0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
15 tayangan23 halaman

Memahami Keracunan dan Overdosis Obat

Diunggah oleh

16 FIRYAL AZZAHR
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
15 tayangan23 halaman

Memahami Keracunan dan Overdosis Obat

Diunggah oleh

16 FIRYAL AZZAHR
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Presented by

kelompok 11
MEET OUR
TEAM

Katarina aso Farrel Samiadji


(22330025) Fatonny
Firyal azzahra Kusnadi 23330039
(22330027) Callista Maharani
Efendi(22330028)
POINT
PEMBA HASAN
01 04

02 05

03
06
01 Pendahuluan
Defenisi
Drug Overdose: Kondisi ketika seseorang mengonsumsi obat atau zat
tertentu melebihi dosis aman yang direkomendasikan. Overdosis dapat
terjadi secara sengaja (misalnya percobaan bunuh diri) atau tidak sengaja
(misalnya kesalahan dosis atau interaksi obat).

Poisoning (Keracunan): Keracunan terjadi ketika seseorang terpapar bahan


kimia, biologis, atau obat-obatan yang menyebabkan gangguan pada tubuh.
Paparan ini bisa melalui mulut, kulit, pernapasan, atau injeksi.
Tujuan
Mempelajari overdosis obat (drug overdose) dan keracunan (poisoning)
bertujuan untuk mencegah risiko kesehatan, memastikan penggunaan
obat yang aman, dan meningkatkan kemampuan diagnosis serta
penanganan kasus toksikologi. Pengetahuan ini juga mendukung
pengembangan obat yang lebih aman, pengelolaan limbah beracun, dan
regulasi bahan kimia. Dalam konteks forensik, hal ini membantu
mengidentifikasi penyebab kematian akibat toksisitas. Secara keseluruhan,
pembelajaran ini penting untuk melindungi kesehatan masyarakat,
meningkatkan kompetensi tenaga kesehatan, dan menjaga keseimbangan
lingkungan.
Istila terkait Drug Overdose And Poisoning
Istilah Terkait Drug Overdose Istilah Terkait Poisoning
1. Overdose: Konsumsi obat atau zat dalam jumlah 1. Toksikologi: Ilmu yang mempelajari efek zat
yang melebihi dosis aman, baik disengaja maupun kimia berbahaya pada makhluk hidup.
tidak disengaja. 2. Keracunan Akut: Paparan zat toksik yang
2. Opioid: Golongan obat penghilang rasa sakit yang menyebabkan gejala dalam waktu singkat
sering menyebabkan overdosis, termasuk morfin,
setelah terpapar.
heroin, dan fentanyl.
3. Antidot: Obat atau zat yang digunakan untuk
3. Depresi Pernapasan: Penurunan fungsi pernapasan
menetralisir racun.
akibat overdosis obat, sering terjadi pada overdosis
opioid. 4. Keracunan Organofosfat: Keracunan akibat
4. Nalokson: Antidot spesifik untuk overdosis opioid, paparan pestisida yang menghambat enzim
bekerja dengan membalikkan efek depresan pada kolinesterase, menyebabkan gejala saraf
sistem saraf pusat. seperti kejang dan kesulitan bernapas.
5. Toleransi Obat: Kondisi di mana tubuh 5. Dekontaminasi: Proses membersihkan tubuh
membutuhkan dosis yang lebih tinggi untuk atau saluran pencernaan dari zat beracun
mendapatkan efek yang sama, sering menjadi (misalnya melalui lavage lambung atau arang
penyebab overdosis. aktif).
Jenis overdose
1. Berdasarkan penyebab
overdosis tidak di sengaja
overdosis di sengaja
2. Berdasarkan jenis zat
Obat Pereda Nyeri (Paracetamol):
Obat Penenang (Benzodiazepin):
Stimulan
Opioid
3. Berdasarkan faktor lain
Penyalahgunaan narkoba atau obat resep.
Mencampur beberapa jenis obat atau zat berbahaya
Jenis poisoning

1. Berdasarkan cara terjadinya (Self poisoning,


accidental poisoning, homicidal poisoning dan
Keracunan akibat ketergantungan obat )
2. Berdasar cepat lambat orises keracunan keracunan
akut dan keracunan kronik )
3. Menurut organ yang terkena (neurotoksik,
kardiotoksik, nefrotoksik dan hepatotoksik )
02 Efek kesehatan Dan Toksik

Prinsip Terjadinya Efek


Efek Dosis-Toksisitas
Setiap zat, termasuk obat-obatan, dapat menjadi racun jika dosisnya terlalu tinggi .
Mekanisme Farmakologi
Overdosis mengganggu mekanisme normal zat tersebut dalam tubuh, mengubah efek terapeutik
menjadi toksik.
Ketidakmampuan Tubuh untuk Detoksifikasi
Organ seperti hati dan ginjal bertanggung jawab untuk metabolisme dan ekskresi zat. Overdosis
membebani organ tersebut, menyebabkan akumulasi zat beracun dalam tubuh.
Efek Sistemik pada Organ Target
Keracunan dapat merusak organ tertentu tergantung pada zat yang terlibat. Misalnya, overdosis
parasetamol menyerang hati, sedangkan racun neurotoksik dapat memengaruhi sistem saraf.
02 Efek kesehatan Dan Toksik

Macam-Macam Efek Kesehatan


Manefestasi klinis overdosis secara umum akan terjadi Penurunan kesadaran, Frekuensi pernapasan
kurang dari 12kali/menit, suhu tubuh menurun dan kuku, bibir menjadi kebiru- biruan. dan untuk
efek kronisnya akan terjadi kerusakan hati, gagal ginjal dan gangguan pencernaan dan pernapasan
dalam konteks keracunan di bagi menjadi 3 bagian yaitu Kercunan ringan meliputi: Anoreksia, nyeri
kepala, rasa lemah, rasa takut, tremor pada lidah, kelopak mata, pupil miosis.
Keracunan sedang: nausea, muntah-muntah, kejang atau kram perut, hipersaliva, hiperhidrosis,
fasikulasi otot dan bradikardi.
Keracunan berat: diare, , reaksi cahaya negatif,sesak nafas, sianosis, edema paru, inkontenesia urine
dan feces, kovulsi, koma, blokade jantung akhirnya meninggal.
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Toksisitas
Faktor Intrinsik Zat Beracun
Sifat fisikokimia, seperti kelarutan, ukuran molekul, dan stabilitas.
Potensi zat untuk bereaksi dengan sistem biologis, misalnya
reaktivitas kimia.
Faktor Biologis Makhluk Hidup
Kondisi fisiologis (usia, jenis kelamin, berat badan, dan kondisi
kesehatan).
Variasi genetik yang memengaruhi metabolisme zat beracun.
Kondisi Paparan Zat Beracun
Durasi dan frekuensi paparan (akut atau kronis).
Rute paparan (oral, inhalasi, atau kontak kulit).
Faktor lingkungan, seperti suhu, pH,
Zat Atau Senyawa Yang Sering di Gunakan
03
Pada Kasus Drug Overdose And Poisoning
Obat Pereda Nyeri (Paracetamol)
Paracetamol dalam dosis tinggi dapat membebani fungsi hati. Hati bertanggung jawab
memetabolisme obat, tetapi kelebihan dosis menghasilkan metabolit toksik yang
menyebabkan kerusakan hati .
Obat Penenang (Benzodiazepin)
Obat ini memengaruhi sistem saraf pusat. Dosis berlebihan dapat menyebabkan depresi
pernapasan dan gangguan fungsi otak yang parah, seperti hilangnya kesadaran.
Stimulan (Seperti Amfetamin)
Stimulan meningkatkan aktivitas otak dan detak jantung. Jika dikonsumsi secara berlebihan,
dapat menyebabkan hipertensi, aritmia, dan kejang-kejang .
Opioid. Zat ini menekan sistem saraf pusat dan dapat menyebabkan depresi pernapasan.
Efeknya berisiko mematikan jika dosisnya terlalu tinggi.
Zat kimia dalam golongan sejenis biasanya menimbulkan gejala keracunan yang sama seperti
keracunan alkohol, logam berat, fenol dan organofosfat
04 Organ Target
1. Otak (Sistem Saraf Pusat)
Zat yang memengaruhi: Opioid, benzodiazepin, barbiturat, kokain, amfetamin,
dan alkohol.
Efek: Depresi atau stimulasi saraf pusat, menyebabkan koma, kejang, delirium,
atau henti napas.

2. Jantung (Sistem Kardiovaskular)


Zat yang memengaruhi: Stimulan (seperti kokain dan amfetamin), obat jantung
(seperti digoksin atau beta-blocker), dan antidepresan trisiklik.
Efek: Aritmia, takikardia, bradikardia, hipertensi, atau hipotensi yang dapat
mengarah ke henti jantung.

3. Paru-paru
Zat yang memengaruhi: Opioid, sedatif, atau inhalan.
Efek: Depresi pernapasan, gagal napas, atau edema paru.
04 Organ Target
4. Hati
Zat yang memengaruhi: Paracetamol (dalam overdosis), alkohol, dan obat-obatan
hepatotoksik lainnya.
Efek: Hepatitis toksik, gagal hati akut, atau sirosis.

5. Ginjal
Zat yang memengaruhi: Obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID), aminoglikosida,
dan racun seperti etilen glikol.
Efek: Gagal ginjal akut atau kronis.

6. Saluran Pencernaan
Zat yang memengaruhi: Korosif (seperti asam atau alkali), obat-obatan tertentu
(seperti aspirin dalam dosis tinggi).
Efek: Iritasi lambung, ulkus, perdarahan gastrointestinal.
04 Organ Target

7. Darah
Zat yang memengaruhi: Karbon monoksida, nitrit, atau racun yang
menyebabkan methemoglobinemia.
Efek: Hipoksia jaringan akibat gangguan transportasi oksigen.

8. Kulit
Zat yang memengaruhi: Racun melalui kontak langsung (seperti
insektisida atau bahan kimia berbahaya).
Efek: Luka bakar, dermatitis toksik.
05
Tata Laksana Drug Overdose And
Poisoning

1. Penilaian Awal dan Stabilisasi 2. Identifikasi Zat yang Terlibat

A. Pemeriksaan Vital Anamnesis


Pastikan pasien memiliki jalan napas Tanyakan riwayat konsumsi obat (jika
terbuka (Airway). pasien sadar).
Pantau pernapasan (Breathing) untuk
Kumpulkan informasi dari keluarga,
mendeteksi depresi pernapasan atau gagal
napas. saksi, atau kemasan obat yang
Evaluasi sirkulasi (Circulation), termasuk ditemukan di lokasi.
tekanan darah, denyut nadi, dan tanda- Pemeriksaan Laboratorium
tanda syok. Tes darah dan urine untuk
mengidentifikasi zat togani dengan
B. Stabilisasi Kondisi
benzodiazepin seperti diazepam.
Jika pasien mengalami gagal napas,
lakukan intubasi dan pemberian oksigen.
Untuk pasien dengan hipotensi, berikan
cairan intravena atau obat vasopresor.
Kejang ditangani dengan benzodiazepin
seperti diazepam.
06

Contoh Kasus
01

Nama zat/ Lingkup Toksisitas Mekanisme Mekanisme


Tahap normal Efek toksisitas antidot
senyawa/ obat toksikologi ketika terjadi toksisitas Kerja antidot

Menghambat
Na+/K+-ATPase Mengikat
secara digoksin dalam
Memperkuat
Overdose berlebihan, darah untuk
kontraksi
(kadar dalam meningkatkan Aritmia, mual, menurunkan
Toksikologi jantung
Digoksin Obat
darah
melalui
kadar kalsium penglihatan Digibind kadar toksik
meningkat intraseluler buram dan
penghambatan
drastis) sehingga mengurangi
Na+/K+-ATPase
memicu efeknya pada
aritmia jantung.
jantung.
06

Contoh Kasus
02

Nama zat/ Lingkup Toksisitas Mekanisme Mekanisme


Tahap normal Efek toksisitas antidot
senyawa/ obat toksikologi ketika terjadi toksisitas Kerja antidot

Dalam jumlah
berlebihan, dapat Penanganan
mengganggu suportif untuk
metabolisme mengatasi
Menghambat
energi, Asidosis, asidosis
Overdose enzim COX,
Toksikologi menyebabkan gagal ginjal Terapi cairan, metabolik dan
Aspirin (intoksikasi mengurangi
Obat asidosis akut, bikarbonat mencegah
salisilat sintesis
metabolik dan perdarahan absorpsi lebih
prostaglandin
respiratorik serta lanjut dengan
kerusakan pemberian
jaringan arang aktif.
lambung.
06

Contoh Kasus
03

Nama zat/ Lingkup Toksisitas Mekanisme Mekanisme


Tahap normal Efek toksisitas antidot
senyawa/ obat toksikologi ketika terjadi toksisitas Kerja antidot

Dalam jumlah
berlebih, Menghilangkan
mengakibatkan metformin dan
Menurunkan
akumulasi asam laktat
produksi
Overdose asam laktat dari darah,
Toksikologi glukosa di hati, Asidosis laktat,
Metformin (lactic dalam tubuh Hemodialisis mengembalika
Obat meningkatkan gagal napas
acidosis) yang tidak n
sensitivitas
dapat diatasi keseimbangan
insulin
oleh ginjal, asam-basa
memicu tubuh.
asidosis laktat.
KESIMPULAN

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.


Suspendisse hendrerit varius leo at scelerisque. Quisque tempus
nulla risus, quis sollicitudin magna ultricies id. In sit amet tincidunt
ex. Nullam libero augue, facilisis eu justo ut, condimentum
tristique ante. Sed sit amet magna eget nisi mattis pulvinar eget
ornare odio. Aenean facilisis vel lorem non efficitur.
REFERENSI

Katzung, B. G. (2018). Basic and Clinical Pharmacology. McGraw-Hill.


Goodman & Gilman. (2018). The Pharmacological Basis of Therapeutics. McGraw-
Hill.
Sirtori, C. R. (2014). Clinical pharmacology of metformin. Diabetes Care.

Anda mungkin juga menyukai