Anda di halaman 1dari 55
 
FALSAFAH PENDIDIKAN JASMANI Drs. Agus Mahendra, M.A.DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONALDIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAHDIREKTORAT PENDIDIKAN LUAR BIASABagian Proyek Pendidikan Kesehatan Jasmani Pendidikan Luar Biasa2003DAFTAR ISIBAB I PENDAHULUANA. Kedudukan dan Makna PendidikanB. Hakikat Pendidikan JasmaniC. Tujuan Pendidikan JasmaniD. Gerak Sebagai Kebutuhan Anak E. Pentingnya Pendidikan JasmaniBAB II KONSEP DAN FALSAFAH PENJASA. Pengertian Pendidikan JasmaniB. Perbedaan Makna Pendidikan Jasmani dan Pendidikan OlahragaC. Dasar Falsafah Pendidikan JasmaniD. Landasan Ilmiah Pelaksanaan Pendidikan JasmaniBAB III ASAS PENGEMBANGAN PENJAS DI SDLB/SLB TINGKAT DASAR A. Asas Pengembangan dan Penetapan Sasaran Pendidikan JasmaniB. Model Orientasi Kurikulum dalam Pendidikan JasmaniC. Ruang Lingkup Pendidikan JasmaniD. Arah Pengembangan Pembelajaran Pendidikan JasmaniE. Arah Pengembangan Pembelajaran Pendidikan Jasmani bagi Anak Luar Biasa .DAFTAR PUSTAKABAB IPENDAHULUANA. Kedudukan Dan Makna Pendidikan JasmaniBangsa kita sedang dihadapkan pada kondisi centang perenang. Krisis multimuka yangdatang menyusul terjadinya krisis ekonomi dan krisis moneter yang memukul bangsa kitadi titik akhir milenium kedua, hingga kini masih membekaskan luka dalam bagi sebagian besar masyarakat kita. Luka itu terasa lebih pedih dan lama bagi bangsa kita, di tengahkondisi dunia yang sedang dihadapkan pada krisis perebutan kekuasaan politik dunia,dengan nuansa kental perebutan kekuatan ekonomi dan teknologi di sebagian besar duniamaju.
 
Kemampuan ekonomi bangsa Indonesia telah terlempar pada keadaan tak terkendali,menghasilkan persoalan-persoalan seperti pemangkasan anggaran, harga barang yangmembubung, kesulitan dan konflik penduduk kota, rangkaian pengangguran, hingga defisit pemerintah yang semakin menggunung.Jika negara maju lainnya sudah mengambil langkah-langkah pasti terhadap persoalanglobal yang menantang tersebut, Indonesia tetap berada dalam kondisi lesu. Bagi negaralain, misalnya, keterbatasan sumber energi yang berbasis pada penggunaan minyak bumitelah diantisipasi dengan jalan memproduksi alat transportasi dan pengoperasian pabrik- pabrik yang akrab lingkungan dan hemat energi. Perhatian terhadap lingkungan telahmengarah pada upaya pengimplementasian alat-alat dan aturan yang membatasi toleransikebisingan suara, radiasi, dan polusi serta perusakan tanah, hutan dan sungai. Penekananasas akuntabilitas telah mendorong para pembayar pajak untuk mengetahui kemana sajauang mereka dihabiskan. Ancaman perpecahan antar etnis dan konflik bangsa-bangsamengarah pada diberdayakannya pendidikan dalam semua jenjang dan mata pelajaransebagai alat untuk menumbuhkan saling pengertian dan cinta damai pada para siswa danmasyarakatnya. Ini semua berbeda tajam dengan apa yang tengah terjadi di negara kita.Tidak cukup dengan itu, kemajuan teknologi informasi dan komunikasi yang sudahmencapai tahap yang sangat maju, telah pula menghadapkan bangsa kita, terutama pararemaja dan anak-anak, pada gaya hidup yang semakin menjauh dari semangat perkembangan total, karena lebih mengutamakan keunggulan kecerdasan intelektual,sambil mengorbankan kepentingan keunggulan fisik dan moral individu. Budaya hidupsedenter (kurang gerak) karenanya semakin kuat menggejala di kalangan anak-anak danremaja, berkombinasi dengan semakin hilangnya ruang-ruang publik dan tugas kehidupanyang memerlukan upaya fisik yang keras. Segalanya menjadi mudah, demikian pernyataan para ahli, sehingga lambat laun kemampuan fisik manusia sudah tidak diperlukan lagi.Dikhawatirkan, secara evolutif manusia akan berubah bentuk fisiknya, mengarah pada bentuk yang tidak bisa kita bayangkan, karena banyak anggota tubuh kita, dari mulai kakidan lengan sudah dipandang tidak berfungsi lagi.Dalam kondisi demikian, patutlah kita mempertanyakan kembali peranan dan fungsi pendidikan, khususnya pendidikan jasmani: apakah peranan yang bisa dimainkan oleh program pendidikan jasmani dalam kondisi dunia dan bangsa yang semakin dihadapkan pada kuatnya potensi konflik tersebut? Apa peranan pendidikan jasmani dalammempersiapkan para pewaris bangsa ini untuk mampu bersaing secara sehat dalam persaingan global sekarang dan kelak? Apa pula peranan pendidikan jasmani dan olahragadalam mengantisipasi kemungkinan terjadinya evolusi kehidupan manusia yang cenderungtidak lagi memerlukan perangkat fisik yang utuh untuk menjalankan tugasnya sehari-hari?
 
Buku ini mencoba menjawab pertanyaan-pertanyaan mendasar di atas, serta menawarkansatu alternatif dalam memandang peranan dan fungsi Pendidikan Jasmani yang seharusnyadilaksanakan di sekolah-sekolah, termasuk di sekolah luar Biasa (SLB). B. Hakikat Pendidikan JasmaniPendidikan jasmani pada hakikatnya adalah proses pendidikan yang memanfaatkanaktivitas fisik untuk menghasilkan perubahan holistik dalam kualitas individu, baik dalamhal fisik, mental, serta emosional. Pendidikan jasmani memperlakukan anak sebagai sebuahkesatuan utuh, mahluk total, daripada hanya menganggapnya sebagai seseorang yangterpisah kualitas fisik dan mentalnya.Pada kenyataannya, pendidikan jasmani adalah suatu bidang kajian yang sungguh luas.Titik perhatiannya adalah peningkatan gerak manusia. Lebih khusus lagi, penjas berkaitandengan hubungan antara gerak manusia dan wilayah pendidikan lainnya: hubungan dari perkembangan tubuh-fisik dengan pikiran dan jiwanya. Fokusnya pada pengaruh perkembangan fisik terhadap wilayah pertumbuhan dan perkembangan aspek lain darimanusia itulah yang menjadikannya unik. Tidak ada bidang tunggal lainnya seperti pendidikan jasmani yang berkepentingan dengan perkembangan total manusia.
576648e32a3d8b82ca71961b7a986505