Anda di halaman 1dari 54

CURRICULUM VITAE

DATA PRIBADI

Nama
Tempat/tanggal lahir
Pekerjaan
Instansi
Agama
ALAMAT`
HP
E-MAIL

: Bahtiar Husain, dr, Sp.P, MH.Kes


: Parepare, 7 April 1963
: Dokter PARU di RS PARU FIRDAUS
: KEMENKUM- HAM
: Islam
: Jl. Siak No. 14, Kompleks Bea Cukai, Jakarta Utara

: 081319812424
: tiar63@yahoo.co.id / bahtiarhusain63@.gmail.com

PENDIDIKAN UMUM

SMA Negeri I Parepere 1983, Sulawesi Selatan


S1 : Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin, Makassar 1991
S2 : Fakultas Hukum Kesehatan , UNHAS 2009

PENDIDIKAN SPESIALIS

Fakultas Kedokteran bagian Pulmonologi, Universitas Indonesia 2004

ORGANISASI

Ketua Lembaga Advokasi Kedokteran Indonesia ( LAKI)


Ketua Perhimpunan Pemerhati Hukum Kesehatan Indonesia ( P2HKI )
Anggota Majelis Kehormatan Etika Kedokteran Indonesia (MKEK) PB IDI 2015-2018
Ketua Etik dan Hukum Perhimpunan Dokter Paru Indonesia, PDPI 2015 -2018
Presidium Forum Ikatan Alumni Fakultas Kedokteran Seluruh Indonesia ( FIAKSI )
Member of Council President World Association Medical Law ( WAML )

Penegakan kaidah dasar


Bio(Etik) Islam
dalam praktek Kedokteran
BIOETIK
Dr. Bahtiar Husain, Sp.P
FK-UMJ,
22 JUNI 2016, Jakarta

Tujuan pendidikan:
- Menjadikan calon dokter menjadi dokter yang
terpuji, yang menerapkan etika Islam dalam
menjalankan profesinya.
- Mampu menerapkan prinsip-prinsip bioetika yang
sesuai dengan tuntutan masyarakat Indonesia ke
dalam kurikulum berbasis kompetensi.
- Mampu mengambil keputusan etis secara islami
dalam situasi yang conflicting, sesuai dengan
moral dan tuntunan agama Islam.

OUTLOOK

Mengapa jadi dokter?


Citra Dokter,Gambaran praktek Kedokteran
Dasar etik Kedokteran Islam
Pembentukan norma
Pengertian Etika dan moral
Dokter profesi mulia
BioEtik
Malpraktek
Kesimpulan

Mengapa jadi dokter ?


Kedokteran bukan hanya pekerjaan tapi lebih
kepada pengabdian.
Keberadaan dokter amat dihormati
dimasyarakat karena jiwa pengabdiannya.
Niat dasar dokter, selalu menolong dan
meringankan penderitaan pasien tanpa pamrih
Dokter dalam berpraktek amat teguh
memegang ETIKA.

KONDISI PRAKTEK
KEDOKTERAN

Dokter melanggar etik dan disiplin


Dokter kontrak (farmasi)
Monitoring tidak jelas / sukar.
Praktek abortus terang-terangan.
Tarif konsul / tindakan tidak rasional.
Dgn BPJS, kwalitas layanan menurun
karena didasarkan pada budget.

KONDISI PRAKTEK KEDOKTERAN

Malpraktek, persepsi & tuntutan masyarakat berubah


Kompetisi yang kurang sehat antar dokter (monopoli
dokter di satu rumah sakit). Mendorong lahirnya FIAKSI
( Forum Ikatan Alumni FK se Indonesia)
Ciri Profesi belum kokoh karena belum ada ciri dan atau
kemampuan otonomi profesi (self disciplining , self
governing)

Pelanggaran etik dan disiplin


Banyak profesional berpraktek tanpa
kompetensi yang memadai
Banyak profesional berpraktek di luar bidang
kewenangannya
Banyak non-profesional berpraktek (perawat ,
dokter palsu , ahli pengobatan , pengobat
tradisional)
Perlindungan masyarakat dipertanyakan
Institusi kesehatan dirasakan seperti lorong
gelap oleh pasien

CITRA PROFESI DOKTER

Mahal komersiil
Paternalistik
Materialistik ???
Egois, mau enaknya sendiri
Arogansi profesi ( Paling .)
Penipisan etika (lunturnya hati nurani)
Mutu profesi / layanan rendah
Kompetensi rendah Luar negeri
Wajib dicurigai (kolusi dgn farmasi)
Kebal tuntutan hukum (MKEK ??)

Etika Kedokteran Islam


Yang paling mendasar adalah sumber etika
kedokteran Islam adalah Alquran dan Hadis.
Dari dulu sampai sekarang, tatanan etika
Kedokteran Islam tidak pernah berubah
sebagaimana Etik Kedokteran Kontemporer
yang berubah sesuai dengan zaman

Pemahaman Etika Kedokteran


Islam
Dokter muslim menyadari sepenuhnya kalau ia
hanya hamba Allah.
Kemampuan mengobati pasien karena izin
Allah
Tidak sombong, melaksananakan profesinya
karena Allah
Penyembuhan pasien dari Allah, dokter hanya
sebagai perantara dengan menerapkan ilmu
Allah

Aturan dan hukum


islam
The Holy Book
(Hadith), words or
actions of the
prophet
(Ijma) of the Clerics
(Ijtihad) personal
study

Quran
Sunnah
Consensu
s
Wisdom

Spiritu
al
Care

Religion

Muslim
Patient

Values

Belief
s

Permitted
Autopsy: if for medically or by law indicated.
Reconstructive Surgery (post mastectomy).
Do Not Resuscitate order: when the treatment
becomes futile.
Withdrawal or withheld therapy is permitted in
brain death.
Genetic Engineering: to alter or cure diseased
genes.
Abortion: pregnancy that risk the mothers health,
physically or mentally.

Forbidden

15

Surrogacy Uterus: Surrogacy involving a third person


is not permissible. (even if the woman involved is
another wife of the husband).
Sex: Oral sex, homosexual and gay/lesbian relation,
prostitution and sex outside marriage.
Cosmetic surgery: Changing the creation of Allah.
Food: not Halal meat, of pork or dead animal/bird.
Drink: alcohol.
Others: Gambling and drugs.

Forbidden
Surgical contraception: (Sterilization: Vasectomy &
tubal ligation). Permitted for mentally sick or when
another pregnancy risks mothers life.
Sperm or ova donation.
Fetal Sex Determination.
Elective abortion in a healthy mother.
Human milk bank.
Human cloning (permitted for tissues and organs).

PEMBENTUKAN NORMA
Dalam bermasyarakat, terdapat interaksi antara satu
warga dengan warga lain
Orang akan menilai suatu perbuatan tertentu adalah
perbuatan yang baik atau tidak
Bila kebanyakan orang sudah memiliki penilaian yg
sama maka terjadilah suatu nilai

PEMBENTUKAN NORMA
Masyarakat kemudian menggunakan nilai tersebut
dalam kehidupan sehari-hari, mengajarkannya kepada
anaknya, sehingga menjadi kebiasaan
Kebiasaan yg sudah diterima secara umum (kadang
memiliki sanksi bila dilanggar) akan dianggap sebagai
suatu norma
Norma tersebut dapat berupa perintah, dapat pula
berupa larangan dan anjuran

Pengertian Etika dan Moral


ETIKA

MORAL
Latin
Morales, mos, moris,
adat, istiadat,kebiasaan,
cara, tingkah laku
Tabiat, watak, akhlak,
cara hidup

Yunani

Ethicos, ethosadat kebiasaan,


praktek

Hati nurani & penilaian (judgment)


Kegiatan praktis seseorang

Moral - Etika Asas Aturan - Kode Etik Profesi


1

Ajaran
Ajaran
Moral

Moral

Moral

Falsafah
Moral

Teori2
etika

Ajaran tentang bagaimana manusia harus


hidup dan bertindak menjadi manusia yang
baik
Sistem nilai tentang perbuatan manusia yang
dianggap baik/ buruk, benar / salah, pantas /
tidak pantas
Mencari penjelasan , mengapa perbuatan
tertentu dinilai baik/ buruk, benar/salah,
pantas /tidak pantas
Kerangka berpikir yang disusun oleh filsuf
tertentu-untuk memberi pembenaran,
mengapa suatu perbuatan dinilai baik dari
pendekatan moral

Moral - Etika Asas Aturan - Kode Etik Profesi


5

Ajaran2
Asas
Moral

etika

Aturan2
etika
Kode Etik
Profesi

Asas-asas yang diturunkan dari teori-teori


etika sebagai kaidah-kaidah dasar moral bagi
manusia

Seperangkat norma atau pedoman untuk


mengukur perbuatan, berupa aturan dan
larangan yang didasarkan pada asas asas
etika
Seperangkat aturan etika yang khusus
berlaku untuk semua anggota asosiasi
profesi tertentu, sebagai konsensus bersama,
yang memuat aturan dan larangan yang wajib
di taati oleh semua anggota dalam
menjalankan profesi

Dokter profesi mulia


Didasari, NIAT yang tdk pernah berubah;
memberi pelayanan terbaik kepada penderita
Dokter Hindu; Do not inflict harm to the
patient
Hippocrates; Per primum nonnocere
Sekarang ; Beneficence, Non Maleficence,
Autonomy dan Justice

Sifat dasar dokter

Sifat ketuhanan
Kemurnian niat
Keluhuran budi
Kerendahan hati
Kesungguhan kerja
Integritas ilmiah dan sosial

Buku etik kedokteran

DIMANA LETAK ETIKA


Etika adalah pengetahuan tentang moralitas,
menilai baik buruknya sesuatu perbuatan
ditinjau dari sisi moral
...ethics is the study of morality careful
and systematic reflection on and analysis of
moral decisions and behaviour (WMA)
Etika dapat mengandung norma kesusilaan (sikap
pribadi) maupun norma kesopanan (perilaku
antar manusia), tetapi dapat dipengaruhi oleh
norma agama dan norma hukum

ETIKA KLINIK
Clinical Ethics is practical discipline which
provide a structured approach in decision
making, identifying, analyzing and solving
ethical issues in clinical medicine.
Jonsen dkk

Arti umum: ETIKA =


AKHLAK, perilaku yg baik.
Bagian ILMU FALSAFAH yg mengkaji ttg MORAL,
(Moral adalah sistem nilai bersama dlm komunitas moral tertentu ,
tentang sikap dan perbuatan manusia yang dianggap baik atau
buruk, benar atau salah, pantas atau tidak pantas).
Arti terapan : ETIKA =
KESEPAKATAN BERSAMA ttg moralitas bagi komunitas moral
tertentu, seperti komunitas dokter, manajer r.s., dll.
PEDOMAN MORAL untuk menjalankan profesi tertentu dgn
baik dan benar, seperti misalnya dokter, perawat, wartawan, dsb.
KEWAJIBAN dan T. JAWAB MORAL bagi para pelaku profesi
tertentu.

Kode Etika Kedokteran


Enam Sifat Dasar yang harus ditunjukkan oleh Dokter.
Sifat Ketuhanan
Keluhuran budi
Kemurnian niat
Kesungguhan kerja
Kerendahan hati
Integrasi ilmiah dan sosial

KODE ETIK KEDOKTERAN


Etika kedokteran terdiri dari pada 4 bab:
Bab I
: Kewajiban umum, pasal 1 - 9.
Bab II
: Kewajiban dokter terhadap
pasien, pasal 10 13
Bab III
: Kewajiban dokter terhadap
teman sejawat, pasal 14 dan 15.
Bab IV
: Kewajiban dokter terhadap diri
sendiri, pasal 16 dan 17.

28

KODEKI
Pasal 1
: Sumpah dokter
Pasal 2
: Standar profesi tertinggi
Pasal 3
: Tidak dipengaruhi, hilang
kebebasan dan kemandirian profesi.
Pasal 4
: Menghindarkan diri dari sifat
memuji diri.
Pasal 5
: Hindari nasehat yang
melemahkan daya tahan psikis
Pasal 6
: hati-hati memakai penemuan
baru.

29

KODEKI
Pasal 7
: Surat Keterangan dan pendapat
yang benar.
Pasal 7a
: Pelayanan medis yang kompeten,
dasar moral dan empati.
Pasal 7b
: Bersikap jujur dan membantu
pelayanan, tetap jujur.
Pasal 7c
: Hak pasien dan tenaga kesehatan.
Pasal 7d
: Kewajiban melindungi hidup
makhluk
insani.

30

31

Pasal 8
: Perhatikan kepentingan
masyarakat, promotif, preventif kuratif dan rehabilitasi.
Pasal 9 : Kerjasama didasari saling menghormati.
Pasal 10
: Sikap tulus ikhlas tidak
mampu, rujuk
Pasal 11

: Berikan pasien kesempatan


berhubungan dengan keluarga
penasehatnya.

Pasal 12

: Rahasia kedokteran

Pasal 13

: Memberi pertolongan darurat

dan

KODEKI
Pasal 14
Pasal 15
Pasal 16
Pasal 17

: Kesejawatan
: Tidak mengambil alih pasien
teman sejawat.
: Jaga kesehatan
: Ikuti perkembangan ilmu
pengetahuan dan teknologi
kedokteran/kesehatan

Sumpah dokter
Demi Allah saya bersumpah :

1.Saya akan membaktikan hidup saya guna


kepentingan kemanusiaan
2.Saya akan menjalankan tugas saya dengan
cara yang terhormat dan bersusila, sesuai
dengan martabat pekerjaan saya sebagai
dokter.
3.Saya akan memelihara dengan sekuat
tenaga martabat dan tradisi luhur profesi
kedokteran

(Bio)Etika
Etika terhadap kehidupan atau pedoman berprilaku etis
terhadap kehidupan.
Bioetics is the discipline of morality health care, including
the morality of physicians, patients, the institution of health
care that organize, deliver or pay of health care policy.
(McCULLOUGH & LAURENCE)
Studi tentang isu2 etis, sosial, hukum dan isu2 lain yang
timbul dlm pelayanan kesehatan dan biologi. ( International
Association of bioethic, 1992 )

Nama Bioethics
Digagas oleh Fritz, filsof 1927 BioEthics; A review of
the Ethical relationships of human to Animal and
plants
Peneliti kanker Amerika Van Rensselaer Potter,
University of Wisconsin.
**bukunya : Bioethics: Bridge to the Future.
Ia menekankan tanggung jawab para ahli biologi dalam
menjamin kelangsungan kehidupan di bumi.

Beberapa defenisi
1.Bioetika ialah suatu disiplin baru yang
menggabungkan pengetahuan biologi dengan
pengetahuan mengenai sistem nilai manusia,
yang akan menjadi jembatan antara ilmu
pengetahuan dan kemanusiaan, membantu
menyelamatkan kemanusian, dan
mempertahankan dan memperbaiki dunia
beradab. (Van Potter, 1970s)

Beberapa defenisi
2.Bioetik ialah kajian mengenai pengaruh moral
dan sosial dari teknik-teknik yang dihasilkan oleh
kemajuan ilmu-ilmu hayati. (Honderich Oxford,
1995)
3.Bioetika bukanlah suatu disiplin. Bioetika telah
menjadi tempat bertemunya sejumlah disiplin,
diskursus , dan organisasi yang terlibat dan peduli
pada persoalan etika, hukum, dan sosial yang
ditimbulkan oleh kemajuan dalam kedokteran, ilmu
pengetahuan, dan bioteknologi. (Onara ONeill,
2002)

Lebih jauh Bioetik


Bioetika adalah perluasan dari etika
kedokteran yang tradisional
Etika kedokteran memfokuskan hubungan
dokter-pasien
Tema-tema tradisional tetap penting tapi
sekarang dalam konteks modern:
di satu pihak demokratisasi dan hak-hak
pasien (kritik atas paternalisme)
di lain pihak pelayanan medis yang
teknologis dan anonym (tim medis) + biaya
tinggi

Bioetik
Bioetika terkait dengan kegiatan yang mencari jawab
dan menawarkan pemecahan masalah dari konflik moral
Konflik moral yang dimaksud meliputi konflik yang
timbul dari kemajuan pesat ilmu-ilmu pengetahuan
hayati dan kedokteran, yang diikuti oleh penerapan
teknologi yang terkait dengannya
Dalam pada itu bioetika dapat pula dilihat sebagai
cabang ilmu pengetahuan tersendiri yang berkenaan
dengan konflik tersebut.

Isu-isu
Tema-tema yang paling penting berasal dari
perkembangan ilmu dan teknologi biomedis:
dari definisi baru tentang kematian sekitar
1967 (brain death)
sampai dengan penelitian embryonic stem
cells dan cloning sekarang ini.

Aplikasi bioetika (etika klinik)


Kesepakatan bersama antara dokter dan
masyarakat umum.
Prinsip etika kedokteran
Praktek kedokteran dari dahulu sampai
sekarang dipandu 2 prinsip;
- Nil nocere (do no harm)
- Bonum facere ( do good for the
patient)

Filosofi Moral Etika Klinik


Beneficence; segala tindakan dokter hanya
untuk kebaikan penderita
Non Maleficence; Walaupun berniat baik, tetap
dijaga agar tdk merugikan pasien
Autonomy; Hak pasien mendapat informasi &
pelayanan terbaik, setara.
Justice; Perlakuan yang sama, adil.

Aplikasi kliniknya:
Beneficence dan Non Maleficence mewakili kompetensi
klinik dan Ekspertis
Autonomy dan Justice adalah gambaran niat, sikap dan
prilaku dokter dalam menyampaikan Ekspertis secara
manusiawi, yang merupakan ciri Kompetensi Etika.
Pelayanan kesehatan paripurna merupakan gabungan
dari CURE & CARE secara proporsional.

Upaya mencegah komplik,


empat topik terkait :
Medical Indication; Kemampuan DR melakukan
penilaian sbg profesional.
Patient preference; Sikap penderita thdp
anjuran DR, bisa setuju / menolak
Quality of life; dijelaskan setelah sakit, QOL
menurun, tetap, bertambah baik
Contextual factors; berkaitan dgn terapi,
perawatan, keluarga, sosbud, hukum.

Dokter ideal memenuhi


Kompetensi klinik ( CURE- to make patient get
better )
Kompetensi (Bio)Etika (CARE- to make patient
feel better, always)
Kompetensi Manajerial, agar CARE & CURE
disampaikan scr efektif,efisien,adil

MALPRACTICE

MEDICAL MALPRACTICE
Medical malpractice involves the physicians failure
to conform to the standard of care for treatment of
the patients condition, or lack of skill, or negligence
in providing care to the patient, which is the direct
cause of an injury to the patient.

World Medical Association, 1992

MALPRAKTEK

INTENTIONAL (peranan etik)


PROFESSIONAL MISCONDUCTS

NEGLIGENCE
Kelalaian

LACK OF SKILL
DI BAWAH STANDAR KOMPETENSI
DI LUAR KOMPETENSI

KELALAIAN MEDIK
JENIS MALPRAKTIK TERSERING
BUKAN KESENGAJAAN
TIDAK MELAKUKAN YG SEHARUSNYA DILAKUKAN
ATAU MELAKUKAN YG SEHARUSNYA TIDAK
PERLU DILAKUKAN.

Penyebab medical error, McNutt


Manusia; Fatique, lack of training, poor
communication, time shortage, poor
judgement.
Organisasi ; Management yang salah.
Tehnikal; peralatan yg buruk, alat terbatas,
kurang terintegrasi.
KASUS; Buvarest, 2 orang meninggal di RS swasta
besar.

Menjaga citra dan


profesionalisme

Dokter senantiasa
meningkatkan :
Ilmu dan tekhnologi
Keterampila sesuai dengan standar profesi
Niat, sikap dan perilaku yang etis, yang dapat
diterima semua pihak.
dengan kata lain :

Long life education

TANTANGAN ETIK ERA BPJS


Idealnya, dokter hanya loyal kepada pasien
( monoloyality)
Saat ini, dokter jadi double loyality ( Pasien dan BPJS)
dalam mentreat pasien ( sangat rentan pelanggaran etik,
disiplin dan hukum)
Pasien di treat dengan dasar budget BPJS yang sudah
ditentukan, tanpa kompromi terhadap keadaan pasien.
Dengan budget terbatas, penurunan kwalitas layanan
sulit dihindari yang berdampak pelanggaran etik.

Kesimpulan
Niat dasar jadi dokter adalah Pengabdian pada
kemanusiaan.
Dokter muslim, moral etiknya adalah Quran
dan Hadis
Meyakini pasien sembuh atas ijin Allah melalui
tangan dokter.
Segala tindakan dokter semata untuk
kepentingan pasien.
Senantiasa belajar, long life seducation.