Anda di halaman 1dari 15

ABORSI

PENGERTIAN ABORSI

Aborsi adalah Proses Menggugurkan


kandungan atau dalam dunia kedokteran
dikenal dengan istilah abortus.
Beberapa cara menggugurkan kandungan
Kuret dengan cara penyedotan: tabung
dimasukkan ke dalam rahim lalu bayi disedot
Peracunan dengan garam: larutan garam
pekat disuntikan ke dalam kandungan
Cesar:rahim dimasuki alat bedah kemudian
bayi dikeluarkan dan dibiarkan mati
Zat kimia prostaglandin: Zat kimia dimasukkan
ke dalam rahim sehingga rahim mengkerut
dan bayi terpenggal, terdorong keluar.
Ada 2 macam resiko kesehatan terhadap wanita yang melakukan
aborsi yaitu Resiko kesehatan dan keselamatan secara fisik dan
resiko gangguan psikologis.
Resiko kesehatan dan keselamatan fisik: Pada saat
melakukan aborsi dan setelah melakukan aborsi ada beberapa
resiko yang akan dihadapi seorang wanita, seperti yang dijelaskan
dalam buku Facts of Life yang ditulis oleh Brian Clowes, Phd
yaitu:
1. Kematian mendadak karena pendarahan hebat
2. Kematian mendadak karena pembiusan yang gagal
3. Kematian secara lambat akibat infeksi serius
disekitar kandungan
4. Rahim yang sobek (Uterine Perforation)
5. Kerusakan leher rahim (Cervical Lacerations) yang akan
menyebabkan cacat pada anak berikutnya
6. Kanker payudara (karena ketidakseimbangan hormon estrogen pada
wanita)
7. Kanker indung telur (Ovarian Cancer)
8. Kanker leher rahim (Cervical Cancer)
9. Kanker hati (Liver Cancer)
10. Kelainan pada placenta/ari-ari (Placenta Previa) yang akan
menyebabkan cacat pada anak berikutnya dan pendarahan hebat pada saat
kehamilan berikutnya
11. Menjadi mandul/tidak mampu memiliki keturunan lagi (Ectopic
Pregnancy)
12. Infeksi rongga panggul (Pelvic Inflammatory Disease)
13. Infeksi pada lapisan rahim (Endometriosis)

Resiko kesehatan mental: Proses aborsi bukan saja suatu proses yang
memiliki resiko tinggi dari segi kesehatan dan keselamatan seorang wanita
secara fisik, tetapi juga memiliki dampak yang sangat hebat terhadap
keadaan mental seorang wanita.
Pada dasarnya seorang wanita yang melakukan aborsi
akan mengalami hal-hal seperti berikut ini:
1. Kehilangan harga diri
2. Berteriak-teriak histeris
3. Mimpi buruk berkali-kali mengenai bayi
4. Ingin melakukan bunuh diri
5. Mulai mencoba menggunakan obat-obat
terlarang
6. Tidak bisa menikmati lagi hubungan seksual
1. PANDANGAN KITAB SUCI:
Ayat alkitab :
Kel. 20 : 13 => Jangan Membunuh
SESUNGGUHNYA HANYA ALLAH YANG BERHAK
MEMBERI DAN MENCABUT KEHIDUPAN
(ULANGAN 32:39)
2. PANDANGAN GEREJA:
*Gaudium et spes artikel 5 mengatakan: pengguguran
adalah suatu tindakan kejahatan yang durhaka
*Kitab Hukum Kanonik, nomor 1398: Barangsiapa
melakukan pengguguran kandungan dan berhasil,
terkena hukuman: ekskomunikasi (diusir dari
keanggotaan Gereja)
Pandangan Gereja:
Kitab Hukum Kanonik 1398:
Barang siapa melakukan pengguguran
kandungan dan berhasil, terkena
ekskomunikasi:
Gaudium et Spes, artikel 5 (1): Kehidupan sejak
pembuahan harus dilindungi dengan sangat
cermat Gereja membela hidup anak di dalam
kandungan, karena memiliki martabat yang
sama dengan kita.
Pertanyaan :
1) Apa yang membuat sebagian besar wanita memilih
melakukan aborsi?
Jawaban:
jawabannya ada 2 yaitu :
1. Karena sebagian besar wanita-wanita tersebut hamil di
luar nikah.
2. Karena ada juga wanita yang belum siap untuk menjadi
ibu.
pandangan hukum negara:
1. Kitab undang-undang hukum
pidana.
Pasal 342: seorang ibu yang dengan
sengaja melakukan aborsi karena
takut ketahuan ia hamil dan
melahirkan, menghilangkan jiwa
anaknya, dihukum penjara 9 tahun
Pasal. 346: Perempuan yang dengan sengaja
melakukan gugur kandungan atau menyuruh orang
lain untuk itu, dihukum 4 tahun
Pasal 347 (1) Barang siapa dengan sengaja
menyebabkan gugur atau mati kandungan
seorang perempuan tidak dengan ijin
perempuan itu, dihukum penjara 12 tahun
Pasal 348 (1) Barang siapa dengan sengaja
menyebabkan gugur atau mati kandungan
dengan ijin perempuan itu, penjara 5 thn, 6
bln
Pasal 349 Jika seorang tabib, dukun beranak
atau tukang obat membantu melakukan
aborsi akan dipecat dari jabatannya dan
penjara 18 tahun
SEKIAN
DAN
TERIMA KASIH