Anda di halaman 1dari 54

PENCATATAN KIA

YANI RINGAN RUNDE


PENDEKATAN CONTINUUM OF CARE &
LIFE CYCLE YANG BEKESINAMBUNGAN
PADA SELURUH TAHAPAN SIKLUS
KEHIDUPAN MANUSIA UNTUK
MEWUJUDKAN KELUARGA SEHAT

2
AKI
PENYEBAB PENYEBAB TIDAK
LANGSUNG LANGSUNG
PERDARAH INFEKS STATUS REPRODUKSI
EKLAMPSIA STATUS KES RENDAH
AN I BURUK
Penyaki Terlalu muda, terlalu tua, terlalu
Anemia KEK banyak, kehamilan tidak
Akses Pelayanan yang berkualitas t kronis diinginkan
1. Evaluasi/Skrining bu mil Berisiko di tk. 1. Pendewasaan usai
Keluarga, masyarakat 1. Perilaku Gizi seimbang pada anak kehamilan
2. Bersalin di faskes 2. Skrining status gizi remaja dan Catin
3. Ketersediaan sarana penanganan masalah 3. Perbaikan Hb remaja
2. Peningkatan
(darah, obat2an, alkes) 4. Suplemen TTD pada rematri dan bumil pengetahuan usia
4. Penatalaksanaan yang efektif, efisien 5. Jaminan kontrol penyakit pada WUS berisiko
5. Sistem rujukan yang baik 6. Perilaku Gizi seimbang 3. pengetahuan remaja
6. Hand Hygiene (Penanggulangan dan 7. PMT pada kelompok khusus berisiko
tentang reproduksi
pencegahan infeksi)
4. KB
7. Evaluasi / kunjungan nifas

PERILAKU SEHAT
LINGKUNGAN SEHAT

3
Menurunnya AKB

PENURUNAN PENURUNAN
Penurunan BBLR
INFEKSI ASFIKSIA

% Bayi baru % Bayi % Yankes


% Sarana Air %
% Bumil % Bumil % KN
lahir dapat IMD Minum dpat Cakupan (Yankes Neonatus)
Lingkungan KEK Anemia
% ASI Eksklusif dpt IDL pengawasan K4
•Melakuk
• Pengawasan • ANC • Pemberian
an • Pemberian
Imunisasi
Snt Ling/Per
• Pemeriksaan
kualitas air terpadu Makanan • Pemberian • Kunjungan Rumah
• Jaminan
suplementasi gizi • Melaksanakan kelas ibu
• Perbaikan Tambahan
konselin Dasar
kualitas mutu ANC bumil KEK
(TTD)
• Pemberian gizi
• Manajemen Terpadu
Lengkap • Penyediaan Balita Muda,
• Melaksana
•g ASI Ling/Per akses • Pemberian seimbang
• Pemberian Makanan Bayi
Meningkatkan • Melaksanakan kan Kelas gizi • Pemberian
• Melakukan keluarga dan Anak (PMBA)
kapasitas sanitasi total Ibu seimbang Makanan
advokasi pada air Tambahan bumil • Pemantauan Tumbang
konselor ASI berbasis M,
minum • Pelaksanaa • Suplementa • Peningkatan kualitas
KEK
• CTPS n P4K si gizi mikro • Fortifikasi manajemen asfiksia
• Penyediaan • Kunjungan • Pemantaua
• Melakukan • PHBS • Pencegahan dan • Revitalisasi menejemen
vaksin • Penguatan Rumah n penanganan Yankes Neonatus
penyuluhan kader sanitasi malaria, tb dan • Persalinan di faskes
antropomet
ri Bumil kecacingan • Penanganan kasus
• PHBS
asfiksia

Pemanfaatan buku KIA, MTBS, Konseling, Penyuluhan, Revitalisasi Posyandu, Kampanye/KIE, Kadarzi

4
STUNTING

BUMIL KEK BADUTA


&/ANEMIA KURUS BUMIL & BADUTA Penyebab
DG INFEKSI Langsung
ASUPAN MAKAN
BUMIL : PMT, TTD
BADUTA : ASI EKSKLUSIF, MPASI

Penyebab
REMAJA REMAJA POLA YANKES Tidak
AIR BERSIH KESLING
KEK ANEMIA KONSUMSI (ANC) Langsung

POLA ASUH

5
LINGKUP KEGIATAN PROGRAM DI
•Penjaringan
PUSKESMAS •Bln Imunisasi Anak Sekolah
•Upaya Kes Sklh
•PMT
• Kespro remaja
• Konseling: Gizi HIV/AIDS,NAPZA dll
• Fe
Pelayanan bagi
•Konseling Kespro
•Pelayanan KB anak SD
•KIE Kespro Catin Pelayanan bagi anak Pelayanan
•PKRT bagi balita •
SMP/A & remaja Pemantauan
Pelayanan pertumbuhan &
PUS & WUS perkembangan
Pelayanan • PMT
bagi bayi

Pemeriksaan Persalinan, nifas & Lansia berkualitas


Kehamilan neonatal
•ASI eksklusif
•Imunisasi dasar
lengkap
•P4K • APN (MAK III) dan KF •Pemberian
• Inisiasi Menyusu Dini
•Buku KIA • Vit K 1 inj
makan
•ANC terpadu •Imunisasi Hep B •Penimbangan • Posyandu Lansia
•Kelas Ibu Hamil • Rumah Tunggu •Vit A • Peningkatan kualitas
•Fe & asam folat • Kemitraan Bidan Dukun •MTBS Hidup Mandiri
•PMT ibu hamil • KB pasca persalinan • Perlambatan proses
6
•TT ibu hamil • PONED-PONEK
Degeneratif
Alur Pencatatan Pelayanan KIA

Bumil, bulin, bufas, bayi baru lahir, bayi dan anak balita

BPS
Penelusuran
Kartu Ibu hasil PWS KIA
Puskesmas Kartu Anak PWS KIA

Kartu Ibu Register


Pustu Kartu Anak Rekap
Kohort Ibu Register
Kohort Bayi KIA
LB3
Register
KIA
Polindes / Kartu Ibu Kohort Anak Balita
Poskesdes Kartu Anak

Buku KIA
Posyandu Register Posyandu

Bidan Bidan
Di Desa Koordinator

7
JENIS DATA YANG DICATAT

1) Hasil pelayanan neonatal esensial dalam formulir MTBM dan kohort bayi
2) Hasil pelayanan posyandu di buku KIA dan kohort bayi dan kohort anak balita
dan prasekolah
3) Hasil pemeriksaan SDIDTK dalam formulir SDIDTK, buku KIA, dan kohort bayi
dan kohort anak balita dan prasekolah
4) Hasil pelayanan penjaringan kesehatan anak usia sekolah dan remaja di
Rapor Kesehatanku dan Kartu Penjaringan Kesehatan Peserta Didik Baru
(Kelas 1, 7 dan 10) dan Register Penjaringan Kesehatan Peserta Didik Baru
5) Hasil pelayanan dalam status rekam medis dan Register Pelayanan Korban
Tindak Kekerasan Terhadap Perempuan, Anak dan KDRT
6) Hasil pelayanan anak di SLB dalam Register Pelayanan Kesehatan Anak
Penyandang Cacat
7) Hasil pelayanan balita sakit dalam formulir MTBS dan Register Rawat Jalan

• Korban Tindak Kekerasan

8
INSTRUMEN PENCATATAN dan PETUNJUK PENGISIAN

PENCATATAN:
 Buku KIA
 Kartu Bayi
 Kohort Bayi
 Kohort Anak Balita dan Prasekolah
 Formulir MTBM
 Formulir MTBS
 Formulir SDIDTK
 Kartu Penjaringan Kesehatan Peserta Didik Baru (Kelas 1)
 Kartu Penjaringan Kesehatan Peserta Didik Baru (Kelas 7 dan 10)
 Rapor kesehatanku
 Register Penjaringan Kesehatan Peserta Didik Baru
 Register Pelayanan Korban Tindak Kekerasan Terhadap Perempuan, Anak dan
KDRT
 Register Pelayanan Kesehatan Anak Penyandang Cacat
 Register Rawat Jalan

9
Lanjutan Pencatatan …..

PETUNJUK PENGISIAN

Tabel Rencana Persalinan


Kolom 2 : Diisi dengan penolong persalinan. Contoh: keluarga,Dukun,Bidan,Dokter
Umum,Dokter Spesialis,lain-lain,Tidak ada
Kolom 3 : Diisi nama tempat persalinan. Contoh: Rumah, Poskesdes, Pustu,
Puskesmas, RB, RSIA, RS, RS ODHA
Kolom 4 : Diisi nama pendamping persalinan dan hubungan kekerabatannya dengan
ibu bersalin. Contoh: suami, keluarga, tetangga, teman, lain-lain, tidak ada
Kolom 5 : Diisi nama penyedia transportasi dan hubungan kekerabatannya dengan
ibu bersalin. Contoh: suami, keluarga, teman, lain-lain, tidak ada
Kolom 6 : : Diisi nama calon donor darah dan hubungan kekerabatannya dengan ibu
bersalin. Contoh: suami, keluarga, teman, lain-lain, tidak ada

Tabel Persalinan : Cukup jelas


Tabel PNC : Cukup jelas
Tabel KB : Cukup jelas

11
REGISTER KOHORT BAYI
(0-11 BULAN)

REGISTER KOHORT ANAK BALITA


DAN PRASEKOLAH
(12 – 72 BULAN)

19
REGISTER TUMBUH KEMBANG
Pedoman Instrumen Pencatatan,DO dan Kodefikasi Hal. 25

20
Contoh KUESIONER PRASKRINING PERKEMBANGAN
Pedoman Instrumen Pencatatan,DO dan Kodefikasi Hal. 26

21
REGISTER PELAYANAN KORBAN TINDAK KEKERASAN TERHADAP
PEREMPUAN, ANAK DAN KDRT
Pedoman Instrumen Pencatatan,DO dan Kodefikasi Hal. 36

22
DATA SET KEGIATAN KESEHATAN IBU

Program Kesehatan Ibu DEFENISI OPERASIONAL


1 Jumlah kunjungan K1 ibu hamil Jumlah ibu hamil yang kontak pertama kali dengan
tenaga kesehatan untuk mendapatkan pelayanan
antenatal
2 Jumlah kunjungan K4 ibu hamil Jumlah ibu hamil yang telah memperoleh pelayanan
antenatal sesuai standar, paling sedikit empat kali
dengan distribusi waktu 1 kali pada trimester ke-1, 1
kali pada trimester ke-2 dan 2 kali pada trimester ke- 3
3 Jumlah kunjungan ibu hamil dengan faktor risiko (umur<20 th atau >35th; paritas >4; Jumlah Kunjungan Ibu hamil dengan faktor resiko
jarak kehamilan <2 th; LiLA <23,5 cm dan TB <145cm) (baru/ulang) (umur<20 th atau >35th; paritas >4; jarak
kehamilan <2thn; LiLA <23,5 cm dan TB <145cm)
4 Jumlah Bumil, risiko tinggi (perdarahan, infeksi, abortus, keracunan kehamilan, partus Jumlah Bumil yang mempunyai resiko tinggi meliputi
lama) yang ditangani : perdarahan, infeksi, abortus, keracunan kehamilan,
a. Jumlah Bumil mengalami perdarahan ditangani (baru/ulang) partus lama yang ditangani
f. Jumlah ibu hamil dengan infeksi lainnya ditangani (baru/ulang)
g. Jumlah keguguran ditangani
h. Jumlah ibu hamil preeklamsi ditangani
i. Jumlah ibu hamil dengan eklamsia (keracunan kehamilan) ditangani

7 Jumlah ibu hamil, Ibu Bersalin, dan Ibu Nifas risiko tinggi (perdarahan, infeksi, abortus, Jumlah Bumil yang mempunyai resiko tinggi meliputi
keracunan kehamilan, partus lama) yang dirujuk ke RS perdarahan, infeksi, abortus, keracunan kehamilan,
partus lama yang dirujuk ke RS
8 Jumlah ibu hamil yang mengikuti kelas ibu hamil
9 Jumlah ibu bersalin ditolong oleh tenaga kesehatan (bidan/dokter) Jumlah ibu bersalin yang mendapat pertolongan
persalinan oleh tenaga kesehatan yang memiliki
kompetensi dan kewenangan
10 Jumlah ibu bersalin di fasilitas pelayanan kesehatan Jumlah ibu bersalin yang mendapat pertolongan
persalinan sesuai standar oleh tenaga kesehatan di
fasilitas pelayanan kesehatan

23
DATA SET KEGIATAN KESEHATAN IBU
Program Kesehatan Ibu DEFENISI OPERASIONAL
11 Jumlah ibu bersalin dan nifas dengan risiko ditangani (perdarahan dan
infeksi)
a. Jumlah ibu bersalin dan nifas dengan pendarahan ditangani (baru/ulang)
b. Jumlah ibu bersalin dan nifas dengan infeksi ditangani (baru/ulang)
12 Jumlah peserta KB aktif (permetode kontrasepsi) jumlah peserta KB baru dan lama yang masih
a. IUD aktif memakai alokon terus-menerus hingga
b. Implan saat ini untuk menunda, menjarangkan
c. Tubektomi kehamilan atau yang mengakhiri kesuburan
d. Vasektomi
e. Suntikan
f. Pil
g. Kondom
13Jumlah Peserta KB Pasca Persalinan (permetode kontrasepsi) Jumlah peserta pelayanan KB yang diberikan
a. IUD setelah persalinan sampai kurun waktu 42 hari
b. Implan
c. Tubektomi
d. Vasektomi
e. Suntikan
f. Pil
g. Kondom

24
PELAPORAN KES.ANAK (LB3) (1)

NO VARIABEL DATA DEFINISI OPERASIONAL

1. Jumlah Kunjungan Neonatal Pertama Jumlah neonatus yang telah memperoleh 1 kali pelayanan
(KN1) Kunjungan Neonatal pada usia 6-48 jam setelah lahir sesuai
standar
2 Jumlah Kunjungan Neonatal Lengkap Jumlah neonatus yang telah memperoleh pelayanan Kunjungan
(KN Lengkap) Neonatal minimal 3 kali, yaitu 1 kali pada usia 6-48 jam, 1 kali pada
3-7 hari, 1 kali pada 8-28 hari sesuai standar
3 Jumlah Neonatus dengan Komplikasi Jumlah neonatus dengan komplikasi disatu wilayah kerja pada
yang Ditangani (baru/ulang) kurun waktu tertentu yang ditangani sesuai dengan standar oleh
tenaga kesehatan terlatih di seluruh sarana pelayanan kesehatan.
Neonatus dengan penyakit dan kelainan yang dapat menyebabkan
kesakitan, kecacatan dan kematian. Neonatus dengan komplikasi
seperti asfiksia, ikterus, hipotermia, tetanus neonatorum,
infeksi/sepsis, trauma lahir, BBLR (bayi berat lahir rendah < 2500 gr
), sindroma gangguan pernapasan, kelainan kongenital maupun
yang termasuk klasifikasi kuning pada MTBS
4 Jumlah Neonatus yang Mendapat
Jumlah neonatus (idealnya usia 48-72 jam) yang diambil sampel
Pelayanan Skrining Hipotiroid
darahnya untuk pemeriksaan Skrining Hipotiroid Kongenital (SHK)
Kongenital (SHK)
5 Jumlah Balita yang Telah Jumlah balita (0-59 bulan) yang mendapatkan pelayanan Stimulasi
Mendapatkan Pelayanan SDIDTK Deteksi dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang (SDIDTK) minimal 2
sebanyak 2 kali tahun ini kali dalam 1 tahun 25
PELAPORAN KES.ANAK (LB3) (2)

NO VARIABEL DATA DEFINISI OPERASIONAL

6 Jumlah anak prasekolah yang Jumlah anak pra sekolah (60 - 72 bulan) yang mendapatkan
mendapat pelayanan SDIDTK pelayanan Stimulasi Deteksi dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang
sebanyak 2 kali tahun ini (SDIDTK) minimal 2 kali dalam 1 tahun
7 Jumlah Remaja (10-19 tahun) yang Jumlah remaja usia 10-19 tahun yang mendapatkan pelayanan
mendapat konseling oleh tenaga konseling baik didalam gedung maupun diluar gedung
kesehatan (baru/ulang pada kasus
yang sama)
8 Jumlah kelompok remaja di luar Jumlah kelompok remaja di luar sekolah yang mendapatkan KIE
sekolah (karang taruna, remaja kesehatan remaja oleh tenaga kesehatan
mesjid, gereja, pura, wihara, dll) yang
mendapatkan KIE kesehatan remaja
9 Jumlah anak dan remaja (umur <20 Jumlah anak dengan disabilitas yang mendapatkan pelayanan
tahun) dengan disabilitas yang medis di puskesmas dipisahkan per jenis disabilitas, jenis kelamin
ditangani (baru/ulang) dan golongan umur
10 Jumlah anak dan remaja (umur <20 Jumlah anak korban kekerasan (kekerasan seksual, kekerasan fisik,
tahun) korban kekerasan yang kekerasan emosional/psikis, penelantaran dan trafiking) yang
ditangani (pelayanan medis, visum, mendapatkan pelayanan kesehatan (konseling, medis, visum, rujuk,
pelayanan konseling) (baru/ulang) dll)
11 Jumlah anak korban kekerasan yang Jumlah anak korban kekerasan yang mendapatkan rujukan medis
dirujuk (medis, psikososial, hukum) dan atau rujukan psikososial dan atau rujukan hukum

26
PELAPORAN KES.ANAK (LB3) (3)

NO VARIABEL DATA DEFINISI OPERASIONAL

Program kesehatan anak dan remaja per sekolah

1 Sekolah dan jumlah murid yang Jumlah murid yang mendapatkan penyuluhan, diskusi dan
mendapatkan KIE kesehatan remaja konsultasi tentang kesehatan remaja untuk masing-masing
oleh tenaga kesehatan (Y/T) sekolah
2 Jumlah murid baru kelas 1, kelas 7
Masalah kesehatan ditetapkan oleh petugas pelaksana
dan kelas 10 dan SLB mengalami
penjarinagn kesehatan. Satu orang murid bisa mengalami lebih
masalah kesehatan (hasil penjaringan
dari 1 masalah kesehatan
kesehatan)
a. Masalah kegemukan
b. Masalah Gizi
c. Gangguan penglihatan
d. Gangguan pendengaran
e. Gangguan gigi dan mulut
f. Stunting
g. Dugaan anemia
h. Masalah kesehatan reproduksi

27
PELAPORAN KES.ANAK (LB3) (4)

NO VARIABEL DATA DEFINISI OPERASIONAL

Program kesehatan lainnya di sekolah


1 Pembinaan UKS Tuliskan Y jika diberikan pembinaan sekolah pada bulan ini, dan T
jika tidak diberikan pembinaan sekolah pada bulan ini.
2 Jumlah murid SD/MI yang
dilaksanakan pemeriksaan kusta dan
frambusia

28
PELAPORAN

29
Pelaporan
1. Di tingkat Desa untuk dilaporkan ke Puskesmas setiap bulan:
a. Register KIA
b. Rekapitulasi Kohort KB
2. Di tingkat puskesmas untuk dilaporkan ke Dinas Kesehatan
kabupaten/kota setiap bulan:
a. LB 3 KIA
b. LB 3 Gizi
c. LB 3 Imunisasi
d. Rekapitulasi Kohort KB
3. Di tingkat kabupaten/propinsi untuk dilaporkan ke Dinas
Kesehatan Propinsi/Departemen Kesehatan setiap 3 bulan.

30
PELAPORAN:
• Laporan Bulanan Data Gizi KIA Puskesmas:
– Program Kesehatan Anak
• Laporan Bulanan Data Kegiatan Sekolah:
– Program Kesehatan Anak dan Remaja per Sekolah
– Program Kesehatan Lainnya di Sekolah
• Laporan Bulanan Kesakitan (terintegrasi semua
umur)
• Laporan Bulanan Data Kematian (terintegrasi
semua umur)

31
PEMANFAATAN DATA DAN INFORMASI KIA

1. Tingkat Puskesmas :
• Analisis PWS KIA
• Evaluasi dan Perencanaan Program
• Integrasi dan Koordinasi Lintas Program
2. Tingkat Kabupaten/Kota :
• Surveilans kesehatan anak
• Evaluasi dan Perencanaan Program
• Integrasi dan Koordinasi Lintas Program

32
Pemanfaatan Hasil Analisa Data

• Digunakan sebagai bahan untuk membuat


perencanaan tingkat Puskesmas
• Digunakan sebagai bahan untuk Musrembang desa
• Digunakan sebagai bahan advokasi untuk
mendapatkan dukungan dari Lintas Sektoral di
tingkat Kecamatan
• Dilaporkan ke Dinas Kesehatan
• Disimpan

33
Contoh Pemanfaatan Data

34
CAPAIAN

kota Bont Mina Kalab Bung Bow Laba Tara Pund Ma'r Pada Sege Barin Man Baloc Banti Lk. Sabu Sara Lk. Pam Lk.Ta Sailu
pang o sate' biran oro ong kkan wean ata ang ng ri g dalle ci mala Tupa tung ppo Kalm anta ngay s
kajen pera ne g cinde g g Baji Lamp bbiri as uang a
e k a e ng
K4 525 254 424 134 389 249 251 315 258 396 184 267 132 241 270 139 199 160 143 136 135 141 95
PN Faskes 511 257 401 134 386 239 232 289 252 338 184 250 110 212 258 139 178 147 129 124 124 103 74
Lahir Hidup 512 257 404 134 388 241 231 290 251 374 183 249 123 231 255 141 186 144 128 123 126 107 73
KN1 512 257 404 134 388 241 231 290 251 374 183 249 123 231 255 141 186 144 128 123 126 107 73
Lahir Mati 2 1 1 0 3 2 2 1 1 2 1 2 0 3 3 0 1 1 3 4 1 1 0
KEMATIAN IBU

1 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 1 0 1 1 1 0 0 1
kota Bont Mina Kalab Bung Bow Laba Tara Pund Ma'r Pada Sege Barin Man Baloc Banti Lk. Sabu Sara Lk. Pam Lk.Ta Sailu
pang o sate' biran oro ong kkan wean ata ang ng ri g dalle ci mala Tupa tung ppo Kalm anta ngay s
kajen pera ne g cinde g g Baji Lamp bbiri as uang a
e k a e ng
Perdarahan 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0
Infeksi 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0
P. Darah 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
KEMATIAN NEONATAL

8 0 3 0 2 2 1 1 0 2 0 2 1 4 3 1 1 0 0 0 0 2 0
kota Bont Mina Kala Bung Bow Laba Tara Pund Ma'r Pada Sege Barin Man Balo Banti Lk. Sabu Sara Lk. Pam Lk.Ta Sailu
pang o sate' bbira oro ong kkan wea ata ang ng ri g dalle cci mala Tupa tung ppo Kalm anta ngay s
kaje pera ne ng cind g ng Baji Lam bbiri as uang a
ne k ea pe ng
BBLR 6 0 0 0 1 1 0 1 0 1 0 1 0 3 1 0 1 0 0 1 0 1 0
ASFIKSIA 1 0 1 0 1 0 1 0 0 0 0 0 0 1 1 0 0 0 0 0 0 0 0
K.BAWAAN 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 1 1 0 0 0 0 0 0 0
LAIN2 1 0 1 0 0 1 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0
BOK (Bantuan Operasional Kesehatan)
1. Untuk pelaksanaan program kesehatan nasional di daerah dan bukan merupakan dana
utama untuk pelaksanaan program kesehatan di daerah;
2. Untuk meningkatkan kinerja Puskesmas, Balai Kesehatan Masyarakat dan Dinas Kesehatan
Kabupaten/ kota dalam upaya kesehatan promotif dan preventif
3. Untuk mendukung biaya operasional bagi petugas kesehatan dan kader dalam
menjangkau masyarakat di wilayah kerja
4. Untuk mendukung peningkatan akses pelayanan kesehatan masyarakat melalui program
Nusantara Sehat dengan kegiatan yang mendukung manajemen Puskesmas dan
pengembangan model intervensi dalam rangka pelaksanaan integrasi upaya kesehatan
masyarakat
5. Untuk mendukung kelanjutan program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM)
6. Untuk peningkatan jangkauan kepada masyarakat dengan mengutamakan strategi
pendekatan keluarga untuk mewujudkan keluarga sehat secara efisien dan efektif
7. Pemanfaatan dana BOK dapat bersinergi dengan sumber dana lain namun menghindari
duplikasi pembiayaan, serta tetap mengedepankan akuntabilitas dan transparansi.
8. Ketentuan lebih lanjut tentang pengelolaan dana BOK diatur di daerah sesuai dengan
peraturan yang berlaku

38
JAMPERSAL
– Dana Jampersal merupakan Dana Alokasi Khusus Non Fisik yang
dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota yang
mencakup semua penerimaan dan pengeluaran dalam rangka
mendekatkan akses pelayanan KIA;
– Dana Jampersal diarahkan untuk memobilisasi persalinan ke
fasilitas kesehatan untuk mencegah secara dini terjadinya
komplikasi baik dalam persalinan ataupun masa nifas;
– Penyediaan Rumah Tunggu Kelahiran (RTK) mempertimbangkan
sumber daya kesehatan di daerah
– Dana Jampersal dapat digunakan untuk membiayai persalinan di
fasilitas pelayanan kesehatan bagi ibu bersalin miskin dan tidak
mampu yang belum mempunyai Jaminan Persalinan, dengan
persyaratan persalinan dilakukan di fasilitas kesehatan .

39
PETUNJUK TEKNIS
JAMPERSAL
Tujuan
Tujuan Umum
• Meningkatkan akses pelayanan kesehatan bagi ibu
hamil, bersalin dan nifas serta bayi baru lahir ke
Fasilitas pelayanan kesehatan yang kompeten.
Tujuan Khusus
• Meningkatkan jumlah persalinan di fasilitas
pelayanan kesehatan yang kompeten
• Menurunkan kasus komplikasi pada ibu hamil
bersalin dan nifas serta bayi baru lahir
Kebijakan Operasional
a. Dana Jampersal merupakan Dana Alokasi
Khusus Non Fisik yang dilaksanakan oleh Dinas
Kesehatan Kabupaten/Kota yang mencakup
semua penerimaan dan pengeluaran dalam
rangka mendekatkan akses pelayanan KIA;
b. Dana Jampersal diarahkan untuk memobilisasi
persalinan ke fasilitas kesehatan untuk
mencegah secara dini terjadinya komplikasi baik
dalam persalinan ataupun masa nifas;
Kebijakan Operasional

c. Penyediaan Rumah Tunggu Kelahiran (RTK)


mempertimbangkan sumber daya kesehatan di
daerah dan kebutuhan lapangan.
d. Dana Jampersal dapat digunakan untuk
membiayai persalinan/ perawatan kehamilan
risiko tinggi di fasilitas pelayanan kesehatan
bagi ibu hamil/bersalin miskin dan tidak
mampu yang belum mempunyai jaminan
pembiayaan oleh JKN/KIS, atau jaminan
lainnya. Penerima bantuan hanya berlaku di
perawatan/pelayanan kelas III sesuai dengan
Kebijakan Operasional
e. Dana Jampersal tidak boleh digunakan untuk
membiayai kegiatan yang telah dibiayai
melalui dana APBN, APBD, BPJS, maupun
sumber dana lainnya;
f. Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota
menghitung kebutuhan pemanfaatan dana
Jampersal untuk masing-masing kegiatan
yang akan dibiayai dari dana Jampersal untuk
wilayah kabupaten/kota sesuai dengan
prioritas .
Kebijakan Operasional
g. Dana Jampersal dapat dimanfaatkan secara
fleksibel dalam lingkup Jaminan Persalinan
sesuai kebutuhan di daerah dan dapat
diatur dalam juknis dan alokasi dana
Jampersal merupakan pagu maksimal
h. Pembayaran kegiatan jampersal
menggunakan sistem klaim dari fasilitas
pelayanan kesehatan atau penanggung
jawab kegiatan jampersal kepada
bendahara yang ditetapkan oleh Dinas
Ruang Lingkup Kegiatan Jampersal
Ruang lingkup Jampersal di
kabupaten/kota meliputi :
1. Rujukan persalinan dari rumah ke fasilitas
pelayanan kesehatan yang kompeten
2. Sewa dan operasional rumah tunggu
kelahiran (RTK)
3. Pertolongan persalinan, KB pasca salin dan
perawatan bayi baru lahir
4. Dukungan manajemen
Pengalokasian Dana Jampersal
Dana Jampersal dialokasikan untuk Dinas Kesehatan
Kabupaten /Kota dihitung berdasarkan formula
dengan memperhatikan jumlah ibu hamil/ibu bersalin
yang mempunyai hambatan akses menuju fasilitas
pelayanan kesehatan untuk pertolongan persalinan,
tidak mempunyai biaya untuk membayar jasa
persalinan di fasilitas pelayanan kesehatan dan
kebutuhan sewa rumah tunggu kelahiran dan
operasionalnya sebagai tempat transit sementara
mendekati hari kelahiran. Alokasi dana Jampersal per
kabupaten/kota merupakan pagu maksimal sehingga
dalam pemanfaatannya harus diperhitungkan secara
cermat dengan memilih kegiatan berdasar skala
Penggunaan Dana jampersal
a. Rujukan ibu hamil/ibu bersalin ke fasilitas pelayanan
kesehatan :
1. Rujukan ibu hamil/bersalin normal dari rumah ibu
hamil ke Fasilitas Pelayanan Kesehatan Primer baik
melalui rumah tunggu kelahiran dan atau langsung ke
fasilitas pelayanan kesehatan primer
2. Rujukan ibu hamil risiko tinggi dari rumah ibu hamil ke
fasilitas pelayanan kesehatan rujukan sekunder/tersier
atau dari fasilitas pelayanan kesehatan primer ke
Fasilitas Pelayanan kesehatan rujukan sekunder/tersier
baik melalui rumah tunggu kelahiran dan atau
langsung ke Fasilitas pelayanan Kesehatan rujukan
skunder/tersier
Penggunaan Dana jampersal
b. Sewa dan Operasional Rumah Tunggu Kelahiran (RTK) termasuk makan dan
minum bagi pasien, keluarga pendamping dan petugas kesehatan/kader
c. Pertolongan persalinan, perawatan kehamilan risiko tinggi atas indikasi bila
diperlukan di Fasilitas Pelayanan kesehatan yang kompeten dengan fasilitas sama
dengan peserta JKN/KIS penerima bantuan iuran (PBI) kelas III berupa :
1. Biaya jasa pertolongan persalinan/perawatan kehamilan,
2. Pelayanan KB pasca persalinan dengan kontrasepsi disediakan BKKBN
3. Perawatan bayi baru lahir dan skrining hipotiroid kongenital.
4. Pembiayaan untuk pelayanan ante natal (ANC) dan pelayanan nifas (PNC)
tidak termasuk dalam paket Jampersal kecuali ibu hamil Risiko tinggi yang
atas indikasi medis perlu pelayanan/perawatan di fasilitas rujukan
sekunder/tersier.
5. Penerima bantuan Jampersal tidak diperbolehkan naik kelas dengan biaya
sendiri dan harus sesuai dengan ketentuan yang berlaku pada penerima
bantuan iuran (PBI). Besaran biaya pertolongan persalinan dan perawatan
sesuai dengan yang berlaku pada penyelenggaran Jaminan Kesehatan
Nasional oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial.
Penggunaan Dana jampersal
d. Dukungan manajemen/pengelolaan
Jampersal Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota.

Dana Jampersal dapat digunakan oleh


pengelola Jampersal tingkat Kabupaten/kota
untuk kegiatan sosialisasi, verifikasi klaim,
survey dan kontrak RTK, pembinaan,
pendampingan petugas kesehatan, dan
dukungan administrasi
Penggunaan Dana jampersal
Setiap kabupaten kota dapat menggunakan
dana Jampersal untuk sewa rumah tunggu
kelahiran (RTK) minimal 1 (satu) rumah
didekat rumah sakit yang ditetapkan
sebagai rujukan risiko tinggi untuk
mendekatkan akses ibu hamil risiko tinggi
dengan rumah sakit sebelum dan sesudah
hari kelahiran
Pemanfaatan Dana Jampersal

Dana Jampersal dapat dimanfaatkan untuk :


1. Transport lokal atau perjalanan dinas petugas
kesehatan termasuk kader
2. Sewa mobilitas/sarana transportasi rujukan
3. Sewa rumah untuk Rumah Tunggu Kelahiran (RTK)
4. Makan dan minum di RTK
5. Langganan air, listrik , kebersihan
6. Jasa pemeriksaan, perawatan dan pertolongan
persalinan
7. Honor PNS dan non PNS
8. Penyelenggaraan rapat, pertemuan, sosialisasi
9. Penyediaan barang pakai habis
10. Penyediaan bahan dan material
11. Belanja pencetakan dan penggandaan
Dana Jampersal tidak boleh
dimanfaatkan untuk belanja tidak
langsung, belanja modal, pembelian
obat dan vaksin serta bayar
iuran/premi.