Anda di halaman 1dari 13

BNO -SONDE

Oleh
SITI AKBARI PANDANINGRUM
PEMERIKSAAN BNO - SONDE

Adalah pemeriksaan secara Radiologi


untuk mengetahui translokasi IUD
dimana IUD mengalami perubahan
letak baik intra uterin maupun extra
uterin.
INDIKASI PEMERIKSAAN

1. TRANSLOKASI IUD
PROYEKSI PEMERIKSAAN

1. Antero Posterior Abdomen


2. Lateral Abdomen
PERSIAPAN ALAT DAN BAHAN

1. ALAT DAN BAHAN NON STERIL


 Pesawat sinar X
 Meja pemeriksaan
 Baju pasien
 Kaset
 Aprron
 Lampu ginekologi
PERSIAPAN ALAT DAN BAHAN
1. ALAT DAN BAHAN STERIL
 Kassa steril
 Spekulum
 Sonde uterus
 Hand scoen
 Duk steril
 Kassa alkohol
 Cairan desinfektan
 Mangkok steril
TEKNIK PEMASUKAN
SONDE UTERUS
1. Dilakukan pemotretan foto polos
abdomen / daerah pelvis.
2. Posisikan pasien di meja pemeriksaan
dengan posisi lithotomi.
3. Letakkan kain steril di bawah panggul
pasien.
4. Peralatan steril disiapkan di meja dorong
/ trolley di dekat meja pemeriksaan.
5. Lampu ginekologi diarahkan ke organ
genetalia pasien.
TEKNIK PEMASUKAN
SONDE UTERUS
6. Daerah vulva dibersihkan dengan desinfektan
oleh radiolog.
7. Spekulum / cocor bebek dimasukan ke dalam
vagina hingga cervik tampak.
8. Cervik dibersihkan dengan kassa dan cairan
deinfektan / betadine.
9. Sonde uterus dimasukkan kira – kira 7 cm ke
dalam uterus untuk menentukan kedalaman dan
arah posisi rahim setelah yakin sonde
bersinggungan dengan IUD (dengan fluoroscopi)
barulah dilakukan proyeksi AP dan Lateral.
10. Sonde dan spekulum dilepas dan pasien
dipersilahkan ganti baju.
PROYEKSI AP ABDOMEN POLOS
1. TUJUAN :
 Untuk melihat apakah IUD masih berada dalam abdomen.
 Untuk menentukan faktor exposi yang tepat.
2. POSISI PASIEN
 Pasien supine di atas meja pemeriksaan.
 Kedua tangan lurus di samping badan dan kedua kaki dalam
keadaaan lurus.
 MSP tubuh tegak lurus pada garis pertengahan meja
pemeriksaan.
3. POSISI OBYEK
 Pastikan tidak ada rotasi pada panggul
 Batas bawah kaset simpisis pubis dan batas atas
prosessus xypoideus.
4. ARAH SINAR : Vertikal tegak lurus pada kaset.
5. TITIK BIDIK : Pada MSP setinggi krista iliaka.
6. FFD : 100 cm
PROYEKSI AP PELVIS DENGAN
SONDE
1. TUJUAN :
 Untuk melihat arah dan letak IUD.
2. POSISI PASIEN
 Pasien supine di atas meja pemeriksaan.
 Kedua tangan lurus di samping badan dan kedua kaki dalam
keadaaan litotomi untuk memasukkan spekulum.
 MSP tubuh tegak lurus pada garis pertengahan meja
pemeriksaan.
3. POSISI OBYEK
 Pelvis diatur pada posisi antero posterior dengan cara
mengatur spina iliaka antero posterior superior kanan dan
kiri simetris dan tegak lurus terhadap bidang kaset.
 Batas bawah kaset simpisis pubis dan batas atas krista
illiaka.
4. ARAH SINAR : Vertikal tegak lurus pada kaset.
5. TITIK BIDIK : Pada MSP setinggi krista iliaka.
6. FFD : 100 cm
KRITERIA

1. Tampak radiografi pelvis pada posisi


AP.
2. Tampak IUD berada di kavum pelvis
PROYEKSI LATERAL DENGAN
SONDE
1. TUJUAN :
 Untuk mengetahui kedalaman IUD dalam uterus& pergeserannya.
2. POSISI PASIEN
 Tubuh penderita miring ke salah satu sisi baik ke kiri atau ke
kanan.
 Tangan yang dekat dengan meja digunakan sebagai bantalan
kepala.
 Tangan yang jauh dari meja dapat berpegangan pada tepi meja
pmeriksaan.
 Kedua kaki di tekuk
3. POSISI OBYEK
 Mid Corona Plane ditempatkan di tengah meja pemeriksaan.
 Kedua kaki ditekuk sedikit untuk keseimbangan tubuh pasien dan
diantara kedua kaki diberi alat imobilisasi agar pelvis tetap tegak
lurus.
4. ARAH SINAR : Vertikal tegak lurus pada kaset.
5. TITIK BIDIK : Pada pertengahan kaset ( 2 inchi superior
simpisis pubis dan 2 inchi posterior simpisis pubis ).

6. FFD : 100 cm
KRITERIA
1. Tampak radiografi pelvis pada posisi
lateral.
2. Kedua krista illiaka saling
superposisi.
3. Tampak IUD dalam kavum pelvis