Anda di halaman 1dari 23

Yulan Aldeni

Andrill Vazhary
Anggie Yumanda
Pendahuluan
Menurut DSM-IV (Diagnostic and Statistical Manual
of Mental Disorder IV ), dua gangguan mood utama
adalah gangguan depresif berat dan gangguan bipolar
I.
Kedua gangguan ini seringkali dinamakan gangguan
afektif tetapi patolgi utama dalam gangguan ini adalah
mood, yaitu keadaan emosional internal yang meresap
dari seseorang, dan bukan afek yaitu ekspresif
eksternal dari isi emosional saat itu
Tinjauan Pustaka
Pengertian
Gangguan bipolar menurut Diagnostic and
Statistical Manual of Mental Disorders-Text
Revision edisi yang ke empat (DSM IV-TR) ialah
gangguan gangguan mood yang terdiri dari paling
sedikit satu episode manik, hipomanik, atau
campuran yang biasanya disertai dengan adanya
riwayat episode depresi mayor.

Epidemiologi
Gangguan bipolar I lebih jarang daripada gangguan
depresif berat, dengan prevalensi seumur hidup adalah 2
persen. Perbedaan lain antara gangguan bipolar I dan
gangguan depresif berat adalah sebagian besar pasien
gangguan bipolar I akhirnya datang berobat ke dokter dan
mendapatkan pengobatan tetapi pada gangguan depresif
berat hanya separuh pasien yang mendapatkan terapi
spesifik.
Perkiraan prevalensi 12 bulan di benua Amerika Serikat
adalah 0,6% untuk gangguan bipolar I sebagaimana
didefinisikan dalam DSM-IV. Prevalensi dua belas bulan
dari gangguan bipolar I di 11 negara berkisar antara 0,0%
sampai 0,6%. Perbandingan rasio prevalensi laki-laki
perempuan adalah sekitar 1,1:1.

Jenis kelamin
Usia
Ras
Status Perkawinan
Pertimbangan Sosioekonomi dan kultural
Etiologi
1. Faktor biologis
2. Faktor genetik
3. Faktor psikososial
4. Faktor kepribadian komorbid
5. Faktor psikoanalitik dan faktor psikosomatik
Kriteria diagnosis
Episode manik
Suatu abnormalitas pada periode yang berbeda dan
terjadi terus-menerus, perasaan yang meluap-luap
(euforia), atau mood yang tidak stabil dan
abnormalitas dan peningkatan aktivitas atau energi,
berlangsung selama 1 minggu dan terjadi setiap hari,
hampir setiap hari (atau selama durasi jika perawatan
Rumah Sakit diperlukan).

Selama periode gangguan mood dan peningkatan
aktivitas atau energi, 3 (atau lebih) gejala yang terjadi
bersamaan (4 jika hanya 1 mood irritable)
1. Meningkatnyahargadiri atau grandiosity
2. Insomnia
3. Speech
4. Flight of idea
5. Distractibilitas
6. activities
Episode Hipomanik
Suatu abnormalitas pada periode yang berbeda
dan terjadi terus-menerus, perasaan yang meluap-
luap (euforia), atau mood yang tidak stabil dan
abnormalitas dan peningkatan aktivitas atau
energi, paling sedikit 4 hari berturut-turut dan
ditampilkan setiap hari, hampir setiap hari.

3(atau lebih) dari beberapa gejala (4 jika hanya 1
irritable mood) merupakan sesuatu yang derajat
penting dan ditemukan perubahan yang nyata dari
perilaku sehari-hari, dan telah di temukan secara
signifikan :


1. Inflated self-esteem atau grandiosity.
2. Peningkatan kebutuhan tidur (contoh : merasa
istirahat tidur hanya 3 jam)
3. Suka mengoceh-ngoceh daripada biasanya atau
desakan untuk selalu berbicara.
4. Flight of ideas atau pengalaman subjektif dimana
berpikir dengan cepat
5. Distractibilitas
6. Peningkatan aktivitas (contoh : sosial, di tempat kerja
atau sekolah, ataupun seksualitas) agitasi psikomotor
(tidak bertujuan-bertujuan-menunjukkan aktivitas).
7. Keterlibatan aktivitas yang berlebihan pada potensial
yang tinggi selama konsekuensi yang menyakitkan
(contoh bersenang-senang pada keadaan yang tidak
terkendali, indiscreations sexual, atau investasi bisnis
yang gila-gilaan).



Episode Mayor Depresif
5 (atau lebih) gejala yang telah ada selama 2 minggu dan
menjelaskan perubahan dari fungsi yang terus menerus;
paling sedikit 1 gejala salah satunya (1) mood depresif atau
(2) kehilangan minat atau permohonan maaf.
1. Mood depresif beberapa hari, hampir setiap hari
2. Dengan jelas pengurangan mood atau semua kesenangan,
atau hampir semua, aktivitas setiap hari, hampir setiap
hari
3. Insomnia atau hipersomnia hampir setiap hari.
4. Agitasi psikomotor atau retardasi hampir setiap hari
5. Capek atau kehilangan energi hampir setiap hari
6. Perasaan tidak berharga atau bersalah yang berlebihan
atau tidak tepat
7. Kemampuan berpikir atau konsentrasi berkurang, atau
ketidaktegasanhampir setiap hari
8. Pikiran untuk mati yang berulang-ulang

Gangguan Bipolar 1
a. Kriteria yang telah ditemukan paling sedikit 1
episode manik (Kriteria A-D kebawah, episode
manik )
b. Episode manik dan episode major depresif tidak
bisa disebut sebagai gangguan schizoaffective,
schizophrenia, gangguan schizophreniform
gangguan delusi atau schizophrenia spesifik dan
tidak spesif lainnya dan gangguan psikotik
lainnya
Gambaran diagnostik
Bentuk essensial dari episode manik berbeda
selama periode yang disebut abnormal, perasaan
yang meluap-luap, expansive, atau irritable mood
dan peningkatan aktivitas atau energi hampir
setiap hari selama periode kurang lebih 1 minggu
Gambaran yang mendukung diagnosis
1. Selama episode manik, mereka sering tidak
merasa bahwa mereka sedang sakit atau
membutuhkan pengobatan dan atau menolak
keras upaya untuk dipengobatan
2. Mereka mungkin mengubah pakaian, make up,
atau penampilan pribadi untuk gaya yang lebih
seksual atau flamboyant stlye
3. Beberapa merasa penciuman, pendengaran, atau
penglihatan yang tajam

Diagnosa banding
1. Major depressive disorder.
2. gangguan bipolar II dengan menentukan apakah ada
mania pada episode masa lalu
3. Gangguan ansietas yang umum, gangguan panik,
gangguan stres pasca trauma, atau gangguan ansietas
lainnya.
4. Substansi/medikasi yang menginduksi gangguan
bipolar
5. Defisit perhatian/gangguan hyperaktivitas
6. Gangguan kepribadian.
7. Gangguan dengan iritabilitas yang menonjol.
8. Komorbiditas

Tata Laksana
a) Rawat Inap
b) Rawat Inap Parsial
c) Rawat jalan
Farmakologi
Pengalaman klinis menunjukkan bahwa jika diterapi
dengan obat mood stabilizer, penderita gangguan bipolar
akan mengalami lebih sedikit periode manik dan depresi
Antipsikosis atipikal seperti ziprasidone, quetiapine,
risperidone, aripiprazole dan olanzapine, kini juga sering
digunakan untuk menstabilkan manik akut, bahkan
untuk menstabilkan mood pada depresi bipolar.

Nama Generik Nama Dagang Manik Mixed Maintenance Depresi
Valproate Depakote X
Carbamazepine extended release Equestro X X
Lamotrigine Lamictal X
Lithium X X
Aripiprazole Abilify X X X
Ziprasidone Geodon X X
Risperidone Risperdal X X
Quetiapine Seroquel X X
Chlorpromazine Thorazine X
Olanzapine Zyprexa X X X
Olanzapine/fluoxetine Combination Symbyax X
Table 1 FDA-Approved Bipolar Treatment Regimens
Terapi non farmakologi
Konsultasi
Diet
Aktivitas
Edukasi
Prognosis
Pasien dengan gangguan bipolar 1 memilikki
prognosisi yang lebih buruk di bandingkan pasien
dengan gangguan depresin berat. Kira-kira 40-50%
pasien gangguan bipolar 1 memiliki episode manik ke
dua dalam waktu 2 tahun setelah episode pertama
Kesimpulan
Kelainan fundamental dari kelompok gangguan ini
adalah perubahan suasana perasaan (mood) atau afek,
biasanya kearah depresi, atau ke arah elasi(suasana
perasaan yang meningkat).
Faktor yang berperan penting sebagai penyebab
gangguan mood khususnya bipolar adalah faktor
biologis, faktor genetika, dan faktor psikososial. Bukti
menunjukkan bahwa ada faktorgenetik di dalam
perkembangannya
Gangguan bipolar cenderung bersifat kronis, dan
pasien cenderung mengalami relaps. Pasien dengan
gangguan mood sering menunjukkan penurunan
fungsi yang mencolok. Hasil terapi akan menunjukkan
kemajuan jika fungsi keluarga dan fungsi pendukung
lainnya baik.

Daftar Pustaka
1. Sejahtera H. Referat Gangguan Bipolar. Jakarta: Fakulta
Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana. 2012.
2. Kaplan HI, Sadock BJ, Grebb JA. Kaplan dan Sadock
Sinopsis Psikiatri Ilmu Pengetahuan Perilaku Psikiatri
Klinis edisi 7. Jakarta: Binarupa Aksara. 2010.
3. Kok DJ.FB Michael.A Research agenda for DSM V.
American Psychiatri Associations: 2013.
4. David A. Tomb, Buku Saku Psikiatri, Edisi 6. Jakarta:
EGC, 2003.
5. Hilary. Bipolar Disorder. http://hilary.wordpresss.com.
Diakses 13 September 2013
TERIMA KASIH