Anda di halaman 1dari 35

Menajemen Kasus

Cedera
Kepala

Rahmanda Bayu Prakosa

RESUME
KASUS

Identitas

Nama

Laki-laki

Umur

: 21 tahun

No RM

: 071397

Tgl masuk
20.05

: Sdr.Y

: 30 Okt 2013 jam 0 1.30 dan

Anamnesis

30/10/14 pukul 01.30


Pasien datang dengan diantar polisi setelah
berkelahi
Mengaku dipukul menggunakan benda tumpul
Terdapat luka didaerah kepala
Pusing (+) ingat kejadian (-)
Mual (-) muntah (-)

30/10/14 pukul 03.00


Dilakukan penanganan terhadap luka dan
pencatatan untuk keperluan visum kemudian
pasien dipulangkan

Anamnesis
30/10/14

pukul 20.05

Sejak saaat semalam dipulangkan dari RS


pasien semakin menurun kesadarannya
Dari keterangan oleh rekannya dikatakan sejak
pukul 07.00 pasien mulai muntah-muntah dan
mulai menurun kesadarannya tidak responsif
lagi
Muntah (+)

Pemeriksaan Fisik

Keadaan Umum:
GCS E2 V2 M5
A clear B clear C baik
Keadaan Tubuh:
multiple VE dan VL
Keadaan Ingatan
amnesia anterograd
(+)
TD: 110/70 mmHg
Nadi: 88x/mnt
Rr: 16x/mnt

Mata:
isokor, refleks pupil
(+), hematom
palpebra (+)
Hidung:
Epistaksis (-)
Telinga:
dbn

Dada:
Jejas di dada (-),
krepitasi (-),
jantung/paru dbn
Ekstremitas:
Tulang: dbn
Otot:dbn
Pergerakan ekstremitas:dbn
Perasaan: baik

Pemeriksaan
Penunjang
Darah
rutin

Head CT Scan:

Kesan EDH

Assesment
Cidera Kepala Sedang
EDH

Planning

Terapi UGD

IVFD RL 20 tpm
O2 3lpm
Inj Piracetam 1gr
Inj Ranitidin 1A
Inj Ondasetron 1A

Konsul dr Wawan
Sp.BS

Operasi cito jika


keluarga acc
Manitol 200cc cepat
di UGD
Piracetam 3x3gr
Citicholin 3x1A
Ketorolac 3x30mg
Manitol 4x125cc

TINJAUAN
PUSTAKA

DEFINISI

Cedera mekanik pada kepala secara langsung


atau tidak yang sebabkan gangguan fungsi
neurologis temporer/ permanen
Mekanisme kerusakan:
PRIMER
: krn benturan/penetrasi langsung
SEKUNDER: hipotensi, hipoksia, kenaikan TIK

Klasifikasi

Keparahan berdasar GCS

GCS

Derajat Cedera Kepala

13-15

Cedera Kepala Ringan (CKR)

9-12

Cedera Kepala Sedang (CKS)

3-8

Cedera Kepala Berat (CKB)

Morfologi cedera:
Fraktur

Focal

Comusio
Contusio
Hemorhagge
Diffuse axonal injury

Prehospital

SIGN, 2009

Emergency
Departement

Primary Survey
Disability
1. Anamnesis
- gangguan kesadaran? interval lucid?
- Perdarahan/otorhea/rhinorrhea
- Amnesia traumatika
(retrograd/anterograd)
2. Pemeriksaan neurologis

Kepala: Otorrhea, Rhinorrhe, Ecchymosis, Pupil


Gangguan fokal neurologik, fungsi batang otak
Fungsi motorik : lateralisasi, kekuatan otot
Refleks tendon, refleks patologis

Secondary Survey
Indikasi CT
Scan

NICE, 2014

Epidural Hematoma

21

21

Subdural Hematoma

22

22

Intracerebral Hemmorhage

23

23

Manajemen
Terapi
Indikasi
Operasi
1.

Epidural hematome
a. >40cc + midline shift dengan fx batang
otak baik
b. >30cc fossa posterior + td penekanan
batang otak atau hidrosefalus dengan
fungsi batang otak baik
c. EDH progresif
d. EDH tipis dengan penurunan kesadaran
bukan indikasi operasi

2.

Subdural hematome
a. SDH luas (>40cc/5mm) dgn GCS>6
fungsi batang otak baik
b. SDH tipis + kesadaran bukan indikasi
operasi
c. SDH + edema serebri/kontusio serebri
disertai midlineshift dengan fungsi
batang otak baik

3. Perdarahan Intraserebral paska trauma


a. penurunan kesadaran progresif
b. Hipertensi, bradikardi & tanda gangguan
nafas (cushing refleks)
c. perburukan defisit neurologi fokal
4. Fraktur impresi > 1 diploe
5. Fraktur kranii + laserasi serebri
6. Fraktu kranii terbuka
7. Edema serebri berat + TIK

Indikasi rawat inap

Sakit kepala berat atau muntah2


Riwayat penurunan kesadaran, rinorea,
otorea, amnesia
CT scan abnormal, fraktur skull
Intoksikasi alkohol/ obat
Cedera penyerta bermakna

Tidak ada yang mengawasi di rumah


Letak rumah jauh dari RS

Farmakologi

Simptomatis : analgetika, anti emetik sesuai


kebutuhan
Penurun TIK jk ada peningkatan TIK
- Manitol 20% :
Dosis awal : 1 gr/kgBB, drip cepat dalam
-1 jam
6 jam : 0.5 gr/kgBB, drip cepat dalam -1
jam
12 jam : 0.25 gr/kgBB, drip cepat dalam 1 jam
24 jam : 0.25 gr/kgBB, drip cepat dalam
-1 jam
Neurotropik otak

PEMBAHASAN

Klasifikasi

Pada Pasien E 2 V 2 M 5 GCS 9


GCS

Derajat Cedera Kepala

13-15

Cedera Kepala Ringan (CKR)

9-12

Cedera Kepala Sedang (CKS)

3-8

Cedera Kepala Berat (CKB)

CKS

Primary
Survey

Tatalaksana

Pada pasien ini ABC dbn


Disability:

Ax: terdapat pusing dan riwayat pingsan


Px: penurunan kesadaran, didapatkan hematom
pd palpebra, amnesia retrograd, VE dan VL regio
frontal px lain dbn

Adanya riwayat kesadaran dan amnesia


merupakan indikasi adanya cedera cukup parah
sehingga diperlukan rawat inap

Secondary
Survey

Indikasi CT Scan?

Terapi

Indikasi Operasi?

Dilihat dari hasil CT Scan

1.

Epidural hematome
a. >40cc + midline shift dengan fx batang
otak baik
b. >30cc fossa posterior + td penekanan
batang otak atau hidrosefalus dengan
fungsi batang otak baik
c. EDH progresif
d. EDH tipis dengan penurunan kesadaran
bukan indikasi operasi

Pasien ini diberikan neuroptotektan


(piracetam dan citilcolin) dan manitol.
Neuroprotektan berfungsi mencegah defisit
neurologi yg menetap akibat iskemi
Manitol untuk menurunkan TIK. Salah satu
tanda2 >> TIK adalah muntah2, seperti pd
pasien ini.
Pemberian injeksi ranitidin dan ondansetron
bersifat simtomatik untuk keluhan mual dan
muntahnya

Daftar Pustaka

National Institute for Health and Care Excellent (NICE),


2014, Head injury: Triage, assessment, investigation and
early management of head injury in children, young
people and adults.
Scottish Intercollegiate Guidelines Network (SIGN), 2009,
Early management of adult patientswith a head injury
Sjamsuhidajat, R & Wim de Jong, 1997, Buku Ajar Ilmu
Bedah, Edisi Revisi, EGC, Jakarta.
Crippen, D.W, et al,., 2012, Head TraumaTreatment &
Management,
http://emedicine.medscape.com/article/433855-treatmen
t
, diakses 27 Agustus 2014.