NESTEL LUMENTAH (22601007)
ILMU GEOGRAFI
EKOLOGI SOSIAL
TOERI EKOLOGI SOSIAL MENURUT MURRAY BOOKCHIN
DAN ROBERT EZRA PARK
Teori ekologi sosial menurut murray bookchin
Didirikan oleh aktivis Murray Bookchin, ekologi sosial adalah pendekatan terhadap masyarakat
yang menganut pandangan ekologis, rekonstruktif, dan komunitarian terhadap masyarakat. Ideologi
ini bertujuan untuk merekonstruksi dan mentransformasikan pandangan-pandangan terkini
mengenai isu-Isu sosial dan faktor-faktor lingkungan hidup sembari mendorong demokrasi langsung.
Hal ini bertujuan untuk menghilangkan kelarngkaan dan hierarki dalanm perekonomian demi
terciptanya dunia di mana komunitas manusia bekerja sama secara harmonis dengan alam untuk
menerima dan mendorong keberagaman serta kreativitas dan kebebasan.
Murray Bookchin
Lahir pada tahun 1921, Murray Bookchin merupakan tokoh penting dalam perkembangan
gerakan ekologi abad ke-20. Saat mengemtbangkan teorinya, Murray Bookchin menulis karya dasar
seperti Anarkisme Pasca Kelangkaan, Menuju Masyarakat Ekologis, dan Ekologi Kebebasan.
Meskipun ia diidentifikasi sebagai seorang anarkis hampir sepanjang hidupnya, Bookchin akhirnya
mulai mengkritik anarki dan mendukung 'sosialisme libertarian" yang dibingkai dalam konteks
ideologi politik yang ia sebut sebagai "Komunalisnme".
Hubungan antara hierarki dan krisis lingkungan
Dalam ekologi sosial, gagasan bahwa banyak orang harus mengendalikan alam dianggap
mendukung mentalitas otoriter yang merupakan akar dari struktur masyarakat kita. ldeologi ini,
menurut pendekatan tersebut, dipandang sebagai akar penyebab permasalahan lingkungan.
Daripada dipandang sebagai sebuah hierarki, kehidupan dan lingkungan hidup seharusnya
dipandang sebagai suatu sistem yang kompleks di mana semua bentuk kehidupan saling terkait dan
sama pentingnya bagi lingkungan yang sehat dan berkelanjutan.
Prinsip-prinsip dasar
Pendekatan terhadap masyarakat ini mengemukakan gagasan bahwa permasalahan
ekologi pasti merupakan akibat dari disfungsi sosial dalam masyarakat manusia. Pendekatan ini
berpendapat bahwa permasalahan dalam ekologi hanya akan terselesaikan sepenuhnya jika
permasalahan sosial yang mendasar telah ditangani dan diselesaikan. Isu-isu sosial ini melibatkan
hal-hal seperti ekspansi industri, struktur kelas yang menetapkan bagian-bagian tertentu dari umat
manusia sebagai "inferior" dan pandangan yang menyimpang tentang apa yang dimaksud dengan
"kemajuan". Pendekatan ini menghubungkan faktor-faktor sosial seperti rasisme, seksisme, dan
eksploitasi negara-negara dunia ketiga dengan permasalahan lingkungan seperti penggundulan
hutan hujan.
Hubungan dengan teori dan sudut pandang lain
Bookchin merasa terlalu banyak pemerhati lingkungan yang mencoba menyelesaikan
masalah ekologi dengan berfokus pada gejala masalah, bukan penyebab utamanya. Alih-alih
mengubah masyarakat secara mendasar untuk mendapatkan solusi komprehensif, para aktivis
lingkungan hidup justru menyoroti masalah-masalah tertentu seperti kelebihan populasi dan
penggundulan hutan.
Seorang ahli ekologi sosial menekankan pentingnya membangun sistem sosial yang
lebih egaliter yang didorong oleh kesetaraan dan kerja sama daripada keuntungan individu.
Tindakan kolektif dan kepedulian yang sama terhadap semua aspek kehidupan merupakan hal
mendasar dalam bentuk ekologi ini. Penting untuk dipahami bahwa bentuk ekologi ini memandang
manusia hanyalah primata yang sangat cerdas. Meskipun sangat cerdas,manusia tetap merupakan
bagian dari ekologi dan tidak boleh dianggap sebagai "kasus khusus" baik di antara mamalia atau
kehidupan hewan pada umumnya.
Ekologi sosial terus mempunyai pengaruh yang kuat terhadap masyarakat dan pandangan mengenai
isu lingkungan hingga abad ke-21 dan kemungkinan akan terus menjadi penting seiring
meningkatnya kekhawatiran terhadap permasalahan yang sedang berlangsung seperti pemanasan
global dan kelebihan populasi.
Teori ekologi sosial menurut robert ezra park
Robert Ezra Park adalah seorang sosiolog Amerika yang dikenal karena mengembangkan teori
ekologi sosial dalam studi perkotaan dan hubungan antarindividu. Teori ekologi sosial Park
menekankan aspek interaksi sosial dan peran lingkungan fisik dalam membentuk perilaku manusia.
Beberapa poin kunci dari teorinya termasuk:
Konsep Ekologi Sosial:
Park menggunakan konsep ekologi untuk menggambarkan hubungan antara individu, kelompok, dan
lingkungan fisik di dalam kota. Ia membandingkannya dengan cara organisme hidup dalam
ekosistem alam.
Teori Lingkaran Kecil:
Salah satu konsep utama dalam teori ekologi sosial Park adalah "lingkaran kecil" (small circle). Ia
mengatakan bahwa individu dalam lingkaran kecil cenderung lebih intens berinteraksi satu sama
lain, sementara mereka memiliki hubungan yang lebih lemah dengan orang di luar lingkaran
tersebut.
Perubahan Sosial:
Park juga menyoroti bagaimana migrasi, konflik, dan kontak antarbudaya di perkotaan dapat
menyebabkan perubahan sosial. Ia memahami kota sebagai tempat di mana berbagai kelompok
etnis, sosial, dan budaya saling berinteraksi dan berdampingan.
Analisis Sosial-Kultural:
Teori Park menekankan pentingnya memahami dinamika sosial dan budaya dalam konteks
perkotaan. Ia melibatkan etnografi dan studi lapangan untuk menganalisis kehidupan sosial di kota.
Dengan teori ekologi sosialnya, Robert Ezra Park berkontribusi pada pemahaman kita tentang
bagaimana manusia berinteraksi dalam masyarakat perkotaan dan bagaimana lingkungan fisik
memengaruhi dinamika sosial