Anda di halaman 1dari 34

Ns. SITI KHOIROH M., M.Kep.

Kelenjar Thyroid terletak


pada tiap sisi trakea dan
laring mengitari bagian
trakea bagian atas setinggi
cartilago trachealis II –
IV.
o Bentuk seperti dasi kupu-
kupu danterdiri atas dua
lobus (kanan & kiri).
 Thyroid : memiliki 3 jenis sel :
 Sel Folikel : tempat menyimpan & menyediakan bahan-
bahan untuk produksi hormon tiroid.
 Sel Follicular : Hormon Thyroksin (T-4) & Triiodothyronin
(T-3)
 Sel Parafollicular : Hormon Thyrocalcitonin
(Calcitonin).
 Pengaturan sekresi T3 dan T4 distimulasi oleh TSH
yang dipengaruhi oleh TRH (thyrotropin releasing
hormone).
 Mekanisme Pelepasan Hormon tiroid :
Hipotalamus melepaskan TRH  mengirim sinyal ke
kel.pititari anterior untuk melepaskan TSH 
mengirim signal ke kel. Tiroid untuk melepas hormon
tiroid.
Fungsi Hormon Tiroid
1. Hormon Tiroksin (T4) dan Triiodotironin (T3) :
 Pengaturan pertumbuhan & perkembangan baik
fisik, mental dan persarafan.
 Meningkatkan laju metabolisme karbohidrat,
lemak dan protein.
 Meningkatkan daya tahan terhadap infeksi &
inflamasi
2. Hormon Kalsitonin :
 Menstimulasi pergerakan kalsium dalam tulang
 Menurunkan kadar kalsium plasma dan
membantu mempertahankan kadar kalsium dan
fosfat normal dalam darah.
PENGERTIAN
 Merupakan keadaan dimana terjadi
kekurangan hormon tiroid yang
dimanifestasikan oleh adanya metabolisme
tubuh yang lambat karena menurunnya
konsumsi oksigen oleh jaringan dan adanya
perubahan personaliti yang jelas.
Etiologi
1. Penyebab Primer (Hipotiroid Primer)  disfungsi/
gangguan pada kelenjar tiroid akibat operasi,
radiasi, autoimun, karsinoma, tiroiditis.
2. Penyebab Sekunder  akibat berkurangnya atau
tidak adekuatnya stimulasi dari TSH yg dihasilkan
oleh hipofisis.
3. Penyebab Tersier  akibat kerusakan / gangguan
yang berasal dari hipotalamus yang tidak mampu
memproduksi TRH (biasanya terjadi pada tumor
atau kerusakan pada hipotalamus.
Manifestasi Klinis :
 Kelelah an
 Kurang energi (Lesu, lamban bicara, mudah lupa)
 Rambut rontok, kuku rapuh dan kulit kering.
 Rasa baal dan parastesia jari jari tangan
 Terkadang terjadi gangguan haid dan gangguan libido.

Pada hipotiroid berat trjadi :


 Metabolisme rendah  bradikardia, tidak tahan dingin, berat
badan naik dan anoreksia.
 Kulit tebal akibat penumpukan mukopolisakarida pada jaringan
subkutan (asal mula istilah Miksedema), rambut tipis dan
rontok, wajah tanpa ekspresi.
 Mudah tersinggung, apatis, bicara lambat, lidah membesar,
ukuran tangan dan kaki bertambah, konstipasi.
 Dimensia dan perubahan kognitif,konsentrasi menurun,
Penatalaksanaan :
 Tujuan : pemenuhan hormon tiroksin, menghilangkan
gejala dan mencegah terjadinya komplikasi.
 Obat-obatan :
• Sodium Levothroxine (synthroid)  pengganti T4.
• Sodium liothyronine (cytomel)  pengganti T3.
 Support nutrisi.
 Penatalaksanaan keperawatan :
• Modivikasi aktifitas akibat kelelahan
• Pemantauan TTV dan kognitif pasien
• Pengaturan suhu (ekstra pakain & selimut)
• Dukungan emosional
• Pendidikan pasien.
Komplikasi :
 Koma Myxedema
Suatu keadaan kegawatan pada tiroid dimana terjadi
penurunan kadar T4 yang rendah yang ditandai dengan :
suhu tubuh rendah, penurunan TD, gula darah dan
kesadran.  harus perawatan intensif.
 Kreatinisme (ggn pertumbuhan & perkembangan mental)
terjadi akibat kegagalan sintesis hormon tiroid karena
kekurangan yodiumpada ibu hamil.
 Goiter
pembesaran / hiperplasia kelenjar tiroid akibat stimulasi
yang berlebihan kelenjar tiroid oleh hormon TSH.
Diagnosa Keperawatan yg mungkin
muncul :
1. Gangguan nutrisi : lebih dari kebutuhan tubuh b.d
menurunnya metabolisme rate.
2. Konstipasi b.d menurnnya peristaltik usus
3. Intolerasi aktifitas b.d kelemahan sekunder
menurunnya metabolisme rate
4. Kurang Pengetahuan.
DEFINISI
 Suatu keadaan dimana terjadi peningkatan
hormon tiroid lebih dari yang dibutuhkan
oleh tubuh.
 Pengeluaran hormo tiroid yang berlebihan
diperkirakan akibat stimulasi abnormal
kelenjar tiroid oleh imunoglubulin dalam
darah.
Etiologi
1. Adenoma hipofisis( tumor jinak kelenjar hipofisis)
jarang terjadi.
2. Penyakit Graves (penyakit yang disebakan oleh
autoimun, yaitu dg terbentuknya TSI yang melekat
di sel-sel tiroid, ciri : hipertiroid, pembesaran
kelenjar tiroid/goiter & eksofthalmus).
3. Tiroiditis
4. Konsumsi yodium yang berlebihan yg menyebabkan
peningkatan sintesis hormon tiroid.
5. Terapi hipotiroid yang tidak tepat.
Patofisiologi
Peningkatan Hormon tiroid

Metabolisme rate  Aktifitas saraf simpatis 

 Produksi panas tubuh  - Peningkatan reseptor


(keringat banyak) beta adrenergik (nadi
 Kebutuhan metabolik  cepat, kardiak output ,
(BB berkurang) stroke volume )
- Perbahan sekresi hormon
gonad (fungsi seksual
terlambat, libido menurun,
ggn menstruasi).
Manifestasi Klinis
 Kardiovaskuler : peningkatan heart rate, stroke
volume, kardiak output, kebutuhan oksigen otot
jantung & vaskeler periver. TD meningkat 10-15
mmHg, palpitasi, disritmia, edema.
 Pernafasan : pernafasan cepat dan daalam, nafs
pendek dan penurunan kaasitas paru
 Perkemihan : retensi cairan & penurunan output urin
 Gastrointestinal : peningkatan peristaltik usus dan
nafsu makan, penurunan BB, diare, muntah dan kram
abdomen, hiponatremia.
 Muskuloskeletal : kelemahan otot, kelelahan & tremor
Manifestasi Klinis Lanjutan....
 Integumen : keringat berlebihan, kulit lembab, merah,
hangat, tidak toleran panas, rambut lurus, lembut dan
halus. Kadang terjadi kerontokan rambut.
 Endokrin : pembesaran kelenjar tiroid
 Saraf : tremor halus, gugup, gelisah, emosi tidak stabil
( cemas, curiga tegang & emosional).
 Reproduksi : amenorahea, haid tidak teratur, libido
enurun, impoten
 Eksoftalmus.
Test Diagnosis :
 Serum T3  meningkat (N : 70-250 ng/dl)
 Serum T4  meningkat (N : 4 – 12 mcg/dl)
 Indeks T4 bebas meningkat (N : 0.8 – 2.4 ng/dl)
 TRH stimulation tes menurun / tidak ada respon TSH.
 Titer antiglobulin antibodi tinggi (N : titer < 1 : 100)
 CT Scan Tiroid
 USG  untuk mengetahui ukuran dan komposisi
kel.tiroid
 EKG  untuk menilai kerja jantung.
Penatalaksanaan
 Tujuan : membawa tingkat hormon tiroid ke keadaan normal.
 Terapi Obat-obatan : Propylthiouracil (PTU), Methimozole,
Adrenergik bloker (propanolol).
 Radioiod terapi : Radioaktif iodine-131, yodium radioaktif
 Bedah tiroid
 Pemenuhan kebutuhan nutrisi TKTP (3000-4000 kalori)
 Intervensi keperawatan :
 Memperbaiki status nutrisi
 Meningkatkan tindakan koping
 Memperbaiki harga diri pasien
 Mempertahankan suhu tubuh normal
 Pendidikan kesehatan.
Diagnosa Keperawatan yang
mungkin muncul :
1. Gangguan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh b.d
meningkatnya metabolisme rate.
2. Intoleransi aktifitas b.d elelahan sekunder terhadap
meningkatnya metabolisme rate, gagal jantung.
3. Kurang pengetahuan
Definisi
 Merupakan istilah pembesaran pada kelenjar tiroid
(gondok/struma)
 Goiter timbul apabila kelenjar tiroid distimulasi
berlebihan oleh TSH atau TSI.
 Jika dalam pemeriksaan kelenjat tiroidditemukan
nodul  Struma Nodosa.
 Struma nodosa dibagi 2 : toksik dan non toksik
 Struma nodosa toksik : pembesaran kelenjar tiroid yg
berisi nodul dengan sel-sel autonom sehingga
menyebabkan hipertiroidisme.
Lanjutan...
 Berdasarkan jumlah nodul :
 Struma nodosa soliter / uninodosa (1 nodul)
 Struma multinodosa ( lebih dari 1 nodul)
 Berdasarkan struktur ultrasonografi :
 Struma diffusa : Strukturnya homogen
 Struma Nodosa : Lesi padat dalam struktur
ultrasonografi
 Struma Cystica : Lesi Cair dlm struktur ultrasonografi
 Struma Nodosa et Cystica : lesi padat dan cair di
ultrasonografi.
Etiologi
 Hipotiroidisme primer yang disebabkan karena
kegagalan kelenjar tiroid atau kekurangan yodium.
 Sekresi yang berlebihan dari TSH
 Penyakit grave  adanya TSI merangsang
pertumbuhan tiroid meningkatkan sekresi hormon
tiroid.
 Defisiensi yodium
 Genetik yang menyebabkan kegagalan metabolisme
yodium.
Manifestasi Klinis
 Pembesaran kelenjar tiroid
 Pembesaran kelenjar limfe
 Nyeri tekan pada kelenjar tiroid
 Kesulitan menelan
 Kesulitan bernafas
 Kesulitan dalam bicara
 Gangguan bodi image
Pemeriksaan diagnostik :
 Pemeriksaan sidik tiroid dengan radioisotop
 Pemeriksaan USG
 Pemeriksaan T3, T4 dan TSH
 Biopsi aspirasi jarum halus
 Termografi.
Penatalaksanaan :
 Pengobatan : obat anti tiroid
 Pembedahan
 Terapi Radioiodine
Diagnosa yg mungkin muncul :
1. Resiko tidak efektifan jalan nafas b.d kompresi
trachea atau obstruksi.
2. Nyeri akut b.d kerusakan jaringan post operasi
tiroidektomi
3. Kerusakan integritas kulit b.d pembedahan.
TIROIDITIS
 Merupakan inflamasi kelenjar tiroid , bisa
bersifat akut, subakut maupun kronis.
 Masing-masing tipe ditandai dengan
inflamasi, fibrosis, atau inflamasi limfositik
pada kelenjar tiroid.
Tiroiditis Akut
 Merupakan kelainan tiroid yang disebabkan oleh
infeksi bakteri, jamur, mikobakteri atau parasit pada
kelenjar tiroid.
 Penyebab tersering : Staphylococus aureus.
 Tanda & gejala : nyeri & pembengkakan leher bagian
anterior,panas, disfagia, faringitis. Teraba rasa hangat,
eritema dan nyeri tekan pada kelenjar tiroid.
 Penatalaksanaan : pemberian antibiotik dan
penggantian cairan. Tindakan insisi dan drainase
diperlukan jika terdapat abses.
Tiroiditis Sub akut
 Dapat berupa tiroiditis granulomatosa subakut atau
tiroiditis limfositik sub akut (tanpa nyeri).
 Tiroiditis granulomatosa subakut merupakan inflamasi
pada kelenjar tiroid yang ditandai pembengkakan yg nyeri
pada bagian leher anterior (berlangsung 1 – 2 bulan) dan
setelah itu menghilang.
 Manifestasi klinis : pembesaran kelenjar tiroid, nyeri,
tampak kemerahan dan teraba hangat pada kulit diatasnya,
sulit menelan, gelisah, insomnia, penurunan BB, demam
dan menggigil.
 Terapi : penggunaan preparat anti inflamasi non steroid
(NSAID) dan preparat penyekat beta bloker.
Tiroiditis Kronis
 Nama lain adalah Tiroiditis Hoshimoto.
 Tiroiditis ini tidak disertai nyeri maupun rasa panas.
Aktifitas kelenjar tiroid biasanya normal atau rendah.
 Penyebab : dicurigai karena imunitas dan genetik
 Jika tidak diobati akan berjalan menjadi
hipotiroidisme.
 Tujuan terapi : mengurangi ukuran kelenjar tiroid dan
mencegah hipotiroidisme
 Penatalaksanaan : terapi hormon tiroid dan
pembedahan (jika gejala penekanan tetap ada).