Anda di halaman 1dari 26

ASUHAN KEPERAWATAN

PALIATIF
PADA PASIEN ANAK

kelompok 4 KELOMPOK 2
1. Andzar Syam Muliadi N AGUS IMAM KUSAIRI
2. Endy Satrio Jatmoko DYAN NITARAHAYU
3. Hairullah NAZUA
4. Punang Anggara SITI CHAERUNISYAH

5. Samini TURUT
DEFINISI
 WHO Mendefinisikan perawatan paliatif pada anak sebagai perawatan
aktif menyeluruh, yang meliputi unsur jasmani dan rohani pada anak
beserta keluarganya dan dimulai sejak anak tersebut di diagnosis
penyakitnya dan terus berlanjut mengikuti perjalanan penyakitnya.
LATAR BELAKANG
 Berdasarakan Annual Summary Of Vital Statistic
anak yang menerima perawatan paliatif di hospice
care pada tahun 2005 sebanyak 1,2 juta anak dan
tahun 2006 sebanyak 1,3 juta anak. Anak yang
meninggal di Hospice care pada tahun 2005
sebanyak 36% dan pada tahun2006 sebanyak 2,2%.
 Data jumlah anak yang menerima perawatan
paliatif di yayasa Rumah Rachel pada tahun 2010
sebanyak 40 anak, yang dirujuk ke rumah sakit
sebanyak 12 anak dan yang meninggal dunia
sebanyak 10 orang.
PENGERTIAN

 Ungkapan Palliative berasal dari bahasa


latin yaitu: “pallium“ yang artinya
menutupi atau menyembunyikan.
Perawatan paliatif ditunjukna untuk
menutupi atau menyembunyikan keluhan
pasien dan memberikan kenyamanan
ketika tujuan penatalaksanaan tida
mungkin disembuhkan (Muckaden. 2011)
DEFINISI
 Association for Children’s Palliative Care (ACT) dan Royal
College of Pediatric and Child Health (RCPCH) menyatakan
bahwa salah satu kelompok yang memerlukan perawatan
paliatif pada anak yatiu kondisi yang membutuhkan tindakan
seumur hidup yang mana tindakan pengobatan memungkinkan
tetapi tidak berhasil seperti kanker (Benini, 2009)
 Menurut Cooke dan Goodger (20018) dari Association for
Children’s Palliative Care (ACT) dan Royal College of Pediatric
and Child Health (RCPCH) menyatakan bahwa perawatan
paliatif pada anak dengan kondisi hidupnya yang terbatas
merupakan perawatan total dan aktif, mencakup fisik,
emosional, sosial dan spiritual. Perawatan tersebut difokuskan
pada perubahan kualitas hidup anak, mendukung keluarga dan
penatalaksanaankeluhan-keluhan, serta perawatan kematian
dan berduka.
Pola Pelayanan Perawatan Paliatif (WHO)

 Meningkatkan kualitas hidup dan


menganggap kematian sebagai proses
yang normal
 Tidak mempercepat atau menunda
kematian
 Menghilangkan nyeri dan keluhan lain
yang mengganggu
 Menjaga keseimbangan psikologis dan
spiritual mengusahakan agar penderita
tetap aktif sampai akhir hanyat
mengusahakan dan membantu
mengatasi suasana duka cita pada
keluarga.
KEBUTUHAN ANAK DENGAN PALIATIF CARE

Perawatan paliatif pada anak dengan Kanker


meliputi :
fisik, psikologis, pendidikan, sosial, dan spiritual
dan disediakan secara bersamaan dengan terapi
modifikasi penyakit atau sebagai Tujuan utama
perawatan.
PERAWATAN PALIATIF PADA ANAK
PENDERITA KANKER
 Penyakit terbanyak yang menyebabkan pasien berada pada
tahap palitif
 Penatalaksanaan kanker pada anak sering mengalami kegagalan
meskipun pengobatan yang diberikan teah sesuai prosedur.
 Hal ini karena anak sudah memasuki stadium terminal dan
prognosa penyakit buruk
 Perawatan diprioritaskan menerima kemoterapu dan diikuti
rencana perawatan paliatif
PERAWATAN PALIATIF PADA ANAK HARUS
DAPAT MELIPUTI:
 Menurunkan gejala (misalnya rasa sakit, mual, gelisah dan kesulitan
bernapas);
 Koordinasi antara perawatan antara tim medis yang berbeda dan
lembaga yang menyediakan perawatan;
 Memberikan bantuan praktis dengan peralatan, obat-obatan dan
perawatan peristirahatan;
 Memberikan bantuan untuk membuat keputusan tentang perawatan
(misalnya, pemberian makan dan gizi, prosedur medis);
 Memberikan dukungan emosional untuk anak dan keluarga mereka
 Mendukung keluarga dan masyarakat untuk merawat anak di
rumah;
 Memberikan pendidikan dan pelatihan tentang perawatan paliatif
untuk keluarga, perawat dan profesional kesehatan
PERAWATAN PALIATIF PADA ANAK :

 Hanya sejumlah kecil anak yang membutuhkan perawatan paliatif


dibandingkan dengan orang dewasa Akibatnya beberapa layanan
miliki Pengalaman merawat anak.
 Beberapa anak memiliki penyakit yang sangat jarang terjadi.
Kurang Dari setengah anak yang membutuhkan perawatan paliatif
memiliki diagnosis kanker
 Beberapa penyakit menyebabkan kebutuhan medis dan
perawatan, sehingga kadang ini membutuhkan layanan dan
kesehatan profesional untuk bisa merespon anak dan keluarga
dengan cepat dan efisien.
CONT..

 Terkadang anak didiagnosis dengan kondisi yang mungkin


mempengaruhi kakak atau adik mereka juga. Dalam situasi ini,
anak dalam keluarga mungkin memerlukan perawatan paliatif.
 Perkembangan emosional dan fisik anak mempengaruhi
perawatan yang mereka terima (termasuk pengobatan yang
bisa mereka minum) dan pemahaman mereka tentang penyakit
mereka.
 Orang tua, wali dan anggota keluarga lainnya memiliki peranan
dalam merawat anak dan sering terlibat dalam penyediaan
perawatan pribadi anak, perawatan medis dan pengambilan
keputusan.
 Kesedihan keluarga merasa kehilangan anak mereka sangat
dalam dan panjang. Saudara kandung juga membutuhkan
perhatian khusus selama ini.
LIMA TUJUAN PANDUAN PERAWATAN PALIATIF
UNTUK ANAK-ANAK DAN KELUARGA:

 Menerima perawatan paliatif praktik terbaik berdasarkan bukti


sesuai dengan kebutuhan mereka
 Berpartisipasi dalam pengambilan keputusan dan perencanaan
perawatan sepanjang perawatan mereka
 Memiliki akses terhadap perawatan paliatif spesialis setiap saat
selama sakit
 Menerima perawatan terkoordinasi
 Menerima perawatan dan dukungan dalam pengaturan pilihan
mereka
PENATALAKSANAAN BERDUKA PADA
KELUARGA DAN ANAK
Bekerja dengan keluarga
 Berkomunikasi secara terbuka dan jujur.
 Mencoba untuk tidak selalu menjawab atas pertanyaan yang
dilontarkan oleh keluarga. Karena terkadang keluarga tidak butuh
jawaban. Mereka hanya ingin didengarkan ada jawaban
 Hormati pilihan keluarga dan anak dalam memilih perawatan.
Pandu mereka dalam memilih perawatan tersebut
 Lakukan pelayanan dan perawatan semaksimal mungkin.
CONT...

Berkolaborasi:
 Ada banyak orang dan layanan yang terlibat dalam merawat anak
dan keluarga.
 Tanyakan kepada keluarga siapa'orang' yang inginmereka hubungi
saat merencanakannya perawatan atau layanan (profesional
kesehatan atau seseorang lain bekerja sama dengan keluarga)
CONT...

Fleksibel:
 Tidak ada satu model yang cocok untuk semua anak dalam
melakukan perawatan paliatif.
 Saat merencanakan perawatan atau layanan, biarkan perubahan
mendadak pada penyakit anak dan perubahan kebutuhan
keluarga, keinginan atau keinginan
 Pastikan kebutuhan anak dan keluarga terpenuhi.
ASUHAN KEPERAWATAN

PENGKAJIAN
A. Data Biografi :
• Identitas Klien : Nama, umur, jenis kelamin, agama pendidikan,
pekerjaan, status marital, suku/bangsa, tanggal masuk rumah
sakit, tanggal pengkajian, no. Registrasi, diagnosa medik, alamat.
• Identitas penanggung jawab : Nama, umur, jenis kelamin, agama,
pekerjaan, pendidikan, hubungan dengan klien, alamat.
B. Genogram
C. Riwayat Kesehatan
• Riwayat kesehatan sekarang : Keluhan saat masuk rumah sakit,
keluhan saat pengkajian.
• Riwayat kesehatan dahulu
• Riwayat kesehatan keluarga
ASUHAN KEPERAWATAN

D. Pola Aktivitas Sehari-hari


• Nutrisi : Makan, minum
• Eliminasi : BAB, BAK
• Personal hygiene : Mandi, gosok gigi, keramas,
gunting kuku
• Istirahat dan tidur : Siang, malam
• Aktivitas
ASUHAN KEPERAWATAN
E. Pemeriksaan Fisik
• Sistem pernafasan : Dyspnea, takipnea, sianosis, menggunakan otot bantu
pernapasan, batuk produktif atau non produktif.
• Sistem kardiovaskuler : Takikardi, sianosis, hipotensi.
• Sistem pencernaan : Intake makan dan minum menurun, mual, muntah, BB
menurun, diare, inkontinensia, perut kram, hepatosplenomegali, kuning.
• Sistem perkemihan : Distensi kandung kemih, pembesaran ginjal, edema
palpebra, frekuensi kemih, warna, bau dan jumlah urin.
• Sistem reproduksi : Lesi atau eksudat pada genital.
• Sistem endokrin : Pembesaran kelenjar tyroid, pembesaran kelenjar getah
bening, gerakan tremor.
• Sistem muskuloskeletal : Focal motor deifisit, lemah, tidak mampu
melakukan ADL.
• Sistem integumen : Kering, gatal, rash atau lesi, turgor jelek, petekie
positif
• Sistem penglihatan, pendengaran, wicara : Gangguan penglihatan,
gangguan bicara, gangguan pendengaran.
• Sistem persyarafan : Gangguan refleks pupil, nystagmus, vertigo,
ketidakseimbangan, kaku kuduk, kejang, paraplegia, nervus I-XII.
ASUHAN KEPERAWATAN

F. Data Psikologis : Status emosi, kecemasan, pola koping, gaya


komunikasi.
G. Konsep Diri : Gambaran diri, harga diri, peran diri, identitas diri, ideal
diri.
H. Data Sosial : Hubungan klien dengan keluarga, petugas, dan sesama
pasien di ruang perawatan.
I. Spiritual : Agama dan keyakinan.
J. Data Penunjang :
• Laboratorium : Hematologi, kimia klinik, AGD, feces, urin.
• Pengobatan
DIAGNOSA KEPERAWATAN

1. Nyeri Kronis (D.0078)


2. Defisit Nutrisi (D.0019)
3. Ansietas (D.0080)
4. Kesiapan Peningkatan Koping Keluarga (D.0090)
INTERVENSI KEPERAWATAN Perencanaan Keperawatan
No Diagnosa Keperawatan
Tujuan & Kriteria Hasil Intervensi
1 Nyeri Kronis Kontrol Nyeri Manajemen Nyeri
Observasi:
D.0078 Tujuan: Setelah dilakukan tindakan keperawatan 3x24 jam diharapkan
 Identifikasi lokasi, karakteristik, durasi, frekuensi, kualitas, intensitas
tindakan untuk meredakan pengalaman sensorik atau emosional yang tidak
nyeri.
menyenangkan akibat kerusakan jaringan meningkat
Terapeutik:
Pengertian : Kriteria Hasil:  Berikan teknik non farmakologis untuk mengurangi rasa nyeri (mis.
Pengalaman sensorik atau 1 Melaporkan Nyeri Terkontrol hipnosis, akupresur, terapi musik, terapi pijat, aromaterapi, kompres
emosional yang berkaitan dengan Cukup Cukup
hangat/dingin)
Menurun Sedang Meningkat  Kontrol lingkungan yang memperberat rasa nyeri (mis. suhu ruangan,
kerusakan jaringan aktual atau Menurun Meningkat
fungsional, dengan onset mendadak 1 2 3 4 5 pencahayaan, kebisingan)
atau lambat dan berintensitas 2 Kemampuan Mengenali Onset Nyeri  Fasilitasi istirahat dan tidur
ringan hingga berat dan konstan, Edukasi
yang berlangsung lebih dari 3 1 2 3 4 5  Jelaskan penyebab, periode, dan pemicu nyeri
bulan. 3 Kemampuan Mengenali Penyebab Nyeri  Jelaskan strategi meredakan nyeri
1 2 3 4 5  Ajarkan teknik nonfarmakologis untuk mengurangi nyeri
4 Kemampuan Menggunakan Teknik Non Farmakologis Kolaborasi
 Kolaborasi pemberian analgetik, jika perlu
1 2 3 4 5
Terapi Relaksasi
Observasi
 Identifikasi teknik relaksasi yang pernah efektif digunakan
 Monitor respon terhadap terapi relaksasi
Terapeutik
• Ciptakan lingkungan tenang dan tanpa gangguan dengan pencahayaan
dan suhu ruang nyaman, jika memungkinkan
• Gunakan pakaian longgar
Edukasi
• Jelaskan tujuan, manfaat, batasan, dan jenis relaksasi yang tersedia
(mis. Musik, meditasi, napas dalam, relaksasi otot progresif)
INTERVENSI KEPERAWATAN Perencanaan Keperawatan
No Diagnosa Keperawatan
Tujuan & Kriteria Hasil Intervensi
2 Defisit Nutrisi Status Nutrisi Manajemen Nutrisi
Observasi:
D.0019 Tujuan: Setelah dilakukan tindakan keperawatan 3x24 jam terjadi  Identifikasi Status Nutrisi
peningkatan keadekuatan asupan nutrisi untuk memenuhi kebutuhan  Monitor Berat Badan
metabolisme  Monitor Asupan Makanan
Terapeutik:
Pengertian : Kriteria Hasil:  Sajikan makanan secara menarik dan suhu sesuai
Asupan nutrisi tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan 1 Frekuensi Makan  Berikan makanan tinggi serat
metabolisme Cukup Cukup  Berikan makanana tinggi kalori dn tinggi protein
Memburuk Sedang Membaik
Memburuk Membaik  Berikan suplemen makanan
1 2 3 4 5 Edukasi
2 Nafsu Makan • Anjurkan posisi duduk jika mampu
• Ajarkan diet yang di programkan
1 2 3 4 5 Kolaborasi
3 Membran Mukosa • Kolaborasikan dengan ahli gizi untuk jumlah kalori dan
jenis nutrien
1 2 3 4 5 Promosi Berat Badan
Observasi
• Monitor berat badan
• Monitor jumlah kalori yang dikonsumsi setiap hari
Terapeutik
• Sajikan makanan secara menarik
• Berikan suplemen jika perlu
Edukasi
• Jelaskan jenis makanan yang bergizi tinggi dan
terjangkau
• Jelaskan peningkatan asupan kalori yang dibutuhkan
INTERVENSI KEPERAWATAN
Perencanaan Keperawatan
No Diagnosa Keperawatan
Tujuan & Kriteria Hasil Intervensi
3 Ansietas Tingkat Ansietas Reduksi Ansietas
Observasi:
D.0080 Tujuan: Setelah dilakukan tindakan keperawatan 3x24 jam
 Identifikasi saat tingkat ansietas berubah (mis. kondisi, waktu,
diharapkan kondisi emosi dan pengalaman subyektif terhadap
stressor)
objek yang tidak jelas dan spesifik akibat antisipasi bahaya
 Monitor tanda-tanda ansietas (verbal dan nonverbal)
yang memungkinkan individu melakukan tindakan untuk
Terapeutik:
menghadapi ancaman menurun
 Ciptakan suasana terapeutik untuk menumbuhkan kepercayaan
Pengertian : Kriteria Hasil:
 Temani pasien untuk mengurangi kecemasan, jika memungkinkan
Kondisi emosi dan pengalaman subyektif 1 Verbalisasi kebingungan
 Dengarkan dengan penuh perhatian
individu terhadap objek yang tidak jelas dan Cukup
Cukup  Gunakan pendekatan yang tenang dan meyakinkan
spesifik akibat antisipasi bahaya yang Meningkat Meningkat Sedang
Menurun
Menurun
Edukasi
memungkinkan individu melakukan tindakan
1 2 3 4 5  Jelaskan prosedur, termasuk sensasi yang mungkin dialami
untuk menghadapi ancaman.
2 Verbalisasi khawatir akibat kondisi yang dihadapi  Anjurkan keluarga untuk tetap bersama pasien, jika perlu
 Anjurkan mengungkapkan perasaan dan persepsi
1 2 3 4 5  Latih teknik relaksasi
3 Perilaku gelisah Kolaborasi
1 2 3 4 5  Kolaborasi pemberian obat antiansietas, jika perlu
4 Perilaku Tegang Terapi Relaksasi
Observasi
1 2 3 4 5
 Identifikasi teknik relaksasi yang pernah efektif digunakan
 Monitor respon terhadap terapi relaksasi
Terapeutik
• Ciptakan lingkungan tenang dan tanpa gangguan dengan pencahayaan
dan suhu ruang nyaman, jika memungkinkan
• Gunakan pakaian longgar
Edukasi
• Jelaskan tujuan, manfaat, batasan, dan jenis relaksasi yang tersedia
(mis. Musik, meditasi, napas dalam, relaksasi otot progresif)
INTERVENSI KEPERAWATAN
Perencanaan Keperawatan
No Diagnosa Keperawatan
Tujuan & Kriteria Hasil Intervensi
4 Kesiapan Peningkatan Koping Keluarga Status Koping Keluarga Pelibatan Keluarga
Observasi:
D.0090 Tujuan: Setelah dilakukan tindakan keperawatan 3x24 jam  Identifikasi kesiapan keluarga untuk terlibat dalam perawatan
perilaku anggota keluarga dalam mendukung, memberi rasa Terapeutik:
nyaman dan memotivasi keluarga membaik  Batasi Jumlah Pengunjung
 Cipatakan hubungan terapetik pasien dengan keluarga dalam perawatan
Pengertian : Kriteria Hasil:  Diskusikan cara perawatan di rumah
Pola adaptasi anggota keluarga dalam 1 Perasaan Diabaikan  Fasilitasi keluarga membuat keputusan perawatan
mengatasi situasi yang dialami klien secara Cukup Cukup Edukasi
Menurun Sedang Meningkat
efektif dan menunjukkan keingina serta Menurun Meningkat • Jelaskan kondisi pasien kepada keluarga
kesiapan untuk meniingkatkan kesehatan 1 2 3 4 5 • Informasikan tingkat ketergantungan pasien kepada keluarga
keluarga dan klien 2 Kekhawatiran tentang anggota keluarga • Anjurkan keluarga bersikap asertif dalam perawatan
• Anjurkan keluarga terlibat dalam perawatan
1 2 3 4 5 Dukungan Koping keluarga
3 Kemampuan memenuhi kebutuhan anggota keluarga Observasi
• Identifikasi respon emosional terhadap kondisi saat ini
1 2 3 4 5 • Identifikasi beban prognosis secara psikologis
4 Komitmen pada perawatan/pengobatan Terapeutik
• Fasilitasi anggota keluarga dalam mengidentifikasi dan menyelesaikan
1 2 3 4 5
konflik nilai
5 Komunikasi antara anggota keluarga
• Hargai dan dukung mekanisme koping adaptif yang digunakan
1 2 3 4 5 Edukasi
• Informasikan kemajuan pasien secara berkala
Kolaborasi
• Rujuk untuk terapi keluarga, jika perlu
SEKIAN DAN TERIMA KASIH