A
KS/B, SPV/JS PERKA,
SOAL – SOAL REFRESHING PUSDAL, PPKA, PAP
PEGAWAI NON KRU KA
DINAS OPERASI
A. Jumlah soal 80 dengan rincian 75 soal pilihan ganda dan 5 soal essay
B. Waktu yang disediakan 60 menit.
C. Beri tanda (X) pada jawaban yang menurut saudara paling benar.
D. Beri tanda SAMA DENGAN (=) pada jawaban yang telah disilang bila saudara ingin mengganti
jawaban
E. Jawaban saudara agar DITULIS PADA LEMBAR JAWABAN yang telah disediakan
I. PILIHAN GANDA
1. Peraturan tentang tata cara penetapan jaringan pelayanan dan lintas pelayanan perkeretaapian
a. UU No. 23 tahun 2007
b. PP No. 72 tahun 2009
c. PM No. 9 tahun 2014
d. PM No. 48 tahun 2015
2. Peraturan tentang perkeretaapian
a. PD 19 jilid I dan jilid II
b. UU No. 23 tahun 2007
c. UU No. 72 tahun 2009
d. UU No. 73 tahun 2009
3. Peraturan tentang lalu lintas dan agkutan kereta api
a. PD 22 jilid I
b. UU No. 23 tahun 2007
c. PP No. 72 tahun 2009
d. UU No. 56 tahun 2009
4. Peraturan tentang penyelenggaraan perkeretaapian
a. UU No. 23 tahun 2007
b. UU No. 56 tahun 2009
c. UU No. 72 tahun 2009
d. UU No. 65 tahun 2009
5. PM No. 48 tahun 2015 tentang
a. Penggunaan kereta rel listrik
b. Sertifikasi awak sarana perkeretaapian
c. Standar pelayanan minimum angkutan orang dengan kereta api
d. Standar pelayanan penumpang dengan kereta api
6. Sertifikasi PPKA mengacu pada
a. PM 155 tahun 2015
b. PM 48 tahun 2015
c. PM No. 21 tahun 2011
d. PM No. 12 tahun 2011
7. Masa berlaku sertifikasi Pengatur Perjalanan Kereta Api
a. 3 bulan
b. 2 tahun
c. 3 tahun
d. 4 tahun
8. Kewenangan PPKA sesuai PM. 21 tahun 2011
a. Memberikan ijin melewati sinyal utama yang berkedudukan tidak aman kecuali sinyal blok
muka
b. Memberikan ijin melewati sinyal utama yang berkedudukan tidak aman kecuali sinyal blok
c. Memberikan ijin melewati sinyal utama yang berkedudukan tidak aman kecuali sinyal
langsir
d. Memberikan ijin melewati sinyal utama yang berkedudukan tidak aman kecuali sinyal
darurat
9. Peraturan Menteri Perhubungan tentang pendidikan dan pelatihan transportasi
a. PM No. 52 tahun 2007
b. KM No. 52 tahun 2007
c. UU No. 23 tahun 2007
d. UU No. 72 tahun 2009
10. Perkeretaapian menurut fungsinya sesuai UU No. 23 tahun 2007 terdiri dari
a. Perkeretaapian provinsi
b. Perkeretaapian kabupaten
c. Perkeretaapian nasional
d. Perkeretaapian umum dan khusus
11. Petugas yang harus memiliki sertifikasi ditjen KA, kecuali
a. PPKA dan JLR
b. PPKP dan PPKA
c. PJL dan PPKP
d. PPJ dan PPKA
12. Persyaratan sertifikasi kecakapan Pengatur Perjalanan Kereta Api Setempat, kecuali
a. Sehat jasmani rohani, pria atau wanita, tinggi badan 155 cm
b. Lulus Pendidikan dan Pelatihan Pengatur Perjalanan Kereta
Api Setempat
a. Lulus pendidikan minimal menengah dan/atau sederajat
b. Pegawai dari Penyelenggara Prasarana Perkeretaapian
13. Peraturan Menteri No. 10 tahun 2011 mengatur tentang
a. Persyaratan teknis peralatan tubuh ban perkeretaapian
b. Persyaratan teknis peralatan persinyalan perkeretaapian
c. Persyaratan teknis peralatan sarana perkeretaapian
d. Persyaratan teknis peralatan prasarana
14. Peralatan dalam ruangan persinyalan elektrik meliputi
a. Proteksi
b. Media transmisi
c. Peraga sinyal elektrik
d. Interlocking elektrik
15. Peralatan luar ruangan persinyalan elektrik meliputi
a. Panel pelayanan
b. Data logger
c. Peralatan blok
d. Penggerak wesel elektrik
16. Peralatan persinyalan mekanik dalam ruangan
a. Interlocking mekanik dan sinyal mekanik
b. Pesawat blok dan penghalang sarana
c. Interlocking mekanik dan pesawat blok
d. a dan b benar
17. Peralatan persinyalan mekanik luar ruangan
a. Peraga sinyal mekanik dan interlocking mekanik
b. Pengontrol kedudukan lidah wesel dan penghalang sarana
c. Media transmisi/saluran kawat dan pesawat block
d. a dan c benar
18. Pada PM No. 10 tahun 2011 yang bukan termasuk perlatan persinyalan adalah
a. Sinyal
b. Tanda
c. Peralatan pendukung
d. Loko track
19. Pelayanan angkutan kereta api yang bersifat komersial terdiri atas
a. Angkutan pelayanan kelas non ekonomi dan ekonomi
b. Angkutan pelayanan kelas eksekutif dan barang peti kemas
c. Jawaban a dan b benar
d. Jawaban a dan b salah
20. Jarak kereta api yang satu dengan kereta api berikutnya dalam satuan waktu adalah
a. Headway
b. Kapasitas lintas
c. Kapasitas jalur
d. Petak blok dengan stasiun
21. Kereta api berjalan hati-hati dengan kecepatan terbatas
a. Semboyan 6A
b. Semboyan 6B
c. Semboyan 7B
d. Semboyan 9A2
22. Kereta Api / sarana gerak diperbolehkan langsir
a. Semboyan 6A
b. Semboyan 6B
c. Semboyan 7B
d. Semboyan 46
23. Semboyan 9B1 menandakan
a. Sinyal keluar yang dibantunya menunjukan indikasi berjalan atau berjalan hati-hati
b. Menandakan rute belum terbentuk
c. Sinyal keluar yang dibantunya menunjukan indikasi berhenti
d. Sinyal keluar yang dibantunya mengalami gangguan
24. Kereta api berjalan menuju ke arah yang ditunjukan
a. Semboyan 9H
b. Semboyan 9J
c. Semboyan 9F
d. Semboyan 9G
25. Kereta Api menuju jalur yang ditunjukan
a. Semboyan 9H
b. Semboyan 9J
c. Semboyan 9G
d. Semboyan 9E1
26. Tanda jalur akhir
a. Semboyan 8F
b. Semboyan 8G
c. Semboyan 8E
d. Semboyan 8C
27. Perintah untuk memindahkan chanel radio lokomotif
a. Semboyan 8J2
b. Semboyan 8K
c. Semboyan 8L
d. Semboyan 8K
28. Tanda batas gerakan langsir
a. Semboyan 8C
b. Semboyan 8B
c. Semboyan 8D
d. Semboyan 8E
29. Petunjuk batas awal jaringan listrik aliran atas bertegangan
a. Semboyan 8M
b. Semboyan 8N
c. Semboyan 8P
d. Semboyan 8k
30. Peringatan untuk memperhatikan indikator saklar pemutus
a. Semboyan 8M
b. Semboyan 8N
c. Semboyan 8P
d. Semboyan 8L
31. Peraturan Dinas 19 Jilid I mengatur
a. Urusan perjalanan kereta api dan lori
b. Urusan langsir dan KA perawatan
c. Urusan perjalanan kereta api dan dresin
d. Urusan perjalan KA dan langsir
32. PD 16B mengatur tentang
a. Dinas lokomotif diesel elektrik
b. Dinas lokomotif diesel hidrolik
c. Dinas kereta rel listrik
d. Dinas kereta api dengan lebar jalur 1067 mm
33. Negative Check yang dilakukan 1 bulan sekali pelaksanaannya disaksikan oleh KS/PPKA/PRS
a. PD 22 jilid I
b. PD 21R
c. PD 13A
d. R 13 Jilid IVA
34. Penggunaan sarana pada lintas dengan lebar jalan rel 1.067 mm
a. PD 19 jilid II
b. PD 16A
c. PD 8A
d. PD 21 R
35. Kode sarana B menunjukan
a. Kecepatan maksimum 65 km/jam
b. Kecepatan maksimum 45 km/jam
c. Kecepatan maksimum 30 km/jam
d. Kecepatan maksimum 60 km/jam
36. Gerbong TT dan KKB termasuk kelompok gerbong
a. GB
b. GG
c. GK
d. GT
37. Penomoran angka gerbong sebanyak
a. 5 digit
b. 6 digit
c. 9 digit
d. 7 digit
38. Bentuk tempel gerbong atau kereta rusak yang akan dikirim ke Balaiyasa guna perbaikan
a. Tempelan putih dengan garis diagonal putih (T.140)
b. Tempelan putih dengan garis diagonal merah (T.142)
c. Tempelan merah dengan tulisan merah (T.142)
d. Tempelan merah dengan tulisan merah (T.143)
39. Dinasan KRL diatur pada tabel
a. O.63
b. O.64
c. O.18
d. T.18
40. Kabel LAA terbuat dari
a. Copper (tembaga)
b. FO (Fiber Optik)
c. Steel (baja)
d. Timah
41. Nomor semat handle sinyal keluar
a. 86
b. 18
c. 17
d. 87
42. Nomor semat handle wesel
a. 86 dan 87
b. 87 dan 88
c. 86 dan 88
d. 85 dan 86
43. Warna hitam pada plat petunjuk mengartikan
a. Handle pada kedudukan biasa atau tidak dilayani
b. Handle pada kedudukan tidak biasa atau dilayani
c. A dan B benar
d. A dan B salah
44. Bentuk tempelan gerbong atau kereta yang rusak dan dapat membahayakan perjalanan
a. Tempelan merah merah dengan tulisan boleh jalan (T.143)
b. Tempelan putih dengan garis diagonal putih (T.140)
c. Tempelan putih dengan garis diagonal merah (T.142)
d. Tempelan merah dengan tulisan tidak boleh jalan (T.143)
45. Bentuk tempelan kereta atau gerbong yang rusak dan dapat membahayakan atau mengganggu
kenyamanan penumpang
a. Bentuk T.144
b. Bentuk T.140
c. Bentuk T.142
d. Bentuk T.143
46. Apabila sinyal blok antara otomatis terbuka dijalan bebas pada persinyalan elektrik menunjukan
indikasi berhenti dan komunikasi dengan PPKA dan PPKP tidak berhasil boleh dilewati
a. Setelah 10 menit sejak kereta api berhenti dengan kecepatan tidak lebih dari 15km/jam
b. Setelah 10 menit sejak kereta api berhenti dengan kecepatan tidak lebih dari 30 km/jam
c. Setelah 5 menit sejak kereta api berhenti dengan kecepatan tidak lebih dari 30km/jam
d. Setelah 5 menit sejak kereta api berhenti dengan kecepatan tidak lebih dari 15km/jam
47. Kereta penolong yang dikirim ke lokasi kejadian dapat digandeng dengan kereta api barang /
KLB dengan kecepatan
a. Tidak melebihi 45 km/jam
b. Tidak melebihi 35 km/jam
c. Tidak melebihi 60 km/jam
d. Tidak melebihi 30 km/jam
48. Gangguan wesel berindikasi
a. Kedip merah kedua arah
b. Kuning tenang
c. Kedip kuning kedua arah
d. Merah terang
49. Wesel terlanggar berindikasi
a. Kedip merah kedua arah dan tidak bunyi alarm (buzzer)
b. Kedip kuning kedua arah
c. Kedip kuning kedua arah dan bunyi alarm (buzzer)
d. Kedip merah kedua arah dan bunyi alarm (buzzer)
50. Wesel terlanggar menunjukan
a. Roda handle sinyal merosot, plombir putus
b. Roda handle wesel merosot, plombir tidak putus
c. Roda handle sinyal merosot, plombir tidak putus
d. Roda handle wesel merosot, plombir putus
51. Jika wesel terlanggar
a. Menekan tombol TPR dengan tombol wesel secara bersamaan
b. Menekan tombol TKW dengan tombol wesel secara bersamaan
c. Menekan tombol TWT dengan tombol Kancing secara bersamaan
d. Menekan tombol TWT dengan tombol wesel secara bersamaan
52. Jika gangguan track wesel
a. Menekan tombol TKGW dengan tombol wesel secara bersamaan
b. Menekan tombol TBW dengan tombol wesel secara bersamaan
c. Menekan tombol TKW dengan tombol wesel secara bersamaan
d. Menekan tombol TBW dengan tombol kancing wesel secara bersamaan
53. Cara melayani wesel bandul di elektrik
a. Menekan tombol TBKW dengan tombol wesel secara bersamaan
b. Menekan tombol TKGW dengan tombol wesel secara bersamaan
c. Menekan tombol TKW dengan tombol wesel secara bersamaan
d. a dan b benar
54. KA LUAR BIASA ( KLB ) , Peraturan perjalanannya :
a. Penetapannya dengan WAM, dan diumumkan jalan dengan WAM
b. Penetapannya dengan GAPEKA dan diumumkan jalan dengan GAPEKA
c. Penetapannya dengan GAPEKA dan diumumkan jalan dengan PPK & WAM
d. a dan b benar
55. KA FAKULTATIF , Peraturan perjalanannya :
a. Penetapannya dengan WAM, dan diumumkan jalan dengan WAM
b. Penetapannya dengan GAPEKA dan diumumkan jalan dengan GAPEKA
c. Penetapannya dengan GAPEKA dan diumumkan jalan dengan PPK & WAM
d. Semua jawaban benar
56. KA BIASA , Peraturan Perjalanannya :
a. Penetapannya dengan WAM, dan diumumkan jalan dengan WAM
b. Penetapannya dengan GAPEKA dan diumumkan jalan dengan GAPEKA
c. Penetapannya dengan GAPEKA dan diumumkan jalan dengan PPK & WAM
d. Penetapannya dengan WAM, dan diumumkan jalan dengan PPK
57. Masa berlakunya WAM adalah :
a. Paling lama 31 hari, tidak melebihi waktu PPK
b. Paling lama 29 hari , tidakmelebih waktu PPK
c. Paling lama 30 hari , tidak melebihi waktu PPK
d. Paling lama 32 hari, tidak melebihi waktu PPK
58. Memberhentikan luar biasa ka berjalan langsung di stasiunnya , pada persinyalan mekanik
adalah
a. Perlihatkan semboyan 2b pada wesel ujung yang akan dilalui kereta api datang
b. Tanjakan 8 per mil pertahankan sinyal masuk semboyan 7.
c. Periksa wesel wesel yang akan di lalui
d. a dan c benar
59. Memberhentikan luar biasa ka berjalan langsung di stasiunnya , pada persinyalan elektrik
adalah
a. Pertahankan sinyal masuk semboyan 7 dan pertahankan sinyal keluar pada semboyan 7
b. Tanjakan 8 per mil pertahankan sinyal masuk semboyan 7.
c. Perlihatkan semboyan 2b pada wesel ujung yang akan dilalui kereta api dating
d. Semua jawaban benar
60. Jika sudah melayani rute KA berangkat dan tiba-tiba petak jalan terhalang
a. Membatalkan KA dengan cara menekan secara bersamaan tombol TKW dan TPR
b. Membatalkan KA dengan cara menekan secara bersamaan tombol TPR dengan tombol asal
c. Membatalkan KA dengan cara menekan secara bersamaan tombol TPR dengan tombol
tujuan
d. Membatalkan KA dengan cara menekan secara bersamaan tombol TKW dengan tombol
asal
61. Apabila sinyal keluar gangguan , maka tatacara memberangkatkan kereta api sebagai beikut :
a. Setelah kondisi jalur , wesel sudah memenuhi ketentuan pasal 46 dan 47 PD 19, maka
msinis di beri bentuk 92 perintah melewati sinyal indkasi berhenti
b. Setelah kondisi jalur , wesel sudah memenuhi ketentuan pasal 46 dan 47 PD 19, maka
msinis di beri bentuk 92 perintah melewati sinyal indkasi berhenti, dan PPKA memberi
semboyan 40 .
c. Setelah kondisi jalur , wesel sudah memenuhi ketentuan pasal 46 dan 47 PD 19, maka
msinis di beri bentuk 92 perintah melewati sinyal indkasi berhenti dan ppka
memperlihatkan semboyan 40 kepada kondektur.
d. Jawaban a dan c benar
62. Pengalihan perjalanan kereta api atau jalan memutar dengan alasan sbb :
a. Terjadi Rintang jalan pada jalur kereta api yang akan dilalui dan taksiran lamanya Rintang
jalan di tambah waktu sisa perjalanan sesuai peraturan perjalanan mulai dari stasiun
persimpangan melebihi waktu pengalihan perjalanan memutar
b. Terjadi Rintang jalan pada jalur langsir yang akan dilalui dan taksiran lamanya Rintang jalan
di tambah waktu sisa perjalanan sesuai peraturan perjalanan mulai dari stasiun
persimpangan melebihi waktu pengalihan perjalanan memutar
c. Terjadi Rintang jalan pada jalur kereta api yang telah dilalui dan taksiran lamanya Rintang
jalan di tambah waktu sisa perjalanan sesuai peraturan perjalanan mulai dari stasiun
persimpangan melebihi waktu pengalihan perjalanan memutar
d. b dan c benar
63. Berapa kecepatan lokomotif dan SN dari stasiun di dorong ke tempat halangan :
a. Tidak melebihi 30km/jam
b. Tidak melebihi 5km/jam
c. Tidak melebihi 45km/jam
d. Tidak melebihi 65 km/jam
64. Bentuk tempelan kereta atau gerbong rusak tapi tidak membahayakan perjalanan kereta api
a. Bentuk T.142
b. Bentuk T.144
c. Bentuk T.145
d. Bentuk T.143
65. Penempelan bentuk T.143 dilakukan oleh
a. KS/B / PPKA
b. Masinis/Ass. Masinis/kondektur
c. PUK/PUG/TKA
d. PAP/ PJL
66. Perbedaan tinggi alat perangkai antara sarana yang satu dengan yang lain dalam satu rangkaian
kereta api tidak boleh lebih dari
a. 90dm
b. 90mm
c. 90cm
d. 90inch
67. Keausan claw maksimum
a. 12mm
b. 22mm
c. 21mm
d. 13mm
68. Tinggi alat perangkai atau booper diukur dari kepala rel ke sumbu booper
a. 765mm
b. 760mm
c. 775mm
d. 760mm
69. Peralatan khusus sarana kereta api derek berjenis
a. SI
b. SS
c. SU
d. SC
70. Peralatan khusus saran kereta api jalan rel berjenis
a. SR
b. SN
c. SI
d. SU
71. Panjang kereta untuk tiap jenis kereta diukur dari kedua ujung alat perangkai adalah
a. 21.000 cm
b. 21.000 mm
c. 21.000 dm
d. 21.000 inch
72. KRL yang voltmeter traksi diperbolehkan melakukan dinas kereta api atau dinas cadangan
a. 1500 VDC
b. 1550 VDC
c. 1650 VDC
d. 1600 VDC
73. Tegangan listrik aliran atas di kabin masinis dinyatakan gangguan apabila bertegangan
a. Kurang 1100 lebih dari 1900 volt
b. 1200 – 1800 volt
c. 1300 – 1700 volt
d. Kurang 1300 lebih dari 1800 volt
74. Tinggi tiang sinyal muka, sinyal masuk, sinyal keluar dipersinyalan mekanik
a. 9 m ; 12,5 m ; 11m
b. 90 cm ; 125 cm ; 110 cm
c. 90dm ; 125 dm ; 110 dm
d. 9m : 1,25m ; 11m
75. Bantalan besi dipasang pendeteksi sarana
a. Axcel Counter
b. Track Circuit
c. a dan b benar
d. a dan b salah
II. SOAL ESSAY
1. Bagaimana pengaturan perka saat hubungan blok dan telepon antar stasiun terganggu,
jelaskan! (Pasal 36 PD 19 Jilid I)
a. Tertib perjalanan kereta api harus sesuai dengan peraturan perjalanan (tidak boleh diubah)
b. Pemindahan persilangan atau penyusulan tidak boleh dilakukan
c. Kereta api fakultatif dan kereta api luar biasa tidak boleh dijalankan, kecuali perjalanannya
telah diumumkan, sedangkan kereta api penolong untuk mengatasi kecelakaan hebat
hanya boleh dijalankan atas perintah pimpinan daerah
d. Pembatalan perjalanan kereta api tidak boleh dilakukan, kecuali dalam keadaan sangat
mendesak
e. Semua kereta api yang menuju petak jalan harus diberikan bentuk BH
f. Pertukaran warta kereta api dengan menggunakan telepon PK
g. Warta kereta api yang ditulis pada WK harus diberi nomor telegram dan tetap dicatat pada
laporan warta (bentuk 142 R)
h. Kereta api yang berangkat diberi bentuk MS
2. Bagaimana tindakan PPKA pada saat meja pelayanan atau LCP padam?
a. Lapor PPKP
b. Lapor stasiun kanan dan kiri
c. Lapor petugas sintel
d. Wesel-wesel ditongklem diusahakan diarahkan ke jalur lurus
e. Pertukaran menggunakan warta kereta api
f. Kereta api masuk dengan menggunakan MS atau 4A
g. Kereta api berangkat dengan menggunakan MS
3. Bagaimana Tindakan yang harus dilakukan untuk keselamatan kereta api yang datang,
berangkat atau langsung?
(Pasal 46 PD 19 Jilid I)
a. Jalur dan wesel yang akan dilalui kereta api bebas dari rintangan
b. Kereta api yang masuk terlebih dahulu di jalur lain, telah berhenti betul dan berada di
antara tanda “batas ruang bebas”, tidak memperlihatkan semboyan 30, 31 dan tidak
memperdengarkan semboyan 39
c. Wesel yang bersangkutan betul kedudukannya, dan telah tersekat, terkancing atau
terkunci
d. Gerakan langsiran yang mengarah ke jalur yang akan dilalui kereta api telah dihentikan
e. Semua petugas terkait sudah siap di tempatnya masing-masing.
f. PPJ telah masuk (petak jalan telah periksa)
4. Bagaimana tindakan yang harus dilakukan saat sinyal utama tidak bisa dikembalikan pada
indikasi “Berhenti”? (Pasal 52 PD 19 Jilid I)
a. Warta KA harus dilakukan, Lapor PPKP dan stasiun PPKA stasiun sebelah dengan warta
melalui telepon PK dan telepon antar stasiun disertai permintaan agar masinis diberitahu
secara lisan dan dicatat dalam lapka tentang sinyal....di stasiun.... terganggu, tidak dapat
dikembalikan pada indikasi berhenti, awas akan semboyan 3 yang seharusnya diperlihatkan
disana.
b. Semboyan 3 terpasang pada jarak minimal 100 meter di muka sinyal terganggu dan terlihat
pada jarak 600 meter oleh masinis.
c. Setelah kereta api berhenti di muka semboyan 3, kereta api dipandu sampai dengan sinyal
masuk yang terganggu dan berhenti, setelah masinis membunyikan semboyan 35, setelah
mendengar semboyan 35 PPKA memperlihatkan semboyan 4A dan kereta api
diperbolehkan masuk dengan kecepatan max 30 km/jam.
d. Pada jalur tunggal harus dituliskan dalam lapka terhadap semua kereta api yang berangkat,
akan tetapi permintaan semboyan 3 tidak perlu ditulis.
5. Bagaimana tatacara langsir keluar tanda batas gerakan langsir? (Pasal 123 PD 19 Jilid I)
a. Lapor PPKP
b. Menggunakan warta LLBL
c. Catat dalam lapka
d. Pengereman langsiran dinyatakan baik
e. Petugas penjaga perlintasan (PJL) dan penjaga jalan silang yang akan dilalui langsiran
diberitahu