Referat
METEORISMUS
Pembimbing :
dr. Priyono Budi Suroso, Sp.A
Disusun Oleh :
M.N.Aprian G1A212061
KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL
UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
PENDIDIKAN PROFESI KEDOKTERAN
SMF ILMU KESEHATAN ANAK
RSUD PROF. DR MARGONO SOEKARJO
PURWOKERTO
2014
Pendahuluan
M.N. Aprian/SMF ilmu kesehatan anak/Jan 2014
• Meteorismus (kembung) salah satu kondisi yang
sering dikeluhkan oleh orang tua untuk membawa
anaknya berobat.
• Penyebab terjadinya kembung dapat berupa sebab
bedah maupun non-bedah.
• Sebab non bedah tersering pada pediatrik:
– Intoleransi laktosa
– Bakteri tumbuh lampau
– Gangguan fungsional saluran cerna (antara lain dyspepsia,
irritable bowel syndrome/ IBS)
M.N. Aprian/SMF ilmu kesehatan anak/Jan 2014
• Prevalensi global maldigesti laktosa ditemukan
> 50% di negara:
– Amerika selatan
• 15% untuk populasi kulit putih
• 53% diantara populasi Meksiko-Amerika
• 80% pada populasi kulit hitam.
– Afrika
– Asia beberapa negara mencapai 100%.
• Pada Negara dengan populasi “hipolaktasia primer”
yang ↑, misal: Negara Indonesia akfifitas enzim
laktase ↓pd usia 2-3 tahun intoleransi laktosa
meteorismus
M.N. Aprian/SMF ilmu kesehatan anak/Jan 2014
• Pada saat lahir usus halus dalam keadaan
steril organisme tertelan melalui mulut
mulai membuat kolonisasi di saluran cerna.
• Mikroflora kolon baru akan berproliferasi di
usus halus jika mekanisme klirens di usus
halus terganggu, misalnya pada kondisi statis
bakteri dapat tumbuh keluhan
meteorismus
M.N. Aprian/SMF ilmu kesehatan anak/Jan 2014
• Kejadian meteorismus banyak dijumpai pada
anak dan membutuhkan evaluasi yang cermat
terhadap kausanya.
• Perlu pemahaman tentang meteorismus
secara mendalam untuk meningkatkan
ketepatan penanganan serta menurunkan
morbiditas yang diakibatkan oleh penyakit
yang mendasarinya
M.N. Aprian/SMF ilmu kesehatan anak/Jan 2014
Tinjauan pustaka
M.N. Aprian/SMF ilmu kesehatan anak/Jan 2014
Definisi
• Meterorismus atau perut kembung suatu ↑
volume udara pada saluran cerna dan atau dalam
rongga peritonium tampak sebagai perut yang
sedikit kembung pada bayi atau anak yang terbaring
telentang
M.N. Aprian/SMF ilmu kesehatan anak/Jan 2014
• Meteorismus atau perut kembung yang penting pada
anak menurut IDAI (2010) diantaranya adalah
– intoleransi laktosa
– bakteri tumbuh lampau (bacterial overgrowth).
M.N. Aprian/SMF ilmu kesehatan anak/Jan 2014
Definisi “intoleransi laktosa”
• Intoleransi laktosa sindrom klinis (sakit perut
diare, flatus, dan kembung) yang terjadi setelah
mengkonsumsi 2 gram laktosa per-Kg berat badan,
maksimum 50 gram, dalam 20% larutan *dosis uji
toleransi standar terhadap laktosa
• Jika terjadi peninggian maksimum kadar glukosa
darah tidak lebih dari 20 mg/dl setelah uji toleransi
terhadap laktosa disebut malabsorbsi laktosa
M.N. Aprian/SMF ilmu kesehatan anak/Jan 2014
Definisi “bakteri tumbuh lampau”
• Atau bacterial overgrowth sindrom klinis dengan
Karakteristik:
– Kolonisasi bakteri abnormal di usus halus oleh organism
yang biasanya berada di kolom
– Steatorrhea,
– Anemia
• Disebut juga sebagai:
– Stagnant loop
– Blind loop
– Contaminated small bowel
– Small bowel stasis
– Small bowel bacterial overgrowth syndrome
M.N. Aprian/SMF ilmu kesehatan anak/Jan 2014
• Etiologi
– Kasus bedah dan non nedah
– Kasus non bedah (dalam pediatri)
• Intoleransi laktosa
– Primer
– Sekunder
– Bawaan
• Bakteri tumbuh lampau
– Kelainan anatomis
– Gx motilitas usus
– Hilangnya fungsi migrasi kolon gx peristaltik
– Defisiensi imun
M.N. Aprian/SMF ilmu kesehatan anak/Jan 2014
• Faktor resiko
– Pemberian susu tidak kontinu rangsang
mikrovili kurang untuk membentuk laktase
defisiensi laktase intoleransi
– Higiene, malnutrisi, prematuritas Bakteri
tumbuh lampau
M.N. Aprian/SMF ilmu kesehatan anak/Jan 2014
Patofisiologi
Defisiensi
Proses Dilatasi
laktase
osmotik abdomen
intoleransi
Dilatasi
laktosa
usus meteorismus
Tinja cair tidak
diabsorbsi dengan induksi percepatan
baik waktu singgah di usus
Beban osmotik ↑ Mal digesti
sekresi cairan Hidrolisis
elektrolit berkurang
M.N. Aprian/SMF ilmu kesehatan anak/Jan 2014
Patofisiologi
Jumlah
bakteri >>
sekresi produk
metabolit, enzim,
toksin intralumen
rusak mukosa
bakteri dapat
diabsorbsi
Dampak sistemik
M.N. Aprian/SMF ilmu kesehatan anak/Jan 2014
Patofisiologi
Efek intralumen Efek terhadap mukosa Efek sistemik
Dekonjugasi garam Hilangnya disakaridase Absorbsi toksin bakteri,
empedu 11α- Kerusakan enterosit antigen
hidroksilase Inflamasi Inflamasi hati
Deplesi garam empedu Hilang protein Pembentukan kompleks
Malabsobsi lemak Perdarahan imun
Malabsorbsi vitamin B12 Vaskulitis kulit
Fermentasi asam lemak Poliarteritis
rantai pendek
Pelepasa protease,
toksin
M.N. Aprian/SMF ilmu kesehatan anak/Jan 2014
Patofisiologi
• Bakteri tumbuh lampau
– Efek patologis akan maksimal jika menempati usus
proksimal
– Bakteri intralumen dekonjugasi garam empedu
mengubah asam kolat dan kenodeoksikolat menjadi asam
deoksikolat dan litokolat
– ↓ konsentrasi garam empedu di duodenum dan jejunum
trigliserid dan kolesterol tidak dihidrolisis
malabsorbsi lemak
– Bakteri >>> rusak mukosa enzim disakaridase <<<
atropi vili + inflamasi
M.N. Aprian/SMF ilmu kesehatan anak/Jan 2014
Diagnosis
• Anamnesis
– Perut kembung??
– Singkirkan kasus bedah: aflatus? Adefekasi?
– Muntah??
– Riw. Konsumsi formula??? * yang mengawali
keluhan kembung
– Riwayat pemberian susu yang tidak kontinu
M.N. Aprian/SMF ilmu kesehatan anak/Jan 2014
• Manifestasi klinis
Gejala klasik Gejala lain
Diare kronis, Steatorea Berat badan menurun
Anemia Perawakan pendek
Sistemik Sakit perut
Arthritis, Tenosinovitis Enteropati hilang protein
Ruam vesikopustular, Eritema Hipoalbuminemia
nodosum, Fenomena Raynaud Osteomalasia, Rabun
Nefritis, Hepatitis, Stetosis hati senja, Ataksia
M.N. Aprian/SMF ilmu kesehatan anak/Jan 2014
Penunjang
• uji toleransi laktosa,
• uji hydrogen nafas (breath hydrogen test)
• pengukuran enzim laktase melalui biopsy usus
halus
• Pemeriksaan barium meal dengan follow-
trough deteksi kelainan anatomis
M.N. Aprian/SMF ilmu kesehatan anak/Jan 2014
• Penunjang
Uji tapis Uji diagnostik
Pewarnaan Sudan untuk lemak dalan Invasif
tinja Aspirasi duodenum- biakan
Pengukuran lemak dalam tinja (bakteri aerob, bakteri anaerob,
tampung 72 jam eksklusi enteropatogen yang telah
Uji Schilling terhadap faktor intrinsic diketahui)
Barium meal dengan follow-through Garam empedu dekonjugasi
Asam lemak rantai pendek
Non invasif
Indikanuria
Asam empedu serum
Uji hidrogen nafas.
M.N. Aprian/SMF ilmu kesehatan anak/Jan 2014
Diagnosis banding
1. Aerofagi
2. Ileus paralitik
3. Ileus obstruktif
4. Enterokolitis nekrotikans
M.N. Aprian/SMF ilmu kesehatan anak/Jan 2014
Tatalaksana
Tergantung penyebab:
E.c intoleransi laktosa
- Reduksi / restriksi laktosa substitusi alternatif nutrient
- Suplementasi kalsium/ ca glukonas
- Substitusi enzim laktase
E.c bakteri tumbuh lampau
- Koreksi penyakit yng mendasari
- Antibiotik
- Metronidazol 2-4 minggu
- trimetoprim-sulfametoksazol atau gentamisin
- Kloramfenikol dan linkomisin
- Suportif
- Nutrisi mudah dicerna rendah lemak
- Suplementasi vitamin larut air
M.N. Aprian/SMF ilmu kesehatan anak/Jan 2014
Pencegahan
• Menghindari susu sapi atau produk sapi dalam
diet sehari-hari
M.N. Aprian/SMF ilmu kesehatan anak/Jan 2014
Komplikasi
• Intoleransi laktosa
– Hipoglikemia ec asupan laktase kurang
• Bakteri tumbuh lampau
– Toksin dapat mencapai hati inflamasi hati
– Efek sistemik: vaskulitis kulit; poliarteritis
– Dampak lokal pada usus rusak mukosa
perdarahan
M.N. Aprian/SMF ilmu kesehatan anak/Jan 2014
Prognosis
• Prognosis meteorismus ec. Intoleransi laktosa
baik:
– Penyebab primer kurang baik (kel.kongenital)
– Penyebab sekunder > baik
• Prognosis meteorismus ec. Bakteri tumbuh
lampau:
– Tergantung penyakit yang mendasari
– Tergantung respon terapi
M.N. Aprian/SMF ilmu kesehatan anak/Jan 2014
Kesimpulan
M.N. Aprian/SMF ilmu kesehatan anak/Jan 2014
• Meterorismus (perut kembung) perut berisi gas
yang dapat disebabkan oleh intoleransi laktosa dan
bakteri tumbuh lampau.
• Intoleransi laktosa sindrom klinis (sakit perut diare,
flatus, dan kembung) yang terjadi setelah
mengkonsumsi 2 gram laktosa per-Kg berat badan,
maksimum 50 gram, dalam 20% larutan (dosis unji
toleransi standar terhadap laktosa).
• Bakteri tumbuh lampau sindrom klinis dg
karakteristik: adanya kolonisasi bakteri abnormal di
usus halus oleh organism yang biasanya berada di
kolom, steatorrhea, dan anemia
M.N. Aprian/SMF ilmu kesehatan anak/Jan 2014
• Penanganan meterorismus e.c intoleransi
laktosa :
– Reduksi laktosa
– Diberikan substitusi alternative nutrient (misal
yoghurt).
• Meterorismus yang diakibatkan oleh bakteri
tumbuh lampau
– Koreksi penyakit yang mendasari, pemberian
antibiotic, dan terapi suportif.
M.N. Aprian/SMF ilmu kesehatan anak/Jan 2014
• Prognosis meteorismus akibat intoleransi
laktosa cukup baik, jika disebabkan kelainan
primer (kongenital) prognosis kurang baik.
• Prognosis meteorismus akibat bakteri tumbuh
lampau tergantung dari penyakit yang
mendasari dan respon terhadap terapi
M.N. Aprian/SMF ilmu kesehatan anak/Jan 2014
Daftar pustaka
• IDAI. 2010. Buku ajar Gastroenterologi-hepatologi jilid I. Jakarta: Badan Penerbit IDAI.
•
• IDAI. 2011. Pedoman pelayanan medis: ikatan dokter anak Indonesia edisi II. Jakarta: badan penerbit IDAI.
•
• Hull, David. 2008. Dasar-dasar Pediatri edisi 3. Jakarta: penerbit buku kedokteran EGC.
•
• Graber, Mark A. 2006. Buku saku dokter keluarga edisi 3. Jakarta: penerbit buku kedokteran EGC
•
• Vesa, TH., Marteu, P., Korpela R. 2005. Lactose intolerance. J Am Coll Nutr. 19 suppl: 165-75.
M.N. Aprian/SMF ilmu kesehatan anak/Jan 2014
Terima kasih