Anda di halaman 1dari 67

TATA KELOLA

UNIT PEMBANGKIT
ACTION PLAN
Pedoman Tata Kelola Unit Pembangkitan PJB
KINERJA
KONTRAK Keuangan : Pendapatan, Biaya Produksi
KINERJA Operasi : EAF, EFOR, Efisiensi
Mengukur Lead &
Balanced Lag Indikator untuk
memastikan
Scorecard kesesuaian Program
Continuous dengan Kinerja
RKAP
GENERATION PLAN Improvement

Continous
Improvement
meliputi Physical
Manajemen Risiko Asset, Knowledge
Asset dan Human
Reliability Optimasi Outage Asset
Improvement WPC Management Continuous
Improvement
Supply Chain Efficiency
EAMS & ME
Management Management

SMM, SML, SMK3


Work Culture
Tata Kelola Unit Pembangkitan

 PJB dipandang telah berpengalaman


dalam mengoperasikan unit pembangkit
(PLTU, PLTG, PLTGU dan PLTA), tetapi
belum sepenuhnya menerapkan kaidah-
kaidah pengelolaan yang terstruktur,
sistematis dan terintegrasi.
Asset Management Sebagai Program
Utama Perusahaan
MOP Atlas
HUMAN ASSET

P5 PEOPLE
& WORK CULTURE

PHYSICAL ASSET
KNOWLEDGE ASSET
Penjabaran
Stake Holder Exp.

PJB
CORPORATE
STRATEGY
ekspektasi CASCADE STRATEGY

GRESIK M KARANG PAITON MTAWAR CIRATA BRANTAS PROGRAM & KPI


STRATEGY & STRATEGY & STRATEGY & STRATEGY & STRATEGY & STRATEGY &
MANAJER
PROG & KPI PROG & KPI PROG & KPI PROG & KPI PROG & KPI PROG & KPI

ekspektasi

PROGRAM & KPI PROGRAM & KPI PROGRAM & KPI PROGRAM & KPI PROGRAM & KPI PROGRAM & KPI PROGRAM & KPI PROGRAM & KPI PROGRAM & KPI
DM OPERASI DM SDM DM ENJINIRING DM HAR DM KLK3 DM UMUM DM UMUM DM UMUM DEPUTY MANAJER

ekspektasi

PROGRAM & KPI PROGRAM & KPI PROGRAM & KPI PROGRAM & KPI PROGRAM & KPI PROGRAM & KPI
SPV RENDALHAR SPV PM SPV PdM SPV CM SPV INVTR CTRL SUPERVISOR
PROSES BISNIS PEMBANGKITAN
The Big “O” Process

MAINTENANCE :
STAKEHOLDERS • Id Work
• Shareholder • Plan
• Government • Schedule
• Customer/Buyer • Execute
• Community OPERATION : • Checck/Trend
Rencana Produksi &
• Employees • Plan • Close/Archive
• Suppliers • Execute

Demand
• Checck/Trend

Support
• Feedback/Adjust
STRATEGYC PLAN
Biaya

LONGTERM PLAN ENGINEERING :


• Id Gap
• Analyze
YEARLY PLAN • Id Solution
(RKAP) • Improve
• Capital Project

Realisasi /
Feedback

SUPPORT:
SDM, KEUANGAN, LK3, AUDIT/COMPLIANCE,
PENGADAAN, DSB
GENERATION PLAN

 Tatakelola yang fokus pada performance Unit


Pembangkit di tiap level manajemen
 (Manajer, DM dan Supervisor)

 Performance Manajemen berdampak


langsung pada performance unit
Dasar perencanaan Generation Plan
Perencanaan dilakukan dengan
 Mempertimbangkan plant history
 Prediksi kondisi plant dan equipment
 Target pencapaian kinerja
 Usaha realistis yang harus dilakukan
 Melibatkan seluruh jajaran Manajemen (s/d Spv)
 Tujuan fokus dan terintegrasi ke performance
unit
 Indikator kinerja yang tercascade secara
sistematis
 Menjamin agar keberhasilan dapat berkelanjutan
Fungsi Generation Plan

 Merupakan implementasi strategy pada setiap level manajemen


 Agar setiap fungsi memahami peran dan tanggung jawabnya
dalam mendukung goalnya Unit Pembangkit
 Mengarahkan setiap fungsi untuk fokus pada KPI nya
 Merupakan penyelaras (alignment) antar fungsi
 Memberikan pemahaman bahwa semua fungsi memiliki tujuan
bersama

Generation Plan membutuhkan update dan penajaman untuk


memastikan conformance (memiliki kesesuaian) dengan
pencapaian kinerja unit
Pembuatan Generation Plan

MANAJER
KONTRAK
LAGGING
KINERJA
INDICATOR

DM
LEADING LAGGING
RKAP
INDICATOR INDICATOR
SPV

LEADING LAGGING
INDICATOR INDICATOR

LEADING
INDICATOR
Manajer Deputy Manajer Super visor Executor

Lagg •Pendapatan
•HPP

•EAF.
•EFOR DM Har
Lead •Efisiensi Lagg
•Kesesuaian Spv Rendal Har
anggaran •Mengendalikan WO Backlog
•Quality control •Perencanaan WO Urg,Norm,Tunngu
•Renc.Annual inspection part
Lead = Lagg •Identifikasi skoop dan material
•Laporan kebutuhan kegiatan OH
•Laporan ketersediaan sp part/matl
•Laporan hasil pelaksanaan OH
•Lap.hasil pembahasankesiapan OH
•Laporan progres OH
Lead
DM Eng
Lagg Enjinir
Laporan progress penanganan
kerusakan yang berulang
Rekomendasi penyelesaian (solved
•Chronic problem
problem) kerusakan berulang
Lead = Lagg Membuat pareto Analysis berdasarkan
maintenance cost untuk chronic
problem

Lead
Risk Management Process
Manajemen Risiko
Reliability Optimasi Outage
Improvement WPC Management

Supply Chain Efficiency


EAMS & ME
Management Management
SMM, SML, SMK3
Work Culture

Establish context Decide the risk assessment


structure

MONITOR & REVIEW


Identify risks Source of risk
Examples of risk

Likelihood and consequence


Analyse risks
ratings

Compare against criteria – set


Assess risks risk priorities

Identify & rate existing controls –


Assess controls prescribe alternative controls
Manajemen Risiko
RELIABILITY IMPROVEMENT Reliability
Improvement
Optimasi Outage
Management
WPC
Supply Chain Efficiency
EAMS & ME
Management Management
SMM, SML, SMK3
SERP & Equipment Audit FMEA RCFA
Work Culture
•Tim MOP
- Engineering •Engineering
•System Owner - Har Rutin / UHAR •Har Rutin / UHAR
- Rendal Op •Rendal Op
Chronic Problem - Operator •Operator
• System Owner
• Operator
PM & PdM Failure Defense Task
• Engineering
- HAR Rutin • Har Rutin / UHAR

OH & Project
- Rendal HAR Work Order
- UHAR
• Rendal Har
Incident Log Sheet
- Operator

Y CR PM PdM PaM OH &


Keandalan • Engineering Project
Meningkat • Har Rutin • Har Rutin • Har Rutin • Har Rutin • UHar
T

Data Evaluation WO Close & Documentation


(MTBF, MTTR dll) • Rendal Har
• Rendal Har
Manajemen Risiko

Outage Manajemen
Reliability Optimasi Outage
Improvement WPC Management

Supply Chain Efficiency


EAMS & ME
Management Management

Framework Manajemen OH
SMM, SML, SMK3
Work Culture

R1 R2 R3
(18 bln) (12 bln) (6 bln) P1 P2 P3 P4
(3 bln) (2 bln) (1 bln) (1 mggu)

OH

Rencana Rencana
Anggaran & Material + PLANNING
Scopes Scopes Complete, SHUT
Detail Detail DOWN
Planned Scopes
Locked
Peta Resiko Peta
R1 Resiko R2 Peta Resiko R3 SINKRON

PERFORMANCE
(1minggu)
Rencana
Sumber Daya Rencana
& Lingkup PLANNING PRESENTASI (2
Penyediaan minggu)
tambahan Sumber Daya & Resources Kick Of Delivery
lingkup Complete & Meeting Material
Peta Resiko P1 Evaluasi
tambahan Scopes Tim OH Complete
Locked Laporan,
Peta Resiko P2 Peta Resiko Peta Resiko Rekomendasi &
Peta Resiko P4-1 P4-2 Planning hasil
P3 OH
(1 bln)
Manajemen Risiko

Outage Manajemen
Reliability Optimasi Outage
Improvement WPC Management

Supply Chain Efficiency


EAMS & ME
Management Management

Framework Pelaksanaan OH
SMM, SML, SMK3
Work Culture
Performance
test

Shut Disassy Inspection Assembly Individual Interlock Start up Sinkron Performance


down test test test

Safety, Prosedur
Safety & & IK,
Working Penggantian,
permit, IK Pengukuran, Lembar Checklist hasil
harus siap, kalibrasi, Visual pengukuran, assembly, Hasil Individual
Cooling isolasi check, standard standard & pengukuran, test, Prosedur Hasil Interlock
Down & peralatan, & tolerance, QC tolerance, QC Prosedur & IK, & IK, QC check test, Prosedur
Pre-test QC check check check QC check & IK
Peta Peta Peta Resiko Peta Resiko Peta Resiko Peta Resiko Peta Resiko
Resiko Resiko
Manajemen Risiko
Reliability Optimasi Outage
SUPPLY CHAIN MANAGEMENT Improvement WPC Management

Supply Chain Efficiency


EAMS & ME
Management Management
SMM, SML, SMK3
Work Culture

Peran Inventory Control dalam Manajemen Material


Manajemen Material

Perencanaan Har & Op Tepat


Kwalitas
Inventory & Catalogue

Tepat Keandalan
Kwantitas dan
Pembelian / Purchasing Inventory Control Efisiensi
Tepat Produksi
Rekanan / Suplyer

Waktu

Tepat
Harga

Pergudangan / Wherehouse
Manajemen Risiko
Reliability Optimasi Outage
Improvement WPC Management

Supply Chain Efficiency


SUPPLY CHAIN MANAGEMENT Management Management
EAMS & ME

SMM, SML, SMK3


Work Culture
MEKANISME KERJA
MANAJEMEN MATERIAL

USER TERKAIT
RENDAR HAR / OP
MITRA KERJA
Pengambilan
OPERASI, CORECTIVE Iss. Req.(IR)
(SUPLYER)
PREVENTIVE, PREDIKTIVE PT , CV, UD, KOP
Setting ROP &

ISS PERGUDANGAN
Pelayanan
ROQ
RKAP,
SKI

INVENTORY CONTROL RO Store


PROSES PENGADAAN
RO Store TIM PENGADAAN
RO Buy
RKAP Proses to
(Usulan Pengadaan) TIM HPS
SKI
TIM PEMERIKSA
Manajemen Risiko

Efficiency Manajemen
Reliability Optimasi Outage
Improvement WPC Management

Supply Chain Efficiency


EAMS & ME
Management Management
SMM, SML, SMK3
Work Culture

EFISIENSI IMPROVEMENT

Performance EFISIENSI & KAPASITAS MAKSIMUM


Monitoring

KONDISI PENGATURAN LOAD KUALITAS/JENIS


MESIN OPERASI FACTOR BAHAN BAKAR

Failure Defense Task:  Up Date SOP  Konfigurasi  Improve Kualitas bahan


Rekomendasi  PM, OH, PaM dan pola bakar
Restore The  Cost Benefit Analysis operasi efisien

Function

 Failure Mode & Effect  Review SOP  Strategi FMEA & RCFA peralatan
Analysis pembebanan bahan bakar (Storage,
Identify Treatment, Supply
 Root Cause Failure  Koordinasi
Problem Analysis Niaga, ME, P3B System dll).
Solving  Equipment Audit
Manajemen Risiko

Optimasi WPC
Reliability Optimasi Outage
Improvement WPC Management

Supply Chain Efficiency


Work Planning Control - Concept Management Management
EAMS & ME

SMM, SML, SMK3


Rendal Work Culture
Planning
ILS (Incident Log Sheet) Har
• Semua masalah yang
• Daily Planning Har
• Weekly Planning Execution
berkaitan dengan • PM, PdM, CR, EM
• Monthly Planning
Reliability, Availability, • OH, RP
• Quarterly Planning
Efficiency baik secara • Contractor
• Yearly Planning (5
langsung maupun tidak.
yearly)

Rendal Hystory
Op 1. Pyisical Asset :
• Failure Mode
• Component Failure
• Failure Cause
• Failure Repair
Continous Improvement • Failure Freqwency
• Problem Solving 2. Non Physical Asset :
• Opportunity • Mean Time Between
Improvement Failure (MTBF)
Enjiniring • Mean Tme To Repair
(MTTR)
• Cost
• Trend Graph
• Skill & Knowledge
• Instruksi Kerja (SOP)

Lampiran

Key Success WPC


Sasaran Jangka Panjang Perusahaan
Kinerja Operasional
Jenis Present Best Cost
PJB Producer
Reactive 60% 10%
Preventive 33% 25 - 35%
Predictive 5% 45 - 55%
Proactive 2% 5 - 15%

Present Best Cost


Producer
TAHAPAN KEGAGALAN

kondisi yang bisa mendorong terjadinya


Conditional kerusakan – misalnya pelumas tercemar
air, konduktifitas air tinggi

Incipient mulai terbentuk kerusakan – misalnya


akibat pelumas kehilangan fungsinya,
terjadi gesekan metal-to-metal
Impending muncul gejala – dengan analisis vibrasi
diketahui adanya frekuensi kegagalan
bearing/bearing failure frequency
Precipitous
telah terjadi kerusakan tidak fatal, bisa
diperbaiki
Catastrophic
kerusakan fatal terjadi – bearing rusak,
shaft macet, unit tidak berproduksi
End of Life
MAINTENANCE
MOP Best Practices merubah pola pikir dari bekerja tidak taktis menjadi taktis

kondisi yang bisa mendorong terjadinya


Conditional kerusakan – misalnya pelumas tercemar
Preventive
air, konduktifitas air tinggi

Tactical
Incipient Predictive
mulai terbentuk kerusakan – misalnya
akibat pelumas kehilangan fungsinya,
Proactive
terjadi gesekan metal-to-metal
Impending muncul gejala – dengan analisis vibrasi
diketahui adanya frekuensi kegagalan
bearing/bearing failure frequency
Precipitous
telah terjadi kerusakan tidak fatal, bisa
Corrective

Tactical
diperbaiki

Non
Catastrophic /Reactive
kerusakan fatal terjadi – bearing rusak,
shaft macet, unit tidak berproduksi
End of Life
Vibration
Analysis
Portable &
Wireless

Ultrasonics
On-Line
Condition Laser
Monitoring Alignment
ODBC
software

Motor
Diagnostics Balancing
CMMS

Infrared
Thermography
Tribology
Action Plan Membangun Sistem Owner

JADWAL
NO KEGIATAN 2006 2007 PIC
Nop Des Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agt Sept Okt Nop Des
1 Menetapkan BSJ (Bagan DIT SDM Kantor Pusat
Struktur Jabatan)
2 Membuat Buku Panduan VP Enjinering
Sistem Owner
3 Sosialisasi tugas, tanggung VP Enjinering
jawab, definisi
4 Mengelompokan peralatan Spesialis Enjinering
dalam sistem
5 Menentukan prioritas Spesialis Enjinering
6 Menentukan / menunjuk calon Manajer Unit
personil sebagai Sistem Owner
7 Membuat format-format laporan, VP Enjinering
monitoring, komplain dsb.

8 Mengumpulkan data spesifikasi System Owner


peralatan, riwayat pemeliharaan,
standard job dsb.

9 Membuat Basic Comunication VP Enjinering


10 Sharing meeting
- Tingkat unit Spesialis Enjinering
- Antar UP VP Enjinering
11 Pendampingan VP Enjinering
Action Plan Empowering Fungsi Engineering

JADWAL
NO KEGIATAN 2006 2007 PIC
Nop Des Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agt Sept Okt Nop Des
1 Mereview ulang task-task PdM, Spesialis Enjinering
PM melalui kegiatan RCFA &
FMEA sesuai prioritas (MPI)
2 Menetapkan dan mengisi Manajer Unit
personil komponen analis
(Mekanikal, Elektrikal, Kontrol
Instrument) dan Knowledge
Owner
3 Peningkatan kemampuan :
- Training (problem solving, vib DM SDM
analysis, tribologi, motor current
analysis, thermography)

- Sharing meeting
- Tingkat unit Spesialis Enjinering
- Antar UP VP Enjinering
- Pendampingan VP Enjinering
4 Melengkapi tool PdM : DM HAR / Spesialis
- Vibrasi Enjinering
- Motor Current Analisys
- Infra Red Thermography
- Tribologi
5 Assesment pencapaian maturity VP Enjinering
level
Action Plan PdM
No Program Action Plan PIC Waktu

Pengadaan Tool:
M UP MKR , M.UP
- Oil Analyzer TW II Th 2007
- Motor Current Analyzer MTW & M.UP PTN
Penyediaan Tool
1 Pengadaan Tool:
utama
- Oil Analyzer M. UP CRT & M.
TW III Th 2007
- Motor Current Analyzer UP BRT
- IR Thermograph

1. Boiler: Melakukan RLA


2. Turbine: Memasang Online Diagnostic &
melukukan RLA
Pengembangan 3. Generator: Assessment & monitoring
2 Scope PdM pada Partial Discharge. M. UP Mulai Th 2007
Main Equipment 4. Transformer: monitoring kondisi oil
5. Battery: monitoring kapasitas
6. Diesel EG

Transfer knowledge dari SDM yang punya kemampuan


lebih ( Teguh W, Wahyu Basuki dan Eddy Sudono) ke TW I – TW II
VP Enjiniring
Unit lain Th 2007

Pendampingan Praktek oleh mitra / konsultan VP Enjiniring TW I – TW II, 2007

Training advanced sesuai dengan gap kompetensi


M. UP Mulai Th 2007
masing-masing orang.

Benchmarking ke Perusahan luar PJB M. UP Mulai Th 2007


Meningkatkan
3 Sertifikasi PdM M. UP Mulai Th 2007
kompetensi SDM,
Keterlibatan Manajemen dalam hal:
1.Menghargai eksistensi PdM
2.Mereview / menyempurnakan KPI dan gapnya M. UP Mulai Th 2007
3.Meningkatan disiplin dan konsistensi
4.Menjaga profesionalisme PdM

Membuat Multimedia PdM (Visualisasi) untuk


mendorong continuous improvement (PdM menjadi – VP Enjiniring TW III th 2007
way of thinking & way of working)
Action Plan & Jadwal REVIEW IK
ACTION PLAN IMPLEMENTASI
MANAGEMENT OUTAGE UNIT PEMBANGKITAN

2006 2007
NO. KEGIATAN PIC
DES. TW I TW II TW III TW IV

1 SK DIREKSI M UBHAR

M UBHAR &
2 SOSIALISASI SK DIREKSI
VP RISK MAN.

JADUAL PELAKSANAAN UBHAR, UP,


3
MANAGEMENT OVERHAUL ROP

WORK PACKAGE UP, UBHAR,


4
MANAGEMENT OVERHAUL UHAR

PEGENDALIAN PELAKSANAAN OWNER


3
MANAGEMENT OVERHAUL PENGENDALI

Note: Pencapaian implementasi bisnis proses


• 50 % , akhir tahun 2007
• 85 % , akhir tahun 2008
• 100 %, diemester I tahun 2009
Jadwal Action Plan Manj Matrl
Pelaksanaan
No Kegiatan Owner Agent Keterangan
TW IV ('06) TW I TW II TW III TW IV
1 Dibuat klausul kebijakan material dalam SK Direksi
yang akan datang.
2
Perbaikan kesamaan antara flowchart & klausul.
3
Mencantumkan dalam format & alur proses dalam
inventory policy, bahwa bila proses sudah
M Hukum Tim Revisi Desember 2006
dilimpahkan ke SDPAP/UBHAR, maka sudah
menjadi wewenang SD PAP/UBHAR sepenuhnya.
4
Direktur Produksi mempunyai wewenang pada
kasus-kasus tertentu tentang perbedaan antara
anggaran RKAP dan rencana harga pembelian
serta perbedaan lead time.
Jadwal Action Plan, lanjutan………….

Pelaksanaan
No Kegiatan Owner Agent Keterangan
TW IV ('06) TW I TW II TW III TW IV
5 Perbaikan katalog tersentralisir.
6 Inventory control membuat laporan proses
perencanaan & pengendalian kebutuhan material
setiap minggu sekali dilaporkan dalam forum Agus N, M
material. Huda,
7 UP melakukan forum material setiap minggu MROP, Tejo S,
Mulai Des.'06
dengan anggota rapat : Inv. Control, purchasing, MUP Inv
gudang dan rendal har. Control
8 Sosialisasi & pendampingan pelaksanaan. UP
9 Pengelompokan material :criticality,availability,
usage.
10 Eksekusi seting ROP/ROQ secara bertahap.
11 Agus N, M
Diskusi rakor material, dengan agenda membuat MROP Huda, Januari '07
skema kontrak payung yang menarik. Tejo S
12 Membentuk tim HPS, dengan melekatkan pada Tim HPS Bagi unit yang
MUP
fungsi corenya. Unit belum
13 Sosialisasi dan pendampingan Mulai Des.'06
Agus N, M
14 Mengadakan forum material tingkat unit 1 minggu (rutin Mingguan)
Huda,
sekali
MROP, Tejo S,
15 Mengadaan forum material tingkat PJB setiap 3
MUP Inv
bulan.
Control
16 Sertifikasi Inventory control, pengadaan.
UP
17 Penambahan Inventory control personel.
ACTION PLAN EFFICIENCY IMPROVEMENT
Action Table Plant Manager UP Brantas

No Aim CSF Pemilik Kegiatan KPI Agen

1 Pendapatan Plant Plant availability EAF 97.03% DM Har / DM


Manager Eng

Plant reliability EFOR 0.24% /SdOF DM Har / DM


Eng
2 Plant Efficiency Plant Water management Tidak ada air DM Ops
Manager limpas

3 Biaya Plant Material Management Kesesuaian DM Har


Pemeliharaan Manager Anggaran
Pengadaan Kesesuaian DM Umum
Anggaran

4 Biaya SDM & Plant Melengkapi SDM Terisi tanggal … DM SDM


Adm Manager sampai dgn level Spv
Action Table DM Op Har UP Brantas
No Aim CSF Pemilik Kegiatan KPI Agen

1 Plant Availability DM Op Har Melaksanakan pemeliharan MO (>20MW) = 40 hr Spv Pemeliharaan


tahunan sesuai kesepakatan. MO (<20MW) = 30 hr Distrik
GI = 10 Hr
AI = 5 hr
DM Op Har Meningkatkan man hour Meningkat 10% / bulan Spv Rendalhar
pemeliharaan terencana (tactical
maintenance)
DM Op Har Waduk tahunan : (+ 0,5meter) Spv RendalOp

Mengatur pola dekade 10 harian


operasi /pemanfaatan Waduk
Tahunan
2 Plant Realiability DM Op Har Quality assurance : Selama 6 bulan setelah Spv Pemeliharaan
Meningkatkan kwalitas hasil inpection tidak terjadi Distrik
pekerjaan gangguan, untuk item-
item dalam scope
inspection.

3 Skill dan kompetensi DM Op Har Pembinaan team work minimal sekali setiap Kepala Distrik
SDM minggu setiap hari
Jum’at.

Melakukan mapping jumlah dan Dilakukan setiap 6 DM SDM


skill karyawan bulan
Action Table Spv. Rendal Har UP Brantas

No Aim CSF Pemilik Kegiatan KPI Agen

1 Kelancaran Spv. Membentuk Tim inspeksi Terbentuk minimal 1 Spv.


pekerjaan Rendal bulan sebelum Rendal
Inspection Har pelaksanaan. Har

Identifikasi scope tambahan sebelum Minimal 6 bulan sebelum Spv.


pelaksanaan inspeksi. inspection Rendal
Har

Identifikasi material khusus (spesific) Minimal 6 bulan sebelum Spv.


sebelum pelaksanaan inspeksi. inspection Rendal
Har

Melengkapi seluruh standar job inspeksi Selesai September 2006 Spv.


dengan standard commisioning test Rendal
record. Har

2 Plant Realiability Spv. Meningkatkan maintenance mix Jumlah peningkatan scope Spv.
Rendal PdM/PM (manhour):5% / Rendal
Har bulan Har
Action Table Spv. Rendal Ops. UP Brantas

No Aim CSF Pemilik Kegiatan KPI Agen

1 Plant Availability Spv. Penetapan dan distribusi kesepakatan Selesai tepat waktu Spv.
Rendal pola operasi tiap musim (pada Desember Rendal
Ops. dan Mei). Ops.

Membuat perencanaan pengoperasian Ketidaksesuaian antara Spv.


pembangkit berdasar pada RDM RDM dengan aktual per Rendal
mesin pembangkit Ops.
maksimal 10%.

Memberikan rekomendasi dari analisa Seminggu sekali Spv.


kesesuaian antara RDM dengan aktual Rendal
per mesin pembangkit. Ops.

Memberikan rekomendasi dari analisa Seminggu sekali Spv.


inflow. Rendal
Ops.

Melakukan koordinasi dengan Jasa Tirta Sedimen sesuai referensi Spv.


desain Rendal
Ops.
Action Table Spv Har Distrik A – E UP Brantas

No Aim CSF Pemilik Kegiatan KPI Agen

1 Plant Realibility Spv. Har. Mengerjakan WO Corrective sesuai SOP WO Backlog Corrective Spv. Har.
untuk
 WO Urgent
Maks. 7 hari
WO Normal
Maks. 4 minggu
Melaksanakan wo PM dan PdM sesuai Kesesuaian 100 % Spv. Har.
jadual

Mengisi feedback pekerjaan dengan Semua WO selesai sudah Spv. Har.


lengkap. lengkap dengan
completion comment

Melaksanakan inspeksi sesuai jadwal. Durasi sesuai rencana Spv. Har.

Memberikan rekomendasi berdasarkan minimal 2 setiap minggu. Spv. Har.


pelaksanaan PM/PdM
Action Table Spv. Produksi UP Brantas
No Aim CSF Pemilik Kegiatan KPI Agen

1 Plant Realiability Spv. Prod. Melaksanakan Patrol Chek Tidak ada permasalahan Spv. Prod.
yang tidak teridentifikasi
oleh ILS

Kesesuaian dengan SOP Spv. Prod.


(checklist terisi penuh).

Melakukan analisa terhadap parameter Jumlah rekomendasi dari Spv. Prod.


operasi dan memberikan hasil analisa parameter
rekomendasi/WO operasi minimal 2 tiap
minggu (berupa
perubahan SOP atau
permintaan pemeliharaan)

Membuat rencana pembebanan (RDM) Kesesuaian rencana Spv. Prod.


pembebanan (RDM)
Mingguan & Bulanan
minimal 95%.

Membuat laporan pengusahaan diselesaikan paling lambat Spv. Prod.


tanggal 2 setiap bulan.

Melakukan komunikasi dengan PJT dan Kesesuaian dengan Spv. Prod.


P3B kesepakatan pola operasi
per dekade + 0,5meter
Action Table Spv. Inventory UP Brantas

No Aim CSF Pemilik Kegiatan KPI Agen

1 Meningkatkan Spv. Inv. Meneruskan / merencanakan Service Level untuk Spv. Inv.
service level usulan pengadaan barang dari material operasi (misal:
user pelumas, carbon
brush, recording
paper, dll) adalah
99,9%.
Service Level untuk Spv. Inv.
material inspeksi
(scope standar dan
tambahan) adalah
99.9%
Perbandingan PO item Spv. Inv.
stock dengan non
stock minimal 80%.
(material
Pemeliharaan)

Semua stock item Spv. Inv.


memiliki ROP / ROQ
sebelum Oktober
2006.
Action Table Koord. Engineering UP Brantas
No Aim CSF Pemilik Kegiatan KPI Agen

1 Continuous Koord. Eng. Menyelesaikan Engineering Minimal 80 % selesai Koord. Eng.


Improvement & Plant Change Proposal sd FDT
Reliability
Koord. Eng. Memberikan rekomendasi teknis Minimal 50% (Kualitas Koord. Eng.
tim engineering yang terlaksana dan kuantitas)
sesuai harapan
Koord. Eng. Melaksanakan SERP 2 PLTA / bulan Koord. Eng.

Koord. Eng. Menyelesaikan Failure Defense 2 Equipment / (bulan * Koord. Eng.


Plan (FMEA, RCFA dan Task distrik)
Execution) untuk top 10%
equipment
Koord. Eng. Melakukan analisa Pareto setiap 3 bulan Koord. Eng
Analysis pada permasalahan unit

Koord. Eng. Melakukan CBA (Cost Benefit 1 CBA / bulan Koord. Eng &
Analysis) Rendal Op

Koord. Eng. Melakukan RCFA untuk WO Jumlah WO korektif Koord. Eng.


corrective yang dilakukan RCFA
minimal 4 / bulan

2 Skill dan Kompetensi Koord. Eng. Melakukan mapping jumlah dan Dilakukan setiap 6 Koord. Eng.
SDM skill karyawan bulan
Action Table Spv Procurement UP Brantas
No Aim CSF Pemilik Kegiatan KPI Agen

1 Manajemen Material Spv. Melaksanakan proses Kedatangan material Spv. Procurement


Procurement pengadaan sesuai prosedur inspeksi dan material
umum minimal 1 bulan
sebelum pelaksanaan
inspeksi.

Internal proses PO Spv. Procurement


maksimal 35 hari.

Sesuai RKS Spv. Procurement

Laporan penilaian Spv. Procurement


kinerja suplier setiap 6
bulan.
Action table DM SDM & ADM UP Brantas
No Aim CSF Pemilik Kegiatan KPI Agen

1 Skill and DM SDM Membuat Kesesuaian Selesai September Spv Administrasi


Competency qualifikasi pejabat dengan 2006 SDM
persyaratan jabatan. (metode
checklist dan pembobotan)
Melaksanakan Training sesuai Tidak ada pelatihan Spv latbang
TNA (Traning Need Analysis) yang tidak sesuai
dengan TNA
HOT 4 hari
Melaksanakan Sertifikasi Teknik 15 org th Spv latbang
kompetensi IATKI/Non Teknik 2006
 Non Teknik 38 orang
th 2006

Melakukan mapping jumlah Setiap 6 bulan sekali Spv Administrasi


dan skill karyawan SDM
2 Organizational DM SDM Melengkapi jumlah SDM sesuai Selesai Oktober 2006 Spv Administrasi
review kebutuhan. SDM

Menyelesaikan Bagan Susunan Selesai September Spv Administrasi


Jabatan (BSJ) 2006 SDM
Action table DM SDM & Adm UP Brantas
No Aim CSF Pemilik Kegiatan KPI Agen

3 Knowledge DM SDM Melengkapi perpustakaan 2 buku / bulan Spv Latbang


management dan
perpustakaan
Memfasilitasi knowlede 1 Bulan sekali Spv Latbang
sharing meeting

Membuat softcopy 1 Handbook / bulan Spv Latbang


handbook operasi dan
pemeliharaan
Action Table DM LK3 UP Brantas
No Aim CSF Pemilik Kegiatan KPI Agen

1 DM LK3 Identifikasi Resiko Minimal 1 Risk Breakdown tiap Spv K3 /


bulan. Lingkung
Zero Accident an

DM LK3 Identifikasi aspek dampak setiap bulan sekali. Spv K3 /


LK3 Lingkung
an

DM LK3 Review safety environment tiap 3 bulan. Spv K3 /


manajemen Lingkung
an

DM LK3 Review manual/SOP minimal 3 tiap bulan. Spv K3 /


Lingkung
an

DM LK3 Review tool K3. Ada daftar tools K3 dan daftar Spv K3
kebutuhan September 2006

2 Regulation coplience DM LK3 Review dokumen Amdal tiap 5 tahun. Spv


Lingkung
an

DM LK3 Resertifikasi ISO 14001 Tidak ada major finding pada Spv K3 /
saat resertifikasi audit ISO Lingkung
14001 an

3 Skill dan DM LK3 Melakukan mapping (skill Setiap 6 bulan sekali DM SDM
kompetensi dan jumlah) karyawan
karyawan

DM LK3 Melakukan pembinaan Dilakukan seminggu sekali DM SDM


karyawan
Action Table Kepala AI UP Brantas
No Aim CSF Pemilik Kegiatan KPI Agen
1 Kepatuhan Ka. AI Melengkapi data pendukung untuk Tidak ada temuan PI Ka. AI
keputusan unit yang berpotensi menjadi
temuan PI.
Ka. AI Menyelesaikan temuan dari PI sesuai Tidak ada temuan PI Ka. AI
jadwal. berulang

Ka. AI Menjadi fasilitator tindak lanjut temuan Tidak terjadi Ka. AI


audit external dan membuat keterlambatan
monitoringnya penyampaian tanggapan
audit external
2 Sosialisasi Ka. AI Sosialisasi prosedur yang paling sering Tidak terjadi kesalahan Ka. AI
dilanggar karena ketidaktahuan prosedure karena tidak
tahu peraturan

4 Pengawasan Ka. AI Melaksanakan audit internal tiap 3  Tidak ada temuan PI yang Ka. AI
bulan. belum diidentifikasi
sebelumnya oleh AI.
 Memberikan solusi dari
temuan yang diidentifikasi
dalam audit internal.
Action Table Spv. Rendal Har UP Brantas
No Aim CSF Pemilik Kegiatan KPI Agen

1 Kelancaran Spv. Membentuk Tim inspeksi Terbentuk minimal 1 Spv.


pekerjaan Rendal bulan sebelum Rendal
Inspection Har pelaksanaan. Har

Identifikasi scope tambahan sebelum Minimal 6 bulan sebelum Spv.


pelaksanaan inspeksi. inspection Rendal
Har

Identifikasi material khusus (spesific) Minimal 6 bulan sebelum Spv.


sebelum pelaksanaan inspeksi. inspection Rendal
Har
Melengkapi seluruh standar job inspeksi Selesai September 2006 Spv.
dengan standard commisioning test Rendal
record. Har

2 Plant Realiability Spv. Meningkatkan maintenance mix Jumlah peningkatan scope Spv.
Rendal PdM/PM (manhour):5% / Rendal
Har bulan Har
Action Table DM Keuangan UP Brantas
No Aim CSF Pemilik Kegiatan KPI Agen

1 Menjaga likuiditas Dm Keu. Mengontrol Saldo Kas Bank Saldo minimal 500 juta Dm Keu.
rupiah

2 Laporan Keuangan Dm Keu. Menyelesaikan laporan keuangan Kesesuaian thd Jadwal Spv
yang handal. Tidak ditemukan AKuntan
penyimpangan dari PSAK si
pada saat audit.

Dm Keu. Menyusun Executive Summary untuk Disampaikan di meeting Spv


Tim Manajemen Management tiap minggu AKun/Ke
ke-2 u

Dm Keu. Rekonsiliansi antara keuangan dan maksimal 10 hari setelah Spv


bidang lainnya tutup buku. Akuntan
si

Dm Keu. Melakukan verifikasi pembayaran Sesuai dengan syarat -syarat Spv Keu
administrasi pembayaran

3 Monitoring Dm Keu. Melakukan monitoring penyerapan Disampaikan di meeting Spv Keu


Anggaran anggaran Management tiap minggu
ke-2

4 Pembinaan SDM Dm Keu. Pembinaan staf Dilaksanakan setiap minggu DM KEU

5 Kompetensi & Skill Dm Keu. Melakukan mapping (skill dan jumlah) Dilakukan setiap 6 bulan DM SDM
karyawan
Action Table Kepala Distrik UP Brantas
No Aim CSF Pemilik Kegiatan KPI Agen

1 Kinerja Distrik Kep.Dist. Memenuhi kontrak kinerja antara EAF, EFOR, Air Limpas, Spv
Manager dengan Kepala Distrik Produksi (RDM), PS, Operasi
Pelaporan Distrik

Kep.Dist. Membuat karya inovasi minimal 2 tiap distrik per Spv


tahun. Op/Har
Distrik

2 Zero Accident Kep.Dist. Mengendalikan resiko kecelakaan Tidak terjadi kecelakaan Spv K3 UP
Complience terhadap ISO Brantas &
14000 Staff K3
Distrik
3 Lingkungan Kep.Dist. Melaksanakan operasi unit sesuai Tidak ada keluhan dari Spv Lingk
prosedur masyarakat dan pers. & Ka.
Distrik

4 Plant Realibility Kep.Dist. Mengurangi jam derating unit Pembersihan sampah di Ka.
thrash rack Distrik
Inflow air lancar
Kep.Dist. Review atau membuat SOP dan IK minimal tiap 6 bulan. Spv
Op/Har

Kep.Dist. Memberikan usulan untuk menambah minimal 2 usulan tiap Spv


lingkup pekerjaan PM dan PdM bulan. Har/Op
Pengertian Balance Score Card

Scorecard :
Kartu yang digunakan untuk mencatat score hasil kinerja
atau rencana yang diharapkan.

Balance (Berimbang)
Untuk menunjukkan bahwa kinerja harus
memperhitungkan keseimbangan anatara kinerja
keuangan & non-keuangan serta kinerja jangka pendek
& jangka panjang.

BSC menerjemahkan strategi perusahaan ke dalam


kerangka kerja operasional melalui 4 perspective yang
dipandang cukup lengkap oleh berbagai perusahaan.
Hasil Pembobotan
Perpective Balance Score Card

1. Financial Perspective (21 %)


2. Customer Perspective (29 %)
3. Internal Perspective (38 %)
4. People & Work Culture
Perspective (13 %)
FINANCIAL PERSPECTIVE

1. Sustained Financial Growth


1.1 Profitability
2. Grow Revenue
2.1 Revenue
3. Decrease Cost
3.1 Unit Cost (HPP)
3.1.1 Unit Cost (HPP) Bulanan
3.1.2 Unit Cost (HPP) Kumulatif
4. Increase Asset Utilization
4.1 Capacity Factor
4.1.1 Capacity Factor Bulanan
4.1.2 Capacity Factor Kumulatif
5. Increase Dependable Capacity
5.1 Net Dependable Capacity (NDC)
6. Rasio Perputaran Material
CUSTOMER PERSPECTIVE

1. Consistent Supply
1.1 EAF
1.1.1 EAF Bulanan
1.1.2 EAF Kumulatif
1.2 EFOR
1.2.1 EFOR Bulanan
1.2.2 EFOR Kumulatif
2. Competitive Pricing
2.1 Heat Rate
2.1.1 Heat Rate Bulanan
2.1.2 Heat Rate Kumulatif
3. Quality
3.1 Cos Phi
INTERNAL PERSPECTIVE

1. Optimize Plant Performance


1.1 Asset Reliability
1.1.1 # Of Engineering Change Request/Proposal
1.1.2 # Of RCFA
1.1.3 Backlog
1.1.3.1 Backlog (Planning, Scheduling)
1.1.3.2 Backlog (Execution and Documentation)
1.1.4 Maintenance Mix
1.1.4.1 Maintenance Mix Cost
1.1.4.2 Maintenance Mix Quantity
1.1.5 Ratio FDT Completed vs Indentified
1.2 Plant Efficiency Recommendation
INTERNAL PERSPECTIVE

1.3 Manage Supply Chain


1.3.1 Inventory Level
1.3.2 Service Level
1.3.2.1 Service Level Bulanan
1.3.2.2 Service Level Kumulatif
1.4 Fuel Supply
1.4.1 Reserve (Non Gas) Capacity
1.4.1.1 BBM Reserve (Non Gas)
1.4.1.2 Batu Bara Reserver (Non Gas)
2. Proper Project Management
2.2 On Cost
2.3 On Time
3. Q & She
3.1 Aspek Kepatuhan
3.1.1 Kinerja Aspek Pengawasan
3.1.2 Kinerja Aspek Lingkungan & K3
PEOPLE PERSPECTIVE

1. Train and Skill People


1.1 Hari Orang Training
Keterangan Warna
TINGKATAN DOKUMEN
INTEGRASI SISTEM MANAJEMEN

Profil Perusahaan; struktur organisasi; wewenang


dan tanggung jawab; tujuan sasaran; program
MANUAL
Bersifat antar bagian yang merinci bagaimana
menjalankan INTEGRASI SISTEM MANAJEMEN
PROSEDUR
Yang sifatnya individu ; menjabarkan detail
dari prosedur ; rincian kegiatan kerja
INSTRUKSI KERJA

Merupakan bukti kegiatan ISM seperti


kartu kontrol ; form yg diisi, dll
REKAMAN
•DAPATKAN KOMITMEN
•SUSUN RENCANA
•ARAHKAN & BIMBING
•LAKSANAKAN RENC
•MENGHARGAI
•EVALUASI PELAKSANAN
•PECAHKAN MASALAH
•LAKUKAN PERBAIKAN BERSAMA
PEROLEHAN SERTIFIKAT

1. Sertifikat Zerro Accident Tahun 2000


2. Sertifikat Zerro Accident Tahun 2001
3. Sertifikat Zerro Accident Tahun 2003
4. Sertifikat Zerro Accident Tahun 2004
5. Sertifikat Zerro Accident Tahun 2005
6. Sertifikat Zerro Accident Tahun 2006
7. Sertikfikat & Bendera Emas SMK3 Tahun 2001
8. Sertikfikat & Bendera Emas SMK3 Tahun 2003
9. Sertikfikat & Bendera Emas SMK3 Tahun 2006
10. Sertifikat Sistim Manajemen Lingkungan ISO 14001 Tahun 2002
11. Sertifikat Sistim Manajemen Mutu ISO 9001-2000 Tahun 2002
UP Strategy Map
Increase Shareholder Value
Perspektif Improve Profitability
Minimalkan Maksimalkan
Keuangan HPP Penjualan

Create Customer Satisfaction


P3B :
Perspektif Masyarakat : - Kualitas Baik
PJB :
- Availability & - Menjadi Unit Mandiri
- Tidak ada komplain
Customer - memenuhi peraturan
Reliability Tinggi - Kontrak Kinerja Tercapai
- Harga Kompetitif - Melebihi Ekspektasi

Optimized Plant Performance


MOP
Perspektif Operation Materials Risk & LK3
Implement Implementation
Management Management
Internal Reliability Plant Efficiency
Optimization
Strategies Strategies Strategies
Program Program

Create a culture which supports strategic objectives of : Team work,


Perspektif problem solving, accountability, innovation & Cross functional cooperation

SDM & Strategi meningkatkan Budaya


Strategi meningkatkan
Budaya Strategi meningkatkan Continuous Improvement,
motivasi & kepuasan kerja
Skill & Kompetensi Problem Solving & Accountability
Kerja
Mengapa Reliability
• Kehandalan telah menjadi isu bisnis untuk meningkatkan keunggulan
kompetitif
• Dalam berbagai industri, kehandalan produksi dan kualitas produk
menjadi isu yang mampu membantu industri untuk bertahan
• Permintaan terhadap hasil produksi semakin meningkat, sedangkan
peralatan produksi semakin tua.
• Keterbatasan sumber daya manusia, memaksa kita untuk
menghasilkan lebih banyak dengan SDM yang lebih sedikit
• Upaya pengurangan biaya pemeliharaan dan operasi
• Kebutuhan pelanggan yang semakin tinggi dan menuntut kualitas
yang baik
• Permasalahan lingkungan, kesehatan dan keselamatan kerja juga
berkaitan erat dengan pemeliharaan
• Keandalan berdampak pada umur peralatan
Strategi Implementasi

BSC : - Financial
Strategy Map
- Customer
Unit Pembangkitan
- Internal Process
- People & Work Culture

Action Table : - Strategic Aim


Strategi Implementasi - Critical Success Factor
- Action
- Owner & Agent
- KPI

WP&C ??
Implementasi Execution Management
We Use the Scorecard to Articulate Strategic Hypotheses
in Cause-effect Terms

And Realize
the Vision

Financial
To Drive Financial
Results Success...

Customer
Benefits Needed to Deliver Unique
Sets of Benefits to Customers...

Internal
To Build the Strategic Capabilities..
Capabilities

Knowledge, Skills, Systems, and Tools Equip our People...


Customer
PUAS
Lagging Indicator
EAF

Water Line

Leading Indicator
Planning
Eficiency

culture

Input (Asset) Mgt Optimization Aset Output


-Physical Maintenance Proses -EAF
-Knowledge (Prose Transformasi Input yang -HPP etc
-Human terukur dan terstruktur)
Ancaman
Melihat Kenyataan
Peluang
Moral/budaya karyawan
SWOT
Employee Knowledge
 Harga jual kompetitip
Sidemen waduk  Pertumbuhan kebutuhan listrik meningkat
Penggundulan hutan  Penambahan pembangkit di das brantas
Unit terpencar  Dapat menjual langsung ke Distribusi
 Pembangkit ramah lingkungan
Kurang Staf
Kehilangan …………..Lost Generation
Anggaran Pemeliharaan

Kelemahan Kekuatan
 Organisasi berubah rubah/Kompetensi
 Pembangkit sudah tua
 Sulitnya material OEM
 Penerapan MOP
 Kualitas air kurang mendukung
 Mempunyai sistem informasi terpadu
 Biaya EP/Pajak air permukaan meningkat
 Participate Team & Supportive Management
 Poor meeting dicipline/Impelem program
 Idle asset namun belum dimanfaatkan
 Poor Information & Sistem Manajemen
 Pembebanan pembangkit masih bisa
 Kemampuan SDM dalam Problem Solving &
ditingkatkan
Analisa kurang
 Lack of Engineering
TANTANGAN PENGELOLAAN ASSET
DI UP BRANTAS

1. MEMANAJ UNIT TUA


2. MANAJEMEN TIDAK KONSISTEN MENJALANKAN PROGRAM
3. KETERGANTUNGAN OEM
4. REGENERASI
5. ORGANISASI & KOMPETENSI SDM PERLU PENYELARASAN
6. JMLAH & KWALITAS AIR TERGANTUNG INSTANSI LAIN
7. PELATIHAN TIDAK SELARAS
8. FUNGSI ENJINIRING BELUM OPTIMAL
9. BIAYA EP & PAJAK AIR PERMUKAAN MENINGKAT
10. BUDAYA KERJA PERLU PENYELARASAN DG GOAL PJB
11. LOKASI TERPENCAR
12. PENGGUNDULAN HUTAN
Tabel Action Plan Engineering

Pelaksanaan Person in cha


No Kegiatan
Des Jan Peb Mar Apr Mei Juni Juli Agst Sept Okt Nop Des Owner

1 Test Kapasitas Bateery 12 PLTA Kord Engg

Analisa teknis modifkasi Oil Cooler Turbine Guide Bearing


2 Kord Engg
PLTA Tulungagung unit ?

Analisa teknis dan rekomendasi sering terjadi gangguan unit


3 Kord Engg
yang disebabkan oleh Feeder distribusi (PLTA Wonorejo)

Evaluasi dan rekomendasi saluran air dalam gedung buntu


4 Kord Engg
(PLTA Wonorejo)

Evaluasi dan rekomendasi Kebocoran pada Runner Blade


5 Kord Engg
PLTA Sengguruh Unit2

6 Evaluasi dan rekomendasi kerusakan PPS PLTA Sengguruh Kord Engg

7 Evaluasi dan rekomendasi hasil uji minyak trafo 12 PLTA Kord Engg

8 Evaluasi dan Rekomendasi Thermography 12 PLTA Kord Engg

9 Evaluasi Performance Shaft Grease Pump PLTA Selorejo Kord Engg