Anda di halaman 1dari 11

PEMERIKSAAN GAS

DARAH
KELOMPOK 6
1. Chika Aprrilianita Utami
2. Dwi Sulisstyaningrum
3. Nadila Agusti Wulan Dini
4. Puji Agustina Putri
5. Rahayu Devi Novi Riatri
PENGERTIAN
• Analisa gas darah merupakan pemeriksaan laboratorium untuk
mengetahui keseimbangan asam basa tubuh yang dikontrol
melalui tiga mekanisme, yaitu sistem buffer, sistem respiratori,
dan sistem renal (Wilson, 1999).

• AGD dikenal juga dengan nama pemeriksaan “ASTRUP”, yaitu


pemeriksaan gas darah yang dilakukan melalui darah arteri.
Darah vena juga dapat digunakan jika darah arteri tidak dapat
diperoleh.

• Analisa Gas Darah ( AGD ) atau sering disebut Blood Gas Analisa
( BGA ) merupakan pemeriksaan penting untuk penderita sakit
kritis yang bertujuan untuk mengetahui atau mengevaluasi
pertukaran Oksigen ( O2), Karbondiosida ( CO2) dan status asam-
basa dalam darah arteri.
TUJUAN SAMPEL

• Menilai fungsi respirasi 1. Arteri ulnaris dan


(ventilasi) radialis
• Menilai kapasitas 2. Arteri tibialis
oksigenasi posterior,
• Menilai Keseimbangan
asam-basa 3. Arteri dorsalis pedis,
• Mengetahui keadaan 4. Arteri Brakialis
O2 dan metabolisme sel 5. Arteri Femoralis
.
• Untuk mengetahui
kadar CO2 dalam tubuh
.
Faktor yang Mempengaruhi
Pemeriksaan AGD
1. Gelembung udara
2. Antikoagulan
3. Metabolisme
4. Suhu
5. Nilai pH
Komponen yang diperiksa dalam
analisa gas darah
a. PH
PH akan menggambarkan konsentrasi ion H+ dalam tubuh
b. PaCO2
PaCO2 ini merupakan parameter untuk mengetahui fungsi respirasi dan menentukan cukup tidaknya
ventilasi alveolar.
c. PaO2
PaO2 akan memberikan petunjuk cukup tidaknya oksigenisasi darah arteri
d. Base Ekses (E . E)
Menggambarkan secara langsung kelebihan basa kuat / kekurangan asam tetap atau kekurangan basa /
kelebihan asam.
e. TCO2
TCO2 dapat digunakan sebagai petunjuk klinik gangguan keseimbangan asam untuk memperkirakan
kelebihan atau kekurangan basa karena perbandingan bikarbonat dan asm bikarbonat 20 : 1
f. Sat O2
Sat O2 sangat membantu untuk menghitung kandungan oksigen dalam darah.
Pemeriksaan Gas Darah
1. Metode : Tes Allen
2. Prinsip Pemeriksaan : Gas sampel yang diambil melalui
probe akan masuk ke setiap sampel sel secara bergiliran
dimana gas sampel akan dibandingkan dengan gas
standar melalui pemencaran system infra red dimana akan
menghasilkan perbedaan panjang gelombang yang akan
dikonversi receiver menjadi signal analog (420).
• Alat dan Bahan
1. 3 ml sampai 5 ml gelas syringe,
2. 1 ml ampul heparin aqueous,
3. 20 G 11/4‖ jarum,
4. 22 G 1‖ jarum,
5. Sarung tangan,
6. Alkohol atau povidone-iondine pad,
7. Gauze pads,
8. Topi karet untuk syringe hub atau penutup karet untuk jarum
,
9. Label,
10. Ice-filled plastic bag,
11. Perekat balutan,

Opsional:
• 1% licoaine solution,
• Peralatan siap AGD.
Cara Kerja:
1. Minta klien untuk mengepalkan tangan dengan kuat,
berikan tekanan langsung pada arteri radialis da
n ulnaris, minta klien untuk membuka tangannya, lep
askan tekanan pada arteri, observasi warna jari-jari, i
bu jari dan tangan. Jari-jari dan tangan harus memera
h dalam 15 detik, warna merah menunjukkan test all
en’s positif. Apabila tekanan dilepas, tangan tetap puc
at, menunjukkan test allen’s negatif. Jika pemeriksaa
n negatif, hindarkan tangan tersebut dan periksa tan
gan yang lain.
2. Bersihkan daerah yang akan di injeksi dengan alkohol
atau povidoneiodine pad.
3. Gunakan gerakan memutar (circular ) dalam member
sihkan area injeksi, dimulai dengan bagian tengah lal
u ke bagian luar.
4. Palpasi arterti dengan jari telunjuk dan tengah satu ta
ngan ketika tangan satunya lagi memegang syringe
5. Pegang alat pengukur sudut jarum hingga menunj
ukkan 30-45 derajat. Ketika area injeksi arteribrankhial, p
osisikan jarum 60 derajat.
6. Injeksi kulit dan dinding arterial dalam satu kali la
ngkah.
7. Perhatikan untuk blood backflow di syringe
8. Setelah mengambil contoh, tekan gauze pad pada
area injeksi hingga pedarahan berhenti yaitusekitar 5 me
nit.
9. Periksa syringe dari gelembung udara. Jika muncul
gelembung udara, pindahkan gelembung tersebut denga
n memegang syringe ke atas dan secara perlahan mengel
uarkan beberapa darah ke gauze pad
10. Masukan jarum ke dalam penutup jarum atau pind
ahkan jarum dan tempatkan tutup jarum pada jarum yan
g telah digunakan tersebut.
Interpretasi Hasil
1. Hipoksia
· Ringan PaO2 50 – 80 mmHg
· Sedang PaO2 30 – 50 mmHg
· Berat PaO2 20 – 30 mmHg
2. Hiperkapnia
· Ringan PaCO2 45 – 60 mmHg
· Sedang PaCO2 60 – 70 mmHg
· Berat PaCO2 70 – 80 mmHg
Nilai Normal
1. pH darah arteri 7,35 – 7,45
2. PaO2 80 – 100 mmHg
3. PaCO2 35 – 45 mmHg
4. HCO3- 22 – 26 mEq/l
5. Base Excess (B.E) -2,5 – (+2,5) mEq/l
6. O2 Saturasi 90 – 100 %