Anda di halaman 1dari 55

NERACA ENERGI

(Energy Balance)
NERACA ENERGI
(Energy Balance)
Literatur :
1. Reklaitis, G.V., 1983
2. Himmelblau, D.M., 1994
3. Felder, R.M. & Rousseau, R.W., 1986
, Defenisi dan Istilah
, Perumusan Neraca Energi
, Satuan Energi dan Daya
, Persamaan Neraca Energi Makroskopik
7.1. Defenisi Istilah































Umpan
Produk
bawah
Air
Pendingin
Produk
atas
Sistem
Steam
Kondensat
Air pendingin out
Separator
Menara Destillasi
Kondensor
HE
Pompa
heater
pompa
produk
umpan
Reaktor merupakan
objek analisis (sistem)
reaktor
Air pendingin
sistem
O Sistem (system) :
Yaitu : Bagian dari alam semesta (universe) yang tercakup
dalam batas-batas lingkup analisis
atau
Sejumlah zat/ campuran zat yang sifat-sifatnya (kelakuan-
nya) dipelajari
O Lingkungan/ environment/surrounding :
Yaitu : Bagian dari alam semesta (universe) yang berada di
luar batas-batas sistem
Penggolongan Sistem :
1. Sistem tertutup
Sistem Tertutup (closed system), yaitu Bila
tidak ada aliran dan/atau pertukaran massa
antara sistem dan lingkungan
Contoh : w sejumlah zat dalam wadah tertutup
w reaktor batch
2. Sistem terbuka
3. Sistem diisolasi/ tersekat
Sistem Terbuka (open system),
yaitu Bila terdapat aliran dan/atau pertukaran
massa antara sistem dan lingkungan
Contoh :
atau, antara sistem & lingkungan terjadi pertu-
karan massa dan/atau energi
w reaktor/ unit operasi yg mengalir secara kontinu
w wadah terbuka yg berisi sejumlah zat
Sistem Tersekat/ diisolasi, yaitu Bila tidak
ada aliran massa dan/atau energi antara
sistem dan lingkungan
w air dalam botol termos ideal
w reaktor batch adiabatis
Contoh :
O Sifat / property Materi :
, Jenis sifat/ property bahan :
Sifat Intensive
Sifat Ekstensive
Mis. : tekanan, volume, temperatur, dll
Yaitu : Karakteristik materi yang dapat
diukur.
O Sifat Ekstensive :
Harganya berbanding lurus dengan
kuantitas zat dalam sistem
Massa, volume, jumlah mol (atau laju alir
massa, laju alir molar, laju alir volume)
Contoh :
E
k
; Ep; Energi-dalam (U), entalpi atau
(laju perpindahan besaran ini dalam aliran
kontinu)
Contoh :
O Sifat Intensive :
Harganya tidak bergantung pada
kuantitas zat dalam sistem
Temperatur, tekanan, densitas, fraksi mol
Sifat-sifat spesifik zat , seperti :
Spesifik volum, = 1 / (Volum/sat massa)
Energi-dalam spesifik, () ; (energi/massa)
Energi kinetik spesifik,


Energi potensial spesifik,
Entalpi spesifik,
V

K
E

p
E

Bila 1 L zat campuran A & B dan 2 L campuran A & B


masing masing dengan kadar zat-A, maka
bila kedua campuran tersebut dicampur, maka kadar A
dalam campuran akhir tetap = X
A

Contoh :
1 L
Kons. A = X
A

+
2 L
Kons. A = X
A

=
3 L
Kons. A = X
A
















7.2. Perumusan Neraca Energi
Sistem/alat
Volume (V)
Aliran massa
Aliran massa
masuk keluar
Kalor, Q
Kerja, W















Persamaan Neraca Energi
| | | | | | | | ] 1 7 ....[ .......... = old new output input
. dalam (satuan energi)
akumulasi
Harus diketahui :
Harus diketahui :
Bentuk energi masuk/
keluar
Mekanisme bagaimana
energi masuk/keluar
(mekanisme transfer)
Bentuk energi yg terdapat
dlm sistem
Bagaimana suatu bentuk
energi berubah ke bentuk
lain/ energi transisi
= Bentuk-bentuk Energi yg terkait dengan massa
Energi Kinetik, E
K

Yaitu : Energi yg dimiliki suatu sistem karena kecepatannya
relatif terhadap bidang referensi








2
2
1
v m E
K
=
2
2
1

v
m
E
E
K
K
= =
Energi Kinetik, E
K

Energi Potensial, E
p

Energi - dalam, U
Energi kinetik total
Energi kinetik per-satuan massa
dimana : m = massa fluida; v = laju gerak linear
Contoh Soal :



D = 3,0 cm
Q = 0,001 m
3
/s
Air
= 1000 kg/m
3

Tentukan E
K
dari aliran air ?
Basis perhitungan : Q = 0,001 m
3
/s
Luas
penampang,


kec. alir,


laju alir massa,

| |
2 4 2 2 2
10
4
9
100
1
. 3
4
4 . m x
cm
m
cm D A t
t
t

=
(

= =
s m
m x
s
m
A
Q
v 415 , 1
10
4
9
1
. 001 , 0
2 4
3
=
(
(
(

= =

t
s kg
m
kg
s
m
Q m 1 1000 . 001 , 0 .
3
3
=
(

= =
maka :
| |
s J
s
m N
s
m s m kg
s
m
s
kg
v m E
K
0011 , 1
.
0011 , 1
.
0011 , 1
415 , 1 . 1
2
1
2
1
2
2
2
= =
=
(

= =
kg
J
s
kg
s
J
m
E
E
K
K
1
1
0011 , 1

= = =
Energi Potensial, E
p

Yaitu : Energi yg dimiliki suatu sistem berkaitan dengan
kedudukan sistem bermassa relatif terhadap bidang
referensi, bila sistem tsb. berada dalam medan gravitasi
yang uniform

m = massa sistem
z = Posisi sistem
g = kuat medan ravitasi
E
p
= Energi potensial total
= Energi potensial/ satuan massa


z g
m
E
E
p
p
.

= =
p
E

air
storage
z = 40 ft
Contoh :
Bidang
referensi
Pompa



















atau




| |
( )
m
f
f
m
c
p
p
lb
lb f t
f t
s lb
lb f t
s f t
z
g
g
m
E
E
.
40
40
.
.
174 , 32
174 , 32

2
2
=
(
(

=
= =
m
f m
f
p
lb
btu
lb f t
btu
lb
lb f t
E
0514 , 0
. 2 , 778
1
.
40

=
(
(

=
Jawab :
= Energi-dalam (internal energy), U

Yaitu : Energi yg terkandung dalam benda / sistem
bermassa yang terkait dengan energetika atom
dan molekul yang mnyusun benda/ sistem
tersebut









U = merupakan fungsi keadaan (state function), oleh karena itu
harganya terdefenisi secara pasti oleh keadaan sistem
= juga merupakan sifat (property) ekstensive, oleh karena itu
harganya tergantung pada kuantitas sistem
Kesimpulan :







Energi total
dalam benda
bermassa
( ) ( )
m
p
e
p p K
E E U E E A + A + A + A + A =
Untuk sistem khusus
(AE
p)e
= energi medan listrik
(AEp)m = energi medan magnet
Bila benda tsb. Berada dalam
medan listrik/ magnet
Kalor, Q

Kerja (work), W

Aliran Massa
Efek Medan

= Bentuk-bentuk Energi dalam Transisi
Kalor (panas), Q


Bila suatu benda bertemperatur T
S
ditempatkan dalam lingkungan
bertemperatur T
e
(dimana T
S
> T
e
), maka suhu benda akan turun dan
suhu lingkungan akan naik.


























Lingkungan
(Te)
Benda
Ts
Berarti terjadi perpindahan energi dari
benda (sistem) ke lingkungan
Bentuk energi yang dipindahkan
karena beda temperatur (AT)
disebut Kalor (bahang/ panas)
Konvensi tanda (Reklaitis, G.V., 1983) :
(+) Sistem menerima energi dari lingkungan dlm bentuk kalor
(-) Sistem melepas energi ke lingk. Sebagai kalor
Q




1. Kerja poros (shaft work)
Kerja (work), W
Beberapa bentuk kerja :
2. Kerja Ekspansi & Kompresi
3. Kerja Fluida, (W
f
)
4. Kerja Elektrik, (W
elektrik
)
mis. : rotor
pompa, turbin,
pengaduk, dll
W
S

Konvensi tanda (Reklaitis, G.V., 1983) :
(+) Sistem/ fluida melakukan kerja terhadap lingkungan
(-) Sistem/ fluida menerima kerja dari lingkungan
W
1. Kerja Poros, Kompresi & Ekspansi, W
S






























1 2
Luas penampang, A
dZ
Fluida
F
+ Kerja , W Hasil kali Gaya dan jarak lintasan benda
yang dikenakan gaya tersebut
Luas penampang
+ Tekanan lingkungan :
atau,

A
F
P =
(*) ..... . A p F =
Tekanan Gaya
(kompresi)
( ) ) 2 . 7 ( ...... . . . ,
2
1
2
1
} }
= =
Z
Z
Z
Z
S
dZ A p dZ F W Poros Kerja
= dV




Kerja Kompresi :
( )
} }
= =
2
1
2
1
. . .
Z
Z
Z
z
S
dV p dZ A p W
V
2
< V
1
dV = negatif (-)
Energi sistem bertambah
karena kerja kompresi oleh
torak/ shaft
Jadi untuk sistem ini : Sistem menerima kerja; W
S
= negatif (-)
Kerja Ekspansi :
( )
} }
= =
2
1
2
1
. . .
Z
Z
Z
z
S
dV p dZ A p W
V
2
> V
1
dV = positif (+)
Jadi untuk sistem ini : Sistem melakukan kerja; W
S
= negatif (+)
Energi sistem berkurang
karena kerja ekspansi oleh
torak/ shaft
Catatan :
W
e
< W
S

Energi yang diterima lingkungan (W
e
)
Berlaku secara umum, karena ada
kehilangan energi
W
e
= W
S

Berlaku hanya bila proses
ekspansi berlangsung secara
reversible (artinya, setiap saat
sistem & lingkungan berada
dalam kesetimbangan
2. Kerja Fluida, W
f





















+ Kerja fluida/ kerja aliran :
Yaitu kerja yang diberikan aliran
fluida terhadap sistem








(1)
(2)
m
1

P
1

1

V
m
2

P
2

2

V
1 1 1 ,

.V p W
f
=
2 2 2 ,

.V p W
f
+ =
Sistem
Sistem menerima kerja, W
f,1
= (-)
Sistem melakukan kerja, W
f,2
= (+)
1 1 1 2 2 2
1 1 2 2
2 , 1 ,

. .

. .
. .
V p m V p m
V p V p W
W W W
f
f f f
=
=
+ =
Bila : m
1
= m
2
= m :
( )
1 1 2 2

.

. . V p V p m W
f
=
Kesimpulan :











Kerja Total, W = W
S
+ W
f
+ W
elektrik

W = W
S
+ (p
2
.V
2
- p
1
.V
1
)
















7.4. Persamaan Neraca Energi
| Sistem tertutup/ non-flow process
Hukum Dasar :
Hukum Kekekalan energi / Hukum Konservasi Massa :

Energi tidak dapat diciptakan/
dimusnahkan, hanya dapat berubah bentuk
dan berpindah dari satu medium ke medium
lainnya
| Sistem terbuka/ flow process





















Q
W
input
m
1

Sistem/fluida
m
2
1
output
m
2

|
.
|

\
|
waktu
massa
| Sistem terbuka/ flow process
( ) energi
E E U
massa f luida
total Energi
p K
. ..........
/
+ + =
|
|
.
|

\
|

( )
|
.
|

\
|
|
.
|

\
|
+ + =
+ +
=
(
(
(
(

mol
energi
atau
massa
energi
dalam
E E U
m
E E U
massa sat
f luida
total energi
p K
p K

.















| Persamaan Neraca Energi Total

(Energi dibawa aliran massa)
in/out

{ }
out in
p K
E E U
/

+ + (satuan energi),
2
2
s
m
kg
| |
out in
massa
kg
s m kg
/
2 2
.
(

| | waktu
vol
massa
volumetrik
alir laju
x
out in
(

/
(

s
m
3
(

3
m
kg
s
F
At

| | { } { } ) 3 . 7 ( ..........

1 , 1 , 1 1 1 1 1 , 1 , 1
a t E E U m t F E E U input
p K p K aliran krn
A + + = A + + =
| | { } { } ) 3 . 7 ( ..........

2 , 2 , 2 2 2 2 2 , 2 , 2
b t E E U m t F E E U out
p K p K aliran krn
A + + = A + + =
















(Energi diserap sistem)
sebagai kalor
, Q
Q (satuan energi),
2
2
s
m
kg
| | waktu
s
s m kg
(

2 2
.
s
s m kg
men
kal
s
m N
s
J
W watt
2 2
, = = = =
At

| | ) 3 . 7 ( ......... .......... .......... .......... .......... . c t q input
kalor sbg
A =
Catatan :
















(Energi keluar sistem)
sebagai kerja
, W
W (satuan energi),
2
2
s
m
kg
| | waktu
s
s m kg
(

2 2
.
s
s m kg
men
kal
s
m N
s
J
W watt Hp
2 2
, = = = = =
At

| | ) 3 . 7 ( ......... .......... .......... .......... .......... .
ker
d t W out
ja sbg
A =
Catatan :
















(Akumulasi Energi Total)
sistem
:
{ }
sistem
p K
E E U

+ +
(satuan energi),
2
2
s
m
kg
| |
sistem
total massa
kg
s m kg
(

2 2
.
| |
sistem
sistem
volume
vol
massa
x
(

3
m
kg
3
m
V


| | { } { } ) 3 . 7 ( ..........

e E E U m V E E U New
t t
p K
t t
p K
A + A +
+ + = + + =
| | { } { } ) 3 . 7 ( ..........

f E E U m V E E U old
t
p K
t
p K
+ + = + + =















Subtitusi pers (7-3a s/d 7.3f) ke (7-1) :
| | { } | | { }
{ } { } ) 4 7 ( ..........


2 , 2 , 2 2 1 , 1 , 1 1
+ + + +
= A + A + + A + A + +
A + t
p K
t t
p K
p K p K
E E U m E E U m
t W t E E U m t Q t E E U m
| | | | { }
| | | | ) 5 7 ( ..........


2 , 2 , 2 2 1 , 1 , 1 1
+ + + + +
=
A
+ + + +
A +
W Q E E U m E E U m
t
E E U m E E U m
p K p K
t
p K
t t
p K
Persamaan 7-4 dibagi dengan At :
Bila At 0 dan bila : m
1
= m
2
= m = konstan, maka pers (7-5 ) :
{ } | | | | ) 6 7 ( ...

2 , 2 , 2 2 1 , 1 , 1 1
+ + + + + = + + W Q E E U m E E U m E E U
dt
d
m
p K p K p K
akumulasi















| Sistem tertutup/ Non-flow process

Mis : Sistem proses Batch

(input) = m
1
= 0
(output) = m
2
= 0

Persamaan 7-6 menjadi :




{ }
| | | | | | { } W Q E E E E U U m
W Q E E U d m
p p K K
p K
= + +
= + +
}
1 , 2 , 1 , 2 , 1 2
2
1


{ } ) 7 7 ( .........

= + + W Q E E U
dt
d
m
p K
Karena dalam Pers (7-7) hanya 1 variabel bebas (dt),
maka dt dapat dikeluarkan dari persamaan tsb.,
sehingga diperoleh :















maka :
W Q E E U
p K
= A + A + A
m
W
W dan
m
Q
q = =

Catatan : untuk sistem tertutup, tidak ada kerja aliran (W
f
= 0)

W = W
S
+ W
f
W = W
S
. (7-9)
{ } W Q E E U
p K

= A + A + A
atau, :
0
.. (7-9)
Catatan : untuk sistem tertutup/ kebanyakan sistem
teknik kimia :
W Q E E U
p K
= A + A + A
W Q U = A
AE
K
= 0 sistem tidak bergerak
AE
p
= 0 ketinggian sistem ~ 0

maka :
(7-10)

Pers (7-10)

Bentuk umum Hukum I
Thermodinamika untuk
sistem tertutup
Catatan : untuk sistem tertutup, tidak ada kerja aliran (W
f
= 0)

W = W
S
+ W
f
W = W
S
. (7-9)

Energi dalam (U) adalah Fungsi Keadaan (state function) :
artinya :
Nilainya tidak bergantung pada jalannya proses, hanya
bergantung pada keadaan awal dan keadaan akhir




Q dan W bukan fungsi keadaan, jadi nilainya bergantung
pada jalannya proses




1 2
U U U = A
Keadaan 1
Keadaan 2
Jenis Proses :
Isoentalpi (AH = 0)
Volume konstan
Temperatur konstan
Adiabatis (AQ = 0)
Tekanan konstan













| Fungsi Energi-Dalam (U)
{ } V dan p T Fasa bahan komposisi U U ; ; ;

=
O Bila tdk ada reaksi kimia/ komposisi bahan tidak berubahas
OTidak ada perubahan fasa
OPengaruh perubahan tekanan terhadap U sangat kecil / dapat
diabaikan
maka :
) 11 7 ( .. .......... .......... .......... .......... .......... .......... ) ; (

= V T U U
) 12 7 ( ........ .......... .......... ..........

c
c
+
|
|
.
|

\
|
c
c
= dV
V
U
dT
T
U
U d
T
V
Dari thermodinamika,
) (

T C dV
T
U
V T
=
(

c
c













| Fungsi Energi-Dalam (U)
maka :
( ) ) 13 7 ( ........ .......... .......... ..........

c
c
+ = dV
V
U
dT T C U d
T
V
+ Suku dapat diset = 0, bila : dV
V
U
T
(

c
c

= Proses berlangsung pada volume konstan (dV = 0)
= Energi-dalam (U) tidak bergantung pada volume.
Berlaku untuk :
Fluida berupa : Gas ideal, atau
Fluida incompresible













| Fungsi Energi-Dalam (U)
+ Bila Suku diset = 0, Pers. (7-13) menjadi : dV
V
U
T
(

c
c

( )
}
= A
2
1
) 14 7 ( .......... .......... .......... .......... ..........

T
T
V
dT T C U













| Fungsi Entalpi (H)
{ } V dan p T Fasa bahan komposisi H H ; ; ;

=
O Bila tdk ada perubahan komposisi bahan/ reaksi kimia/
OTidak ada perubahan fasa
OPengaruh perubahan volume terhadap H sangat kecil / dapat
diabaikan
+ Hubungan Enthalpi (H) dengan energi-dalam (U) :
) 15 7 ( . .......... .......... .......... + PV U H
H = Enthalpi sistem/ fluida, dan merupakan fungsi keadaan
1 2
H H H = A
Enthalpi sistem pada keadaan awal
Enthalpi sistem pada keadaan akhir













| Fungsi Entalpi (H)
maka :
) 16 7 ( .. .......... .......... .......... .......... .......... .......... ) ; (

= P T H H
) 17 7 ( ........ .......... .......... ..........

c
c
+
|
|
.
|

\
|
c
c
= dP
p
H
dT
T
H
H d
T
p
Dari thermodinamika, ) (

T C dT
T
H
p
p
=
(

c
c
Persamaan (7-17) menjadi :
( ) ) 17 7 ( ........ .......... .......... ..........


a dP
p
H
dT T C H d
T
P

(

c
c
+ =













+ Suku dapat diset = 0, bila :
dP
P
H
T
(

c
c

= Proses berlangsung pada tekanan konstan (dP = 0)
= Entalpi tidak bergantung pada tekanan. Misal :
Gas pada tekanan konstan
Padatan
Liquid (cairan) di luar daerah kritisnya
| Fungsi Entalpi (H)
+ Bila Suku diset = 0, Pers. (7-17a) menjadi :
( )
}
= A
2
1
) 18 7 ( .......... .......... .......... .......... ..........

T
T
p
dT T C H
dP
P
H
T
(

c
c

Dimana : C
P
: Kapasitas panas pada tekanan konstan













| Contoh :
1. 1 lb air pada 70
o
F dimasukkan ke dalam sebuah tangki tertutup yang
volumenya konstan. Jika temperatur dinaikkan hingga 80
0
C dengan
pemanasan, hitunglah : Q ; W ; AU dan AH untuk proses tersebut
(dalam satuan Btu).
Jika perbahan temperatur yang sama dicapai dengan pengadukan air
tersebut, hitung : Q ; W ; AU dan AH untuk proses tersebut (dalam
satuan Btu).
Tuliskan asumsi-asumsi yang diperlukan.
Penyelesaian :
Diketahui : Sistem adalah sistem tertutup
m
H2O
= 1 lb T
1
= 70
o
F = 530
o
R = 21,1
o
C
T
2
= 80
o
F = 540
o
R = 26,67
o
C
) ( ; 10 2 , 1314
10 88 , 133 10 212 , 47 2964 , 18
.
3 9
2 5 2
) ( ,
2
K dalam T T x
T x T x
K gmol
J
C
l O H P


+ + =
(














R lbmol Btu
K gmol
J
R lbmol Btu
K gmol
J
K gmol
J
T T
dT C
C
o
o
T
T
p
p
l O H m
. 6095 , 2
.
1
. 2390 , 0
.
9158 , 10
.
9158 , 10
1 2
2
1
) ( 2 ,
=
(
(
(
(

=
=

=
}
O Persamaan Neraca Energi sistem tertutup :
S
W Q U = A W
S
= 0 (sistem tidak melakuan/
menerima kerja)
Q U = A
.. (A)













( ) = V T U U ,

untuk proses dgn volume konstan
dT T C dV
V
U
dT
T
U
U d
V
T
V
) (

=
(

c
c
+
|
|
.
|

\
|
c
c
=
0
) ( ........ .......... .......... .......... .......... .......... ) (

B dT T C U d
V
=
Karena fluida inkompresible :
P V
C C Pers (B) :
) ( ......... .......... .......... .......... ..........

C Q T C U
p
= A = A
) ( .... .......... .......... .

.
,
D T C m Q m U m U
m P
A = = A = A
( ) ( ) R
R mol lb
Btu
lb
mol lb
lb Q U
o
o
m
m
530 540
.
6095 , 2 .
1
1
. 1

|
|
.
|

\
|
= = A
Btu Q U 4497 , 1

= = A













O Entalpi Sistem :
V p U H . + =
p V V p U H A + A + A = A . .
Fluida inkompresibel
dan volume konstan
0 0
Btu Q U H 4497 , 1 = = A = A
W
S
= 0
sehingga :
Q (+) = sistem mene
rima kalor













Kasus 2 :
Pemanasan menggunakan pengaduk (sistem tidak menerima
kalor dari lingkungan, hanya karena pengadukan) :
Tidak ada kalor masuk melintasi
batas-batas sistem :
Q = 0
W Q U = A ) ( .......... .......... E W U = A
(C) - (D) :
Btu T C m W U
m P
4497 , 1 .

.
,
= A = = A
maka :
Btu H W U 4497 , 1 = A = = A
Q = 0
Persamaan (7-10) :
Contoh :
2. Tuliskan dan sederhanakan persamaan
neraca energi sistem tertutup untuk
masing-masing proses berikut, dan nya
takan bagaimana suku kerja dan kalor
yang bukan nol dalam bentuk (+) atau (-).
a. Isi dari flask tertutup dipanaskan dari
25
o
C menjadi 80
o
C
Jawab :
W = 0
W Q E E U
P K
= A + A + A
Tidak ada gerakan bagian
atau pembangkitan arus.
W = 0
W Q E E U
P K
= A + A + A
Tidak ada gerakan bagian
atau pembangkitan arus.
AE
K
= 0 Sistem stasioner
AE
P
= 0 Tidak ada perubahan
ketinggian
Q U = A
Q>0 , karena panas (kalor)
ditambahkan ke dalam sistem
Contoh :
b. Flask dalam soal (a) diambil dari burner dan didinginkan
kembali hingga 25
o
C
Jawab :
W = 0 ;
W Q E E U
P K
= A + A + A
AE
K
= 0 ;
AE
P
= 0
Q U = A
Bila fluida inkompresible :
V P
C C


( )
1 2
. . . . T T C m T C m U
p P
= A = A
( ) = = A Q U
Karena ( Q < 0 ), maka kalor dikeluarkan dari sistem
( ) : ,
1 2
maka T T Karena <