Anda di halaman 1dari 90

PENYAKIT INFEKSI

KELAMIN
MUTHIA ISNA ANINDITA
20090310226
2015

PENYAKIT MENULAR SEKSUAL


Definisi
Infeksi bakteri atau virus yang ditularkan
melaluai aktivitas seksual

Cara penularan
Seksual
Jarum

suntik
Kelahiran
Manyusui

KLASIFIKASI PMS
PMS

Non
spesifik

Sekret +

Spesifik

UKK +

PMS Spesifik

Gonore
Sifilis
Ulkus Mole
Limfogranuloma Venerum
Granuloma Inguinale

Non Spesifik dengan sekret +

Non Spesifik Uretritis


Trikomoniasis
Candidiasi Genitalis

Non Spesifik dengan UKK +

Molluscum Contangiosum
Herpes simplek genital
Condiloma Acuminata
AIDS

GONORE

Definisi
Suatu

penyakit
menular
seksual
yang
disebabkan
oleh
Neisseria
gonorrhoae
(gonokokus) yaitu kuman gram negatif
berbentu diplokokus seperti biji kopi.

Penularan
Melalui

kontak

seksual

dengan

gonore
Masa tunas antara 2-5 hari (1-14 hari)

penderita

Gejala Klinis
Pada

Keluhan sakit waktu kencing (disuria)


Oedem (ektropion uretra) dan eritematous pada orifisium
uretra
Sekret uretra yang purulen
Uretritis GO > 2 bulan gejala lebih ringan, sekret sedikit
purulen pada bangun tidur pagi hari di OUE (ecoulement)
Pada homoseksual : dapat terjadi infeksi rektum dan duh di
anal dan nyeri di anal/perianal

Pada

pria

wanita

Sering asimptomatik, sering menjadi laten (asymptomatic


female carrier of gonococcus)
Dapat terjadi keputihan warna mukopurulen (servisitis),
disuria, dan nyeri pelvis

Pemeriksaan Laboratorium
langsung : pewarnaan gram kuman
diplococcus gram negatif bentuk biji kopi di
intra dan ekstraseluler
Percobaan dua gelas (tes Thomson)
Kultur
Tes definitif
Sediaan

Tes oksidasi
Tes fermentasi
Tes beta laktamase : + perubahan warna kuning ke
merah

Diagnosis
Anamnesa

adanya coitus suspectus, fellatio atau

cunilingus
Gejala klinis
Pemerikasaan laboratorium +

Diagnosis Banding
Infeksi

genital non spesifik


Trikomoniasis
Kandidosis vulvovaginalis
Vaginosis bakterial

Penatalaksanaan
Nonmedikamentosa

Periksa dan obati pasangan seksual tetap


Anjurkan abstinensia sampai terbukti sembuh secara
laboratoris
Kunjungan ulang hari ke3 dan ke8
Konseling

Medikamentosa

Amoxicillin 3 gr SD (aman untuk wanita hamil)


Ampicillin 3,5 gr SD
Ciprofloxacin 500mg SD
Thiampenicol 2,5 3,5 gr SD
Kanamycin inj 1-2 gr

Bila dicurigai infeksi campuran dengan klamidia


dapat ditambah :
Erytromicin 4 x 500mg oral selama 7 hari
Doxycicline 2 x 100mg selama 7 hari
Gonore dengan komplikasi
Cefixime 400mg oral selama 5 hari
Levofloksasin 500 mg oral selama 5 hari
Tiamphenicol 3,5 gr oral selama 5 hari
Kanamisin 2 gr inj IM 3 hari
Ceftriaxon 250 mg inj IM 3 hari

Komplikasi
Lokal

Sistemik

Uretritis

Artritis

Parauretritis

Tendovaginitis

Bartholitis

Flebitis

Vulvovaginitis

Neuritis

Cervicitis

Endokarditis

Endometritis
gonoroika
Adnexitis

Miositis

Prokitis gonoroika

Stomatitis

Konjungtivitis

SIFILIS

Definisi
Penyakit

infeksi kronik dan sistemik


yang disebabkan oleh Treponema
Pallidum

Sinonim
Lues

venerea, lues, raja singa

Stadium I
Stadium II
St. Dini Menular
Stadium Laten Dini
Stadium Relaps

S. Akuisita

Stadium Laten Lanjut


St. Lanjut Tak
Menular

SIFILIS

Stadium III
Stadium IV
Stadium Dini

S. Kongenital

Stadium Lanjut
Sifilis Stigmata

Gejala Klinis
Sifilis akuisita dini
Stadium

I (1-3 bulan) / sifilis primer

Terdapat ulkus durum yang mempunyai sifat :


Soliter
Dasar ulkus bersih dan berwarna merah
Bulat dan tepi teratur
Tepi ulkus teraba keras (indurasi)
Tidak nyeri (indolen)
Lokasi ulkus : pria biasanya pada preputium, ulkus koronarius,
batang penis dan skrotum ; wanita pada labium mayora dan
minora, klitoris dan serviks ; ekstragenital pada anus, rektum,
mulut, jari dan payudara
Syphilis demblee : tidak ada afek primer, kuman masuk di
jaringan yg dalam, lewat transfusi / suntikan
Pembesaran KGB regional

Stadium

II (3-6 bulan) / sifilis sekunder

6- 8 minggu sejak stadium I


The great immitator : UKK menyerupai penyakit kulit
lain
Terdapat lesi polimorf
Mouse eaten alopesia
Leukoderma coli sifilitika
Psoriasiformis eruptikum sifilitika
Roseole sifilitika
Corona venerik
Condyloma lata
Disertai gejala konstitusi

Stadium

laten dini ( 6-9 bulan)

tidak ada gejala klinis dan kelainan, tetapi infeksi


aktif
Tes serologik darah (+), tes cairan serebrospinal Tes yang dianjurkan adalah VDRL dan TPHA

Stadium

relaps (>9bulan)

Terjadi pada sifilis yang tidak diobati atau


pengobatan tidak adekuat
Dapat terjadi relaps klinik dan relaps serologik
Bentuk relaps umumnya pada stadium II
Monorecidive : relaps pada tempat afek primer

Sifilis Akuisita Lanjut


Stadium laten lanjut (2-3 tahun)
Tidak menular
Diagnosis dengan pemeriksaan serologik

Stadium

III (3-10 tahun) / sifilis tersier

Terjadi 3 10 tahun setelah stadium I


Terdapat guma :kerusakan kulit kronis, destruktif
dengan penyebaran serpiginosa . Dapat berkembang
menjadi ulkus
Terdapat
nodus : lebih superficial dan kecil,
cenderung bergerombol, merah kecoklatan

Stadium IV (neurosifilis dan kardiosifilis)

Neurosifilis, macam

Neurosifilis asimtomatik
Sifilis meningovaskular / sifilis serebrospinalis :
meningitis, meningomielitis
Sifilis parenkim : tabes dorsalis dan demensia
paralitika
Guma

Sifilis kardiovaskuler : aortritis

Sifilis Kongenital Dini

UKK BBL : bula bergerombol, simetrik pada telapak


tangan dan kaki, kadang di badan pemfigus sifilitika
UKK Bayi umu2 2 minggu : papulo-squamosa yang
simetris dan generalisata dan teratur, regade pada
sudut mulut, lubang hidung anus
Teradapata Plaques muqueuses dan onikiasifilitika :
kuku terlepas akibat papul dibawahnya
Gangguan hepar, lien, ren, tulang (pseudo paralisis
parrot), otak
Syphilitic snuffles rhinitis karena sifilis

Sifilis Kongenital Lanjut

Umur : 7-15 tahun, khas : guma pada hidung dan mulut


Sabre tibia : periostitis sifilitika
Keratitis intertisial pada 3 30 tahun
Terdapat Cluttons joints : pembengkakan yang nyeri + efusi
Neurosifilis dapat terjadi

Sifilis Stigmata
Trias Hutchinson :

Mata : keratitis intertisialis

Telinga : nerve deafness (N VIII)

Gigi : gigi Hutchinson


Hidung : sadle nose
Bibir : Rhagade
Dagu : buldogjaw

Pemeriksaan Penunjang
Mikroskopis medan gelap : Treponema pallidum
berwarna putih dan memutar terhadap sumbunya
Tes serologik sifilis
Tes kompleman (fiksasi) : Wasserman (WR), Kolmer
Tes flokulasi VDRL (Veneral Disease Research
Laboratories), Kahn, RPR (Rapid Plasma Reagen),
ART (Autometed Reagin Test) dan RST (Reagin Screen
Test)
St. I 2-4 minggu (+) : ; St. II lanjut 1/64
Test komplemen masih dipakai untuk sifilis
kongenital
bayi 0-3 bulan : WR (+), VDRL (+) 3-6 bulan

Tes Hemoglutinasi : TPHA (Treponemal pallidum


Haemoglutination Assay), IgS IgM SPHA (Solid-phase
Hemabsorption Assay)

Tatalaksana Sifilis
SIFILIS DINI
Intra Vena :

PPG (Prokain Penisilin G) 600.000 / hari selama 10 hari


BPG (Benzatin Penisilin G) 2,4 juta unit 1x/minggu

Per Oral :

Eritromisin 4 x 500 mg/hari selama 15 hari atau


Tetraciclin 4 x 500mg/hari selama 15 hari

SIFILIS LANJUT
Intra Vena :

PPG (Prokain Penisilin G) 600.000 / hari selama 20 hari


BPG (Benzatin Penisilin G) 2,4 juta unit 1x/minggu selama 3
minggu

Per Oral :

Eritromisin 4 x 500 mg/hari selama 30 hari atau


Tetraciclin 4 x 500mg/hari selama 30 hari

ULKUS MOLE

Sinonim

Soft chancre, chancroid, soft sore


Definisi
Ulkus Mole adalah penyakit infeksi pada alat
kelamin yang akut, setempat, disebabkan oleh
Streptobacilus ducreyi (Haemophilus ducreyi)

Gejala klinis
Masa inkubasi 1-14 hari
UKK berupa papul, menjadi vesiko pustul dan pecah
menjadi ulkus
Karakteristik ulkus mole

Multipel

Tepi ireguler

Dasar ulkus kotor

Tak ada indurasi

Nyeri pada perabaan


Predileksi :

Laki-laki : permukaan mukosa preputium, sulkus


coronarius, frenulum penis dan batang penis

Wanita : labia, klitoris, vestibuli anus dan servik

Ekstragenital : lidah, jari tangan, bibir, payudara,


umbilikus dan konjungtiva

Bentuk ulkus mole

Ulkus mole folikularis


Dwart cahncroid
Transient chancroid (chancre mu valent)
Papular chancroid
Giant chancroid
Phagedenic chancroid
Tipe serpiginosa

Pemeriksaan penunjang

Pemeriksaan sediaan hapus : pemeriksaan Gram :


basil berkelompok / berderet seperti rantai
Biakan Kuman
Teknik imunofluoresens untuk menemukan antibodi
Ito Reeinstierna
Biopsi

Diagnosis Banding
Herpes

Genitalis
Sifilis stadium I
Limfogranuloma Venerum
Granuloma Inguinale

Tatalaksana

Sulfonamida : Sulatiazol, sulfadiazin, sulfadimidin :


dosis awal 2-4 gram dilanjutkan 1 gram/4 jam
sampai sembuh sempurna (10-14 hari)
Kotrimoksazol forte PO 2 x 1 tablet selama 2 minggu
Streptomisin 1 gram/hari selama 7-14 hari
Tetrasiklin dan oksitetrasiklin 4 x 500mg/hari selama
10-20 hari
Kanamisin 2 x 500 mg selama 6-14 hari
Eritromisin 4 x 500mg / hari selama 7 hari
Kuinolon : Ofloksasin single dose 400mg

LIMFOGRANULOMA VENEREUM

Sinonim

Lymphogranulomata venerea, lymphopathia


venerium, NICOLAS-FAVRE, lymphogranuloma
tropicum, lymphogranuloma inguinale, climatic
bubo, Esthiomene

Definisi
Penyakit
venerik
yang
disebabkan
olehChlamydia limfogranulomatis

Gejala Klinis
Masa

tunas 1 4 minggu
Bentuk klinis

Bentuk dini :
Afek

primer
Sindrom genital

Bentuk lanjut :
Sindrom

genital
Sindrom anorektal
Sindrom uretral

Bentuk

dini

Afek primer
Pria : sulkus coronarius,
Wanita : vagina dalam dan serviks.
UKK : tak khas dan tak nyeri, erosi, papul miliar,
vesikel, pustul, dan ulkus. Umumnya soliter dan cepat
hilang

Sindrom inguinale
Kelenjar yang terserang : limfe inguinal media
Terdapat stigma of groove : penjalaran ke limfe fossa
iliaka, disebut bubo bertingkat/etage bubonen

Bentuk lanjut
Sindrom genital
Sindrom inguinal tak diobati, jaringan firbrosis di inguinal
media terjadi bendungan limfe edem elefantiasis
Pria : penis dan skrotum
Wanita : kliroris dan labia
Sindrom anorektal
Pria : karena hubungan genito-anal
Wanita : hubungan gentioanal atau afek primer di 2/3
vagina atas dan serviks
Terdapat imfadenitis dan abses
Sindrom uretral
Jika infiltrat di uretra posterior
Terdapat Fish mouth uretra , penis melengkung seperti
pedang Turki

Pemeriksaan penunjang
Peningkatan IgA dan LED
Tes Frei 0,1 cc antigen frei disuntikkan ke lengan
bawah pasien. Jika infiltrat diameter 0,5cm atau lebih
(+)
Tes Frei terbalik antigen diambil dari tersangka LGV,
lalu disuntikkan ke penderita LGV. Jika positif, tersangka
berarti menderita LGV
Diagnosis Banding
Skrofuloderma
Limfadenitis piogenik
Limfadenitis karna ulkus mole
Limfoma maligna
Hernia Inguinalis

Penatalaksanaan

Kotrimoksazol (400mg sulfametoksazol dan 80mg


trimetropin) : septrin, bactrim : 2x2 tablet / hari
diberikan terus menerus sampai sembuh
Sulfa 3x1 gram/hari
Tetrasiklin 3x500mg/hari
Lokal abses telah memecah kompres terbuka
permanganas kalikus 1/5.000
Partner seksual juga diobati

GRANULOMA INGUINALE

Sinonim

Ulcerating granuloma of pudenda, sclerosing


granuloma, granulomatosis, granuloma venereum,
granuloma Donovani, donovanosis

Definisi

proses granulomatosa yang biasanya mengenai


daerah anogenital dan inguinal disebabkan
Calymatobacterium granulomatis = Donovania
granulomatis

Gejala klinis

Masa inkubasi 8-80 hari


Predileksi : genitalia eksterna, lipat paha atau
perineum
UKK : papul / vesikel tak nyeri menjadi ulkus
granulomatosa bentuk bulat, menimbul seperti
beludru, mudah berdarah
Pseudobubo : pembengkakan di inguinal, massa
induratif , pecah menjadi ulkus
Tipe klinis : nodular, ulserovegetatif, hipertrofik,
sikatrisial

Diagnosis

Riwayat penyakit
Gambaran klinis
Hapusan jaringan / tissue smear : jaringan granulasi
tipis, dari lesi yang dalam (menggunakan skalpel)
warnai dengan Gram/Wright Leishman
Biakan jaringan dengan telur

Diagnosis Banding
Sifilis
LGV

dini, terutama kondiloma lata

Penatalaksanaan

Amphisilin 4x500mg/hari 20 hari


Streptomisin IM : 1 gr/hari 20 hari atau 2x1gr atau
4x1gr/hari 5 hari
Tetrasiklin 4 x 500mg/hari 10-20 hari
Kloramfenikol IM : 4 gram/suntikan/2-3 hari 1x.
Efek toksik (+)
Eritrosinin 4 x 500 mg/hari selama 2-3 minggu
Gentamisin IM 1mg/kgBB 3x1 hari
Linkomisin 4x500mg/hari selama 14 hari
Kotrimoksazol 2x2 tablet/hari selama 2 minggu

NON SPESIFIK URETRITIS

Definisi

penyakit yang ditularkan melalui hubungan


kelamin, yang ditandai dengan peradangan pada
uretra, tapi tidak ditemukan adanya kuman
patogen sebagai penyebabnya

Etiologi
Chlamydia

trachomatis
Ureplasma urealyticum
Corynebacterium vaginale,

Gejala Klinis
Pria

: kadang sekret purulen +, hematuria, sekret


encer terutama keluar dari uretra pagi hari
(ecoulement)
Wanita : asimptomatik, jika servik radang kadang
keluar lendir atau darah

Diagnosis
Gejala

klinis dan hasi laboratorium (lihat tabel)

Penatalaksanaan

50-70% sembuh tanpa pengibatan dalam 3 bualan


Tetrasiklin 4 x 250mg/ hari selama 2 minggu
Oksitetrasiklin 4 x 250mg/hari selama 2 minggu
Minosiklin dosis awal 200mg, dilanjutkan 2 x 100 mg/hari
selama 2 minggu
Doksisiklin dosis awal 200mg, dilanjutkan 2 x 100mg/hari
selama 2 minggu
Eritromisin tak tahan tetrasiklin / wanita hanil 4x
250mg/hari selama 2 minggu
Rifampisin 600 mg, 30 menit sebelum sarapan selama 6 hari
Co-trimoksasol 2 x 2 tablet/hari selama 6 hari
Pengobatan pada pasangan seksual

Alur penatalaksanaan GO dan NSU

TRIKOMONIASIS VAGINALIS

Definisi

infeksi saluran urogenital bagian bawah pada


wanita ataupun pria, akut maupun kronis,
disebabkan oleh Trichomonas vaginalis dan
penularannya melalui hubungan seksual

Patogenesis
Masa

tunas 4 hari 3 minggu


Menginvasi jaringan epitel dan subepitel dinding
urogenital menyebabkan infeksi

Gejala klinis
Wanita

Pria

Yang diserang : dinding


vagina

Uretra, prostat, kadangkadang preputium, vesikula


seminalis, dan epididimis

Akut sekret vagina


seropurulent, warna
kekuningan, kuning-hijau,
bau (maladorus), berbusa

Akut : sekret mukopurulent


atau mukoid, disuria,
poliuria, urin jernih kadang
tampak ada benang-benang

Dinding vagina kemerahan


+ edem, Strawberry
appearence

Kronis : tak khas, gatal


pada uretra, disuria dan
urin keruh di pagi hari

Diagnosis

Pemeriksaan langsung dengan mikroskopis sediaan


basah
Pengecatan dengan Giemsa, akridin oranye,
Leishman, Gram dan Papanicolau
Pembiakan dengan media modifikasi diamond : In
Pouch TV

Penatalaksanaan
Pasangan

seksual juga diobati dan tidak melakukan


senggama selama pengobatan berlangsung
Bahan cairan irigas hidrogen peroksida 1-2 % atau
larutan asam laktat 4%
Bahan supositoria, bubuk trikomoniasidal
Gel dan krim yang berisi zat trikomoniasidal
Metronidazole 2 gram SD or 3x500mg/harim7 hari
Nimorazole SD 2 gram
Tinidazol SD 2 gram
Omidazol SD 1,5 gram

CANDIDIASIS VAGINALIS

Definisi

infeksi jamur Candida albicans pada genitalia

Faktor resiko

Masa aktif seksual


Penyakit DM, anemia pernisiosa
Penggunaan obat-obatan antibiotik
sprektum luas, kortikosteroid, dan obatobatan immunosupresif

Gejala klinis
Pria

Balanopostitis dengan panas dan gatal pada glans


penis dan preputium
UKK : eritematous pada glans penis, vesikel, ulserasi
superficial, dan pseudomembran adheren

Wanita

Gatal, nyeri dan panas pada mukosa vulva dan


vagina
Inspekulo : mukosa vagina tertutup pseudomembran
berwarna putih seperti keju, jika diangkat tampak
bercak hemoragik
Peradangan dan erosif pada serviks

Diagnosis
Gejala

klinis dan laboratorium


Mikrobiologi : mikroskopis memakai kerokan kulit dan
KOH 10-20% atau pengecetan gram
Histologi : dengan pewarnaan HE atau PAS
Imunologi : melihat reaksi kulit dengan bahan
oidiomycin atau candidiasis

Penatalaksanaan
Jaga

kebersihan
Golongan
polien
antimikotik
(menyebabkan
perubahan permeabilitas membran protoplasma),
ex : amfoteresin B, natamisin
Derivat iminazol
Klotrinazol (Canesten ) Dosis : satu pessarium
1x/hari selama 6 hari atau 2x/hari selama 3 hari
Mikonazol (Daktarin) antijamur dan bakteri
Gram positif. Dosis satu pesarium dimasukkan
2x/hari selama 7 hari
ekonazol Dosis : 1 supositoria vaginal gynopevaryl

MOLUSCUM CONTANGIOSUM

Definisi

suatu lesi yang terjadi pada kulit yang merupakan


tumor kecil/papul akibat infesi virus DNA yang
morfologinya menyerupai pox-virus grup yang
predisposisinya adalah manusia dan kera

Patofisiologi
Menular

melalui kontak langsung maupun tidak


langsung
Masa inkubasi 2 minggu 2 bulan

Gejala klinis
Umumnya

asimptomatik
Predileksi : Anak pada wajah, tubuh, perut,
elstremitas, konjungtiva. Dewasa pada tempat kontak
seksual: pubis, penis, labia, skrotum, perineum.
Semua bagian tubuh bisa terkena kecuali telapak
tangan dan telapak kaki
UKK : papul lunak, siameter 1-5mm a/d 1,5cm,
terpisah pisah, warna kulit putih / mutiara, kadang
merah jambu, kadang abu, berkilat menonjol, terlihat
seperti lilin pada bagian tengah membentuk cekungan
menyerupai pusat (umbilication). Distribusi dapat
satu-satu atau multipel

Pemeriksaan Penunjang

Mikroskopis : pewarnaan wright, giemsa, gram dari


papul : terdapat badan moluskum bentuk telur, dinding
licin homogen

Diagnosis banding

Lichen planus
Veruka vulgaris
Chicken pox
Furunkel
Kerato-achantoma

Penatalaksanaan

Manual

enukleasi,
mengeluarkan
moluskum body. Dasar lesi dioles iodin atau
antibiotik
Chemis TCAA 25%, nitrogen cair (liquid
nitrogen spray), CO2 snow
Elektrik electrocautery

HERPES GENITALIS

Definisi

infeksi akut pada genitalia dengan gejala khas berupa vesikel


yang berkelompok pada dasar yang eritem dan bersifat
rekuren disebabkan Herpes simplex virus (HSV) tipe 1 atau
tipe 2

Patogenesis
Inkubasi

2 5 hari
Virus masuk infeksi antibodi belum terbentuk lesi
virus masuk ke serabut syaraf regional (gangglion
sakralis) berdiam diri laten reaktivasi jika ada
trigger
Penularan : hubungan seksual atau benda

Gejala klinis
Rasa

terbakar, gatal pada daerah lesi beberapa jam


sebelum timbul lesi + dan terdapat gejala konstitusi
Predileksi : Pria : preputium, glans penis, corpus penis,
daerah anal. Wanita : labia, klitoris, interoitus
UKK : vesikel berkelompok disekitar daerah yang
eritem dan rekuren pecah erosi infeksi
sekunder sembuh dengan jaringan parut

Diagnosis
Gejala

klinis
Mikroskopis medan gelap
Tzank test badan inklusi dengan pengecatan Giemsa
Biakan virus
Serologi ; menentukan jenis antibodi

Penatalaksanaan
Povidon

Iodin
Idoksuridin (IDU)
Sitosin arabinosida / cytarabine
Adenin arabinosida . Vidarabine
Asiklovir oral : 5x200 mg/hari selama 10 hari .
Infeksi rekuren : 3-4x200 mg/hari minimal 1 tahun
Valasiklofir : 2x500-1000mg/hari
Famsiklofir : 3x500mg/hari selama 5 hari. Infeksi
rekuren : 3x500mg selama 5 hari
Pada kehamilan dengan gejala berat asiklovir oral
5x200mg/hari selama 7-10 hari. Persalinan dengan
perabdominal

CONDILOMA ACUMINATA

Sinonim

Kutil kelamin, genital warts

Definisi

pertumbuhan yang bersifat jinak, superfisial, yang


disebabkan oleh virus golongan paposa, yang
biasanya pada daerah anus dan genital laki-laki
maupun wanita

Gejala klinis
Predileksi : Pria pada bagian dalam
preputium, sulkus koronarius, glans penis,
muara uretra dan perineum. Wanita pada
interoitus vagina posterior, labia minor,
klitoris dan labia major
Bentuk Kondiloma :

Hiperplastik
Kutil kulit biasa
Flat kondiloma
Sessile
Giant kondiloma

Gejala klinis
Kondiloma

proliferatif / hiperplasi
UKK : tonjolan kecil yang tersebar dan menggerombol
massa hiperplastik besar mulai dari jarum pentul
bola tenis
Permukaan berbenjol-benjol menyerupai kembang kol
atau menyerupai jengger ayam dan bau busuk
erosi, warna kemerahan, kuning coklat, atau keputihan,
mengeluarkan sekret
Kondiloma yang tidak dapat dibedakan dengan veruka
vulgaris
Menonjol di permukaan kulit dengan diameter 0,2-0,5cm,
batas tegas warna coklat kehijauan
Permukaan tak rata, berbenjol menyerupai buah chery

Kondiloma bentuk sessile

Kondiloma yang rata / flat kondiloma

sebesar kacang hijau, permukaan agak rata, warna


merah coklat, perabaan keras

terdapat pada serviks, tampak bintuk-bintik putih,


sulit dibedakan dengan lesi intraepitelial

Giant kondiloma / tumor Busche-Loewenstein

Pertumbuhan sangat cepat


Massa sepeti kembang kol

Penatalaksanaan

Podofilin tinctura benzoat.


Toksik pada bumil.
cara : tutul kondiloma dengan lidi, diamkan sampai
kering, tutup dengan selapis kasa/bedak 4-6 jam
kemudia, cuci dengan air sabun. Dilakukan
2x/minggu
Krem 5-fluorourasil (salep 5%) pakai sebelum tidur,
oleskan dengan lidi, tidak usah ditutup. Cuci jika
ada iritasi
Elektrosurgery jika diameter 1-2cm atau memakai
pengobatan tak berhasil
Cryosurgery untuk kondiloma yang sulit diterapi
konservatif

ACQUIRED IMMUNE DEFICIENCY


SYDROME (AIDS)

Definisi

Sindrom kehilangan kekebalan tubuh adalah


sekumpulan gejala penyakit yang menyerang tubuh
manusia sesudah sistem kekebalannya dirusak oleh
virus HIV (Lymphadenopathy Associated Virus (LAV
atau Human T-Cell Limphocyte Virus III (HTLV-III)
yang juga disebut Human T-Cell Lymphotropic Virus
(retrovirus))
Cara

penularan
Darah
Cairan tubuh dan hubungan seksual

Patogenesis
HIV menginfeksi imun sel CD4 destruksi sel.
Virus menguasai sistem imun. Bila sel CD4 turun
dibawah 100/l, infeksi oportunistik dan
keganasan meningkat
Tingkat klinis HIV

Tingkat

klinis
Tingkat klinis
Tingkat klinis
Tingkat klinis

I / asimptomatik
II / dini
III / menengah
IV / lanjut

Tingkat klinis I / asimptomatik


Tanpa gejala sama sekali
Limfadenopati generalisata persisten (LPG)
Kelainan belum ditemukan
Tingkat klinis II / dini
Penurunan BB < 10%
Kelaianan mulut dan kulit yang ringan : ulkus mulut
berulang
Herpes zooster timbul pada 5 tahun terakhir
ISPA berulang , sinusitis
Aktifitas masih normal

Tingkat klinis III / menengah


Penurunan BB > 10%
Diare kronik tanpa diketahui penyebabnya
Demam >1 bulan hilang timbul, terus menerus tanpa
diketahui penyebabnya
Kandidosis mulut
Bercak putih berambut dimulut (Hairy leukoplakia)
Tuberkulosis paru setahun terakhir
Infeksi bakterial berat , pneumonia

Tingkat klinis IV / lanjut


HIV wasting syndrom (BB > 10%, diare kronik tanpa
penyebab, kelemahan kronik, demam > 1 bulan tanpa
diketahui sebabnya)
Pneumocystis carinii (PCP)
Toksoplasmosis otak
Kriptokokosis dengan diare >1 bln
Infeksi CMV, Infeksi herpes > 1 bulan
Mikosis apa saja, Kandidosis esofagus, trakea, bronkus,
paru
Mikobakteriosis atipik diseminata
Septikemia Salmonela non tifoid
Tuberkulosis ekstra paru
Limfoma, Sarkoma kapopsi
Ensefalopati HIV

Pemeriksaan penunjang
Pemeriksaan

anti-HIV 12 minggu sejak infeksi. Jika


hasil non reaktif tetapi klinis diduga menderita HIV,
lanjutkan dengan pemeriksaan Western blot

Penatalaksanaan
Zidovudin

(AZT) 500-600 mg sehari PO


Lamivudin (3TC) 150mg sehari 2x
Neviropin 200mg sehari selama 14 hari, dilanjut 200mg
sehari dua kali

TERIMA KASIH