0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
618 tayangan58 halaman

Modul Nyeri Kepala

[Ringkasan] Cluster headache atau sakit kepala kluster adalah gangguan nyeri kepala primer yang paling umum terjadi pada trigeminal autonomic cephalgia. Gangguan ini lebih sering terjadi pada pria dewasa dan ditandai dengan episode nyeri kepala yang sangat hebat di sekitar mata yang berlangsung 15-180 menit apabila tidak diobati.
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
618 tayangan58 halaman

Modul Nyeri Kepala

[Ringkasan] Cluster headache atau sakit kepala kluster adalah gangguan nyeri kepala primer yang paling umum terjadi pada trigeminal autonomic cephalgia. Gangguan ini lebih sering terjadi pada pria dewasa dan ditandai dengan episode nyeri kepala yang sangat hebat di sekitar mata yang berlangsung 15-180 menit apabila tidak diobati.
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Modul 2 :

Nyeri Kepala
KELOMPOK 9

Eka Hesti Hastuti C011171073


Dianti Aprilia Haninu Norman C011171344
Eldwin Tjandra C011171326
Liani Elisabeth Enggy C011171001
Rahayu Besse Tenri Sumpala C011171349
Andi Muh. Aunul Khaliq C011171057
Syahrun Ramadhan Nur C011171025
Melinda Mustari C011171320
Sitti Nur Djaalna AK C011171301
Ainun Rahmi Tito C011171042
Yolanda Darma Putri C011171337
Harisyah Rezanty C011171078
M. Salas Al Aldi C011171018
Risna Ayu Meidyna C011171350
Theresia Rapa’ Sarungallo C011171054
Nurul Rezki Rahmawati C011171305
Seorang perempuan berusia 21 tahun datang
ke poliklinik dengan keluhan nyeri kepala
berdenyut. Yang dialami sejak 4 bulan yang
lalu, hilang timbul. Dengan nyeri kepala
hampir sama sejak awal, terutama di bagian
kepala sisi kanan. Saat nyeri kepala pasien
tak mampu melakukan aktivitas sehari-hari.
Durasi sakit kepala sekitar 4 sampai 5 jam.
Keluhan kadang disertai mual tetapi tidak
disertai demam.


SKENARIO 1A
Kata Kunci
• Wanita, 21 tahun
• Nyeri Kepala Berdenyut, Kronik Rekuren
• Sejak 4 bulan lalu
• Nyeri Kepala Hilang Timbul
• Sisi kanan
• Mengganggu aktivitas
• Durasi nyeri 4-5 jam
• Kadang disertai mual
• Tidak ada demam
DEFINISI
Nyeri Kepala
Rasa nyeri pada daerah atas kepala memanjang dari orbita sampai ke
daerah belakang kepala (di atas garis orbitomeatal)

Nyeri Fasial
Rasa nyeri pada daerah muka (di bawah garis orbitomeatal)

Slide dr. Yudy Goysal Bagian Neurologi FK Unhas


ANATOMI
anATOMI KEPALA

Atlas Anatomi Frank H. Netter


anATOMI KEPALA

Atlas Anatomi Frank H. Netter


Migraine & Nausea

- Eler, D. M.- (2011) ‘Serotonin’, 113(1), pp. 29–41.


- Lawrence, E. C. (2004) ‘Diagnosis and Management of Migraine Headaches’, 97(11), pp. 1069–1077.
- Press, D. (2016) ‘Optimal management of severe nausea and vomiting in migraine : improving patient outcomes’,
(October 2013). doi: 10.2147/PROM.S31392.
MIGRAIN
Berasal dari bahasa Yunani yaitu hemicranias (hemi : setengah,
cranium : tengkorak kepala)
Nyeri kepala yang umumnya unilateral yang berlangsung
selama 4 - 72 jam.

PERDOSSI. Pedoman Tatalaksana Stroke. Guidline Stroke 2011.


Nasisi D. Hemorrhagic Stroke Emedicine. Medscape; 2010.
12 EPIDEMIOLOGI

▹ Terjadi hampir pada 30 juta penduduk Amerika Serikat


▹ 75 % diantaranya adalah wanita
▹ Dapat terjadi pada semua usia tetapi biasanya muncul
pada usia 10 – 40 tahun
▹ Angka kejadiannya menurun setelah usia 50 tahun
▹ Migren tanpa aura lebih sering dibandingkan migren
yang disertai aura dengan persentasi 9 : 1
ETIOLOGI
RIWAYAT KELUARGA

PERUBAHAN HORMON PADA WANITA, KHUSUSNYA


PADA FASE LUTEAL SIKLUS MENSTRUASI

STRESS

FAKTOR FISIK, TIDUR TIDAK TERATUR

RANGSANG SENSORIK (CAHAYA SILAU DAN


BAU MENYENGAT)

ALKOHOL DAN MEROKOK


MAKANAN YANG BERSIFAT VASODILATOR, VASOKONSTRIKTOR,
SERTA MENGANDUNG ZAT TAMBAHAN

3. Geraghty S. Hemorrhagic and Ischemic Stroke: Medical, Imaging, Surgical and Interventional Approaches. Journal of Vascular and Interventional Radiology. 2012;3(9):1257
14 KLASIFIKASI
International Headache Society (IHS) 1988:
▹ Migrain dengan aura (Classic migraine) diawali dengan
adanya deficit neurologi fokal atau gangguan fungsi
saraf/aura, terutama visual dan sensorik bebauan.
▹ Migrain tanpa aura (Common migraine). Nyeri pada salah
satu bagian sisi kepala dan bersifat pulsatile dengan disertai
mual, fotofobi dan fonofobi, intensitas nyeri sedang sampai
berat, nyeri diperparah saat aktivitas dan berlangsung selama
4 sampai 72 jam.
Headache Classification Subcommitee of the International Headache Society. The International Headache
Classification Disorder: 2nd Edition. Cephalgia 2004; 24 Suppl 1:1-160.
15 PATOFISIOLOGI

Paling tidak ada 3 teori yang diyakini dapat menjelaskan mekanisme


migraine, yaitu:
▹ Teori Vaskular
▹ Teori Neurovascular-Neurokimia (Trigeminovascular)
▹ Teori Cortical Spreading Depresion

Sjahrir, Hasan. Nyeri Kepala. Kelompok Studi Nyeri Kepala. Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia. 2004
Gambaran Patomekanisme Migrain

Sjahrir, Hasan. Nyeri Kepala. Kelompok Studi Nyeri Kepala. Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia. 2004
MANIFESTASI KLINIS

01 Fase Prodormal 02 Fase Aura

Fase Nyeri Fase Postdormal


03 Kepala 04 (Pemulihan)

Suharjanti, Isti. Strategi Pengobatan Akut Migrain. Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga. 2013.
KRITERIA DIAGNOSTIK
18

Sjahrir, Hasan. Nyeri Kepala. Kelompok Studi Nyeri Kepala. Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia. 2004
KRITERIA DIAGNOSTIK
19

Sjahrir, Hasan. Nyeri Kepala. Kelompok Studi Nyeri Kepala. Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia. 2004
PEMERIKSAAN PENUNJANG

MRI atau CT Scan Punksi Lumbal, dilakukan


untuk menyingkirkan jika diperkirakan ada
kemungkinan tumor meningitis atau
dan perdarahan perdarahan otak

*Buku Ajar Neurologi Hal. 519, Universitas Indonesia


21 PENATALAKSANAAN

▹ Terapi tahap akut adalah ergotamin tatrat, secara subkutan


atau IM diberikan sebanyak 0,25 – 0,5 mg. Dosis tidak
boleh melewati 1mg/24 jam.
▹ Pada wanita hamil, haid atau sedang menggunakan pil anti
hamil berikan pethidin 50 mg IM.
▹ Pada penderita penyakit jantung iskemik gunakan pizotifen
3 sampai 5 kali 0,5 mg sehari.

Suharjanti, Isti. Strategi Pengobatan Akut Migrain. Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga. 2013.
ALGORITMA PENATALAKSANAAN MIGRAIN
22

Suharjanti, Isti. Strategi Pengobatan Akut Migrain. Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga. 2013.
23 PROGNOSIS

Prognosis migren dapat sembuh sempurna dengan menghindari


faktor pencetus dan meminum obat yang teratur. Tetapi berdasarkan
penelitian dalam beberapa tahun terakhir risiko untuk menderita
stroke pada pasien riwayat migren meningkat. Sekitar 19% dari
seluruh kasus stroke terjadi pada orang dengan riwayat migraine

Referat USU dan patof sylvii 1093


CLUSTER
HEADACHE
Cluster headache atau sakit kepala kluster adalah gangguan
25 nyeri kepala primer dan merupakan yang paling umum terjadi pada
trigeminal autonomic chepalgia.1)

Faktor Risiko untuk CH meliputi


▹ Jenis Kelamin : Pria
▹ Usia lebih dari 30 tahun
▹ Sejumlah kecil vasodilator (contoh alkohol)
▹ Trauma atau Operasi kepala sebelumnya (Kadang-kadang)2)
1)Headache Classification Committee of the Internasional Headache Society (HIS). The International
Classification of headache disorder, 3rd Edition. Chepalgia 2018;38:1-211
2)Blanda, M. (2019, June 07). Cluster Headache. Retrieved from Medscape:
https://emedicine.medscape.com/article/114259-overview#2
ETIOLOGI
26
Penyebab pasti CH tidak diketahui. Kelainan ini bersifat sporadis,
meskipun kasus yang jarang dari pola dominan autosomal dalam satu
keluarga telah dilaporkan.
Beberapa faktor telah terbukti memicu serangan CH.
▹ Injeksi histamine subkutan memicu serangan pada 69% pasien
▹ Stres, allergen, perubahan musiman atau nitrogliserin dapat memicu
serangan pada beberap pasien.
▹ Alkohol menginduksi serangan selama cluster tetapi tidak selama remisi
▹ Sekitar 80% pasien CH adalah perokok berat dan 50% memiliki riwayat
pengunaan etanol yang berat.

Blanda, M. (2019, June 07). Cluster Headache. Retrieved from Medscape:


https://emedicine.medscape.com/article/114259-overview#2
27 Patomekanisme

Ann Indian Acad Neurol. 2018 Apr; 21 (Suppl 1) : S3-S8


Keadaan Umum
PEMERIKSAAN
Neurologis
FISIS
• Fokus
• Penilaian tingkat kesadaran dengan skala koma Glasgow (SKG)
• Pemeriksaan nervus kranialis serta motorik
• Pemeriksaan sensorik serta otonom
• Pemeriksaan otot-otot kranial

Tanda Vital

• Skala Nyeri
diagnosis klinis
29 Lima atau lebih episode nyeri kepala dengan kriteria:
a. Lokasi: nyeri hebat atau sangat hebat di orbita, supraorbita, dan
temporalis
b. Durasi: 15-180 menit bila tak diobati
c. Frekuensi: dari 1 kali setiap 2 hari sampai 8 kali per hari
d. Tidak berkaitan dengan gangguan lain
e. Nyeri kepala disertai setidaknya salah satu dari gejala berikut:
▸ Injeksi konjungtiva dan atau lakrimasi ipsilateral
▸ Kongesti nasal dan atau rhinorhoea ipsilateral
▸ Edema palpebra ipsilateral
▸ Dahi dan wajah berkeringat ipsilateral
▸ Miosis dan atau ptosis ipsilateral
▸ Perasaan gelisah atau agitasi
Panduan Praktik Klinis Neurologi . Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia. 2016
Buku Ajar Neurologi. Departemen Neurologi Universitas Indoensia. Jakarta, 2017
KRITERIA DIAGNOSTIK
▹ Kriteria Diagnosis Nyeri Kepala Klaster Episodik:
1. Serangan-serangan yang memenuhi kriteria A-E untuk nyeri kepala klaster.
2. Paling sedikit dua periode klaster yang berlangsung 7–365 hari dan
dipisahkan oleh periode remisi bebas nyeri > 1 bulan.

▹ Kriteria Diagnosis Nyeri Kepala Klaster Kronis:


A. Serangan-serangan yang memenuhi kriteria A-E untuk nyeri kepala klaster.
B. Serangan berulang lebih dari 1 tahun tanpa periode remisi atau dengan
periode remisi yang berlangsung kurang dari 1 bulan.

Panduan Praktik Klinis Neurologi . Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia. 2016
Buku Ajar Neurologi. Departemen Neurologi Universitas Indoensia. Jakarta, 2017
Pemeriksaan Penunjang
▹ CT Scan atau MRI Kepala + kontras atas indikasi bila didapatkan defisit
neurologi, atau bila diterapi belum membaik selama 3 bulan serta keluhan
makin memberat.

Panduan Praktik Klinis Neurologi . Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia. 2016
TATALAKSANA
Terapi Akut
▹ Inhalasi oksigen (masker muka): oksigen 100% 7 liter/menit selama 15 menit
▹ Dihidroergotamin (DHE ) 0,5–1,5 mg i.v. akan mengurangi nyeri dalam 10
menit; pemberian i.m dan nasal lebih lama.
▹ Sumatriptan injeksi subkutan 6 mg, akan mengurangi nyeri dalam waktu 5-15
menit; dapat diulang setelah 24 jam. Kontraindikasi: penyakit jantung
iskemik, hipertensi tidak terkontrol. Sumatriptan nasal spray 20 mg (kurang
efektif dibanding subkutan). Efek samping: pusing, letih, parestesia,
kelemahan di muka.
▹ Anestesi lokal: 1 ml Lidokain intranasal 4%.

Panduan Praktik Klinis Neurologi . Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia. 2016
Buku Ajar Neurologi. Departemen Neurologi Universitas Indoensia. Jakarta, 2017
Indikasi terapi profilaksis:
▹ Gagal terapi abortif (nyeri kepala klaster sulit hilang)
▹ Nyeri kepala klaster terjadi setiap hari dengan durasi >15 menit
▹ Farmakologi Profilaksis
▹ Verapamil (pilihan pertama) 120–160 mg 3-4 kali sehari
▹ Prednisolon (80–90% efektif untuk prevensi serangan), tidak boleh
diberikan dalam waktu lama. 50–75 mg setiap pagi dikurangi 10% pada
hari ketiga

Panduan Praktik Klinis Neurologi . Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia. 2016
Buku Ajar Neurologi. Departemen Neurologi Universitas Indoensia. Jakarta, 2017
Preventif:
▹ Hindari konsumsi alkohol
▹ Batasi paparan zat volatil (ex: gasolin)
▹ Hati-hati bila berada di ketinggian
▹ Hindari rokok/asap rokok
▹ Hindari paparan sinar terang
▹ Hindari suara yang terlalu gaduh
Sekitar 80% pasien CH episodik akan tetap mengalami CH episodik sepanjang
hidupnya. Sementara itu, 4-13% pasien CH episodik bertransformasi menjadi
CH kronik. Tidak ada laporan mortalitas yang diakibatkan langsung oleh CH,
namun banyak pasien dikatakan mengalami depresi dan bunuh diri akibat
serangan CH yang periodik.

Buku Ajar Neurologi. Departemen Neurologi Universitas Indoensia. Jakarta, 2017


TENSION TYPE
HEADACHE

35
36 Nyeri kepala bilateral yang menekan (pressing/squeezing), mengikat, tidak
berdenyut, tidak dipengaruhi dan tidak diperburuk oleh aktivitas fisik, bersifat
ringan hingga sedang,tidak disertai (atau minimal) mual dan/atau muntah, serta
disertai fotofobia atau fonofobia.

Secara epidemiologi, TTH lebih sering terjadi di Eropa, dengan tingkat


prevalensi mencapai 80%, dibandingkan dengan Asia, yang memiliki tingkat
prevalensi TTH terendah sekitar 20%
Perbedaan jenis kelamin pada TTH memiliki prevalensi sedikit lebih tinggi
pada wanita pada semua umur dibandingkan pria, dengan rasio wanita : pria
berkisar 2 : 1 sampai dengan 3 : 1.
Anurogo, Dito. 2014. Tension Type Headache. Neuroscience Department, Brain and Circulation Institute of
Indonesia (BCII). Surya University, Indonesia. Vol.4 (3). P.186
ETIOLOGI
TENSION DAN STRESS POSTURE BURUK

TIREDNESS JEJAS LEHER DAN SPINE

ANSIETAS
TEKANAN DARAH TINGGI

PHYSICAL DAN STRESS


EYE STRAIN
EMOTIONAL
KLASIFIKASI

▹ TTH episodik yang jarang (infrequent episodic) : 1 serangan per


bulan atau kurang dari 12 sakit kepala per tahun.
▹ TTH episodik yang sering (frequent episodic): 1-14 serangan per
bulan atau antara 12 dan 180 hari per tahun.
▹ TTH menahun (chronic): lebih dari 15 serangan atau sekurangnya 180
hari pertahun

Anurogo, Dito. 2014. Tension Type Headache. Neuroscience Department, Brain and Circulation Institute of
Indonesia (BCII). Surya University, Indonesia. Vol.4 (3). P.186
Patofisiologi

Buku ajar neurologi jilid II.


departemen neurologi fakultas
kedokteran universitas Indonesia.2017.
Jakarta. P.580-581
GEJALA KLINIS

▹ Nyeri dikedua sisi kepala (Bilateral)


▹ Nyeri tumpul yang menetap atau konstan
▹ intensitas nyeri bervariasi
▹ Kaku dan tegang di sekitar leher dan kepala belakang
▹ Kualitas nyeri khas, yaitu: menekan (pressing),mengikat (tightening), tidak
berdenyut (nonpulsating).
▹ Kadang Disertai fotofobia/ fonofobia
▹ Kadang disertai anorexia

Anurogo, Dito. 2014. Tension Type Headache. Neuroscience Department, Brain and Circulation Institute of
Indonesia (BCII). Surya University, Indonesia. Vol.4 (3). P.186
PEMERIKSAAN

Pemeriksaan fisik :
▹ Pemeriksaan TTV
▹ pericranial tenderness
Pemeriksaan penunjang :
▹ Pencitraan (neuroimaging) otak atau cervical spine
▹ Analisis CSF :

Anurogo, Dito. 2014. Tension Type Headache. Neuroscience Department, Brain and Circulation Institute of
Indonesia (BCII). Surya University, Indonesia. Vol.4 (3). P.186
PENATALAKSANAAN
42
43

Anurogo, Dito. 2014. Tension Type Headache. Neuroscience Department, Brain and Circulation Institute of
Indonesia (BCII). Surya University, Indonesia. Vol.4 (3). P.186
Prognosis

Pada penderita TTH dewasa berobat jalan yang diikuti selama lebih
dari 10 tahun, 44% TTH kronis mengalami perbaikan signifikan, sedangkan
29% TTH episodik berubah menjadi TTH kronis.61 Studi populasi
potonglintang Denmark yang ditindaklanjuti selama 2 tahun mengungkapkan
rata-rata remisi 45% di antara penderita TTH episodik frekuen atau TTH
kronis, 39% berlanjut menjadi TTH episodik dan 16% TTH kronis.
Secara umum, dapat dikatakan prognosis TTH adalah Baik.

Anurogo, Dito. 2014. Tension Type Headache. Neuroscience Department, Brain and Circulation Institute of
Indonesia (BCII). Surya University, Indonesia. Vol.4 (3). P.186
TRIGEMINAL NEURALGIA
Definisi
Menurut International Association for the Study of Pain (IASP)
Trigeminal neuralgia adalah nyeri yang tiba-tiba, biasanya unilateral,
tajam, hebat, singkat, dan berulang yang berdistribusi pada satu atau
lebih cabang dari saraf trigeminal atau saraf kranial kelima.

Menurut International Headache Society (IHS)


Trigeminal neuralgia adalah nyeri wajah yang tajam seperti tersengat
listrik, terbatas pada satu atau lebih cabang nervus trigeminus
Epidemiologi

▹ Prevalensi trigeminal neuralgia pada populasi berkisar antara 0.01%-0.3 %


▹ Prevalensi trigeminal neuralgia pada pusat layanan primer yaitu berkisar 12 %
per 100.000 orang setiap tahunnya
▹ Perempuan : laki laki yaitu 2:1
▹ 90% kasus pada umur 50-60 tahun

Etiologi

1. Idiopatik
2. Simptomatik

International Association for the Study of Pain, 2013, Global Year Against Orofacial Pain, hal. 01-04
Idiopatik
Kompresi saraf trigeminal pada area tempat
keluarnya saraf tersebut dari batang otak oleh
penyimpangan arteri atau vena, terutama
disebabkan oleh arteri cerebellar superior.
Kompresi neurovaskular yang terus-menerus
dapat menyebabkan rusaknya selubung myelin
pada syaraf, yang kemudian menyebabkan
perubahan fungsional pada akson, sehingga
syaraf semakin sensitif dan stimulasi sentuhan
ditafsirkan sebagai rasa sakit

James L., Nagaraj T., Irugu K., et al, Dual findings: A clinically symptomatic case of trigeminal neuralgia with incidental
radiographic finding of elongated styloid process: Arare case report and review of literature, Journal of Medicine, Radiology,
Pathology & Surgery, 2016, 3: 25-30.
Simptomatik

Karena adanya suatukondisi abnormal atau penyakit tertentu yang


mengganggu jalur persarafan saraf trigeminal, seperti adanya tumor
intrakranial yang menyebabkan terjadinya kompresi pada area disekitar
percabangan saraf trigeminal. Selain itu, dapat disebabkan karena adanya
beberapa perubahan anatomis yang terkait dengan proses degeneratif
penuaan tubuh manusia secara fisiologis, seperti munculnya penyakit
aterosklerosis atau hipertensi yang memiliki kecenderungan untuk meningkat
seiring bertambahnya usia dan terkadang menyebabkan kontak
neurovaskular pada area disekitar percabangan saraf trigeminal, sehingga
menyebabkan kompresi vaskular.

James L., Nagaraj T., Irugu K., et al, Dual findings: A clinically symptomatic case of trigeminal neuralgia with incidental radiographic finding
of elongated styloid process: Arare case report and review of literature, Journal of Medicine, Radiology, Pathology & Surgery, 2016, 3: 25-30.
Klasifikasi Trigeminal Neuralgia
▹ Classical trigeminal neuralgia (Idiopatik)
1. Classical trigeminal neuralgia paroksismal murni
2. Classical trigeminal neuralgia dengan nyeri wajah persisten

▹ Painful/simptomatik trigeminal neuropathy


1. Nyeri neuropati trigeminal yang dikaitkan dengan herpes zoster akut
2. Post-herpetic trigeminal neuropathy
3. Painful post-traumatic trigeminal neuropathy
4. Painful trigeminal neuropathy attributed to multiple sclerosis (MS)
plaque
5. Painful trigeminal neuropathy attributed to space-occupying lesion
6. Painful trigeminal neuropathy attributed to other disorder.
Patofisiologi

Kompresi pembuluh darah intrac ranial menyebabkan terjadinya proses demyelinasi.


D emyelinasi ini menyebabkan impuls saraf menjadi ektopik dan ephaptik yang dapat
menyebabkan hipersensitivitas pada saraf Rasa nyeri

Zussman B.M., Moshel Y.A., Trigeminal Neuralgia: Case Report and Review, JHN Journal, 2012, 1-4.
Gambaran Klinik
▹ Nyeri yang timbul mendadak, sangat hebat, durasinya pendek (kurang dari
satu menit), biasanya unilateral, dan dirasakan pada satu bagian dari saraf
trigeminal.
▹ Sensasi nyeri yang dirasakan biasanya seperti kilatan, tersetrum listrik, atau
seperti sewaktu dibor dokter gigi.
▹ Pada saat rasa nyeri timbul, kulit dapat tampak berwarna merah, bengkak,
keringatan, dan salivasi bertambah

Pemeriksaan Penunjang
• CT-scan
• MRI
Penatalaksanaan
Obat Dosis Efek Samping
First line therapy
Carbomazepine ( Tegretol, Tegretol XL, 200-800 mg dosis dibagi menjadi 2-3 kali Mual, mengantuk, kelelahan, penurunan
Carbitol ) sehari, membutuhkan kerja darah secara ingatan, leukopenia, diplopia, disfungsi
periodik hati,dan hepatotoksisitas.

Oxcarbazepine (Tegretol, Tegretol XL, 300-1800 mg dosis dibagi menjadi 2-3 kali Pusing,sakit kepala, gangguan konsentrasi,
Carbitol ) sehari tremor, kelelahan, penurunan kadar natrium.

Second line therapy


Gabapentin ( Trileptal ) 900-3600 mg dosis dibagi menjadi 3-4 kali Ataksia, kelelahan, nistagmus, pusing,
sehari peningkatan berat badan
Lamotrigine (lamictal) 100-600 mg dosis dibagi menjadi 2 kali sehari Pusing, sakit kepala, ruam, insomnia, atralgia,
dan myalgia, sindrom stevens-Johnson

Baclofen ( Lioresal ) 40-80 mg dosis menjadi 2-3 kali sehari Kelelahan yang ekstrim, lemah, dan
mengantuk
Topiramate 200-400 mg dosis dibagi menjadi 2 kali sehari Kelelahan, penurunan berat badan, parastesia,
perubahan rasa kecap, batu ginjal, perasaan
depresi
Sodium valproate, divalproex sodium 500-2000 mg dosis dibagi menjadi 2 kali sehari Mual, gangguan pencernaan, sedasi, disfungsi
trombosit, rambut rontok, tremor, perubahan
kognisi, hepatotoksisitas, berat badan menurun

phenytoin 200-400 mg dosis 1 kali atau dibagi menjadi 2 kali Pusing, mengantuk, ruam pada kulit, indomnia,
sehari ataksia, gingivitis

Clonazepam 1,5-8 mg dosis dibagi menjadi 3-4 kali sehari Ataksia, sedasi, pengembangan toleransi, dan
sindrom withdrawal jika tiba-tiba dihentikan

Felbamate 1200-3600 mg dosis dibagi menjadi 3 kali sehari Anoreksia, muntah, insomnia, mual, pusing,
mengantuk, sakit kepala, dan beberapa interaksi obat

Pimozide Tergantung berat badan dan tidak lebih dari 10 mg Reaksi neuromuskular (ekstrapiramidal) dan
sehari beberapa interaksi obat

Zonisamide 200-400 mg dosis dibagi menjadi 2 kali sehari Mengantuk, anoreksia, pusing, sakit kepala, mual,
dan agitasi / mudah marah

Pregabalin 100-600 mg dosis dibagi menjadi 2 kali sehari Mengantuk, pusing, ataksia, kebingungan, astenia,
berpikir tidak normal, penglihatan kabur,
inkoordinasi, dan edema perifer

Penatalaksanaan Trigeminal Neuralgia Universitas Udayana 2017


Anamnesis tambahan

• Menyebar sepanjang satu atau lebih cabang N. trigeminus, tersering pada


cabang mandibularis atau maksilaris
• Onset dan terminasinya terjadi tiba-tiba, kuat, tajam, superficial, serasa
menikam atau membakar
• Intensitas nyeri hebat, biasanya unilateral
• Nyeri dapat timbul spontan atau dipicu oleh aktifitas sehari seperti makan,
mencukur, bercakap cakap, membasuh wajah atau menggosok gigi, area
picu dapat ipsilateral atau kontralateral205. Di antara serangan, tidak ada
gejala sama sekali
Prognosis

Penanganan lini pertama untuk trigeminal neuralgia adalah terapi


dengan obat-obatan. Tindakan bedah hanya dipertimbangkan
apabila terapi dengan obat-obatan mengalami kegagalan. Hampir
80% terapi dengan obat-obatan dapat mengurangi penderitaan
pasien.

Terapi Medikamentosa Pada Trigeminal Neuralgia, FKG UNPAD 2007.


Diagnosis yang
memungkinkan :
1. Migraine
2. Cluster Headache
3. Tension Type Headache
4. Trigeminal Neuralgia


MIGRAIN CLUSTER TTH TRIGEMINAL
NEURALGIA
Jenis Kelamin Perempuan > Laki-laki Laki-laki > Perempuan Laki-laki=Perempuan Perempuan > Laki-laki

Umur Menopause/puber 20-50 tahun Tak khas 50-60 tahun

Intensitas nyeri Sedang atau berat Berat atau sangat berat Ringan atau sedang Berat atau sangat berat

Sifat nyeri Berdenyut Menusuk, panas Terasa seperti terikat Seperti kilatan, tersetrum listrik,
tertikam, tersayat.
Lokasi nyeri Unilateral, sering pada daerah fronto- Unilateral biasa disekitar mata atau Bilateral, oksipital lebih Unilateral, pada satu cabang atau
temporal disamping wajah sering lebih dari N.V

Durasi Nyeri 4-72 jam 15-180 menit 30 menit - 1 minggu <1 menit

Frekuensi Nyeri Berulang dengan frekuensi berubah Dari 1x/hari sampai 8x/hari Sering setiap hari Tak khas
ubah
Cara timbulnya Tiba-tiba/lambat laun Tiba-tiba Lambat laun Tiba-tiba

Faktor yang Aktivitas, Stress emosional, makanan Alkohol, berbaring Stress emosional Aktifitas sehari seperti makan,
memberatkan tertentu, stimulus sensorik, mencukur, bercakap cakap,
perubahan cuaca membasuh wajah atau
menggosok gigi
Faktor yang Istirahat Oksigen, ergotamin Analgetik Analgetik
meringankan

Gejala dan tanda Mual, muntah, sensitif terhadap suara Air mata keluar ipsilateral, hidung Nyeri tekan perikranial, Kulit dapat tampak berwarna
yang terkait atau cahaya, nyeri diperburuk oleh tersumbat dan berair, ptosis/miosis sensitif terhadap suara atau merah, bengkak, keringatan, dan
aktifitas cahaya salivasi bertambah

Anda mungkin juga menyukai