Anda di halaman 1dari 60

Pharmacology of Pediatric

(Farmakologi anak)

By
Dr. Hanifah Yusuf, M.Kes., Apt

DEPARTEMENT OF PHARMACOLOGY AND THERAPEUTIC


FACULTY OF MEDICINE UNIVERSITY
SYIAH KUALA DARUSSALAM BANDA ACEH
OCTOBER 2017
KELOMPOK ANAK BERDASARKAN UMUR
Prematur : kelahiran < 36 minggu
Neonatus : 1-30 hari setelah lahir
Infant : 1 – 12 bulan
Child : 1 – 12 tahun
Adolescent : 12 – 18 tahun

ANAK ≠ ORANG DEWASA


Terapi obat pd anak ≠ dewasa,krn ada perbedaan
pola farmakokinetik dan farmakodinamik thdp
obat2-an

Farmakokinetik: absorpsi, distribusi, metabolisme


dan ekressi obat (ADME)
Farmakodinamik: respon tubuh terhadap obat
FASE-FASE YG DILALUI OBAT DI DALAM TUBUH
- Fase biofarmasetik:
Obat btk padat mengalami desintegrasi dan disolusi

- Fase farmakokinetik:
Obat btk terlarut akan mengalami proses ADME,
disini terjadi perubahan konsentrasi, kimiawi
dalam perjalanannya di dl tbh

- Fase farmakodinamik:
Obat berikatan dg reseptor untuk memberi
respon farmakologis tertentu (aktivitas farmakologi)
Respon pasien terhadap obat berbeda-beda,
karena perbedaan:

1. Usia : komposisi tubuh, maturasi organ


2. Luas Permukaan Tubuh (LPT) : BB dan TB
3. Faktor genetika
Usia / Luas permukaan tubuh :
 Komposisi tubuh: %
- Lemak, Protein, KH, Air, Mineral dan lain-lain

 Maturasi Organ: Normal /Abnormal


- Organ utama yg berperan pd kinetika obat :
GIT, Jantung, Hepar, Ginjal.

 Berat Badan & Tinggi Badan: Normal/Abnormal


- Kurus, obesitas : Lemak, Protein, Malnutrisi

 Faktor Genetik
- Kecepatan metabolisme obat (Heriditas, Ras)
- Mutasi genetik
- Idiosinkrasi
Pengaruh faktor genetik
 Adanya variasi genetik pd protein pengkode DNA dpt
menyebabkan perubahan sekuens asam aminonya atau
perbedaan kecepatan transkripsinya.

 Penyimpangan ini akan menyebabkan terjadinya peningkatan


atau penurunan efektivitas obat-obatan.

 Perubahan respon obat jg tjd akibat mutasi gen pd reseptor obat


(mis: enzim, protein regulator, protein pembawa)

Cth: Asetilasi INH pd pasien asetilator lambat dan cepat


PERBEDAAN RESPON FISIOLOGIS PADA PREMATURE,
NEONATUS, BAYI, ANAK DAN DEWASA
Premature Neonate Infant Child Adolescent
Neonate
Absorption
Gastric acidity Decreased Decreased Decreased Equal Equal

Gastric emptying time Decreased Decreased Equal Equal Equal

GI motility Decreased Decreased Decreased Equal Equal

Pancreatic enzyme Significantly Decreased Decreased Equal Equal


activity decreased

GI surface area Increased Increased Increased Increased Equal

Skin permeability Significantly Increased Equal Equal Equal


increased

Distribution

Body composition Equal

Blood-brain barrier Decreased Decreased Equal Equal Equal

Plasma proteins Significantly Decreased Equal Equal Equal


decreased

Metabolism

Liver Decreased Decreased Decreased Equal/Increased Equal

Elimination

Renal blood flow Decreased Decreased Decreased Equal Equal

Glomerular filtration Decreased Decreased Decreased Equal Equal

Tubular function Decreased Decreased Decreased Equal Equal


ADME obat pd premature, neonatus dan anak2

Absorpsi obat di GIT:


 Keasaman lambung menurun (agak basa)
 Wkt pengosongan lambung (GET) lama (6-8 jam) krn
peristaltiknya belum teratur , akibatnya apa ????
 Jumlah /aktifitas kerja enzim2 di GIT/pankreas sedikit
dan kerjanya lambat
 Konsentrasi asam2 empedu dan enzim lipase lebih rendah

Pertanyaan:
Bagaimana dampak klinis akibat penggunaan obat-obat
tertentu pada penderita tsb diatas ?
 Distribusi obat pd neonatus tgtg pd:
 Jlh cairan tubuh, lemak tubuh dan protein pengikat obat

 Cairan Tubuh (Body water)


 Neonates > dewasa (70% vs 50% BB)
 Full-term: 70% BB adalah air
 Pre-term: 85% BB adalah air

 Lemak tubuh (Body fat)


 Lemak tubuh pada: Pre-term < full-term
 Obat-obat yg larut dl lemak tubuh, jarang terakumulasi pd
anak-anak

 Protein plasma pengikat obat (Drug binding to plasma proteins)


 Pengikatan obat pada albumin rendah
 Kemungkinan adanya kompetisi terhadap pengikatan obat
pada albumin
 Obat tertentu berkompetisi dg bilirubin utk terikat pada
albumin, shg obat tsb akan mengusir bilirubin dr ikatannya dg
albumin.

 Pd neonatus permeabilitas sawar darah otak ckp besar, shg


bilirubin yg terlepas dr albumin akan msk ke otak dan
menimbulkan kernikterus (misalnya: sulfonamid yg diberikan pd
neonatus sbgi profilaksis thdp sepsis).

Pertanyaan:
Kapan diperlukan penilaian volume distribusi obat, konsentrasi
obat yg terikat pd protein plasma dan konsentrasi obat dalam
btk bebas?

Obat-obat yg bagaimana diperlukan penilaian seperti dimaksud


diatas ?
Metabolisme obat:

 Pd anak fungsi hepar belum sempurna (ukuran, kapasitas kerja)


 Jenis dan jlh enzim mikrosomal pemetabolisme obat < (proses
glukoronidasi & hidroksilasi)
 Metabolisme obat lebih lambat
 Clearance hepar lambat
 Waktu paruh obat didlm tubuh lebih lama (rentan toksisitas)

Pertanyaan:
Bagaimana dampak klinis akibat penggunaan obat-obat tertentu ,
misalnya obat yg metabolismenya melalui proses glukoronidasi
atau hidroksilasi ?
 Ukuran dan fungsi ginjal yg belum sempurna
 Aliran darah ginjal (GFR) lebih rendah pd neonatus dp bayi, anak-
anak dan orang dewasa

 Keterbatasan ini tjd pd hari pertama kelahiran dan terus


meningkat sesudahnya

 GFR neonatus tgtg pd luas permukaan tubuh:


 Baru lahir : 30-40% dr nilai orang dewasa
 Umur 3 minggu : 50-60% dr nilai orang dewasa
 Umur 6-12 bulan: mendekati nilai orang dewasa
 Dengan demikian eliminasi obat melalui ginjal pada awal
kehidupan sangat lamban, apa dampak klinisnya ?

 Pada bayi / infants (1 – 12 bln) , halfl life (t½) lbh pendek dp anak
lbh tua dan orang dewasa, hal ini disebabkan oleh peningkatan
eliminasi melalui ginjal dan peningkatan metabolisme obat
Catatan:
 Kdg2 diperlukan pemantauan kadar obat aktif dl
plasma utk menilai kemanfaatan terapi tanpa
resiko toksisitas atau kerusakan pd organ lain.

 Penyakit
tertentu/penyakit penyerta dan
adanya variasi individual perlu dipertimbangkan
sehubungan dg ketidak matangan / kerusakan
organ.
 Dlkeadaan dmk hrs dilakukan penyesuaian dosis
dan pengaturan frekwensi/ interval penggunaan
obat berdasarkan konsentrasi obat dl plasma
selama terapi dg obat tertentu
Perbedaan pada pola farmakodinamika

 Jumlah, jenis dan normal tdknya reseptor menentukan


perbedaan respon pasien thdp obat tertentu

 Kdg2 bayi prematur, neonatus maupun anak2 menunjukkan


respon yg berlebihan thdp obat2 tertentu, sdgkan pd kondisi
lain menunjukkan respon yg lbh rendah (keterikatan dg lemak,
protein albumin/glikoprotein, enzim tertentu yg berperan
sebagai reseptor obat)
Prinsip penggunaan obat pd bayi premature dan
neonatus

1. Sebaiknya dihindari penggunaan obat2 dg resiko toksisitas tinggi


(turunan sulfonamida, aspirin, khloramfenikol,heksakhlorofen,
turunan opiat & barbiturat IV dan ??)

2. Sebaiknya dlm penentuan dosis diambil dosis yg lbh kecil dr dosis


yg dihitung atau ikuti petunjuk dr pabrik obat

3. Perlu monitoring respon klinik dr waktu ke waktu dan bl perlu


bersamaan dg monitor kadar obat dl plasma utk penyesuaian dosis
selanjutnya

4. Hati2 pd beberapa obat, volume distribusi/laju metabolismenya


lebih tinggi pd bayi premature, neonatus dan anak2
Bentuk sediaan padat utk pemakaian Oral:
 Pulvis
 Obat dl btk sediaan serbuk
 Dosisnya ditakar dg sendok

 Pulveres
 Obat berupa serbuk terbagi-bagi

 Lozenges tablet
 Tablet hisap, biasanya mgdg antiseptik, antibiotik
 Efek lokal
 Rasanya enak, obat mdh larut / hancur
 Utk penyakit ringan

o Chewable tablet
 Tablet kunyah, biasanya mgdg vitamin, antibiotik, antipiretik, antasid
 Cocok utk anak yg sulit menelan tablet
 Rasanya enak, tablet mdh hancur bl dikunyah
 Salep
 Btk sediaan obat semipadat utk pemakaian eksternal
 Bhn dasar lemak semipadat
 Pemakaian dg cara dioleskan

 Krim
 Btk sediaan obat semipadat utk pemakaian eksternal
 Bhn dasar lemak yg mampu menyerap air
 Mdh tercuci

 Jelly
 Btk sediaan obat semipadat, agak lengket
 Bhn dasar gel, mdh lrt dl air dan mudah kering
 Obat cukup lama kontak dg kulit
 Elixir
 Mrpkan larutan obat dalam alkohol, kadang2 rasanya manis
 Sebelum pemberian tidak perlu dikocok
 Pengaturan dosis obat dibuat secara ekivalen

 Suspensi
 Cairan yg mgdg partikel obat yg tdk larut, tp partikel obat terbagi
rata dg adanya suspending agent
 Sebelum pemberian perlu dikocok lebih dahulu
 Hati-hati terhadap resiko pemberian dosis obat yg tdk tepat
karena dpt menyebabkan kurangnya effikasi atau toksisitas

 Sirup
 Mrpkan larutan obat dalam air, mgdg pemanis
 Sebelum pemberian tidak perlu dikocok
 Solutio dan Mikstura
 Larutan yg mgdg st jenis obat (solutio)
 Larutan yg mgdg lbh dr st jenis obat
 Sebelum pemberian tidak perlu dikocok
 Pengaturan dosis obat dibuat secara ekivalen
 Dpt utk pemakaian oral atau eksternal

 Sirup kering / suspensi kering


 Obat dl btk serbuk / granul kering
 Dilarutkan ketika hendak digunakan
 Biasanya mgdg antimikroba yg tdk stabil dl btk cair
 Lama pemakaian st minggu (penyimpanan di kulkas)
 Sebelum pemberian perlu dikocok lebih dahulu
 Oral drops (Obat tetes oral)
 Larutan obat dalam air yg diberi rasa agak manis
 Kemasan dilengkapi dengan alat penakar: pipet tetes (tetes/mL)
 Dosis obat dibuat ekivalen dl jumlah tetesan

 Emulsi
 Mrpkan cairan obat yg sukar bercampur dg air
 Obat dpt berupa minyak lemak atau minyak atsiri
 Cairan obat terdispersi rata dl air dg adanya suspending agent

 Dokter penulis resep hrs bisa menjelaskan bentuk


sediaan, cara pemakaian, dosis obat dan edukasi
yang terkait dengan pengobatan yang diberikan
 Aerosol
 Obat dl btk larutan atau serbuk sangat halus
 Penggunaan secara inhalasi
 Pengaturan dosis obat dibuat secara ekivalen

 Suppositoria
 Obat dl btk sediaan tablet (padat) btk peluru
 Pemakaian melalui anus
 Efek lokal / sistemik

 Sediaan parenteral
 Obat dl btk injeksi
 Steril
 Pemberian obat dilakukan oleh tenaga medis
Tetes mata (guttae opthalmicae, eyes drop)

Tetes hidung (guttae nasales)

Tetes telinga (guttae auriculares, ear drop)


 Ketepatan dosis obat dipengaruhi oleh
 Kemampuan orang tua mengikuti petunjuk pemakaian obat
 Kesalahan pengukuran
 Obat yg tertumpah atau diludahkan oleh anak

 Yg perlu diperhatikan pd pemberian obat


 Cara penggunaan obat (oral atau eksternal)
 Penakar dosis obat (pipet tetes, sendok)
 Petunjuk lain jika ada (kocok lebih dulu, encerkan, cara simpan)
 Lama penggunaan / pemakaian obat (minggu, bulan dll)
 Kemampuan memperkirakan obat yg tumpah / diludahkan anak
 Frekuensi pemakaian obat / interval berapa kali sehari
 Kemampuan memberi pengertian pd anak ttg ptgnya minum
obat
 Kemampuan orang tua dlm mengupayakan agar anak mau
minum obat
 Dosis beberapa obat yang diperuntukkan bagi anak
biasanya dinyatakan dalam mg/kg BB

 Jika tidak ada petunjuk dosis yang sesuai bagi anak, maka
dosis dapat dihitung dg beberapa metode (umur, BB dan
Luas permukaan tubuh) dr dosis yg diperuntukkan utk
pasien dewasa

 Metode perhitungan dosis berdasarkan


 Umur : Rumus Young (< 8 thn, Rumus Dilling (> 8 thn)
 BB : Rumus Clark
 Dosis berdsrkan umur / BB mrpkan cara lama & kurang tepat
 Dosis berdsrkan LPT lebih tepat dan adekuat

 Dosis anak tidak pernah melebihi dosis orang dewasa


 Rumus Clark :
BB anak dl pounds /150 (BB normal orang
dewasa) X dosis lazim orang dewasa

 Misalnya : Dosis obat A utk orang dewasa = 50 mg /


1 kali pemakaian. Maka dosis obat tersebut utk anak
dg berat badan 30 pound adalah 30/150 x 50 mg =
10 mg / kali.

 Bila obat tersebut digunakan 3 x sehari, maka sehari


pasien tersebut mendapatkan dosis obat A = 3 x 10
mg = 30 mg/ hari (setiap 8 jam)

 Dokter penulis resep harus menimbang BB anak


 Dosisanak umur < 8 tahun =
n/ (n + 12) x dosis obat orang dewasa

Bila umur anak 2 tahun, mk


2/ (2 + 12) x dosis obat orang dewasa

Bila dosis obat B utk orang dewasa 250 mg ,


maka dosis obat tersebut utk anak 2 tahun
adalah :

2/ 14 x 250 mg = 35,71 mg
RUMUS DILLING

 Dosis anak umur > 8 tahun


n / 20 x dosis obat orang dewasa
Bila umur anak 10 tahun, maka dosis anak tersebut
10/20 x dosis obat orang dewasa
Bila dosis obat C utk orang dewasa = 500 mg/ 1 kali
pemakaian, maka dosis obat tersebut utk anak umur 10
tahun adalah

10/20 x 500 mg = 250 mg/kali

Bila pemakaian obat tersebut 4 x sehari, maka dosis


obat tersebut utk anak 10 tahun = 4 x 250 mg = 1000
mg/ hari
Perhitungan Dosis Berdasarkan LPT

Dosis anak = LPT anak x dosis dewasa


LPT dewasa

Luas Permukaan Tubuh


Dihitung berdasarkan nomograph international yg
menggambarkan hubungan antara Tinggi badan
dan Berat Badan

Perhitungan Dosis Berdasarkan Berat Badan


-Rumus Clarck:
Dosis Anak = BB anak x dosis dewasa
60
-Rumus Augsberger:
Dosis anak: 1,5 W + 10 x dosis dewasa
100
Pengertian Dosis Obat
Umum: Jumlah obat yg diberikan kpd penderita dl
satuan tertentu
Khusus: Jumlah obat yg memberikan aktivitas
farmakologi tertentu pd OS dewasa
Satuan dosis obat:
- gram, mg
- ml, cc
- Internasional unit (IU)

Bl tdk dinyatakan lain, mk dosis yg dimaksud dl


Farmakope Indonesia adalah: dosis oral, baik utk dosis
terapi maupun dosis maksimal
Macam-macam Dosis
 Dosis minimal : Dosis terkecil yg memberikan efek
 Dosis terapetik : Dosis lazim, dosis medicinalis,
Dosis yg memberikan efek terapetik
pd rata-rata penderita
 Dosis maksimum : Batasan dosis yg relatif aman
diberikan pd penderita dewasa tanpa
ES/ET
 Dosis toxic : Dosis obat > Dosis lazim atau
Dosis maksimal shg menyebabkan
keracunan

 Dosis Lethalis : Dosis obat > Dosis lazim atau dosis


maksimal shg menyebabkan
kematian pd hewan coba
 Dosis lethalis -50 (LD50):

Dosis yg menyebabkan kematian 50% hewan coba


dl suatu penelitian obat

 Dosis tunggal : Dosis yg diberikan utk satu kali


pemakaian obat

 Dosis harian : Dosis yg diberikan utk sehari


pemakaian obat
Dosis initial: dosis awal, Loading dose
Dosis permulaan terapi (2x dosis terapi), diharapkan
konsentrasi terapetik obat dl plasma cepat dicapai
(Cth: antimalaria, antiasthma dan glikosida jtg)
 Dosis pemeliharaan: dosis lanjutan, maintenance dose
Dosis yg dibutuhkan utk mempertahankan/memelihara
konsentrasi terapetik dl plasma (1,5 atau sama dengan dosis
terapi)

 Pedoman standar kualitas & dosis obat yg berlaku di Indonesia


adalah:
- Farmakope Indonesia edisi III (FI) tahun 1979
- Merck Index
- Farmakope lain
- Petunjuk dari pabrik obat
- Buku Farmakologi
 Daftar dosis lazim/dosis maksimal obat tertentu
ada tercantum dl monograf obat (Farmakope
Indonesia)
 Petunjuk ini tidak mengikat, asal saja dosis yg
dignkan dpt dipertanggung jawabkan secara ilmiah
 Resep yg mgdg obat dg dosis > dosis maksimal
tetap akan dilayani oleh Apoteker/ AA di Apotik
apabila pd resep tersebut ada tanda tangan atau
paraf dokter penulis resep, tanda seru atau ditulis
dengan jelas jumlahnya pada obat yg dosisnya >
DM
 Bila timbul hal yg tdk diinginkan akibat dosis obat
diberikan > dr DM dan tdk ada tanda khusus dari
dokter, mk obat tetap diberikan dengan dosis
tersebut, maka kesalahan menjadi tanggung jawab
Apoteker
 Tetapi bila obat diberikan > DM dan ada tanda khusus
dari dokter penulis resep, mk yg bertanggung jawab
adalah Dokter penulis resep.
 DM tiap obat hrs diketahui agar terhindar dari efek yg
tdk diharapkan

Pertanyaan:
 Jelaskan kenapa ada perbedaan dosis obat pada
pemakaian per-oral dan parenteral ?
Faktor-faktor yg mempengaruhi penentuan dosis obat

 Faktor obat/bhn tambahan:


 Sifat fisika: daya larut, btk kristal, ukuran partikel,
 Sifat kimia: asam, basa, garam, ester, pH, PKa, hidrat,
anhidrat

 Cara pemberian obat:


 -Oral: tablet, kapsul, larutan, suspensi/emulsi
 -Parenteral: sc, ic, im, iv, ip,
 -Rektal, vaginal, urethral: ovula, suppositoria
 -Implantasi, inhalasi, sublingual, buccal, transdermal

 Efek yg diinginkan: lokal, sistemik (lambat, cepat)

 Kondisi patologis pasien


Faktor penderita:
 Umur: premature, neonatus, bayi, anak2, lansia, dewasa
 BB : normal, BBR, Obesitas
 LPT : LPT anak dan dewasa
 Jenis kelamin: ibu menyusui, ibu hamil, wanita/laki2
 Status gizi: malnutrisi, malabsorpsi
 Ras/genetik: berkaitan dg kecepatan metabolisme obat
 Toleransi, resistensi dan kumulasi obat
 Life style
 Kapasitas kerja organ kinetika
 Tingkat keparahan penyakit
 Interaksi obat dg: obat lain , makanan, minuman, rokok
RUMUS PERHITUNGAN DOSIS CARA LAIN

a.Berdasarkan Umur:
-Rumus Fried: m x dosis dewasa
150

-Rumus Augsberger
Dosis anak = 4n + 20 x dosis dewasa
100

-Rumus Cowling
Dosis anak = n + 1 x dosis dewasa
24
Catatan: n = Umur dalam tahun, m = umur dalam bulan
-Rumus Januschke:
Umur Dosis
< 1 tahun 1/10 dosis dewasa
2 – 3 tahun 1/5
4 – 5 tahun 1/4
6 – 7 tahun 1/3
7 – 9 tahun 1/3 – 1/2
10 tahun 1/2

-Rumus Van Junker Caubius


Umur Dosis
< 1 tahun 1/12 x dosis dewasa
1 – 2 tahun 1/8
2 – 3 tahun 1/6
3 – 4 tahun ¼
4 – 7 tahun 1/3
7 – 14 tahun ½
14 – 20 tahun 2/3
20 – 60 tahun 1
Pengertian dalam menentukan dosis obat:
a. % b/b: btk sediaan larutan, salap, bedak, pulveres
Mrpkn berat bahan aktif (g) dalam 100 g hasil akhir obat
Contoh: Unguentum 2-4 merupkan komposisi salap yg terdiri dari
Asam salisilat 2%, Sulfur praecepitat 4% dl keseluruhan salap 100 g,
jumlah asam salisilat 2 g + Sulfur praecip 4 g digerus secara lege artis
sampai homogen dl 94 g lemak semipadat
b. % b/v : btk sediaan injeksi, larutan
Mrpkn berat bahan aktif dl mg atau gram untuk 100 ml atau 1
ml larutan.
Misalnya Atropin sulfas injeksi 0,1 % berarti tiap ml injeksi
mengandung 1 mg
c. % v/v: Pengenceran Etanol, HCl, As Sulfat, Ammonia
Merupakan volume bahan aktif (ml) dl 100 ml hasil akhir
Misalnya pembuatan etanol dilutus (70%), dibuat dari etanol
96%. Ambil x ml etanol 96% buat jadi 100 ml etanol yg
kadarnya 70%, kekurangan volumenya ditambahkan aqua
dest
d. % v/b: Digunakan utk menyatakan volume zat cair dl
100 g bhn padat.
Misalnya kadar minyak anisi 10%, berarti dl 100 g biji anisi
mgdg 10 ml minyak anisi atau 10 ml minyak anisi terdapat di
dl 100 g biji anisi

Penakar obat:
Sendok makan = Cochlear cibarium = 15 ml = C
Sendok bubur = Cochlear pultis = 8 ml = Cp
Sendok teh = Cochlear theae = 5 ml = Cth
Gelas obat = diberi tanda dl satuan ml atau ekivalen dg g
Penetes obat (standar penetes) = 1 g aqua dest 1 ml = 20
tetes pd suhu 20 C. Diameter bgn luar penetes 3 mm, bgn
dlm 0,6 mm.
Pipet penetes pada sediaan obat utk anak, sudah dikalibrasi, kdg
kala ditunjukkan dg skala mL, mg atau mcg
Contoh perhitungan dosis
Pasien bernama Joko umur 15 thn, BB 40 kg datang ke praktek dokter Lusi
setelah 3 hari mengalami demam, sakit kerongkongan, nyeri otot dan hidung
tersumbat disertai batuk berdahak yang purulen. Tentukan terapinya

R/ Amoxicillin capsul
S 3dd cap
R/ Parasetamol tablet
s 4dd tab
R/ Cohistan syr
S 1 dd
R/ Indexon tab
S 3 dd tab
Pro: Joko (15 thn, 40 kg, alamat: Jln Japakeh 25 B.Aceh)

Berapa dosis obat tsb diatas untuk Joko?


Penyelesaian:

Dosis dpt dihitung berdasarkan umur, BB atau LPT

Dosis lazim oral/dosis terapi dl Farmakope edisi III utk


 Amoxicillin = Ampisillin 250 – 500 mg/kali, 1 – 2 g/hari

Dosis lazim oral amoxicillin dl MIMS untuk dewasa dan anak2


atau dg BB > 20 kg = 250 – 500 mg/ 8 jam (3 kali sehari)

• Dosis amoxicillin untuk Joko umur 15 tahun


n/20 x dosis dewasa = 15/20 x 500 mg = 375 mg/kali
• Dosis lazim dl FI untuk Parasetamol/ acetaminofen
Dosis oral 1 x pki = 500 mg; 1 hr pki 500 mg – 2 g
Dosis lazim dl MIMS utk dewasa = 1 tablet = 500 mg
• Dosis acetaminofen utk Joko umur 15 tahun
n/20 x dosis dewasa = 15/20 x 500 mg = 375 mg/ kali

• Dosis Cohistan = Chlorpheniramin maleat dl FI ed III


Dosis oral 2 – 4 mg/kali

Dosis dewasa Chlorpheniramin maleat 3 – 4 kali/hari


1 tablet = 4mg
Dosis utk Joko 15 tahun = 15/20 x 4 mg = 3 mg/ kali

• Dosis Indexon = Dexamethasone dl FI ed III


Dosis oral 0,5 mg – 2 mg /hari; bila dosis harian
diambil 0,75 mg maka utk 1 x pki 0,75 mg/ 3 =
0,25 mg
Maka dosis obat flu buat Joko adalah sbb:

R/ Amoxicillin capsul 375 mg atau ¾ tablet


m.f.pulv dtd no XV
da in cap
S 3dd cap I

R/ Parasetamol 375 mg
m.f. cap dtd no X
s tdd cap I

R/ Cohistan ¾ tab atau 3 mg


m.f. cap dtd no X
S 1 dd cap I

R/ Indexon 0,25 mg atau 1 tablet


m.f.cap dtd no XII
S 3 dd cap I

Pro: Joko (15 thn, 60 kg, alamat: Jln Japakeh 25 B.Aceh)


Obat migrain: Nyeri kepala sebelah (Sedang dan berat)

R/ Ergotamin tartrat
Parasetamol
Belladonae extract
Fenobarbital
m.f. cap dtd no XII
S. 3dd cap I
Pro: Ny Aldi (25 th, BB 50 kg)

Obat migrain (ringan dan sedang)


R/ Methampyron
Parasetamol
Caffein
Extract Belladon
m.f. cap dtd no XV
S 3 dd cap I sos
Pro: Lina (15 thn, BB 40 kg)
Maka dosis masing-masing obat adalah sbb:
Dosis lazim utk penderita dewasa dl FI edisi III
Ergotamin tartrat adalah 1 mg/kali; atau 2 – 4 mg/ hari
Dosis Ergotamin utk Ny Aldi 25 thn = 1 mg

Dosis lazim utk penderita dewasa dl FI edisi III


Parasetamol adalah 500 mg/ kali; 500 mg – 2g /hari
Dosis Parasetamol utk Ny Aldi 25 thn = 500 mg

Dosis lazim utk penderita dewasa dl FI edisi III


Belladonae extract adalah 10 – 20 mg /kali; 30 -60 mg/hr
Dosis Belladon extract utk Ny Aldi 25 thn = 10 mg

Dosis lazim utk penderita dewasa dl FI edisi III


Fenobarbital utk sedatif adalah 15 – 30 mg/ kali; 45 – 90 mg/hr
Dosis fenobarbital utk Ny Aldi 25 thn = 20 mg

Catatan:
Paracetamol tablet = 500 mg
Belladon extr tablet = 10 mg
Fenobarbital tablet = 15, 30, 50, 100 dan 300 mg
Dosis lazim utk penderita dewasa dl FI edisi III
Methampyron 500 mg/kali; 500 mg – 1,5 g/hr
Dosis utk Lina 15 thn = 15/20 x 500 mg = 375 mg, karena bkj
sinergis dg parasetamol dosis boleh diturunkan menjadi 250 mg
atau ½ tablet

Dosis lazim utk penderita dewasa dl FI edisi III


Parasetamol 500 mg/kl; 500 mg – 2 g/hr
Dosis utk Lina 15 thn = 15/20 x 500 mg = 375 mg, boleh
diturunkan menjadi 250 mg atau ½ tablet

Dosis lazim utk penderita dewasa dl FI edisi III


Caffein 100 -200 mg/kali; 300 – 600 mg/ hr
Dosis utk Lina 15 thn = 15/20 x 100 mg = 75 mg

Dosis lazim utk penderita dewasa dl FI edisi III


Extract Belladon adalah 10 – 20 mg /kali; 30 -60 mg/hr
Dosis utk Lina 15 thn = 15/20 x 10 mg = 7,5 mg atau ¾ tablet
Obat migrain: Nyeri kepala sebelah (Sedang & berat)

R/ Ergotamin tartrat 1 mg
Parasetamol 1 tablet
Belladonae extr tab 10 mg 1 tablet
Fenobarbital tab 20 mg 1 tablet
m.f. cap dtd no XII
S. 3dd cap I
Pro: Ny Aldi (25 th, BB 50 kg)

Obat migrain (ringan dan sedang)

R/ Methampyron ½ tablet
Parasetamol ½ tablet
Caffein 75 mg
Extract Belladon ¾ tablet
m.f. cap dtd no XV
S 3 dd cap I , sos
Pro: Lina (15 thn, BB 40 kg)
Cth perhitungan dosis obat berdasarkan berat badan

R/ Parasetamol
Phenobarbital
Fenitoin
Vitamin B1
m.f.pulv dtd no XX
S tdd pulv I
Pro: Siska (5 th, BB 20 kg,jl taman siswa 7, Merduati, B.Aceh)

Catatan
• Lihat daftar dosis dewasa pd daftar dosis
• Utk dosis obat berdasarkan berat badan, htg dosis obat utk
pasien anda berdasarkan berat badan
• Utk dosis obat berdsrkan umur, htg dosis obat utk pasien anda
berdsrkn umur
• Dmk juga kalau berdsrkn Luas Permukaan Tubuh
Lihat daftar dosis anak untuk:

1. Parasetamol utk 5 th : 100-200 mg/kali; 400-800 mg/hr


Dosis utk siska 5 th = 100 mg / kali
2. Fenobarbital sbgi antiepilepsi utk 5 th 30 -100 mg/kali;
Dosis utk siska 5 th = 50 mg / kali
3. Fenitoin sbgi antiepilepsi 5 th = 1,5 – 4 mg/kg BB/kali
Dosis utk siska 5 th = 2 mg x 20 = 40 mg/ kali
4. Vit B1 : 0,5 – 0,7 mg/hr atau 0,9 mg/hr
Dosis utk siska 5 th = 0,7 mg/3 = 0,23 mg/kali
R/ Parasetamol 0,1
Phenobarbital 0,05
Fenitoin 0,04
Vitamin B1 0,23 mg
m.f.pulv dtd no XX
S tdd pulv I
Pro: Siska (5 th, BB 20 kg)

R/ Parasetamol 2
Phenobarbital 1
Fenitoin 0,8
Vitamin B1 4,6 mg
m.f.pulv no XX
S tdd pulv I
Pro: Siska (5 th, BB 20 kg)
Dit: Berapa dosis obat tersebut untuk lestari dan tuliskan resepnya
Jwb : Dosis erithromisin stearat utk umur <1 tahun = 50 mg tiap 6 jam
lestari 6 bulan<1 tahun
Berarti 1 hari 24 jam/ 6 jam = 4xpemakaianx 50mg = 200 mg/hr
Dosis 1x pemakaian 50 mg = 50mg/100mg x 5 ml = 2,5 ml =
½ cth

Dr. Taufik
SIP: 4050/PD/X/2005
SID: 4000/ID/XI/2004
Alamat praktek: Jl. Flamboyan no. 15 Blower Banda Aceh
Alamat rumah: Jl. Kamboja no. 30 Merduati Banda Aceh

Tanggal 6 Mei 2014

R/ Erithromosin 30 ml fls I
S 4dd Cth ½
Pro: Lestari (6 bulan), 8 kg
Alamat: Jl Merpati 15 Banda Aceh
Tf/
Dit: Hitung dosis untuk satu kali pemakaian dan berapa jlh semua obat utk eliksir 150 ml ?
Jwb: Dosis Parasetamol untuk 5-10 tahun = 100 - 200 mg/kali 400 - 800mg/hari
Dosis Dektrometorfan = 1 mg/ kg BB/ hari dibagi dalam 3-4 dosis
Dosis CTM = 0,35 mg/kg BB/ hari dibagi 4 dosis
Dosis Gliseril Guayakol = 125-200 mg/kali; 275-600 mg/hari
Vit.C = 30-40mg/hari dibagi 3-4 dosis

Dosis 1x pemakaian
- Parasetamol = 100-200mg
- Dekstrometorfan = 1 mg x 30 (BB) = 30 mg/ hari atau 10 mg/kali (3xsehari )
- CTM = 0,35 mg x 30 (BB) = 10,5 mg/hari atau 2,625 mg/kali
- GG = 125 – 200 mg/kali utk dewasa, utk ella 5/(5 + 12) x 125 = 36,76 mg/kali
- Vit.C= 30-40mg/hari atau 10mg/kali

Jumlah obat untuk eliksir 150 ml 150ml / 5ml x 1 sdk the = 30 sendok teh
Maka utk 150 ml eliksir dibutuhkan:
Parasetamol = 30 x 100 mg = 3 g
Dekstrometorfan = 30 x 10 mg = 0,3 g
CTM = 30 x 2,625 mg = 0, 078 g
GG = 30 x 36,76 mg = 1,102 g
Vit. C = 30 x 10 mg = 0,3 g

Tidak dihitung BJ karena jumlah dlm satuan ml 150 ml


Dr. Taufik
SIP: 4050/PD/X/2005
SID: 4000/ID/XI/2004
Alamat praktek: Jl. Flamboyan no. 15 Blower B. Aceh
Alamat rumah: Jl. Kamboja no. 30 Merduati B. Aceh

Tanggal 6 Mei 2014

R/ Parasetamol 3
Dekstrometorfan 0,30
CTM 0,10
GG 0,375
Vit C 0,3
Menthol 0,1
Syr Thymi 50 ml
m.f .Elixir ad 150 ml
S.3 dd Cth I

Pro: Ella (pr, 5 th, 50 kg, Darussalam)

 Tf
Maka dosis obat flu buat Joko adalah sbb:

R/ Amoxsan 375 mg atau ¾ tablet


m.f.pulv dtd no XV
da in cap
S 3dd cap I

R/ Sistenol 375 mg
m.f. cap dtd no X
s tdd cap I

R/ Cohistan ¾ tab atau 3 mg


m.f. cap dtd no X
S 1 dd cap I

R/ Indexon 0,25 mg atau 1 tablet


m.f.cap dtd no XII
S 3 dd cap I

Pro: Joko (15 thn, 60 kg, alamat: Jln Japakeh 25 B.Aceh)


• Dosis amoxicillin untuk Joko umur 15 tahun
n/20 x dosis dewasa = 15/20 x 500 mg = 375 mg/kali
• Dosis lazim dl FI untuk Parasetamol/ acetaminofen
Dosis oral 1 x pki = 500 mg; 1 hr pki 500 mg – 2 g
Sistenol tdd parasetamol 500 mg & asetil sistein 200 mg (MIMS)
Dosis lazim dl MIMS utk dewasa & anak2 > 11 thn = 1 tablet = 500 mg
• Dosis acetaminofen utk Joko umur 15 tahun
n/20 x dosis dewasa = 15/20 x 500 mg = 375 mg/ kali
• Dosis Cohistan = Chlorpheniramin maleat dl FI edisi III
Dosis oral 2 – 4 mg/kali
Dosis dl MIMS utk dewasa 3 – 4 kali sehari 1 tablet = 4 mg
Dosis utk Joko 15 tahun
15/20 x 4 mg = 3 mg/ kali
• Dosis Indexon = Dexamethasone dl FI ed III
Dosis oral 0,5 mg – 2 mg /hari; bila dosis harian diambil 0,75 mg maka utk 1 x
pki 0,75 mg/ 3 = 0,25 mg
Tugas 1:
Hitung dosis obat-obat berikut ini buat pasien Imelda umur 15 thn dan
tulislah resep secara lengkap

R/ Rifampicin

R/ INH
Pyridoxin HCl

R/ Ethambutol

Pro: Imelda (15 thn, BB, alamat)


Tugas 2

Berapa tablet prednison yang dibutuhkan lusi untuk meracik pulveres


sebanyak 20 bungkus, tiap bungkus mengandung 2 mg prednison? Sediaan
prednison 1 tablet 5 mg.

Tugas 3
Pasien Luki yang akan dioperasi, diinstruksikan untuk diberi petidin 50
mg. Petidin injeksi tersedia dengan dosis 100 mg dalam ampul ukuran 2
mL. Berapa mL petidin injeksi yang harus diberikan ?

Bgmn menghitung jumlah obat yang dibutuhkan anak dari sediaan dewasa

Bgmn menghitung dosis obat untuk sediaan salap kulit, lotio, larutan ?

Bgmn menghitung kecepatan infus untuk mencapai dosis tertentu dalam


satuan waktu tertentu ?

Bgmn menghitung jumlah larutan nutrisi tertentu dari sediaan yang


tersedia ?
THANK YOU FOR THE ATTENTION