Anda di halaman 1dari 95

HUKUM ACARA PERDATA

OLEH

ISHAK A. TUNGGA, SH. MH


Sejarah Hukm Acara Perdata
• RID aslinya dr HIR ini UU peninggalan Belanda
• HIR berisi Acara perdata dan acra pidana; dasar
pemberlakuannya adlh Psl II AP UUD 1945.
• HIR utk acara pidana tdk berlaku lagi dgn adanya
KUHAP, acara perdata tetap berlaku dgn
tambahan ketentuan baru lainnya
• Perancang HIR adlah MR M. H. L. Wichers, dia
hakim kenamaan (Ketau MA dan MA Tentara di
Hindia Belanda.
• Wichers diberi tugas oleh Gubernur Jenderal
Belanda (Jan Jacob Rochussen) memberi tugs
utk merncanakan suatu Reglemn ttg
Administrasi Polisi, Hkm acara perdata dan
Hukm acara pidana bg gol. Indonsia pd tgl 5
Des 1846.
• Tgl 6 Agusts selesai (9 bln sj) jumlh psl 432 dan
penjelasannya.
Pengertian Hukum Acara Perdata
Hukum Acara perdata dan hukum perdata tidak
bisa dipisahkan. Hukum perdata mengatur
tentang hak-hak dan kewajiban2 . Hak2 dan
kewajiban2 ini tentu perlu ditaati dan
dilaksanakan oleh siapa saja baik pejabat
maun rakyat jelata. Jika ditaati akan
menimbulkan ketentraman atau kenyamanan
namun kenyataannya ada pihak yang
melanggar hukum, melanggar hak orang lain.
Pelanggaran Hukum materil ini menimbulkan
kerugian bagi pihak tertentu, terjadilah gangguan
keseimbangan dalam masyarakat.
Pelanggaran terhadap hukum materil perlu
ditegakan, utk mengembalikan gangguan dan
kerugian yang terjadi. Untuk mempertahankan
hukum materil atau menyelesaiakan
permasalahan karena terjadi pelanggaran
diperlukan peraturan yang dapat dijadikan dasar
untuk penyelesaian yaitu Hukum perdata formil
atau Hukum acara perdata,
Hukum acara perdata adalah peraturan hukum yang
mengatur bagaimana caranya menjamin
ditaatinya hukum perdata materil dengan
perantaraan hakim; Dengan perkataan lain
hukum acara perdata adalah peraturan hukum yg
menentukan bagaimana caranya menjamin
pelaksanaan hukum perdata materil. Lebih
konkrit lagi dapat dikatakan bahwa hkm acara
perdata mengatur tentang bagaimana cara
mengajukan tuntutan hak, memeriksa serta
memutusnya dan pelaksanaan dari putusannya,
Tuntutan hak yang diajukan dgn tujuan agar tidak
main hakim sendiri (eigenrechting).
Kaitan dgn eigenrechting terdapat tiga pendapat:
1. Tidk dibenarkan (Van Bonneval Faure) ; karena
sudah ada aturan hukum yg dapat digunakan
untuk menyelesaikan masalah.
2. Dibenarkan (Cleveringa) dianggap yg
bersangkutan membuat perbuatan melanggar
hukum, artinya buat pelanggaran lagi.
3. Rutten katakan kalau tidak ada aturan yg dapat
digukan untuk menyelesaikan masalah maka
eigenrechting dibenarkan.
Eigenrechting adalah perbuatan melawan hukum yang
diatur dalm psl 167 dan 406 KUHP.
Tuntutan hak ada dua macam:
1. TH yg mengandung sengketa ( Gugatan)Se kurang-
kurang ada dua pihak.
2. Tuntutan hak yg tdk mengandung sengketa
(permohonan ) hanya terdapat satu pihak saja.
• Kaitan dgn tuntutan hak di atas maka
peradilannya dikenal Peradilan Volunter utk
tuntutan hak yg tidak mengandung sengketa
sedangkan tuntutan hak yg mengandung
sengketa termasuk dlm peradilan
Contentieus.
• Dalam peradilan Volunter putusan hakim
bersifat penetapan kr perbuatan hakim lebih
pada bidang administratif.
• Beda peradilan Volunter dan contentieus :
- Menurut UU hrs diajukanmelalui permohonan
(Volunter) jika tidak maka melalui peradilan
Contentieus.
- Azas peradilan terbuka utk umum hanya berlaku utk
peradilan Contentieus.
Contoh permohonan yaitu:
- Permh. Penetapan ahli waris
- Permh. Penetapan pengampu
- Permh. Penetapan boedel (harta).
• Hukum Acara perdata bekerja dalam 3 tahap
tindakan:
1. Pendahuluan: persiapan
gugatan/permohonan
2. Penentuan: Pemeriksaan, pembuktian dan
putusan.
3. Pelaksanaan: Eksekusi atau pelaksanaan
putusan.
Sumber Hukm Acara Perdata
Zaman kolonial:
- RV. (Reglemen op de Burgelijkerecht ordering) : utk gol
Eropa
- IR ( Reglemen Indonesia) utk org Indonesia,
- HIR: utk perkara pidana dan perdata
- RBG: Reglemen Buiten Gewesten (luar jawa dan
madura)
- RO. Reglemen op de Rechtelijke Organisatie in Het
Beleid der justitie in Indonesia.
- BW: khusus buku ke IV masih berlaku
- WVK : jarang digunakan.
• Zaman Jepang:HIR dan RBG sebagian RV
• Zaman RI: HIR/ RBG, UU no. 1/1974, PP
9/1975
UU NO 4/2004 ttg Kk Kehakiman; UU
no.5/2004 ttg perubahan atas UU 14/1985 ttg
MA; UU no 2/85 BW, Buku IV. Yurisprudensi.
SEMA, Hukm adat, Doktrin, Perjanjain
Internas.
Azas-Azas Hukum Acara Perdata
1. Hakim bersifat menunggu. (vase pendahuluan)
Artinya inisiatif menuntut hak hanya ada pda yg
berkepentingan.Hakim tidak boleh menyuruh atau
menyarankan namun jika perkara sudah diajukan
hakim tdk boleh menolak mengadili dgn alasan hukm
kurang jelas( Psl 16 UU 4/2004) Tidk boleh menolak
kr hakim dianggap tau hukum (ius curia novit).
Jika tdk ada hukumnya maka ia harus menggali hukm yg
hidup dlm masyarakat. Bagai mana cara………..? Bisa
diselesaikan melalui perdamaian.
Misalnya hakim dari jawa adili perkara adat di Rote
tdk bolek menolak panggil ahli hukum adat utk
dimintai keterangannya.
2. Hakim Pasif
Artinya ruang lingkup materi pemeriksaan tlah
ditentukan oleh yg berkepentingan bukan oleh
hakim. Para pihak dapat secara bebas mengakhiri
sendiri sengketa yg telah diajukan. Misalnya kr
berdamai atau cabut gugatan Hakim tdk boleh
menghalangi, (psl 130 HIR/148 RBG).
Hakim wajib mengadili seluruh gugatan, dilarang
mengabulkan yg tdk dituntut atau mengabulkan lebih
dr yg dituntut.(ps 178:2,3 HIR, 189: 2, RBG). Hakim
terikat pada pristiwa yg diajukan, Para pihak yg wajib
membuktikan bukan hakim, hakim hanya menilai dan
menyimpulkan. (erhandlungs maxime).
Jd pasif arinya: hakim tdk boleh menentukan luasnya
sengketa, hakim tdk boleh menambah atau
mengurangi,
Pasif bukan berati diam, hakim harus aktif memimpin
sidang , mengatasi persoalan yg tmbul, memberi
nasihat, arahan dll. Kal sistim HIR aktif sisti RV pasif
3. Persidangan terbuka utk umum
Sidang terbuka artinya dihairi pengunjung, bisa
diakses umum (social control). Tujuan agar terjamin
hak azasi dan terwujud ojektivis dalm persidangan
maupun putusan tdk memihak, putusan diharapkan
adil karena diketahui publik.Dasar UU 14 than 70 ps
17,18. Psl 19:1 dan Psl 20 UU 4/2004. Putusan harus
diucapkan dlm sidang terbuka pula jika tdk batal demi
hukum. Kec. Karena diprintahkan hakim berdasarkan
kondisi khusus dan perkara perceraian kr perzinahan.
Biasanya sidang dibuka baru dinyatakan tertutup.
4. Mendengar kedua bela pihak. (Audi et alteram
partem).
Maksudnya perlakukan sama, tdk memihak, tidak
diskriminasi.(psl 5: 1 UU 14/70 pasl 5:1 UU nom4
/2004)..
Putusan hakim harus memuat dasar dan alasan yg
jelas, putusan yang alasannya tdk jelas bisa
membuka peluang untuk banding dll.
Misalnya putusan MA tgl 13 April thn 1960 no
119K/Sip.1960 yg menetapkan Janda sebagai
ahli waris.
Putusam MA tgl 23 Nopember 1961 no. 179
K/Sip/1961 menetapkan kedudukan anak
perempuan sama dengan anak laki2 dalm
mewarisi.
Dalam pengambilan putusan dukungan ilpeng
sangat penting.
5. Beracara dikenakan biaya. (Ps 182,183 HIR, 145:4,
192-194 RBG, ps 4:2,5 UU 14/70); Psl 4:2 dan 5: 2
UU No. 4/2004.
Biaya perkara meliputi biaya kepanitraan, biaya
panggilan, pemberitahuan dan biaya metrai
(Pengadilan) tdk termasuk biaya utuk pengacara.
Pernah ada putusan Pengadiln gugurkan gugatan
akibat penggugat tdk menambah biaya, dianggap
tdk meneruskan perkaranya Ptsn 6 Juni 1971 no.
6/1971/Pdt.
• Bisa beperkara secara cuma2 bagi yg tdk mampu
(Ps 237 HIR, 273 RBG) Kpl kepolisian praktek
camat, bisa Kantor sosial.
6. Tdk ada keharusan mewakilkan.
HIR tdak wajib menggunakan kuasa hukum, tpi
klu mau dapat diwakili (Ps 123 HIR, 147 RBG).
Gugat sendiri boleh lisan, keuntungan hakim bisa
menggali secara mendalam peristiwa yg terjadi,
biaya murah, HR tidak ada. jika menggunakan
kuasa hukum wajib tertulis. Jika tdk tau Ia
konsultasi lagi (berlarut-larut)
• jika menggunakan kuasa hukum wajib gugatan
tertulis.
• Kelemahan:
-Jika tdk tau Ia konsultasi lagi (berlarut-larut)
- Biaya besar,
Kelebihan :
- Bisa memperlancar
- Harus ada etikat baik (semangat membantu)
• Ketentuan RV wajib menggunakan Wakil jika tdk batal.
RO wakil harus Sarjana Hukum. Tujuan agar sidang
lancar, objektifitas terjamin karena ada kontrol dari
kuasa hukum. UU 18/2003 ttg Advokad Pasti Sarjana
Hukum.
• Pada prinsipnya peradilan hrs dilakukan oleh kekuasaan
kehakiman, hars independen, bebas dari pengaruh
apapun juga.
• Dulu ada peradilan Swapraja, peradilan adat, sudah
dihapus dgn UU DRT no. 1/1951. RO ada hakim
perdamaian Desa sekaang ada. Keptsn tidak mengikat.
7. Putusan Harus disertai alasan; Putusan yang tdk
lengkap kurang pertimbangan menjadi alasan untuk
dilakukan upaya hukum, Putusan itu dapat dibatalkan
(Putsn MA tgl 27-7-1970. no 368K/Sip/1969 dan tgl 16-
12-1970 no. 492/K/Sip/1970.
8. Demi keadilan berdasarkan Ketuhanan yg maha Esa.
Dasarnya adalah psl 4 ayat 1 UU 14/1970 telah dirubah
UU no 4/2004.
Psl 435 RV, diikuti psl 224 HIR, 285 RBG, 130 IS, 27 RO
bhw semua putsan peradilan di Indonesia di bgian atas:
In naam des Kings (atas nama Radja)
• Melalui UU no 1/1950 dan psl 5 UU Drt no
1/1951 diganti Atas nama keadilan, terakhi
dgn UU 14/1970 diganti dgn : Demi keadilan
berdasarkan Ketuhanan yg Maha Esa
menyesuaikan dgn ps 29 UUD 45.
• Semua sidang harus dilaksanakan dengan
majelis se-kurang2nya 3 orang. Mulai dari PN
hingga MA.
9. Azasa cepat sederhana dan biaya ringan,
Dasar psl 5 (2) UU no 4/2004. Asas persamaan
hak tdk membedakan ps 5(1). Sederhana ( tdk
berbelit-belit) Cepat artinya tdk terlalu lama,
biaya ringan artinya murah bisa tanpa biaya
bisa tdk mampu.
10. Hak menguji MA. adalah terhadap peraturan
di bawah UU sedangkan UU adalah
kewenangan MK.
Lingkungan Peradilan/Susunan badan
peradilan
MA. Uu
14/85 MK
,5/2004

PT PTA PTM PT.TUN

PN PA PM PTUN
Kekuasaan Kehakiman
• Kekuasaan kehakiman dilaksanakan oleh Pengadilan Puncak
di MA, MA berfungsi mengawasi semua peradilan kecuali
MK. Menguji Peraturan di bawah UU baik kr digugat oleh
orang atau kelompok orang atau kr perkara kasasi (P 20:3) .
• MA memeriksa dan memuts : perkara banding, sengketa
kewenang mengadili, Memeriksa PK.
• Mk berwenang mengadili pd tingkat pertama dan terakhir
yg putusannya bersifat final untuk: a.Menguji UU terhadp
UUD; b. Memutuskan sengketa kewengan lembaga negara
yg wewengannya diberikan olh UUD. c. Memuts
pembubaran paratai politik. d. Memuts sengketa hasil
Pilkada.
Kekuasaan Kehakiman Berdasarkan UU
no 48 Tahun 2009
• Psl 1. Kkuasaan kehakiman adlh kekuasaan yg merdeka
• Psl 4. pengadilan mengadili menurut hukum
• Psl 5: Hakim dan hakim konstitusi wajib menggali,
mengikuti dan memahami nilai2 hkm dan rasa keadilan
yg hidup dlm masyarakat.
• Psl 8, Presumption of inno sence.
• Psl 10. (1)Pengadilan tidk boleh menolak utk
memeriksa dan mengadili suatu perkara yg diajukan
pdnya dgn dalih bhw hukum tdk atau kurang jelas, tetpi
wajib memeriksa dan mengadilinya. (2) Penyelesaian
dgn jalur damai
• Psl 12 (2) putusan bisa tanpa kehadiran terdakwa.
• Psl16. Tindak pidana koneksitas diasili di
pengadilan umum kecuali dlm keadaan tertentu
diputuskan olh ketua MA utk diadili di Pengadilan
meliter.
• Ps 24. (1) Putusan yg sudah ikracht bisa PK (2) PK
hanya 1x saja Terhadapputsan PK tdk boleh PK lg.
• Psl 26. Putusan bebas dan lepas tdk bisa banding
• Psl 30 Hkm Agung bisa dr hkm karier dan non
karier, nama diusulkan K dan dipil oeh DPR
• Psl 50: Putsan pengadilan hrs memuat alasan dan
dasar putusan, juga memuat psl tertentu dr
peraturan per undang2an atau sumber hukm yg
tdk tertulis yg dijadkan dasar utk mengadili.
• Psl 57. pd Setiap PN dibentuk pos bantuan hkm
secara cuma2 bg yg tdk mampu disemua tingkat
pemeriksaan.
• Psl 58 bisa selesaikan perkara di luar pengadilan
• Psl 59 Putsan arbitrase final dan mengikat jika
ada pihak yg tdk tunduk maka ketua pengadilan
bisa eksekusi
Kekuasaan Peradilan Umum
KEKUASAAN PENGADILAN AGAMA
Memeriksa, memutus dan menyelesaikan
perkara perdata di tingkat pertama antara
orang2 yg beragama Islam di bidang:
perkawinan, kewarisan, wasiat, hibah, wakaf,
zakat, infaq, shodagoh, ekonomi syri”ah.
KEKUASAAN PENGADILAN TUN uu no 5/1986
dan uu no 9 tahun 2004.
Mengadili dan memutus sengketa administrasi
negara
Kekuasaan pengadilan militer uu31 / 97.
Memeriksa dan memutus tindak pidana militer
baik tindak pidana murni maupun tindak pidana
campuran.
Cara Mengajukan Gugatan
Gugatan dapat diajukan secara lisan maupun tertulis.
Ketua pengadilan dapat memberi nasehat atau
bantuan pada pihak penggugat saat mengajukan
gugatan agar terhindar dari gugatan yg tidak jelas atau
tidak lengkap (psl 119 HIR dan 143 RBG).
Syrat gugatan (ps psl 8 no. 3 RV memuat:
1. Identitas para pihak ( P dan T) tgl gugatan, alamat P
dan T tdt Penggugat atau kuasa hukmnya.
2. Dalil-dalil konkrit adanya hubungan hukum yg
merupakan dasar atau alasan dari tuntutan
(fundamentum petendi / middelen van den eis atau
Posita )
3. Tuntutan (petitum).

Fundamentum petendi terdiri dari dua bagian:


1. Bagian yg menguraikan ttg kejadian atau peristiwa
(penjelasan ttg duduknya perkara)
2. Bagian yg menguraikan ttg hukumnya. (menguraikan
tentang hak atau hubungan hukum yg menjadi dasar
tuntutan) hubungan hukum ini harus dibuktikan di
pengadilan(ps 163 HIR dan 283 RBG 1865 BW).
Putusan MA 1972 no. 547/K/Sip/1971 perumusan
kejadian materil secaa singkat sudah memenuhi
syarat.
Khusus gugatan mengenai tanah maka putusan MA
tgl 9-7-1973 no. 81/K/Sip/1971 harus menyebut
letak, batas-batas dan ukuran tanah.
Gugatan yg berisi pernyataan yg bertentangan satu
sama lainnya disebut Obscuur libel (gugatan tidak
jelas) maka gugatan ditolak.
Petitum: adalah apa yg penggugat minta agar
diputus oleh hakim, harus jelas,bila tdk sulit
dikabulkan.
• Petitum atau tuntutan hak terdiri dari tuntutan
pokok dan tuntutan tambahan.
Tuntutan pokok adalah yg terutama diminta,
sedangkan tuntutan tambahan diluar tuntutan
poko misalnya:
- Tuntutan agar tergugat dihukum membayar biaya
perkara, harus disebutkan dlm putusan. Kadang
biaya perkara menjd tanggungan bersama bisa
hanya sebagian gugatan dikabulkan.
- Tuntutan agar putusan dilaksanakan lebih dahulu
walaupun ada uapaya hukm (Uitvoerbar bij
voorraad). Hakim tdk boleh memutuskan agar
putusan dilaksanakan lebih dahulu klu ada upaya
hukum jika tdk dimintakan oleh penggugat kr
bertentangan azas hakim pasif.
Pelaksanaan lebih dahulu bisa menimbulkan soal
jika hasil upaya hukum menjadi lain, sulit
memulihkan keadaan.
Ddmikian MA melalui Instruksinya tgl 13 Pebruari
1958 agar hakim jgn mudah mengabulkan
tuntutan ini.
Tuntutan itu dikabulkan jika:
a. Putusan didasarkan pd surat autentik
b. Ada tulisan yg mempunya nilai pembuktian
c. Bila ada putusan hakim yg icrachk namun tahun
1978 melalui SEMA no 3 MA minta agar tdk bleh
laksanakan putusan uitvoobaar bij voorraad. Jika
sita jaminan mencukupi tdk usa laksanakan
putsan lebih dahulu.
Pihak yang Berperkara
Umumnya dua pihak pihak materil yaitu yg beperkara karena
punya kepentingan langsung (phk materil) dan pihak formil
karena merekalah yg beracara dimuka pengadilan.
Kadang juga yg beperkara bukan berkepentingan secara
langsung misalnya wali atau pengampu, bertindak atas
nama sendiri tetapi utk keptngan orang lain. Kadang juga
pihak materil memerlukan seorang wakil utk mewakilinya
misalnya BH. Advokat bukan pihak materil walaupun ia
mewakili kepentingan penggugat.
Semua orang bisa bertindak sebagai pihak kec. Orang sakit
ingatan atau belum dewasa.
Belum dewasa ini di atur dalam berbagai aturan Hukum
perdata (BW) 21 tahun.
• Bila beperkara dgn menggunakan wakil maka
perlu ada kuasa. Dua jenis . Lisan dan Tertulis
(surat kuasa), dalam surat kuasa hars jelas
sejauhmana wewenang penerima kuasa.
Pemberian kuasa bisa lisan dimuka persidangan,
ini banyak kelemahannya .
• Orang yg meninggal ahli warisnya bisa digugat Psl
7, 284 RV, 1194 BW. MA pernah memutuskan
demikian juga.
• Badan hukum sebagai pihak juga dlm perkara
perdata yaitu diwakili pengurusnya.
• Gugatan terhadap badan hukum publik
dialamatkan kpd pimpinan, bila gugatan terhadap
negara maka orang yg mewakili. Misalnya
gugatan terhadap pemerinta RI maka gugatan
ditujukan pada pimpinan Depertemen ybs. Utk
bertindak sebagai wakil atau kuasa dr negara /
Pemerintah adalah:
- Pengacara negara yg diangkat oleh pemerinta
- Jaksa
- Pejabat yg diangkat atau ditunjuk.
Penggabungan Tuntutan
• Dlm perkara perdata terdapat se kurang2nya
dua pihak (P dan T). Bisa penggugat lebih dari
satu dengan satu Tergugat saja (Komulasi
subjektif); Penggugat bisa menggugat lebih
dari satu Tergugat, gugatan model ini Tergugat
bisa keberatan terhadap komulasi subjektif ini.
Tapi bisa juga Tergugat meminta agar
dilakukan komulasi subjektif krn masi ada
hubungan.
• Selain komulasi subjektif ada komulasi
Objektif yaitu penggugat mengajukan lebih
dari satu tuntutan dlm satu perkara.
• Larangan utk komulasi Objektif:
- Gugatan cerai dituntut gabung dgn gugatan
perjanjian.
- Dalam praktek tuntutan itu harus punya
koneksitas.
• Dalam praktek kadang terjadi tiga pihak dalam
satu perkara, yaitu: Penggugat, Tergugat dan
Pihak ketiga. Masuknya pihak ketiga atas
kemauan sendiri untuk mengintervensi atau
campur tangan. Pihak ke tiga ini disebut
Intervient (279-282 RV).
• Ada dua bentuk Intervient:
- Voeging: menyertai
- Tussenkomst: menengahi.
• Voeging : masuknya pihak ketiga membela
salah satu pihak tapi utk kepentingannya.
• Tussenkomst: intervien mengajukan tuntutan
juga. Ia melawan P dan T utk menuntut
kepentingannya. Tujuan mencampuri ini agar
menunjang azas CSBr.
Gugatan Rekonvensi
• Rekonvensi adalah gugatan yg diajukan tergugat
sebagai gugatan balasan terhadap gugatan yg
diajukan penggugat kepadanya. Gugatan ini
diajukan saat persidangan gugatan yg diajukan
penggugat. A gugat B atas pembelian tanah b
gugat kemabli si A untuk melunasi sisa
pemayaran tanah yg belum dilunasinya ditambah
bunga wanprestasi.
• Titik tolak pemeriksaan adalah gugatan pertama.
• Penggugat asal disebut penggugat konvensi
dan bersamaan menjadi Tergugat Rekonvensi,
• Penggugat asal disebut tergugat rekonvensi
pada saat bersamaan ia sebagai penggugat
konvensi.

• Tujuan gugatan rekonvensi yaitu


Kesederhanaan dan hemat biaya dan waktu.
• Secara teoritis tdk ada syarat materil dr
gugatan reconvensi namun dalam praktek
biasanya ditekankan harus ada tautan antara
gugatan konvensi dan gugatan rekonvensi.
Hubungan pertautan itu hrs sangat erat.
• Syarat formilnya: - formulasinya tegas
- hanya penggugat konvensi
yg digugat.
- Tidak dpt menarik semua penggugat konvensi.
- Dilarang menarik sesama tergugat konvensi
menjadi tergugat rekonvensi.
- Diajukan bersama jawaban pertama.
Gugatan rekonvensi dapat dilakukan sebelum
masuk pembuktian Putsan MA no
642/K/SIP/1972.
Larangan gugatan rekonvensi pd tingkat bandng
dan kasasi.,
Gugatan Intervensi
• Ikut sertanya pihak ketiga dlm proses (p 279-282
Rv).
• Voeging: Pihak ketiga menggabungkan diri dgn
salah satu pihak yg beperkara
• Tussenkomst: pihak ketiga tdk memihak salah
satu pihak melainkan membela kepentingannya
sendiri terhadap penggugat dan tergugat.
• Vriwaring: penarikan pihak ketiga dalm satu
proses utk menanggung supaya tergugat dapat
bebas dr penuntutan yg merugikan.
• Cara melkukan gugatan:
• Pihak ketiga datang bisa dgn lisan atau tertulis
meminta kepada majlis hakim utuk
diperkenankan mencampuri proses tersebut dan
ingin menggabungkan diri dgn salah satu pihak
(voeging)
• Gugatan Intervensi ke pengadilan untuk melawan
pihak yg sedang beperkara dengan menunjuk no
perkara yg dilawan, tanpa membayar biaya
perkara tidak diberi no perkara baru.
Gugatan Perwakilan Kelompok (Claas
action)
• Gugatan untuk diri sendiri sekaligus mewakili
kelompok yang memiliki fakta, dasar hukum dan
tergugat yang sama misalnya gugatan untuk
pencemaran lingkungan (Perma no 1/2002.
• Syarat ada perwakilan kelompok (Claa action)
Ada anggota kelompok(Class members).
Landasan utama Gugatan CE adalh adanya asas atau
syrat commonality yaitu prinsip yg berkenaan dgn
fakta, dan dasar hkum dan kesamaan tuntutan
hukm. Atau lasim juga disebut:
• Kesamaan kepentingan ( same interest)
• Kesamaan penderitaan (same grievence)
• Kesamaan tujuan (same purpuse).
Pembuktian
Macam-Macam Alat Bukti:
1. Alat bukti tertulis.
Surat: sesuatu yg memuat tanda2 bacaan
yg dimaksudkan utk mencurahkan isi hati
atau utk menyampaikan buah pikiran
seseorg dan dipergunakan sebagi
pembuktian.
Surat: dibagi atas dua: surat sebagai akta dan
Bukan akata
• Akta dibagi lagi: akta authentik dan akta di bawah
tangan.
• Akta ialah surat sebagai alat bukti diberi tanda
tangan, yg memuat peristiwa yg menjadi dasar
suatu hak atau perjanjian yg dibuat sejak semula
dgn sengaja utk pembuktian.
• Akta authentik akta yg dibuat dlm bentuk yg
ditentukan oleh undang-undang atau dihadapan
pejabat yg berwenang (ps 1868 BW).
• Bila dibuat tdk sesuai ketentauan akta ini bernilai
sesuai akta dibawah tangan.
• Akta dibawah tangan dibuat tdk berdasrkan
undang-undang, tdk bantuan pejabat, dibuat
utk pembuktian bagi para pihak.
Selain akta dimaksusd ada tulisan atau foto
copy ini perlu aslinya.
2. Kesaksian
Saksi adalah orang yg mengalami : melihat,
mendengar jd menduga atau pendapat bukan
tdk bernilai kesaksian.
3. Persangkaan
Persangkaan ini oleh hakim ditarik dari suatu
peristiwa yg diketahui umum.
4. Pengakuan
Pengakuan adalah keterangan sepihak yg
dikemukan kepada hakim utk meyakinkan tentang
suatu peristiwa.
5. Sumpah: suatu pernyataan dgn hikmat yg
diucapkan utk meyakinkan sesuatu dengan nama
Tuhan dgn keyakinan bahwa yg memberi
keterangan tdk benar akan dihukm oleh Tuhan.
Tiga jenis sumpah:
a. Sumpah supletoir: sumpah yg diperintahkan oleh
hakim kr jabatannya kepada salah satu pihak utk
melengkapi pembuktian peristiwa yg menjadi
sengketa sebagai dasar putusannya.
b. Sumpah Aestimatoir sumpah yg diperintahkan oleh
hakim kr jabtannya kpd penggugat utk menentukan
jlh uang ganti kerugian.
c. Sumpah decisoir (sumpah pemuts) sumpah yg
dibebankan atas permintaan salah satu pihak kpd
lawannya. Mungkin kr tidak ada pembuktian sama
sekali sumpah ini dapat digunakan.
6. Pemeriksaan Setempat (Psl 153 HIR).
Pemeriksaan setempat bukan alat bukti tp
pemeriksaan dalam ruanagn dipindahkan ke objek
yang diperkarakan. Utk melihat posisi objek
memastiannya dapat dilihat oleh majelis hakim dan
ppanitera dan para pihak.
7. Saksi ahli: ahli adalah orang yg memiliki
pengetahuan khusus di bidang tertentu. (ordinery
people) demikian spesialisnya sehingga ia bisa
membantu menemukan fakta melebihi kemampuan
orang umumnya.
Kompetensi Mengadili
• Kompetensi absulut: kewenangan mengadili oleh
pengadilan misalnya Pengadilan Negeri,
pengadilan agama, pengadilan militer, pengadilan
TUN.
• Kompetensi Relatif adalah kewenangan mengadili
berdasarkan wilayah (Pengadilan sama tetapi
wilayah berbeda.
Gugatan diajukan di pengadilan dimana tergugat
berdomisili, klu tergugat lebih dari satu maka
penggugat dapat memilih di salah satu tergugat.
• Bila tempat tinggal Tergugat tdk jelas maka
gugatan bisa diajukan di pengadilan tempat
penggugat tinggal.
• Bila gugatan berkaitan dgn benda tetap maka
gugatan itu dapat dilakukan di tempat benda
berada.
Perubahan Gugatan.
• Menurut BRv, Gugatan boleh dirubah namun
tentu tidak bebas karena dapat merugikan
tergugat, mungkin tergugat telah menyusun
jawaban , dan sudah mengeluarkan biaya.
Perubahan dibolehkan namun dibatasi yaitu
boleh merubah atau mengurangi tuntutan
sepanjang pemeriksaan perkara asal tidak
merubah dan menambah dasar dari tuntutan.
Tidak boleh merubah kejadian materil yg
menjadi dasar gugatan.
• Putusan Landraad Purworeja 21 Juni 1937 dan
putusan Raad van Justitie Jakarta 20 Jan 1939
bahwa gugatan boleh dirubah tetap
mempertahankan kejadian materil dan tdk
merugikan tergugat.
Jaminan Hak
• Supaya ada jaminan bahwa barang atau benda yg
digugat tdk dihilangkan atau dipindahtangankan maka
perlu dilakukan jaminan lewat penyitaan (arrest atau
beslag). Penyitaan dalam kondisi ini disebut
Conservatoir beslag (sita jaminan). Barang yg disita tdk
boleh dialihkan. Barang ini bisa barang bergerak dan
tdk bergerak. Permohanan sita ini dimasukan dlm
gugatan.
• Dlm praktek kadang permohonan sita jaminan
dimintakan setelah perkara disidangkan. Jika demikian
Permohonan ditujukan kepada ketua PN dan akan
diteruskan kepada majelis yg memeriksa perkara.
• Kadang juga permohonan penyitaan setelah
banding maka permohonan ditujukan kepada
ketua PN akan diteruskan ke ketua PT dan bila
penyitaan dianggap urgen Ketua PT
memerintakan ketua PN untuk melakukan sita
jaminan ini.
1. Sita Revindicatoir (Psl 126 HIR, 260 RBG).
Penyitaan terhadap barang bergerak milik
penggugat yg berada di tangan orang lain dapat
meminta kepada ketua PN agar barang tersebut
disita. Barang ini milik dari yg meminta
penyitaan itu, dan harus barang bergerak bukan
barang tetap.
Tujuan agar barang ini tdk diasingkan atau
dipindahtangankan. Contoh pinjam motor dan
tdk mengembalikannya setelah ditagih.
• Karena sita jenis ini sudah menilai pokok sengketa
sehingga diajukan pada hakim yg memeriksa
perkara, dialah yg memerintahkan sita Revin. Dgn
penetapan hakim. Dlm penyitaan ini tdk hrs ada
dugaan pengalihan barang, ddmkian tdk perlu
mendengar termohon.
Barang tersebt tetap berada pada termohon atau
bisa ditempat lain yg aman tetapi bukan ditangan
pemohon, termohan dilarang mengasingkan
barang tersebut.
• Bila gugatan penggugat dikabulkan maka
penyitaan dinyatakan sah dan berharga, sehingga
diperintahkan agar barang diserahkan pada
penggugat. Jika gugatan ditolak maka sita
revindicatoir dinyatakan dicabut.
2. Sita Maritaal (Ps 823 RV
Khusus dalam kaitan dgn barang dalam
perceraian perkawinan. Permohonan dikabulkan
tdk perlu dinyatakan sah dan berharga.
Pernyataan sah dan berharga utk kepentingan
Eksekutorial.
• Dulu sita Maritaal merupakan hak khusus itri
untuk mengajukannya, krn dianggap tdk cakap
hukum. Sekarang dgn adanya UU no. 1 /74
bahwa hak dan kedudukan suami/istri sama di
depan hukum sehngga yg berhak meminta
adalah penggugat (S/I); sehingga disebut sita
matrimonial. Barang yg disita bisa barang
bergerak maupun tidak.
• Perkara perdata dapat berlangsung cukup lama
mulai dari PN hingga MA; Untuk mencegah agar
tergugat tidak mengalihkan atau
memindahtangankan barang yg digugat maka
terhadap barang baik bergerak maupun tidak
dapat dimintakan untuk ditaruh dibawah
penyitaan.Sita Conservatoir (Consevatoir
beslaag).
• Kadang barang yg disita tdk sampai dijual karena
Debitur memenuhi prestasi sebelum putusan
dilaksanakan. Penyitaan hanya sebagai tekanan.
Pemeriksaan Persidangan
1. Penentuan hari sidang dan Pemanggilan para
Pihak (Ps 121, 122 HIR. 145,146 RBG). Setelah
perkara diregistrasi. Ketua menunjuk Majelis
Hakim, majelis hakim menetapkan hri sidang.
Yang perlu diperhatikan dlm penetuan hr sidang
adalah: Jarak tempat tinggal dgn tempat sidang.
Waktu pemanggilan adalah: tdk kurang dr 3 hari
artinya 3 hari seblm sidang para pihak sudah
menerima panggilan sah.
• Panggilan oleh Juru sita, panggilan dgn surat,
kepada pihak Tergugat diberikan turunan
Gugatan, Panitra mengingatkan agar gugatan di
jawab sedapat mungkin secara tertulis. Panitra
hrs bertemu ybs, jika tidak panggilan diserahkan
ke Kepdes/Kampung dan segera sampaikan kpd
ybs. Bila tempat tdk jelas maka melalui Bupati
(390 HIR, 718 RBG). Bila tdk hadir di cek
keabsahan panggilan dan dipanggil lagi. Jika tdak
datang akan mendapat sanksi.
2. Pemeriksaan Perkara dlm Persidangan.
Oleh Majelis hakim, seorang ketua dan 2 anggota.
Dibantu seorang panitra atau menunjuk org
tertentu yg disebut panitra pengganti (mencatat
semua hal dlm persidangan). Dibolehkan hakim
tunggal atas ijin ketua PT.
Ketua bertanggung jwb atas tertib dan keamanan
sidang. Ketua bisa mengusir peserta sidang jika
mengganggu.
Tata ruang Sidang
Panitera

HA HK HA

P T

P T

Pengunjung
Perdamaian (Mediasi)
• Dasar hukm Perma no 2 Thn 2003 sekrng no 1
Thn 2008. Psl 130 HIR dan 154 Rbg
Perdamaian.
• Mediator hakim maupun non hakim.
Perdamaian secra tertulis (akta perdamaian)
mencegah pengingkaran.
• Jika perdamaian tdk tercapai di catat dlm BA
persidangan dan dlanjutkan dgn pemeriksaan
pokok perkara.
• Apakh perdamaian hanya sekali dlm sidang
lanjutan bisa berdamai. Dlm perceraian bisa
bekali-kali.
• Sidang pertama biasanya chking identitas
Walaupun para pihak sudah mengatakan tdk
bisa berdamai lagi tapi hakim bisa
mengupayakan lagi. Kemudian mentup sidang
untuk menanti sidang selanjutnya.
• Sidang kedua: Jawaban Tergugat; Jika dapat
berdamai maka gugatan dicabut. Jika tdk
berdamai sidang dilanjutkan. Berdamai bisa
dilakukan para pihak bisa juga dimuka hakim,
Perdamaian dimuka hakim kekuatannya sama
dgn putusan pengadilan.klu ada pihak yg ingkar
janji perkara tdk bisa diajukan lg.
Penyelesaian diluar pengadilan dan ada pihak yg
ingkar janji maka perkara itu bisa diajukan lg.
• Sidang ke tiga (replik) pada sidang ini penggugat
atau kuasa hukmnya menyerahkan replik
(rangkap 3 satu utk hakim, satu utk tergugat dan
arsip penggugat. Replik adalh tanggapan
penggugat terhadap jawaban tergugat.
• Sidangf ke empat (Duplik) tanggapan tergugat
terhadap replik penggugat.
• Klu masih ada tanggapan disebut rereplik dan
tanggapan dari terdugat disebut Reduplik.
• Sidang ke lima pembuktian dr penggugat, Penggugat
mengajukan bukti2 yg menguatkan dalil gugatannya.
Tujuannya melemahkan dalil2 Tergugat. Alat bukti surat
(foto copy) hrs dilegalisir dan dicocokan dengan aslinya
saat sidang berlangsung. Saksi diperiksa setlh
disumpah, hakim mengajukan pertanya pd saksi dan
dilanjutkan olh Tergugat atau kuasa hukmnya dpt
bertanya. Penggugat dan saksi menjawab pertanyaan-
tersebut. Penggugat dapat bertanya pada saksi.
Perdebatan dibawah kendali hakim.
Saksi tdk bolh masuk sebelum dipanggil.
• Sidang utk pembuktian sesuai kondisi bisa
sekali atau lebhi.
• Sidang pembuktian (Tergugat). Proses
persidangan sama dgn pemerisaak pada
pembuktian penggugat.
• Sidang berikut adalah penyerahan kesimpulan
oleh kedua pihak.
• Sidang berikut pembacaan putusan.
• Setelh putusan dijatuhkan hakim bertanya
kepada para pihak tentang sikapnya menerima
putusan atau menggunakan upaya hukum
banding.
• Waktu banding selama 1 hari sejak putusan
dibacakan.
Putusan Hakim
• Putusan hakim didasarkan pada pemeriksaan
berkas2 yg diajukan oleh penggugat dan tergugat,
serta pembuktian yg diajukan dalam persidangan.
• Putusan nharus objektif hal ini harus nampak
dalam pertimbangan putusan.
• Isi putusan hakim:
1. Kepala putusan
2. Nomor registrasi
3. Nama pengadilan yg memutus
4. Identitas para pihak.
5. Tentang duduk perkara
6. Pertimbangan hukm atau considerans
7. Amar atau diktum
8. Penandatanganan.
Perihal Acara Istimewa
• Gugur dan Perstek
• Gugatar gugur jika semua penggugat sudah
dipanggil secara wajar tp tdk hadir. Gugr bisa
gugat lagi.
• Jika tergugat dipanggil tdak hadir perstek. Upaya
hukm yg bisa dilakukan adalah verzet. Sidang
pertama hadir selanjutnya tdk lagi putusan
contradictoir.
• Putusan perstek perlu diberitahukan pd tergugat
dan diberitahu juga bhw ia berhak verzet.
Upaya Hukum
• Upaya hukum digunakan karena ketidakpusan
salah satu pihak terhadap putusan.
• Upaya hukum Bisa: - Banding
- kasasi
Upaya hukum Luar biasa: PK, dan Darden Verzet.
Banding:
Banding dilakukan oleh pihak yang kalah, Objek
banding Putusan PN
Yang mengajukan banding disebut pembanding
lawannya disebut Terbanding.
• Bandng jangka waktu 14 hari sejak sehari sesudah putusan
dibacakan. Atau sejak putusan diberitahukan pada phk
yang bersangkutan.
• Pembanding hrs membuat memori banding, jawaban
terhadap memori banding disebut kontra memori bandng.
Memri dan kontra momori bandng dikirim melalui
pengadilan yg memutus perkara. Klu penggugat yg
mengajukan banding maka dia sebut dirinya pembanding
yg semula penggugat dan Terbandng semula Tergugat.
• Yg mengajukan bandng tergugat maka dia sebut dirinya
Pembandning semula Tergugat lawannya adalah terbandng
semula penggugat.
• Sidangnya disebut sidang tingkat ke dua.
Putusanya: bisa menguatkan putusan PN,
Membatalkan dan menjatuhkan putusan
sendiri.
KASASI
Objeknya putusan PT
Pemeriksaan di PN dan PT disebut Judex Factie
klu MA Judex Jure. Penekanan pemeriksaan
adalah pada penerapan hukmnya.
• Jangka waktu kasasi 14 juga, (7 hari sampaikan
memori kepemohon dan 7 hari ke lawan)
wajib menyampaikan memori kasasi.
• Ada kontra memori kasasi.
• Isi memori kasa: - Judex factie tdk berwenang
dlm putsan, - melampauai wewenang, tdk
memenuhi syarat perundangan, judx factie
salah menerapkan atau melanggar hukm.
Putusan MA
• Permohonan kasasi tidak dapat diterima,
permohnan lwt waktu, tdk menyampaikan
memori kasasi/terlambat sampaikan,
• Permohonan kasasi titolak: jika alasan seputr
pembuktian fakta sj (ini sdh lwt kr wewnang
judex factie)
• Permohonan dikabulkan, alasan dibenarkan
MA batalkan putusan yang dimohonkan
kasasi.
PK (Herziening)
• Yg berhak ajukan PK adalah pihak yg beperkara.
Atau pihak yg berkepentingan ahli waris.
• Alasan PK kr putusan didasarkan pd kebohongan/
tipu muslihat yg diketahui setelh perkara diputus.
Atau berdasarkan bukti palsu diputuskan dlm
perkara pidana. Ada bukti autentik sebelumnya
tdk diketahui.Ada pertentangan putusan satu
dengan lainnya.
• Adanya Novum
Dader Verzet

Dader verzet (perlawanan pihak ketiga) bila ada


putusan yg merugikan pihak ketiga. Misalnya
perlawanan terhadap sita censevataoir maupun
Executoir beslag. Perlawanan ini ditujukan pd
hakim yg memutus perkara dengan menggugat para
pihak ybs. Jika perlawanan dikabulkan maka
putusan yg dilawan diperbaiki sepanjang merugkan
pihak ketiga.
• Eksekusi
• Eksekusi adlah pelaksanaan hkim putusan dlm sengketa
perdata.
• Dalam putusan harus ada perintah eksekusi.
• Eksekusi dilaksanakan jika perkara inkracht van gewijsde.
• Pelaksanaan bisa sukarela, kadang pihak yg kalah tdk mau
melaksanakan.
• Perlu bantuan pengadilan melaksanakan secara paksa.
• Pihak yang menang harus ajukan permohonan eksekusi
• Berdasarkan itu ketua pengadilan memanggil dan menegur
pihak yg kalah, teguran 8 hari oleh jurusita PN (P 196 HIR, 207
RBG).
• Setelah lewat waktu tdk diindahkan maka
ketua PN kr jabatannya dapat memerintahkan
agar putusan hakim dapat dilaksanakan dgn
paksa.
• Bila perlu dgn bantuan alat negara.