Anda di halaman 1dari 32

Laporan Kasus

“ Tumor Intra Abdomen“

PEMBIMBING: DR. SYAIFUL BACHRI, SP.B (K) BD


G L A DY S L A R I S S A ( 4 0 6 1 6 2 1 2 9 )
Kepaniteraan Ilmu Bedah
Rumah Sakit Umum Daerah Ciawi
Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Periode: 30 Oktober 2017 – 6 Januari 2018
Identitas Pasien

 Nama : Ny. M
 Usia : 45 Tahun
 Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga
Anamnesa

 Keluhan Utama : Nyeri ulu hati ± 1


minggu SMRS

 Keluhan Tambahan : Mual, muntah,


kembung dan keras, demam, tidak nafsu
makan
Riwayat Perjalanan Penyakit

• Pasien datang dengan keluhan nyeri pada ulu hati


& perut kanan atas dirasakan sejak 1 minggu
SMRS. Nyeri dirasakan terus menerus. Pasien
juga mengeluhkan perutnya kembung dan terasa
keras di ulu hati hingga kanan atas. Pasien mual
dan muntah 2 kali sehari. Pasien merasa tidak
nafsu makan. Pasien sudah dirawat di RS 2 hari
yang lalu dan melakukan pemeriksaan USG
namun keluhan tidak juga membaik.
• Riwayat kuning disangkal, BAB berdarah (-), BAK
seperti teh (-).
• Riwayat Penyakit Keluarga : -
• Riwayat Konsumsi Obat : -
Pemeriksaan Fisik

 Keadaan Umum : Tampak sakit


sedang
 Kesadaran : Compos Mentis
 Tekanan Darah : 120/70 mmHg
 Nadi : 80x/menit
 RR : 20x/menit
 Suhu : 36,3C
Pemeriksaan Fisik
• Kepala : Normocephal
• Mata : C. Anemis (-/-), S. Ikterik (-/-)
• Leher : P. KGB (-)
• Cor : BJ I, II reguler, murmur (-), gallop(-)
• Pulmo : Vesikuler (+/+), Rh (-/-), Wh (-/-)
• Abdomen :
Inspeksi : perut tampak membesar
Palpasi : keras, lien dan hepar tidak teraba,
nyeri RUQ & epigastrium, teraba massa di regio
epigastrika sampai hipokondrik kanan ± 5 x 3 x 2 cm
Perkusi : pekak (+)
Auskultasi : BU + N
• Ekstremitas : Akral hangat, edema (-)
Rencana Pemeriksaan Penunjang

 Lab (H2TL, Bilirubin Direk, Bilirubin


Total)
 USG
CT-Scan
USG
Diagnosis Kerja
Tumor Intra Abdomen
Rencana Tatalaksana

 Laparotomi Eksplorasi
Prognosis

 Ad Vitam : dubia
 Ad Fungsionam : dubia
 Ad Sanationam : dubia
• PEMBAHASAN
Definisi
• Tumor abdomen adalah suatu massa yang padat
dengan ketebalan yang berbeda-beda, yang
disebabkan oleh sel tubuh yang yang mengalami
transformasi dan tumbuh secara autonom lepas
dari kendali pertumbuhan sel normal, sehingga
sel tersebut berbeda dari sel normal dalam
bentuk dan strukturnya. Kelainan ini dapat
meluas ke retroperitonium, dapat terjadi
obstruksi ureter atau vena kava inferior.Massa
jaringan fibrosis mengelilingi dan menentukan
struktur yang dibungkusnya tetapi tidak
menginvasinya.
Etiologi
1. Karsinogen
2. Hormon
3. Faktor gaya hidup : Kelebihan nutrisi khususnya
lemak dan kebiasaan makan- makanan yang
kurang berserat.
4. Parasit : parasit schistosoma hematobin yang
mengakibatkan karsinoma planoseluler.
5. Genetik, infeksi, trauma, hipersensivitas terhadap
obat
Klasifikasi
Dewasa :
• - Tumor hepar
• - Tumor limpa / lien
• - Tumor lambung / usus halus
• - Tumor colon
• - Tumor ginjal (hipernefroma)
• - Tumor pankreas
Anak-anak :
• - Tumor wilms (ginjal)
Tanda dan Gejala
-Hiperplasia.
- Konsistensi tumor umumnya padat atau keras.
- Tumor epitel biasanya mengandung sedikit jaringan ikat, dan apabila
tumor berasal dari masenkim yang banyak mengandung jaringan
ikat elastis kenyal atau lunak.
- Kadang tampak Hipervaskulari di sekitar tumor.
- Bisa terjadi pengerutan dan mengalami retraksi.
- Edema sekitar tumor disebabkan infiltrasi ke pembuluh limfa.
- Konstipasi.
- Nyeri.
- Anoreksia, mual, lesu.
- Penurunan berat badan.
- Pendarahan
Pemeriksaan
• USG
• Endoskopi + Biopsi
• CT- Scan
• FNAB
Pemeriksaan Staging
- Radiografi polos atau radiografi tanpa kontras, contoh: X-foto
tengkorak, leher, toraks, abdomen, tulang, mammografi, dll.
- Radiografi dengan kontras, contoh: Foto Upper Gr, bronkografi, Colon
in loop, kistografi, dll.
- USG (Ultrasonografi), yaitu pemeriksaan dengan menggunakan
gelombang suara. Contoh: USG abdomen, USG urologi,
mammosografi, dll.
- CT-scan (Computerized Tomography Scanning), contoh: Scan kepala,
thoraks, abdomen, whole body scan, dll.
- MRI (Magnetic Resonance Imaging). Merupakan alat scanning yang
masih tergolong baru dan pada umumnya hanya berada di rumah
sakit besar. Hasilnya dikatakan lebih baik dari CT.
- Scinfigrafi atau sidikan Radioisotop. Alat ini merupakan salah satu alat
scanning dengan menggunakan isotop radioaktif, seperti: Iodium,
Technetium, dll. Contoh: scinfigrafitiroid, tulang, otak, dll
Tatalaksana
a. Pembedahan
Pembedahan adalah modalitas penanganan utama, biasanya gasterektonisubtotal atau total, dan
digunakan untuk baik pengobatan maupun paliasi.
b. Pasien dengan tumor lambung tanpa biopsy dan tidak ada bukti matastatis jauhharus menjalani
laparotomi eksplorasi atau seliatomi untuk menentukan apakah pasien harus menjalani prosedur
kuratif atau paliatif. Komplikasi yang berkaitandengan tindakan adalah injeksi, perdarahan, ileus,
dan kebocorananastomoisis.(Smeltzer, Suzanne C. 2001)
c. Radioterapi
Penggunaaan partikel energy tinggi untuk menghancurkan sel-sel dalam pengobatan tumor dapat
menyebabkan perubahan pada DNA dan RNA seltumor. Bentuk energy yang digunakan pada
radioterapi adalah ionisasi radiasiyaitu energy tertinggi dalam spektrum elektromagnetik.
d. Kemoterapi
Kemoterapi sekarang telah digunakan sebagai terapi tambahan untuk reseksitumor, untuk tumor
lambung tingkat tinggi lanjutan dan pada kombinasi denganterapi radiasi dengan melawan sel
dalam proses pembelahan, tumor denganfraksi pembelahan yang tinggi ditangani lebih efektif
dengan kemoterapi.
e. Bioterapi
Terapi biologis atau bioterapi sebagai modalitas pengobatankeempat untuk kanker dengan
menstimulasi system imun(biologic response modifiers/BRM)berupa antibody monoclonal, vaksin,
factor stimulasi koloni, interferon,interleukin.(Danielle Gale. 2000).
Tumor Hepar
• Kanker hati bisa diklasifikasikan menjadi
kanker hati primer dan kanker hati metastatik.
Kanker hati primer merupakan tumor ganas
yang disebabkan oleh sel-sel hati, dan dikenal
secara umum sebagai "Karsinoma
Hepatoseluler" dan "Kolangiokarsinoma".
Kanker hati metastatik merupakan kanker hati
yang disebabkan oleh penyebaran sel-sel
kanker dari organ lain.
Etiologi
• Hepatitis B
• Sirosis
• Hepatitis C
• Konsumsi Alkohol berlebihan
• NAFLD dan NASH
• Toxin makanan
• Kolangitis
Tanda Gejala

• Nyeri di sisi kanan perut bagian atas


• Nyeri pada bahu sebelah kanan: Hati yang bengkak bisa
merangsang saraf diafragma, dan saraf ini
terhubung ke saraf yang terletak di bahu sebelah kanan. Kehilangan
nafsu makan dan berat badan, merasa mual dan mengantuk
• Benjolan di perut bagian atas
• Kulit dan mata berwarna kuning, kulit terasa gatal:
• Saluran empedu terhalang oleh tumor dan
• menyebabkan pigmen empedu menumpuk di dalam darah dan
menyebabkan sakit kuning.
• Urin berwarna seperti teh dan tinja berwarna abu-abu terang
• Asites (pengumpulan cairan di dalam perut
Pemeriksaan
• Tes darah alfa-protein
• USG abdomen
• CT- Scan
• Angiogram
• Biopsi
Tumor Kolon
• Kanker kolorektal adalah kanker yang berkembang dari sel-sel usus
besar. Usus besar terdiri dari kolon dan rektum. Rektum adalah
bagian 15 cm terakhir dari usus besar dan terletak di dalam rongga
panggul ditengah tulang pinggul. Ini merupakan daerah yang sangat
kecil sehingga jarak antara kanker dan organ normal sekitarnya
sangat pendek. Oleh karena itu, kemungkinan kanker menyebar ke
organ sekitarnya dalam di panggul cukup siknifikan.
• Bagian lain dari usus besar yang posisinya terletak di atas pinggul,
disebut Kolon. Kolon dikelilingi oleh jaringan lemak, yang
disebut omentum, dan dilekatkan pada dinding rongga
perut oleh jaringan lemak yang lebih banyak lagi, disebut
mesenterium. Dalam mesenterium terdapat kelenjar getah bening.
• Kanker dapat berkembang dari sel-sel lapisan usus besar. Kanker
dapat menyebabkan penyumbatan usus, atau perdarahan dalam
tinja.
Tumor Colon
• Konstipasi , diare, perubahan konsistensi tinja
lebih dari 4 minggu
• Rectal bleeding/ darah segar pada tinja
• Nyeri perut, kembung, keram perut
• Lemas
• Penurunan berat badan
Pemeriksaan
• Rectal touche
• Sigmoidoskopi
• Kolonoskopi
• Barium enema
Limfoma Abdomen
• Limfoma abdomen dapat timbul dari kelenjar getah bening
di hati, limpa dan usus. Apabila timbul di hati atau limpa
akan menyebabkan hepatomegali atau splenomegali atau
keduanya. Tetapi bila timbulnya di usus, maka massa tumor
dapat menyebabkan obstruksi usus atau sebagai leading
point untuk terjadinya intususepsi. Gejala yang dapat
timbul ialah nyeri disertai pembengkakan perut dan
perubahan kebiasaan buang air besar serta gejala obstruksi
usus serta mual dan muntah. Perdarahan saluran cerna
jarang terjadi apalagi perforasi usus. Biasanya pasien
dengan gejala seperti tersebut di atas datang pada ahli
bedah. Pemeriksaan radiologik yang diperlukan ialah
barium meal terutama bila obstruksinya parsial. Dapat pula
dilakukan pemeriksaan USG usus.
Nefroblastoma
• Tumor ini berasal dari parenkim ginjal, oleh karena itu bila telah menyebar
dapat menimbulkan hematuria. Disamping itu dapat disertai hipertensi
karena tumor ini dapat merangsang aktifitas renin. Gejala tersebut dapat
disertai nyeri, demam ataupun kadang-kadang anemia atau gejala tumor
abdomen umumnya.
• Tumor Wilms’ disebut dalam kepustakaan dapat disertai aniridia dan
hemihipertrofi, walaupun keadaan tersebut sangat jarang. Pada pielografi
intravena biasanya ditemukan gambaran sistem pelviokalises yang rusak
atau gambar hidronefrosis dan tidak jarang gambaran sekresi ginjal tidak
tampak.
• Pada stadium lanjut dapat ditemukan gambaran metastasis dalam paru.
Ultrasonografi dan CT scan walaupun tidak mutlak tetapi sangat
membantu menegakkan diagnosis dan juga mencari metastasis.
Diagnosis pasti ditentukan dengan pemeriksaan histopatologi dari ginjal
yang berisi tumor yang telah diangkat pada laparatomi eksplorasi.