NAMA ANGGOTA:
Nia Asima Hasibuan (2302114420)
Pramudita Mutiara Sari (2302113576)
Try Cahya Andini (2302113144)
BAB 10 PENGGUNAAN INFORMASI AKUNTANSI PERTANGGUNGJAWABAN
DALAM PENILAIAN PENYUSUNAN ANGGARAN
DEFINISI ANGGARAN Anggaran adalah rencana kerja jangka pendek selama satu tahun
yang dinyatakan secara kuantitatif dan disusun berdasarkan rencana jangka panjang.
Anggaran mencerminkan dampak keuangan rencana operasional dalam proyeksi laporan
keuangan, serta berfungsi sebagai alat perencanaan dan pengendalian untuk mencapai tujuan
perusahaan.
MENGAPA PERUSAHAAN MNEYUSUN ANGGARAN Anggaran penting untuk
mengarahkan pelaksanaan rencana kerja tahunan berdasarkan program jangka panjang (blue
print) yang mencakup berbagai aspek perusahaan. Seperti cetak biru dalam pembangunan,
anggaran memastikan penggunaan sumber daya secara terkendali. Tanpa anggaran atau tanpa
dasar program jangka panjang, perusahaan berisiko berjalan tanpa arah. Selain itu, anggaran
juga berfungsi sebagai alat perencanaan laba jangka pendek, dengan memilih rencana kerja
berdasarkan dampaknya terhadap laba menggunakan analisis biaya-volume-laba dan
informasi akuntansi diferensial. Setelah rencana ditetapkan, manajer diberi alokasi sumber
daya yang diukur melalui akuntansi pertanggungjawaban.
KARAKTERISTIK ANGGARAN Untuk memperoleh konsep yang lebih jelas mengenai
anggaran, berikut ini diuraikan perbedaan karakteristik anggaran dengan perkiraan (forecast):
1. Satuan Anggaran: Anggaran disusun dalam satuan keuangan (rupiah) dan non-
keuangan (seperti unit produk). Berbeda dengan prakiraan, anggaran mencakup
rencana kerja terukur secara finansial dan fisik.
2. Jangka Waktu: Umumnya berlaku satu tahun, bisa diperpanjang hingga 18 bulan
atau menggunakan rolling budget agar tetap relevan dengan kondisi bisnis yang
berubah.
3. Komitmen Manajemen: Keberhasilan anggaran bergantung pada penerimaan dan
komitmen manajer. Partisipasi manajer dalam penyusunan membentuk self-imposed
budget yang meningkatkan motivasi.
4. Review dan Persetujuan: Proses anggaran melibatkan usulan, negosiasi, dan
persetujuan. Komunikasi terbuka penting agar anggaran tidak sekadar formalitas atau
manipulatif (misalnya budget watering).
5. Perubahan Anggaran: Revisi sebaiknya dihindari kecuali terjadi perubahan
signifikan, agar anggaran tetap efektif sebagai alat evaluasi dan pengendalian.
6. Analisis Penyimpangan: Evaluasi dilakukan dengan membandingkan realisasi
terhadap anggaran. Penyimpangan dianalisis menggunakan akuntansi biaya untuk
umpan balik dan penilaian kinerja.
KEDUDUKAN ANGGARAN DALAM PERENCANAAN MENYELURUH
PERUSAHAAN Proses penyusunan anggaran merupakan tahap akhir dari perencanaan
menyeluruh perusahaan dan mencakup jangka waktu paling pendek dibandingkan tahapan
lainnya. Perencanaan menyeluruh terdiri dari empat tahap: penetapan filosofi dan misi,
penetapan tujuan dan strategi, penyusunan program, dan penyusunan anggaran.
1. Filosofi dan Misi: Filosofi adalah keyakinan dasar yang membimbing perilaku
perusahaan, sedangkan misi memberi arah dan fokus pada bidang usaha utama.
Keduanya harus dipahami oleh manajer agar tercermin dalam tindakan nyata.
2. Tujuan dan Strategi: Tujuan menjawab arah perusahaan, sementara strategi adalah
pola tindakan untuk mengarahkan sumber daya dalam mencapai visi, baik secara
proaktif maupun reaktif.
3. Penyusunan Program: Menentukan kegiatan utama perusahaan dan alokasi sumber
dayanya, baik yang langsung menghasilkan laba maupun mendukung pencapaian
tujuan jangka panjang.
4. Penyusunan Anggaran: Menetapkan peran tiap manajer dalam program, dengan
rencana kegiatan yang dinyatakan secara kuantitatif.
FUNGSI ANGGARAN yaitu: (1) Anggaran merupakan hasil akhir proses penyusunan
rencana kerja. (2) Anggaran merupakan cetak biru aktivitas yang akan dilaksanakan
perusahaan di masa yang akan datang. (3) Anggaran berfungsi sebagai alat komunikasi intern
yang menghubungkan berbagai unit organisasi dalam perusahaan dan yang menghubungkan
manajer bawah dengan manajer atas. (4) Anggaran berfungsi sebagai tolak ukur yang dipakai
sebagai pembanding hasil operasi sesungguhnya. (5) Anggaran berfungsi sebagai alat
pengendalian yang memungkinkan manajemen menunjuk bidang yang kuat dan lemah bagi
perusahaan. (6) Anggaran berfungsi sebagai alat untuk mempengaruhi dan memotivasi
manajer dan karyawan agar senantiasa bertindak secara efektif dan efisien sesuai dengan
tujuan organisasi.
ORGANISASI PENYUSUNAN ANGGARAN (1) Komite Anggaran, sebagai
pengkoordinasi berbagai usulan rencana anggaran dan hanya ada saat proses penyusunan
anggaran yang berisi para direktur juga bertugas untuk meyusun master budget. (2)
Departemen Anggaran, berfungsi sebagai penyusun dan pengawas anggaran. (3) Para
Manajer Pusat Pertanggungjawaban adalah para manajer yang mengajukan usulan anggaran
kepada komite anggaran.
Tugas Komite Anggaran: (1) Merumuskan sasaran anggaran dan kebijakan pokok
perusahaan untuk tahun anggaran. (2) Menyampaikan informasi mengenai tujuan dan
kebijakan pokok tersebut kepada para manajer pusat pertanggungjawaban. (3) Menelaah
rancangan anggaran yang diajukan oleh para manajer pusat pertanggungjawaban. (4)
Melakukan negosiasi dengan para manajer pusat pertanggungjawaban me-ngenai
rancangan anggaran yang mereka ajukan. (5) Mengajukan rancangan anggaran
perusahaan secara keseluruhan kepada dewan komisaris dan rapat umum pemegang
saham (RUPS). (6) Menelaah anggaran yang telah disetujui oleh dewan komisaris dan
RUPS. (7) Melakukan negosiasi dengan para manajer di pusat pertanggungjawaban
mengenai anggaran yang telah disahkan oleh RUPS. (8) Melakukan revisi anggaran,
sesuai dengan kebijakan rapat umum pemegang saham.
Fungsi Departemen Anggaran: (1) Menerbitkan prosedur dan formulir untuk penyiapan
rancangan anggaran setiap pusat pertanggungjawaban dalam perusahaan. (2)
Mengkoordinasi dan menerbitkan asumsi-asumsi yang dipakai sebagai dasar penyusunan
rancangan anggaran perusahaan. (3) Membantu setiap manajer pusat pertanggungjawaban
dalam menyusun rancangan anggaran pusat pertanggungjawaban. (4) Mengolah
rancangan anggaran pusat pertanggungjawaban menjadi rancangan anggaran induk
(master budget). (5) Menganalisis rancangan anggaran dan memberikan rekomendasi
kepada komite anggaran. (6) Menganalisis realisasi anggaran, menafsirkan hasil-hasilnya
dan membuat laporan ringkas mengenai hasil analisisnya tersebut kepada direksi. (7)
Mengadministrasikan proses perubahan dan penyesuaian anggaran perusahaan.
PENYUSUNAN ANGGARAN – ASPEK TEKNIS
Tiga komponen anggaran induk:
1. Anggaran Operasi, bersangkutan dengan aktivitas menghasilkan laba dan hasil
akhirnya adalah laporan laba rugi proyeksian.
2. Anggaran Modal, bersangkutan dengan penambahan dan pengurangan aktiva tetap
perusahaan. Disusun berdasarkan perkiraan penjualan jangka panjang (karena kalau di
masa depan ingin menjual lebih banyak produk, maka harus buat pabrik baru yang hal
ini akan menambah aset)
3. Anggaran Keuangan, bersangkutan dengan aliran kas masuk dan keluar. Disusun
setelah penyusunan anggaran operasi (karena kegiatan keuangan diketahui setelah
anggaran operasi disusun)
PENYUSUNAN ANGGARAN – ASPEK PERILAKU Meskipun penyusunan anggaran
sering dianggap hanya soal angka dan keuangan, sebenarnya anggaran dibuat dan
dijalankan oleh manusia. Oleh karena itu, aspek perilaku sangat penting karena emosi
seperti kecemasan, ketakutan, kekecewaan, atau rasa iri para manajer bisa memengaruhi
proses penyusunan dan pelaksanaan anggaran. Jadi, anggaran bukan hanya dokumen
angka, tapi juga alat untuk membentuk peran dan tanggung jawab dalam organisasi.
Tahap-tahap Proses Pengendalian Anggaran (Budgetary Control Process)
1. Tahap Penetapan Sasaran
Manajemen puncak menentukan tujuan besar perusahaan, seperti meningkatkan
keuntungan atau menurunkan biaya. Tujuan ini kemudian dipecah menjadi sasaran khusus
yang harus dicapai oleh manajer tertentu dalam waktu tertentu. Manajer diberi sumber
daya seperti dana dan tenaga kerja untuk mencapai target ini. Informasi akuntansi
manajemen sangat penting untuk menjelaskan peran dan tanggung jawab ini dengan jelas.
2. Tahap Implementasi Anggaran
Setelah tujuan dan sumber daya ditentukan, anggaran resmi disahkan dan menjadi
panduan bagi seluruh manajer selama periode anggaran. Keberhasilan implementasi
bergantung pada komunikasi yang jelas dan kerja sama antar bagian. Setiap manajer harus
paham perannya dan bagaimana kontribusinya terhadap tujuan perusahaan agar semua
dapat bekerja sama dengan baik.
3. Tahap Pengendalian dan Evaluasi Kinerja
Tahap terakhir dalam proses anggaran adalah pengendalian dan evaluasi kinerja. Dalam
tahap ini, kinerja aktual para manajer dan unit kerja dibandingkan dengan target yang
telah ditetapkan dalam anggaran. Jika terjadi penyimpangan atau hasil yang tidak sesuai,
maka perlu dicari penyebabnya dan dilakukan perbaikan. Informasi akuntansi manajemen
sangat penting dalam tahap ini karena memberikan umpan balik atau laporan kinerja
secara berkala. Umpan balik ini bisa memotivasi manajer, karena mereka dapat
mengetahui seberapa jauh mereka berhasil mencapai sasaran yang ditentukan. Dengan
begitu, evaluasi ini bukan hanya sebagai alat kontrol, tetapi juga sebagai pendorong untuk
meningkatkan kinerja dan efisiensi kerja di masa mendatang
Karakteristik Anggaran yang Baik
1. Anggaran Disusun Berdasarkan Program
Anggaran yang baik disusun berdasarkan program yang berasal dari perencanaan strategis
perusahaan. Program adalah rencana jangka panjang yang dirancang untuk mencapai
tujuan perusahaan. Dalam proses ini, perusahaan menentukan tujuan utama, lalu
menyusun program sebagai panduan arah kegiatan jangka panjang. Anggaran kemudian
merinci pelaksanaan program tersebut dalam jangka pendek, seperti tahunan. Jika
anggaran tidak disusun berdasarkan program, maka perusahaan akan kehilangan arah dan
sulit untuk mengukur keberhasilan langkah-langkahnya.
2. Anggaran Disusun Berdasarkan Karakteristik Pusat Pertanggungjawaban
Anggaran harus disesuaikan dengan jenis pusat pertanggungjawaban yang ada dalam
organisasi, yaitu: pusat biaya, pusat pendapatan, pusat laba, dan pusat investasi. Pusat
biaya fokus mengendalikan pengeluaran, pusat pendapatan fokus mencapai target
pendapatan tanpa tanggung jawab biaya, dan pusat laba mengukur kinerja berdasarkan
laba. Karena karakteristik berbeda, anggaran harus disesuaikan agar pengendalian dan
evaluasi tepat. Jika tidak, bisa menimbulkan perilaku manajer yang tidak sesuai..
3. Anggaran Berfungsi sebagai Alat Perencanaan dan Pengendalian
Agar anggaran efektif sebagai alat pengendalian, harus menumbuhkan rasa tanggung
jawab pada manajer. Jika anggaran hanya formalitas, tidak ada yang merasa bertanggung
jawab. Ada tiga syarat utama:
a. Partisipasi Manajer — Manajer operasional ikut menyusun anggaran supaya mereka
lebih termotivasi dan paham perannya.
b. Organisasi Anggaran — Penyusunan anggaran melibatkan manajer operasional
(bottom-up), komite anggaran manajemen puncak untuk tinjau dan setujui (top-down),
serta departemen anggaran sebagai fasilitator.
c. Informasi Akuntansi Pertanggungjawaban — Digunakan untuk mengukur dan
menyampaikan tanggung jawab manajer, membantu evaluasi dan menjaga fokus pada
tujuan perusahaan.