Anda di halaman 1dari 19

ABSES PARU DAN

EMPIEMA

KELOMPOK VI
ANGGOTA
: 1. Sitti Fatimah L.
2. Sri Yulianti
3. St. Hadijah
4. Triana Sulfitri Syah
5. Ummatul Khaerah
6. Waode Ananda
Wulansari

ABSES PARU

Definisi
Abses paru-paru adalah infeksi paruparu, menyebabkan pembengkakan
yang mengandung nanah, nekrotik
pada jaringan paru-paru, dan
pembentukan rongga yang berisi
butiran nekrotik akibat infeksi
mikroba. Pembentukan banyak
abses dapat menyebabkan
pneumonia atau nekrosis paru-paru.

ETIOLOGI
Faktor predisposisi :
-Konsumsi Alkohol
-TB Paru Lama
-Epilepsi
-Aspirasi (infeksi yang timbul melalui
saluran napas)
Menurut Asher dan Beandry kuman
penyebab abses paru terbanyak pada
anak-anak adalah stapillococous aureus

Patofisologi
Dimulai dari suppurasi dan trombosis
pembuluh darah lokal
Pembentukan jaringan granulasi
abses pecah (jaringan nekrosis keluar
bersama batuk.

Manifestasi Klinis
-Panas badan
-Batuk
-produksi sputum/dahak meningkat
-Nyeri dada
-Batuk darah (25% kasus)
-Gejala tambahan lain seperti lelah,
penurunan nafsu makan dan berat
badan.

Diagnosa
Diagnosa harus ditegakkan
berdasarkan :
1. Riwayat penyakit sebelumnya.
2. Hasil pemeriksaan fisik
3. Pemeriksaan laboratorium
4. Gambaran radiologis
5. Bronkoskopi

Komplikasi Dan Prognosa


Beberapa komplikasi yang timbul adalah
:
Empyema
Abses otak
cAtelektasis
Sepsis

EMPIEMA

Definisi
Empiema adalah terkumpulnya cairan
purulen (pus) di dalam rongga pleura.
Hal ini dapat terjadi jika abses paru-paru
meluas sampai rongga pleura.
Pus ini berisi sel sel darah putih yang
berperan untuk melawan agen infeksi (sel
sel polimorfonuklear) dan juga berisi
protein darah yang berperan dalam
pembekuan fibrin.

KLASIFIKASI
-Empiema akut
Terjadi akibat infeksi sekunder dari tempat
lain bukan primer dari pleura.
-Empiema kronik
Terjadi lebih dari 3 bulan.Penderita
mengeluh badannya lemah, kesehatan
penderita tampak mundur, pucat pada jari
tubuh, dada datar, dan ditemukan adanya
tanda cairan pleura.

Empiema Dibagi Menjadi 3 Stadium :


-Stadium 1 (eksudatif)
Terjadi pada hari-hari pertama saat
efusi, terjadi penimbunan cairan pleura
namun masih sedikit.
-Stadium 2 (fibropurulen)
Inflamasi pleura yang meluas dan
bertambahnya kekentalan dan kekeruhan
cairan.
-Stadium 3 (kronik)
Terjadi pembentukan kulit fibrinosa pada
membrane pleura

Etiologi
1. Berasal dari paru :
Abses Paru
Pneumonia
Adanya fistel pada paru
Bronkiektasis
TB
Infeksi fungidal paru
2. Infeksi Diluar Paru
Trauma dari tumor
Pembedahan
Thorakosentesis
Abses hati karena amoeba

3. Bakteri
Staphylococcus Aereus
Streptococcus Pyogenic
Bakteri gram Negatif
Bakteri anaerob

PATOFISIOLOGI
Invasi basil piogeneik ke pleura
peradangan akut
pembentukan
eksudat serous
Sekresi cairan
menuju celah pleura
efusi akan
terbentuk.

Pembentukan empiema terjadi


dalam 3 tahap, yaitu :
Fase eksudatif
Fase fibropurulen
Fase organisasi : Bentuk lokulasi.

MANIFESTASI KLINIS
Menurut Brunner & Suddarth, 2001,
manifestasi klinis epiema yaitu:
Demam
Berkeringat di malam hari
Nyeri pleura
Batuk
Malaise
Dyspnea
Anorexia

Manifestasi

klinis epiema
berdasarkan klasifikasinya:
Empiema Akut (panas tinggi dan nyeri
pada dada pleuritik)
Empiema Kronis (empiema berlangsung
selama lebih dari tiga bulan. Badan
terasa lemas,kesehatan makin
menurun, pucat, clubbing fingers, dada
datar, dan adanya tanda-tandacairan
pleura.

THANKYOU