Anda di halaman 1dari 23

Kelompok 3

Analisis Instrumen
1. Annisa Fajriah
LC-MS
2. Erfina Dwi
Meilandari
3. Fakhriyah Aulia
4. Idhadi Putra
5. Lovina Aldelyn
6. Nur Sophia
Pengertian
• LC-MS atau kromatografi cair-spektrometri massa
adalah adalah teknik kimia analisis yang merupakan
penggabungan dari pemisahan fisik menggunakan
kromatografi cair dan deteksi massa molekul
dengan spektrometri massa
• Keunggulan dari teknik ini spesifisitas dan sensitivitas
pengukuran yang dihasilkan sangat tinggi dibandingkan
teknik kimia analisis lainnya. Selain itu, bila
dibandingkan kromatografi gas dan kromatografi cair
kinerja tinggi (HPLC), LC-MS juga memiliki kapasitas
yang lebih besar untuk menganalisa sampel yang lebih
banyak dalam sekali waktu.
Instrumen
Prinsip Kerja
• Senyawa dipisahkan atas dasar interaksi relatif
dengan lapisan kimia partikel-partikel (fase
diam) dan elusi pelarut melalui kolom (fase
gerak). Komponen elusi dari kolom
kromatografi kemudian diteruskan ke
spektrometer massa melalui antarmuka
khusus untuk kemudian diidentifikasi oleh
spektrometer massa.
Proses Pemisahan Analit pada KC
• Analit bersama dengan eluen dari syringe pump atau LC
masuk ke dalam kapilari.
Di dalam kapilari terdapat anoda (kutup negatif) pada Taylor
cone dan katoda (kutup positif) didekat masukkan analit dan
eluen. Kutup ini berfungsi agar muatan yang berkumpul
pada Taylor cone adalah muatan positif sehingga nantinya saat
terjadi penyemprotan dan terbentuk droplet (tetes–tetes)
tidak bergabung menjadi droplet yang lebih besar lagi.
• Analit dan solven (eluen) disemprotkan (spray)
melalui Taylor cone.
Akan terbentuk droplet–droplet yang akan mengalami tahap
evaporasi solven untuk mengurangi solven yang menempel di
analit.
• Droplet yang mengalami ledakan kolom
tersebut akan masuk ke dalam cone dimana di
sisi kiri dan kanannya sudah mengalir gas
Nitrogen (N2). Gas ini berfungsi agar analit
yang terjadi stabil dalam bentuknya dan tidak
terganggu oleh pengaruh gas oksigen. Droplet
tersebut ditransfer melalui lubang kapiler
untuk dianalisis menggunakan spectrometer
massa.
Setelah di Pisahkan oleh KC
• Analit yang terikut dalam eluen masuk ke dalam jarum
penyemprot/kapiler, kemudian eluen bersama analit
disemprotkan menjadi bentuk tetes-tetes (droplet).
Tetes-tetes tersebut masuk ke dalam counterelectrode
(biru). Tetesan masuk melalui kapiler transfer
kemudian menuju spektrometer massa.
• Pada jarum kapiler terdapat Taylor cone dimana daerah
tersebut bermuatan negatif sehingga analit dalam
solven yang memiliki muatan positif akan berkumpul di
daerah Taylor cone, pada saat terjadi penyemprotan,
tetesan-tetesan (droplet) permukaannya memiliki
muatan positif
• Droplet mengalami evaporasi solven, akibatnya droplet
menyusut sampai titik dimana tegangan permukaan pada
droplet tidak dapat menopang muatan dipermukaannya
sehingga terjadi perpecahan dalam droplet tersebut yang
disebut “coulombic” ledakan menjadi bagian-bagian,
dimana bagian-bagian tersebut antara lain :
a.Analit dengan satu muatan dan beberapa muatan (analit
ion)
b.Satu analit bersama solven yang diliputi oleh muatan positif
c.Beberapa analit bersama beberapa molekul solven dan
diliputi oleh beberapa muatan positif.
• Muatan positif pada solven biasanya
ditambahkan dari ion-ion Na+, Li+, K+, NH4+ dan
kationik lainnya. Akibatnya pada spektra sering
terjadi penambahan berat molekul ion-ion
tersebut disamping penambahan berat molekul
solven. Ion harus dibuat bermuatan positif agar
masing-masing tetesan (droplet) tidak saling
menempel lagi (membentuk tetesan yang lebih
besar). Tetesan (droplet) dapat bermuatan positif
atau negatif tergantung dari daya yang
ditempelkan pada kapilari. Untuk ion negatif
digunakan Cl-.
• LC-MS dapat digunakan untuk memberikan informasi
tentang berat molekul, struktur, identitas dan
kuantitas komponen sampel tertentu.
• LC-MS dapat menganalisis luas berbagai komponen,
seperti senyawa termal labil, polaritas tinggi
atau bermassa molekul tinggi, bahkan juga protein.
Senyawa dipisahkan atas dasar interaksi relatif dengan
lapisan kimia partikel-partikel (fase diam) dan
elusi pelarut melalui kolom (fase gerak). Komponen
elusi dari kolom kromatografi kemudian diteruskan ke
spektrometer massa melalui antarmuka khusus untuk
kemudian diidentifikasi oleh spektrometer massa.
a. Bidang farmasi
Aplikasi LC-MS
• Identifikasi benzodiazepin
• Identifikasi metabolisme asam empedu
b. Bidang biokimia
• Identifikasi protein
c. Bidang klinik
• Deteksi sensitifitas trimipramin dan thioridazine dalam sampel urin
d. Bidang makanan
• Identifikasi aflatoksin dalam makanan
• Determinasi vitamin D3 dalam suplemen pakan ternak
e. Bidang lingkungan
• Deteksi herbisida fenil urea
• Deteksi rendahnya tingkat karbaril dalam makanan
VIDEO
Jurnal
• Judul Jurnal : Karakterisasi Senyawa Hasil
Isolasi dari Ekstrak Etil Asetat Daun Namnam
(Cynometra Cauliflora L.) yang Memiliki
Aktivitas Antibakteri
Tiah Maharani, Dede Sukandar, Sandra
Hermanto
Program Studi Kimia Fakultas Sains dan
Teknologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Jalan
Ir. H. Juanda No 95 Ciputat 15412 Indonesia
Fase • kolom C-18 (2 x 150 mm)
Diam
•Spektrofotometer LCMS
Alat QTOF
•merk XEVO G2 S
Kecepatan Alir
Pelarut : Metanol
:0,3 ml/mnt

Volume
Injeksi:10µl
Preparasi Sampel
• Sebanyak 1 mg senyawa ditimbang dan
dilarutkan dalam metanol. Diambil 10 μL
sampel dan disuntikkan pada LCMS/MS
melalui kolom C-18 (2 x 150 mm) dengan
kecepatan alir 0.3 mL/menit.
Hasil
• Hasil LC-MS menunjukkan beberapa puncak
kromatogram dengan waktu retensi yang
berbeda yaitu 4.82; 5.42; 5.85; 6.87; 7.15;
7.64; 8.42 dan 9.05 menit.
• Tiga puncak utama pada waktu retensi 4.82;
6.87 dan 7.64 yang akan diidentifikasikan
senyawanya berdasarkan spektrum massanya.
• Waktu retensi 4,28 memiliki BM = 28.1427 dengan
dugaan rumus molekul senyawa C13H24O3 yang
diperkirakan merupakan senyawa 2-isopropil-5-
metilsikloheksil 2- hidroksipropanoat
• Waktu Retensi 6,87 memiliki BM= 206.1589
dengan dugaan rumus molekul C12H14O3 dan
diperkirakan senyawa Cuelure
• Waktu Retensi 7,64 memiliki BM=242.2838
dengan dugaan rumus molekul C13H21O4 yang
diperkirakan merupakan senyawa 2-[(2-
Hydroxycyclohexyl)oxy] cyclohexanecarboxylate
TERIMAKASIH