Anda di halaman 1dari 8

PENGINDERAAN JAUH

UNTUK EKSPLORASI
SEBARAN POTENSI NIKEL
LATERIT
IHSAN NAUFAL MUAFIRY
3511100064
APA ITU NIKEL LATERIT ?
LATERIT BERASAL DARI BAHASA LATIN YAITU
LATER, YANG ARTINYA BATA (MEMBENTUK
BONGKAH-BONGKAH YANG TERSUSUN
SEPERTI BATA YANG BERWARNA MERAH
BATA). HAL INI DIKARENAKAN TANAH LATERIT
TERSUSUN OLEH FRAGMEN-FRAGMEN
BATUAN YANG MENGAMBANG DIANTARA
MATRIKS, SEPERTI BATA DIANTARA SEMEN,
NAMUN ADA JUGA YANG MENGARTIKAN NIKEL
LATERIT SEBAGAI ENDAPAN LAPUKAN YANG
MENGANDUNG NIKEL DAN SECARA EKONOMIS
DAPAT DI TAMBANG.

APA KEGUNAAN NIKEL ?
NIKEL MERUPAKAN SALAH SATU
BARANG TAMBANG PENTING DI
DUNIA. MANFAATNYA YANG BEGITU
BESAR BAGI KEHIDUPAN SEHARI-
HARI, ANTARA LAIN :
A.PEMBUATAN LOGAM ANTI KARAT,
B. CAMPURAN DALAM PEMBUATAN
STAINLESS STEEL,
C. BATERAI NICKEL-METAL HYBRIDE,
D. DAN BERBAGAI JENIS BARANG
LAINNYA
SETIDAKNYA SEJAK 1950
PERMINTAAN AKAN NIKEL RATA-
RATA MENGALAMI KENAIKAN 4%
TIAP TAHUN, DAN DIPERKIRAKAN
SEPULUH TAHUN MENDATANG
TERUS MENGALAMI PENINGKATAN
(DALVI ET AL., 2004).
JENIS BATUAN PEMBENTUK NIKEL :
BIJIH NIKEL DIPEROLEH DARI ENDAPAN NIKEL LATERIT YANG TERBENTUK
AKIBAT PELAPUKAN BATUAN ULTRAMAFIK YANG MENGANDUNG NIKEL 0.2 - 0.4
% (GOLIGHTLY, 1981). JENIS BATUAN TERSEBUT ANTARA LAIN :
a. OLIVINE
b. PIROKSIN
c. AMPHIBOLE
(RAJESH, 2004).
EKSPLORASI SUMBER DAYA MINERAL : NIKEL
PENGGUNAAN PENGINDERAAN JAUH DALAM EKSPLORASI PERTAMBANGAN
DIGUNAKAN UNTUK PEMETAAN LITHOLOGI, STRUKTUR, DAN ALTERASI
(RAJESH, 2004; SIEGAL DAN GILLESPIE, 1991).
AKTIVITAS EKSPLORASI NIKEL PADA UMUMNYA TERDAPAT BEBERAPA METODE
DALAM PELAKSANAANNYA, NAMUN SALAH SATU METODE YANG LEBIH CEPAT
DAN MURAH ADALAH MENGGUNAKAN TEKNOLOGI PENGINDERAAN JAUH

EKSPLORASI NIKEL DENGAN INDRAJA
PENDEKATAN ALTERASI MERUPAKAN TEKNIK PEMETAAN MINERAL YANG
MENGASOSIASIKAN DEPOSIT MINERAL DENGAN ALTERASI HIDROTHERMAL
DAN BATUAN SEKITAR, JENIS DAN LUASNYA ZONA ALTERASI
MENGGAMBARKAN TIPE DARI DEPOSIT MINERAL (RAJESH, 2004).
IDENTIFIKASI SEBARAN NIKEL LATERIT MELALUI TEKNOLOGI PENGINDERAAN
DILAKUKAN DENGAN PENDEKATAN ALTERASI, YAITU DENGAN MEMETAKAN
MINERAL PERMUKAAN HASIL LAPUKAN BATUAN ULTRAMAFIK PADA LAPISAN
LIMONITE, ANTARA LAIN MINERAL GOETHITE, HEMATITE DAN CHLORITE.
METODE YANG DIGUNAKAN UNTUK MENDETEKSI MINERAL TERSEBUT YAITU
DEFOLIANT TECHNIQUE ATAU DIRECTED PRINCIPAL COMPONENT (DPC).
METODE DEFOLIANT TECHNIQUE
METODE TERSEBUT DIDASARKAN PADA KARAKTERISTIK WILAYAH TROPIS
YANG BERVEGETASI RAPAT, SEHINGGA MENJADI HAMBATAN TERSENDIRI
DALAM MENDETEKSI DEPOSIT MINERAL. UNTUK ITU METODE YANG MAMPU
MEMINIMALISIR PENGARUH VEGETASI, SEPERTI DEFOLIANT TECHNIQUE
SANGAT COCOK UNTUK DIGUNAKAN (CARRANZA, 2003; ROJAS, 2003).
DEFOLIANT TECHNIQUE PADA DASARNYA ADALAH TEKNIK PENAJAMAN YANG
DILAKUKAN DENGAN MENGGABUNGKAN DUA RASIO SALURAN (CARRANZA,
2002; FRASER DAN GREEN, 1987 DALAM ROJAS, 2003)
ADAPUN HASIL DARI PROSES INI ADALAH SEBARAN MINERAL PERMUKAAN
YANG DIGAMBARKAN DALAM CITRA SKALA KEABUAN (GRAYSCALE).

SENSOR INERAJA YANG DIGUNAKAN
SENSOR YANG DIGUNAKAN UNTUK MENGIDENTIFIKASI DEPOSIT MINERAL
ADALAH ADVANCED SPACEBORNE THERMAL EMISSION RADIOMETER
(ASTER).
ALASANNYA ADALAH KARENA ASTER MEMILIKI SALURAN (BAND) YANG LEBIH
BANYAK, SEPERTI : VNIR SALURAN 1 3, SWIR SALURAN 4 9, DAN TIR
SALURAN 10 14) .
KEMUDIAN ASTER MEMILIKI RESOLUSI SPASIAL YANG LEBIH BAIK DIBANDING
LANDSAT, DITAMBAH LAGI HARGA CITRA ASTER TERMASUK MURAH
DIBANDING MENGGUNAKAN SATELIT HYPERSPECTRAL/FOTO UDARA.
DATA ASTER DAPAT DIDAPAT PADA LINK
HTTP://GDEM.ERSDAC.JSPACESYSTEMS.OR.JP/.