CROSS MATCH
(UJI SILANG SERASI)
OLEH MISBAHUL MUNIR, S.ST
CROSS MATCH
◦ Merupakan langkah akhir yang penting di dalam menetapkan
kecocokan antara darah donor dan resipien kompatibel atau tidak
◦ Fungsi
1. Cek akhir uji kecocokan golongan darah ABO
2. Mengetahui ada tidaknya reaksi antara darah donor dan resipien
3. Mendeteksi ada tidaknya antibody yang tidak diharapkan
JENIS CROSS MATCH
◦ Ada 2 macam :
1. Mayor Cross Match : eritrosit donor + serum resipien
untuk mendeteksi ada tidaknya antibody dalam serum
pasien yang dapat merusak sel donor.
2. Minor Cross Match : serum donor + eritrosit resipien
untuk mendeteksi ada tidaknya antibody dalam serum
donor yang dapat merusak sel resipien
METODE CROSS MATCH
A.Metode Aglutinasi/konvensional
1.Reaksi Silang Salin
menilai kecocokan antibody alami dengan antigen eritrosit antara donor dan
resipien reaksi transfuse hemolitik bisa dihindari.
2.Reaksi Silang Albumin
mendeteksi antibody anti-RH dan meningkatkan sensitivitas tes antiglobulin
dengan menggunakan media albumin bovine.
3.Reaksi Silang Antiglobulin (Indirect Coomb’s Test)
mendeteksi IgG yang dapat menimbulkan masalah dalam tansfusi yang
tidak dapat terdeteksi pada kedua fase sebelumnya. Dilakukan terutama
pada resipien yang pernah menerima transfuse darah atau wanita yang pernah
hamil.
B.Metode Gel
PEMERIKSAAN CROOSSMATCH
METODE AGLUTINASI
FASE I : DALAM LARUTAN GARAM/SALINE
1. TABUNG A (Mayor) : 2 tetes serum resipien + 1 tetes suspense 2-5% eri
donor
2. TABUNG B (Minor) : 2 tetes serum donor + 1 tetes suspense 2-5% eri resipien
3. Campur, sentrufuge dengan kecepatan 3400 rpm selama 15 detik
4. Periksa hasil reaksi secara makroskopis dan mikroskopis:
◦ Positif : terjadi hemolisis atau aglutinasi
◦ Negatif : tidak hemolisi atau tidak ada aglutinasi
PEMERIKSAAN CROOSSMATCH
METODE AGLUTINASI
BILA PADA FASE I HASILNYA NEGATIF
LANJUT KE FASE II
FASE II : DALAM BOVINE ALBUMIN
1. Pada tabung A dan B ditambahkan 2 tetes bovine albumin 22%
2. Campur, inkubasi pada suhu 40oC selama 15 menit
3. Sentrifuge dengan kecepatan 3400 rpm selama 15 detik
4. Periksa hasil reaksi secara makroskopis dan mikroskopis:
◦ Positif : terjadi hemolisis atau aglutinasi
◦ Negatif : tidak hemolisi atau tidak ada aglutinasi
PEMERIKSAAN CROOSSMATCH
METODE AGLUTINASI
BILA PADA FASE II HASILNYA NEGATIF
LANJUT KE FASE III
FASE III :INDIRECT COOM’B TEST
1. Cuci eritrosit pada tabung A dan B dengan saline sebanyak 3 kali untuk membuang
antibody bebas yang tidak terikat pada eritrosit
2. Pada tabung A dan B ditambahkan 2 tetes Coomb’s serum
3. Campur, sentrifuge dengan kecepatan 3400 rpm selama 15 detik
4. Periksa hasil reaksi secara makroskopis dan mikroskopis:
◦ Positif : terjadi hemolisis atau aglutinasi
◦ Negatif : tidak hemolisi atau tidak ada aglutinasi
5. Pada hasil negatif, untuk menguji apakah tes ini dilakukan secara benar, lakukan
control dengan menambahkan 1 tetes comb’s cell pada tiap tabung, kemudian
sentrifuge dengan kecepatan 3400 rpm selama 15 detik, dan hasilnya harus POSITIF.
PEMERIKSAAN CROOSSMATCH
METODE AGLUTINASI
PEMERIKSAAN CROOSSMATCH
METODE AGLUTINASI
PEMERIKSAAN CROOSSMATCH
METODE AGLUTINASI
PEMERIKSAAN CROOSSMATCH
METODE AGLUTINASI
Hasil dicatat pada lembar pengamatan
PEMERIKSAAN CROOSSMATCH
METODE GEL
Metode ini menggunakan Sephadex gel yang berpori-pori, yang terbuat
dari dextran alkaline + epichlorohydrin
PRINSIP KERJA METODE GEL
1. Penambahan suspensi eritrosit dan serum/plasma dalam microtube yang berisi gel di dalam
buffer yang mengandung reagen tertentu ( Anti-A, Anti-B, Anti-D, enzyme, Anti-Ig G, Anti-
complement)
2. Lalu diinkubasi pada suhu 37oC, sehingga antigen di permukaan eritrosit tersensitisasi oleh
antibodi yang ada pada serum/plasma
3. Lalu disentrifus, sehingga eritrosit terpisah dari serum, kemudian bertemu dengan reagen yang
ada dalam microtube
4. Bila terbentuk aglutinasi → aglutinasi akan terperangkap, berada di atas permukaan gel
5. Bila tidak terbentuk aglutinasi → eritrosit akan lewat melalui pori-pori gel, dan akan mengendap
di dasar microtube
PEMERIKSAAN CROOSSMATCH
METODE GEL
Diluent LISS
Micropipet
Dispenser Diluent
(5-50 µl)
Working Table
Gel Card
dgn 6
microtube
Gel Card Gel Card
Centrifuge Incubator
PEMERIKSAAN CROOSSMATCH
METODE GEL
CARA KERJA:
1. Pisahkan sel darah merah dengan plasma (Pasien & donor)
2. Buat suspense eritrosit 1% : 500 µl ID-Diluent2 + 5 µl sel darah merah pekat, kocok hingga
homogeny
3. Siapkan ID Liss/Commb Card sesuai dengan kebutuhan dan beri identitas (Mayor, Minor dan
Auto Control bila perlu, tidak direkomendasikan dilkukan pooling)
4. A. Mayor : Teteskan 50 µl suspense eritrosit donor 1% + 25 µl serum pasien
B. Minor : Teteskan 50 µl suspense eritrosit pasien 1% + 25 µl serum donor
C. AC : Teteskan 50 µl suspense eritrosit pasien 1% + 25 µl serum pasien
5. Inkubasi pada suhu 37oC selama 15 menit.
6. Putar pada ID Centrifuge selama 10 menit
7. Baca hasil dan dokumentasikan
SKOR KEKUATAN REAKSI
PEMERIKSAAN CROOSSMATCH
METODE GEL
INTERPRETASI
4+ Agglutinated red blood cells form a line at the top of the gel
microtube.
3+ Most agglutinated red blood cells remain in the upper half of
the gel microtube.
2+ Agglutinated red blood cells are observed throughout the
length of the microtube. A small button of red blood cells
POSITIF
may also be visible at the bottom of the gel microtube.
1+ Most agglutinated red blood cells remain in the lower half of
the microtube. A button of cells may also be visible at the
bottom of the gel microtube
+/- Most agglutinated red blood cells are in the lower third part
of the gel microtube
Neg All the red blood cells pass through and form a compact
button at the bottom of the gel microtube
KESIMPULAN HASIL CROSSMATCH
Cross Cross Auto Kesimpulan Kemungkinan
Match Match Contro
Mayor Minor l
(-) (-) (-) Darah boleh dikeluarkan Darah pasien kompatibel dengan darah donor
(+) (-) (-) Ganti dengan darah Periksa sekali lagi Golongan darah Os apakah sudah sama dengan donor, apabila gol. Darah sudah sama :
donor yang lain, lakukan Artinya ada Irregular Antibody pada Serum Os
Ganti darah donor, lakukan crossmatch lagi sampai didapat hasil cross negatif pada mayor dan minor
crossmatch lagi
Apabila tidak ditemukan hasil crossmatch yang kompatibel meskipun darah donor telah diganti maka harus dilakukan
Screening dan Identifikasi Antibody pada Serum Os, dalam hal ini sampel darah dikirim ke UTD Pembina terdekat
(-) (+) (-) Ganti dengan darah Ada Irregular Antibodi pada Serum / Plasma Donor.
donor yang lain, lakukan
crossmatch lagi
(-) (+) (+) Lakukan DCT pd Os Minor (+) ≤ DCT(+) darah boleh dikeluarkan (terutama dalam bentuk PRC atau WE)
Apabila DCT = positif, Minor (+) > DCT(+) darah tidak boleh dikeluarkan (terutama dalam bentuk PRC atau WE)
maka bandingkan
derajat hasil positif pada
crossmatch Minor dan
DCT
(+) (+) (+) Darah tidak boleh Periksa ulang golongan darah Os maupun donor, baik dengan cell grouping maupun back typing, pastikan tidak ada
dikeluarkan kesalahan gol. Darah
Lakukan DCT pada Os, apabila positif, bandingkan derajat positif DCT dg Minor
Sedangkan positif pada Mayor, disebabkan adanya Irregular Anti Body pada Serum Os, ganti dengan darah donor baru
sampai ditemukan hasil Mayor negatif
TERIMA KASIH