Anda di halaman 1dari 17

KELOMPOK 2

“PASTURA BUDIDAYA”

1. MIFTAHUL JANNAH (1810611047)


2. MELYJA HELDIANA FITRI (1810611064)
3. NECI MAULANI FITRI (1810611078)
4. VIRA OKTAVIA HERNITA (1810611055)
5. ALDI RAHMAD RAMADHAN (1810611043)
6. M. HAFIZ SETIAWAN (1810611075)
7. RIZKA (1810611067)
8. TANIA ANGELINA (1810611074)
PASTURA BUDIDAYA

Melaksanakan kegiatan budidaya sesuai dengan


prinsip-prinsip dasar agrostologi sehingga
menghasilkan pakan hijauan yang produktif (dapat
mensuport produksi ternak yang tinggi tanpa
merusak dan merugikan lingkungan hidup), mulai
dari pemilihan dan analisis lahan sampai dengan
pemanenan dan peremajaan pastura.
TUJUAN PASTURA BUDIDAYA

 PERTUMBUHAN BAGUS
tinggi tanaman, panjang daun, lebar daun,
diameter batang, LTR, LAB dan tidak terserang
hama dan penyakit.
 PRODUKSI TINGGI SECARA BERKESINAMBUNGAN

produksi segar, produksi bahan kering,


produksi harian, produksi kumulatif dan produksi
reel
 KANDUNGAN GIZI TINGGI
protein kasar, serat kasar, vitamin dan
mineral
 PRODUKSI TERNAK YANG TINGGI
daging, susu, anak, bulu, kerja, nilai
kesenangan (keindahan, suara) dll.
 TIDAK MERUSAK LINGKUNGAN
tidak terjadi pencemaran, kerusakan
lingkungan dan meningkatkan nilai produktif
tanah.
PASTURA BUDIDAYA

adalah sebidang tanah tempat ditanam


tanaman makanan ternak dalam bentuk
rerumputan dicampur atau tidak dicampur dengan
leguminosa yang pada umumnya pasture tersebut
merupakan sumber penyediaan hijauan dan
dikelola secara intensif, sehingga
produktivitasnya lebih baik dibandingkan pasture
lain.
CIRI-CIRI PASTURA BUDIDAYA

 Produksi bahan kering tinggi


 Memiliki kandungan nutrien terutama protein kasar
yang tinggi
 Tahan renggutan dan injakan serta kekeringan saat
musim kemarau
 Pemeliharannya mudah
 Daya tumbuh cepat
 Nisbah daun dan batang tinggi
 Mudah dikembangkan jika dikombinasikan dengan
tanaman legum
 Ekonomis dan mempunyai palatabilitas yang tinggi
PASTURA BUDIDAYA

 Pemilihan lokasi
 Pengolahan tanah
 Pemilihan bibit unggul
 Penanaman HMT
 Pemeliharaan pastura
 Defoliasi
 Peremajaan
PENGOLAHAN TANAH

 Land clearing = Pembersihan lahan


 Ploughing = Pembajakan tanah
 Harrowing = Penghalusan tanha
 Pemberian pupuk dasar :
pupuk kandang : 5- 10 ton/ ha
pupuk sp-36 : 150- 200 kg/ha
pupuk kcl : 100 – 150 kg/ ha
TAHAPAN LAND CLEARING PERLU ADA
PERTIMBANGAN DAN KEBIJAKSANAAN :

 Jalur- jalur pohon pelindung angin / hujan


 Peneduh untuk ternak
 Menjaga kelembaban tanah di musim kemarau
 Membiarkan pohon-pohon di tepi sungai untuk
mencegah erosi
 Sumber pakan hijauan
PLOUGHING

 Memecah lapisan tanah menjadi bongkahan


sehingga penggemburan selanjutnya menjadi
lebih mudah
 Memudahkan proses dekomposisi / mineralisasi
 Jika tanah masam ditambahkan dolomit/ kapur
 Penambahan pupuk kandang < 10 ton / ha
HARROWING

 Menghancurkan bongkahan tanah besar menjadi


struktur remah
 Membersihkan sisa-sisa perakaran
 Sebelumnya dilakukan penambahan pupuk P dan
K agar teraduk merata dengan tanah
 Pupuk P : SP-36 150 – 200 kg/ ha
 Pupuk K : 100 – 150 kg/ ha
PEMILIHAN BIBIT UNGGUL

 Produktivitas tinggi
 Mudah dikelola
 Palatable
 Kandungan gizi tinggi
 Mudah beradaptasi
BIBIT RUMPUT PASTURA
 Biasanya dilakukan pengaturan tanam
berdasarkan petak padangan (paddock) untuk
mempertahankan kualitas dan ketersediaan
pakan sepanjang tahun
 Biasa dilakukan penyisipan legum diantara
rumput, untuk meningkatkan kualitas
 Jenis- jenis rumput padangan
- Brachiaria decumbens
- Brachiaria brizantha
- Axonopus compressus
- Chloris gayana
- Digitaria decumbens
- Paspalum notatum
PENANAMAN RUMPUT PADANGAN

 Jarak tanam : (0,5 x 0,5) m


 Pols dan biji
 Setelah tanam dipadatkan
 Pengairan segera dilakukan
 Setelah penanaman
YANG HARUS DIHINDARI DALAM PASTURA BUDIDAYA:

Pengembalaan Berat (over grazing) Jumlah ternak tdk


sesuai dgn kapasitas tampung

Akibatnya: • Produksi berikutnya rendah •


Pertumbuhan kembali lemah • Banyak tumbuh
rumput liar • Bisa timbul erosi tanah
Defoliasi terlalu ringan (under grazing)

Akibatnya: • Spotted grazing: tidak merata, hanya pd


tempat tertentu • Selective grazing: hanya bagian
tertentu yang disukai saja yg dikonsumsi