Anda di halaman 1dari 27

KETERAMPILAN DASAR KEBIDANAN

KELOMPOK 2 :

Shelvi Ovi Lestari P27824416047

Fitria Nathalia Maria Ke P27824416048

Anjar Arum Siti M P27824416049

Siti Maisyaroh Putri P27824416050

Selviana roslina P27824416051

Dhea Fanni Irtania P27824416052


JENIS PEMERIKSAAN RADIOLOGI
YANG SERING DIGUNAKAN
DALAM ASUHAN KEHAMILAN
PEMERIKSAAN RADIOLOGIgertian
Pemeriksaan Radiologi
Pemeriksaan radiologi adalah cara-cara pemeriksaan
yang menghasilkan gambar bagian dalam tubuh
manusia untuk tujuan diagnostik yang dinamakan
pencitraan diagnostik. Menurut Patel (2005:2), radiologi
merupakan ilmu kedokteran yang digunakan untuk
melihat bagian tubuh manusia yang menggunakan
pancaran atau radiasi gelombang elektromagnetik
maupun gelombang mekanik.
1. USG (Ultrasonografi)
Jenis-jenis pemeriksaan Radiologi dalam
1. USG
Asuhan (Ultrasonografi)
Kebidanan :

 USG merupakan suatu prosedur diagnosis yang


dilakukan di atas permukaan kulit/ di rongga tubuh
menghasilkan suatu ultrasound di dalam jaringan.
Pemeriksaan ini digunakan untuk melihat struktur
jaringan tubuh, untuk mendeteksi berbagai kelainan
pada abdomen, otak, jantung dan ginjal.
Trimester I :
 Memastikan hamil atau tidak.
 Mengetahui keadaan janin, lokasi hamil, jumlah janin dan tanda kehidupannya.
 Mengetahui keadaan rahim dan organ sekitarnya

Trimester II :
 Melakukan penapisan secara menyeluruh.
 Menentukan lokasi plasenta.
 Mengukur panjang serviks.

Trimester III :
 Menilai kesejahteraan janin.
 Mengukur biometri janin untuk taksiran berat badan.
 Melihat posisi janin dan tali pusat.
Indikasi pemeriksaan USG
 Kehamilan yang mengalami perdarahan per vaginam yang tidak
diketahui sebabnya.
 Penentuan presentasi janin, jika bagian terendah janin pada masa
persalinan tidak dapatdipastikan.
 Suspek kehamilan multipel.
 Untuk membantu tindakan amniosentesis atau biopsi villi khorionik.
 Terdapat perbedaan antara besar uterus dan usia kehamilan secara
klinis.
2.Rontgen
2.Rontgen
 Foto rontgen adalah alat yang menggunakan sinar sebagai cara
untuk mampu menembus bagian tubuh manusia, sehingga dapat
dimanfaatkan untuk memotret bagian-bagian dalam tubuh
diantaranya jantung, abdomen, ginjal, ureter, kandung kemih,
tenggorokan dan rangka.

Manfaat Rontgen :
 Pengobatan
• Sinar-X lembut digunakan untuk mengambil gambar foto yang
dikenal sebagai radiograf. Sinar-X bisa menembus tubuh manusia
tetapi diserap oleh bagian yang lebih padat seperti tulang.
• Sinar-X keras digunakan untuk memusnahkan sel-sel kanker.
 Perindustrian
Dalam bidang perindustrian, sinar-X digunakan untuk
:
• mengetahui kecacatan dalam struktur binaan atau
bagian-bagian dalam mesin dan engine.
• memperbaiki rekahan dalam pipa logam, dinding
konkrit dan tekanan tinggi.

 Penyelidikan
• Sinar-X digunakan untuk menyelidik struktur hablur
dan jarak pemisahan antara atom-atom dalam suatu
bahan hablur.
Indikasi :
Sinar X yang digunakan untuk foto rontgen merupakan sinar
yang dapat menyebarkan radiasi. Meski demikian, manfaat
yang didapat dari teknologi ini lebih banyak ketimbang
risikonya jika dilakukan dengan benar. Itulah mengapa, bila
dianggap perlu bayi yang baru lahir pun bisa menjalani
tindakan ini untuk menegakkan diagnosis ada tidaknya
kelainan dalam tubuhnya.

Efek Samping Rontgen


1.Menyebabkan penurunan produksi pada sel darah
2. Menyebabkan infeksi serta iritasi kulit.
3. Memiliki dampak yang buruk bagi mata.
4. Mempengaruhi penurunan produksi sperma bahkan
kemandulan.
5. Pneumonitis dan gangguan pada paru-paru.
6. Gangguan pencernaan di bagian usus halus.
3. MAMMOGRAFI
3. MAMMOGRAFI
 Mammografi adalah proses pemeriksaan payudara
manusia menggunakan sinar-X dosis rendah (umumnya
berkisar 0,7 mSv).

Manfaat Mammografi :
 Pencitraan payudara meningkatkan kemampuan
dokter untuk mendeteksi tumor kecil.
 Wanita memiliki pilihan pengobatan yang lebih baik.
 Tidak ada radiasi tetap dalam tubuh pasien setelah
pemeriksaan x-ray.
 Sinar-X biasanya memiliki efek samping yang tidak
dalam rentang diagnostik.
Indikasi Mammografi
 Skrining pada wanita yang mempunyai faktor resiko tinggi
untuk mendapat kanker payudara (ada 10 faktor resiko, lihat
pembahasan diatas).
 Jika massa / benjolan yang teraba pada payudara tidak
jelas.
 Jika dokter meraba adanya benjolan pada kelenjar getah
bening aksila (ketiak) dan supra klavikula (diatas tulang
klavikula / leher) walaupun tidak disertai terabanya massa /
benjolan pada payudara.
 Untuk usia 40 - 50 tahun dilakukan 2 tahun sekali, sedangkan
lebih dai 50 tahun dilakukan setahun sekali.

Efek samping :
 Bersifat Non-Invasif
4. Kardiotokografi (CTG).
4. Kardiotokografi (CTG).

 Pengertian secara khusus CTG adalah suatu alat yang


digunakan untuk mengukur DJJ pada saat kontraksi maupun
tidak. Secara umumCTG merupakan suatu alat untuk
mengetahui kesejahteraan janin di dalam rahim, dengan
merekam pola denyut jantung janin dan hubungannya
dengan gerakan janin atau kontraksi rahim.

Manfaat :
 Untuk menilai apakah bayi merespon stimulus secara normal.
 Apakah bayi menerima cukup oksigen.
 Memantau kesejahteraan janin dengan cara merekam pola
denyut jantung.
Indikasi Pemeriksaan CTG :

 Kehamilan dengan komplikasi (darah tinggi, kencing


manis, tiroid, penyakit infeksi kronis, dll).
 Kehamilan dengan berat badan janin rendah (Intra
Uterine Growth Retriction)
 Oligohidramnion (air ketuban sedikit sekali)
 Polihidramnion (air ketuban berlebih)
5.CT SCAN (computerized axial
tomografi)
5.CT SCAN (computerized axial tomografi)

 CT scan adalah test diagnostik yang memiliki informasi yang sangat tinggi.
Tujuan utama penggunaan ct scan adalah mendeteksi perdarahan intra
cranial,les yang memenuhi rongga otak (space occupy ng les ons/SOL),
edema serebral dan adanya perubahan struktur otak.

Manfaat Ct-scan:

 Melakukan pencarian permasalahan pada bagian otot dan tulang, seperti


tumor atau retak pada tulang.
 Menentukan tempat adanya tumor, infeksi, atau bekuan darah yang tidak
terlihat secara langsung.
 Memandu prosedur medis ketika melakukan operasi, biopsi, atau terapi
radiasi.
 Mendeteksi dan memonitoring kondisi dan penyakit tertentu, yaitu seperti
kanker, sakit jantung, nodul pada bagian paru-paru, dan massa pada hati
pasien.
Indikasi Ct-scan :

 Nyeri kepala menetap atau muntah – muntah yang tidak menghilang


setelah pemberian obat – obatan analgesia/anti muntah.
 Adanya kejang – kejang, jenis kejang fokal lebih bermakna terdapat lesi
intrakranial dibandingkan dengan kejang general.
 Penurunan GCS lebih 1 point dimana faktor – faktor ekstracranial telah
disingkirkan (karena penurunan GCS dapat terjadi karena misal terjadi
shock, febris, dll).
 Adanya lateralisasi.

Efek Samping Ct-scan:

 Munculnya artefak (gambaran yang seharusnya tidak ada tapi terekam).


 Reaksi alergi pada zat kontras yang digunakan untuk membantu tampilan
gambar.
6. Endoskopi
6. Endoskopi

 Endoskopi adalah metode yang dianjurkan untuk evaluasi saluran


cerna selama kehamilan. Kadang dilakukan pemeriksa serial saluran
cerna atas atau barium enema sebelum wanita yang bersangkutan
menyadari bahwa ia hamil.

Manfaat Menggunakan Alat Teropong (Endoscopy)

 Dapat melihat dengan jelas lokasi dan jenis kelainan dalam rongga
saluran cerna
 Tindakan pengobatan dengan resikonya jauh lebih ringan daripada
tindakan operasi.
 Dapat menggantikan fungsi tindakan operasi, lebih nyaman, biaya
lebih murah dan efisien.
 Hasil pemeriksaan dapat langsung dicetak.
Kegunaan Alat Teropong (Endoscopy)
 Radang usus buntu
 Obstruksi usus (penyumbatan usus)
 Peradangan saluran pencernaan
 Batu empedu
 Radang lambung
 Radang lambung dan usus kecil

Efek Samping:
 reaksi terhadap pengobatan, pada tindakan endoskopi tertentu ada
beberapa pengobatan yang dilakukan saat tindakan.
 perdarahan, bisa terjadi bila endoskopi dilakukan sambil melakukan
tindakan biopsi
 infeksi, tindakan endoskopi selalu menggunakan alat steril, pada
kemungkinan terjadinya infeksi dokter yang melakukan tindakan biasanya
sudah memberi antibiotik pencegahan
 ·robekan pada saluran pencernaan, hal ini sangat jarang terjadi, hanya 1
dari 2500 sampai 11000 tindakan endoskopi yang menyebabkan robeka
7.MAGNETIC RESONANCE (MR) IMAGING
7.MAGNETIC RESONANCE (MR) IMAGING

 Alat MRI yang berkaitan dengan radiofrekuensi dan lapangan


magnet dapat menghasilkan suatu penetrasi (image) tanpa
memakai radiasi ionisasi. Pencitraan yang diiperoleh hampir mirip
dengan CT dan tidak ada bahaya radiasi bagi pasien dan
operator.

Manfaat MRI

 MRI dapat digunakan pada semua bagian tubuh dan sangat


berguna untuk mengevaluasi kondisi neurologis, gangguan otot
dan sendi, tumor, dan kelainan pada jantung dan pembuluh
darah.
 MRI untuk pemindaian pada jaringan lunak (soft tissue) seperti
otak, sumsum tulang belakang, kelenjar susu, otot, tendon,
ligamen dan struktur tulang rawan.
Indikasi Untuk Pemeriksaan MRI:

•Mutlak :
 –kehamilan dan menyusui
 –Gagal ginjal
•Relatif :
 –Anemia hemolitika
 –Riwayat reaksi alergi dengan bahan iodida

Efek samping:
 MRI tidak menggunakan sinar X yang berpotensi bahaya
sehingga dapat diulang sesering yang diperlukan tanpa
menimbulkan risiko. Tidak ada efek samping MRI yang
berbahaya. Penggunaan bahan kontras pada sebagian
kecil orang dapat menyebabkan reaksi alergi, namun
sangat jarang yang menyebabkan komplikasi berbahaya.
SEKIAN DAN TERIMA KASIH