100% menganggap dokumen ini bermanfaat (3 suara)
1K tayangan102 halaman

Oil Accounting System - 1

Dokumen tersebut membahas pendahuluan sistem akuntansi kuantitas minyak (Quantity Accounting System/QAS) yang mencakup visi dan misi PT Pertamina EP, profil bisnis perusahaan, dan peraturan terkait serah terima minyak dan gas bumi."

Diunggah oleh

Ind4r
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPT, PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (3 suara)
1K tayangan102 halaman

Oil Accounting System - 1

Dokumen tersebut membahas pendahuluan sistem akuntansi kuantitas minyak (Quantity Accounting System/QAS) yang mencakup visi dan misi PT Pertamina EP, profil bisnis perusahaan, dan peraturan terkait serah terima minyak dan gas bumi."

Diunggah oleh

Ind4r
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPT, PDF, TXT atau baca online di Scribd

HANDOUT QUANTITY ACCOUNTING SYSTEM

Judul : Pendahuluan
No : QAS 01/2012
Revisi/Thn : 25 Januari 2012

1
HANDOUT QUANTITY ACCOUNTING SYSTEM
Judul : Pendahuluan
No : QAS 01/2012
Revisi/Thn : 25 Januari 2012

Quantity Accounting
System
(Q A S)

OPERATIONAL

2
HANDOUT QUANTITY ACCOUNTING SYSTEM
Judul : Pendahuluan
No : QAS 01/2012
Revisi/Thn : 25 Januari 2012

VISI & MISI PT PERTAMINA EP

PT. Pertamina (Persero),


Berdasakan hasil RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham) pada tanggal 14 Juni
2011 mengesahkan Periode tahun 2011 s/d 2015 dengan Visi dan Misi :

VISI

“Menjadi Perusahaan Energi Kelas Dunia”

MISI

”Menjalankan usaha minyak, gas, serta energi baru dan terbarukan secara
terintegrasi, berdasarkan prinsip-prinsip komersial yang kuat”

PT. Pertamina EP
Visi Repetita I (2006-2008):
"Respectable Cost Effective and Efficient Oil & Gas Producer".

Visi Repetita II (2009-2011):


"No.1 Oil & Gas Producer in Indonesia".

Visi Repetita III (2012-2014):


"PEP World Class".

dengan misi :

Melaksanakan pengusahaan sektor hulu minyak dan gas dengan


berwawasan lingkungan, sehat dan mengutamakan keselamatan
serta keunggulan yang memberikan nilai tambah bagi stakeholder.

3
HANDOUT QUANTITY ACCOUNTING SYSTEM
Judul : Pendahuluan
No : QAS 01/2012
Revisi/Thn : 25 Januari 2012

PROFIL BISNIS

PT Pertamina EP adalah perusahaan yang menyelenggarakan


kegiatan usaha di sektor hulu bidang minyak dan gas bumi, meliputi
eksplorasi dan eksploitasi. Di samping itu, PT.Pertamina EP juga
melaksanakan kegiatan usaha penunjang lain yang secara langsung
maupun tidak langsung mendukung bidang kegiatan usaha utama.

Wilayah Kerja (WK) PT.Pertamina EP seluas 140 ribu kilometer


persegi merupakan limpahan dari sebagian besar Wilayah Kuasa
Pertambangan Migas PT. PERTAMINA (PERSERO). Pola
pengelolaan usaha WK seluas itu dilakukan dengan cara
dioperasikan sendiri (own operation) dan kerja sama dalam bentuk
kemitraan (TAC & KSO). Jika dilihat dari rentang geografinya,
PT.Pertamina EP beroperasi hampir di seluruh wilayah Indonesia, dari
Sabang sampai Merauke.

WK PT. Pertamina EP terbagi ke dalam tiga Region, yakni Sumatera,


Jawa dan Kawasan Timur Indonesia (KTI). Seluruh operasi TAC &
KSO dikelola dari Pusat sedangkan own operation dikelola di Region
masing-masing. Operasi ketiga Region terbagi ke dalam 12 Field
Area, yakni Rantau, Pangkalan Susu, Prabumulih dan Pendopo di
Sumatera, Subang, Tambun, Jatibarang dan Cepu di Jawa serta
Sangatta, Bunyu dan Papua di KTI.

Di samping itu PT. Pertamina EP memiliki tujuh Unit Bisnis PT.


Pertamina EP (UBEP) yang terdiri dari UBEP Lirik, UBEP Jambi,
UBEP Limau, UBEP Tanjung, UBEP Sangasanga -Tarakan, UBEP
Adera, dan UBEP Ramba.

4
HANDOUT QUANTITY ACCOUNTING SYSTEM
Judul : Pendahuluan
No : QAS 01/2012
Revisi/Thn : 25 Januari 2012

PROFIL BISNIS

Di samping pengelolaan WK tersebut di atas, pola pengusahaan


usaha yang lain adalah dengan model pengelolaan melalui proyek-
proyek, antara lain proyek pengembangan gas yaitu: PPGJ (Proyek
Pengembangan Gas Jawa Timur), PPGM (Proyek Pengembangan
Gas Matindok) di Sulawesi, PPGS (Proyek Pengembangan Gas
Suban).

PT.Pertamina EP telah memberikan kontribusi yang sangat signifikan


bagi lifting minyak nasional, sehingga menghasilkan devisa bagi
negara. Penjualan hasil produksi minyak ini merupakan langkah lanjut
dari kegiatan eksplorasi dan eksploitasi yang telah dilaksanakan di
berbagai area di Indonesia.

Demikian pula untuk gas. Dengan kegiatan eksplorasi yang


dilakukannya, Pertamina EP terus berupaya meningkatkan cadangan
gas eksisting, mengingat komoditas gas alam sangat tinggi nilainya.
Gas alam banyak digunakan pada pembangkit tenaga listrik, industri
manufaktur, konsumsi rumah tangga, dan bahan bakar transportasi
massal. Saat ini, PT.Pertamina EP telah menjadi salah satu dari 10
produsen gas terbesar di Indonesia untuk pasar dalam negeri
maupun internasional.

5
HANDOUT QUANTITY ACCOUNTING SYSTEM
Judul : Pendahuluan
No : QAS 01/2012
Revisi/Thn : 25 Januari 2012

OIL QUANTITY ACCOUNTING SYSTEM


Adalah suatu kegiatan pengukuran, perhitungan dan
pelaporan arus minyak yang diaplikasikan dalam
pengelolaan produksi minyak mulai Stasiun Pengumpul /
Stasiun Pengumpul Utama sampai dengan Sales Point

Pelaksanaan
Operasi lapangan bertugas melakukan pengukuran,
perhitungan, entry data dan pelaporan angka produksi
Oil accounting melakukan perhitungan, rekonsiliasi,
analisa dan pelaporan arus minyak

Tujuan
Mendapatkan pelaporan Arus Minyak yang accountable
dan auditable

6
HANDOUT QUANTITY ACCOUNTING SYSTEM
Judul : Pendahuluan
No : QAS 01/2012
Revisi/Thn : 25 Januari 2012

PERATURAN PERUNDANGAN SERAH TERIMA


BAB VI
FASILITAS SERAH TERIMA MINYAK DAN GAS BUMI

Pasal 19

(1) Pelabuhan Khusus yang difungsikan sebagai Terminal serah terima minyak
dan gas bumi harus memenuhi syarat yang ditetapkan oleh instansi yang
berwenang.

(2) Terminal Serah Terima Minyak Mentah harus dilengkapi dengan sistem alat
ukur utama dan cadangan,labolatorium serah terima, alat penyerahan,
sistem pengaman kerangan akhir, alat hitung (Calculator) minimal
mempunyai tampilan angka dua belas digit.

(3) Pelaksanaan operasi serah terima harus berpedoman pada prosedur


penyerahan yang disetujui oleh Direktur Jenderal.

(4) Badan usaha atau Bentuk Usaha Tetap wajib menjamin ketelitian
(accuracy), ketidak tetapan (repeatability), unjuk kerja (performance)
memelihara fasilitas serah terima agar dapat berfungsi dengan balk.

(5) Fasilitas Serah Terima di Lepas Pantai harus menggunakan sistem meter
sebagai alat ukur utama dan alat ukur cadangan.

(6) Fasilitas instalasi serah terima minyak dan gas bumi harus dirancang,
dikonstruksi dan dioperasikan sesuai dengan peraturan dan kaidah
keteknikan yang balk.
(7) Fasilitas instalasi serah terima harus dilengkapi dengan sistem
keselamatan kerja, alat pemadam kebakaran, alat komunikasi dan
peralatan pencegahan pencemaran lingkungan. Memiliki tim keadaan
darurat sesuai peraturan yang berlaku. Fasilitas serah terima harus
dioperasikan oleh petugas yang berkualifikasi dan kompetensi.

7
HANDOUT QUANTITY ACCOUNTING SYSTEM
Judul : Pendahuluan
No : QAS 01/2012
Revisi/Thn : 25 Januari 2012

Pasal 20

(1) Stasiun Serah Terima Gas Bumi harus dilengkapi dengan sistem alat ukur
utama dan cadangan,labolatorium serah terima gas, sistem pengaman,
alat hitung (Calculator) minimal mempunyai tampilan angka dua belas
digit.
(2) Stasiun pengukur Serah Terima Gas Bumi harus menggunakan sistem alat
ukur, dalam hal sistem meter dilengkapi dengan flow computer harus
dilengkapi dengan sistem alat ukur cadangan.
(3) Badan dan Bentuk Usaha Tetap wajib memelihara fasilitas serah terima
agar dapat berfungsi dengan baik
(4) Fasilitas instalasi serah terima harus dilengkapi dengan sistem
keselamatan kerja, alat pemadam kebakaran, alat komunikasi dan
peralatan pencegahan pencemaran lingkungan.
(5) Memiliki tim keadaan darurat sesuai peraturan yang berlaku.
(6) Fasilitas serah terima harus dioperasikan oleh petugas yang
berkualifikasi.dan kompetensi.

Pasal 21
Pengoperasian

Pengukuran dan perhitungan volume minyak dan gas bumi serta


perhitungan nilai kalori gas bumi harus menggunakan Satuan
Internasional (SI), dalam pelaksanaan penggunaan satuan tersebut akan
diatur lebih lanjut dengan Keputusan Direktur Jenderal.

(1) Pelaksana Operasi serah terima wajib memiliki kualifikasi dan kompetensi
peraturan,standar, teknik sistem alat ukur, operasi dan pengetahuan
keselamatan kerja, kesehatan kerja serta lindungan lingkungan.
(2) Penulisan hasil pengukuran pada saat proses perhitungan volume, angka
koreksi tekanan, koreksi suhu, nilai kalori gas :
a. Angka koreksi temperature dan tekanan wajib ditulis empat digit
dibelakang koma (x,xxxx).

8
HANDOUT QUANTITY ACCOUNTING SYSTEM
Judul : Pendahuluan
No : QAS 01/2012
Revisi/Thn : 25 Januari 2012

b. Angkahasil akhir perhitungan volume wajib ditulis empat digit


dibelakang koma (x,xxxx) untuk satuan imperial, untuk satuan
Standard Internasional (SI) wajib ditulis empat digit dibelakang
koma(x,xxxx).
c. Angka Meter Faktor wajib ditulis empat digit dibelakang koma
(x,xxxx).
d. Meter kerja harus mempunyai spesifikasi Meter K Faktor dua digit
dibelakang koma (x,xx) Referensi.
e. Angka hasil akhir perhitungan kalibrasi volume prover, master meter
wajib ditulis enam digit dibelakang koma (x,xxxxxx).
f. Batas pembulatan penulisan angka pada digit terakhir 0,5 %
(3) Terhadap sistem meter minyak dan hasil olahannya harus diuji sesuai
prosedur penyerahan yang telah disetujui oleh Direktur Jenderal untuk
mendapatkan Meter Faktor.
(4) Terhadap sistem meter yang tidak dilengkapi dengan alat uji wajib
dilakukan pengujian meter di lembaga yang syah atau cara lain yang
disetujui pihak yang berwenang minimal satu tahun sekali untuk
mendapatkan Meter Faktor.

Pasal 21
Pengoperasian
1) Pengujian sistem meter minyak yang digunakan secara terus menerus
untuk penyerahaan wajib diuji minimal 1 (satu) bulan sekali.
2) Pengujian sistem meter yang digunakan untuk penyerahan minyak
dari dan ke kapal dilakukan pada setiap pengapalan atau penerimaan,
sesuai dengan prosedur yang telah disetujui oleh Direktur Jenderal.

Pasal 22
(1) Perhitungan Pengukuran Penyerahan minyak mentah atau produk olah-
annya didasarkan pada angka perhitungan di titik penyerahan yang
disepakati para pihak.
(2) Perbedaan pengukuran volume antara di Titik Penyerahan dengan
pengukuran volume Penerimaan maksimum 0,5%. (untuk penyerahan
Free on Board atau penyerahan legal).

9
HANDOUT QUANTITY ACCOUNTING SYSTEM
Judul : Pendahuluan
No : QAS 01/2012
Revisi/Thn : 25 Januari 2012

(3) Perbedaan pengukuran volumeantara Pengiriman (Stasiun Penye-


rahan/Kapal) dengan pengukuran volume di Stasiun/Terminal Penerima
maksimum 0,5% (untuk Carry Insurance Freight atau penerimaan legal).

BAB VII
PROSEDUR
Pasal 23

(1) Badan Usaha atau Bentuk Usaha Tetap wajib mempunyai Prosedur Serah
Terima Minyak atau Gas Bumi yang disetujui oleh Direktur Jenderal
sebelum Sistem Alat Ukur dioperasikan.
(2) Prosedur serah terima sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) sekurang-
kurangnya berisi seperti pada lampiran.
(3) Setiap Penggunaan Sistem Alat Ukur Legal wajib dilengkapi dengan
prosedur serah terima termaksud pada butir (1).
(4) Kehilangan karena pengangkutan dan pembongkaran ditentukan antara
transporter dan pemilik, dalam hal pemilik dan / atau pengangkut tidak
dapat melakukan penelitian untuk menentukan besarnya foktor kehilangan
akibat pengangkutan dan pembongkaran, dapat meminta jasa pihak ketiga
yang berkualifikasi.
(5) Dalam hal terjadi perbedaan yang melebihi batas toleransi sebagaimana
dimaksud dalam ayat (2), (3) dan 4 maka Badan Usaha atau Bentuk
Usaha Tetap wajib melakukan evaluasi akurasi, unjuk kerja sistem alat
ukur dan operasinya, hasil evaluasi dilaporkan kepada Direktorat Jenderal
Minyak dan Gas.
(6) Apabila Badan Usaha atau Bentuk Usaha Tetap tidak dapat mengevaluasi
sendiri terhadap akurasi, unjuk kerja dan operasi sebagaimana dimaksud
dalam ayat (4) maka Badan Usaha atau Bentuk Usaha Tetap dapat
menggunakan pihak lain yang mempunyai kompetensi untuk
mengevaluasi.

10
HANDOUT QUANTITY ACCOUNTING SYSTEM
Judul : Pendahuluan
No : QAS 01/2012
Revisi/Thn : 25 Januari 2012

1. Penjualan Crude/Kondensat PT.PEP ke


PT. Pertamina (Persero)

 PT PEP meng-upload data Provisi


Upload Provisi entitlement Entitlement dan ICP ke Sistem My
dan ICP ke MySAP SAP
 PT PEP membuat B/L pada saat
dilakukan pengapalan atau JR di
akhir bulan
Menerima PO dr Persero,  PT PEP menerima PO Pembelian
Crude dari PT Pertamina (Persero).
Create SO PT PEP membuat Sales Order (SO)
(reff data di B/L atau JR) yang mencakup data-data Pembeli,
Tujuan Pengiriman, Material dan
Quantity sesuai B/L atau Joint
Report.
DO, TD Shipment  PT PEP membuat Delivery order
(DO) yang memuat informasi
(TD Scheduling, tentang produk serta kuantitas
TD Loading & TD Delivery ) delivery yang dibuat dengan
referensi SO.
 PT PEP melakukan proses TD
Shipment yang mencakup TD
Create Billing, Scheduling, TD Loading dan TD
Delivery. Di dalam step ini
Rekonsiliasi dg BPMIGAS dilakukan proses Good Issue
(Crude dikeluarkan dari Stock)
BA Rekon  PT PEP melakukan proses Billing
yang merupakan pengakuan
piutang penjualan ke Pertamina
(Persero)
Mengirim Invoice  PT PEP dan BPMIGAS melakukan
rekonsiliasi angka penjualan
bulanan.
 PT PEP mengirim tagihan/invoice
Invoice penjualan crude ke PT Pertamina
(Persero)

11
HANDOUT QUANTITY ACCOUNTING SYSTEM
Judul : Pendahuluan
No : QAS 01/2012
Revisi/Thn : 25 Januari 2012

2. Penjualan Natural Gas dan LPG PT PEP ke


Pertamina (Persero)

Upload Provisi entitlement  PT PEP meng-upload data Provisi


Entitlement ke Sistem MySAP
ke MySAP
 PT PEP membuat Berita Acara Serah
Terima Natural Gas/ LPG di akhir
bulan
 PT PEP menerima PO Pembelian
Menerima PO dr Persero, Natural Gas dan LPG dari PT
Pertamina (Persero). PT PEP
Create SO (reff data di BA) membuat Sales Order (SO) yang
mencakup data-data Pembeli, Tujuan
Pengiriman, Material dan Quantity
sesuai BA Serah Terima Gas/ LPG
dan Harga sesuai kontrak.
 PT PEP membuat Delivery order (DO)
yang memuat informasi tentang
Create DO (Good Issue) produk serta kuantitas delivery yang
dibuat dengan referensi SO yang
kemudian dilanjutkan dengan proses
Good Issue.
 PT PEP melakukan proses Billing
yang merupakan pengakuan piutang
Create Billing, penjualan ke Customer
Rekonsiliasi dg BPMIGAS  PT PEP dan BPMIGAS melakukan
rekonsiliasi angka penjualan
bulanan.
BA Rekon  PT PEP mengirim tagihan/invoice
penjualan Natural Gas/LPG ke PT
Pertamina (Persero)

Mengirim Invoice

Invoice

12
HANDOUT QUANTITY ACCOUNTING SYSTEM
Judul : Pendahuluan
No : QAS 01/2012
Revisi/Thn : 25 Januari 2012

3. Penjualan Natural Gas PT PEP ke


Customer (Pihak III)
 PT PEP meng-upload data Provisi
Upload Provisi entitlement Entitlement ke Sistem MySAP
ke MySAP  PT PEP membuat Berita Acara Serah
Terima Natural Gas di akhir bulan
 PT PEP membuat Sales Order (SO) yang
mencakup data-data Pembeli, Tujuan
Pengiriman, Material dan Quantity sesuai
BA Serah Terima Gas dan Harga sesuai
kontrak.
Create SO (reff data di BA)  PT PEP membuat Delivery order (DO) yang
memuat informasi tentang produk serta
kuantitas delivery yang dibuat dengan
referensi SO yang kemudian dilanjutkan
dengan proses Good Issue.
 PT PEP melakukan proses Billing yang
merupakan pengakuan piutang penjualan
Create DO (Good Issue) ke Customer
 PT PEP mengirim tagihan/invoice
B/L,CQL penjualan Natural Gas ke Customer
print out  PT PEP dan BPMIGAS melakukan
rekonsiliasi angka penjualan bulanan.

Create Billing,
Kirim Invoice ke Customer

Rekonsiliasi dg BPMIGAS

BA Rekon

13
HANDOUT QUANTITY ACCOUNTING SYSTEM
Judul : Pendahuluan
No : QAS 01/2012
Revisi/Thn : 25 Januari 2012

4. Penjualan Export Crude PT PEP

 PT PEP meng-upload data Provisi


Upload Provisi entitlement Entitlement dan ICP ke Sistem
dan ICP ke MySAP MySAP
 PT PEP membuat B/L pada saat
dilakukan pengapalan atau JR di
akhir bulan
Create SO  PT PEP membuat Sales Order (SO)
(reff data di B/L atau JR) yang mencakup data-data Pembeli,
Tujuan Pengiriman, Material dan
Quantity sesuai B/L atau Joint
Report.
 PT PEP membuat Delivery order (DO)
yang memuat informasi tentang
DO, TD Shipment produk serta kuantitas delivery yang
(TD Scheduling, dibuat dengan referensi SO.
TD Loading & TD Delivery )  PT PEP melakukan proses TD
Shipment yang mencakup TD
Scheduling, TD Loading dan TD
Delivery. Di dalam step ini dilakukan
proses Good Issue (Crude
dikeluarkan dari Stock)
 PT PEP melakukan proses Billing
Create Billing yang merupakan pengakuan piutang
penjualan ke Customer
 PT PEP dan BPMIGAS melakukan
rekonsiliasi angka penjualan bulanan.

Rekonsiliasi dg BPMIGAS

BA Rekon

14
HANDOUT QUANTITY ACCOUNTING SYSTEM
Judul : Pendahuluan
No : QAS 01/2012
Revisi/Thn : 25 Januari 2012

ARUS MIGAS PERTAMINA EP

15
HANDOUT QUANTITY ACCOUNTING SYSTEM
Judul : Pendahuluan
No : QAS 01/2012
Revisi/Thn : 25 Januari 2012

ARUS MIGAS PERTAMINA EP


 Alur proses diatas menjelaskan proses keseluruhan dari alur bisnis
Migas, mulai dari pengeboran minyak mentah, pengolahan sampai
dengan penjualan ke pelanggan.
 Dari sumur pengeboran minyak, minyak mentah disimpan di dalam
tangki penyimpanan di stasiun pengumpul,PPP dan Terminal PT.
Pertamina EP.
 Di PT. Pertamina EP perlakuan minyak mentah ada yang langsung
dijual ke PT Pertamina (Persero) atau di export.
 Minyak Mentah diolah di Kilang Pertamina (Persero) dan
selanjutnya didistribusikan ke Unit Pemasaran/Depo.
 Proses penjualan ke pelanggan dilakukan oleh petugas Unit
Pemasaran/depo.

OPERATIONAL FLOW DIAGRAM

16
HANDOUT QUANTITY ACCOUNTING SYSTEM
Judul : Pendahuluan
No : QAS 01/2012
Revisi/Thn : 25 Januari 2012
HANDOUT QUANTITY ACCOUNTING SYSTEM
Judul : Pendahuluan Apr-19
No : QAS 01/2012
Revisi/Thn : 25 Januari 2012

SYSTEM FLOW LINE

18
HANDOUT QUANTITY ACCOUNTING SYSTEM
Judul : 19
Pendahuluan Apr-19
No : QAS 01/2012
Revisi/Thn : 25 Januari 2012

FLOW DIAGRAM ARUS MINYAK

• OIL • OP. STOCK


• GROSS PROD • OP. STOCK
• WTR • OWN USE • NET PROD
• SHRINKAGE • PUMP/ LIFT
• GAS • PUMP • CL. STOCK
• CL. STOCK • MySAP Entry
• My SAP entry

19
HANDOUT QUANTITY ACCOUNTING SYSTEM
Judul : 20
Pendahuluan Apr-19
No : QAS 01/2012
Revisi/Thn : 25 Januari 2012

DIAGRAM ALIR MINYAK


DI
TERMINAL

20
HANDOUT QUANTITY ACCOUNTING SYSTEM
Judul : Pendahuluan 21 16-Apr-19
No : QAS 01/2012
Revisi/Thn : 25 Januari 2012

CRUDE OIL PRODUCTION FLOW DIAGRAM

21
HANDOUT QUANTITY ACCOUNTING SYSTEM
Judul : Pendahuluan
No : QAS 01/2012
Revisi/Thn : 25 Januari 2012

PELAPORAN ARUS MINYAK

 Laporan Produksi :

Untuk keperluan Managemen K3S dan BPMIGAS:


 Jumlah Minyak Bumi “kondisi net standard” yang
diukur di SP/SPU/ PPP/TERMINAL berdasarkan angka
rekonsiliasi, dalam kondisi Net Standard Bbls
 Jumlah Minyak Bumi “kondisi net standard” yang siap
dikapalkan (net available for lifting) dalam kondisi Net
Standard Bbls.
 Lifting Minyak Bumi, adalah jumlah minyak bumi yang
telah dikapalkan atau keluar dari Terminal atau PPP
untuk tujuan penjualan ke pihak lain dalam Net
Standard Bbls.

 Pelaporan Persediaan (Stock) Perlu disajikan:


 Jumlah Seluruh Persediaan Minyak Bumi
 Jumlah Persediaan yang siap untuk dikapalkan
 Jumlah Persediaan yang tidak dapat dipompakan.
 Jumlah Stock yang ada dalam pipa yang selalu berisi
minyak bersih.

22
HANDOUT QUANTITY ACCOUNTING SYSTEM
Judul : Pendahuluan
No : QAS 01/2012
Revisi/Thn : 25 Januari 2012
HANDOUT QUANTITY ACCOUNTING SYSTEM
Judul : Pendahuluan
No : QAS 01/2012
Revisi/Thn : 25 Januari 2012

LATAR BELAKANG
 Methoda pengukuran tanki gauging sudah dianut sejak Pertamina
berdiri tahun 1957, sampai tahun 1983 belum ada keseragaman dalam
tata cara pengukuran dan administrasi minyak.

 Pada tahun 1981 Pertamina bersama konsultan Copper & Librant


melakukan perbaikan administrasi arus minyak dan tata cara
pengukuran dengan mengacu pada tata kerja yang sudah dilakukan
UP.III Plaju/Sei Gerong sebelumnya, maka pada tahun 1983 diterbitkan
buku manual Quantity Accounting System untuk Direktorat Pengolahan,
PPDN, EP serta PKK dan dibentuklah Tim Arus Minyak Korporat
melalui SK Direksi NO.Kpts-1423/C0000/85-B1 tanggal 30 April 1985
dengan hasil buku pedoman tata cara pengukuran dan perhitungan
minyak secara korporat.

 Untuk menentukan strategi dan pengawasan arus minyak korporat


terhadap efek financial Loss control pada tahun 1989 dengan Instruksi
Dirut Pertamina No.0279/C0000/89-B1 diterbitkan juklak pengukuran
minyak dan perhitungan yang seragam di seluruh Pertamina.

 Selanjutnya untuk meminimize loss masing-masing Direktorat


menugaskan personilnya untuk melakukan pencatatan, pelaporan dan
rekonsiliasi terhadap penyebab dan kemungkinan losses.

 Dengan adanya kursus singkat ini pola kerja yang ineffisien menjadi
lebih effisien sehingga losses semu yang diakibatkan oleh salah
pengukuran dan perhitungan menjadi berkurang atau tidak akan terjadi.

 Perhitungan volume tanki selain dipakai untuk transaksi penerimaan,


juga dipakai sebagai transaksi pengiriman untuk penjualan.

24
HANDOUT QUANTITY ACCOUNTING SYSTEM
Judul : Pendahuluan
No : QAS 01/2012
Revisi/Thn : 25 Januari 2012

Kebenaran perhitungan sangatlah diperlukan untuk menghindari


perbedaan pengukuran antara si penerimaan dengan si pengiriman
yang disebut Discrepansi atau loss / gain dalam operasi arus minyak.

Tata cara perhitungan yang sama antara si pengirim dan si penerima


akan menghindari perbedaan tersebut diatas, namun tata cara
perhitungan adalah salah satu bagian dari berbagai macam
kemungkinan yang menimbulkan loss/gain dari operasi pengiriman /
penerimaan, jadi dengan demikian hal tersebut sangatlah membantu
untuk mengurangi Discrepansi yang timbul.

Perhitungan volume minyak di Pertamina sesuai dengan peraturan


yang dikeluarkan Migas menggunakan Metric System yang acuannya
adalah Density Observed.

Penggunaan table tanki harus yang valid dan tidak kadaluarsa yang
setiap 6 tahun sekali harus dilakukan kalibrasi ulang oleh Dit.Migas dan
Dit. Metrologi, sedangkan penggunaan ASTM hingga sekarang tetap
masih menggunakan table yang dikeluarkan oleh Badan Strandarisasi
International yaitu ASTM & IP pada tahun 1953.

Penggunaan table volume tanki darat merupakan suatu operasi serah


terima hasil dari perhitungan yang akan dipakai sebagai alat
pengesahan suatu jumlah atau kuantitas dan selanjutnya dibuat
sebagai transaksi suatu serah terima minyak, kesalahan dalam
penggunaan table akan berakibat timbulnya loss/gain yang besar
kecilnya tergantung dari benar tidaknya perhitungan.

Keseragaman tatacara penggunaan table tanki darat akan sangat


membantu untuk menghindari Discrepansi yang makin besar.

25
HANDOUT QUANTITY ACCOUNTING SYSTEM
Judul : Pendahuluan
No : QAS 01/2012
Revisi/Thn : 25 Januari 2012

BATAS TANGGUNG JAWAB


OPERASI PRODUKSI & KEUANGAN

26
HANDOUT QUANTITY ACCOUNTING SYSTEM
Judul : Pendahuluan
No : QAS 01/2012
Revisi/Thn : 25 Januari 2012

I. TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB PENGAWAS JURU


UKUR
1. Bertanggung jawab atas terlaksana-nya pengukuran minyak dan
pencatatan dan penyimpanan (filling system) sumber data, sesuai
dengan pedoman Akuntansi Minyak Pertamina (Pertamina
Quantity Accounting System).
2. Bertanggung jawab atas keselamatan pekerja, peralatan, dan
lingkungan kerja.
3. Dapat menganalisa hasil-hasil pengukuran dan perhitungan arus
minyak.
4. Koordinasi dengan fungsi keuangan untuk memvalidasi hasil
perhitungan dan input data ke dalam MySAP
5. Memastikan entri data dilakukan setiap hari

II. TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB JURU UKUR


1. Memelihara dan mempergunakan peralatan / alat ukur secara
baik dan benar.
2. Melakukan pengukuran sesuai dengan ketentuan yang berlaku
(prosedur ASTM dan ketentuan setempat).
3. Melakukan pekerjaan pengambilan contoh secara baik dan benar
dan menyerahkannya ke petugas laboran.
4. Selalu memperhatikan / melaksanakan segi-segi keselamatan di
dalam tugasnya.
5. Mencatat / menuliskan angka-angka hasil pengukuran secara
jujur dan benar pada format yang telah disediakan.
6. Membuat laporan hasil pengukuran / pekerjaan yang telah
dilaksanakan secara baik dan benar.
7. Melakukan serah terima pekerjaan / peralatan dengan petugas
berikutnya secara jelas dan menandatangani formulir laporan
yang telah disediakan.

27
HANDOUT QUANTITY ACCOUNTING SYSTEM
Judul : Pendahuluan
No : QAS 01/2012
Revisi/Thn : 25 Januari 2012

III. TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB STAF


ADMINISTRASI MIGAS
1. Menerima tank ticket dan melakukan perhitungan
2. Mencatat / menuliskan angka-angka hasil pengukuran secara
jujur dan benar pada format yang telah disediakan.
3. Membuat laporan hasil pengukuran / pekerjaan yang telah
dilaksanakan secara baik dan benar.
4. Setiap hari melaksanakan entri data ke dalam sistem My SAP
(real time)

IV. TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB ACCOUNTING


REVENUE
1. Menerima tank ticket dan dokumen pendukung lainnya
2. Monitoring dan kontrol input data produksi harian di MySAP
3. Melakukan rekonsiliasi antara operasi produksi dan keuangan
setiap bulan
4. Membuat laporan arus minyak setiap akhir bulan

28
HANDOUT QUANTITY ACCOUNTING SYSTEM
Judul : Pendahuluan
No : QAS 01/2012
Revisi/Thn : 25 Januari 2012

ASPEK KESELAMATAN KERJA JURU UKUR TANGKI


A. Personal Protection
1. Sebelum naik tangga tangki, perhatikan keadaan sekitar tangki.
2. Selama naik satu tangan berpegang pada pagar tangga,
menghindari listrik statis.
3. Setibanya di atap tangki, perhatikan arah angin dan berdirilah
membelakangi arah angin.
4. Bukalah lubang ukur secara perlahan dan lakukan pengukuran
sesuai tata cara yang berlaku.
5. Setelah pengukuran selesai, tutuplah lubang ukur dengan baik, dan
bersihkan ceceran minyak di sekitar lubang ukur.
6. Jika hari mendung, hujan yang disertai kilat, pengukuran harus
dihentikan.

B. Alat Ukur.
Alat ukur yang dipergunakan jangan sampai dapat menimbulkan
bunga api/listrik statis dan harus memenuhi standar ASTM-IP.

ASPEK KETELITIAN DALAM PENGUKURAN MINYAK


1. Juru Ukur Tangki dan Petugas Analisa Laboratorium sangat
berperan dalam proses serah terima minyak
2. Kesalahan pengukuran level cairan akan berakibat losses yang
besarnya proporsional dengan besarnya tanki yang di ukur.
3. Perbedaan pengukuran 1 mm pada tanki kapasitas 12 bbls / mm,
akan rugi sebesar 12 barrel, jika berulang 3 kali dalam seminggu
berarti ada 156 kali dalam setahun, sehingga berakibat losses
minyak / kerugian dalam satu tahun menjadi 12 x 156 = 1872 bbls.
4. Jika harga rata-rata minyak JCO Mix US.$.140.00 / bbl, maka
kerugian selama satu tahun sebesar : US.$.262,028.00
5. Sebagai contoh : Terminal Balongan terdapat 10 tanki berkapasitas
besar, kerugian akibat losses menjadi sebesar US.$.262,028.00
(dengan kurs tengah dollar Rp.9.800,- / US.$.1.00) kerugian/tahun
= Rp.2.568.384.000,- atau Rp.7.036.668,-/ hari.

29
HANDOUT QUANTITY ACCOUNTING SYSTEM
Judul : Pendahuluan
No : QAS 01/2012
Revisi/Thn : 25 Januari 2012

ASTM – D 270 ; API – 2546


HANDOUT QUANTITY ACCOUNTING SYSTEM
Judul : Pendahuluan
No : QAS 01/2012
Revisi/Thn : 25 Januari 2012

TUJUAN :
Untuk mendapatkan contoh minyak mentah sesuai standar ASTM – D270

KEGUNAAN:
 Mengetahui kualitas minyak secara lengkap.
 Mengetahui prosentase BS&W.
 Mengetahui density untuk menghitung faktor koreksi volume minyak
(Volume correction factor)

JENIS CONTOH MINYAK YANG DIAMBIL LANGSUNG DARI DALAM


TANGKI DENGAN MANUAL
1. Running sample
2. All level sample
3. Spot sample
4. Top sample (6 inchi dari permukaan cairan)
5. Upper sample
6. Middle sample
7. Lower sample
8. Clearence sample (4 inchi dibawah outlet )
9. Bottom sample (titik terendah tangki)
10. Drain sample (diambil dari outlet)
11. Composite sample (campuran dari beberapa sample)
12. Single tank composite sample
13. Multiple tank composite sample

31
HANDOUT QUANTITY ACCOUNTING SYSTEM
Judul : Pendahuluan
No : QAS 01/2012
Revisi/Thn : 25 Januari 2012

PERALATAN UNTUK PENGAMBILAN CONTOH MINYAK


DARI TANGKI SECARA MANUAL

1. WEIGHTED BEAKER

2. WEIGHTED BOTTLE

3. BOMB TYPE SAMPLE THIEF

4. CORE THIEF TRAP TYPE

WIGHTED PROTEK OIL


BEAKER THIEF

32
HANDOUT QUANTITY ACCOUNTING SYSTEM
Judul : Pendahuluan
No : QAS 01/2012
Revisi/Thn : 25 Januari 2012

WEIGHTED BOTLE & WEGHTED BEAKER


ASTM – D 270-IP 2546

33
HANDOUT QUANTITY ACCOUNTING SYSTEM
Judul : Pendahuluan
No : QAS 01/2012
Revisi/Thn : 25 Januari 2012

SAMPLING OIL THIEF

34
HANDOUT QUANTITY ACCOUNTING SYSTEM
Judul : Pendahuluan
No : QAS 01/2012
Revisi/Thn : 25 Januari 2012

SPESIFIKASI BOTOL CONTOH


UKURAN MULUT
JENIS PRODUCT
BOTOL
LIGHT LUBRICATING OIL, KEROSINE,
3/4 INCHI
GASOLINE, DIESEL FUELL

HEAVY LUBRICATING OIL 1 1/2 INCHI


LIGHT CRUDE OIL (VISCOSITAS
LEBIH KECIL DARI 200 SEC. SYBOLT
3/4 INCHI
UNIVERSAL AT 100 F) DAN FULL
CARGOES OF DIESEL FUELS
HEAVY CRUDE & FUEL OIL 1 1/2 INCHI

JUMLAH MINIMUM PENGAMBILAN CONTOH PADA


BERBAGAI KETINGGIAN/KETEBALAN

KEDALAMAN CAIRAN / JUMLAH PENGAMBILAN


MINYAK CONTOH

0 S/D 3 METER 1 KALI MIDDLE

2 KALI UPPER / LOWER


> 3 S/D 5 METER

3 KALI UPPER / MIDDLE / LOWER


> 5 METER

35
HANDOUT QUANTITY ACCOUNTING SYSTEM
Judul : Pendahuluan
No : QAS 01/2012
Revisi/Thn : 25 Januari 2012

PELAKSANAAN PENGAMBILAN SPOT SAMPLE


1. Siapkan alat yang akan digunakan:
 Weighted Bottle Sample kondisi bersih, lengkap dengan tali
berskala.

 Jerigen (can) 3 liter

 Majun, kain pembersih.

2. Pelaksanaan:
 Setelah diketahui level cairan dan free water, tentukan
berapa kali dilakukan pengambilan; penjuluran tali dihitung
sbb:

LEVEL CAIRAN S/D 3 METER,

 Dilakukan sekali pengambilan yaitu Middle Sample.


 Panjang tali yang harus diulurkan :

P = R - L + ((L-F) / 2))

P: panjang tali yang diulurkan


R : Refenece deep
L: Tinggi level cairan
F: tinggi free water

36
HANDOUT QUANTITY ACCOUNTING SYSTEM
Judul : Pendahuluan
No : QAS 01/2012
Revisi/Thn : 25 Januari 2012

LEVEL CAIRAN: > 3 S/D 5 METER, DIAMBIL 2 KALI.


 Panjang tali yang harus diulurkan :
 Upper Sample:
P = R - L + ((L-F) x 1/4))
 Upper Lower Sample:
P = R - L + ((L-F) x 3/4))

LEVEL CAIRAN: > 5 METER, DIAMBIL 3 KALI.


 Panjang tali yang harus diulurkan :
 Upper Sample:
P = R - L + ((L-F) x 1/6))
 Upper Sample:
P = R - L + ((L-F) x 3/6))
 Upper Lower Sample:
P = R - L + ((L-F) x 5/6))
 Dimana:
• P: panjang tali yang diulurkan
• R : Refenece deep
• L: Tinggi level cairan
• F: tinggi free water

37
HANDOUT QUANTITY ACCOUNTING SYSTEM
Judul : Pendahuluan
No : QAS 01/2012
Revisi/Thn : 25 Januari 2012

PELAKSANAAN PENGAMBILAN SPOT SAMPLE

P = R - L + ((L-F) / 2))
1. (L - F) ≤ 3 mtr
meter
5.5
R=
-
REFERNCE P = R - L + ((L-F) x 1/4))
DEEP 2. 3< (L - F) < 5 mtr
7 meter
5.5
L = TINGGI -
LEVEL P = R - L + ((L-F) x 3/4))
CAIRAN 6 meter

-
P = R - L + ((L-F) x 1/6))
3. 5 ≤ (L - F) mtr
meter
5.5
F = TINGGI 0.5 1.9
FREE WATER P = R - L + ((L-F) x 3/6))
meter

3.8
P = R - L + ((L-F) x 5/6))
meter

5.6

38
HANDOUT QUANTITY ACCOUNTING SYSTEM
Judul : Pendahuluan
No : QAS 01/2012
Revisi/Thn : 25 Januari 2012

PELAKSANAAN PENGAMBILAN SPOT SAMPLE

X Titik pengambilan sample

Peralatan :
 Alat pengambil sample (thief)
 Botol sample (gelas atau plastik)
 Kaleng sample
 Penutup wadah sample
 Gelas silinder atau peralatan ukur lain
 Peralatan lain yang bersih dan kering

39
HANDOUT QUANTITY ACCOUNTING SYSTEM
Judul : Pendahuluan
No : QAS 01/2012
Revisi/Thn : 25 Januari 2012

Terminologi
 Representative Sample :
Satu bagian yang dipindahkan dari suatu volume total yang
mengandung konstituen (unsur pokok) dalam bagian-bagian yang
sama yang ada dalam volume total tersebut.

 Spot Sample :
Satu sample yang diambil pada lokasi tertentu dalam satu tangki
atau dari satu pipa aliran pada waktu tertentu.

 Sampling :
Seluruh langkah yang diperlukan untuk memperoleh satu sample
yang mewakili (representative) dari suatu pipa, tangki atau bejana
lain dan memindahkan sample tersebut dalam satu wadah yang
mana sample uji yang mewakili dapat diambil untuk dianalisa.

 Test spicemen :
sample yang mewakili (representative), yang diambil dari wadah
sample primer atau intermediate, untuk dianalisis.

 Surface Sample :
Spot sample yang disendok dari permukaan cairan dalam tangki.

 Top Sample :
Spot sample yang diperoleh 15 cm (6 inci) di bawah permukaan
atas dari cairan.

40
HANDOUT QUANTITY ACCOUNTING SYSTEM
Judul : Pendahuluan
No : QAS 01/2012
Revisi/Thn : 25 Januari 2012

 Upper Sample :
Spot sample yang diambil dari pertengahan 1/3 bagian atas isi tangki
(berjarak 1/6 kedalaman cairan di bawah permukaan).
 Middle Sample :
Spot sample yang diambil dari pertengahan isi tangki (berjarak ½
kedalaman cairan di bawah permukaan).
 Lower Sample :
Spot sample yang diambil dari pertengahan 1/3 bagian bawah isi tangki
(berjarak 5/6 kedalaman cairan di bawah permukaan).
 Bottom Sample :
Spot sample yang dikumpulkan dari material pada bagian dasar tangki,
kontainer atau pipa aliran pada titik paling rendah.

Catatan :
- Terminologi tentang bottom sample sangat bervariasi.
- Dianjurkan lokasinya ditetapkan secara pasti (misal 15 cm dari
dasar tangki).

 Outlet Sample :
Spot sample yang diambil dari dasar tangki pada outlet tank untuk tipe
fixed atau tank.
 Clearence Sample :
Spot sampleyang diambil 10cm (4 inci) di bawah lubang pipa keluar
(outlet tank).
 Drain Sample :
Sample yang diperoleh dari “water draw-off valve” pada tangki timbun.

Catatan : kadang-kadang drain sample sama dengan bottom


sample untuk kasus pada tangki mobil.

41
HANDOUT QUANTITY ACCOUNTING SYSTEM
Judul : Pendahuluan
No : QAS 01/2012
Revisi/Thn : 25 Januari 2012

 All-Level Sample :
Sample yang diperoleh dengan memasukkan beaker atau botol tertutup
ke suatu titik sedekat mungkin dengan “draw-off level”, kemudian
membuka tutupnya pada kecepatan sedemikian sehingga diperkirakan
¾ terisi saat keluar dari cairan.

 Running Sample :
Sample yang diperoleh dengan menurunkan beaker atau botol ke batas
dari dasar “outlet connection” atau “swing arm” dan menaikkannya
kembali ke bagian atas dari minyak pada kecepatan yang sama
sehingga beaker atau botol kurang lebih terisi ¾ ketika dikeluarkan dari
minyak.

 Composite Sample :
Gabungan dari spot sample yang dicampur dalam perbandingan
volume material dari spot sample yang telah diperoleh.

 Tank Composite Sample :


Gabungan yang dibuat dari upper, middle dan lower sample yang
berasal dari satu tangki.

 Multiple Tank Composite Sample :


Campuran dari sample individu atau composite sample yang telah
diperoleh dari beberapa tangki atau kompartemen kapal yang berisi
material dengan grade yang sama.

42
HANDOUT QUANTITY ACCOUNTING SYSTEM
Judul : Pendahuluan
No : QAS 01/2012
Revisi/Thn : 25 Januari 2012

Hal yang perlu diperhatikan

 Uji sifat fisika dan kimia


Pengujian sifat fisika dan sifat kimia yang dilakukan terhadap
sample akan menentukan prosedur sampling, jumlah sample
yang diperlukan dan beberapa kebutuhan handling.
 Urutan sampling
Untuk menghindari kontaminasi kolom minyak, sampling
dimulai dari atas ke bawah dengan urutan : top, upper, middle,
lower, outlet, clearence, all-level dan running sample.
 Kebersihan Peralatan
Semua peralatan yang akan digunakan harus bersih. Adanya
material yang tertinggal pada peralatan sampling akan merusak
karakter sample.
 Pemindahan Sample
Banyaknya pemindahan sample dari wadah yang satu ke
lainnya antara kegiatan sampling dan pengujian harus
diminimalkan, karena akan mengakibatkan hilangnya HC ringan
maupun kontaminasi, sehingga akan menghasilkan hasil uji
yang salah.
 Kecuali bila harus dipindahkan, sample harus dipertahan-
kan tetap tertutup rapat untuk menghindari hilangnya
komponen ringan. Sample harus dijaga selama disimpan
untuk mencegah terjadinya penguapan dan degradasi oleh
sinar, panas maupun kondisi lainnya.
 Bila sample tidak homogen dan sebagian akan dipindahkan
ke wadah lain, maka sample harus dilakukan pengadukan
untuk meyakinkan bagian yang dipindahkan representative.

43
HANDOUT QUANTITY ACCOUNTING SYSTEM
Judul : Pendahuluan
No : QAS 01/2012
Revisi/Thn : 25 Januari 2012

Prosedur Sampling
• Untuk memperoleh sample yang representative harus dilakukan
dengan hati-hati dan aturan yang benar.
• Pada dasarnya uap minyak bersifat racun dan mudah terbakar,
maka hindari menghirup uapnya dan adanya percikan bunga api
• Secepatnya beri tanda dengan jelas dan titik mudah terhapus
meliputi tanggal, waktu, nama petugas, nama dan nomor tangki,
grade material, simbol standar, dan lain-lain.

Penanganan sample

• Sample yang sangat mudah menguap harus dijaga dari terjadinya


penguapan.
• Pemindahan sample dari peralatan sampling ke wadah sample
secara cepat.
• Setelah di laboratorium, sample yang mudah menguap harus
didinginkan sebelum wadah sample dibuka.
• Sample yang sensitive UV, seperti gasoline harus dalam wadah
gelap jika pengujian meliputi parameter : warna, ON, TEL, Sludge
forming characteristic, stability test.
• Container outage-wadah sample tidak diisi secara penuh untuk
ekspansi karena perubahan suhu dan kemudahan homogenisasi
(mixing).

44
HANDOUT QUANTITY ACCOUNTING SYSTEM
Judul : Pendahuluan
No : QAS 01/2012
Revisi/Thn : 25 Januari 2012

ASTM D.1086 – API 2543


HANDOUT QUANTITY ACCOUNTING SYSTEM
Judul : Pendahuluan
No : QAS 01/2012
Revisi/Thn : 25 Januari 2012

PENGUKURAN SUHU MINYAK DI TANGKI DARAT


PERALATAN
1. Thermometer.
Thermometer yang digunakan adalah thermometer ASTM dalam
skala derajat Fahreinhet atau Celcius.
2. Thermometer case.
Jenis typical cup case assembly dan flushing case assembly.
3. Pita Ukur.
Dipakai sebagai tali tempat menyangkutkan typical cup case
assembly atau flushing case assembly beserta thermometernya.

RECOMMENDED THERMOMETER

GRAD SCALE
SPEC TYPE SCALE RANGE
INTERVAL ERROR
Density 0C -20 to +102 0.2 ± 0.1
IP 64 C wide range

Gravity 0C -20 to +102 0.2 ± 0.1


ASTM E-1*
No.12C Specific oF -5 to + 215 0.5 ± 0.25
IP 64F gravity
wide range
ASTM E-1* Gravity oF -5 to +215 0.5 ± 0.25
No.12F

*) ASTM Specification E1, for ASTM Thermometer, 1968 book of ASTM Standards, Part 18

46
HANDOUT QUANTITY ACCOUNTING SYSTEM
Judul : Pendahuluan
No : QAS 01/2012
Revisi/Thn : 25 Januari 2012

JUMLAH PENGUKURAN SUHU


Jumlah minimum pengukuran suhu pada berbagai kedalaman
cairan.

Minimum jumlah Kedalaman


Tinggi minyak
pengukuran suhu pengukuran

1 meter di bawah
permukaan, di tengah
Lebih dari 5 meter 3 dan 1 meter di atas
dasar batas air
minyak.

1 meter di bawah
permukaan dan 1
Antara 3 – 5 meter 2
meter di atas batas air
minyak.

Di tengah-tengah
Kurang dari 3 meter 1
tinggi minyak.

Catatan :
Lokasi lubang pengukuran suhu minimal berjarak 12 inchi dari dinding tanki.

47
HANDOUT QUANTITY ACCOUNTING SYSTEM
Judul : Pendahuluan
No : QAS 01/2012
Revisi/Thn : 25 Januari 2012

WAKTU MENCELUPKAN THERMOMETER


Waktu minimal yang diperlukan untuk mencelupkan thermometer.

Minimum
pencelupan
Jenis minyak
(dalam menit)

Minyak mentah, gasolines, naptha, kerosene dan


jenis minyak lainnya yang mempunyai viscositas 5
Saybolt Universal di bawah 100 detik pada 100 °F.

Minyak mentah, ligth lubricating, fuel oil, dan jenis


minyak lainnya yang mempunyai viscositas
15
Saybolt Universal antara 100 detik pada 100 °F
dan 170 detik pada suhu 210 °F.

Minyak mentah, heavy lubricating, cylinder, gear,


residual dan jenis minyak lainnya yang
30
mempunyai viscositas Saybolt Universal di atas
170 detik pada suhu 210 °F.

48
HANDOUT QUANTITY ACCOUNTING SYSTEM
Judul : Pendahuluan
No : QAS 01/2012
Revisi/Thn : 25 Januari 2012

CARA PEMBACAAN THERMOMETER


1. Agar diperoleh hasil yang baik dari pembacaan suhu pada
thermometer, arahkan pandangan mata tegak lurus pada
permukaan air raksa dalam kolom thermometer.
2. Untuk menghitung suhu rata-rata dari hasil pengukuran suhu
dilakukan lebih dari satu lokasi, dapat dilakukan perhitungan sbb :
a. Untuk minyak yang sudah dipanaskan :
Jumlah hasil pembacaan suhu
Suhu rata-rata = ----------------------------------------------
Jumlah pengukuran suhu

b. Untuk minyak yang dipanaskan (memakai heating coil) :


(1) atas + (2) tengah + (1) bawah
Suhu rata-rata = -----------------------------------------------
4

PERSIAPAN PENGUKURAN SUHU.


1. Sebelum memakai thermometer, periksalah ketelitiannya, cara
paling mudah adalah dengan menempatkan beberapa
thermometer di dalam rak yang khusus dibuat untuk maksud itu
pada suhu ruangan dan membandingkan pembacaan pada tiap-
tiap thermometer. (Thermometer yang menunjukkan perbedaan
0,5°C dari yang seharusnya, tidak dapat dipakai).
2. Perhatikan apakah kolom air raksanya terputus. Jika kolom air
raksanya terputus, thermometer tersebut tidak dapat dipakai.
3. Perhatikan bola air raksa. Jika bola air raksa pada dasar
thermometer pecah, jangan dipakai.
4. Jagalah agar thermometer bebas dari lapisan bahan yang dapat
menahan panas.
49
HANDOUT QUANTITY ACCOUNTING SYSTEM
Judul : Pendahuluan
No : QAS 01/2012
Revisi/Thn : 25 Januari 2012

PROSEDUR PENGUKURAN SUHU.


1. PENGUKURAN SUHU MINYAK DENGAN “CUP CASE
TANK THERMOMETER”.
 Alat “cup case thermometer” yang dikaitkan pada pita ukur
umumnya dipakai untuk mengukur suhu minyak dalam non
pressure tanks, vessel compartements, tank cars/truck tanks yang
dilengkapi dengan “gauging locks”.
 Perhatikan konstruksi “cup case”, termasuk thermometer yang
memenuhi spesifikasi ASTM.
 Metal cup yang anti karat (corrosion resistant), adakalanya juga
dilengkapi tutup (flapper cover).
 Gantungkan “cup case”, perhatikan agar jaraknya minimum 30 cm
dari dinding tangki dan seharusnya design tangki penempatan
lubang ukur telah disesuaikan.
 Turunkan alat pengukur suhu (cup case) melalui lubang ukur
sampai mencapai kedalaman yang ditentukan, biarkan terendam
dalam minyak sesuai ketentuan (tabel).
 Naik/turunkan alat pengukur suhu tersebut sejauh 50 cm
selama kira-kira 2 menit untuk mempercepat tercapainya
keseimbangan.
 Tarik ke atas alat pengukur suhu (cup case) tersebut, perhatikan
bahwa cup terisi penuh minyak.
 Bacalah segera suhu yang ditunjukkan oleh thermometer sampai
kesatuan 0,5°C. (Usahakan thermometer terlindung dari pengaruh
angin/cuaca).
Pembacaan harus tegak lurus dengan thermometer.
 Kolom air raksa thermometer harus mantap dan stabil (steady
and suitable), jika tidak, ulangi prosedur di atas.
 Catatlah suhu yang dibaca tersebut

50
HANDOUT QUANTITY ACCOUNTING SYSTEM
Judul : Pendahuluan
No : QAS 01/2012
Revisi/Thn : 25 Januari 2012

2. PENGUKURAN SUHU MINYAK DENGAN FLUSHING CASE TANK


THERMOMETER”.
 “Flushing case” seperti juga “cup case” dapat dipergunakan untuk
mengukur suhu minyak pada non pressure tanks, vessel
compartements, tank cars/trucks dan stationary pressure tanks
yang dilengkapi dengan gauging lock.
 Alat flushing case terdiri atas “chamber”, sebagai wadah minyak
yang diperoleh pada kedalaman tertentu, protective tube atau
pelindung, yaitu untuk melindungi thermometer.
 Flushing case sama seperti cup case harus digantungkan
minimal 30 cm dari dinding tangki dan juga dikaitkan pada pita
ukur.

 Pada flushing case tutup chamber dan dasar chamber akan


membuka kalau alat tersebut diturunkan, sehingga minyak dapat
masuk dan akan menutup kalau diangkat ke atas, sehingga
minyak tetap tertahan di dalam chamber.

 Apabila diturunkan pada kedalaman tertentu dalam tangki


minyak, minyak akan mengalir terus melalui chamber tersebut.

 Apabila ditarik ke atas, tutup dan dasar chamber akan menutup


dan chamber terisi oleh minyak yang terdapat pada
kedalaman dimana chamber diturunkan.

 Dengan alat flushing case suhu keseimbangan lebih cepat


tercapai dan waktu yang diperlukan minimum 2 menit (cup case
minimum 5 menit).

51
HANDOUT QUANTITY ACCOUNTING SYSTEM
Judul : Pendahuluan
No : QAS 01/2012
Revisi/Thn : 25 Januari 2012

PENGUKURAN SUHU MINYAK MENTAH


PADA TANGKI YANG BERTEKANAN
(PRESSURE TANKS)

1. Pengukuran suhu minyak dengan armored case tank


thermometer.
 “Armored” case dipakai untuk pengukuran suhu minyak dalam
“pressure tanks” yang dilengkapi “thermo-well” vertical.
 Pengukuran dilakukan dengan menurunkan sampai
kedalaman yang akan diukur suhunya dan ditahan selama
minimum 5 menit.
 Kemudian ditarik ke atas dan bacalah segera selagi bagian
bawahnya masih dalam thermo-well.

2. Pengukuran suhu minyak dengan angle stem tank


thermometer.
 “Angle stem” atau “dial type” thermometer dipasang
permanen pada tangki tertentu.
 Dipasang pada tangki dengan “threaded coupling”.
 Tangkai pada “angle-stem” thermometer yang terbuat dari
gelas dan berukuran dari 44,8 mm sampai 1000 mm
dilindungi dengan tabung logam “dial-type” baik bimetal
maupun air raksa mempunyai tangkai antara.
 Letak “sensor” harus di bawah permukaan cairan, apabila
tidak maka pembacaan akan keliru.
 Pengukuran suhu pada “pressure tanks” dapat dilakukan
melalui “pressure lock” yang terdapat di bagian atas tangki.

52
HANDOUT QUANTITY ACCOUNTING SYSTEM
Judul : Pendahuluan
No : QAS 01/2012
Revisi/Thn : 25 Januari 2012

3. Pengukuran Suhu Minyak Dengan Flushing / Cup-case


Thermometer.
 Di dalam “pressure lock”, terdapat bandul dan pita yang dapat
diatur dari luar. “Shut off valve” gunanya untuk mencegah agar
uap/gas tidak keluar dari tangki.
 “Shut off valve” harus ditutup sebelum membuka jendela
“pressure lock”. Setelah dibuka lepaskan bandul dan kaitkan
alat pengukur suhu di tempat bandul.
 Setelah dikaitkan tutup jendela kembali, kemudian buka
perlahan-lahan “shut off valve”. Turunkan alat pengukur suhu
sampai kedalaman yang diinginkan.
 Diamkan selama minimum 2 menit untuk “flushing case” dan
minimum 5 menit untuk “cup case”. Naikkan sampai “pressure
lock” dan baca suhu melalui jendela.
 Apabila kaca jendela ber-embun/kabut atau thermometer pada
posisi sulit untuk dibaca, tutup “shut off valve” dan keluarkan
alat pengukur suhu agar dapat dibaca.
 Setelah memperoleh hasil pengukuran suhu, tutup “shut off
valve” sebelum mengeluarkan / melepaskan alat pengukur
suhu.
 Kembalikan bandulan, tutup jendela “pressure lock” dan buka
perlahan-lahan “shut off valve”.

53
HANDOUT QUANTITY ACCOUNTING SYSTEM
Judul : Pendahuluan
No : QAS 01/2012
Revisi/Thn : 25 Januari 2012

54
HANDOUT QUANTITY ACCOUNTING SYSTEM
Judul : Pendahuluan
No : QAS 01/2012
Revisi/Thn : 25 Januari 2012

55
HANDOUT QUANTITY ACCOUNTING SYSTEM
Judul : Pendahuluan
No : QAS 01/2012
Revisi/Thn : 25 Januari 2012

P = R - L + ((L-F) / 2))
1. (L - F) ≤ 3 mtr
meter

3,5 -
R = REFERNCE
DEEP 2. 3< (L - F) < 5 mtr P = R - L + 1 meter
12,5

L = TINGGI
LEVEL CAIRAN 7,5 8,5
5
P = R - F - 1 meter

F = TINGGI FREE
WATER 1,5 6,5
3. 5 ≤ (L - F) mtr P = R - L + 1 meter

7,5 -
P = R - L + ((L-F) x 3/6))
meter

-
P = R - L + ((L-F) x 5/6))
meter

56
HANDOUT QUANTITY ACCOUNTING SYSTEM
Judul : Pendahuluan
No : QAS 01/2012
Revisi/Thn : 25 Januari 2012
HANDOUT QUANTITY ACCOUNTING SYSTEM
Judul : Pendahuluan
No : QAS 01/2012
Revisi/Thn : 25 Januari 2012

RUANG LINGKUP
• Pengukuran dilakukan di laboratorium menggunakan Hydrometer
berskala “Density / Specific Gravity / API Gravity” terhadap minyak
mentah dan hasil olahannya yang mempunyai RVP (ASTM D323
atau IP 69)  26 lb.

• Penentuan dengan menggunakan Hydrometer sesuai untuk jenis


cairan yang tembus pandang.

• Dapat juga digunakan untuk minyak viscous dengan menggunakan


waktu yang cukup agar hydrometer mencapai keseimbangan.

• Untuk minyak yang tidak tembus pandang dilakukan dengan koreksi


miniscus yang sesuai.

• Untuk koreksi pengukuran minyak, kesalahan akan kecil bila


dilakukan sedekat mungkin dengan suhu penyimpanan.

DEFINISI
DENSITY :
• Masa (weight in vacuo) cairan per unit volume pada suhu 15 0C.
• Dalam pelaporan dinyatakan : Masa (kg) , volume (liter) @15 0C
atau kg/liter @15 0C

SPECIFIC GRAVITY:
• Perbandingan masa sejumlah volume cairan pada suhu 60 0F
terhadap masa air murni pada volume dan suhu yang sama.
• Dalam pelaporan dinyatakan dalam: SG 60/60 0F.

58
HANDOUT QUANTITY ACCOUNTING SYSTEM
Judul : Pendahuluan
No : QAS 01/2012
Revisi/Thn : 25 Januari 2012

API GRAVITY:
• API Gravity @600F = (141.5 / SG 60/60 0F) – 131.5
• Tidak diperlukan referensi suhu sepanjang didefinisikan pada suhu
60 0F.

NILAI OBSERVED:
• Hasil pembacaan saat pelaksanaan pengukuran dengan menggu-
nakan Hydrometer yang telah dikalibrasi pada suhu pengamatan.

LIMITATION CONDITION AND TEST TEMPERATURE


INITIAL
OTHERS TEST
SAMPLE TYPE BOILING
LIMITS TEMPERATURE
POINT
Reid vapour
Coll in original closed container
Highly Volatile - pressure
to 2oC (35oF) or lower
below 26 lb
120 oC Cool in original closed
Moderat
(250oF) and - container to 18oC (65oF) or
Volatile
below lower
Moderat 120 oC Viscosity to
Heat to minimum temperature
Volatile and (250oF) and high at 18oC
to obtain sufficient fluidity
Viscous below (65oF)
Use any temperature between -
Above 120
Non Volatile oC (250 oF) - 18 oC and 90 oC (0 oF and 195
oF) as convenient
Mixture with
Test at 15 ±0.2 oC (60 ±
non petroleum - -
0.5 oF)
product

Apr-19
59
HANDOUT QUANTITY ACCOUNTING SYSTEM
Judul : Pendahuluan
No : QAS 01/2012
Revisi/Thn : 25 Januari 2012

PELAKSANAAN ANALISA
• Siapkan sample yang mewakili.

• Siapkan peralatan:

– Gelas ukur 1000cc

– Hydrometer, Thermometer atau Thermo hydrometer

• Siapkan water bath, atur suhu +/- 3 oC dibanding suhu operasi


penyimpanan minyak bumi dalam tangki penimbun

• Tuangkan sample dalam gelas ukur

• Panaskan sample dalam water bath

THERMO HIDROMETER SKALA THERMO HIDROMETER


DENSITY SKALA
API GRAVITY

60
HANDOUT QUANTITY ACCOUNTING SYSTEM
Judul : Pendahuluan
No : QAS 01/2012
Revisi/Thn : 25 Januari 2012

GELAS UKUR 1000 PEMBACAAN


CC HYDROMETER

61
HANDOUT QUANTITY ACCOUNTING SYSTEM
Judul : Pendahuluan
No : QAS 01/2012
Revisi/Thn : 25 Januari 2012

62
HANDOUT QUANTITY ACCOUNTING SYSTEM
Judul : Pendahuluan
No : QAS 01/2012
Revisi/Thn : 25 Januari 2012

PEMBACAAN THERMOMETER

63
HANDOUT QUANTITY ACCOUNTING SYSTEM
Judul : Pendahuluan
No : QAS 01/2012
Revisi/Thn : 25 Januari 2012

THERMO HYDROMETER
Gelas ukuran yang sudah tersisi sample ditaruh ditempat yang
datar Thermohydrometer di celupkan didalammya sampai
mengapung beberapa saat dan seimbang.

25
mm 
d 25mm  D
–d

64
HANDOUT QUANTITY ACCOUNTING SYSTEM
Judul : Pendahuluan
No : QAS 01/2012
Revisi/Thn : 25 Januari 2012

Dua skala pembacaan yang terdapat pada Thermo Hydro Meter


adalah :
- Skala pembacaan API gravity
- Skala pembacaan temperatur.

65
HANDOUT QUANTITY ACCOUNTING SYSTEM
Judul : Pendahuluan
No : QAS 01/2012
Revisi/Thn : 25 Januari 2012

CARA PEMBACAAN API GRAVITY


Api gravity harus dibaca pada perpotongan permukaan minyak dan tanda
bacaan ThM yang terapung. Gambar menunjukkan pada skala 32.1 API
gravity dan dikoreksi dengan miniscus.

66
HANDOUT QUANTITY ACCOUNTING SYSTEM
Judul : Pendahuluan
No : QAS 01/2012
Revisi/Thn : 25 Januari 2012

Posisi Thermo Hydrometer dalam gelas ukur


harus terapung secara bebas

67
HANDOUT QUANTITY ACCOUNTING SYSTEM
Judul : Pendahuluan
No : QAS 01/2012
Revisi/Thn : 25 Januari 2012

Untuk melakukan pembacaan temperatur, diusahakan air raksa


diujung thermometer tetap tercelup dalam cairan.

68
HANDOUT QUANTITY ACCOUNTING SYSTEM
Judul : Pendahuluan
No : QAS 01/2012
Revisi/Thn : 25 Januari 2012

PRECISION
PRODUCT TEMP RANGE UNIT REPEATABILIT
Y
Tranparence, -2 to 24.5 oC Density 0.0005
Non viscous 29 to 76 oF Specific 0.0005
42 to 78 oF Gravity 0.1
API Gravity
Opaque -2 to 24.5 oC Density 0.0006
29 to 76 oF Specific 0.0006
42 to 78 oF Gravity 0.2
API gravity

For judging the acceptability of results:


Repeatability:
• Pengukuran sample duplikat oleh operator yang sama
tidak boleh melebihi tabel ini.

69
HANDOUT QUANTITY ACCOUNTING SYSTEM
Judul : Pendahuluan
No : QAS 01/2012
Revisi/Thn : 25 Januari 2012

A. PERALATAN
1. DENSITY HYDROMETER
Harus sesuai range dan spesifikasi ASTM Hydrometer.

SCALE
SPEC TYPE UNITS RANGE
TOTAL Each Interval Error Miniscu
Unit s Corr

BS Special Density 0.600 to 0.050 0.0005 ± 0.0003 +


718:1960
L50SP Petrole Kg/l 1.100 0.050 0.001 ± 0.0006 0.0007
M50SP um (g/ml) at 0.600 to +
150C 1.100 0.0014

BS Special Specific 0.600 to 0.050 0.0005 ± 0.0003 +


718:1960
L50SP Petrole gravity 1.100 0.050 0.001 ± 0.0006 0.0007
M50SP um 60/60 0F 0.600 to +
1.100 0.0014

ASTM E- Long SG 60/60 0.650 to 0.050 0.0005 ± 0.0005 -


100*
plain 0F 1.100
Nos.82H
to 90H

ASTM E- Long API -1 to + 101 12 0.1 ± 0.1 -


100*
Nos. 1H plain
to 90H

*) ASTM Specification E100, for ASTM Hydrometer, 1967 book of ASTM


Standards, Part 18

70
HANDOUT QUANTITY ACCOUNTING SYSTEM
Judul : Pendahuluan
No : QAS 01/2012
Revisi/Thn : 25 Januari 2012

71
HANDOUT QUANTITY ACCOUNTING SYSTEM
Judul : Pendahuluan
No : QAS 01/2012
Revisi/Thn : 25 Januari 2012

2. STANDARD HYDROMETER

Standard Hydrometer Yang sudah dikalibrasi dapat dipergunakan


sebagai standard hydrometer. Standard hydrometer dipakai untuk
menguji density hydrometer lainnya yang akan dipakai untuk
pengukuran sehari-hari. Sedikitnya harus tersedia 2 (dua) buah
standard hydrometer untuk setiap range.

3. THERMOMETER
Yang mempunyai range sesuai dengan kebutuhan dan memenuhi
spesifikasi ASTM Thermometer.

RECOMMENDED THERMOMETER

SPEC TYPE SCALE RANGE GRAD SCALE


INTERVAL ERROR

IP 64 C Density 0C -20 to 0.2 ± 0.1


wide range +102
ASTM E-1* Gravity 0C -20 to 0.2 ± 0.1
No.12C Specific oF +102
IP 64F gravity -5 to + 0.5 ± 0.25
wide range 215
ASTM E-1* Gravity oF -5 to 0.5 ± 0.25
No.12F +215

*) ASTM Specification E1, for ASTM Thermometer, 1968 book of ASTM Standards,
Part 18

72
HANDOUT QUANTITY ACCOUNTING SYSTEM
Judul : Pendahuluan
No : QAS 01/2012
Revisi/Thn : 25 Januari 2012

THERMOMETER & HYDROMETER

73
HANDOUT QUANTITY ACCOUNTING SYSTEM
Judul : Pendahuluan
No : QAS 01/2012
Revisi/Thn : 25 Januari 2012

.
4 CYLINDER GLASS

Yaitu tabung gelas yang mempunyai diameter dalam (ID)


sedikitnya 25 mm lebih besar dari pada diameter luar (OD)
hydrometer yang dipergunakan.
Tinggi tabung gelas sedemikian rupa sehingga jarak ujung
hydrometer yang tenggelam sedikitnya 25 mm dari dasar tabung
gelas dan skala hydrometer masih tampak jelas terbaca.

CYLINDER GLASS

74
HANDOUT QUANTITY ACCOUNTING SYSTEM
Judul : Pendahuluan
No : QAS 01/2012
Revisi/Thn : 25 Januari 2012

B. TATA CARA PENGUKURAN


Tata cara pengukuran density dengan methoda hydrometer ASTM
D.1298 – API.2547.
Methoda ini adalah methoda analisa minyak dengan menggunakan
density hydrometer (Kg/liter)
untuk pengukuran density minyak yang mempunyai RVP kurang atau
sama dengan 26 lbs hasil pengukuran density bukan 15°C harus
diubah ke density 15°C dengan menggunakan tabel ASTM – 53.
1. Hydrometer yang akan dipergunakan harus bersih, bebas dari
debu, minyak dan air.
2. Hydrometer telah diuji (secara rutin) dengan menggunakan
standard hydrometer yang sesuai.
3. Atur temperatur sample sedemikian rupa :
a. Untuk hasil pengukuran yang akan dipakai sebagai pernyataan
kualitas minyak, temperatur sample diatur sedekat mungkin
dengan temperatur standard yaitu 15°C.
b. Untuk hasil pengukuran yang akan dipakai untuk perhitungan
kuantitas minyak disyaratkan ± 3°C dengan temperatur minyak
dalam tangki.
4. Tuangkan dengan hati-hati sample kedalam hydrometer cylinder
sedemikian rupa sehingga tidak terjadi buih atau gelembung
udara.
5. Bilamana ada buih/gelembung udara, kumpulkan di permukaan
dan hilangkan dengan menggunakan kertas filter.
6. Tempatkan hydrometer cylinder yang telah berisi sample tersebut
pada posisi tegak lurus di tempat yang bebas dari pergerakan
udara / angin.

75
HANDOUT QUANTITY ACCOUNTING SYSTEM
Judul : Pendahuluan
No : QAS 01/2012
Revisi/Thn : 25 Januari 2012

6. Celupkan perlahan-lahan hydrometer ke dalam sample. Bila


sudah tidak bergerak lagi, tekan ke bawah dengan ujung jari
sampai kira-kira 2 bagian skala hydrometer kemudian lepaskan.
8. Bilamana hydrometer tidak bergerak lagi dan mengapung bebas
(tidak menempel ke dinding hydrometer cylinder), baca skala
pembacaan hydrometer.
Pembacaan pada dasar miniscus memerlukan miniscus
correction + 0,0001.

PELAKSANAAN PENGUKURAN
1. Siapkan sample yang mewakili.

2. Siapkan peralatan:

 Gelas ukur 1000cc

 Hydrometer, Thermometer atau Thermo hydrometer

3. Siapkan water bath, atur suhu +/- 3o C dibanding suhu operasi


penyimpanan minyak bumi dalam tangki penimbun

4. Tuangkan sample dalam gelas ukur

5. Panaskan sample dalam water bath

76
HANDOUT QUANTITY ACCOUNTING SYSTEM
Judul : Pendahuluan
No : QAS 01/2012
Revisi/Thn : 25 Januari 2012

77
HANDOUT QUANTITY ACCOUNTING SYSTEM
Judul : Pendahuluan
No : QAS 01/2012
Revisi/Thn : 25 Januari 2012

78
HANDOUT QUANTITY ACCOUNTING SYSTEM
Judul : Pendahuluan
No : QAS 01/2012
Revisi/Thn : 25 Januari 2012

LIMITATION CONDITION AND TEST


TEMPERATURE

SAMPLE TYPE INITIAL BOILING OTHERS LIMITS TEST

POINT TEMPERATURE

Highly Volatile - Reid vapour Coll in original closed


pressure below 26 container to 2oC (35oF)
lb or lower

Moderat Volatile 120 oC (250oF) - Cool in original closed


and below container to 18oC (65oF)
or lower

Moderat Volatile 120 oC (250oF) Viscosity to high at Heat to minimum


and Viscous and below 18oC (65oF) temperature to obtine
sufficient fluidity

Non Volatile Above 120 oC - Use any temperature


(250 oF) between -18 oC and 90 oC
(0 oF and 195 oF) as
convenient

Mixture with - - Test at 15 ±0.2 oC


non petroleum (60 ± 0.5 oF)
product

79
HANDOUT QUANTITY ACCOUNTING SYSTEM
Judul : Pendahuluan
No : QAS 01/2012
Revisi/Thn : 25 Januari 2012
HANDOUT QUANTITY ACCOUNTING SYSTEM
Judul : Pendahuluan
No : QAS 01/2012
Revisi/Thn : 25 Januari 2012

RUANG LINGKUP
• Metode ini menjelaskan penentuan kandungan water dan sedimen
(BS&W) di dalam minyak mentah dengan menggunakan
Centrifuge

• Penggunaan Centrifuge merupakan cara yang praktis dalam


penentuan BS&W dalam minyak mentah.

• Hasil pengukuran selalu lebih kecil dibanding dengan kandungan


BS&W sebenarnya.

• Distilasi merupakan cara pengukuran BS&W yang lebih teliti


(ASTM D-4006 - API MPMS Chapter 10.2) dan penentuan
Sedimen dengan Extraksi (ASTM D-473 - API MPMS Chapter
10.1) .

DEFINISI
• BS&W adalah Base Sedimen and Water (BS&W) atau biasa disebut
juga dengan Sedimen and Water (S&W) adalah kandungan endapan
dan air yang terbawa sejak reservoir dan masih berupa emulsi
dalam minyak mentah.

(ASTM-D4007 – 02 (2006) – by Centrifuge)

• Sedimen adalah endapan yang terbawa dari reservoir dan masih


berupa emulsi dalam minyak mentah.

(ASTM D-473 - API MPMS Chapter 10.1) – by Extraksi.

• Water adalah kandungan air (H2O) yang terbawa dari reservoir dan
masih berupa emulsi dalam minyak mentah

(ASTM D-473 - API MPMS Chapter 10.1) – by Destilation.


Apr-19
81
HANDOUT QUANTITY ACCOUNTING SYSTEM
Judul : Pendahuluan
No : QAS 01/2012
Revisi/Thn : 25 Januari 2012

TUJUAN

• Mendapatkan % volume kandungan endapan dan air dalam minyak


mentah
• Data ini digunakan untuk :
– Menghitung volume minyak bersih dalam transaksi serah
terima minyak mentah
– Perhitungan produksi dan persediaan minyak bersih
• Untuk keperluan transaksi penyerahan metode yang digunakan
harus mendapat persetujuan kedua belah pihak.

CATATAN:
• Cara ini tidak sesuai untuk kondisi dimana interface minyak dan
air di dalam “centrifuge tube” setelah proses pengukuran tidak
dapat terlihat nyata. Atau hasil pengukuran tidak mendapatkan
“repeatability” atau “reproducibility” yang disyaratkan.
• Untuk jenis minyak mentah tertentu dimana kandungan BS&W
tidak dapat ditentukan dengan cara “centrifuge” maka dipakai
cara penjumlahan dari :
 ASTM D-473 - API MPMS Chapter 10.1 – dengan Destilasi.
 ASTM D-473 - API MPMS Chapter 10.1 – dengan Extraksi.
 Cara ini disebut “BASE METHOD” terdiri dari
“Standard test method for sediment in crude oil by the extraction
method” and
“Standard test method for Water in crude oil by the destilation
method”
Apr-19
82
HANDOUT QUANTITY ACCOUNTING SYSTEM
Judul : Pendahuluan
No : QAS 01/2012
Revisi/Thn : 25 Januari 2012

METODE
PERALATAN :
 Centrifuge menghasilkan gaya centrifugal minimum 600
pada ujung-ujung dari kedua tabung.
RPM = 265 √ RCF / d
RFC = Gaya centrifugal relatif
d = Diameter ayunan (inchi)
RPM = Putaran permenit
2
d * RPM
Atau: RCF =
265

 Centrifuge dilengkapi pemanas, menjaga panas 600C ±


3 0C (140 0F ± 5 0F)

PRINSIP KERJA CENTRIFUGE

Apr-19
83
HANDOUT QUANTITY ACCOUNTING SYSTEM
Judul : Pendahuluan
No : QAS 01/2012
Revisi/Thn : 25 Januari 2012

PERALATAN

1. TABUNG CENTRIFUGE :
• Tabung centrifuge 8” bentuk kerucut (cone tube)
• Skala tabung 100 bagian

2. WATER BATH (PEMANAS)


• Mempertahankan panas: 60 0C ± 3 0C (1400 F ± 5 0F )
• Beberapa minyak perlu pemanasan: 710C ± 3 0C (160 0F ± 5
0F) agar bisa mencairkan lilin.

• Pelaksanaan suhu pemutaran harus disesuaikan.

3. PIPET 50 ML, CLASS A,


atau setara, dapat menyalurkan 50 ± 0.05 mL

4. SOLVENT (PELARUT) :
• Toluen, jenuh terhadap air pada 60 0C ± 3 0C (1400 F ± 5 0F )
tetapi harus bebas dari suspensi air.

5. DEMULSIFIER
• Untuk mempermudah pemisahan dan tidak ada air yang
melekat dalam dinding botol.

6. CONTOH HARUS MEWAKILI


• Perlu pencampuran yang sempurna
• Setiap kali mentransfer harus dikocok kuat agar tetap
bercampur homogen

Apr-19
84
HANDOUT QUANTITY ACCOUNTING SYSTEM
Judul : Pendahuluan
No : QAS 01/2012
Revisi/Thn : 25 Januari 2012

CENTRIFUGE TUBE CALIBRATION TOLERANCE


FOR 203-MM (8-INCH) TUBE

Subdivision Volume
Range
mL tolerance, ml
0 to 0.1 0.05  0.02
Above 0.1 to 0.3 0.05  0.03
Above 0.3 to 0.5 0.05  0.05
Above 0.5 to 1.0 0.10  0.05
Above 1.0 to 2.0 0.10  0.10
Above 2.0 to 3.0 0.20  0.10
Above 3.0 to 5.0 0.5  0.20
Above 5.0 to 10 1.0  0.50
Above 10 to 25 5.0  1.00
Above 25 to 100 25.0  1.00

Apr-19
85
HANDOUT QUANTITY ACCOUNTING SYSTEM
Judul : Pendahuluan
No : QAS 01/2012
Revisi/Thn : 25 Januari 2012

EIGHT INCH (200mm) CENTRIFUGE TUBE

200 mm

Apr-19
86
HANDOUT QUANTITY ACCOUNTING SYSTEM
Judul : Pendahuluan
No : QAS 01/2012
Revisi/Thn : 25 Januari 2012

PROSEDUR
1. Isi dua tabung centrifuge 50 ml (skala) dengan minyak mentah
yang telah dikocok langsung dari botol contoh sampai skala 50
ml. Gunakan Pipet atau alat lain yang sesuai.

2. Lanjutkan isi dua tabung centrifuge tsb 50 ml  0.05 ml dengan


Toluen yang telah jenuh dengan air pada suhu 60 0C ± 3 0C
(1400 F ± 5 0F) atau 710C (160 0F)

3. Tambahkan demulsifier 0.2 mL dalam setiap tabung dengan


menggunakan pipet 0.2 mL.

4. Tutup botol dengan rapat dan kocok kuat sampai rata.

5. Untuk minyak sangat kental dan mencampur minyak dan solfen


sulit, demulsifier dapat dimasukkan terlebih dahulu sebelum botol
diisi dengan minyak.

6. Lepaskan tutup botol, rendam dalam water bath sampai tanda


skala 100 minimal selama 15 menit pada suhu 60 0C ± 3 0C (140
0F ± 5 0F).

7. Tutup botol kembali dan kocok lagi 10 kali untuk meyakinkan


percampuran merata.

8. Letakan kedua tabung contoh dalam alat pemutar berlawanan,


agar seimbang. Amati posisi tabung rata.

9. Tutup tabung dengan gabus dan putar tabung minimum 10 menit,


pada minimum RCF 600.

Apr-19
87
HANDOUT QUANTITY ACCOUNTING SYSTEM
Judul : Pendahuluan
No : QAS 01/2012
Revisi/Thn : 25 Januari 2012

PROSEDUR

10. Segera setelah pemutaran berhenti, baca dan catat gabungan


dari volume air dan endapan di dasar tube.

11. Catat gabungan volume air dan endapan pada dasar tabung :
• Dari 0.1 s/d 1 ml, ketelitian mendekati 0,05 ml
• Diatas 1 ml, ketelitian mendekati 0.1 ml
• Dibawah 0.1 ml, ketelitian mendekati 0,025 ml

12. Kembalikan tabung tanpa pengocokan selama 10 menit lagi,


pada kecepatan putar yang sama.

13. Ulangi prosedur ini sampai hasil pembacaan konstan.

14. Pada umumnya tidak lebih dari 2 kali pemutaran.

15. Suhu selama pemutaran harus dijaga 60 0C ± 3 0C (140 0F ± 5


0F) atau 710C (160 0F).

Apr-19
88
HANDOUT QUANTITY ACCOUNTING SYSTEM
Judul : Pendahuluan
No : QAS 01/2012
Revisi/Thn : 25 Januari 2012

89
HANDOUT QUANTITY ACCOUNTING SYSTEM
Judul : Pendahuluan
No : QAS 01/2012
Revisi/Thn : 25 Januari 2012

PERHITUNGAN
• Catat hasil akhir volume Water dan Sediment dari masing-
masing tabung.
• Bila selisih hasil pembacaan dari kedua tabung lebih besar
0.025 mL untuk pembacaan 0.10 mL dan dibawahnya, maka
analisa dianggap gagal dan harus diulang.
• Jumlahkan kedua pembacaan, dan laporkan hasilnya.

EXPRESSION OF RESULTS

Apr-19
90
HANDOUT QUANTITY ACCOUNTING SYSTEM
Judul : Pendahuluan
No : QAS 01/2012
Revisi/Thn : 25 Januari 2012

BASIC SEDIMENT AND WATER PRECISION

REPEATABILITY:
• Beda dua hasil test, yang didapat dari operator dengan alat yang
sama satu kasus dari 12:
• Dari 0.0% s/d 0.3 sesuai grafik.
• Dari 0.3 s/d 1.0% water repeatability constant 0.12

REPRODUCIBILITY:
• Beda antara dua hasil test yang berdiri sendiri dengan operator
dan peralatan yang berbeda, satu kasus dari 12:
• Dari 0.0% s.d 0.3% water sesuai grafik.
• Dari 0.3 s.d 1.0% water reproducibility constant 0.28.

Apr-19
91
HANDOUT QUANTITY ACCOUNTING SYSTEM
Judul : Pendahuluan
No : QAS 01/2012
Revisi/Thn : 25 Januari 2012

PROSEDUR PENYIAPAN
WATER SATURATED TOLUENE

LINGKUP:
• Prosedur ini menjelaskan cara menyiapkan water saturated
toluene

KETERANGAN:
• Jumlah air yang diserap toluene akan naik bila suhu naik antara
0.03% pada 210C (700F) ke 0.17% pada 700C (1580F).
• Toluene yang biasa digunakan, relative kering, bila langsung
digunakan akan menyerap sebagian atau keseluruhan air dalam
minyak mentah, sehingga akan mengurangi kandungan air yg
sebenarnya.
• Agar akurasinya dapat dipertanggung jawabkan, toluene harus
di saturasikan pada kondisi pemutaran.

TOLUENE:
• Sesuai specifikasi IP untuk Methylbenzenes (Toluene) atau ISO
5272
• Air, hasil distilasi atau air dari keran

PERALATAN:
• Pamanas air (Heating Bath) atau lainnya yang dapat merendam
1 quart atau 1 liter botol.
• Suhu: 60 0C ± 3 0C (1400 F ± 5 0F)
• Botol gelas 1 quart atau 1 liter botol

Apr-19
92
HANDOUT QUANTITY ACCOUNTING SYSTEM
Judul : Pendahuluan
No : QAS 01/2012
Revisi/Thn : 25 Januari 2012

PROSEDUR
1. Atur suhu water bath, sesuai suhu pemutaran ± 30C (± 50F)

2. Isi botol gelas dengan 700-800 mL toluene

3. Tambahkan air secukupnya (minimal 2 mL dan tidak lebih dari 25


Ml) agar dapat terlihat air yang tidak terserap.

4. Tutup botol dan kocok hingga rata selama 30 detik.

5. Buka tutup botol dan taruh di water bath selama 30 menit.

6. Ambil botol tutup kembali dan kocok lagi selama 30 detik.

7. Ulangi prosedur ini 3 kali.

8. Taruh botol dengan water toluene mix dalam water bath selama 48
jam sebelum digunakan.

9. Langkah ini meyakinkan sudah terjadi keseimbangan (equilibrium)


antara toluene dan air sehingga sudah betul2 saturated pada suhu
pengetesan.

10. Bila diperlukan pengetesan sebelum 48 jam, Solfen harus


dituangkan kedalam centrufuge tube dan putar pada centrufuge
tube yang sama, dimana mempunyai RCF dan suhu pemutaran
yang sama.

11. Toluene yang telah diputar tersebut, harus di dituangkan dengan


dengan hati2 menggunakan pipet, jangan sampai mengambil
bagian bawah dari toluene.

12. Dianjurkan toluene yang telah disaturasikan ditaruh pada water


bath sepanjang waktu agar selalu siap pada saat akan melakukan
pengetesan.

93 Apr-19
HANDOUT QUANTITY ACCOUNTING SYSTEM
Judul : Pendahuluan
No : QAS 01/2012
Revisi/Thn : 25 Januari 2012

VOLUME PERCENT

40 60 80 100 120
140 160

TEMPERATURE IN OF
Solubelity of water on Toluene

Apr-19
94
HANDOUT QUANTITY ACCOUNTING SYSTEM
Judul : Pendahuluan
No : QAS 01/2012
Revisi/Thn : 25 Januari 2012

ASTM D-96 ASTM D-4007

95
95
HANDOUT QUANTITY ACCOUNTING SYSTEM
Judul : Pendahuluan
No : QAS 01/2012
Revisi/Thn : 25 Januari 2012

PERBEDAAN HASIL PENGUKURAN ANTARA


ASTM D-96 DAN ASTM D-4007 :
1. Pembacaan hasil analisa ASTM D-96 sangat sulit karena
permukaan pemisahan tidak rata.
2. Pengujian dengan menggunakan ASTM D-4007 didapat hasil
pemisahan (air + sediment) dengan minyak mentah lebih
sempurna dibandingkan ASTM D-96.
3. Hasil analisa S&W menggunakan ASTM D-4007 umumnya
lebih besar dibandingkan analisa menggunakan ASTM D-96.

96
96
HANDOUT QUANTITY ACCOUNTING SYSTEM
Judul : Pendahuluan
No : QAS 01/2012
Revisi/Thn : 25 Januari 2012

PERBEDAAN
ASTM D – 96 dan ASTM D - 4007
1. Isi dua tabung centrifuge 1. Isi dua tabung centrifuge
(ukuran 6” atau 8”) sampai ukuran 8” dengan 50 ml
50 ml (skala) dengan contoh (skala) dengan contoh
minyak , langsung dari botol minyak, langsung dari botol
contoh. contoh, menggunakan pipet.

2. Isi sampai tanda 100 ml 2. Isi 50mL dengan Toluene ±


dengan Solvent yang telah 0.05 mL yang telah jenuh
jenuh dengan air. dengan air.
Tambahkan kedua tabung 0.2
Tambahkan kedua tabung mL demulsifier, menggu-
demulsifier. nakan 0.2 ml pipet.
Catatan: Catatan:
Bila minyak fiscous, pengisian Bila minyak fiscous, pengisian ke
ke tube boleh Solven terlebih tube boleh Toluene terlebih
dahulu. dahulu.
3. Tutup tabung rapat dan Kocok
3. Tutup tabung rapat dan Kocok kuat sampai rata
kuat sampai rata
4. 4. Buka tutup botol, rendam
4. Buka tutup botol, rendam dalam water bath sampai
dalam water bath sampai tanda skala 100, minimum 15
tanda skala 100 panaskan menit, pada suhu (140 0F ± 5
0F) atau (60 0C ± 30C)
140 0F ± 2 0F atau 60 0C ± 1
0C) sebelum putaran pertama Tutup botol kembali kemu-
dian kocok tube 10 kali untuk
meyakinkan Toluen tercampur
sempurna.

97
Apr-19
HANDOUT QUANTITY ACCOUNTING SYSTEM
Judul : Pendahuluan
No : QAS 01/2012
Revisi/Thn : 25 Januari 2012

PERBEDAAN
ASTM D – 96 dan ASTM D - 4007
5. Taruh tube dan putar 5. Taruh tube pada
pada centrifuge, pemutar, periksa
minimum 3 menit, posisi balance
pada minimum RCF: kemudian putar
500. selama 10 menit
pada minimum RCF:
Setelah pemutaran,
600 putar pada
suhu tidak boleh lebih
centrifuge.
rendah dari 52 0C
(125 0F atau paling Setelah pemutaran,
rendah 46 0C (115 suhu dijaga tidak
0F) boleh kurang dari:
(140 0F ± 5 0F) atau
Apabila setelah
(60 0C± 30C).
pemutaran temperatur
lebih rendah dari Segera setelah
ketentuan tersebut putaran berhenti,
maka centrifuge harus baca dan catat
dilengkapi dengan masing2 tube.
pemanas

98
HANDOUT QUANTITY ACCOUNTING SYSTEM
Judul : Pendahuluan
No : QAS 01/2012
Revisi/Thn : 25 Januari 2012

PERBEDAAN
ASTM D – 96 dan ASTM D - 4007

6. Kembalikan tube ke pemutar, 6. Kembalikan tube ke pemutar


putar kembali min 3 menit. tanpa pengocokan dan putar
Sebelum diputar kembali, kembali 10 menit pada rate
balikan tabung untuk yang sama.
meyakinkan solvent
tercampur rata dan kocok 7. Untuk minyak mentah
hati-hati tertentu dapat dipanaskan
sampai 1600F± 50F (710C
7. Untuk minyak mentah ±30C)
tertentu dapat dipanaskan Agar wax (lilin) yang
sampai 120 0F (49 0C) mengkristal dapat mencair.
Agar wax (lilin) tidak ikut 8. Ulangi kembali prosedur ini,
mengendap. sampai hasil pembacaan
tidak berubah.
8. Ulangi kembali prosedur ini,
sampai hasil pembacaan 9. Baca dan catat gabungan
tidak berubah. volume air dan endapan
pada dasar tabung sampai:
9. Baca dan catat gabungan
volume air dan endapan  Dari 0.1 s/d 1 ml ketelitian
pada dasar tabung sampai: 0,05 ml
 Diatas 1 ml, ketelitian 0.1
 Dari 0.1 s/d 1 ml ketelitian
0,05 ml  Dibawah 0.1 ml, ketelitian
0,025 ml
 Diatas 1 ml, ketelitian 0.1
 Dibawah 0.1 ml, ketelitian
0,025 ml

99
HANDOUT QUANTITY ACCOUNTING SYSTEM
Judul : Pendahuluan
No : QAS 01/2012
Revisi/Thn : 25 Januari 2012

SOLVENT

SOLVENT D-96 SOLVENT D-4007

• Stoddard Solven and


• TOLUENE
Other

• Naphtha solvents with


low aromatic content

• Toluene

• Xylene

• White Gasoline

Apr-19
100
HANDOUT QUANTITY ACCOUNTING SYSTEM
Judul : Pendahuluan
No : QAS 01/2012
Revisi/Thn : 25 Januari 2012

Hasil Pengujian S&W Perbandingan Antara


Metoda ASTM D 4007 dan ASTM D 96

METODA PENGUJIAN
ASTM D.4007 ASTM D.96
TABUNG

Jenis
Minyak Sediment, S& Sediment, S& KETERANGAN
Mentah Water & W Water & W
Sludge % Sludge %
% Vol Vol % Vol Vol
1 0.25 0.15
0.3
SLC-1 0.50
2 0.25 0.20 5

Jati 1 0.80 0.80 1.6


1.60 ASTM D-96 :
Barang-1 2 0.80 0.80 0
PELARUT
TOLUENE
1 0.70 0.65 1.3
Belanak-1 1.40 JENUH AIR
2 0.70 0.70 5

1 0.20 0.15 0.3


SLC-2 0.40 ASTM D-4007 :
2 0.20 0.15 0
-PELARUT
1 0.70 0.70 TOLUENE
Jati 1.4
1.40 JENUH AIR
Barang-2 2 0.70 0.70 0
- MENGGUNAKAN
DEMULSIFIER
1 0.70 0.65 1.2
Belanak-2 1.35
2 0.65 0.60 5

1 0.60 0.65 1.2


Belanak-3 1.25
2 0.65 0.60 5

101
HANDOUT QUANTITY ACCOUNTING SYSTEM
Judul : Pendahuluan
No : QAS 01/2012
Revisi/Thn : 25 Januari 2012

Anda mungkin juga menyukai