PENGARUH PENDIDIKAN KELUARGA TERHADAP PENDIDIKAN
KARAKTER ANAK USIA DINI
Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Sistem Pembelajaran Metode Penelitian
Kuantitatif
Dosen Pengampu : Dr. Muhyani, M. Psi.T.
Disusun Oleh :
M Sihabudin Ilham 211105010272
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
FAKULTAS AGAMA ISLAM
UNIVERSITAS IBN KHALDUN BOGOR
2023
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Masalah yang terjadi di lingkungan Kelurahan Gunung Sulah adalah banyaknya orang
tua meyelesaikan masalah pada anak cenderung memakai emosi dan lebih terbiasa dengan
memakai suara keras, mencubit, memukul, karena sering terbiasanya orang tua tidak menyadari
atau tidak peduli dengan warga disekitar yang melihat, dan lebih cenderung memarahi anak di
depan umum. Beberapa yang nampak yaitu salah satunya kemampuan orang tua dalam
menyelesaikan masalah pada anak cenderung lebih emosi, terlihat ketika anak dirundung
masalah atau anak membuat kesalahan orang tua tidak memaklumi mengajarkan kebenaran
atas kesalahan yang anak perbuat. Orang tua malah memarahi anak dengan kata-kata yang tidak
sepantasnya di dengar oleh anak atau malah anak tersebut dipukul. 1 Bahwasanya masih ada
anak-anak yang kurang disiplin karena kurangnya kesadaran dalam mematuhi peraturan yang
ada, masih sering berbohong kepada orang tua, kurangnya rasa tanggung jawab, kurangnya
rasa toleransi terhadap lingkungan dan belum adanya rasa kepedulian untuk saling tolong-
menolong terhadap sesama, maraknya aksi mencontek, berbicara kotor, melakukan kekerasan
terhadap teman, pemalakan, melakukan tindakan kriminal dan sederet gambaran dekadensi
moralitas. Hal tersebut didasarkan karena masih kurangnya pendidikan.2
Di sini peran dan pola asuh orang tua sangat penting bagi pertumbuhan, perkembangan,
dan pembentukan karakter anak. Keluarga adalah lingkungan yang pertama dan utama dimana
anak mulai mengembangkan diri sebagai makhluk sosial, karenanya keluarga sering dikatakan
sebagai primary group. Alasannya, institusi terkecil dalam masyarakat ini telah mempengaruhi
perkembangan individu, termasuk sang anak. Kelompok inilah yang melahirkan individu
dengan berbagai bentuk kepribadiannya di masyarakat. Anak yang umumnya berusia antara 0
sampai 12 tahun sangat membutuhkan arahan, bimbingan dan tuntunan dari orang tua dalam
menumbuhkan dan mengembangkan suatu dasar kepribadian yang seimbang, utuh dan selaras
nilai-nilai kehidupan, sehingga anak tidak hanya mengetahui nilai karakter dalam masyarakat,
tetapi juga mampu menera pkannya dalam kehidupan sehari-hari.
1
Tri Ardila, Holilulloh, dan Nurmalisa Yunisca, “Pengaruh Pendidikan keluarga terhadap Pembentukan Karakter
Anak di Kelurahan Gunung Sulah,” Journal of Chemical Information and Modeling 53, no. 9 (2016): 1689–1699.
2
Roswida Sri Astuti, “Pengaruh Pendidikan Karakter Dalam Keluarga Terhadap Pembentukan Akhlak Anak Di Rt
24 Kelurahan Kandang Mas Kota Bengkulu” (2021): 1–112.
1
2
Banyak faktor yang dapat mempengaruhi belum terbentuknya karakter anak karena
faktor pembawaan dan lingkungan, bakat yang dibawa pada waktu lahir tidak akan berkembang
dengan baik tanpadukungan lingkungan yang sesuai untuk perkembangan anak, namun ada
beberapa faktor yang diduga mempengaruhi terbentuknya karakter anak diantaranya, yaitu
pendidikan keluarga, sekolah, dan lingkungan. Kemudian gejala lainnya adalah kemampuan
pola asuh orang tua dalam mendidik dan mengembangkan pribadi anak yang baik. Terlihat
orang tua mendidik dan menjadi figur bagi anak masih kurang, adanya orang tua yang mendidik
dengan cara yang keras jadi semakin anak terbiasa di didik dengan cara seperti itu semakin
anak meremehkan orang tuanya sendiri, apabila orang tua saja sudah diremehkan itu
berdampak pada lingkungan sekitar anak tersebut. Terlihat anak menjadi tidak hormat, tidak
lagi mau mendengarkan orang tuanya sendiri apalagi dilingkungan mereka seperti disekolah
maupun masyarakat, terlihat juga akhlak yang mulai memburuk yang berdampak dengan
pergaulan mereka.
Pendidikan bagi anak usia dini memberikan upaya untuk menstimulasi, membimbing,
mengasuh dan pemberian kegiatan pembelajaran yang akan menghasilkan kemampuan dan
ketrampilan anak. Pendidikan anak usia dini adalah bentuk penyelenggaraan pendidikan yang
menitik beratkan pada peletakan dasar ke arah pertumbuhan dan perkembangan fisik,
kecerdasan, daya cipta, kecerdasan emosi, dan kecerdasan spititual. Pendidikan anak usia dini
yang dilakukan orang tua berikan bagi anak merupakan suatu persiapan kematangan anak
dalam menghadapi perkembangannya di masa yang akan datang.
Pendidikan Islam mewajibkan kita untuk selalu ingat bahwa kita tidak butuh Ilmu
pengetahuan semata-mata tapi yang paling kita butuhkan adalah pengetahuan akhlak yang
terpuji dan kesopanan. Olehnya itu yang perlu kita perhatikan adalah karakter seseorang akan
dipengaruhi oleh pendidikan dalam keluarga, figur atau keteladanan orang tua sangat di
dambakan, dalam keluarga akan tercermin pada kehidupan seorang anak di mana dia berada
dengan memperhatikan kebiasaan itu.3
B. Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah yang dijelaskan diatas, maka peneliti
mengidentifikasi permasalahan yang akan dijadikan sebuah pembahasan pada penelitian ini,
yaitu orang tua yang mendidika anaknya dengan menggunakan emosi saat menyelesaikan
masalah, peran orang tua sangat penting dalam mendidik anak dari usia dini, terjadi beberapa
3
Dwiyani Anggraeni dan Syawalia Rafiyanti, “Pengaruh Dongeng terhadap Pendidikan Karakter Anak Usia
Dini,” Jurnal Pendidikan Tambusai 6, no. 1 (2022): 2485–2490.
3
factor yang mempengaruhi terbentuknya karakter anak, dan pendidikan itu sangat penting
diberikan kepada anak untuk membimbing dalam pembentukan karakter.
C. Pembatasan Masalah
Berdasarkan identifikasi masalah dan keterbatasan kemampuan peneliti, maka fokus
penelitian yang akan dibahas adalah pendidikan orang tua terhadap pendidikan karakter anak
usia dini.
D. Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang diatas, maka rumusan masalah dalam penelitian ini,
yaitu:
1. Bagaimana peran Orang tua dalam meningkatkan Pendidikan karakter pada anak usia
dini dalam keluarga ?
2. Bagaimana langkah-langkah pembentukan karakter pada anak usia dini ?
E. Tujuan Masalah
Berdasarkan dari rumusan masalah diatas, maka tujuan penelitian ini adalah:
1. Untuk mengetahui bagaimana peran Orang tua dalam meningkatkan Pendidikan
karakter pada anak usia dini dalam keluarga.
2. Untuk mengetahui langkah-langkah yang tepat dalam pembentukan karakter pada anak
usia dini.
F. Manfaat Masalah
Berdasarkan tujuan penelitian, melalui kegiatan penelitian yang dilakukan manfaat
yang ingin diperoleh adalah :
1. Manfaat Teoritis
Dengan adanya penelitian ini, penulis dapat mengetahui tentang pengaruh
lingkungan keluarga terhadap pembentukan karakter anak, serta dapat membantu dalam
pembentukan karakter peserta didik disekolah.
2. Manfaat Praktis
Sebagai acuan bagi para orang tua dalam rangka pembentukan karakter anak
usia dini.
BAB II
KAJIAN PUSTAKA
A. Pengertian Pendidikan
Pendidikan merupakan suatu proses bimbingan yang dilaksanakan dengan sengaja.
Ada orang yang melaksanakan atau bertanggung jawab dalam pelaksanaan pendidikan, dan
ada tujuan yang ingin dicapai. Pendidikan merupakan suatu proses membantu anak-anak
mengembangkan seluruh potensi yang dimilikinya. 4
B. Keluarga
a. Pengertian Keluarga
Keluarga merupakan lapangan pendidikan yang utama bagi anak. Orang tua
memegang peranan penting dalam perkembangan kepribadian anaknya, baik dan
buruknya karakter seorang anak ditentukan oleh pendidikan dan bimbingan yang
diperoleh dari orang tuanya sejak ia kecil, karena dikeluarga pertama kalinya anak
memperoleh pendidikan sebelum terjun kedalam pendidikan lainnya, seperti salah
5
satunya yaitu pendidikan formal yang dapat diperoleh anak nantinya.
Keluarga adalah salah satu kelompok atau kumpulan manusia yang hidup
bersama sebagai salah satu kesatuan atau unit masyarakat terkecil dan biasanya ada
hubungan darah, ikatan perkawinan atau ikatan lainnya, tinggal bersama dalam satu
rumah yang dipimpin oleh seorang kepala keluarga dan makan dalam satu periuk. 6
b. Fungsi Keluarga
Menurut Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN)
ada delapan fungsi keluarga, yang mana setiap fungsi keluarga tersebut mempunyai
makna masing-masing yang mempunyai peran penting pada kehidupan keluarga, yaitu:
a) Fungsi agama
Fungsi agama bermakna bahwa keluarga adalah wahana pembinaan
kehidupan beragama, yaitu beriman dan bertakwa kepada Tuhan YME. Setiap
4
Astuti, “Pengaruh Pendidikan Karakter Dalam Keluarga Terhadap Pembentukan Akhlak Anak Di Rt 24
Kelurahan Kandang Mas Kota Bengkulu.”
5
Meina Dwi Putri dan Robandi Roni Moh Arifin, “Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar,” A n t o l o g i
U P I 5, no. 1 (2014): 1–12.
6
Hardianti Puspitasari, “Pengaruh Pendidikan dalam Keluarga terhadap Pembentukan Karakter Siswa di SMPN
2 Watansoppeng,” Journal of Chemical Information and Modeling 53, no. 9 (2019): 1689–1699.
4
5
langkah yang dilakukan oleh setiap anggota keluarga hendaknya berpijak pada
tuntunan agama yang dianutnya. Dalam menerapkan fungsi agama, yang juga
tidak boleh diabaikan, yaitu pentingnya toleransi beragama karena kita hidup di
negara yang terdiri dari berbagai suku bangsa dan mempunyai kepercayaan dan
agama yang sangat beragam.
b) Fungsi sosial budaya
Fungsi sosial budaya, bermakna bahwa keluarga adalah wahana
pembinaan dan persemaian nilai-nilai luhur budaya yang selama ini menjadi
panutan dalam tata kehidupan mereka. Demikian, nilai luhur yang selama ini 19
sudah menjadi panutan dalam kehidupan bangsa tetap dapat dipertahankan dan
dipelihara.
c) Fungsi cinta kasih
Fungsi cinta kasih, yang bermakna bahwa keluarga harus menjadi
tempat untuk menciptakan suasana cinta dan kasih sayang dalam kehidupan
berkeluarga, bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Dalam kehidupan
keluarga cinta dan kasih sayang antara anggota keluarga akan menumbuhkan
rasa bertanggungjawab yang besar terhadap keharmonisan keluarga tersebut.
d) Fungsi perlindungan
Fungsi perlindungan, yang bermakna keluarga merupakan wahana
terciptanya suasana aman, nyaman, damai, dan adil bagi seluruh anggota
keluarganya. Dengan demikian, setiap anggota keluarga akan selalu merasa
bahwa tempat paling baik dan pantas adalah dalam lingkungan keluarganya
sendiri. Ini tentu sangat membantu dalam menghadapi segala tantangan yang
muncul dalam kehidupanya.
e) Fungsi reproduksi
Fungsi reproduksi, yang bermakna bahwa di dalam keluarga tempat
diterapkannya cara hidup sehat, khususnya 20 dalam kehidupan reproduksi.
Diharapkan setiap anggota keluarga harus memahami cara hidup sehat dan
mengerti tentang kesehatan reproduksinya.
f) Fungsi pendidikan
Fungsi pendidikan, yang bermakna keluarga adalah wahana terbaik
dalam proses sosialisasi dan pendidikan bagi anak. Pendidikan dalam keluarga
sebetulnya adalah pendidikan inti yang menjadi fondasi untuk perkembangan
6
anak. Sementara pendidikan yang diperoleh dari sekolah maupun lingkungan
sebetulnya hanya merupakan sebagian dari pendidikan yang diperlukan.
g) Fungsi ekonomi, dan
Fungsi ekonomi dan kesejahteraan keluarga. Setiap anggota keluarga
memiliki kewajiban yang sama untuk melakukan kegiatan yang akan
menambah kesejahteraan keluarga. Ini juga bermakna bahwa seluruh anggota
keluarga dapat bersikap ekonomis, realistis, dan mau berjuang untuk
peningkatan kesejahteraan keluarga.
h) Fungsi lingkungan.
Fungsi lingkungan, yang bermakna bahwa keluarga adalah wahana untuk
menciptakan warganya yang mampu hidup harmonis dengan lingkunganya masyarakat
sekitar dan alam, dalam bentuk keharmonisanya antar-anggota keluarga, keharmonisan
dengan tetangga serta keharmonisan tehadap alam sekitar. 7
C. Hakikat Karakter
Menurut KBBI, karakter adalah tabiat; sifat-sifat kejiwaan, akhlak atau budi pekerti
yang membedakan seseorang dengan yang lain. Karakter dapat mengarahkan tindakan seorang
individu dalam melakukan suatu hal. Karena karakter bersifat spesifik antara satu individu
dengan yang lainnya, maka respon seseorang terhadap suatu permasalahan juga akan berbeda. 8
Karakter adalah keseluruhan nilai-nilai, pemikiran, perkataan dan perilaku atau
perbuatan yang telah terbentuk dalam proses kehidupan, berupa pola pikir, sikap dan
perilakunya. Karakter mengacu pada serangkaian sikap, perilaku, motivasi dan keterampilan.
Karakter meliputi sikap seperti keinginan untuk melakukan hal yang terbaik, kapasitas
intelektual seperti kritis dan alasan moral, perilaku seperti jujur dan bertanggung jawab,
mempertahankan prinsip-prinsip moral dalam situasi penuh ketidakadilan. 9
D. Peran Orang tua dalam Meningkatkan Pendidikan Karakter Pada Anak Usia Dini
Dalam Keluarga
Keluarga memiliki peranan utama dalam mengasuh anak, di segala norma dan etika
yang berlaku didalam lingkungan masyarakat, dan budayanya dapat diteruskan dari orang tua
7
Dwi Putri dan Roni Moh Arifin, “Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar.”
8
Dicky Setiardi, “Keluarga Sebagai Sumber Pendidikan Karakter Bagi Anak,” Tarbawi : Jurnal Pendidikan Islam
14, no. 2 (2017).
9
Astuti, “Pengaruh Pendidikan Karakter Dalam Keluarga Terhadap Pembentukan Akhlak Anak Di Rt 24
Kelurahan Kandang Mas Kota Bengkulu.”
7
kepada anaknya dari generasi-generasi yang disesuaikan dengan perkembangan masyarakat.
Keluarga memiliki peranan penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia
pendidikan moral dalam keluarga perlu ditanamkan pada sejak dini pada setiap individu.
Keluarga merupakan institusi yang pertama kali bagi anak dalam mendapatkan pendidikan dari
orangtuanya. Jadi keluarga mempunyai peran penting dalam pembentukan akhlak anak, oleh
karena itu keluarga harus memberikan pendidikan atau mengajar anak tentang akhlak mulia
atau baik. Ajaran-ajaran yang dapat diberikan pada anak-anaknya diantaranya kebenaran,
kejujuran, keikhlasan, kesabaran, kasih sayang, cinta kebaikan, pemurah, berani dan lain-lain.
10
Memang bukan hal mudah untuk mengajarkan nilai-nilai karakter yang baik kepada
anak, namun jika tidak dimulai sejak usia dini justru orangtua akan menghadapi kesulitan di
belakang hari. Adapun peran yang dilakukan orangtua dalam menebar virus karakter kepada
anak dilakukan dengan cara sebagai berikut: 1) Menanamkan nilai kebaikan kepada anak. 2)
Menggunakan cara yang membuat anak memiliki keinginan untuk berbuat baik. 3)
Mengembangkan sikap mencintai perbuatan yang baik. 4) Melaksanakan perbuatan baik.
Karakter yang sudah mulai dibangun melalui konsep diaplikasikan dalam proses pembelajaran
informal dalam keluarga.
E. Langkah-Langkah Pembentukan Karakter Pada Anak Usia Dini
Menurut Elfindri, mengatakan bahwa membangun karakter anak adalah sejak kecil,
karena anak-anak akan melihat dan mengolah dalam fikirannya apa yang dia lihat. Sering pula
kita lihat bahwa ketika anak usia di bawah 2 tahun, televisi pun mudah mempengaruhi watak
mereka. Fitri, membentuk karakter pada diri anak memerlukan suatu tahap yang dirancang
secara sistematis dan berkelanjutan. Sebagai individu yang sedang berkembang, anak memiliki
sifat suka meniru tanpa mempertimbangkan baik atau buruk. Hal ini didorong oleh rasa ingin
tahu dan ingin mencoba sesuatu yang diminati, yang kadangkala muncul secara spontan.
Anak akan melihat dan meniru apa yang ada di sekitarnya, bahkan apabila hal itu sangat
melekat pada diri anak akan tersimpan dalam memori jangka panjang (Long Term Memory).
Apabila disimpan dalam LTM adalah hal positif (baik), reproduksi selanjutnya akan
menghasilkan perilaku yang konstruktif. Namun, apabila yang masuk 30 kedalam LTM adalah
10
Heppy Hyma Puspytasari, “Peran Keluarga dalam Pendidikan Karakter bagi Anak,” Pendidikan Islam 6, no. 1
(2022): 1–15, https://core.ac.uk/download/235260676.pdf.
8
sesuatu yang negatif (buruk), reproduksi yang dihasilkan di kemudian hari adalah hal-hal yang
destruktif. 11
F. Desain Penelitian
Untuk mengetahui pengaruh pendidikan keluarga dengan pembentukan karakter anak.
Dalam penelitian ini terdapat dua variabel yang diamati yang masing-masing dipilih secara
langsung, yaitu pengaruh pendidikan keluarga sebagai variabel bebas (X), sedangkan variabel
pembentukan karakter anak sebagai variabel terikat (Y).
G. Hipotesis Penelitian
Hipotesis muncul dari gabungan dua kata yaitu “hypo” yang berarti “dalam”. di bawah”
dan “thesis” artinya kebenaran. Hipotesis bisa diartikan seperti ini jawaban awal untuk masalah
penelitian. Ini disebut sementara karena jawaban yang diberikan adalah baru berdasarkan teori
yang relevan, belum didasarkan pada fakta yang diperoleh melalui pengumpulan data. Ada dua
jenis hipotesis dalam penelitian ini, yaitu:
1. Hipotesis kerja/alternatif (Ha) : Terdapat pengaruh positif yang signifikan antara
pendidikan karakter dalam keluarga tehadap pembentukan karakter anak usia dini.
2. Hipotesis Nol/Nihil (Ho) : Tidak terdapat pengaruh positif yang signifikan antara
pendidikan karakter dalam keluarga tehadap pembentukan karakter anak usia dini.
11
Dwi Putri dan Roni Moh Arifin, “Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar.”
BAB III
METODE PENELITIAN
A. Jenis Penelitian
Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan secara kuantitatif.
Metode penelitian kuantitatif digunakan untuk mempelajari populasi atau sampel tertentu,
biasanya dibuat dengan teknik pengambilan sampel. Kebetulan, pengumpulan data dengan
instrumen penelitian, analisis data bersifat kuantitatif/statistik, dengan tujuan menguji hipotesis
yang ada.
Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah survei korelasi. Penelitian
korelasional adalah penelitian yang ditargetkan mengungkapkan hubungan antar variabel. Jadi
tujuannya, dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pengaruh pendidikan
sifat keluarga dalam pembentukan akhlak anak.
B. Waktu dan Tempat Penelitian
1. Waktu Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan pada rentan Mei-Juni 2023.
2. Tempat Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan di Kelurahan Gunung Sulah.
C. Instrument Penelitian
Untuk keperluan pengukuran variabel pengaruh pendidikan keluarga digunakan
intrument penelitian pembentukan karakter anak. Kemudian untuk keperluan pengukuran
variabel terikat pembentukan karakter anak digunakan instrument penelitian yaitu
pembentukan karakter anak. Kuesioner digunakan untuk memperoleh data tentang pendidikan
atau pola asuh keluarga dan pembentukan karakter anak. Instrument penelitian yang digunakan
dalam penelitian ini yaitu angket hubungan antara pendidikan keluarga dengan pembentukan
karakter anak.
D. Variabel Penelitian
Pada penelitian ini menggunakan dua variabel, variabel bebas dan variabel terikat.
Variabel-variabel tersebut adalah sebagai berikut :
1. Variabel Bebas pada penelitian adalah Pengaruh Pendidikan Keluarga.
9
10
2. Variabel Terikat pada penelitian adalah Pembentukan Karakter Anak Usia Dini.
E. Analisi Data
Analisi data dilakukan dengan menggunakan kuesioner atau angket interaksi sosial
dengan model Skala Likert yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pendidikan
orang tua dengan pembentukan karakter anak usia dini.
1. Observasi
Teknik observasi, suatu teknik mengumpulkan data dengan jalan mengadakan
pengamatan terhadap kegiatan yang sedang berlangsung. Maka, metode ini adalah
suatu teknik pengumpulan data yang bertujuan mengamati pendidikan karakter anak
dalam keluarga.
2. Angket
Angket yang digunakan adalah kuesioner yang dikembangkan sendiri oleh
peneliti. Angket ini bertujuan untuk mengukur tingkat pembentukan karakter
berdasarkan syarat-syarat terjadinya pembentukan karakter anak.
DAFTAR PUSTAKA
Anggraeni, Dwiyani, dan Syawalia Rafiyanti. “Pengaruh Dongeng terhadap Pendidikan
Karakter Anak Usia Dini.” Jurnal Pendidikan Tambusai 6, no. 1 (2022): 2485–2490.
Ardila, Tri, Holilulloh, dan Nurmalisa Yunisca. “Pengaruh Pendidikan keluarga terhadap
Pembentukan Karakter Anak di Kelurahan Gunung Sulah.” Journal of Chemical
Information and Modeling 53, no. 9 (2016): 1689–1699.
Astuti, Roswida Sri. “Pengaruh Pendidikan Karakter Dalam Keluarga Terhadap Pembentukan
Akhlak Anak Di Rt 24 Kelurahan Kandang Mas Kota Bengkulu” (2021): 1–112.
Dwi Putri, Meina, dan Robandi Roni Moh Arifin. “Program Studi Pendidikan Guru Sekolah
Dasar.” A n t o l o g i U P I 5, no. 1 (2014): 1–12.
Puspitasari, Hardianti. “Pengaruh Pendidikan dalam Keluarga terhadap Pembentukan Karakter
Siswa di SMPN 2 Watansoppeng.” Journal of Chemical Information and Modeling 53,
no. 9 (2019): 1689–1699.
Puspytasari, Heppy Hyma. “Peran Keluarga dalam Pendidikan Karakter bagi Anak.”
Pendidikan Islam 6, no. 1 (2022): 1–15. https://core.ac.uk/download/235260676.pdf.
Setiardi, Dicky. “Keluarga Sebagai Sumber Pendidikan Karakter Bagi Anak.” Tarbawi : Jurnal
Pendidikan Islam 14, no. 2 (2017).
11