Anda di halaman 1dari 36

TEKNOLOGI BAHAN ALAM

OLEH

BURHANUDDIN TAEBE
PENDAHULUAN

Pengobatan dengan bahan


alam (tumbuhan, hewan Di Indonesia, kita mengenal
dan mineral) sudah dikenal penggunaan jamu dalam berbagai
sejak adanya beradaban macam pengobatan.
manusia

Penggunaan dulu masih relatif sedikit / terbatas sehingga


penggunaan bahan alam (terutama tumbuhan) hanya
menggunakan yang ada di sekitar tempat tinggal atau
tanaman liar saja yang diperkebunkan secara industri
masih terbatas misalnya kopi, teh, kina dan coklat.
PENDAHULUAN

Setelah penggunaan obat bahan meningkat dan adanya industri


obat bahan alam penanam tanaman secara kultivasi / industri

ALASAN ?
PENDAHULUAN

1. Oleh karena tan. mengandung bahan aktif secara biologis, teraku-


mulasi pada bagian tertentu dari tan., biasanya kadarnya sangat
kecil. Komponen kimia inilah yang memberi nilai ekonomis pada tan.
tersebut
2. Komponen kimia tersebut biasanya terkumpul pada bagian tertentu,
misalnya daun, akar, buah, umbi, batang, dan sebagainya, hanya ada
beberapa tan. yang mengandung hampir seluruh bagian tan.,
misalnya cengkeh, minyak kayu putih.
3. Biasanya tidak dapat langsung dikonsumsi dalam bentuk segar,
tetapi bagian tan. yang mengandung zat aktif diproses dengan
berbagai cara (pengeringan, ekstraksi, destilasi)
4. Obat bahan alam atau komponen aktif yang diekstraksi dari tan.
obat dikonsumsi dalam jumlah yang terbatas dibanding dengan tan.
pangan (hortikultura, agroindustri). Tan. obat biasanya dikonsumsi
dalam bentuk ekstrak atau sebagai komponen dari berbagai produk
PENDAHULUAN

Tanaman kultivasi dapat dikelompokkan menjadi

Tanaman obat Tanaman rempah Tanaman minyak


(Medicinal Plants) (Spice Plants) atsiri (Essential
Meliputi tanaman liar Tanaman ini digunakan Oil Plants)
dan tanaman yang sebagai sebagai penye- Diambil bagian tertentu
ditanam secara industri dap, bumbu, flavour, dari tanaman dengan
yang dapat digunakan pewarna makanan, tujuan diambil minyak
untuk tujuan pengobat- minuman dan berbagai atsirinya
an, baik secara langsung produk makanan yang
maupun tidak langsung diolah secara industri
ka-rena bahan khasiat saehingga membuat
yang dikandungnya produk lebih menarik

Pengelompok di atas menjadi tidak jelas pepermint, digunakan utk


pengobatan, juga menghasilkan minyak pepermint, juga sebagai bum-
bu / rempah timi, anis, lavender, koriander dsb tanaman obat
PENDAHULUAN

Perkembangan obat bahan dari tanaman terjadi karena


1. Tan. obat merupakan sumber aneka ragam bahan aktif, dengan
struktur yang kompleks, tidak / belum dapat disintesis sehingga
bahan sintesis mahal harganya
2. Beberapa tan. mengandung bahan yang dapat digunakan sebagai
bahan dasar semisintesis bahan berkhasiat, misalanya tan.
Solanum diosgenin kortikosterpod
3. Kadang-kadang bahan alam lebih kompleks khasiatnya dibanding
bahan sintesis, termasuk aplikasi minyak atsiri selain penyedap
rasa juga digunakan dalam pengobatan (sediaan galenika, teh dan
biokosmetik)
4. Minyak atsiri merupakan bahan sulit diganti dalam industri
industri kosmetik , makanan, dan juga merupakan bahan awal
pembuatan parfum dan flavor
PENDAHULUAN

Perkembangan obat bahan dari tanaman terjadi karena

5. Industerjangkautri makanan memerlukan bahan alam untuk


keperluan flavor, penyedap rasa dan pewarna. Diet canggih
membutuhkan bermacam rempat karena dapat mempengaruhi
sistem pencernaan (taragon, coriander, marjaram, dsb
6. Kecenderungan di negara berkembang untuk mengembangan
obat bahan karena harga terjangkau. Digunakan dalam menjaga
kesehatan dan stamina sehingga menjadi obat alternatif dalam
kesehatan masyarakat
Adanya trend masyarakat modern untuk back to nature dan juga
semakin meningkatnya pusat-pusat penelitian obat bahan alam
dan obat tradisional (Cina, India dan Korea)
BENTUK SEDIAN DARI TANAMAN
(phytopharmacenuricals)

Tan. segar atau sudah dikeringkan, diawetkan


dari tumbuhan, bagian tumbuhan dengan cara
pemerasan, ekstraksi, destilasi dan proses lain

Karakteristik sediaan adanya bahan aktif


bersama bahan lain yag ada dalam tanaman
Bahan aktif dapat bersifat asli atau bentuk
artefac, tergantung metode memperoleh
bahan baku obat kasar (crude drug)
Perubahan dapat berupa perubahan fisika,
fisikokimia atau kimia
BENTUK SEDIAN DARI TANAMAN
(phytopharmacenuricals)

1. Bubur buah (fruit pulp), sediaan berbentuk padat atau


pasta yang digunakan secara internal. Bagian keras
dihilangkan, dihaluskan. Buah sangat keras dibuat bentuk
lumpuran (slurry) dengan kandungan air rendah, ayak,
enapkan hingga konsistensi yang diinginkan
2. Sari (juice), ada 2 jenis yaitu yang diperas dan tanpa
pemerasan
a. Sari peras (press juices), dipreroleh dari perasan buah
segar atau bagian lain tan yang kaya sari (jika perlu
ditambah sedikit air), sering dirangsang dengan
fermentasi
Sari buah (fruit juices), diperoleh dari buah matang yang
kaya asam (pektin) biasa berbentuk gel
BENTUK SEDIAN DARI TANAMAN
(phytopharmacenuricals)

b. Sari tanpa pemerasan, melalui proses eksudat tan


dengan cara melukai bagian tertentu tan. Dapat
diperoleh secara alamiah atau secara artifisial, dikumpul
dalam bentuk kering dan diproses lebih lanjut
Aloe,
- Aloe lucida, bentuk gelas, transparan dan licin
- Aloe hepatica, warna coklat tua krn deposisi aloin
kristal pada proses pengentalan

Opium (candu), lateks atau jus bentuk susu yang keluar


dari daun yang dilukai, berbentuk kapsul dari
Papaver somniferum L.
BENTUK SEDIAN DARI TANAMAN
(phytopharmacenuricals)

Gom Arab, sejumlah gom tan berupa eksudat alam yang


mengeras atau diperoleh dengan cara melukai pohon
utama Acacia senegal W. Atau jenis Acacia Africa lain.
Mengandung enzim oksidase dan peroksidase sehingga
sebelum digunakan dalam farmasi diinaktivasi enzim
secara sterilisasi larutan segar dan selanjutnya
dienapkan pada tekanan rendah, temperatur tidak
lebih 60o C

Myrrhe (Myrrha, Myra, Mire), gom resin, dikeringkan


secara alamiah dari tan yang dilukai dari Commiphora
molmol E dan jenis Commiphora lainnya
BENTUK SEDIAN DARI TANAMAN
(phytopharmacenuricals)

Balsem peruvianum (perubalsen), sekresi dari pohon


Myroxylon balsamum Hams
c. Sari buatan (artificial juices), sari peroleh dengan cara
penyarian menggunakan pelarut (biasa air) dari tan
atau bagian tan, pekatkan
Succus liquiritiae, akar tan Glycyrhizin glabra L, segar
umur 4 tahun, cuci, akar dipotong kecil, rendam dengan
air sampai terbentuk lumpuran halus berserat, larutan
didihkan minimal 15 menit, saring dan peras. Padatan
akan mengendap dan dekantasi, cairan dikental dalam
panci dan dicetak bentuk batangan, keringkan diudara,
licinkan dengan larutan sukus
BENTUK SEDIAN DARI TANAMAN
(phytopharmacenuricals)

d. Sirup, sedian cair dengan kandungan gula tinggi, dengan


juices tan atau alkoholat. Bersifat aromatik dan digunakan
sebagai flavor
- Blackcurrent Syrup BP. 80, dibuat dari jus blckcurrent yang
sudah dijernihkan atau dari konsentrasi jus blackcurrent,
mengandung pengawet asam benzoat, Na.metabisulfit
- Raspberry Syrup BP. 80, dibuat dengan mencampur 1
volume konsentrasi jus raspberry dengan 11 volume sirup
gula (66,7% b/b)
- Cherry Syrup USP XX NF XV, larutkan 800 g sakarosa
dalam 475 mL jus cherry, panas di atas tangas air,
dinginkan dan hilangkan busanya, tambah 200 mL etanol
dan air hingga 1 liter
BENTUK SEDIAN DARI TANAMAN
(phytopharmacenuricals)

e. Alkoholat (Alcoholaturae, Alcoholates), dibuat dari tan segar


atau bagian tan secra maserasi dengan etanol (80-95%).
f. Homopati tan segar, tan segar dibuat tinctur
Berdasarkan PERATURAN KEPALA BADAN POM RI
NOMOR HK.03.1.23.06.11.5629 TAHUN 2011
TENTANG PERSYARATAN TEKNIS CPOTB
Penggolongan
OBAT Obat Jadi Bahan OBAT
DALAM Alam LUAR

a. sediaan rajangan; a. sediaan cair yaitu


diseduh dan rebus Cairan Obat Luar;

b. sediaan serbuk b. sediaan semi padat yi


simplisia; dan Salep, Krim; dan
c. sediaan lainnya yaitu
Serbuk Instan, granul, c. sediaan padat
serbuk Efervesen, Pil, yaitu Parem, Pilis,
Kapsul, Kapsul Lunak,
Tapel, Koyo/
Tablet/Kaplet, Tablet
Efervesen, tablet hisap, Plester, dan
Pastiles, Dodol/Jenang, Supositoria untuk
Film Strip dan Cairan wasir
Obat Dalam.
OBAT MODERN OBAT OBAT TRADISIONAL

1. Zat aktif tunggal khasiat drastis - Preventif 48,98 %


2. Obat dari bahan alam khasiat lebih - Promotif 22,47 %
lengkap
3. Efek samping obat bahan alam kecil - Kuratif 21,78 %
- Rehabilitatif ?

1. Penelitian dan Pengembangan O.T / simplisia


2. Penetapan spesifikasi dan standardisasi simplisia
3. Penilaian dan Pengujian khasiat O.T / simplisia
4. Pembudidayaan dan Pelestarian sumber bahan
Alam untuk obat
5. Penilaian mutu O.T / simplisia sebelum diedarkan
6. Pembinaan produsen O.T / simplisia
DLM KONTEKS PENGGUNAAN OBAT HERBAL YANG
TERUS MENINGKAT WHO MENGELUARKAN
STRATEGI OBAT TRADISIONAL:

1. INTEGRASI SECARA TEPAT OT DLM SISTEM


PELAYANAN KES. NASIONAL
2. MENINGKATKAN SAFETY, EFFICACY DAN
MUTU DG MEMPERKUAT KNOWLEDGE
BASED, REGULASI DAN QA STANDARD
3. KETERSEDIAAN & KETERJANGKAUAN
TERUTAMA UNTUK MASY TIDAK MAMPU
4. MEMPROMOSIKAN PENGGUNAAN OT
SECARA TEPAT KPD PROFESIONAL MEDIK
MAUPUN KONSUMEN
PARADIGMA OBAT BAHAN ALAM
Kedokteran
kuno DASAR

Respon biologis - Signatura


dari bahan alam -dosis ?
karena
bioenergi - sediaan
matahari dan - pengalaman
bumi atau - mistik
adanya spiritual
dan mistik
PARADIGMA OBAT BAHAN ALAM
Kedokteran
modern DASAR

Respon
biologis dari bahan
alam kepada - Hasil penelitian
manusia - Dosis jelas
disebabkan oleh - Sediaan modern
karena senyawa
kimia, bukan
bioenergi atau
spiritual
APA ALASAN MEMILIH OBAT
BAHAN ALAM ?
SIFAT OBAT BAHAN ALAM

A. Memiliki efek samping relatif kecil jika


digunakan secara tepat
B. Memiliki efek relatif lambat tetapi jelas
manfaatnya
C. Bersifat holistik atau memiliki kombinasi
efek dalam satu ramuan
D. Lebih sesuai untuk penyakit metabolik
dan degeneratif
E. Banyak yang bersifat promotif dan
preventif
A. EFEK SAMPING RELATIF KECIL
JIKA DIGUNAKAN SECARA TEPAT

1. Kebenaran bahan
2. Ketepatan takaran/dosis
3. Ketepatan waktu penggunaan
4. Ketepatan cara penggunaan
5. Ketepatan susunan ramuan
6. Ketepatan ramuan dengan
tujuan penggunaan
1. KEBENARAN BAHAN

DAUN DEWA SAMBUNG NYAWA

- Tumbuh tegak - Tumbuh merambat


- Tepi daun berombak - Tepi daun bergerigi
- Permukaan berbulu - Tidak berbulu
- Tidak untuk lalapan - Bisa untuk lalapan
- Untuk berbagai penyakit - Mencegah kanker
1. KEBENARAN BAHAN
KUNIR PUTIH TEMU MANGGA
(Curcuma zedoaria) (Curcuma mangga)

- Bentuk spt kunyit, dg - Bentuk spt kunyit dg


bulatan akar bulatan akar
- Warna bagian dalam - Warna bagian dalam
kekuningan kekuningan
- Bau dan rasa agak pahit - Bau mangga, agak pahit
- Jika dikonsumsi segar - Konsumsi segar aman
pembengkakan lambung
- Sebagai anti kanker - Sebagai anti kanker
LEMPUYANG

EMPRIT GAJAH WANGI

- Kecil - Besar - Sedang


- Patahan kuning - Kuning - Putih
- Pahit - Pahit - Tidak pahit
- Pemacu nafsu - Pemacu nafsu - Pelangsing
makan makan
2. KETEPATAN TAKARAN / DOSIS

- Ketimun > 2 buah besar Tekanan


darah drop,
- Seledri > 400 gram pingsan

- Gambir > 1 ibu jari Diare berhenti


tetapi bisa sulit
BAB/konstipasi
- Kejibeling > 8 lembar Iritasi ginjal
- Meniran > 1 genggam Iritasi ginjal
- Telur-Madu-Susu berlebihan Diabetes
3. KETEPATAN WAKTU PENGGUNAAN
JAMU CABE PUYANG
- Tahun 80-an di RS. Dr.Sardjito Yogyakarta
- Ibu-ibu hamil peminum jamu cabe puyang
mengalami kesulitan persalinan
- Diteliti di laboratorium memang menghambat
kontraksi
- Jika diminum di awal masa kehamilan, otot uterus
kokoh, resiko keguguran kecil
- Jika diminum terus sampai akhir masa kehamilan,
otot uterus sulit kontraksi, kesulitan persalinan
JAMU KUNIR ASEM (kental)
- Kebalikannya, mudah keguguran pada awal
kehamilan
4.KETEPATAN CARA PENGGUNAAN

DAUN KECUBUNG
- Berkhasiat antiasma/melonggarkan pernafasan
- Cara penggunaan tradisional dengan dikering-
kan dan diserbuk untuk bumbu rokok, dihisap
- Daun segar dilumatkan dan ditempelkan di pipi
untuk mengurangi sakit gigi
- Jika diseduh dan diminum akan keracunan
dengan gejala mata membelalak/midriasis
- Jika disalahgunakan untuk mabuk sangat
berbahaya, bisa menimbulkan kematian
BUAH LERAK

- Berkhasiat sebagai obat encok/rematik


- 5 buah direndam dalam gelas berisi air
selama semalam, airnya untuk meng-
gosok atau mengurut bagian yang sakit
- Jika diminum akan menyebabkan sakit
perut dan diare
- Mengandung zat saponin yang berbuih
seperti sabun
5. KETEPATAN SUSUNAN RAMUAN

RAMUAN DENGAN BAHAN EFEK BERLAWANAN


R/ Seledri (Penurun tekanan darah)
Biji kola (Menaikkan tekanan darah)

R/ Daun sena/selamagi (Memacu BAB)


Daun salam (Anti diare)

R/ Daun jati belanda (Pelangsing)


Temuhitam (Memacu nafsu makan)
6. KETEPATAN RAMUAN DENGAN
TUJUAN PENGGUNAAN
DAUN TAPAK DARA
- Dapat menurunkan kadar sel darah putih/
leukosit
- Fungsi sel darah putih sebagai pertahanan
tubuh terganggu, rentan thd penyakit
- Daun tapak dara hanya utk ramuan antikanker
- Tidak tepat utk antidiabetes, antihepatitis, dll.

DAUN KOMFREI
- Bersifat racun thd hati/hepar, hanya untuk obat
luar
B. BEREFEK LAMBAT TETAPI JELAS
- Jamu pegel linu malam diminum, pagi hari
baru terasa
- Jamu diabetes baru kelihatan efeknya setelah
lebih dari 2 minggu minum obatnya secara
teratur
- Jamu pelangsing baru kelihatan efeknya setelah
sebulan
- Jamu penurun kolesterol baru terasa setelah
minimal 1 bulan minum obatnya secara teratur
- Jamu maag baru terasa kemanjurannya setelah 2
minggu
JANGAN INGIN CEPAT, DG MENCAMPUR
BAHAN KIMIA OBAT BERBBAHAYA
C. BERSIFAT HOLISTIK
(KOMBINASI EFEK DALAM RAMUAN)

R/ Seledri - Melebarkan pembuluh darah


Kumis kucing - Melancarkan buang air
Biji pala - Membuat enak tidur
Kencur - Mengurangi rasa sakit dan
menyegarkan badan

R/ Kunir - Mengandung zat warna kuning yang


stabil dan tersuspensi rata dalam air
asam
Asam - Menstabilkan dan meratakan kurkumin
- Menambah rasa
D. LEBIH SESUAI UNTUK PENYAKIT
METABOLIK DAN DEGENERATIF
PENYAKIT INFEKSI ANTIBIOTIK
- Obat tradisional kurang tepat
- Yang sering resisten : Malaria, Virus, Keputihan

PENYAKIT METABOLIK & DEGENERATIF


- Pengobatan lama, efek samping harus kecil, obat
tradisional lebih sesuai
- Diabetes, Hiperkolesterol, Asam urat, Hepatitis
- Rematik, Hipertensi, Maag, Kanker, Lemah
Syahwat, Pikun
E. PROMOTIF & PREVENTIF

- Penyegar badan : Beraskencur,Temulawak,


Cabe puyang
- Pelancar haids & habis bersalin: Kunir asem
- Pemacu ASI : Daun katu
- Peningkat daya tahan tubuh : Meniran,
Sambiloto, Temulawak, Buah merah,
Bawang putih, Mengkudu
- Menopouse : Kedelai
- Penghangat tubuh : Jahe, Kapulogo, Secang