Anda di halaman 1dari 20

PENGELOLAAN

LABORATORIUM KIMIA SEKOLAH

Inventarisasi Bahan Kimia Yang Berbahaya Hayati,mudah


Terbakar,sangat Reaktif Atau Mudah Meledak Dan Evaluasi Prosedur
Umum Untuk Bekerja Dengan Bahan-bahan Tersebut Di Laboratorium

Kelompok : 9 (Sembilan)
Nama : 1. Ade Putra Kuasa (06101281419024)
2. Diska Novelis (06101381419042)
3. Yulianti Sartika (06101281419077)
4. Paulus Fernando (06101381419047)
1. Bahan Berbahaya Hayati

Bahaya hayati merupakan masalah di laboratorium yang


menangani mikroorganisme atau bahan yang
terkontaminasi mikroorganisme.
Bekerja Dengan Bahan Berbahaya Hayati

Jaga pintu laboratorium tetap tertutup saat eksperimen sedang


berlangsung.
Hilangkan atau bekerjalah sangat hati-hati dengan benda tajam
(seperti jarum, pisau bedah, pipet Pasteur, dan tabung kapiler).
Bebaskan permukaan dan peralatan kerja dari infeksi setelah
digunakan.
Dekontaminasi limbah penular sebelum dibuang.
Cuci tangan setelah melepas pakaian pelindung, setelah kontak
dengan bahan yang terkontaminasi, dan sebelum meninggalkan
laboratorium.
Inventarisasi Bahan Kimia Bahaya Hayati
2 . Bahan Kimia Mudah Terbakar

Bahan kimia mudah terbakar adalah bahan kimia yang siap


memantik api dan terbakar di udara, dan bentuknya bisa
padat, cair, atau uap
Bekerja Dengan Bahan Kimia Mudah
Terbakar

Gunakan jumlah bahan yang akan digunakan secukupnya,dalam jumlah yang


minimal.
Simpan bahan kimia dengan baik, dengan secara fisik memisahkan bahan mudah
terbakar dari operasi dan sumber penyulutan lainnya.
Simpan zat mudah terbakar yang memerlukan penyimpanan suhu rendah hanya
di lemari es yang dirancang untuk tujuan tersebut. Jangan menggunakan lemari
es biasa untuk menyimpan bahan kimia
Jauhkan sumber penyulutan dari area tempat zat mudah terbakar ditangani.
Jangan memanaskan zat yang mudah terbakar dengan api terbuka.
Sebelum menyulut api, periksa keberadaan zat yang mudah terbakar.
Jaga agar peralatan pemadaman api yang tepat siap digunakan.
Inventarisasi Bahan Kimia Mudah Terbakar

simpan cairan yang gampang menyala dalam lemari


penyimpanan bahan yang mudah terbakar.
Simpan cairan gampang menyala di dalam wadah aslinya
(atau wadah lain yang disetujui) atau dalam kaleng
keselamatan.
Simpan drum berisi cairan yang mudah terbakar dan
gampang menyala di dalam ruang penyimpanan khusus
untuk cairan yang mudah terbakar.
Jauhkan cairan yang mudah terbakar dan gampang
menyala dari bahan oksidasi kuat
Jauhkan cairan yang mudah terbakar dan gampang
menyala dari sumber penyulutan.
3 . Bahan Kimia Yang Sangat Reaktif Atau
Mudah Meledak

Adalah bahan yang mudah menimbulkan ledakan.

Faktor yang menunjang timbulnya ledakan dari bahan


kimia di laboratorium :
Kandungan oksigen senyawa beberapa peroksida
Kandungan gugus reaktif,beberapa senyawa seperti
hidrazin memiliki gugus oksidatif dan reduktif,sehingga
sangat tidak stabil.
Bekerja dengan Bahan Kimia Yang Sangat
Reaktif Atau Mudah Meledak

Gunakan bahan kimia berbahaya dalam jumlah minimal dengan


perlindungan dan pelindung diri memadai.
Siapkan peralatan darurat.
Jika reaksi berjalan di luar rencana, batasi akses ke area hingga
reaksi dapat dikendalikan.
Beri pendinginan dan permukaan cukup untuk pertukaran panas
sehingga memungkinkan pengendalian reaksi.
Hindari konsentrasi larutan berlebih, terutama saat reaksi dicoba
atau dinaikkan skalanya untuk pertama kali.
Bekerja dengan Bahan Kimia Yang Sangat Reaktif
Atau Mudah Meledak

Ikuti prosedur penyimpanan, penanganan, dan pembuangan khusus


untuk reaksi skala besar dengan reagen organometalik dan reaksi
yang menghasilkan bahan mudah terbakar atau dilakukan dalam
pelarut yang mudah terbakar.
Hindari penguraian lambat pada skala besar jika pemindahan panas
tidak memadai atau jika panas dan gas yang berkembang dibatasi.
Hindari menyebabkan ledakan dari tindakan seperti menyebabkan
cairan panas mengalami kontak mendadak dengan cairan dengan
titik didih lebih rendah atau menambahkan air ke cairan panas pada
rendaman pemanas.
Inventarisasi Bahan Kimia Yang Sangat Reaktif Atau
Mudah Meledak
Pertimbangkan persyaratan penyimpanan setiap bahan kimia yang sangat reaktif sebelum
membawanya ke dalam laboratorium.
Baca MSDS atau literatur lainnya dalam mengambil keputusan tentang penyimpanan bahan
kimia yang sangat reaktif.
Pastikan memberi label, tanggal, dan mencatat dalam inventaris semua bahan yang sangat
reaktif segera setelah bahan diterima.
Jangan membuka peroksida organik cair atau pembentuk peroksida jika ada kristal atau
endapan.
tentukan tanggal pengkajian untuk mengevaluasi kembali kebutuhan dan kondisi dan untuk
membuang (atau mendaur ulang) bahan yang terurai dari waktu ke waktu.
Simpan cairan yang sangat reaktif di baki yang cukup besar untuk menampung isi botol.
Inventarisasi Bahan Kimia Yang Sangat Reaktif Atau
Mudah Meledak
Simpan botol asam perklorik dalam baki kaca atau keramik.
Jauhkan bahan yang dapat diubah menjadi peroksida dari panas dan
cahaya.
Simpan bahan yang bereaksi aktif dengan air sejauh mungkin dari
kemungkinan kontak dengan air.
Simpan bahan yang tidak stabil karena panas dalam lemari es.
Simpan peroksida organik cair pada suhu terendah
Lakukan inspeksi dan uji bahan kimia pembentuk peroksida secara
periodik dan beri bahan label dan tanggal kedaluwarsa.
Simpan bahan yang sangat sensitif atau simpan lebih banyak bahan
eksplosif dalam kotak anti ledakan.
Batasi akses ke fasilitas penyimpanan.
PROSEDUR UMUM UNTUK BEKERJA
DENGAN BAHAN BERBAHAYA HAYATI,
BAHAN MUDAH TERBAKAR DAN BAHAN
Berdasarkan hasil observasi yang telah kami lakukan,bahwa

MUDAH MELEDAK DI SMA AZ-ZAHRA


bahan bahaya hayati,bahan mudah terbakar dan mudah meledak
PALEMBANG.
tidak terdapat di laboratorium kimia sekolah ini. Di sekolah ini
bahan-bahan yang dipakai masih sangat sederhana dan dapat
dikatakan tidak berbahaya. Di laboratorium tersebut terdapat
ruangan khusus tempat guru pembimbing menyediakan bahan
praktikum yang akan digunakan.
INVENTARISASI BAHAN KIMIA BERBAHAYA
HAYATI,MUDAH TERBAKAR,SANGAT REAKTIF
ATAU MUDAH MELEDAK.

Setelah kami melakukan observasi ke sekolah, berhubung bahan


kimia berbahaya hayati,mudah terbakar,sangat reaktif atau
mudah meledak tidak tersedia di sekolah tersebut, maka tidak
dilakukan inventarisasi terhadap bahan-bahan tersebut. Untuk
penyimpanan bahan-bahan kimia yang terdapat di sekolah
tersebut pun belum tertata rapi,terdapat lemari asam di
laboratorium tersebut,namun untuk penyimpanan bahan yang
memerlukan suhu rendah cukup disimpan di lemari es biasa.
KESIMPULAN
Bekerja dilaboratorium dengan bahan bahaya hayati, mudah
terbakar dan sangat reaktif atau mudah meledak harus
dilakukan dengan benar, diperlukan pengetahuan terkait bekerja
dengan bahan-bahan tersebut misalnya, dengan membaca dan
memahami masing-masing prosedur dari bahan-bahan tersebut.
Dari hasil observasi kami dapat disimpulkan bahwa
dilaboratorium SMA Az-Zahra Palembang masih menggunakan
bahan-bahan sederhana dan tidak terdapat bahan berbahaya
didalamnya. Dan untuk inventarisasi bahan-bahan yang ada
disekolah tersebut belum bisa dikatakan baik, karena tempat
penyimpanan bahan-bahan kimia pun seadanya saja.