Anda di halaman 1dari 42

MEMPERSIAPKAN SPESIMEN

BIOLOGI UNTUK PEMERIKSAAN


LABORATORIUM
SAIFUDIN Z
Pendahuluan
Penyimpangan fungsi normal (patologis) dari suatu
sistem organ dapat menyebabkan perubahan
komposisi, kandungan, dari darah, urin, feses, dan
sekret (sering dinamakan materi bilogis)
pemeriksaan dari cairan tersebut dapat
mengindikasikan adanya suatu kondisi patologis
Perawat memilki tanggung jawab untuk
mempersiapkan spesimen untuk pemeriksaan secara
tepat dan aman, sehingga diperoleh hasil pemeriksaan
yang valid
Hasil pemeriksaan yang valid sangat penting untuk
menyusun rencana asuhan keperawatan
Definisi Bahan Biologis
semua bahan-bahan berupa spesimen yang diperoleh dari
pasien, baik dengan menampung, melakukan pungsi
maupun dengan teknik khusus cara pengumpulannya yang
digunakan untuk bahan pemeriksaan laboratorium.
Bahan Biologis dapat juga disebut dengan istilah material
medik/klinik
Bahan klinik sebaiknya diperlakukan sebagai bahan
infeksius sehingga saat pengambilan, penanganan,
penyimpanan hingga pemeriksaan harus menggunakan alat
pelindung diri (APD).
Teknik pengumpulan yang tepat dan baik, akan
menentukan kualitas bahan klinik sebagai spesimen di
laboratorium.
Tujuan Pemeriksaan
Skreening
Diagnosis
Mengevaluasi hasil terapi
Tahap Pemeriksaan
Preanalytical stage
Tahap ini merupakan peran utama dari perawat, yang terdiri dari
serangkaian kegiatan laboratorium saat pelayanan dimulai pada pasien
berupa penerimaan pasien, pengambilan spesimen, pelabelan spesimen,
penerimaan spesimen, penilaian spesimen, pengolahan spesimen hingga
pengiriman spesimen dengan maksud agar spesimen benar-benar
representatif sesuai dengan keadaan pasien, tidak terjadi kekeliruan jenis
spesimen, dan mencegah tertukarnya spesimen-spesimen pasien satu
sama lainnya.

Analytical stage
Tahap pemeriksaan dan pengukuran spesima

Interpretation stage
Membandingkan hasil pengukuran dengan standar.
PERSIAPAN PASIEN

dokter
pasien

paramedis

Variabel biokimia & hematologi


Variabel fisik pasien

gaya hidup individu dan ritme


biologis pasien !!!
Faktor yang dapat mempengaruhi
hasil pemeriksaan pasien

a) Diet
b) Obat-obatan g) Demam
c) Merokok h) Trauma
d) Alkohol i) Umur
e) Aktifitas fisik j) Ras
f) Ketinggian/altitude k) Jenis kelamin
l) Kehamilan
Persiapan Pasien & Pertimbangannya
a. Mempersiapkan pasien untuk pengambilan spesimen sesuai persyaratan umum dengan meminta
pasien berpuasa antara 8 12 jam pada jam 22.00 dan pagi hari jam 07.00 09.00 dilakukan
pengambilan spesimen.
b. Menghindari pemakaian obat-obatan sebelum spesimen diambil di laboratorium.
c. Menghindari aktifitas fisik/olah raga sebelum spesimen diambil
d. Memperhatikan efek postur, pengambilan darah paling baik dengan duduk tenang dibandingkan
berdiri karena keseimbangan cairan akan terganggu.
e. Diet makan dan minum pasien dapat mempengaruhi hasil pemeriksaan laboratorium.
f. Merokok dan minum alkohol mempengaruhi hasil pemeriksaan laboratorium.
g. Ketinggian suatu tempat (geografis) berpengaruh pada hasil pemeriksaan laboratorium.
h. Demam akan menyebabkan kenaikan dan penurunan beberapa parameter pemeriksaan, waktu
demam yang tepat akan dapat membantu menegakkan diagnosis.
i. Trauma dapat menyebabkan terjadi hemostasis hingga pengenceran darah.
j. Variasi Circadian Rythme merupakan perubahan dari waktu ke waktu pada tubuh yang dipengaruhi
waktu, siklus dan umur.
k. Umur, ras, dan jenis kelamin paling berpengaruh terhadap hasil pengukuran dan nilai rujukan
l. Kehamilan pada wanita perlu dipertimbangkan lama kehamilan yang berpengaruh pada
pengenceran.
Kriteria Umum Peralatan
bersih, kering, tidak mengandung bahan
kimia/deterjen,
Terbuat dari bahan yang tidak mempengaruhi
spesimen.
Mudah dicuci atau dibersihkan dari sampel
sebelumnya.
Pengambilan spesimen untuk pemeriksaan
biakan harus menggunakan peralatan yang
steril.
Alat Yang Diperlukan
Syringes, needles, lancets; sterile,
glass or plastic test tubes and vacuum systems (various sizes)
vacuum sampling system
Containers for collected biological material - different shapes, are labelled
(identification) of the collected biological material; the label is attached prior to
collection of the material and placement into the container; the label contains
basic identification data (name, surname, personal identification number of the
patient, number), department name, date of collection),
Request forms for the examination of biological material
disinfectant, gloves, sterile swabs, tourniquet, protective pad (blood collection),
small stands for test tubes, test tube tray (container) for temporary storage of the
collected material, placed on the countertop or at the place with the exclusion of
contamination by other materials or the environment,
Aids for transporting the collected material.
Pengelolaan Alat Setelah Digunakan
Dimasukkan ke dalam wadah infeksius yang
tertutup rapat (sealed).
Bersihkan dan disinfeksi bengkok dan rak
yang digunakan.
Atur lingkungan kerja dengan
Pengiriman
Prinsip : tidak rusak, tidak menyebabkan infeksi, tidak
terkontaminais dari luar
Tindakan :
Immediately (e.g. Sample for bacteriological examination,
cultivation and sensitivity, p02, within 5 minutes after
collection),
Within 30 minutes (e.g. acid-base balance, mineralogram),
Within 60 minutes (e.g. Blood group, qualitative urine analysis),
Plasma or serum can be refrigerated until the next day.
Safe packaging labelled infectious material must be used for the
transport of biological material outside the healthcare facility.
Persiapan Pasien
Mentally, so that the patient:
Knows the reason and importance of the biological material
collection,
Cooperates in the collection and indicates how they handle
the negative emotions,
Expresses their experiences in coping with the situation
based on past experience,
Expresses readiness to cope with the situation during the
collection of biological material (children are accompanied by
an adult).
Persiapan Pasien
Physically:
The patient did not eat, smoke, drink coffee, sweetened or alcoholic
beverages; in children a light breakfast and plenty of fluids are
recommended,
The patient is empty (except for sampling urine, stool),
The patient limits their physical exertion, diagnostic and therapeutic
procedures are emphasised,
The outpatient rests in the waiting room for 20-30 minutes
During collection, the patient is in a half-sitting position or is lying
down to prevent fall and injury (including accompanying people);
with children, the accompanying adult or the nurse holds the child in
the required position,
The patient is informed of any possible reactions that can be
expected in connection with the collection and how to proceed in
such a situation.
Panduan untuk perawat
Kenali prosedur yang dikehendaki laboran (baca formulir permintaan
pemeriksaan)
Perhatikan adanya permintaan khusus terkait pemeriksaan yang akan
dilakuakn : puasa, penggunaan obat , cara penyimpanan, pengiriman,
dll konsultasikan bila tidak tahu
Bekerja dengan penuh perhatian (fokus) dan hati-hati (smooth)
mengurangi ketakutan dan kecemasan pasien
Hindari terjadinya tumpahan spesimen
Perawat menggunakan alat alat disposible, memastikan kemanan dirinay
dan lingkunga kerjanya, setiap spesimen dianggap infeksius
Bila mengalami cidera saat menyiapkan (misal tertusuk jarum) biarkan
luka berdarah 5-10 menit, kemudian bersihkan luka dengan antiseptik. Bila
luka kecil dan tidak berdarah cuci luka dengan sabun atau antiseptik.
Bila luka terkontaminasi cairan pasien test HIV dan HBSAg dalam 3
hari, kemuian diperiksa lagi setelah 3, 5 dan 12 bulan.
PERSIAPAN PENGUMPULAN SPESIMEN

Persyaratan :
1. Jenisnya sesuai jenis pemeriksaan
2. Volume mencukupi
3. Kondisi baik : tidak lisis, segar/tidak kadaluwarsa,
tidak berubah warna, tidak berubah bentuk,
steril (untuk kultur kuman)
4. Pemakaian antikoagulan atau pengawet tepat
5. Ditampung dalam wadah yang memenuhi syarat
6. Identitas benar sesuai dengan data pasien
Hal-hal yang harus diperhatikan
Sebelum pengambilan spesimen
a. periksa form permintaan laboratorium.
b. Identitas pasien harus ditulis dengan benar disertai diagnosis atau
keterangan klinis.
c. Periksa apakah identitas telah ditulis dengan benar sesuai dengan
pasien yang akan diambil spesimen.
d. Tanyakan persiapan yang telah dilakukan oleh pasien, misalnya: diet,
puasa. Tanyakan juga mengenai obat-obatan yang dikonsumsi, minum
alkohol, merokok, dsb.
e. Catat apabila pasien telah mengkonsumsi obat-obatan tertentu,
merokok, minum alkohol, pasca transfusi, dsb. Catatan ini nantinya
harus disertakan pada lembar hasil laboratorium.
PENGAMBILAN SPESIMEN
Hal-hal yang harus diperhatikan pada pengambilan spesimen adalah :
1. Teknik atau cara pengambilan SOP (standard operating procedure )
2. Cara menampung spesimen dalam wadah/penampung
Seluruh sampel harus masuk ke dalam wadah (sesuai kapasitas),
jangan ada yang menempel pada bagian luar tabung untuk
menghindari bahaya infeksi.
Wadah harus dapat ditutup rapat dan diletakkan dalam posisi berdiri
untuk mencegah spesimen tumpah.
Penyiapan Sampel Darah
There are three types of blood samples collected
for the examination of blood parameters and
values:
1. Venous blood (venous blood is collected
most frequently, e.g. for erythrocyte
sedimentation rate test)
2. Arterial blood (e.g. examination and
determination of blood gases)
3. Capillary blood (e.g. blood glucose)
LOKASI PENGAMBILAN SPESIMEN
DARAH
Sebelum mengambil spesimen, harus ditetapkan terlebih dahulu
lokasi pengambilan yang tepat sesuai dengan jenis pemeriksaan
yang diminta.
Spesimen untuk pemeriksaan menggunakan darah vena umumnya
diambil dari vena cubiti daerah siku,
Pada anak/bayi biasanya pakai vena chepalika (kepala)
Spesimen darah arteri umumnya diambil dari arteri radialis di
pergelangan tangan atau arteri femoralis di daerah lipat paha.
Spesimen darah kapiler diambil dari ujung jari tengah tangan atau
jari manis tangan bagian tepi atau pada derah tumit 1/3 bagian tepi
telapak kaki atau cuping telingan pada bayi.
Tempat yang dipilih tidak boleh memperlihatkan gangguan
peredaran darah seperti cyanosis atau pucat, bekas luka dan radang
JENIS BAHAN BIOLOGIS
Spesimen manusia

darah urin muntahan tinja dahak

Spesimen non manusia

makanan minuman obat


Darah
Laboratory analyzes:
Whole blood (e.g. biochemical blood testing)
Plasma (e.g. blood coagulation factors test )
Serum (e.g. for hepatitis B virus test)
Penggunaan Antikoagulan
Mencegah pembekuan
Jumlah tidak poleh terlalu banyak (hemolisis) dan terlalu sedikit
(hemostasis) sesuaikan volume darah yang diambil
Jenis : 3.8% solution of sodium citrate in the ratio 1: 10; it is used,
for example, for erythrocyte sedimentation rate test, blood
coagulation factors test,
Heparin
Sodium or potassium salt
DARAH
Darah diperoleh melalui pungsi terhadap pembuluh darah pasien.
Darah vena diambil bila jumlah spesimen yang diperlukan melebihi 0,5 mL darah
untuk bermacam-macam pemeriksaan laboratorium.
Darah kapiler diambil bila dibutuhkan darah kurang dari 0,5 mL.
Darah arteri diambil oleh tenaga ahli terlatih untuk pemeriksaan gas darah.
Darah segar dan tanpa antikoagulan merupakan spesimen yang paling terbaik,
karena tidak terkontaminasi oleh zat-zat apapun dari luar. Spesimen darah di
laboratorium yang diambil dari pasien dapat digunakan untuk berbagai macam
pemeriksaan antara lain : hemoglobin, leukosit, trombosit, golongan darah, HbA1c,
LED, Malaria dan hapusan darah tepi.
Persiapan :
Darah yang diperoleh ditampung dalam tabung yang telah berisi antikoagulan yang
sesuai, lalu dihomogenisasi dengan cara goyang perlahan tabung.
Darah harus segera dikirim ke laboratorium untuk segera dilakukan pemeriksaan
karena ada beberapa parameter yang tidak stabil misal LED.
SERUM
Serum merupakan bagian cairan dari darah yang membeku setelah
dilakukan pemisahan melalui pengendapan atau sentrifugasi.
Serum tidak lagi/sangat sedikit berisi faktor-faktor pembekuan
darah dan trombosit.
Penggunaan serum dalam kimi klinik lebih luas dibandingkan
penggunaan plasma, hal ini karena serum tidak mengandung
bahan-bahan dari luar sehingga komponen-komponen yang
terkandung didalam serum tidak terganggu aktifitas atau reaksinya.
Persiapan :
Biarkan darah membeku terlebih dahulu pada suhu kamar selama
2-30 menit, lalu di sentrifuge 3000 rpm selama 5-15 menit.
Pemisahan serum dilakukan dalam waktu 2 jam setelah
pengambilan darah.
Serum yang memenuhi syarat harus tidak kelihatan merah dan
keruh
URIN
Urine merupakan bahan buangan tubuh berbentuk cair
yang dikeluarkan melalui sistem urogenital.
Urine yang didapatkan tidak perlu ada perlakuan
secara khusus, kecuali pemeriksaan harus segera
dilakukan sebelum 1 jam, sedangkan untuk
pemeriksaan sedimen harus dilakukan pengolahan
terlebih dahulu dengan cara dimasukkan tabung dan
sentrifuge selama 5 menit 1500-2000 rpm, supernatan
dibuang dan diambil sedimennya.
Suspensi sedimen ini dicampur dengan
cat Sternheirmer-Malbin Stains untuk menonjolkan
unsur sedimen dan memperjelas strukturnya.
URIN
Persiapan :
Urine ditampung menggunakan wadah yang cukup lebar,
bermulut, tutup ulir, diberikan label, terbuat dari kaca atau
plastik, berukuran sedang antara 5 50 mL. apabila untuk
keperluan urine 24 jam maka botol harus berkapasitas
antara 500 2000 mL.
Catatan :
Spesimen urine yang diperiksa lewat 1 jam akan mengalami
perubahan, terjadi pertumbuhan bakteri dan penurunan
glukosa, perubahan pH hingga terjadi kekeruhan sehingga
hasil pemeriksaan tidak lagi representatif.
FESES
Faeces merupakan sisa pencernaan tubuh terhadap
makanan yang berbentuk padat dan memiliki karakteristik
berwarna kuning dan bau yang khas yang dikeluarkan
melalui defekasi.
Faeces/tinja untuk pemeriksaan sebaiknya berasal dari
defekasi spontan, jika pemeriksaan sangat diperlukan,
sampel tinja dapat diambil dari rektum dengan jari
bersarung tangan.
Teknik rectal swab boleh digunakan untuk keperluan
bakteriologi.
Faeces dikumpulkan untuk pemeriksaan rutin adanya
gangguan pencernaan yang dapat diketahui penyebabnya
pada pemeriksaan.
FESES
Sebaiknya dipilih bagian faeces yang bercampur
darah, nanah, lendir karena memiliki nilai
diagnostik yang baik dan representatif.
Persiapan :
Faeces yang dikumpulkan ditampung dalam
wadah dengan bermulut cukup lebar, bertutup
ulir, diberikan label dan segera dikirim ke
laboratorium.
Spesimen yang diambil tidak perlu banyak, cukup
seukuran jempol dewasa.
SPUTUM
Sputum berasal dari sekret yang dikeluarkan oleh saluran
pernafasan hingga paru-paru. Konsisntensi sputum
bervariasi, tapi pada umumnya encer hingga kental, tidak
berwarna hingga berwarna hijau kuning.
Pengumpulan sputum untuk keperluan pemeriksaan BTA
diperlukan 3 spesimen yaitu sewaktu jam 22.00, pagi saat
bangun tidur pagi jam 05.00, dan saat akan berangkat jam
08.00, sehingga di Puskesmas dikenal sebagai sputum S-P-S.
Namun di Rumah Sakit terutama pasien rawat inap, sputum
dikumpulkan selama 3 hari berturut menggunakan
spesimen pagi sehingga disebut istilah sputum 3P.
SPUTUM
Persiapan :
Sebelumnya pasien diberi penjelasan mengenai pemeriksaan dan tindakan yang
akan dilakukan, serta perbedaan sputum dengan ludah.
Bila pasien kesulitan mengeluarkan sputum, pada malam hari sebelumnya diminta
minum teh manis atau obat gliseril guayakolat 200 mg.

Kemudian diambil sputumnya dengan cara:


Pasien diminta untuk berkumur dengan air, bila memakai gigi palsu sebaiknya
dilepas.
Pasien berdiri / duduk tegak.
Pasein diminta untuk menarik napas dalam 2-3 kali kemudian keluarkan napas
bersamaan dengan batuk yang kuat dan berulang kali sampai sputum keluar.
Sputum yang dikeluarkan langsung ditampung dalam wadah dengan cara
mendekatkan wadah ke mulut.
Diamati keadaan sputum, sputum yang berkualitas baik tampak
kental purulen dengan volume 2 ml.
Transudat dan Eksudat
Transudat Eksudat merupakan cairan tubuh yang mengisi
rongga-rongga tubuh pada jaringan/organ.
Cairan transudat eksudat diambil secara pungsi pada organ
atau jaringan dalam jumlah tertentu.
Pengambilan dimaksudkan untuk membedakan apakah
jenis transudat karena kelainan sirkulasi hemodinamik atau
eksudat karena radang atau infeksi.
Persiapan :
Spesimen yang telah diambil dari pasien dibagi menjadi 3
bagian, bagian 1 ditambahkan antikoagulan Natrium sitrat
20% dan bagian 2 tanpa ditambahkan antikoagulan dan
bagian 3 disiapkan untuk perbenihan bakteriologi.
CAIRAN LUMBAL
Cairan lumbal biasa disebut cairan otak atau juga liquor cerebrospinalis (LCS),
merupakan cairan yang diambil pada selaput otak yang berfungsi
mempertahankan keseimbangan, bantalan terhadap benturan otak. Tujuan
pemeriksaan cairan lumbal untuk melihat adanya gangguan infeksi atau radang
yang bertalian dengan gangguan pada otak, terutama pada pasien tidak sadar
karena meningitis, perdarahan otak karena otak mengalami kelumpuhan.
Pengambilan dengan melakukan pungsi pada lumbal III dan IV pada
subarachnoideal, oleh dokter terlatih.
Risiko yang terjadi dapat berupa trauma pungsi hingga infeksi pada otak bila teknik
pengambilan spesimen tidak baik.
Persiapan :
Spesimen yang telah diambil dari pasien dibagi menjadi 2 bagian, bagian 1
ditambahkan antikoagulan Natrium sitrat 20% dan bagian 2 tanpa ditambahkan
antikoagulan dan bagian 3 disiapkan untuk perbenihan bakteriologi.
Mani & Sperma
Mani atau sperma atau semen merupakan cairan sekret
ejakulat yang dikeluarkan oleh seorang pria berupa cairan
kental dan keruh, berisi sekret dari kelenjar prostat,
kelenjar-kelenjar lain dan spermatozoa.
Mani diperiksa di laboratorium bertujuan untuk melihat
tingkat kesuburan seorang pria, apabila memiliki tingkat
kesuburan rendah maka sulit mendapatkan keturunan.
Mani yang dikeluarkan bervariasi warna, kekentalan,
jumlah volume dan kekeruhannya, tergantung aktifitas pria
tersebut, teknik pengumpulan dan abstinensia yang
dilakukan.
Mani dan Sperma
Persiapan :
Seseorang yang akan memeriksakan spermanya, sebaiknya
terlebih dahulu melakukan pantangan (abstinensia) untuk
tidak mengeluarkan sperma sedikit-dikitnya selama 3 hari
(3 x 24 jam) dengan alasan menurut penyelidikan, jangka
waktu sebesar itu sudah cukup untuk suatu spermiogenesis
dan untuk sampel yang baik.
Tetapi untuk baiknya pasien diminta supaya tidak
mengadakan kegiatan seksual selama 3-5 hari.
Pengeluaran ejakulat sebaiknya dilakukan pagi hari
sebelum melakukan aktifitas, sedekat mungkin sebelum
pemeriksaan laboratorium.
MUNTAHAN
Bahan muntahan adalah bahan makanan yang dikeluarkan/dimuntahkan
melalui sistem pencernaan bagian atas pada tubuh, berupa bahan dengan
konsistensi padat dan cair.
Muntahan yang dikeluarkan merupakan spesimen yang dikeluarkan
dengan sendirinya atau melalui rangsangan pada mulut.
Maksud pengumpulan spesimen ini untuk identifikasi infeksi Cholera,
keracunan makanan Clostridium botulinum, Clostridium
welchii dan Staphylococcus aureus hemolyticus penghasil enterotoksin,
serta keracunan bahan kimia pada makanan.
Sebaiknya bahan tersebut harus segera dikirim ke laboratorium untuk
dianalisa guna menghindari terjadinya kerusakan.
Persiapan :
Disiapkan wadah berukuran besar untuk menampung. Disediakan botol
kering bersih dan bertutup untuk pemeriksaan kimia, medium alkali
pepton pH 8-9 untuk untuk pemeriksaan Cholera, MSA dan Bouillon untuk
Staphylococcus dan media transport untuk identifikasi umum.
CAIRAN LAMBUNG
Cairan lambung atau getah lambung adalah cairan isi lambung yang
diambil menggunakan alat khusus kateter karet Sonde Wangensteen atau
Sonde Levine.
Karet kateter sonde dimasukkan melalui mulut atau hidung perlahan
hingga mencapai lambung.
Disedot cairan lambung menggunakan syringe berukuran 5-10 mL untuk
mendapatkan cairan lambung.
Pengerjaan ini sebaiknya dilakukan tenaga terlatih, baik dokter atau
perawat. Tujuan pemeriksaan cairan ini antara lain : mengetahui kelainan
sekresi lambung, adanya keracunan, perdarahan lambung, adanya tumor
dan motilitas lambung.
Persiapan :
Pasien dibuat tenang dan kateter didinginkan dalam lemari es untuk
mencegah refleks muntah pasien dan diberi gliserin untuk pelicin. Cairan
lambung didapat segera dilkirim ke laboratorium untuk segera diperiksa.
PUS
Pus atau nanah merupakan cairan kental yang terbentuk karena
proses radang hingga infeksi bakteri yang berwarna putih, kuning
hingga kuning kehijauan, yang terdiri atas sel leukosit, jaringan yang
mencair, bakteri dan plasma tubuh.
Pemeriksaan spesimen pus dimaksudkan untuk indentifikasi atau
melihat jenis mikroorganisme yang menginfeksi tubuh.
Persiapan :
Disiapkan objek gelas untuk membuat sediaan langsung preparat.
Apabila memungkinkan dalam jumlah besar sebaiknya ditampung
dalam botol bersih, kering, steril dan dibawa segera ke
laboratorium.
Apabila dalam jumlah sedikit, maka spesimen yang diperoleh segera
dimasukkan ke dalam larutan media cair yang sudah disiapkan.
SEKRET KELAMIN
Sekret kelamin adalah cairan yang dikeluarkan melalui alat kelamin pada
laki-laki atau perempuan berupa cairan putih, bening, keruh dan purulen,
karena terinfeksi mikroorganisme tertentu pada kelamin.
Tujuan pemeriksaan ini untuk mengetahui penyebab infeksi pada alat
kelamin dan saluran. Umumnya yang menyebabkan infeksi adalah bakteri-
bakteri jenis : Neisseria gonorrhoe, bakteri jenis batang dan coccus
lainnya, sedangkan protozoa adalah Trichomonas vaginalis, dan jamur
adalah Candida albicans.
Persiapan :
Alat-alat yang diperlukan harus steril dan pengambilan harus dalam
keadaan steril dan tepat pada saluran kemih. Sebaiknya diambil bagian
yang berlendir dan purulen.
Sekret kelamin adalah cairan yang dikeluarkan melalui alat kelamin pada
laki-laki atau perempuan berupa cairan putih, bening, keruh dan purulen,
karena terinfeksi mikroorganisme tertentu pada kelamin.
POTONGAN JARINGAN
Potongan jaringan merupakan jaringan yang diambil
atau dipotong dari manusia untuk keperluan
pemeriksaan patologi anatomi dan toksikologi forensik.
Potongan jaringan sebaiknya dimasukkan dalam wadah
besar dari beri pengawet alkohol 95% atau formalin
atau pengawet khusus dan segera dikirim ke
laboratorium.
Persiapan :
Disiapkan wadah berukuran yang cukup besar dan
bermulut lebar. Dimasukkan potongan jaringan yang
akan dikirim dan segera ditutup.
LABEL SPESIMEN
Pemberian identitas pasien dan atau spesimen merupakan hal yang penting baik pada saat pengisian
surat pengantar/formulir permintaan pemeriksaan, pendaftaran, pengisian label wadah spesimen. Pada
surat pengantar/formulir permintaan pemeriksaan laboratorium sebaiknya memuat secara lengkap
- Tanggal permintaan
- Tanggal dan jam pengambilan spesimen
- Identitas pasien (nama, umur, jenis kelamin, alamat/ruang) termasuk rekam medik.
- Identitas pengirim (nama, alamat, nomor telepon)
- Nomor laboratorium
- Diagnosis.keterangan klinik.
- Obat-obatan yang telah diberikan dan lama pemberian.
- Pemeriksaan laboratorium yang diminta.
- Jenis spesimen
- Lokasi pengambilan spesimen
- Volume spesimen
- Pengawet yang digunakan
- Nama pengambil spesimen.