Anda di halaman 1dari 16

KELOMPOK 4

REVIEW JURNAL PENELITIAN


SISTEM PENGENDALIAN MANA J EMEN

AULIA RAHMI
GLADIS RENSI
RANI KARTIKA
KHAIRIAH

BUDIMAN SUGIARTO
MELLY NUGRAH HENI
ELI APRIANTA TARIGAN

PURWATI

HELDA NUR RAHMADANI

ELINDA

EVA DEWI MEGA SARI SIBARANI

EVALUASI SISTEM PENGENDALIAN MANAJEMEN UNTUK


MENINGKATKAN KINERJA MANAJER PENJUALAN PADA PT.
HASJRAT ABADI MANADO
FENOMENA ATAU ISU YANG DIBAHAS DALAM JURNAL
Perusahaan yang memiliki daya saing juga memerlukan manajemen perusahaan
yang senantiasa memerlukan peningkatan (improvement) terhadap aktivitas yang
digunakan untuk menghasilkan produk dan jasa. Selain itu untuk mengefisiensikan
dan mengefektifkan kerja dalam perusahaan, perlu dilakukan pendelegasian tugas
dari manajer puncak kepada bawahan. Dan tak kalah penting, penyehatan dalam
tubuh perusahaan salah satu faktor untuk mempertahankan perusaahan, yang
diantaranya yaitu mengevaluasi sistem pengendalian manajemen dimana
pengendalian juga merupakan salah satu fungsi dasar dari manajemen.

KAJIAN TEORI ATAU KAJIAN PUSTAKA YANG DIGUNAKAN


Sistem Pengendalian Manajemen
Sistem pengendalian manajemen adalah sistem yang digunakan oleh manajemen untuk
mempengaruhi para anggota organisasinya agar mengimplemenatsikan startegi-strategi
organisasi secara efisein dan efektif dalam rangka mencapai tujuan organisasi. Fungsi
manajemen menurut Terry yang dikutip oleh Herujito (2006:18) bahwa fungsi manajemen
menjadi empat fungsi yang disingkat dengan POAC yaitu planing atau merencanakan,
organizing atau menyusun, actuating atau pelaksanaan dan controling atau mengawasi.
Konsep Kinerja
Kinerja berasal dari bahasa job performance atau actual perpormance (prestasi kerja atau
prestasi sesungguhnya yang dicapai oleh seseorang atau suatu institusi). Kamus bahasa
Indonesia. Menurut Mangkunegara kinerja karyawan (prestasi kerja) adalah hasil kerja secara
kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seseorang karyawan dalam melaksanakan tugasnya
sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya (Mangkunegara, 2007:9) sedangkan
Wibowo (2007:7) menjelaskan kinerja merupakan hasil pekerjaan yang mempunyai hubungan
kuat dengan tujuan strategis organisasi, kepuasan konsumen dan memberikan kontribusi
ekonomi .

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kinerja


Aparatur dalam pencapaian kinerja harus memiliki kemampuan dan motivasi
kerja. Kemampuan yang dimiliki aparatur dapat berupa kecerdasan ataupun
bakat. Motivasi yang dimiliki aparatur dilihat melalui dan situasi kerja yang
kondusif, karena hal ini akan berhubungan dengan pencapaian prestasi kerja
atau kinerja aparatur pada lingkungan
Penjualan
Mulyadi (2008:160) penjualan adalah Suatu kegiatan yang terdiri dari
transaksi penjualan barang atau jasa, secara kredit maupun tunai sedangkan
Swastha (2005:403) menjelaskan penjualan adalah interaksi antara individu
saling bertemu muka yang ditujukan untuk menciptakan, memperbaiki,
menguasai atau mempertahankan hubungan pertukaran sehingga
menguntungkan bagi pihak lain.

Penelitian Terdahulu
Penelitian yang dilakukan oleh Canon (2012) yang berjudul: Penerapan
Sistem Pengendalian Manajemen Dalam Kaitannya Dengan Informasi
Akuntansi
Pertanggungjawaban
Sebagai
Alat
Dalam
pengendalian
Manajemen Pada Bank Syariah Mandiri Manado yang dilakukan pada tahun
2012. Hasil dari penelitian tersebut Sistem Pengendalian Manajemen yang
diterapkan pada Bank Syariah Mandiri Manado sudah sangat baik hanya saja
akuntansi pertanggungjawabannya kurang begitu efektif. Penelitian Thionardo
(2012) yang berjudul Evaluasi Peran Sistem Pengendalian Manajemen (SPM)
Untuk Meminimalkan Konflik Pada Badan Usaha Keluarga K di Tulungangung
yang dilakukan pada tahun 2012 Sistem Pengendalian Manajemen yang
diterapkan oleh Badan Usaha Keluarga K sudah berhasil meminimalkan
konflik seperti substansive conflict.

TEMUAN-TEMUAN DALAM JURNAL


Perusahaan memiliki sisi kekuatan dari struktur organisasi yang dimiliki.
Struktur fungsional yang dimiliki PT. Hasjrat Abadi Manado begitu kompleks,
yaitu dibuktikan dengan lebih spesifiknya penjabaran jabatan sehingga
pembagian wewenang dan tanggung jawab masing-masing bagian juga jelas.
Kekuatan sistem pengendalian manajemen lain PT. Hasjrat Abadi terletak
pada jejaring organisasi yang terpadu antara perusahaan dengan beberapa
dealer yang ada di Manado. Hubungan berkualitas antara perusahaan dengan
parusahaan leasing akan menjadi kekuatan perusahaan dalam memasarkan
produk mereka. Hal ini yang menjadi keunggulan sistem pengendalian
manajemen perusahaan dari sisi hubungan berkualitas lewat jejaring
organisasi yang terpadu.

EVALUASI PROSES SISTEM PENGENDALIAN MANAJEMEN

1. Perencanaan Strategis
2. Penyusunan Anggaran
3. Pelaksanaan dan Pengukuran Pelaksanaan program
4. Evaluasi dan Proyeksi Pada tahap evaluasi

K E S I M P U L A N H A S I L D A R I A N A L I A S I D A N E VAL U A S I S I S T E M P E N G E N D A L I A N
M A N A J E M E N P T. H A S J R AT A B A D I U N T U K M E N I N G K ATK A N K I N E R J A M A N A J E R P E N J U A L A N
Sistem pengendalian manajemen pada PT.Hasjrat Abadi Manado pada dasarnya sudah baik
karena jelasnya pendelegasian wewenang pada tiap-tiap manajer-manajer maupun divisi
sehingga dapat meningkatkan kinerja manajer penjualan Kerjasama yang terjalin antara
manajer dan bawahan juga terjaga dengan baik sehingga masing-masing mengambil bagian
dalam pengendalian manajemen.
Sistem pengendalian manajemen yang baik dibuktikan juga dengan meningkatnya penjualan
dari tahun ketahun yang membuat perusahaan semakin berkembang sehingga PT. Hasjrat
Abadi cabang Manado merupakan cabang terbesar dilihat dari segi kegiatannya dan menjadi
induk dari hampir seluruh kantor cabang Indonesia bagian timur.
PT. Hasjrat Abadi Manado memberikan wewenang kepada manajer-manajernya untuk
merencanakan strategi-strateginya, pendapatan-pendapatan atau biaya. Akan tetapi untuk
pelaporan hanya ditugaskan kepada bagian admin saja, hal ini yang membuat informasi
akuntansi pertanggungjawaban PT. Hasjrat Abadi manado kurang begitu efektif.
Struktur organisasi PT. Hasjrat Abadi Manado berbentuk unit bisnis dimana ada otoritas dan
tanggung jawab yang jelas antara superior dan sub ordinat. Kepala cabang membawahi kabag
penjualan, kabag administrasi keuangan dan kabag umum yang masing-masing memiliki divisi
yang dipimpin oleh para officer divisi yang dibawah kendali manajer.

KELEBIHAN & KEKURANGAN

Kelebihan pada penelitian ini selain meneliti fenomena yang terjadi juga
memberikan hasil evaluasi kepada perusahaan.
Kekurangannya yaitu penelitian tidak melibatkan variabel-variabel yang
berhubungan dengan fenomena yang dipilih sehingga kesimpulan yang
diberikan masih sederhana.

REVIEW JURNAL PENELITIAN :


INTERAKSI BUDAYA ORGANISASI DENGAN SISTEM
PENGENDALIAN MANAJEMEN TERHADAP KINERJA UNIT
BISNIS INDUSTRI MANUFAKTUR DAN JASA
Fenomena atau isu yang dibahas pada jurnal
Organisasi merupakan suatu unit sosial yang dibentuk untuk mencapai tujuan
tertentu. Sistem pengendalian diperlukan oleh manajemen untuk membantu
memperlancar pencapaian tujuan organisasi tersebut. Sebagaimana Hofstede,
Neuijen & Sanders (1990) menemukan bahwa sistem pengendalian akan
berbeda untuk organisasi yang berbeda terutama ditinjau dari kultur
organisasional (budaya perusahaan) atau lebih tepatnya ia menunjukkan bahwa
perbedaan kultur organisasional dipengaruhi oleh faktor-faktor organisasional.
Minat peneliti dan industri semakin meningkat terhadap peranan budaya
organisasi dalam meningkatkan kinerja organisasi, namun belum ada
kesepakatan yang jelas tentang arti budaya organisasi.


K A J I A N T E O R I ATAU K A J I A N P U S TAK A YAN G D I G U N A K A N
Budaya dapat diklasifikasikan ke dalam berbagai tingkatan, antara lain:
nasional, daerah, gender, generasi, kelas sosial, organisasional atau
perusahaan (Hofstede, 1994 dalam Indriantoro, 2000). Pada tingkat
organisasional, budaya merupakan seperangkat asumsi-asumsi, keyakinankeyakinan, nilai-nilai dan persepsi yang dimiliki para anggota kelompok
dalam suatu organisasi yang membentuk dan mempengaruhi sikap dan
perilaku kelompok yang bersangkutan (Indriantoro, 2000). Sedangkan
menurut Tepeci (2001), budaya organisasi adalah suatu persepsi bersama
yang dianut oleh anggota-anggota organisasi itu; suatu sistem dan makna
bersama.

Rasyid (1998) dalam penelitiannya juga memasukkan faktor budaya sebagai


variabel utama dalam melihat hubungan saling peran antara akuntansi dan
budaya perusahaan di mana akutansi dipraktekan dengan asumsi bahwa
akuntansi sebenarnya adalah sebuah artifek budaya, karenanya tidaklah tepat
memisahkan keduanya dan kemudian memandangnya sebagai variabel-variabel
yang diteliti. Rasyid mencoba menggunakan metode kualitatif interpretif yang
berakar pada symbolic interactionism dengan menggunakan filosofi antropologi
interpertifnya Geertz, berbeda dengan para peneliti akuntansi pada umumnya
yang cenderung menggunakan metode hypothethico-deductive yang berakar
pada filosofi ilmu positivism. Dari hasil penelitiannya ia menemukan bahwa tidak
adanya peran akuntansi di lingkungan perusahaan, akuntansi hanyalah
merupakan aktivitas teknis untuk memenuhi persyaratan go public dari
BAPEPAM.

Dalam penelitian Hofstede et al. (1990) menemukan 6 dimensi budaya


organisasi yang lebih mengacu pada aktivitas manajemen yang
mencerminkan nilai-nilai karyawan, yaitu sebagai berikut:
Orientasi hasil atau orientasi proses.
Orientasi orang (employee) atau orientasi pekerjaan.
Parochial atau professional.
Sistem tertutup atau sistem terbuka,
Kontrol longgar atau kontrol ketat,
Normative atau pragmatis.

TEMUAN-TEMUAN DALAM JURNAL


Hasil uji validitas instrumen sistem pengendalian manajemen dengan
menggunakan korelasi pearson, terutama yang mengukur alat-alat pengendalian
diperoleh dua item pertanyaan yang mempunyai koefisien korelasi yang rendah
yaitu 0.374 dan 0.343 dan tidak signifikan secara statistik (p >0.05).
Budaya tidaklah berperan dalam menentukan alat pengendalian maupun
mekanisme sistem umpan balik, namun berperan dalam meningkatkan
efektivitas evaluasi berdasarkan anggaran terhadap kinerja unit
Hasil temuan di lapangan ini menggambarkan bahwa bila unit bisnis cenderung
mempunyai budaya perusahaan yang berorientasi pada hasil, pekerjaan,
profesional, sistem terbuka, kontrol ketat dan pragmatis, maka penggunaan
atribut (alat pengendalian) dan mekanisme sistem umpan balik bukanlah
tergantung pada budaya perusahaan tersebut, melainkan ditentukan oleh faktor
lainnya, karena budaya perusahaan itu sendiri sudah dianggap sebagai
mekanisme pengendalian.

KELEBIHAN DAN KEKURANGAN


Kelebihan yaitu Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode
penelitian observasi dan survey. Populasi dalam penelitian ini adalah para
manajer tingkat menengah atau manajerial yang membawahi divisi/
departemen unit bisnis atau strategic business unit (SBU)jawaban antar metode
sehingga dapat menganalisa perbedaan yang ada secara langsung terjun di
lapangan.
Kekurangannya yaitu penggunaan instrumen yang mendasarkan pada persepsi
jawaban responden melalui survei dengan kuesioner dapat menimbulkan
masalah jika persepsi responden berbeda dengan keadaan sesungguhnya,
sehingga kesimpulan yang diambil hanya berdasarkan pada data yang
dikumpulkan melalui penggunaan instrumen secara tertulis. Sehingga perlu
pengumpulan data yang lebih bervariatif.