Anda di halaman 1dari 32

ANALISIS DAN PENILAIAN

EKUITAS
DISUSUN OLEH
Kelompok 4

David Chanjaya M S431708004


Kornelis K. Bolen S431708008
Zainab Masitha S431708009
ANALISIS DAN PENILAIAN EKUITAS

- Daya Tahan Laba


Analisis keuangan yang baik dapat mengenali komponen laba yang stabil dan dapat
diprediksi/komponen yang mampu bertahan. Komponen yang bertahan ini dipisahkan dari
komponen acak atau yang tidak berulang. Analisis ini membantu menghasilkan ramalan
kekuatan laba untuk penilaian yang stabil. Analisis juga harus mewaspadai manajemen laba
dan perataan laba. Aktivitas manajemen laba dan perataan laba menutupi ketidakteraturan
wajar yang berasal dari siklus dan merupakan bagian dari lingkungan dan pengalaman
perusahaan.
- Penyusunan Ulang dan Penyesuaian Laba
Salah satu aktivitas analisis ekuitas adalah menyusun laba dan komponen laba sehingga
dapat memisahkan elemen yang stabil, normal, dan terus-menerus dengan elemen yang
acak, tidak tentu, tidak biasa, dan tidak berulang. Penyusunan ulang juga bertujuan
mengetahui elemen yang terdapat dalam laba berjalan yang seharusnya dicakup dalam hasil
operasi pada satu atau beberapa periode sebelumnya.
Informasi Mengenai Daya Tahan Laba

Laporan Laba Rugi


Laba dari operasi yang masih berlanjut, laba dari operasi yang dihentikan, keuntungan dan
kerugian luar biasa, dampak kumulati perubahan prinsip akuntansi.

Laporan keuangan lainnya dan catatan atas laporan keuangan

Management Discussion and Analysisi – MD&A.


Penyusunan Ulang Laba dan Komponen Laba

- Penyusunan ulang bertujuan menyusun komponen laba guna menyajikan klasifikasi yang
lebih berarti dan format yang relevan untuk analisis. Dasar yang dipakai ialah laporan
keuangan selama beberapa tahun (biasanya lima tahun).
- Komponen dapat disusun ulang, dibagi, atau dihilangkan pengaruh pajaknya, tetapi totalnya
harus direkonsiliasi terhadap laba bersih untuk tiap periode. Beban diskresi harus dipisahkan.
Perlakuan yang sama diterapkan pada komponen seperti ekuitas dalam laba (rugi) anak
perusahaan yang belum dikonsolidasi atau afiliasi, sering kali disajikan setelah pajak.
Komponen yang dilaporkan sebelum pajak harus dikeluarkan berikut dengan dampak
pajaknya jika diklasifikasi ulang terpisah dari laba operasi yang berlanjut.
- Pengungkapan pajak penghasilan memungkinkan kita dapat memisahkan faktor yang tidak
menurunkan atau meningkatkan pajak. Pemisahan ini memungkinkan kita menganalisis sifat
berulang fakor tersebut.
Penyesuaian Laba dan Komponen Laba

- Proses penyesuaian menggunakan data dari laporan laba rugi yang disusun ulang dan
informasi lain yang tersedia untuk meletakkan komponen laba pada periode yang lebih layak.
Kita harus sangat berhati-hati dalam meletakkan pos luar biasa atau tidak biasa (setelah
dikurangi pajak) pada periode tertentu. Selain itu, manfaat pajak penghasilan dari kerugian
operasi yang ditarik ke depan seharusnya dipindahkan pada tahun terjadinya kerugian. Biaya
atau manfaat dari penyelesaian tuntutan hukum dapat dikaitkan pada satu atau lebih periode
sebelumnya. Begitu juga keuntungan atau kerugian dari operasi yang dihentikan biasanya
terkait dengan hasil operasi selama beberapa tahun. Untuk perubahan prinsip dan estimasi
akuntansi, seluruh jumlah tahun yang dianalisis harus disesuaikan dalam basis yang dapat
dibandingkan.
Tren, Manajemen dan Daya Tahan Laba

- Laba yang mencerminkan tren pertumbuhan yang stabil lebih diinginkan. Tren laba dapat
dinilai melalui metode statistik atau melalui pernyataan tren. Tren laba sering kali
mengungkapkan petunjuk penting mengenai kinerja perusahaan saat ini dan masa depan
(siklus, pertumbuhan, pertahanan) dan menilai kualitas manajemen. Kita harus waspada
terhadap distorsi akuntansi yang mempengaruhi tren. Hal penting terutama adalah
perubahan prinsip akuntansi dan dampak penggabungan usaha, khususnya pembelian.
- Manajemen laba menggunakan prinsip pelaporan akuntansi yang diterima untuk melaporkan
hasil tertentu. Tujuan utama adalah menurunkan variabilitas laba sepanjang beberapa
periode melalui pemindahan laba antara periode baik dan buruk, antara periode berjalan
dan masa depan, atau berbagai kombinasinya.
Berikut Beberapa Bentuk Manajemen Laba:

Perubahan Metode atau Asumsi Akuntansi

Menghapus keuntungan dan kerugian luar biasa dan tidak biasa

Big Baths.
Teknik ini mengakui beban periode masa depan pada masa kini, saat kinerja periode masa kini sangat buruk.
Praktik ini melepaskan laba masa depan dari beban tersebut.

Penurunan Nilai.
Penurunan nilai aset operasi seperti pabrik dan peralatan atau aset tak berwujud seperti goodwill saat hasil
operasi sedang buruk merupakan alat manajemen laba lainnya.

Menentukan waktu pengakuan dan pendapatan


Teknik ini mengatur waktu pengakuan pendapatan dan beban untuk melakukan manajemen laba, termasuk
manajemen tren.
- Insentif Manajemen dan Daya Tahan
Pengalaman memperlihatkan bahwa sebagian manajer, pemilik, serta karyawan
memanipulasi dan mendistorsi laba yang dilaporkan untuk keuntungan pribadi.
Perusahaan yang mengalami kesulitan keuangan khususnya rentan akan tekanan
ini. Rencana kompensasi dan insentif berbasis akuntansi lainnya atau hambatan-
hambatan menambah motivasi manajer untuk mengatur laba.

- Pos Laba yang Bertahan dan Sementara


Penyusunan ulang dan penyesuaian laba untuk penilaian ekuitas bergantung pada
pemisahan komponen laba yang stabil dan bertahan dari komponen acak dan
sementara. Bagian ini membahas perlakuan pos dalam evaluasi laba, kinerja
manajemen, dan peramalan laba.
Menganalisis Dan Menginterpretasikan Pos Sementara

Menentukan apakah suatu komponen bersifat sementara. Proses ini melibatkan penilaian
apakah suatu pos bersifat tidak biasa, non-operasional atau tidak berulang

Menentukan penyesuaian yang dibutuhkan terkait penilaian persistensi. Penyesuaian khusus


terkadang dibutuhkan untuk pengevaluasian maupun perkiraan laba.
Menentukan persistensi suatu pos (transitory nature).

• Keuntungan dan kerugian ini terkait dengan aktivitas operasi, tetapi


Keuntungan dan jarang terjadi atau tidak dapat diprediksi. Pos operasi berkaitan
dnegan aktivitas normal suatu perusahaan. Konsep operasi normal
kerugian operasi ternyata tidak sejelas yang dipikirkan kebanyakan orang.
• Analisis keuntungan dan kerugian operasi yang tidak berulang harus
yang tidak berulang. mempertimbangkan frekuensi yang melekat dan pola keterjadiannya.

• Pos-pos ini tidak berulang dan tidak dapat diramalkan, serta terjadi
Keuntungan dan diluar operasi normal. Kejadian yang menyebabkan pos ini biasanya
tidak berhubungan, tidak diinginkan, dan tidak direncanakan, tetapi
kerugian non-operasi tidak selalu seluruhnya tidak diharapkan.
• Aktivitas bisnis memiliki risiko kejadian yang merugikan dan kejutan
yang tidak berulang yang bersifat acak, baik itu bersifat alamai ataupun buatan manusia.
Penyesuaian Terhadap Pos Luar Biasa Yang Mencerminkan
Persistensi Laba

Dampak pos sementara terhadap sumber daya perusahaan. Setiap keuntungan dan kerugian
sementara memiliki dampak ganda. Misalnya saat mengakui keuntungan, suatu perusahaan
juga mencatat kenaikan dalam sumber daya. Demikian halnya dengan kerugian yang
menghasilkan penurunan sumber daya.

Dampak pos sementara dalam evaluasi manajemen. Salah satu implikasi yang sering dikaitkan
dengan keuntungan dan kerugian sementara adalah kurang keterkaitannya dengan aktivitas
usaha normal atau terencana.
Valuasi Ekuitas Berbasis Laba

 Valuasi perusahaan merupakan tujuan penting bagi kebanyakan pengguna


laporan keuangan. Estimasi nilai yang dapat diandalkan memungkinkan kita
untuk membuat keputusan beli/jual /menahan terkait sekuritas, mengistimasi
nilai perusahaan untuk keputusan kredit, mengistimasi nilai untuk kombinasi
bisnis, menentukan harga penawaran saham perusahaan kepada publik, dan
berbagai aplikasi yang berguna lainnya.
 Deskripsi sederhana atas valuasi ekuitas perusahaan biasanya bergantung pada
metode diskonto atau arus kas (discounted cash flow- DCF method).
Hubungan Antara Harga Saham Dan Data Akuntansi
Berbagai Valuasi Dasar

Dua ukuran valuasi yang paling banyak digunakan adalah rasio harga terhadap nilai buku (price to book-
PB)dan rasio harga terhadap laba (price to earning-PE). Pengguna sering kali membuat keputusan
investasi berdasarkan nilai terobservasi atas kedua rasio tersebut. Berikut akan dijelaskan bagaimana
sebuah analisis mendapatkan rasio “dasar” PB dan PE tanpa perlu merujuk pada harga jual saham
perusahaan. Dengan membandingkan rasio dasar ini dengan angka implisit pada harga saham saat ini,
kita dapat mengevaluasi keuntungan investasi suatu perusahaan publik yang shaamnya
diperdagangkan. Untuk perusahaan yang saham-sahamnya tidak diperdagangkan secara aktif di pasar,
rasio dapat digunakan sebagai sarana mengestimasi nilai ekuitas
Rasio Harga Terhadap Nilai Buku
Rasio Harga Terhadap Laba (PE)
Persamaan ini menghasilkan dua masukan penting:

Rasio PE memiliki hubungan terbalik


terhadap biaya modal, yakni semakin rendah
(tinggi) rasio PE maka biaya modal ekuitas
semakin tinggi (rendah), dan

Rasio PE memiliki hubungan positif


dengan ekspektasi pertumbuhan laba
persaham secara relatif terhadap
pertumbuhan norma.
KEKUATAN LABA DAN PERAMALAN
UNTUK TUJUAN PENILAIAN

Kekuatan Laba Peramalan Laba Laporan Interim untuk


Pengawasan dan Revisi
Estimasi Laba
➜ Mengukur Kekuatan ➜ Mekanisme Peramalan
Laba Laba ➜ Penyesuaian Akuntansi Akhir
➜ Rentang Waktu kekuatan ➜ Elemen Peramalan Laba Tahun
Laba ➜ Melaporkan Peramalan ➜ Aktivitas Usaha Musiman
➜ Menyesuaikan Laba per Laba ➜ Metode Pelaporan
Menyeluruh
Saham ➜ Persyaratan Pelaporan
Interim SEC
➜ Analisis Implikasi Laporan
Interim
Kekuatan Laba

 Kekuatan Laba (earning power) mengacu pada


tingkat laba perusahaan yang diharapkan akan terjadi
pada masa depan.
 Kekuatan laba di akui sebagai faktor utama dalam
penilaian perusahaan.
 Model penilain berbasis akuntansi mencakup
kapitalisasi kekuatan laba.
Mengukur Kekuatan Laba
 Kekuatan laba merupakan konsep yang berasal dari analisis
keuangan, bukan akuntansi.
 Laba periode akhir yang melampaui siklus usaha mencerminkan
kinerja opersional aktual dan memberikan kita suatu perspektif
atas aktivitas operasi dimana kita dapat mengestimasi kinerja
masa depan.
 Penilaian sangat penting untuk beberapa keputusan (seperti
investasi, pemberian pinjaman, perencanaan pajak, keputusan
pengendalaian atas peselisihan penilaian).
 Karenanya, estimasi penilaian harus kredibel dan harus
dipertahankan, dan kita harus meneliti jika terdapat
penyimpangan dari norma.
Rentang Waktu kekuatan Laba
 Pengukuran terbaik kekuatan laba suatu perusahaan adalah
dengan menggunakan laba rata-rata (komulatif) selama beberapa
tahun.
 Rentang waktu untuk menghitung laba rata-rata umumnya adalah
5 tahun (biasanya hingga 10 tahun).
 Perpanjangan periode ini menugurangi distrosi, ketidakteraturan,
dan dampak sementara lainnya yang mengurangi relevansi laba
satu tahun.
 Perhitungan laba lima tahun sering kali menekankan pengalaman
terakhir sekaligus menghindar kinerja yang tidak relevan.
 Tren Laba merupakan faktor penting dalam perhitungan kekuatan
laba.
Menyesuaikan Laba per Saham
 Kekuatan laba dihitung dengan menggunakan seluruh komponen
laba. Setiap pos pendapatan dan beban merupakan bagian dari
pengalaman operasi perusahaan. Masalahnya adalah pada tahun
yang mana kita menempatkan pos tersebut saat menghitung
kekuatan laba. Pada kasus tertentu analisis laba kita mungkin
terbatas pada jangka pendek, pos-pos pada serangkaian laba
jangka pendek disesuaikan jika lebih terkait pada periode
sebelumnya.
 Jika hal ini dilakukan dengan basis per saham, setiap pos harus
disesuaikan terhadap dampak pajak dengan menggunakan tarif
pajak perusahaan kecuali jika terdapat tarif pajak tertentu.
Seluruh pos juga harus dibagi dengan jumlah saham yang
digunakan untuk menghitung laba per saham.
Peramalan Laba

Bagian utama analisis laporan keuangan dan penilaian


adalah peramalan laba. Dari perpektif analisis, evaluasi
tingkat laba sangat terkait dengan peramalan laba. Hal
ini disebabkan ramalan laba yang relevan melibatkan
analisis komponen laba dan penilaian mereka di masa
depan. Peramalan laba mengikuti analisis komponen
laba dan melibatkan pembuatan estimasi laba masa
depan.
Mekanisme Peramalan Laba
 Peramalan mengharuskan kita untuk menggunakan seluruh
informasi yang tersedia secara efektif, termasuk laba periode
sebelumnya.
 Peramalan juga mendapatkan manfaat dari pemisahan
(disaggregation).
 Pemisahan melibatkan penggunaan laba berdasarkan lini produk
atau segmen dan terutama berguna jika segmen tersebut memiliki
perbedaan risiko, profitabilitas, atau pertumbuhan.
Elemen Peramalan Laba
 Peramalan harus bergantung pada bukti saat ini dan masa lalu.
Analis harus menilai kesinambungan dan momentum kinerja
perusahaan, termasuk industrinya.
 Memeriksa kewajaran ramalan. Untuk tujuan ini, sering kali
digunakan angka pengembalian investasi modal. Pengembalian
investasi modal tergantung dari laba, sementara laba merupakan
produk dari kualitas manajemen dan manajemen asset.
 Kondisi keuangan. Kurangnya likuiditas dapat membatasi
keberhasilan manajemen dan struktur modal yang berisiko dapat
membatasi tindakan manajemen.
Melaporkan Peramalan Laba

 SEC (Securities and Exchange Commission) menyarankan agar


peramalan dilakukan dengan “itikad baik” dengan landasan yang
layak.
 SEC merekomendasi agar peramalan disajikan dalam format
laporan keuangan dan disertai dengan informasi yang cukup bagi
investor untuk menilai keandalan.
 SEC memiliki aturan safe harbor yang melindungi perusahaan
dari tuntutan hukum jika prediksi mereka tidak menjadi
kenyataan.
Laporan Interim untuk
Pengawasan dan Revisi Estimasi
Laba

 Laporan keuangan interim merupakan sumber informasi


yang berharga untuk mengawasi kinerja.
 Laporan ini berguna untuk merevisi estimasi kekuatan laba
dan peramalan laba.
 Namun laporan keuangan interim memiliki keterbatasan
yang terkait dengan kesulitan untuk meletakan komponen
laba pada periode kurang dari satu tahun.
Penyesuaian Akhir Tahun
Penyesuain ini mencakup pengakuan pendapatan,
menentukan biaya persediaan, alokasi overhead, mencari
nilai pasar sekuritas, dan memperkirakan piutang tak
tertagih.
Penyesuaian akhir tahun sering kali rumit, menghabiskan
waktu dan mahal. Penyesuaian untuk periode interim
sering kali kurang lengkap dan menggunakan informasi
yang kurang andal dibandingkan dengan laporan akhir
tahun. Hal ini kemungkinan menghasilkan ukuran laba
periode interim yang kurang akurat
Aktivitas Usaha Musiman

 Beberapa perusahaan memiliki aktivitas usaha musiman.


 Penjualan, produksi, dan aktivitas operasi lain sering kali tidak
dapat dibagi sama antar periode interim.
 Hal ini dapat mendistorsi perbandingan laba interim.
 Selain itu juga dapat menimbulkan masalah pada alokasi biaya-
biaya yang sifatnya diskresioner, seperti iklan, penelitian,
pengembangan, perbaikan dan pemeliharaan.
Metode Pelaporan Menyeluruh
 Laporan interim biasanya dilaporkan dengan cara yang konsisten
dengan persyaratan pelaporan tahunan.
 Kerugian biasanya tidak ditangguhkan melewati periode interim
saat terjadinya dan pos luar biasa dilaporakan pada periode
interim saat terjadinya. Namun, penangguhan biaya iklan tidak
dapat dilakukan karena manfaatnya tidak dapat diantisipasi.
 Sebaliknya, pajak penghasilan dibebankan dengan menggunakan
taksiran pajak efektif untuk periode satu tahun.
Persyaratan Pelaporan Interim SEC
1. Laporan interim komparatif dan laporan keuangan hingga tanggal ini dapat
diberi judul tidak diaudit tetapi harus dimasukan dalam laporan tahunan.
2. Neraca komparatif.
3. Laporaan arus kas hingga hari ini.
4. Informasi pro forma mengenai penggabungan usaha yang dicatat sebagai
pembelian.
5. Kesesuaian dengan prinsip akuntansi berlaku umumdan pengungkapan
perubahan akuntansi, termasuk surat dari auditor.
6. Analisis naratif manajemen mengenai hasil operasi.
7. Pengungkapan mengenai apakah Form 8-K diisi selama periode –
melaporkan apakah terdapat penyesuaian laba yang tidak biasa atau
pergantian auditor.
Analisis Implikasi Laporan Interim
 Analisis harus waspada terhadap kesalahan estimasi dan diskresi
yang melekat pada laporan interim.
 Terbatasnya keterlibatan auditor pada laporan interim
mengurangi keandalan laporan interim relative terhadap laporan
tahunan yang diaudit.
 Peraturan pasar modal memberikan sejumlah keyakinan,
meskipun terbatas.