Anda di halaman 1dari 10

MAKALAH ULUMUL QUR’AN DAN HADIS

“ILMU MAKKI DAN MADANI”

Disusun Untuk Memenuhi tugas mata kuliah Ulumul Qur’an dan Hadis

Dosen: Bpk Habibur Rahman, M.Pd.

Disusun oleh:

Kelompok 2

Zainal Arifin

Wildan Ramadhani Al Farizi

FAKULTAS TARBIYAH PROGRAM STUDI TADRIS BAHASA INDONESIA

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI MADURA

2023
KATA PENGANTAR

Rasa syukur kami panjatkan kepada Allah SWT. karena berkat rahmat dan hidayah-nya
kami dapat menyusun makalah ini dengan baik dan selesai secara tepat waktu. Makalah ini
kami beri judul “Ilmu Makki dan Ilmu Madani”. Shalawat serta salam kita panjatkan kepada
junjungan kita Nabi Muhammad SAW. Yang telah membawa kita dari alam kegelapan menuju
ke alam yang terang benderang.

Penyusunan makalah ini bertujuan untuk memenuhi tugas mata kuliah Ulumul Qur ’an dan
Hadis. Selain itu, makalah ini juga bertujuan untuk memberikan tambahan wawasan bagi kami
sebagai penulis dan bagi para pembaca.

Kami selaku penulis mengucapkan terima kasih kepada Dosen Bpk Habibur Rahman, M.Pd.
selaku dosen pengampu mata kuliah Ulumul Qur’an dan Hadis dan Tidak lupa bagi rekan-rekan
kelompok yang telah membantu penyusunan makalah ini kami juga mengucapkan terima kasih.

Terakhir, kami menyadari bahwa makalah ini masih belum sepenuhnya sempurna. Maka
dari itu kami terbuka terhadap kritik dan saran yang bisa membangun kemampuan kami, agar
pada tugas berikutnya bisa menulis makalah dengan lebih baik lagi.

Akhir kata kami berharap semoga makalah ini dapat memberikan manfaat maupun inspirasi
bagi kami dan juga terhadap pembaca.

Pamekasan, 29 September 2023

Anggota Kelompok 2

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR........................................................................................................................ i

DAFTAR ISI...................................................................................................................................... ii

BAB 1 PENDAHULUAN...................................................................................................................1

A. Latar Belakang Masalah...........................................................................................................1

B. Rumusan Masalah.....................................................................................................................1

C. Tujuan Penulisan........................................................................................................................

D. Manfaat Penulisan.......................................................................................................................

a. Bagi Guru dan Dosen....................................................................................................

b. Bagi Pembaca.................................................................................................................

c. Bagi Penulis..................................................................................................................1

BAB 2 PEMBAHASAN......................................................................................................................2

A. Pengertian Makki dan Madani....................................................................................................

B. Faidah mengetahui Makki dan Madani......................................................................................

C. Perbedaan Makki dan Madani....................................................................................................

D. Ciri-ciri ayat / Surat Makki dan Madani.....................................................................................

BAB 3 PENUTUP.............................................................................................................................

A. Kesimpulan.............................................................................................................................

B. Saran.......................................................................................................................................

DAFTAR PUSTAKA.......................................................................................................................

ii
BAB 1

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Ilmu Makki dan Ilmu Madani adalah dua konsep yang penting dalam pemahaman
tentang Al-Quran. Kedua konsep ini merujuk pada tempat dan waktu di mana ayat-ayat Al-
Quran diwahyukan kepada Nabi Muhammad SAW serta konteks sosial dan sejarah di
sekitar wahyu tersebut.

Dalam makalah ini, kita akan menjelaskan kedua konsep ini, menggambarkan
perbedaannya, dan menggali implikasinya dalam pemahaman dan pengamalan Al-Quran.

B. Rumusan Masalah

a. Apa yang dimaksud dengan Makki dan Madani?

b. Apa Faidahnya mengetahui Makki dan Madani?

c. Apa perbedaan Makki dan Madani?

d. Apa saja Ciri-ciri ayat / Surat Makki dan Madani?

C. Tujuan Penulisan

Makalah ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang jelas tentang Pengertian
makki dan madani, Faidah mengetahui makki dan madani, perbedaan makki dan madani dan
ciri-ciri ayat / surat makki dan madani.

D. Manfaat Penulisan

a. Bagi Guru dan Dosen

Untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam kepada mahasiswa tentang Ilmu Makki
dan Ilmu Madani, sebagai bahan acuan dalam pemberian nilai dan untuk mengetahui seberapa
jauh mahasiswa memahami materi yang sedang dibahas.

b. Bagi Pembaca

Dapat memahami pesan Al-Qur’an dengan lebih baik, karena mereka dapat mengenali konteks
dimana surah-surah tersebut diturunkan dan mereka dapat mengaplikasikan ajaran islam
dalam kehidupan sehari-hari dengan lebih baik karena pemahaman mereka tentang hukum-
hukum islam yang terkandung dalam surah-surah Madani.

1
c. Bagi Penulis

Mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam tentang islam dan Al-Qur ’an melalui
penelitian dan penulisan tentang Ilmu Makki dan Ilmu Madani.

BAB 2

PEMBAHASAN

A. Pengertian Makki dan Madani

Beberapa pengertian Makkiyah dan Madaniyah. Makkiyah ialah ayat al-Qur'an yang
diturunkan di Mekkah sekalipun turun setelah Rasulullah hijrah, sementara Madaniyah ialah ayat
al-Qur'an yang diturunkan di Madinah.1

Pengertian lainnya Madaniyah terdapat dua definisi. pertama ialah ayat al-Qur'an yang
diturunkan di Mekkah sebelum Rasulullah hijrah, kedua ialah ayat al-Qur'an yang diturunkan di
Mekkah setelah tahun fathu Makkah (pembukaan Kota Mekkah). Sementara al-Qur'an Madani
ialah al-Qur'an yang diturunkan di Madinah.2

Sedangkan Pengertian makki dan madani menurut al-Zarkasyi ada tiga pendapat,
diantaranya;

1. Pendapat yang menyatakan bahwa makki adalah ayat atau surat yang diturunkan di Makkah,
dan madani adalah ayat atau surat yang diturunkan di Madinah

2. Pendapat yang menyatakan yang dimaksud makki adalah ayat atau surat yang turun sebelum
hijrah Nabi Muhammad SAW. Sedangakan madani adalah ayat atau surat yang turun setelah
hijrah Nabi Muhammad SAW. Pendapat ini yang paling masyhur.

3. Pendapat terakhir menyatakan bahwa makki adalah ayat atau surat yang di-khitab-kan pada
penduduk Makkah, sedangkan madani di-khitab-kan pada penduduk Madinah.

1
Muhammad Nurul Wathoni, Kuliah Al-Qur'an: kajian Al-Qur'an dalam teks dan konteks, (Mataram: Sanabil,
2021), 91.
2
Ibid.
2
B. Faidah mengetahui Makki dan Madani

Mempelajari dan mengetahui ilmu mengenai Makki dan Madani dapat memberi faedah yang
besar, antaranya:

1. Sebagai alat bantu penafsiran al-Qur'an, sebab pengetahuan tentang tempat turunnya ayat
dapat membantu memahami ayat tersebut dan penafsirannya yang benar, sekalipun yang
menjadi pegangan adalah pengertian umum lafaz, bukan sebab yang khusus. Dan dengan itu
pula para penafsir dapat membedakan antara ayat yang nasikh dan mansukh bila ada ayat yang
kontradiktif. dengan pastinya, bahwa ayat Makkiah dihapus oleh ayat Madaniah yang turun
belakangan.

2. Dengan gaya bahasa Qur'an yang memiliki karakteristik gaya bahasa Makki dan Madani
sangat tepat memanfaatkannya untuk menyeru menuju jalan Allah.

3. Mengetahui sejarah hidup Nabi melalui ayat-ayat Qur'an, sebab turunnya wahyu kepada
Rasulullah sejalan dengan sejarah da'wah, baik priode Mekah maupun priode Medinah.3

C. Perbedaan Makki dan Madani

Untuk membedakan Makkiyyah dan Madaniyyah, pana ulama mempunyai tiga cara
pandangan yang masing-masing mempunyai dasarnya sendiri.4

Pertama: Dari Segi Waktu Turunnya

Makkiyah adalah yang diturunkan sebelum hijrah meskipun bukan di Mekkah. Madaniyyah
adalah yang turun sesudah hijrah meskipun bukan di Madinah. Yang diturunkan sesudah hijrah
sekalipun di Mekkah atau Arafah adalah madani,

Contoh: ayat yang diturunkan pada tahun penaklukan kota Mekkah, firman Allah:
Sesungguhnya Allab menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak..." (QS. al-
Nisa' [4]: 58). Ayat ini diturunkan di Mekkah dalam ka bah pada tahun penaklukan Mekkah.
Pendapat ini lebih baik dari kedua pendapat berikut. Karena ia lebih memberikan kepastian dan
konsisten.

Kedua: Dari segi tempat turunnya

3
Wahyudi Ja'far, "Ayat Makkiah-Madaniah dalam Al-Qur'an," Studi Agama dan Budaya, vol. VII, no.9
(Januari-Maret, 2012): 9.
4
Suhada, Ulumul Qur'an, (Tangeran Selatan: Yapin An- Namiyah, 2016), 51.

3
Makkiyyah adalah yang turun di Mekkah dan sekitarnya. Seperti Mina, Arafah dan
Hudaibiyah. Dan Madaniyyah ialah yang turun di Madinah dan sekitarnya, seperti Uhud dan
Quba. Pendapat ini mengakibatkan tidak adanya pembagian secara konkrit yang mendua. Sebab
yang turun dalam perjalanan, di Tabukh atau di Baitul Maqdis tidak termasuk kedalam salah
satu bagiannya, sehingga ia tidak dinamakan makki ataupun madani. Juga mengakibatkan
bahwa yang diturunkan di Makkah sesudah hijrah disebut Makkiyah.

Ketiga: Dari segi Sasaran Pembicaraan

Makkiyyah adalah yang seruannya ditujukan kepada penduduk Mekkah dan Madaniyyah
ditujukan kepada penduduk Madinah. Berdasarkan pendapat ini, para pendukungnya
menyatakan bahwa ayat Qur'an yang mengandung seruan Ya Ayyuhannas (wahai manusia)"
adalah Makkiyyah, sedang ayat yang mengandung seruan "Ya Ayyuha Allazina Amanu (wahai
orang orang yang beriman)" adalah Madaniyah.

D. Ciri-ciri ayat / Surat Makki dan Madani

a. Ciri khas Makkiyah:

1. Surah yang didalamnya mengandung "sajdah"

2. Surah yang mengandung lafal kalla, berarti Makki. Terdapat separuh terakhir dari al-Qur'an.
Dan disebutkan sebanyak 33 kali dalam 15 surah.

3. Surah yang mengandung' yaayyuhannas 'dan tidak mengandung yaayyuhallazinaamanu',


berarti Makki, kecuali surah al-Hajj yang pada akhirnya 'ya ayyuhallazina amanurwasjudu ka'u'.
Namun sebagian besar ulama berpendapat bahwa ayat tersebut adalah Makki.

4. Surah yang mengandung kisah para nabi dan umat terdahulu, adalah Makki, kecuali surah al-
Baqarah.

5. Setiap Surah yang menceritakan kisah Adam dan Iblis, adalah Makki kecuali surah al-
Baqarah.

6. Setiap Surah yang yang dibuka dengan huruf singkatan seperti: Alif Lam Mim, Alif Lam Ra,
Ha Mim dan lain-lain adalah Makki kecuali Surah Baqarah dan Ali 'Imran. Sedang Surah Ra'd
masih diperselisihkan.

Ini adalah dari segi ketentuan, sedang dari segi tema dan gaya bahasa dapat diringkas sebagai
berikut:

4
1. Ajakan kepada ketauhidan dan ibadah hanya kepada Allah, pem- buktian risalah, kebangkitan
dan pembalasan, neraka, surga.

2. Peletakan dasar-dasar umum bagi perundang-undangan dan akhlak mulia dan terbentuknya
suatu masyarakat.

3. Menyebutkan kisah para nabi dan umat terdahulu.

4. Suku katanya pendek-pendek disertai kata-kata yang mengesankan sekali.

b. Ciri khas Madaniyah:

1. Setiap surah yang berisi kewajiban atau had (sanksi) adalah Madani.

2. Setiap surah yang didalamnya disebutkan orang-orang munafik adalah Madani, kecuali surah
al-Angkabut adalah Makki.

3. Setiap surah yang didalamnya terdapat dialog dengan ahli Kitab adalah madani.

Ini adalah dari segi ketentuan; sedang dari segi tema dan gaya

bahasa dapat disingkat sebagai berikut:

1. Menjelaskan ibadah, muamalah, kekeluargaan, warisan, jihad, hubungan sosial, hubungan


internasional, baik di waktu damai maupun perang, kaidah hukum dan perundang-undangan.

2. Seruan terhadap Ahli Kitab, dari kalangan Yahudi dan Nasrani, ajakan masuk Islam,
penjelasan terhadap penyimpangan mereka terhadap kitab-kitab Allah.

3. Menyingkap perilaku orang munafik.

4. Suku kata dan ayat-ayatnya panjang-panjang dengan gaya bahasa yang memantapkan syariat
serta menjelaskan tujuan dan sasaran- nya5

5
Wahyudi Ja'far, "Ayat Makkiah-Madaniah dalam Al-Qur'an," Studi Agama dan Budaya, vol. VII, no.9 (Januari-
Maret, 2012): 7.
5
BAB 3

PENUTUP

A. Kesimpulan
Ilmu Makki dan Ilmu Madani adalah dua konsep penting dalam pemahaman Al-Quran.
Keduanya memiliki peran yang berbeda dalam memandu umat Islam dalam aspek spiritual dan
praktis kehidupan sehari-hari. Merenungkan dan memahami keduanya dengan baik akan
membantu Muslim untuk menjadi individu yang seimbang dalam beribadah dan berperilaku
sesuai dengan prinsip-prinsip Islam, serta berkontribusi positif dalam masyarakat.
B. Saran
1. Studi Mendalam:
Masyarakat Muslim harus melakukan studi mendalam tentang Ilmu Makki dan Ilmu
Madani untuk memahami ajaran Islam dengan lebih baik.
2. Integrasi:
Penting untuk mengintegrasikan ajaran-ajaran Ilmu Makki dan Ilmu Madani dalam
kehidupan sehari-hari, sehingga pemahaman Islam dapat diterapkan secara efektif dalam
konteks modern.
3. Pengembangan Karakter:
Kedua konsep ini dapat digunakan sebagai landasan untuk pengembangan karakter yang
kuat dan etika yang baik dalam kehidupan sehari-hari.
4. Pemerintahan yang Adil:
Ilmu Madani dapat menjadi panduan untuk membangun pemerintahan yang adil dan
inklusif dalam masyarakat Muslim.

6
DAFTAR PUSTAKA

Ja’far, Wahyudi. AYAT MAKKIAH-MADANIAH DALAM AL-QUR’AN. Pengantar Redaksi,1.

Suhada. Ulumul Qur’an. Tangerang Selatan: Yapin An- Namiyah, 2016.

Wathoni, Lalu Muhammad Nurul. Kuliah Al-Qur’an: Kajian Al-Qur’an dalam Teks dan Konteks.
Mataram: Sanabil, 2021.

Anda mungkin juga menyukai