Anda di halaman 1dari 75

KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT

DIREKTOR AT JEN DERAL SUM BER DAYA AIR


SATUAN KERJA BALAI WILAYAH SUNGAI SULAWESI II
Jl. KH. Notu Badu No. 71 Telp. (0435) 882097 – Fax. (0435) 882272 Limboto Email : ulpgorontalo@yahoo.com

DRAFT LAPORAN ANTARA

Paket Pekerjaan :

DD DAN SERTIFIKASI DESAIN BENDUNGAN BOLANGO HULU

Kontrak Nomor: HK.02.03/Bws12/Satker.Balai/K-PP/16/2017


Tanggal 12 Juni2017
LATAR BELAKANG

Kondisi topografi Kabupaten Bone Bolango yang


merupakan daerah cekungan/datar dan perbukitan yang
rawan terhadap bencana banjir maka alternatif untuk
mengatasi permasalahan banjir tersebut adalah dengan
membangun sebuah Bendungan Serba Guna Bolango

Bendungan Serba Guna Bolango juga berfungsi sebagai


sumber air untuk peningkatan irigasi menjadi 300%,
penyediaan air baku 1.164 liter/detik, penyediaan tenaga
listrik 1,209 MW, serta konservasi dan Pariwisata

Berdasarkan data-data kejadian banjir yang pernah terjadi,


menunjukkan Kabupaten Bone Bolango sangat rawan
terhadap banjir sehingga diperlukan bangunan pengendali
banjir untuk mereduksi dampak banjir di Kabupaten Bone
Bolango
MAKSUD DAN TUJUAN

• Maksud :
Melakukan detail desain pembangunan bendungan Bolango Hulu
dengan cara melakukan tindak lanjut dan kajian detail terhadap
studi terdahulu dengan melakukan perhitungan dan
penggambaran lebih rinci dan juga untuk melaksanakan proses
sertifikasi persetujuan desain sebagai syarat pelaksanaan
pembangunan bendungan Bolango Hulu.

• Tujuan :
Mendapatkan dokumen hasil desain yang final Bendungan
Bolango Hulu setelah dimodelkan untuk memperoleh sertifikat
persetujuan desain dan ijin pelaksanaan konstruksi yang
nantinya akan dipergunakan sebagai dasar pelaksanaan
konstruksi
SASARAN

Dengan dilaksanakan pekerjaan DD dan


Sertifikasi Desain Bendungan Bolango Hulu
ini akan menjadi panduan dalam
pelaksanaan kegiatan fisik pembangunan
bendungan Bolango Hulu.
LOKASI PEKERJAAN

Letak pekerjaan Bendungan Bolango Hulu berada di Desa Owata, Kecamatan Bulango Ulu.
SURVEY HIDROMETRI
SURVEY HIDROMETRI

Survey hidrometri terdiri dari beberapa kegiatan diantaranya adalah


1. Pengukuran penampang melintang sungai
Pengukuran penampang sungai dilakukan dengan menggunakan total station
yang diikatkan pada BM yang telah di ukur.
2. Pengukuran kecepatan arus dan perhitungan debit sungai
Tujuan pengukuran debit ini adalah untuk mengetahui debit sesaat pada saat
pengambilan sample sedimen, sehingga nantinya didapat hubungan
kandungan sedimen dan debit. Pengukuran debit pada dasarnya adalah
pengukuran kecepatan arus pada penampang yang ditentukan, dengan alat
ukur arus tipe baling- baling (OTT).
3. Pengukuran sedimen melayang
4. Pengambilan sampel dasar sungai
SURVEY HIDROMETRI

Pengukuran Kecepatan Arus dan Perhitungan Debit Sungai

Pengukuran debit dilakukan sebanyak 12 kali mulai dari Bulan Januari sampai bulan Juni.
Selanjutnya dari data hasil pengukuran tersebut di cari persamaan hubungan antara tinggi
muka air dan debit untuk mendapatkan persamaan liku debit yang mempunyai nilai R2
(coeficient of determination) paling mendekati 1 menggunakan perangkat lunak spreadsheet.

Q = 33.447 H^2.12

Liku Debit Sungai Mongiilo


SURVEY HIDROMETRI

Pengukuran Kecepatan Arus dan Perhitungan Debit Sungai

Pengukuran Kecepatan Arus Sungai Mongiilo


SURVEY HIDROMETRI

Pengukuran dan Pengambilan Sampel Sedimen

Pengambilan sampel sedimen dilakukan sebanyak 12 kali dengan jumlah sedimen pada saat
muka air tinggi sebanyak 8 buah. Pengambilan sampel sedimen sebaiknya dilakukan secara
bersamaan dengan kegiatan pengukuran debit dan setiap sampel sedimen harus dikirim ke
laboratorium untuk di analisa.
Karena alasan keselamatan, pengukuran arus sungai saat kejadian banjir tidak bisa dilakukan
menggunakan alat current meter, untuk itu debit air saat banjir di dekati dengan persamaan
liku debit yang dihasilkan diatas.
Berdasarkan data lapangan hasil pengukuran sedimen yaitu data debit dan kandungan
sedimen suspensi total maka dibuat garis hubungan antara debit dan kandungan sedimen total,
sama seperti membuat garis lengkung debit/aliran .
SURVEY HIDROMETRI

Pengukuran dan Pengambilan Sampel Sedimen

Dari grafik di samping


didapatkan hubungan antara
debit sedimen dan debit air
sebagai berikut :
Qs = 5.3465 Q1.7846
Dimana
Qs = sedimen (ton/ha/tahun)
Q = debit air (m3/dt)

Lengkung Sedimen Sungai Mongiilo


SURVEY HIDROMETRI

Pengukuran dan Pengambilan Sampel Sedimen

Pengambilan Sampel Sedimen


Sungai Mongiilo

Pengamatan Tinggi Muka Air dengan


Peilscale pada saat banjir
***********
SURVEY TOPOGRAFI
***********
SURVEY TOPOGRAFI

Survey topografi dan batimetri melalui tahapan kegiatan sebagai berikut :


1. Persiapan dan Orientasi Lapangan
2. Pembuatan Peta Situasi Sungai Sepanjang Sungai Mongiilo dan Pertemuan Anak Sungai
3. Pemasangan Bench Mark (BM) dan Control Point (CP)
Pemasangan patok BM dan CP pada pekerjaan ini sebanyak 11 buah BM (Bench Mark) dan
11 buah CP (Control Point).
3. Penetapan Titik Referensi Pengukuran
4. Pengukuran Cross Section dan Long Section
5. Penggambaran Cross Section dan Long Section
6. Menetapkan Lokasi Akhir
7. Analisis data topografi
SURVEY TOPOGRAFI

Daftar Koordinat dan Foto BM dan CP di Sungai Mongiilo


No. Northing (Y) Easting (X) Elevasi Deskripsi
1 72786,526 510550,030 +122.101 m BM 01
2 73071,027 510856,140 +108.752 m BM 02
3 72997,331 510723,439 +55.584 m BM 03
4 72866,538 510646,481 +51.000 m BM 04
5 72706,765 510372,621 +110.044 m BM 05
6 72846,858 510586,797 +69.816 m BM 06
7 73139,215 510404,896 +49.094 m BM 07
8 72884,770 510150,119 +67.793 m BM 08
9 72784,634 511182,448 +122.172 m BM 10
10 74187,701 515835,615 +118.604 m BM 14
11 72971,237 514879,718 +90.810 m BM 15

No. Northing (Y) Easting (X) Elevasi Deskripsi


1 72764,705 510568,812 +130.612 m CP 01
2 72988,548 510884,119 +82.601 m CP 02
3 73095,185 510450,527 +49.214 m CP 03
4 72928,388 510675,396 +49.933 m CP 04
5 72848,085 510433,199 +68.186 m CP 05
6 72631,076 510388,274 +139.421 m CP 06
7 72170,045 510832,826 +242.513 m CP 07
8 72950,797 511945,065 +124.744 m CP 08
9 72824,628 511185,572 +104.990 m CP 12
10 72965,725 514866,37 +90.770 m CP 13
11 74242,922 515860,731 +117.193 m CP 14
SURVEY TOPOGRAFI

Pengukuran Titik Kontrol Geodesi


Titik Referensi Sungai Mongiilo
BM Base N.4002
ANALISA HIDROLOGI
PETA DAS BENDUNGAN BOLANGO HULU
DARI DATA SRTM

Sungai yang mengalir pada


daerah studi adalah Sungai
Mongiilo, merupakan sungai
perenial yang debit airnya ada
sepanjang tahun, akan tetapi
mengalami fluktuasi debit pada
saat musim hujan dan musim
kemarau.
Luas DAS Bendungan Bolango
Hulu dari hasil analisa sebesar
243.19 km2. Sedangkan panjang
sungai utama yang mengalir
adalah 27.59 km.
PEMBAGIAN ORDO SUNGAI DAS BENDUNGAN BOLANGO HULU

Keterangan :
= Sungai Orde 1
= Sungai Orde 2
= Sungai Orde 3
= Sungai Orde 4
= Sungai Orde 5
KETERSEDIAAN DATA

1. Data Curah Hujan


Terdapat 3 stasiun hujan yang letaknya dekat dengan lokasi studi yaitu Stasiun Hujan Tapa
dengan pencatatan data selama 31 tahun (1985-2016), Stasiun Hujan Boidu selama 14 tahun
(2002-2015) dan Stasiun Hujan Dulamayo selama 15 tahun (2002-2016).
Karena lokasi tiga stasiun hujan tersebut sejajar, maka data hujan yang digunakan pada studi
ini dipilih dari salah satu stasiun hujan di hulu yang mempunyai lama pencatatan data
terpanjang yaitu Stasiun Hujan Tapa. Akan tetapi secara topografis dan zona ikim Stasiun
Hujan Tapa berbeda dengan daerah hulu DAS pada lokasi studi, sehingga dipilih Stasiun Hujan
Dulamayo yang paling sesuai secara topografi dan zona iklim dengan daerah hulu DAS pada
lokasi studi.
Untuk perhitungan debit banjir rancangan, data hujan tahun 2016-2002 akan menggunakan
stasiun hujan Dulamayo, sedangkan data hujan tahun 2001-1998 akan menggunakan dari
satelit TRMM (Tropical Rainfall Measuring Mission).

2. Data Klimatologi
 Dari Stasiun Klimatologi Tilongkabila terdiri dari data temperatur udara, kelembaban udara,
kecepatan angin dan penyinaran matahari selama 3 tahun mulai tahun 2014 – 2016.
ANALISA CURAH HUJAN RENCANA

Hasil analisa hujan rencana metode Log Pearson Tipe III dan analisa curah hujan
maksimum (PMP) merupakan hujan rancangan titik dan untuk menjadikan hujan
rancangan daerah maka, harus dikalikan dengan faktor reduksi luas DAS Bendungan
Bolango Hulu adalah sebesar 0,826.

Analisa Curah Hujan Rencana Metode Log Pearson Tipe III


No Tr Hujan (mm) Area Reduction Hujan (mm)
1 1.01 43.434 0.826 35.885
2 2 95.132 0.826 78.596
3 5 120.112 0.826 99.234
4 10 134.304 0.826 110.959
5 20 144.698 0.826 119.546
6 25 150.193 0.826 124.086
7 50 160.808 0.826 132.856
8 100 170.508 0.826 140.870
9 200 179.814 0.826 148.559
10 1000 208.903 0.826 172.592
11 PMP 521.493 0.826 430.847
Sumber: Hasil Perhitungan
PMP REGIONAL

Nilai Kontur
Luas Pengaruh Nilai PMP
PMP Prosentase Luas
2
mm Km mm
400 20.71 0.085 34.07
450 62.93 0.259 116.45
500 86.66 0.356 178.17
550 72.89 0.300 164.84
243.1898 Total PMP 493.529
Faktor Reduksi Luas 0.876
PMP Isohiet 432.420
Sumber: Perhitungan
ANALISA DEBIT BANJIR RENCANA

Perhitungan debit banjir rencana pada studi ini menggunakan pendekatan multi basin
dikarenakan luas Daerah Aliran Sungai dan karateristik sungai yang ada di hulu,
sehingga waktu konsentrasi aliran menjadi berbeda beda pada tiap sub basin nya.
Limpasan air dari masing-masing sub basin akan terkumpul ke dalam outlet, dan akan
mengalir melalui sungai sehingga di perlukan perhitungan penelusuran banjir di sungai.
Untuk memudahkan dalam proses perhitungan maka digunakan perangkat lunak
HEC – HMS yang di keluarkan oleh US Army Corp. Komponen utama dalam model
HEC-HMS adalah
1. Basin model – berisi sub-DAS, titik control DAS, penggal/ruas sungai, waduk.
2. Meteorologic model – berisi data hujan (time series & hidrograf satuan) dan
penguapan
3. Control Specifications –berisi waktu mulai dan berakhirnya hitungan atau simulasi.
Simulasi hujan-aliran dalam setiap sub-DAS memerlukan beberapa komponen model
yaitu Hujan (precipitation) model, Loss (kehilangan air /hujan efektif) model, Transform
model (mentransformasikan hujan efektif menjadi aliran/limpasan permukaan) dan
Baseflow (aliran dasar) model.
ANALISA DEBIT BANJIR RENCANA

Struktur Transformasi Hujan Aliran pada Model HEC-HMS


ANALISA DEBIT BANJIR RENCANA

Distribusi hujan (mm)


Kala Ulang R24
Jam ke-
(tahun) (mm) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
1.01 35.88 0.36 0.36 0.36 0.36 0.36 0.50 0.50 0.50 1.44 1.44 3.66 18.08
2 78.60 0.79 0.79 0.79 0.79 0.79 1.15 1.15 1.15 3.14 3.14 8.17 39.14
5 99.23 0.99 0.99 0.99 0.99 0.99 1.65 1.65 1.65 3.97 3.97 10.92 47.63
10 110.96 1.11 1.11 1.11 1.11 1.11 2.22 2.22 2.22 4.44 4.44 13.32 49.93
25 119.55 1.20 1.20 1.20 1.20 1.20 2.59 2.59 2.59 4.78 4.78 14.35 51.40
50 124.09 1.24 1.24 1.24 1.24 1.24 3.10 3.10 3.10 4.96 4.96 13.65 52.12
100 132.86 1.33 1.33 1.33 1.33 1.33 3.54 3.54 3.54 5.31 5.31 14.61 54.47
200 140.87 1.41 1.41 1.41 1.41 1.41 3.83 3.83 3.83 5.63 5.63 15.34 57.44
1000 172.59 1.73 1.73 1.73 1.73 1.73 5.47 5.47 5.47 6.90 6.90 17.26 67.31
PMP 430.85 4.31 4.31 4.31 4.31 4.31 12.93 14.00 14.00 15.08 30.16 47.39 146.49
Distribusi hujan (mm)
Kala Ulang R24
Jam ke-
(tahun) (mm) 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24
1.01 35.88 2.51 1.44 0.50 0.50 0.50 0.36 0.36 0.36 0.36 0.36 0.36 0.36
2 78.60 5.50 3.14 1.15 1.15 1.15 0.79 0.79 0.79 0.79 0.79 0.79 0.79
5 99.23 6.95 3.97 1.65 1.65 1.65 0.99 0.99 0.99 0.99 0.99 0.99 0.99
10 110.96 7.77 4.44 2.22 2.22 2.22 1.11 1.11 1.11 1.11 1.11 1.11 1.11
25 119.55 9.56 4.78 2.59 2.59 2.59 1.20 1.20 1.20 1.20 1.20 1.20 1.20
50 124.09 9.93 4.96 3.10 3.10 3.10 1.24 1.24 1.24 1.24 1.24 1.24 1.24
100 132.86 10.63 5.31 3.54 3.54 3.54 1.33 1.33 1.33 1.33 1.33 1.33 1.33
200 140.87 11.27 5.63 3.83 3.83 3.83 1.41 1.41 1.41 1.41 1.41 1.41 1.41
1000 172.59 13.81 6.90 5.47 5.47 5.47 1.73 1.73 1.73 1.73 1.73 1.73 1.73
PMP 430.85 34.47 21.54 15.08 14.00 14.00 4.31 4.31 4.31 4.31 4.31 4.31 4.31

Tabel distribusi Hujan 24 Jam


ANALISA DEBIT BANJIR RENCANA

NAME SUBBASIN HECTARES FAOSOIL SAND SILT Clay Tekstur CN CN Rerata


Hutan Lahan Kering Sekunder 2B 23.585 Ao104-2/3c 75.2 10 14.85 A 45 0.50
Hutan Lahan Kering Primer 2B 383.687 Ah25-2c 48.9 30.45 20.55 B 54 9.81
Hutan Lahan Kering Sekunder 2B 1370.534 Ah25-2c 48.9 30.45 20.55 B 58 37.63
Semak/Belukar 2B 22.766 Ah25-2c 48.9 30.45 20.55 B 62 0.67
Semak/Belukar 2B 37.192 Ah25-2c 48.9 30.45 20.55 B 62 1.09
Semak/Belukar 2B 17.740 Ah25-2c 48.9 30.45 20.55 B 62 0.52
Semak/Belukar 2B 16.284 Ah25-2c 48.9 30.45 20.55 B 62 0.48
Semak/Belukar 2B 66.572 Ah25-2c 48.9 30.45 20.55 B 62 1.95
Semak/Belukar 2B 28.853 Ah25-2c 48.9 30.45 20.55 B 62 0.85
Pertanian Lahan Kering Bercampur dengan Semak 2B 139.341 Ah25-2c 48.9 30.45 20.55 B 70 4.62
Permukiman 2B 5.928 Ah25-2c 48.9 30.45 20.55 B 75 0.21
2112.482 58.33

Hutan Lahan Kering Primer 3B 1691.738 Ah25-2c 48.9 30.45 20.55 B 54 53.30
Hutan Lahan Kering Sekunder 3B 22.202 Ah25-2c 48.9 30.45 20.55 B 56 0.73
1713.940 54.03
NAME SUBBASIN HECTARES FAOSOIL SAND SILT Clay Tekstur CN CN Rerata
Hutan Lahan Kering Sekunder 3A 24.900 Ah25-2c 48.9 30.45 20.55 B 58 58.00
0.249

Hutan Lahan Kering Primer 4B 1247.482 Ah25-2c 48.9 30.45 20.55 B 54 38.98
Hutan Lahan Kering Sekunder 4B 480.478 Ah25-2c 48.9 30.45 20.55 B 56 15.57
1727.960 54.56

Hutan Lahan Kering Primer 4A 346.690 Ao104-2/3c 75.2 10 14.85 A 45 13.01


Hutan Lahan Kering Primer 4A 690.585 Ah25-2c 48.9 30.45 20.55 B 54 31.09
Hutan Lahan Kering Sekunder 4A 162.074 Ah25-2c 48.9 30.45 20.55 B 58 7.84
1199.349 51.94

Hutan Lahan Kering Sekunder SB 739.143 Ao104-2/3c 75.2 10 14.85 A 45 15.98


Semak/Belukar SB 1.435 Ao104-2/3c 75.2 10 14.85 A 48 0.03
Semak/Belukar SB 57.894 Ao104-2/3c 75.2 10 14.85 A 48 1.33
Semak/Belukar SB 565.491 Ao104-2/3c 75.2 10 14.85 A 48 13.04
Semak/Belukar SB 125.725 Ao104-2/3c 75.2 10 14.85 A 48 2.90
Pertanian Lahan Kering Bercampur dengan Semak SB 581.538 Ao104-2/3c 75.2 10 14.85 A 55 15.36
Permukiman SB 10.438 Ao104-2/3c 75.2 10 14.85 A 46 0.23
2081.664 48.88

Tabel CN
ANALISA DEBIT BANJIR RENCANA
ANALISA DEBIT BANJIR RENCANA
ANALISA DEBIT BANJIR RENCANA

Simulasi model HEC-HMS dilakukan


untuk memprediksi hidrograf debit
banjir pada beberapa kala ulang.
Debit puncak banjir tiap kala ulang
hasil simulasi model HEC-HMS
diantaranya adalah
Q1,01th = 54,9 m3/det
Q2th = 248,00 m3/det
Q10th = 423,40 m3/det
Q25th = 472,40 m3/det
Q50th = 489,50 m3/det
Q100th = 539,60 m3/det
Q200th = 589,60 m3/det
Q1000th = 904,70 m3/det
QPMF = 3013,20 m3/det

Simulasi Pemodelan HEC-HMS DAS Bolango Hulu


ANALISA DEBIT BANJIR RENCANA

Perbandingan Debit Puncak Banjir


Bendungan Bolango Hulu QPMP Dengan
Bendungan-bendungan Di Indonesia
Serta Grafik Creager

QPMF
Bolango

Dari grafik creager di samping dapat


diambil kesimpulan bahwa metode
perhitungan debit banjir rancangan
tersebut di atas mempunyai nilai QPMF
masuk pada range yang mendekati
dengan kontrol creager
ANALISA DEBIT ANDALAN

Debit Andalan (depandable discharge) adalah debit rencana yang diharapkan akan terus
tersedia sepanjang tahun. Model rainfall-runoff yang dapat digunakan sangat bervariasi.
Pada studi ini analisa debit andalan dihitung dengan menggunakan metode F.J. Mock.
Debit (m3/dt) Rerata
Bulan Periode
Bulanan
2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017

Jan I 22.88 46.26 7.85 38.61 25.45 6.84 40.46 24.92 32.70 9.73 8.69 14.22 6.40 4.79 7.06 19.79
II 16.98 40.66 5.23 9.26 15.59 11.82 29.39 15.50 23.19 14.89 8.56 6.15 10.17 11.51 13.70 15.51
Feb I 28.65 31.53 20.32 27.64 11.43 11.20 20.64 16.78 50.95 7.84 19.05 6.88 5.45 4.02 29.07 19.43
II 11.56 16.60 5.74 21.39 12.51 9.60 17.62 7.62 28.77 32.51 8.41 6.17 18.25 3.71 24.61 15.00
Maret I 38.58 20.54 21.96 7.84 11.63 33.81 32.62 9.95 47.12 27.10 4.74 3.18 12.46 2.57 25.42 19.97
II 34.90 18.68 17.40 5.88 11.72 47.34 17.82 6.85 24.43 12.05 22.53 10.00 3.96 1.93 7.48 16.20
April I 41.24 35.21 22.30 5.02 33.87 18.77 61.61 53.85 42.54 21.57 10.21 2.95 18.25 4.12 28.08 26.64
II 24.60 27.43 10.70 4.02 27.56 21.43 26.12 48.99 34.74 10.89 23.93 17.23 9.85 11.43 22.11 21.40
Mei I 42.20 16.37 28.37 3.21 32.47 14.65 32.45 52.76 34.68 18.54 38.83 26.92 8.57 24.65 19.58 26.28
II 12.18 8.60 12.00 2.41 14.43 9.59 17.55 33.49 15.67 13.82 17.71 9.07 27.66 11.43 12.40 14.54
Juni I 16.19 19.57 24.83 34.70 15.04 31.12 11.76 58.04 20.35 12.92 17.11 9.01 12.96 13.85 26.32 21.58
II 11.26 7.00 19.18 16.83 7.22 7.91 8.34 39.35 10.60 5.52 10.98 11.38 16.61 25.33 11.59 13.94
Juli I 26.21 19.33 15.64 6.80 57.16 19.53 15.87 72.76 14.01 39.62 25.44 4.27 5.67 10.44 23.11 23.72
II 7.43 7.62 11.36 5.13 22.87 13.90 12.33 50.21 11.40 20.14 16.71 3.20 4.25 14.86 6.60 13.87
Agust I 16.25 5.05 15.60 3.76 15.67 6.16 5.92 54.47 6.41 7.57 13.96 8.00 11.17 9.18 9.32 12.57
II 12.28 3.79 13.10 2.82 11.67 19.09 4.40 32.82 4.65 9.32 18.97 9.52 3.52 4.47 8.85 10.62
Sept I 16.57 3.23 8.72 8.53 16.17 22.34 3.76 75.74 7.29 7.37 6.65 3.05 3.00 18.97 5.88 13.82
II 6.90 2.59 7.22 7.25 12.13 10.13 3.00 52.17 3.79 9.76 7.59 2.44 2.40 18.38 9.52 10.35
Okt I 14.18 34.67 44.94 2.61 29.33 12.92 27.86 60.22 37.75 5.77 4.51 1.95 5.90 15.29 9.68 20.50
II 4.57 33.20 27.81 1.96 23.54 31.60 12.39 41.44 31.67 19.83 3.38 5.08 1.86 37.93 18.01 19.62
Nop I 21.79 25.66 33.29 26.02 11.02 35.59 38.04 44.91 29.62 26.07 12.00 9.59 20.91 10.27 8.63 23.56
II 19.31 8.84 16.89 13.39 10.50 25.13 26.81 28.61 20.97 13.27 12.57 21.56 17.91 18.84 15.52 18.01
Des I 54.78 24.19 21.85 29.70 12.83 28.49 19.37 49.13 8.47 19.19 28.54 8.11 22.30 18.06 9.78 23.65
II 20.99 15.42 14.70 20.47 12.10 20.18 9.30 22.06 12.07 24.01 11.09 20.09 8.28 10.42 4.00 15.01

Rerata 21.77 19.67 17.79 12.72 18.91 19.55 20.64 39.69 23.08 16.22 14.67 9.17 10.74 12.77 14.85 18.15

Rekapitulasi
Debit Bulanan DAS Bendungan Bolango Hulu Dengan Metode FJ. Mock Tahun 2003-2017
ANALISA EROSI DAN SEDIMENTASI

PEMODELAN DENGAN AVSWAT


ANALISA EROSI DAN SEDIMENTASI

PETA SEBARAN HIDROLOGI RESPON UNIT


ANALISA EROSI DAN SEDIMENTASI

Perhitungan Sedimen Muatan Layang DAS Bendungan Bolango Hulu

Laju Erosi rerata Laju Erosi


Bulan
(ton/ha/bln) (Ton)
Januari 1.12 27,237.28
Pebruari 0.38 9,241.22
Maret 2.84 69,065.96
April 1.86 45,233.34
Mei 2.15 52,285.85
Juni 1.58 38,424.02
Juli 2.42 58,851.98
Agustus 0.04 972.76
September 1.33 32,344.27
Oktober 2.86 69,552.34
Nopember 0.76 18,482.44
Desember 1.68 40,855.92
462,547.38
ANALISA EROSI DAN SEDIMENTASI

Perhitungan Sedimen Muatan Dasar DAS Bendungan Bolango Hulu


ANALISA EROSI DAN SEDIMENTASI

Perhitungan Total Load DAS Bendungan Bolango Hulu

Sedimen Potensial
No Jenis Sedimen Metode
(ton/tahun)
1 Sedimen Melayang (Suspended Load) USLE 589,109.93
2 Sedimen Dasar (Bed Load) Eistein 174,592.39
Jumlah Sedimen Potensial 763,702.32 ton/tahun
2,092.335 ton/hari
BJ Tanah 1.45 ton/m3
Luas DAS 243.19 km2
3
Laju Sedimen Potensial 526,691.26 m /tahun
2.17 mm/tahun
ANALISA EROSI DAN SEDIMENTASI

Perhitungan Sedimen Melayang dari hasil lapangan

Debit Konsetrasi Qs
No Tanggal Pengambilan Total Kanan Tengah Kiri Rerata ton/hr ton/ha/tahun
(m3/dt) (mg/l)

1 2 Februari 2018 13.64 5.86 5.96 5.72 337.20 397.39 5.96


2 11 Februari 2018 17.63 6.84 8.72 6.18 675.78 1,029.37 15.45
3 21 Februari 2018 15.68 5.84 8.16 5.32 526.25 712.94 10.70
4 1 Maret 2018 38.63 1,180.00 3,938.57 59.11
5 4 Maret 2018 35.41 1,096.67 3,354.78 50.35
6 27 Maret 2018 31.38 1,166.67 3,163.50 47.48
7 12 April 2018 155.46 2,736.67 36,758.38 551.70
8 13 April 2018 105.37 2,426.33 22,090.17 331.55
ANALISA EROSI DAN SEDIMENTASI

Perhitungan Sedimen Melayang dari hasil lapangan


Debit QS
Bulan Periode Hari
(m3/dt) Ton
Jan I 15 7.85 3,170.11
II 16 5.23 1,640.86
Feb I 15 20.32 17,307.05
II 13 5.74 1,571.33
Maret I 15 21.96 19,888.69
II 16 17.40 14,003.90
April I 15 22.30 20,429.91
II 15 10.70 5,514.39
Mei I 15 28.37 31,406.17
II 16 12.00 7,217.52
Juni I 15 24.83 24,761.85
II 15 19.18 15,613.93
Juli I 15 15.64 10,846.45
II 16 11.36 6,544.15
Agust I 15 15.60 10,793.86
II 16 13.10 8,439.07
Sept I 15 8.72 3,825.11
II 15 7.22 2,728.29
Okt I 15 44.94 71,347.04
II 16 27.81 32,320.83
Nop I 15 33.29 41,777.00
II 15 16.89 12,446.92
Des I 15 21.85 19,704.97
II 16 14.70 10,359.58
393,658.98
BASIC DESAIN
TATA LETAK BENDUNGAN

Lay out atau tata letak Bendungan Bolango Hulu didasarkan pertimbangan hal – hal sebagai
berikut :
• Kondisi Topografi
 Puncak Sandaran kiri semakin ke hilir semakin rendah, memiliki lebar yang cukup
tipis, dan dibatasi oleh avoor yang cukup curam.
 Pada tengah tumpuan sebelah kiri memiliki kemiringan yang terjal hingga 45,
sedangkan pada tumpuan kanan dengan kemiringan berikisar 40.
 Ketinggian relatif dari dasar sungai sampai puncak sandaran sekitar 100 m untuk
sandaran sebelah kiri dan 130 m untuk sandaran sebelah kanan.
 Puncak sandaran kanan memiliki ketinggian dan lebar yang cukup.
 Terdapat bekas longsoran material pada sandaran sebelah kanan.
 Lebar sungai konstan berkisar antara 25-30 m.
• Kondisi Geologi Permukaan
 Berdasarkan pemetaan geologi permukaan, litologi Bendungan Bolango Hulu tersusun
dari 3 (tiga) satuan yaitu endapan longsoran (koluvial), endapan sungai (aluvial) dan
batuan beku terobosan (diorit bone).
 Struktur geologi didaerah sekitar lokasi studi adalah sesar, berupa sesar normal pada
arah selatan dan utara menunjukkan pola memancar dan sesar jurus mendatar
umumnya bersifat menganan.
TATA LETAK BENDUNGAN

• Kondisi Batuan
 Sebagian besar batuan pada pondasi merupakan batuan beku granodiorit,
terkonsilidasi baik dan dapat digunakan sebagai pondasi bendungan tipe urugan batu.
 Bagian yang lapuk pada permukaan batuan pondasi tidak terlalu tebal
 Pada dasar sungai batuan dengan klasifikasi D-CL memiliki ketebalan 14-18 m dan
dibawahnya terdapat batuan dengan klasifikasi CM.
 Pada tebing sandaran kanan, terdapat batuan dengan klasifikasi D dan CL dengan
kedalaman 18 m yang melapisi batuan dengan klasifikasi CM dibawahnya.
 Pada tebing sandaran kiri, kedalaman batuan dengan klasifikasi D-CL adalah 15 m
dengan batuan klasifikasi CM berada di bawah batuan klasifikasi Cl tersebut
 Pondasi bendungan dapat diletakkan pada batuan yang cukup dengan melakukan
penggalian dengan kedalaman 15-20 meter dari permukaan tanah.
 Dapat dilakukan perbaikan pondasi dengan metode sementasi.
• Permeabilitas
 Permeabilitas pondasi secara prinsip tidak boleh lebih besar dari 5 lugeon, pada
permukaan dasar sungai dan sandaran kiri kanan, nilai permeabilitas sampai dengan
kedalaman 15 m adalah 20 lugeon dan didefinisikan sebagai zone lulus air. Sedangkan
pada granodiorit nilai lugeon berkisar 5.
 Perbaikan pondasi dilakukan dengan melakukan grouting yang cukup dalam
TATA LETAK BENDUNGAN

• Bangunan Pelimpah :
Pelimpah akan diletakkan disebelah kanan sungai atau tubuh bendungan dikarenakan
tempat tersebut meiliki kondisi topografi yang lebih baik dari sisi sebelah kiri. Pada
abutment sebelah kiri memiliki tebal puncak yang tipis dan juga terdapat avoor sungai
sehingga tidak memungkinkan untuk menempatkan pelimpah pada lokasi tersebut. Bukit
sandaran sebelah kanan memiliki ketinggian yang jauh di atas puncak bendungan sekitar
50-70 m, sehingga untuk memperkecil galian di rencanakan pelimpah menggunakan
terowongan.
• Bangunan pengelak banjir :
Berupa terowongan direncanakan disisi abutment sebelah kiri. Pertimbangan pemilihan
lokasi dikarenakan panjang terowongan akan menjadi lebih pendek jika di tempatkan
pada sisi sebelah kiri.
• Bangunan pengambilan :
Direncanakan berupa Tower Intake yang akan menggunakan terowongan pengelak
sebagai waterway nya.
• Bangunan Pelengkap :
Bangunan fasilitas seperti kantor gudang dan rumah jaga akan diletakkan pada tebing
sebelah kanan dekat dengan pelimpah.
DENAH BENDUNGAN
JALAN AKSES BENDUNGAN
DAERAH GENANGAN BENDUNGAN
RENCANA TEKNIS BENDUNGAN

 Muka Air Rendah (MAR) : + 83.00 m


 Muka Air Normal (MAN) : + 95.00 m, volume tampungan ± 84.10 juta m3, luas 483.05 ha
 Surcharge Water Level (SWL) : + 97.50 m, volume tampungan ± 12.52 juta m3, luas 518.60 ha
 Muka Air Banjir (MAB)
Q1000 pada El. + 98.98, volume tampungan ± 104.46 juta m3, luas 542.66 ha
QPMF pada El. + 103.95, volume tampungan ± 133.05 juta m3, luas 616.87 ha
 Rencana elevasi puncak Bendungan Bolango Hulu pada El. + 105.00 m.
 Tinggi bendungan = 74.00 m
 Panjang Bendungan = 345.00 m
 Lebar puncak bendungan = 11,00 m (Sesuai RSNI T-01-2002)
 Kemiringan tubuh bendung:
Kemiringan Hulu = 1 : 2.70
Kemiringan Hilir = 1 : 2.50
 Perlindungan lereng bendungan
Hulu : berupa hamparan batu pelindung (rip-rap).
Hilir : urugan batu
TIPIKAL TUBUH BENDUNGAN
TINGGI JAGAAN BENDUNGAN

Kondisi Muka Air Normal (H1) Muka Air Q1000 (H2)


(m) (m)
Hasil Perhitungan Tinggi Jagaan
Hw 0,966 0,813
Hs 0,0106 0,0100
Hr 0,847 0,688
He 1,67 -
Hu 1,00 0,50

Kondisi Normal (H1)


H1 = ¾Hw + Hs + Hr + He + Hu
= ¾ (0,966) + 0,0106 + 0,847 + 1,67 + 1,00
= 4,26 m
Elevasi muka air NWL = El. 99,26
Kondisi banjir Q1000th (H2)
H2 = ¾Hw + Hs + Hr + Hu
= ¾ (0,813) + 0,010 + 0,688 + 0,50
= 1,81 m
Elevasi muka air Q1000 th = El. 100,79
Kondisi QPMF (H3)
H3 = 0,750
Elevasi muka air PMF = El. 103,95
Elevasi Puncak bendungan = El. 103,95 + 0,75
= El. 104,70 m
TINGGI JAGAAN BENDUNGAN

Berdasarkan kriteria desain pada Standar Nasional Indonesia (SNI 8062:2015) Tata
cara desain tubuh bendungan tipe urugan, hal.10 untuk bendungan dengan urugan
pada daerah bergempa kuat (zona D, E dan F), tinjauan elevasi puncak bendungan
selain berdasarkan perhitungan tinggi jagaan berdasarkan tabel di atas juga
memperhatikan kriteria desain yang disyaratkan oleh SNI sesaui dengan tabel berikut

Tinggi Jarak minimum antara Lebar Puncak Berdasarkan hasil perhitungan


Bendungan elevasi air normal dan Bendungan dan mengacu pada Tabel tersebut
puncak bendungan (m) (m) di atas, maka elevasi puncak
(m)
bendungan ditetapkan pada El.
<30 3.5 7.5 105.00 m dengan lebar puncak
30 – 60 4.5 9 bendungan 11.00 m
61 – 90 6 10.5
>91 6 12
Sumber : SNI (RSNI T-01-2002), Tata cara desain tubuh bendungan tipe urugan,

Jarak antara Elevasi air


Tinggi Lebar Puncak
Normal dan Puncak
Bendungan Bendungan
Bendungan
(m) (m)
(m)
74 10 11
PERHITUNGAN KOEFISIEN GEMPA

Kapasitas tampungan total Bendungan Bolango Hulu adalah 84.10 juta m³, dengan tinggi
bendungan 74.00 m, apabila terjadi banjir besar yang diakibatkan oleh runtuhnya
bendungan atau debit yang dikeluarkan melalui pelimpah, maka diperkirakan lebih dari
1000 jiwa harus dievakuasi. Sedangkan kerusakan yang ditimbulkan akibat banjir
tersebut diperhitungkan agak tinggi mengingat bagian hilir sampai ke muara didominasi
oleh pemukiman dan lahan pertanian.
No. Pengaruh Risiko Ukuran Faktor Bobot
Risiko
1 Kapasitas (106m3) 84.10 FRk 4
2 Tinggi (m) 74.00 FRt 6
3 Kebutuhan evakuasi > 1000 FRe 12
4 Tingkat kerusakan Tinggi FRh 10
hilir
FRtot 32
Klasifikasi Ekstrim
(IV)
PERHITUNGAN KOEFISIEN GEMPA

Kelas risiko Persyaratan tanpa Persyaratan diperkenankan ada kerusakan


dengan masa kerusakan tanpa keruntuhan
guna
T Metode T Metode
(thn) Analisis (tahun) Analisis
IV 100 – 200 Koef Gempa 10.000 Koef.gempa atau dinamik *
N=50-100 ad = 0,1 g (M DE)

III 50 – 100 Koef Gempa 5000 Koef. gempa atau dinamik *


N=50-100 ad =0,1 g (M DE)

II 50-100 ad Koef Gempa 3000 Koef. gempa atau dinamik *


N=50-100 = 0,1 g (MDE)

I Koef Gempa 1000 Koef. gempa atau dinamik *


50-100 ad
N=50-100 = 0,1 g (MDE)

Catatan :
1) Untuk bendungan besar dengan kondisi geologi setempat yang khusus, Peta Zona Gempa
dalam bab V tidak dapat digunakan, dan perlu dilakukan studi gempa tersendiri.
2) Analisis dinamik dapat dilakukan dengan analisis ragam sambutan gempa atau sejarah
waktu percepatan gempa.
*) Penjelasan lebih terperinci periksa tabel 17.
Sumber : Pedoman analisis Stabilitas Bendungan Tipe Urugan Akibat beban Gempa (Pd.T-14-2004-A) hal. 13

Kriteria beban gampa untuk Bendungan Bolango Hulu berdasarkan Tabel di atas
untuk persyaratan tanpa kerusakan menggunakan koefisien gempa dengan kala
ulang (T) 100 tahun untuk ad ≥ 0,1 g (Gempa OBE). Untuk persyaratan diperkenan
ada kerusakan tanpa keruntuhan (Gempa MDE) menggunakan analisa koefisien
gempa dengan kala ulang (T) 10000 tahun atau dinamik.
PERHITUNGAN KOEFISIEN GEMPA

Perhitungan Koefisien Gempa Berdasarkan Peta Gempa 2017

Periode ac ad
No. Kh K Kv Keterangan
ulang T (g) (g)
1 100 0,3 0,300 0,300 0,210 0,126 OBE
2 200 0,4 0,400 0,400 0,280 0,168
3 1000 0,6 0,600 0,600 0,420 0,252
4 5000 0,9 0,900 0,900 0,630 0,378
5 10000 1,5 1,500 1,500 1,050 0,630 MDE

Koefisien Gempa Termodifikasi Bendungan Bolango Ulu

Periode ad Ko Kh
Kh pada y/H
No. ulang T Keterangan
(g) (g) (g) 1 0,75 0,5 0,25
(Tahun)

1 100 0,3 0,300 0,150 0,210 0,233 0,255 0,306 OBE


2 5000 0,9 0,900 0,450 0,630 0,698 0,765 0,917
3 10000 1,5 1,500 0,750 1,050 1,163 1,275 1,528 MDE
ANALISA STABILITAS LERENG BENDUNGAN

Parameter desain yang digunakan dalam analisa stabilitas untuk setiap


kondisi yang ditinjau dapat dilihat pada tabel berikut ini :

Parameter Desain untuk Analisis Stabilitas Lereng

No
Zona γ Dry γ Sat γ Wet C C' ф ф' K E
μ
3 3 3 2 2 o o 2
gr/cm gr/cm gr/cm Kg/cm Kg/cm (cm/dt) Kg/cm
1 Inti Kedap (1) 1,53 1,97 1,89 3,10 3,10 22,00 22,00 1,00,E-06 20000,00 0,30
2 Filter (2) 1,61 1,99 1,84 0,00 0,00 30,00 - 2,85,E-03 2500,00 0,33
3 Transisi (3) 1,53 1,99 1,84 0,00 0,00 35,00 - 1,00,E-02 2500,00 0,30
4 Timbunan Batu (4) 1,80 2,17 1,84 0,00 - 43,50 - 3,50,E-01 44000,00 0,27
5 Random Batu (5) 1,78 2,15 1,83 0,00 - 40,00 - 3,00,E-01 44000,00 0,33
6 Rip-rap (6) 1,96 2,28 2,21 0,00 - 45,00 - 3,00,E-01 44000,00 0,27
7 Pondasi 1,96 2,78 2,21 0,00 - 64,26 - 1,01,E-04 132000,00 0,27

Sumber : Hasil Perhitungan


ANALISA STABILITAS LERENG BENDUNGAN

Tanpa Dengan Gempa FK Syarat


Kondisi Gempa Koef. FK Tanpa Dengan Hasil Analisa Stabilitas
Gempa Gempa Gempa Statis Bendungan Bolango
After Construction hulu 3,433 0,121 2,512 1,30 1,20 Hulu (gempa desain 100
hilir 3,012 0,121 1,370 1,30 1,20 tahun OBE)
Flood Water Level hulu 3,511 - - 1,30 -
hilir 2,985 - - 1,30 -
Normal Water Level hulu 3,055 0,202 2,006 1,50 1,20
hilir 3,012 0,202 1,910 1,50 1,20
Rapid drawdown hulu 3,022 0,121 1,712 1,30 1,10
(NWL --> LWL) hilir 2,924 0,121 1,910 1,30 1,10
Rapid drawdown hulu 2,864 - - 1,30 -
(HWL --> LWL) hilir 3,146 - - 1,30 -

Tanpa Dengan Gempa FK Syarat


Kondisi Gempa Koef. FK Tanpa Dengan
Hasil Analisa Stabilitas
Gempa Gempa Gempa Statis Bendungan Bolango
After Construction hulu 3,433 0.288 2,138 1.30 1.00 Hulu (gempa desain 10000
hilir 3,012 0.288 1.370 1.30 1.00 tahun MDE)
Flood Water Level hulu 3,511 - - 1.30 -
hilir 2,985 - - 1.30 -
Normal Water Level hulu 3,055 0,480 1.154 1.50 1.00
hilir 3,012 0.480 1.453 1.50 1.00
Rapid drawdown hulu 3,022 0.288 1.364 1.30 1.00
(NWL --> LWL) hilir 2,924 0.288 1.274 1.30 1.00
Rapid drawdown hulu 2,864 - - 1.30 -
(HWL --> LWL) hilir 3,146 - - 1.30 -
ANALISA STABILITAS LERENG BENDUNGAN

Analisa Stabilitas Lereng


Hulu Muka Air Normal
(NWL)

Analisa Stabilitas Lereng


Hilir Muka Air Normal
(NWL)
ANALISA STABILITAS LERENG BENDUNGAN

Analisa Stabilitas Lereng


Hulu Gempa OBE Muka Air
Normal (NWL)

Analisa Stabilitas Lereng


Hilir Gempa OBE Muka Air
Normal (NWL)
ANALISA STABILITAS LERENG BENDUNGAN

Analisa Stabilitas Lereng


Hulu Gempa MDE Muka Air
Normal (NWL)

Analisa Stabilitas Lereng


Hilir Gempa MDE Muka Air
Normal (NWL)
ANALISA STABILITAS LERENG BENDUNGAN

Hasil Analisa Stabilitas Gempa Pseudo Statis


Faktor Keamanan T = 100
Kondisi y/H = 1 y/H = 0.75 y/H = 0.50 y/H = 0.25
K = 0,202g K = 0,223g K = 0,245g K = 0,293g
After Construction hulu 2,111 2,093 1,895 1,734
hilir 1,620 1,545 1,465 1,185
Aliran Tetap hulu 1,822 1,529 1,546 1,410
hilir 1,556 1,499 1,454 1,285
Rapid drawdown hulu 1,423 1,250 1,249 1,782
(NWL --> LWL) hilir 1,556 1,499 1,454 1,285

Faktor Keamanan T =10000


Kondisi y/H = 1 y/H = 0.75 y/H = 0.50 y/H = 0.25
K = 0,428g K = 0,474g K = 0,520g K = 0,623g
After Construction hulu 1,518 1,368 1,320 1,117
hilir 1,314 1,255 1,206 1,052
Aliran Tetap hulu 1,238 1,083 1,092 0,909
hilir 1,372 1,161 1,132 1,052
Rapid drawdown hulu 1,050 0,963 0,917 1,220
(NWL --> LWL) hilir 1,386 1,323 1,256 1,040
ANALISA STABILITAS LERENG BENDUNGAN

M y/H Umax Kmax/Umax Kmax Ky Ky/Kmax U maks Tabel Deformasi


(g) (g) (g) (cm)
6,5 0,75 0,690 0,432 0,298 0,264 0,885 0,7
Horisontal Bendungan
0,5 0,690 0,600 0,414 0,274 0,662 4,1 Bolango Ulu
0,25 0,690 0,842 0,581 0,273 0,470 19 Bagian Hulu
Hulu 7,5 0,75 0,690 0,432 0,298 0,264 0,885 0,8
0,5 0,690 0,600 0,414 0,274 0,662 6
0,25 0,690 0,842 0,581 0,273 0,470 30
8,25 0,75 0,690 0,432 0,298 0,264 0,885 1,7
0,5 0,690 0,600 0,414 0,274 0,662 19
0,25 0,690 0,842 0,581 0,273 0,470 100
keterangan : ( - ) tidak terjadi deformasi

M y/H Umax Kmax/Umax Kmax Ky Ky/Kmax U maks


Tabel Deformasi
(g) (cm)
6,5 0,75 0,690 0,432 0,298 0,348 1,168 -
Horisontal Bendungan
0,5 0,690 0,600 0,414 0,336 0,812 1 Bolango Ulu
0,25 0,690 0,842 0,581 0,304 0,524 12 Bagian Hilir
Hilir 7,5 0,75 0,690 0,432 0,298 0,348 1,168 -
0,5 0,690 0,600 0,414 0,336 0,812 1,1
0,25 0,690 0,842 0,581 0,304 0,524 21
8,25 0,75 0,690 0,432 0,298 0,348 1,168 -
0,5 0,690 0,600 0,414 0,336 0,812 2,5
0,25 0,690 0,842 0,581 0,304 0,524 65
keterangan : ( - ) tidak terjadi deformasi

Diperoleh hasil deformasi maksimal adalah sebesar 100 cm, dimana nilai ini
masih lebih kecil dari nilai batas keamanan yaitu 0,5 dari tinggi jagaan sebesar
3,0 m yaitu 1,5 m
ANALISA STABILITAS TUBUH BENDUNGAN TERHADAP
REMBESAN DAN BAHAYA PIPING

Kapasitas Aliran Filtrasi Lapisan Kedap Air


16
Qf  x 5,00  10 8  1,00  10 8  64,00  355,02
8
= 7,16 x 10 -3m3/detik
= 21,95 m3/hari.
Syarat besarnya aliran filtrasi :
Qf < 1 % dari inflow tahunan rata-rata = 345.600 m3/hari
< 3.456,00 m3/hari
Qf < 0,01 % dari kapasitas tampungan waduk = 1,0 x 107 m3
< 1900 m3/hari
Qf = 4,42 m3/hari. (ok)
Analisa Stabilitas Tubuh Bendungan Terhadap Bahaya Piping
PENIMBUNAN EKSTRA PADA BENDUNGAN
RENCANA TEKNIS PELIMPAH

Salah satu tujuan dari pembangunan Bendungan Bolango Hulu adalah untuk mengurangi banjir
di Kota Gorontalo. Namun bendungan ini, tidak dimungkinkan untuk bisa mereduksi sampai
maksimal dikarenakan tidak berada pada satu sub daerah aliran sungai. Sehingga tindakan
pengendalian banjir yang dilakukan adalah dapat mengurangi luas genangan akibat dari banjir
dengan kala ulang 50 tahun.
Pelimpah didesain tanpa menggunakan pintu dengan pertimbangan selisih antara pelimpah
berpintu dengan pelimpah tanpa pintu tidak besar dalam mereduksi banjir. Disamping itu juga
ada batasan topografi sehingga saluran transisi dan peluncur berbentuk saluran tertutup
dengan diameter 8 m sehingga kapasitas alirannya dibatasi di bawah 900 m3/dt.

Rekapitulasi Routing
Banjir Kondisi dengan
Pintu (3 X 7 m)
RENCANA TEKNIS PELIMPAH

Rekapitulasi Routing
Banjir Kondisi Tanpa
Pintu

Dari hitungan kedua tabel di atas terlihat jika reduksi banjir tidak terpaut jauh dan
pelimpah tidak berpintu mempunyai keuntungan tidak adanya biaya operasional dan
biaya pemeliharaan yang minim, sehingga pelimpah tanpa pintu dipilih sebagai
alternatif desain.
DENAH DAN POTONGAN MEMANJANG PELIMPAH
RENCANA TEKNIS PELIMPAH

Data Teknis Pelimpah


Tipe : Pelimpah Langsung Tanpa Pintu
Bentuk puncak : Busur dengan dua elevasi berbeda
Lebar : 36,00 m
El. Ambang : + 95.00 m
Q outflow (1000 th) : 167.60 m3/dt
Q outflow (PMF) : 836.83 m3/dt
Tinggi air di atas ambang (Q1000 th) : 3.98 m
Tinggi air di atas ambang (QPMF) : 8.95 m
Elevasi Lantai Hulu : 91.00 m
Reduksi Banjir Q25 : 89.25 %
Reduksi Banjir Q50 : 88.53 %
SaluranTransisi
Panjang Saluran : 47,5 m
Elevasi hulu : 87,00 m
Elevasi hilir : 86,00 m
Lebar hulu : 17 m
Lebar hilir : 14 m
Kemiringan dasar : 0,02
RENCANA TEKNIS PELIMPAH

Saluran Peluncur
Tipe : Terowongan
Diameter : 12-8 m
Elevasi hulu : 88,50 m
Elevasi hilir : 48.92 m
Kemiringan dasar : 0,4
Panjang : 93.94 m

Saluran Penghubung
Tipe : Terowongan
Diameter : 8.00 m
Elevasi hulu : 48,92 m
Elevasi hilir : 47.00 m
Kemiringan dasar : 0,075
Panjang : 256.50 m

Kolam Olak
Tipe : USBR Tipe I
Panjang kolam olakan : 39 m
Lebar kolam olak : 20 m
Elevasi dasar kolam olak : 42 m
RENCANA TEKNIS PENGELAK

Perencanaan Debit Desain Bangunan Pengelak


RENCANA TEKNIS PENGELAK

Tipe : Tapal Kuda


Diameter : 7.00 m
Elevasi Inlet : 56.00
Elevasi Outlet : 50.00
Panjang terowong : 376.00 m
Kemiringan : 0.00833
Debit inflow 25 th : 472.40 m3/dt
Debit outflow : 350.08 m3/dt
Elevasi banjir : 201.24 m
Elevasi Puncak Coffer Dam : 66.00 m
Tinggi Coffer Dam : 18.00 m
Lebar Puncak Coffer Dam : 6.00 m
DENAH DAN POTONGAN PENGELAK
RENCANA TEKNIS PENGAMBILAN (INTAKE)

Dikarenakan adanya fasilitas PLTM maka besarnya air harus bisa di kendalikan
dari depan, berarti harus ada pengaturan di bangunan pemngambilan,
sehingga pilihan bangunan pengambilan tipe drop inlet tidak masuk dalam
pertimbangan pemilihan. Pertimbangan kondisi topografi di abutment sebelah
kiri yang cukup terjal sehingga akan menyulitkan jika menggunakan tipe sandar
oleh karena itu pada bendungan Bolango Hulu bangunan pengambilan di
rencanakan dengan tipe menara intake (tower intake).

Bangunan pengambilan diletakkan melintang dan tegak lurus terhadap


alinyemen terowongan pengelak. Lubang pengambilan yang ambangnya
terletak pada El. 80.00 m. Lubang pengambilan ini memiliki dimensi 12.0 m2.
RENCANA TEKNIS PENGAMBILAN (INTAKE)

• Bangunan Pengatur
Bangunan rumah pengatur terbuat dari beton dan yang dilengkapi dengan atap,
bangunan ini merupakan tempat untuk mengoperasikan pintu air, elevasi dasar lantai
bangunan pengatur ter;etak pada 106.00 m.
 Bangunan Sadap
Bangunan sadap berupa ambang lebar yang dilengkapi dengan saringan jeruji (fixed
trash rack) , dimensi pintu lebar 4 m dan tinggi 3 m dengan tinggi tegaknya sekitar 21.50
m dari bawah terowongan pengelak sampai ke ambang pengambilan
• Shaft Tegak
Shaft tegak difungsikan untuk mengatur ambang lebar dengan menggunakan slide steel
gate.Shaft tegak ini berbentuk persegi, dengan dimensi 7.00 x 7.00 m.
• Terowongan Pembawa
Terowongan pengelak yang ada dimanfaatkan sebagai terowongan pembawa aliran,
maka dilakukan penyumbatan (plugging) di bagian hulu dan bagian tengah terowongan.
Penyumbat beton ini berjarak 147.95 m dari as bendungan dengan panjang 10.00 m.
Pada bagian tengah juga dipasang penyumbat beton sepanjang 30.00 m digunakan
sebagai pembentuk transisi dari saluran pembawa pada terowongan dengan diameter
7.00 m ke pipa baja berdiameter 1.8, penyumbat beton ini akan menyelimuti pipa baja
sepanjang 30.00 m berada pada as bendungan.
RENCANA TEKNIS PENGAMBILAN (INTAKE)

Tipe : Tower Intake

Debit Pengambilan : 17.00 m3/dt

Pengambilan Bawah:
Elevasi ambang : EL. 80.00 m
Dimensi fasilitas pengambilan : 3.0 m tinggi
4.0 m lebar
Saluran Pembawa : Pipa Baja Dia 1.8 m

Fasilitas Pengeluaran:
Katup Pengatur : Hollow Jet valve
Diameter : 1.80 m
Elevasi as titik tengah : EL. 48.00m
Tinggi Muka Air di Waduk
Muka Air Normal : EL. 95.00 m
Muka Air Rendah : EL. 83.00 m
DENAH DAN POTONGAN PENGAMBILAN (INTAKE)
PERHITUNGAN PENGOSONGAN WADUK

Jumlah Pintu n= 1 unit


Diameter pintu D = 1.80 m Hollow jet DN 1800
Kehilangan energi x= 7%
Prosentase bukaan pintu P = 100%
Koefisien debit Cd = 0.013 P0.864 = Cd = 0.80
Luas bukaan pintu A* = 2.54 m2
Rumus kecepatan aliran di pintu V = { 2 g Heff }1/2
Rumus debit pengaliran di pintu Q = Cd. A . V
Elevasi dasar intake, Elev.Int = 82.00 m
Elevasi dasar outlet, Elev.Out = 48.00 m
Total kehilangan energi = 2.92 m

EMAW Inflow Volume Volume Interval Tinggi air Tinggi air Kehilangan Heff Kecepatan Debit Waktu Waktu Kecepatan Bukaan
konstan Inflow pada volume rata-2 rata-2 energi aliran Outflow Outflow Outflow surut pintu
konstan EMAW i EMAW (i +1 - i ) dari elev.inlet dari CL elev.out di pintu
3 3 3 3
(m) ( m /det ) (m ) (m ) (m ) (m) (m) (m) (m) ( m/det ) ( m3/det ) ( jam ) ( hari ) ( m/jam ) (%)

95.0 11.00 - 84,101,833.81


93.0 11.00 1,678,521.72 75,165,201.36 8,936,632.5 12.0 45.1 2.9 42.2 28.8 58.6 42.39 1.77 0.05 100.00%
91.0 11.00 2,042,805.90 66,228,568.91 8,936,632.5 10.0 43.1 2.9 40.2 28.1 57.2 51.59 2.15 0.04 100.00%
89.0 11.00 2,004,994.02 58,115,298.89 8,113,270.0 8.0 41.1 2.9 38.2 27.4 55.7 50.63 2.11 0.04 100.00%
87.0 11.00 1,885,015.36 50,825,391.29 7,289,907.6 6.0 39.1 2.9 36.2 26.6 54.2 47.60 1.98 0.04 100.00%
85.0 11.00 1,914,343.90 43,535,483.70 7,289,907.6 4.0 37.1 2.9 34.2 25.9 52.7 48.34 2.01 0.04 100.00%
84.0 11.00 1,020,034.55 40,669,551.07 2,865,932.6 2.5 35.6 2.9 32.7 25.3 51.6 25.76 1.07 0.04 100.00%
83.0 11.00 842,187.79 37,803,618.44 2,865,932.6 1.5 34.6 2.9 31.7 24.9 50.8 21.27 0.89 0.05 100.00%

Outflow maksimum 58.6 m3/det


3
Vol.Inflow 11,387,903.23 m Kebutuhan waktu untuk pengosongan waduk 11.98 hari

Keterangan :
Normal Water Level NWL = 95.0 m Kecepatan surut rata-rata = 0.0421 m/jam
Elevasi dasar intake Elev.Int = 68.0 m
TERIMA KASIH ATAS PERHATIANNYA!