Anda di halaman 1dari 18

Tujuan:

Menilai dan mengukur dampak ketidakstabilan


fisik pada tingkat aliran massa obat diresapi
secara bersamaan untuk pasien, melalui studi in
vitro.
LATAR BELAKANG
Inkompatibilitas antara larutan-larutan
obat dapat membahayakan keamanan dan
keefektifan dari terapi obat intravena, terutama
di bidang anastesi dan terapi intensive care
(ICU). Pada kenyataanya, pasien ICU menerima
banyak obat secara terus menerus tetapi melalui
akses vena yang terbatas. Beberapa terapi
intravena harus diberikan melalui chateter yang
sama. Hal ini dapat meningkatkan resiko
inkompatibilitas fisikokimia..
Inkompatibilitas kimia dapat mengacu kepada
penurunan pengantaran obat, degradasi obat,
dan/atau produksi dari produk racun.
Hasil dari inkompatibilitas fisik reaksi yang terlihat
(endapan, perubahan warna, produksi gas) dan yang
tidak terlihat ( partikel yang sedikit dapat terlihat,
variasi pH).
BAHAN

Furosemid
Midazolam
Saline
Inkompatibilitas ini berdasarkan raksi asam basa.
Dalam keadaan pencampuran volume yang sama (1:1), formasi dari
endapan yang terlihat berwarna putih susu segera terbentuk dan terlihat.
Karena furosemid-midazolam dalam inkompatibilas hanya pada masalah
pH karena mereka tergantung paada pH, dampak konsentrasi furosemid
dapat diprediksi.
Furosemid dalam 10mg/ml dari saline adalah larutan basa (pH = 8,77).
Pencampuran larutan furosemid dengan midazolam (pH = 3,47)
menurunkan pH campuran dan cukp untuk membentuk endapan furosemid.
Konsentrasi furosemid dan midazolam dalam larutan sekaligus ditentukan
dengan menggunakan spektrofotometri digabung dengan regresi partial
least square (PLS).
Furosemid (10 mg/ml Furosemide, Renaudin, France), midazolam (5mg/ml
Midazolam, Mylan, France) dan saline (yang mengandung garam) (500ml
Freeflex, Fresenius Kabi, France) diberikan secara bersamaan diinfus
menggunakan pompa suntik dihubungkan ke tiga lumen bagian infuse
mengandung tube sentral dengan katup anti reflux / anti surut untuk saline
dan dua volume tube fleksible dibuat untuk infuse furosemide dan midazole
Tiga jarum suntik 50 ml disiapkan untuk
eksperimen masing-masing.
Penyaring dengan poros 1,2 mikrometer (Lipipor
TNA, Pall, France) ditambahkan atau tidak pada
ujung dari garis infuse.
Tiga jarum suntik dipersiapkan untuk
eksperimen masing-masing :
satu diisi dengan larutan furosemid dalam saline 10
atau 2,5 mg/ml
satu diisi dengan larutan midazolam dalam saline
1mg/ml dan
satu dengan hanya larutan saline.
Konsentrasi akhir obat dicek dengan menggunakan
metode spektrofotometri
Gambar infuse set yang digunakan
Dua kondisi infuse terlihat formasi atau tidak
telihat formasi partikelnya.
Pilihan konsentrasi obat dapat berdasarkan
praktek klinis dan infuse set yang digunakan
tanpa filter.
I. 10 mg/ml furosemide pada 2 ml/jam laju
infuse, 1 mg/ml dari midazolam pada 2 ml/ jam,
dan saline 100 ml/jam (kondisi mengarah ke
formasi partikel tampak)
II. 2,5 mg/ml furosemide pada 8ml/jam laju
infuse, 1 mg/ml dari midazolam pada 2 ml/jam
dan saline 50ml/jam (kondisi tidak mengarah ke
particle formasi yang terlihat)
Setiap kondisi infuse dilakukan untuk inspeksi
visual test selama 3 kali.
3 partikel dihitung per sample ditampilkan
untuk kondisi tidak mengarah kepada formasi
partike visible.
Saat diuji dan dilakukan pada suhu rungan
diantara 18 derajat Celcius samapai 22 derajat
Celcius.
Regresi PLS simple dan metodenya bervariasi didasarkan
faktor analisis dan digunakan untuk membangun model
regresi berdasarkan variable dekomposisi tersimpan/laten
berhubungan dengan variable bebas, X (spectra),
menghambat yang variable terikat, y (konsentrasi)
Regresi PLS didapatkan dengan mengggunakan modul
PLS dengan zona spectra 220-320 nm digunakan untuk
mendapatkan model yang bagus.
Persen pembenaran 100,14 101,25%.
Limid deteksi (LOD = 3,3x stanar deviasi/ gradient) dari
campuran obat adalah 0,19 mikrogram / ml untuk
furosemid dan 0,36 mikrogram/ml untuk midazolam.
Batas kuantifikasi (LOQ = 10 x standar deviasi/ gradient)
adalah 0,57 mikrogram/ml untuk furosemid dan 1
mikrogram / ml untuk midazolam.
Pemilihan, kalkulasi dari net analyte signal, sama dengan
0,18 dan 0,2 untuk furosemid dan midazolam secara
berurutan.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Laju aliran massa teoritis (%) rasio juga berkurang untuk setiap obat
per kondisi infus.
Harga sedikit bervariasi dengan atau tanpa filter pada infus yang
ditetapkan.
Untuk midazolam, laju aliran massa yang diamati sama dengan
nilai-nilai teoritis (rasio mendekati 100%) apapun kondisi infus.
Untuk furosemide, laju aliran massa yang diamati secara signifikan
berbeda dari nilai-nilai teoritis apapun kondisi infus.
Nilai laju aliran massa furosemide terendah ditemukan untuk
kondisi infus menyebabkan partikel terlihat di mana kerugian 14%
diamati dibandingkan dengan nilai theoretical (rasio sebesar 86%).
Tanpa adanya partikel terlihat, kerugian furosemide sekitar 7- 10%
dibandingkan dengan nilai-nilai teoritis tercatat (rasio sebesar 90%
dan 93% dengan filter dan tanpa filter, ulang spectively).
Untuk kedua kondisi infus, penambahan filter ke set infus tidak
berpengaruh pada diamati laju aliran massa dari dua obat.
Hal ini bukan disebabkan oleh interaksi dengan
filter, karena hasil yang sama diperoleh dengan
atau tanpa filter. Furosemide yang lebih
dipengaruhi oleh interaksi dua obat sebagai pH
campuran adalah
Asam dan furosemide dalam bentuk asam buruk
larut dalam larutan air.
Untuk bahan untuk menjadi larut dalam air, itu
harus dalam bentuk terionisasi, yang merupakan
tidak terjadi di sini untuk furosemide
Penurunan pemberian obat tidak boleh memiliki
dampak klinis dalam kasus furosemide. Tidak
menimbulkan masalah bagi campuran lain
seperti Asam (amiodaron, ciprofloxacin,
dobutamin, midazolam, norepinephrine) dan
basa (acyclovir, furosemid, fenitoin) solusi obat
yang dapat menyebabkan fisik tidak kompatibel.
Konsekuensi utama untuk pasien bisa gagal
terapi, terutama dalam kasus narkoba dengan
indeks terapeutik yang sempit.
KESIMPULAN

Ketidakcocokan fisik antara dua obat dapat


menyebabkan penurunan yang signifikan dalam
jumlah obat yang disampaikan kepada pasien
bahkan tanpa adanya endapan
Endapan tidak selalu berarti tidak adanya reaksi
antara obat