Anda di halaman 1dari 27

RADIOLOGI

EMFISEMA

Definisi emfisema
Merupakan suatu perubahan
anatomis paru yang ditandai
dengan melebarnya secara
abnormal saluran napas
bagian
distal
bronkus
terminalis disertai destruksi
dinding tersebut

Klasifikasi emfisema
Berdasarkan gambaran radiologi :
Emfisema lobaris
Hiperlusen idiopatik
unilateral
Emfisema hipertrofik kronik
Emfisema kompensasi
Emfisema senilis

Klasifikasi emfisema
Berdasarkan perubahan yang
terjadi dalam paru-paru :
Emfisema Sentrilobular
(CLE)
Emfisema Panlobular
(PLE)
Emfisema Paraseptal

Etiologi emfisema
Rokok
Faktor genetik
Hipotesis elastase-anti
elastase
Infeksi

Patofisiologi

Tanda dan gejala


Sesak napas
Batuk
Whezeeng
Berat badan menurun
Dada seperti tong ( barrel
chest)

Gambaran Radiologis
Hiperinflasi dada
Difragma
datar
dan
rendah
dengan pergerakan yang terbatas
saat inspirasi dan ekspirasi
Peningkatan diameter AP dada
dengan perluasan pada rongga
retrosternal (barrel chest)
Penampakan bayangan jantung
yang tipis, panjang dan sempit
lebih
disebabkan
oleh
inflasi
berlebihan dan diafragma rendah

Perubahan vaskular
Paru secara umum dipengaruhi
oleh
distribusi
vaskularisasi
pulmonal yang secara abnormal
tidak rata, pembuluh darah
menjadi lebih tipis, disertai
hilangnya gradasi halus normal
dari pembuluh darah yang
berasal dari hilus ke perifer

Gambaran radiologi

Emfisema
Centrilobular (CLE)
Merupakan tipe yang sering muncul
Menghasilkan kerusakan bronchiolus,
biasanya pada bagian atas paru
Inflamasi berkembang pada
bronchiolus tetapi biasanya kantung
alveolar tetap tersisa

Emfisema Panlobular
Merusak
ruang
udara
pada
seluruh asinus dan biasanya
termasuk
pada
paru
bagian
bawah.
Bentuk
ini
biasanya
disebut
centriacinar emfisema
Timbul
sangat
sering
pada
seorang perokok

Emfisema Paraseptal
Merusak alveoli pada lobus bagian
bawah yang mengakibatkan isolasi
dari blebs sepanjang perifer paru.

Emfisema lobaris
Biasanya terjadi pada bayi baru
lahir dengan kelainan tulang rawan,
bronkus, mukosa bronchial yang
tebal, sumbatan mukus.
Gambaran
radiologinya
berupa
bayangan radiolusen pada bagian
paru yang bersangkutan dengan
pendorongan
mediastinum
kearah kontralateral

Emfisema lobaris

Hiperlusen idiopatik unilateral


Emfisema yang unilateral dengan
hipoplasia
a.pulmonalis
dan
gambaran bronkiektasis.
Secara radiologi, paru yang terkena
lebih
radiolusen
tanpa
penambahan ukuran paru seperti
umumnya emfisema lainnya

Emfisema hipertrofik
kronik
Terjadi sebagai akibat komplikasi
penyakit paru seperti asma bronchial
yang
parah,
bronkiektasis,
peradangan paru berat, tb.
Gambaran radiologi menunjukkan
peningkatan
aerasi
dan
penambahan ukuran toraks yang
biasanya hanya terjadi pada satu
sisi.

Emfisema bulla
Emfisema vesikuler setempat dengan
ukuran antara 1-2 cm atau lebih
besar.
Gambaran radiologi, berupa suatu
kantong radiolusen di perifer
lapangan paru, terutama bagian
apeks paru dan bagian basal paru.

Emfisema kompresi
Keadaan ini merupakan usaha tubuh
secara fisiologik menggantikan
jaringan paru yang tidak berfungsi.

Emfisema senilis
Merupakan
akibat
proses
degeneratif
pada
kolumna
vertebralis yang mengalami kifosis di
mana ukuran Anterior-posterior torak
bertambah sedangkan tinggi toraks
secara vertikal tidak bertambah.
Secara radiologi, tampak toraks
yang lebih radiolusen, corakan
bronkovaskular yang jarang dan
diafragma normal