °C + 0,0416 °C
= 100,0416 °C
Jadi, titik didih larutan NaOH adalah 100,0416 °C.

2. Penurunan Titik Beku(ΛTf)

Penurunan titik beku pada konsepnya sama dengan kenaikan titik didih. Larutan mempunyai titik beku yang lebih
rendah
dibandingkan dengan pelarut murni.

Selisih antara titik beku pelarut dengan titik beku larutan dinamakan penurunan titik beku larutan ( ΔTf = freezing
point).
ΔTf = Titik beku pelarut – titik beku larutan

Menurut hukum Raoult penurunan titik beku larutan dirumuskan seperti berikut.
ΔTf = m ⋅ Kf
Keterangan:
f ΔT = penurunan titik beku, m = molalitas larutan, Kf = tetapan penurunan titik beku molal

Soal -soaL Latihan Penurunan Titik Beku (°C)


1. Untuk menaikkan titik didih 250 mL air menjadi 100,1 °C ditambahkan gula. Jika tekanan
udara luar 1 atm (Kb = 0,5°Cm-1), hitung jumlah zat gula yang harus ditambahkan.
2. Larutan urea 0,1 molal dalam air mendidih pada suhu 100,05 °C. Pada volume yang sama,
larutan glukosa 0,1 molal dan sukrosa 0,3 molal dicampurkan. Hitung titik didih campuran
tersebut!
3. Campuran sebanyak 12,42 gram terdiri dari glukosa dan sukrosa dilarutkan dalam 100 gr
air. Campuran tersebut mendidih pada suhu 100,312 °C (Kb air = 0,52 °Cm-1). Tentukan massa
masing-masing zat dalam campuran jika tekanan udara pada saat itu 1 atm!
4. Hitung titik beku suatu larutan yang mengandung 1,19 gram CHI3 (Mr CHI3 = 119) yang
dilarutkan dalam 50 gram benzena dengan Kf benzena = 4,9!
5. Dalam 900 gram air terlarut 30 gram suatu zat X (Mr = 40). Larutan ini membeku pada suhu
-5,56 °C. Berapa gram zat X harus dilarutkan ke dalam 1,2 kilogram air agar diperoleh
larutan dengan penurunan titik beku yang sama?

Adanya zat terlarut pada suatu larutan tidak hanya memengaruhi tekanan uap saja, tetapi juga memengaruhi titik
didih dan titik beku. Pada larutan dengan pelarut air, kita dapat memahami hal tersebut dengan mempelajari
diagram fase air pada Gambar berikut.

Gambar 2. Diagram fase air


Adanya zat terlarut pada suatu larutan menyebabkan penurunan tekanan uap yang mengakibatkan terjadinya
penurunan garis kesetimbangan antarfase sehingga terjadi kenaikan titik didih dan penurunan titik beku.

c. Tekanan Osmosis

Adakalanya seorang pasien di rumah sakit harus diberi cairan infus. Sebenarnya apakah cairan infus
tersebut? Larutan yang dimasukkan ke dalam tubuh pasien melalui pembuluh darah haruslah memiliki tekanan
yang sama dengan tekanan sel-sel darah. Apabila tekanan cairan infus lebih tinggi maka cairan infus akan keluar
dari sel darah. Prinsip kerja infus ini pada dasarnya adalah tekanan osmotik. Tekanan di sini adalah tekanan
yang harus diberikan pada suatu larutan untuk mencegah masuknya molekul-molekul solut melalui membran yang
semipermiabel dari pelarut murni ke larutan. Sebenarnya apakah osmosis itu? Cairan murni atau larutan encer akan
bergerak menembus membran atau rintangan untuk
mencapai larutan yang lebih pekat. Inilah yang dinamakan osmosis. Membran atau rintangan ini disebut membran
semipermiabel. Tekanan osmotik termasuk dalam sifat-sifat koligatif karena besarnya hanya tergantung pada
jumlah partikel zat terlarut.
J.H. Vant Hoff menemukan hubungan antara tekanan osmotik larutan-larutan encer dengan persamaan gas ideal,
yang dituliskan seperti berikut:

π V = nRT
Keterangan: π = tekanan osmotik, V = volume larutan (L), n = jumlah mol zat terlarut, R = tetapan gas
(0,082 L atm mol-1K-1)T = suhu mutlak (K)
Persamaan dapat juga dituliskan seperti berikut.
π = n RT
V

Ingat bahwa n/V merupakan kemolaran larutan (M), sehingga persamaan dapat diubah menjadi π = MRT
Contoh Seorang pasien memerlukan larutan infus glukosa. Bilakemolaran cairan tersebut 0,3 molar pada suhu
tubuh 37 °C,
tentukan tekanan osmotiknya! (R = 0,082 L atm mol-1K-1)
Penyelesaian:
Diketahui : M = 0,3 mol L–1
T = 37 °C + 273 = 310 K
R = 0,082 L atm mol-1K-1
Ditanya : π …?
Jawab : π = 0,3 mol L-1 × 0,082 L atm mol-1K-1 × 310 K
= 7,626 L

d. Penurunan Tekanan Uap Larutan

Penurunan tekanan uap jenuh yaitu tekanan uap jenuh pelarut murni dikurangi tekanan uap jenuh larutan. Jika zat
sukar menguap, maka tekanan uap jenuh larutan > tekanan uap jenuh pelarut murni (air).
Dirumuskan sebagai berikut:
∆P = P° - P
Keterangan:
∆P = penurunan tekanan uap jenuh
Po = tekanan uap jenuh pelarut murni
P = tekanan uap jenuh larutan
Fraksi mol dirumuskan sebagai berikut:
Fraksi mol zat pelarut:

Fraksi mol zat terlarut:


Keterangan:

nA = mol zat pelarut


nB = mol zat terlarut
XA + XB = 1
Zat terlarut semakin banyak = penurunan uap makin besar. Francois M. Raoult merumuskan besarnya penurunan
tekanan uap (∆P) sebagai berikut:
Keterangan:
∆P = penurunan tekanan uap jenuh
P0 = tekanan uap jenuh pelarut murni
P = tekanan uap jenuh larutan
XA = fraksi mol zat pelarut
XB = fraksi mol zat terlarut

SIFAT KOLIGATIF LARUTAN ELEKTROLIT

Tahukah kamu bahwa larutan terdiri dari larutan elektrolit dan larutan nonelektrolit. Larutan elektrolit adalah
larutan yang
dapat menghantarkan arus listrik. Sifat koligatif larutan nonelektrolit telah kita pelajari di depan, bagaimana
dengan sifat
koligatif dari larutan elektrolit?Larutan elektrolit memiliki sifat koligatif yang lebih besar daripada nonelektrolit.
, bahwa penurunan titik beku NaCl lebih besar daripada glukosa. Perbandingan harga sifat koligatif larutan
elektrolit dengan larutan nonelektrolit dinamakan dengan faktor Van’t Hoff dan dilambangkan dengan i.

sehingga untuk larutan elektrolit berlaku rumus:

1. ΔP = XA ×P ×i
2. ΔTb = K ×m× i
3. f ΔTf = K ×m× i
4. π = M× R×T × i

ket i = faktor van,t hoff = 1 + (n – 1)α

n= jumlah ion, α = derajat ionisasi

Contoh soal;
Pada suhu 37 °C ke dalam air dilarutkan 1,71 gram Ba(OH)2 Sehingga volume 100 mL (Mr Ba(OH)2 = 171).
Hitung besar
tekanan osmotiknya! (R = 0,082 L atm mol-1K-1)
Penyelesaian:
Diketahui : m = 1,71 gram
V = 100 mL = 0,1 L
Mr Ba(OH)2 = 171
R = 0,082 L atm mol-1K-1
T = 37 °C = 310 K
Ditanya : π …?
Jawab : Ba(OH)2 merupakan elektrolit.
Ba(OH)2 → Ba2+ + 2 OH¯, n = 3
mol Ba(OH)2 = gram/Mr
=1,71 gram
171

= 0,01 mol
M =n/V =0,01 mol/0,1 L = 0,1 mol ⋅ L-1
π=M×R×T×i
= 0,1 mol L-1 × 0,082 L atm mol-1K-1
× 310 K × (1 + (3 – 1)1) = 7,626 atm

E.Tujuan Pembelajaran:
Setelah mempelajari bab ini, Anda diharapkan mampu:
1. Menjelaskan pengertian molalitas zat.
2. Menghitung molalitas suatu larutan.
3. Menghitung massa zat terlarut jika diketahui molalitasnya.
4. Menentukan harga Mr zat terlarut jika diketahui molalitasnya.
5. Menentukan fraksi mol suatu zat dalam larutan.
6. Menjelaskan pengertian sifat koligatif larutan.
7. Menghitung penurunan tekanan uap jenuh larutan elektrolit dan nonelektrolit.
8. Menentukan harga Mr zat terlarut berdasarkan persamaan penurunan tekanan uap.
9. Menghitung kenaikan titik didih larutan elektrolit dan nonelektrolit.
10. Menentukan harga Mr zat terlarut berdasarkan persamaan kenaikan titik didih larutan.
11. Menghitung penurunan titik beku larutan elektrolit dan nonelektrolit.
12. Menentukan harga Mr zat terlarut berdasarkan persamaan penurunan titik beku larutan.
13. Menentukan tekanan osmotik larutan elektrolit dan non-elektrolit

E. F. Pendekatan dan Metode Pembelajaran


Pendekatan : scientific
Model pembelajaran : discovery learning
Metode : diskusi, latihan dan penugasan
A. Kegiatan Pembelajaran
1. Pertemuan Pertama:
Langkah Sintak Model Deskripsi Alokasi Waktu
Pembelajaran Pembelajaran
Kegiatan Stimulation  Guru mengucap salam, menanyakan 10 menit
Pendahuluan (pemberian kabar siswa, mengecek kehadiran siswa.
rangsangan)  Menanyakan, siapa yang masih ingat
tentang hasil pengamatan kemarin?
Siswa, pada konsentrasi yang sama titik didih
larutan elektrolit lebih tinggi daripada
larutan nonelektrolit dan titik beku
larutan elektrolit lebih rendah daripada
larutan nonelektrolit.
Ada yang tahu mengapa bisa demikian?
 Guru menyampaikan tujuan
pembelajaran.
Problem Mengamati (Observing)
Kegiatan Inti 70 menit
**) statemen 1. Menampilkan gambar submikroskopis
(Identifikasi larutan elektrolit dan nonelektrolit.
Masalah) 2. Mengamati gambar tersebut.
Menanya (Questioning)
Berbagai pertanyaan yang mungkin diajukan
siswa, misalnya:
1. Mengapa partikel larutan elektrolit lebih
banyak daripada larutan nonelektrolit?
2. Adakah pengaruh jumlah partikel
terhadap sifat koligatif larutan?
Mengumpulkan data (Experimenting)
Data 1. Mencari literatur tentang sifat koligatif
Collection larutan elektrolit dan nonelektrolit.
(Pengumpulan
2. Siswa berkelompok.
Data)
3. Guru membagikan LKS kepada siswa.
4. Menghitung banyaknya partikel pada
gambar submikroskopis larutan elektrolit
dan nonelektrolit.
5. Mengamati contoh macam-macam
larutan elektrolit dan nonelektrolit.
6. Menuliskan reaksi ionisasi berbagai
larutan elektrolit.

NaCl → Na+ + Cl-


KCl → K+ + Cl-
MgCl2 → Mg2+ + 2Cl-
BaCl2 → Ba2+ + 2Cl-
CH3COOH → CH3COO- + H+
Mengolah Data (Associating)
1. Menghitung banyaknya partikel pada
masing-masing sampel.
Data 2. Menuliskan persamaan reaksi
Processing
kesetimbangan asam lemah AxBy.
(Pengolahan
Data) Misalkan, mula-mula konsentrasi AxBy
adalah m (molal) dan terurai sebesar α
(derjat ionisasi), sehingga konsentrasi
saat terurai adalah mα:
AxBy → x...y+ + ...Bx-
mula-mula: m 0 0
terurai : mα x ... ymα
setimbang : ... ..... .....

sehingga mtotal = m – mα + ... + y mα


mtotal = m(1-α) + m(x ..+ y ..)
mtotal = m[1 + α (... + y – 1)]
3. Menentukan jumlah zat dalam keadaan
mula-mula, terurai, dan setimbang.
4. Menentukan persamaan molalitas total
partikel Menuliskan persamaan rumus
vant Hoff
i = 1 + (n-1)α
5. Menghitung jumlah partikel (n) larutan
elektrolit
6. menentukan harga i larutan elektrolit
7. menghubungkan nilai n terhadap harga
imenghubungkan nilai α terhadap harga
i
8. Menghubungkan harga i larutan
elektrolit kuat dengan penurunan
tekanan uap (∆P)
9. Menghubungkan harga i larutan
elektrolit kuat dengan kenaikan titik
didih (∆Tb)
Verification
10. Menghubungkan harga i larutan
(Pembuktian)
elektrolit kuat dengan penurunan titik
beku (∆Tf)
11. Menghubungkan harga i larutan
elektrolit kuat dengan tekanan osmosis
(π)
12. Menuliskan rumus-rumus sifat koligatif
Generalization
(Menarik larutan elektrolit dan nonelektrolit yang
Simpulan) nantinya siswa akan menuliskan seperti
berikut ini:
13. Menghitung sifat koligatif (penurunan
tekanan uap, kenaikan titik didih,
penurunan titik beku dan tekanan
osmosis) larutan elektrolit dan
nonelektrolit pada konsentrasi sama.
14. Membandingkan hasilnya.

Mengomunikasikan (Networking)
1. Mengkomunikasikan hasil yang
diperoleh dan mempresentasikannya
ke depan kelas.
2. Membuat rangkuman tentang poin-
poin pembelajaran yang sudah
diperoleh.

Kegiatan Menyimpulkan perbedaan sifat koligatif 10 menit


Penutup larutan elektrolit dan nonelektrolit.
Contoh:
Apa yang dapat kita simpulkan dari
pembelajaran yang telah dilakukan pada
hari ini? (guru meminta beberapa siswa
yang bersedia menyebutkan kesimpulan):
o Sifat koligatif larutan elektrolit lebih besar
daripada larutan nonlektrolit, hal ini
akibat dipengaruhi oleh jumlah partikel
larutan elektrolit yang lebih banyak
karena terurai menjadi ion-ionnya yang
nilainya ditentukan dengan faktor van’t
Hoff.
 Memberikan tugas mengerjakan
latihan soal dan tugas membaca materi
selanjutnya.
 Menginformasikan rencana kegiatan
pembelajaran selanjutnya.
Menutup pertemuan dengan salam

 Pendekatan : scientific
Model pembelajaran : discovery learning
Metode : diskusi, eksperimen, latihan dan penugasan
B. Kegiatan Pembelajaran

2. Pertemuan Kedua ( Praktikum ) :


Langkah Sintak Model Deskripsi Alokasi Waktu
Pembelajaran Pembelajaran
Kegiatan Stimulation  Guru mengucap salam, menanyakan kabar siswa, 10 menit
Pendahuluan (pemberian mengecek kehadiran siswa.
rangsangan)  Memberikan apersepsi awal kepada peserta didik
tentang materi yang akan diajarkan.
Contoh : Guru memberikan contoh fenomena yang
ada di sekitar kita kepada siswa. Contohnya adalah
pembuatan es putar atau es goyang. Meminta siswa
yang mempunyai pengalaman seputar es tersebut untuk
menceritakannya.
Intinya adalah tentang penambahan garam pada es
sebagai pendingin es putar. Mengapa zat yang
ditambahkan di es adalah garam,megapa tidak zat lain,
seperti gula, pasir, dsb.
 Guru memberikan gambaran manfaat mempelajari
materi yang akan diajarkan kepada para siswa.
Contoh : setelah selesai mempelajari materi ini kalian
akan tahu rahasia dari penjual es putar mengapa
menambahkan garam dalam es dan kalian akan dapat
membedakan sifat koligatif larutan elektrolit dan
nonelektrolit.
 Guru menyampaikan tujuan pembelajaran.

Kegiatan Inti Mengamati (Observing) 70 menit


**) Menampilkan data hasil percobaan titik didih dan titik
Problem beku larutan elektrolit dan nonelektrolit.
statemen
Tabel hasil percobaan kenaikan titik didih
(Identifikasi
No Larutan Konsentra Titik didih larutan Perubahan
Masalah) si (Tb) ͦC titik didih
larutan
1 2 3 (ΔTb) ͦC
1 NaCl 1m 107 107 107 7
2 CO(NH2)2 1m 102 102 102 2
(Urea)
3 NaCl 2m 109 109 109 9
4 CO(NH2)2 2m 103 103 103 3
(Urea)
Titik didih air: 100
Tabel hasil percobaan penurunan titik beku
No Larutan Konse Titik beku larutan (Tf) Perubahan titik beku
ntrasi ͦC larutan (

1 2 3

1 NaCl 1m -3 -3 -3 3
2 CO(NH2)2 1m -1,5 -1,5 -1,5 1,5
(Urea)

3 NaCl 2m -5 -5 -5 5
4 CO(NH2)2 2m -2 -2 -2 2
(Urea)

Titik beku air: 0


2. Mengamati data hasil percobaan titik didih dan
titik beku larutan elektrolit dan nonelektrolit.
Menanya (Questioning)
Berbagai pertanyaan yang mungkin diajukan siswa,
misalnya:
1. Mengapa titik didih larutan elektrolit lebih tinggi
dari pada titik didih larutan nonelektrolit?
2. Mengapa titik beku larutan elektrolit lebih rendah
dari pada titik beku larutan nonelektrolit?
Mengumpulkan Data (Experimenting)
1. Guru membagikan LKS kepada siswa.
2. Siswa berkelompok untuk melakukan percobaan
kenaikan titik didih dan penurunan titik beku larutan
NaCl dan gula pada konsentrasi yang sama yaitu 0,1m
dan 0,2m.
3. Mengamati dan mengukur perubahan suhu yang
terjadi pada larutan garam dan gula dengan konsentrasi
sama pada masing-masing percobaan.
4. Menulis data hasil pengamatan.

Data 5. Mencari literatur tentang sifat koligatif larutan


Collection elektrolit dan nonelektrolit.
(Pengumpulan Mengolah Data (Associating)
Data) 1. Mengamati data hasil pengamatan.
2. Mengelompokkan larutan sampel berdasarkan sifat
larutan elektrolit dan larutan nonelektrolit.
3. Membandingkan perbedaan kenaikan titik didih
larutan NaCl 0,1m dengan gula 0,1m.
Data 4. Membandingkan perbedaan kenaikan titik didih
Processing
larutan NaCl 0,2m dengan gula 0,2m.
(Pengolahan
5. Menyimpulkan perbedaan titik didih larutan
Data)
elektrolit dan nonelektrolit dari data hasil percobaan.
6. Membandingkan perbedaan penurunan titik beku
larutan NaCl 0,1m dengan gula 0,1m.
1. Membandingkan perbedaan penurunan titik beku
larutan NaCl 0,2m dengan gula 0,2m.
2. Menghubungkannya konsentrasi (fraksi mol,
molalitas, dan molaritas) dengan sifat
koligatif larutan) elektrolit dan nonelektrolit

Mengkomunikasikan (Communiting)
1. Membuat laporan hasil percobaan dan
Verification mempresentasikannya ke depan kelas.
(Pembuktian)
2. Membuat rangkuman tentang poin-poin
pembelajaran yang sudah diperoleh.
Kegiatan Guru menuntun siswa untuk dapat menyimpulkan 10 menit
Penutup hasil yang diperoleh dari hasil pembelajaran hari ini.
Contoh:
 Apa yang dapat kita simpulkan dari pembelajaran
yang telah dilakukan pada hari ini? (guru
meminta beberapa siswa yang bersedia
menyebutkan kesimpulan):

Generalization  Titik didih larutan elektrolit ternyata lebih tinggi


(Menarik daripada titik didih larutan nonelektrolit, hali ini
Simpulan) dilihat dari data percobaan bahwa larutan NaCl
lebih tinggi titik didihnya daripada larutan gula
dengan konsentrasi yang sama.
 Titik beku larutan elektrolit ternyata lebih rendah
daripada titik didih larutan nonelektrolit, hali ini
dilihat dari data percobaan bahwa larutan NaCl
lebih rendah titik bekunya daripada larutan gula
dengan konsentrasi yang sama.
 Memberikan tugas tindak lanjut dengan kegiatan
membaca materi selanjutnya.
 Menginformasikan rencana kegiatan
pembelajaran selanjutnya.
 Guru menutup dengan salam

Penilaian, Pembelajaran Remedial dan Pengayaan


1.Teknik penilaian
No. Aspek Mekanisme dan Prosedur Instrumen
1. Kognitif (Pengetahuan)  Ulangan mengenai Sifat  Soal Objektif
Koligatif Larutan
 Tugas Individu
2. Afektif  Observasi Kegiatan  Lembar Observasi
(Sikap) Praktikum
 Observasi Kegiatan
Diskusi
 Keberanian siswa dalam
menyampaikan pendapat
 Menghargai pendapat
yang disampaikan siswa
lainnya
 Penilaian Diri
 Penilaian Antar Peserta
Didik
3. Psikomotor  Penilaian Praktek  Rubrik Penilaian
(Keterampilan)  Penilaian Portofolio Praktek

2. Instrumen penilaian
a. Pertemuan Pertama
 Kognitif : soal pilihan Ganda (Terlampir), uraian dan tugas materi Sifat Koligatif Larutan
 Afektif : Lembar Observasi Sikap pada Praktik “Sifat Koligatif Larutan Elektrolit dan
Nonelektrolit”
 Psikomotor : Lembar pengamatan keterampilan pada saat praktik “Sifat Koligatif Larutan
Elektrolit dan Nonelektrolit”
b. Pertemuan Kedua
 Kognitif : soal pilihan Ganda (Terlampir), uraian dan tugas materi Sifat Koligatif Larutan
 Afektif : Lembar Observasi diskusi “Sifat Koligatif Larutan Elektrolit dan Nonelektrolit”
 Psikomotor : Format penilaian tugasportofolio laporan praktik

3. Pembelajaran Remedial dan Pengayaan


Pembelajaran remedial dilaksanakan segera setelah diadakan penilaian bagi peserta didik yang mendapat
nilai di bawah 2,67.
Strategi pembelajaran remedial dilaksanakan dengan pembelajaran remedial, penugasan dan tutor sebaya
berdasarkan indikator pembelajaran yang belum dicapai oleh masing-masing peserta didik.
Peserta didik yang mendapat nilai diatas 2,67 diberikan tugas mengkaji materi penerapan elektrolisis dalam
kehidupan sehari-hari dan atau soal-soal higherordered thinking.

4. Kunci dan Pedoman Penskoran pada Lampiran

Media/alat, Bahan, dan Sumber Belajar


1. Media/Alat
a. Gelas kimia 2 buah
b. Tabung reaksi 3 buah
c. Kaki tiga + kasa 1 buah
d. Gelas kimia 1000 ml 1 buah
e. Termometer 1 buah
f. Pembakar spirtus 1 buah
g. Batang pengaduk 1 buah

2. Bahan
a. Air suling secukupnya
b. Larutan NaCl 0,1m 100 ml
c. Larutan gula 0,1m 100ml
d. Larutan NaCl 0,2m 100ml
e. Larutan gula 0,2m 100 ml
f. Es batu secukupnya
g. Garam dapur secukupnya

3. Sumber Belajar
Internet (webpage / webblog), Lembar Kerja Siswa (LKS), Buku-Buku Kimia SMA Kelas XII
Lampiran 1: Instrumen Penilaian
A. Instrumen Penilaian Sikap
1. Lembar Observasi Sikap

a. Sikap pada kegiatan Praktikum

Lembar Penilaian pada Kegiatan Praktikum


Mata Pelajaran : Kimia
Kelas/Semester: XII/1
Topik: Sifat Koligatif Larutan
Judul Praktikum: Mengamati Kenaikan Titik Didih dan Penurunan Titik Beku Larutan
Indikator: Peserta didikmenunjukkan perilaku ilmiah disiplin, tanggung jawab, kerjasama, teliti kreatif dan
peduli lingkungan dalam melakukan percobaan kimia
Peduli Nilai
Kerjasa
Disiplin Tanggung Teliti Kreatif Lingku Jumlah
No Nama Siswa ma
jawab ngan Skor

1. .....................
2.
......

Rubrik Penilaian Nilai observasi pada saat praktikum


Skor 4 = sangat baik
Skor 3 = baik Jumlah Skor
Skor 2 = cukup Nilai= x 100
24
Skor 1 = kurang

b. Sikap pada saat Diskusi

Lembar Penilaian pada Kegiatan Diskusi


Mata Pelajaran: Kimia
Kelas/Semester: XII / 1
Topik: Sifat Koligatif Larutan
Judul Praktikum: Mengamati Kenaikan Titik Didih dan Penurunan Titik Beku Larutan Elektrolit dan
Nonelektrolit
Indikator : Peserta didik menunjukkan perilaku kerjasama, rasa ingin tahu, santun, dan komunikatif sebagai
wujud kemampuan memecahkan masalah dan membuat keputusan.
Jumlah
Rasa ingin
No Nama Siswa Kerja sama Santun Komunikatif Skor Nilai
tahu
1. ................
2. ................
...
.

Rubrik Penilaian Nilai observasi pada saat diskusi


Skor 4 = sangat baik
Skor 3 = baik Jumlah Skor
Skor 2 = cukup Nilai= x 100
16
Skor 1 = kurang

2. Lembar Penilaian Diri

a. Penilaian diri setelah peserta didik belajar Sifat Koligatif Larutan Elektrolit dan Nonelektrolit
Penilaian Diri
Topik:...................... Nama: ................
Kelas: ...................
Setelah mempelajari materi Sel elektrolisis, Anda dapat melakukan penilaian diri dengan cara memberikan
tanda Vpada kolom yang tersedia sesuai dengan kemampuan.

N Pernyataan Sudah memahami Belum memahami


o

1. Memahami konsep sifat koligatif larutan


2. Memahami hubungan konsentrasi zat dengan sifat koligatif
larutan
3. Menentukan titik didih larutan elektrolit dan nonelektrolit
4. Menentukan titik beku larutan elektrolit dan nonelektrolit
5 Membedakan titik beku dan titik dididh larutan elektrolit
dan nonelektrolit pada konsentrasi yang sama

b. Penilaian diri setelah melaksanakan tugas proyek Praktik Penyepuhan Logam.

Penilaian Diri
Tugas:............................ Nama:..........................
Kelas:..............................
Bacalah baik-baik setiap pernyataan dan berilah tanda V pada kolom yang sesuai dengan keadaan
dirimu yang sebenarnya.
No Pernyataan YA TIDAK
1 Selama melakukan tugas kelompok saya bekerjasama dengan
teman satu kelompok
2 Saya melakukan tugan sesuai jadwal
3 Saya mencatat data dengan teliti dan sesuai dengan fakta
4 Saya melakukan tugas sesuai dengan jadwal yang telah dirancang
5 Sebelum melakukantugas terlebih dahulu saya membaca literatur
yang mendukung tugas
Rubrik Penilaian Nilai
Jika menjawab Ya, Skor= 2 Jumlah skor
Jika menjawab Tidak, Skor= 1 Nilai= x 100
2 x jumlah pernyataan

3. Format penilaian antar peserta didik

Penilaian antar Peserta Didik


Topik: Sel Elekrolisis. Nama Teman yang dinilai: Amanda
Tanggal Penilaian: .30 -08 -2015 Nama Penilai:Bayu

- Amati perilaku temanmu dengan cermat selamat mengikuti pembelajaran Kimia


- Berikan tanda v pada kolom yang disediakan berdasarkan hasil pengamatannu.

N Dilakukan/muncul
Perilaku
o YA TIDAK
1. Mau menerima pendapat teman
2. Memaksa teman untuk menerima pendapatnya
3. Memberi solusi terhadap pendapat yang bertentangan
4. Mau bekerjasama dengan semua teman
5. Disiplin pada saat belajar

4. Format Jurnal

JURNAL

Aspek yang diamati: …………………………. Nama Peserta Didik:


Kejadian : …………………………. ………………………….
Tanggal: …………………………. Nomor peserta Didik:
………………………….

Catatan Pengamatan Guru:


............................................................................................................................
..................................................................................................................
....................................................................................................

B. Instrumen Penilaian Pengetahuan


b. Soal Pilihan Ganda .
Soal Pilihan Ganda

Topik: Sifat Koligatif Larutan Nama : ........................


Tanggal Kuis: ........... Kelas : ...........................

Pilihlah jawaban dengan memberikan tanda silang pada yang benar


Indikator Soal 1: Disajikan rumus molekul beberapa senyawa dengan konsentrasi
sama, peserta didik dapat menentukan zat yang memiliki titik didih paling tinggi secara
tepat.

1. Di antara kelima larutan berikut ini, larutan yang memiliki titik didih paling
tinggi adalah...
A. C12H22O11 0.1 m
B. Mg(NO3)2 0,1 m
C. Al2(SO4)3 0,1 m
D. NaCl 0,1 m
E. C6H5OH 0,1 m

Indikator Soal 2: disajikan rumus molekul beberapa senyawa dengan konsentrasi sama,
peserta didik dapat menentukan menentukan larutan yang memiliki titik beku paling
rendah

2. Larutan yang mempunyai titik beku paling rendah (diketahui molalitas larutan
sama = 0,10 molal) adalah ….
A. C12H22O11
B. CuSO4
C. C6H12O6
D. NiCl2
E. NH4NO3

Indikator Soal 3 : diketahui beberapa senyawa elektrolit dan nonelektrolit dengan


dengan konsentrasinya, peserta didik dapat menentukan dengan tepat larutan mana yang
memiliki titik didih sama.

3. Diketahui beberapa senyawa berikut :


I. NaCl 0,2 m
II. CO(NH2)2 0,3 m
III. C12H22O11 0,1m
IV. H2SO4 0,1 m
V. Al2(SO4)3 0,1 m
Di atara kelima larutan tersebut, larutan manakah yang memiliki titik didih
sama? (Kb air = 0,52 )
A. I dan II
B. I dan III
C. II dan IV
D. III dan IV
E. III dan V
Indikator Soal 4 : diketahui beberapa senyawa elektrolit dan nonelektrolit dengan
dengan konsentrasinya, peserta didik dapat memilih dengan tepat larutan mana yang
memiliki titik beku paling rendah?
4. Di atara kelima larutan tersebut, larutan manakah yang memiliki titik beku
paling tinggi? (Kf air 1,86 m/0C)
A. C6H5OH 0,03 m
B. Mg(NO3)2 0,02 m
C. NaCl 0,02 m
D. Na3PO4 0,03 m
E. AlCl3 0,015 m

Indikator Soal 5 : diketahui beberapa senyawa dengan konsentrasi sama, peserta didik
dapat menentukan dengan tepat larutan mana yang memiliki tekanan osmotik paling
besar

5. Di antara larutan 0,01 M berikut ini, larutan yang mempunyai tekanan osmotik
paling besar adalah ....
A. NaCl
B. CO(NH2)2
C. C12H22O11
D. H2SO4
E. Al2(SO4)3
Indikator Soal 6 : diberikan contoh suatu larutan nonelektrolit berikut konsentrasinya,
peserta didik dapat menentukan larutan mana yang isotonik dengan larutan pada contoh.

6. Larutan manakah di bawah ini yang akan isotonik dengan larutan C12H22O11 0,6
M.
A. NaNO3 0,6 M
B. CO(NH2)2 0,2 M
C.K2SO4 0,3 M
D. AlCl3 0,15 M
E. Al2(SO4)3 0,1 M
Indikator soal 7 : disajikan diagram fasa dua jenis larutan dengan konsentrasi berbeda
dan pelarut murni. Peserta didik dapat menentukan titik didih larutan dengan
konsentrasi yang lebih besar.

7. Gambar di bawah adalah diagram PT air, larutan urea 0,1 m dan 0,2 m.
Manakah berikut ini yang menyatakan titik beku larutan urea 0,2 m?

A. E
B. D
C. P
D. R
E. A

Indikator soal 8 : diberikan salah satu contoh larutan elektrolit dilengkapi dengan
konsentrasinya, peserta didik dapat menentukan dengan tepat larutan mana yang
memiliki tekanan osmotik sama.

8. Larutan 5,8% NaCl dalam air akan memiliki tekanan osmotik sama dengan .…
A. larutan sukrosa 5,8% dalam air
B. larutan 5,8% glukosa dalam air
C. larutan 0,2 molal sukrosa
D. larutan 1 molal glukosa
E. larutan 4 molal glukosa

Kunci Jawaban
Soal Pilihan Ganda:
No 1 2 3 4 5 6 7 8
Jawaban C D C D E D E C

Bobot soal masing-masing 1


Jumlah Skor
Nilai= x 100
6
C. Instrumen Penilaian Kompetensi Keterampilan

Instrumen Penilaian Praktik

Topik : SIFAT KOLIGATIF LARUTAN


KI: Mengolah, menalar, menyaji, dan mencipta dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan
pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri serta bertindak secara efektif dan kreatif, dan
mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan.

KD:
Indikator : Merangkai alat Praktikum Sifat Koligatif Larutan dan Melakukan Percobaan dengan Benar
Lembar Pengamatan
Topik: Sifat Koligatif Larutan Elektrolit dan Nonelektrolit
Kelas: xii
Persiapan Pelaksanaan Kegiatan Akhir Jumlah
No Nama
Percobaan Percobaan Percobaan Skor
1. ………………………
2.

Rubrik
Keterampilan
No Skor Rubrik
yang dinilai
1 Persiapan 30 - Alat-alat sudah tersedia, tertata rapih sesuai dengan keperluannya
Percobaan(Menyia - Bahan-bahan/larutan untuk percobaan sudah disiapkan di meja
pkan alat Bahan) praktikum
- Lembar kegiatan praktikum tersedia
- Menggunakan jas laboratorium
20 Ada 3 aspek yang terpenuhi
10 Ada 2 aspek yang terpenuhi
2 Pelaksanaan 30 - Membersihkan alat praktikum sebelum digunakan
Percobaan - Menuangkan larutan pada wadah yang disediakan dengan jumlah
tepat
- Memanaskan larutan untuk mengukur titik didih dengan benar
- Mendinginkan larutan untuk mengukur titik beku dengan benar
- Menggunakan termometer dengan tepat
20 Ada 4 aspek yang tersedia
10 Ada 2 aspek tang tersedia
3 Kegiatan akhir 30 - Membuang larutan atau sampah ketempatnya
praktikum - Membersihkan alat dengan baik
- Membersihkan meja praktikum
- Mengembalikan alat ke tempat semula
20 Ada 3 aspek yang tersedia
10 Ada 2 aspek tang tersedia

Instrumen Penilaian Proyek

Mata Pelajaran: Kimia Guru Pembimbing:


Nama Proyek:Praktik Sifat Koligatif Nama Peserta didik:
Larutan Kelas:XII B
Alokasi Waktu: satu minggu
No. ASPEK SKOR (1 - 5)
1 PERENCANAAN :
a. Rancangan Alat
- Alat dan bahan
- Gambar
b. Uraian cara menggunakan alat
2 PELAKSANAAN :
a. Keakuratan Sumber Data / Informasi
b. Kuantitas Sumber Data
c. Analisis Data
d. Penarikan Kesimpulan
3 LAPORAN PROYEK :
a. Sistematika Laporan
b. Performans
c. Presentasi
TOTAL SKOR

Mengetahui
Medan, 26 April 2021
Kepala Sekolah SMA Negeri 19 Medan Guru Mata Pelajaran,

Pesta Parningotan Lumbangaol, M.Pd David Sihombing


NIP: 196304141988031007 41813331036

Anda mungkin juga menyukai