Anda di halaman 1dari 20

Siklus Akuntansi

Biaya Perusahaan
Manufaktur

Oleh:
Ade Rizki Fauzi
Reni Saniati Dewi
IV-AKUNTANSI-A2
Akuntansi Perusahan Manufaktur
Akuntansi biaya (Horngren, dkk.,2006) adalah suatu sistem
informasi yang mengindentifikasi, menganalisis, dan
melaporkan informasi keuangan dan non keuangan yang
terkait dengan biaya perolehan atau pengunaan sumber
daya dalam suatu organisasi (perusahaan). Akuntansi biaya
biaya menyediakan informasi biaya yang dibutuhkan untuk
akuntansi keuangan dan akuntansi manajemen.
Pengelompokan Biaya Utama dan Biaya Konversi

Biaya Bahan
Baku Biaya
Utama
Biaya Tenaga
Kerja Lansgung
Biaya
Konversi
Biaya Overhead
Pabrik
Laporan Keuangan Perusahaan Manufaktur
Laporan keuangan merupakan informasi
akuntansi yang dihasilkan dari proses akuntansi
selama satu periode akuntansi. Dalam
perusahaan manufaktur terdiri :
1. Laporan harga pokok penjualan
2. Laporan laba rugi
3. Laporan posisi keuangan
Contoh Soal
1. PT. ASTARI adalah perusahaan percetakan. Besarnya biaya utama
Rp. 5.000.000, besarnya biaya konversi Rp. 7.000.000, total biaya
produksi adalah Rp. 9.000.000 . Tentukan BTKL !
Jawab:
Biaya Produksi = Biaya Utama + Biaya Overhead Pabrik
Rp. 9.000.000 = Rp. 5.000.000 + BOP
BOP = Rp. 9.000.000 – Rp. 5.000.000
BOP = Rp. 4.000.000

Biaya Konversi= BOP + BTKL


Rp. 7.000.000 = Rp. 4.000.000 + BTKL
BTKL = Rp. 7.000.000 – Rp. 4.000.000
BTKL = Rp. 3.000.000
Jadi Biaya Tenaga Kerja Langsung PT. ASTARI adalah Rp. 3.000.000
2. PT. FAHREZI adalah produsen sepatu. Biaya bahan baku
Rp. 2.000.000 Biaya tenaga kerja langsung Rp 3.000.000. Biaya
overhead pabrik adalah 150% dari biaya tenaga kerja langsung.
Diminta:
Hitunglah biaya produksi
Jawab:
Biaya Bahan baku Rp. 2.000.000
Biaya upah langsung Rp. 3.000.000
Biaya Overhead Pabrik Rp. 4.500.000
Biaya Produksi Rp. 9.500.000

Biaya Produksi pada PT.Fahrezi adalah Rp. 9.500.000


3. PT. AHMAD adalah perusahaan yang bergerak di bidang percetakan.
Transaksi selama tahun 20XX adalah sebagai berikut:
a) Informasi persediaan
Persediaan Persediaan awal Persediaan akhir
Bahan baku Rp 14.000.000 Rp 9.000.000
Barang dalam proses Rp 21.000.000 Rp 19.000.000
Produk Selesai Rp 20.000.000 Rp 10.000.000

b) Transaksi selama tahun 20XX


Pembelian bahan baku Rp. 42.300.000
Biaya tenaga kerja langsung Rp. 44.200.000
Biaya tenaga kerja tidak langsung Rp. 6.800.000

Bahan-bahan penolong Rp. 3.200.000


Macam-macam biaya overhead pabrik Rp. 5.100.000
Diminta:
a. Hitunglah biaya bahan baku
b. Hitunglah biaya produksi
c. Hitunglah harga pokok produksi
d. Hitunglah harga pokok penjualan
Jawab:
e. Biaya Bahan Baku
Persediaan bahan baku awal Rp. 14.000.000
Pembelian bahan baku Rp. 42.300.000
Bahan yang siap digunakan Rp. 56.300.000
Persediaan akhir bahan baku (Rp. 9.000.000)
Biaya bahan baku Rp. 47.300.000

Jadi biaya bahan baku pada PT.AHMAD adalah Rp.47.300.000


b. Biaya Produksi
Biaya Bahan baku Rp. 47.300.000
Biaya upah langsung Rp. 44.200.000
Biaya Overhead Pabrik Rp. 5.100.000
BTKTL Rp. 6.800.000
Biaya Bahan Penolong Rp. 3.200.000
Biaya Produksi Rp. 106.600.000
Jadi Biaya Produksi pada PT.AHMAD adalah Rp. 106.600.000

c. Harga Pokok Produksi


Biaya produksi Rp. 106.600.000
Persediaan awal barang dalam proses Rp. 21.000.000
Produk siap produksi Rp. 127.600.000
Persediaan akhir barang dalam proses (Rp. 19.000.000)
Harga pokok produksi Rp. 108.600.000
Jadi Biaya Produksi pada PT.AHMAD adalah Rp. 108.600.000
d. Harga Pokok Penjualan
Harga pokok produksi Rp. 108.600.000
Persediaan awal barang jadi Rp. 20.000.000
Produk yang siap untuk dijual Rp. 128.600.000
Persediaan akhir barang jadi (Rp. 10.000.000)
Harga pokok penjualan Rp. 118.600.000
Jadi Harga Pokok Penjualan pada PT.AHMAD adalah Rp.118.600.000
4. PT. SAFINA adalah sebuah perusahaan industri garmen. Informasi
mengenai saldo per Desember 20XX adalah sebagai berikut:
Penjualan Rp. 500.000.000
Persediaan bahan baku 1 Desember Rp. 135.300.000
Pembelian bahan baku Rp. 100.000.000
Persediaan bahan baku 31 Desember Rp. 155.300.000
Persediaan produk dalam proses 1 Desember Rp. 234.300.000
Persediaan produk dalam proses 31 Desember Rp. 183.140.000
Persediaan produk selesai 1 Desember Rp. 68.700.000
Persediaan produk selesai 31 Desember Rp. 100.700.000
Biaya Tenaga Kerja Langsung Rp. 104.000.000
Biaya bahan penolong Rp. 28.000.000
Biaya overhead pabrik lainnya Rp. 56.840.000
Biaya pemasaran Rp. 30.800.000
Biaya administrasi dan umum Rp. 40.200.000
Diminta:
1. Biaya utama (prime cost)
2. Biaya konversi (conversion cost)
3. Biaya produksi (total manufacturing cost)
4. Harga Pokok Produksi (cost of goods manufacturing cost)
5. Harga Pokok Penjualan (cost of goods sold)
6. Laporan Laba Rugi
Jawab:
1. Biaya utama = 𝑏𝑖𝑎𝑦𝑎 𝑏𝑎ℎ𝑎𝑛 𝑏𝑎𝑘𝑢 + 𝑏𝑖𝑎𝑦𝑎 𝑡𝑒𝑛𝑎𝑔𝑎 𝑘𝑒𝑟𝑗𝑎 𝑙𝑎𝑛𝑔𝑠𝑢𝑛𝑔
Biaya Bahan Baku
Persediaan bahan baku awal Rp. 135.300.000
Pembelian bahan baku Rp. 100.000.000
Bahan yang siap digunakan Rp. 235.300.000
Persediaan akhir bahan baku (Rp.155.300.000)
Biaya bahan baku Rp. 80.000.000
Biaya Utama = Rp. 80.000.000 + 104.000.000
= Rp. 184.000.000
2. Biaya Konversi = Biaya tenaga kerja langsung + Biaya overhead pabrik
= Rp.104.000.000 + (Rp.28.000.000 + Rp. 56.840.000)
= Rp. 188.840.000
3. Biaya Produksi
Biaya Bahan baku Rp. 80.000.000
Biaya upah langsung Rp. 104.000.000
Biaya Bahan Penolong Rp. 28.000.000
Biaya Overhead Pabrik Rp. 56.840.000
Biaya Produksi Rp. 268.840.000
4. Harga Pokok Produksi
Biaya produksi Rp. 268.840.000
Persediaan awal barang dalam proses Rp. 234.300.000
Produk siap produksi Rp. 503.140.000
Persediaan akhir barang dalam proses (Rp. 183.140.000)
Harga pokok produksi Rp. 320.000.000
5. Harga Pokok Penjualan
Harga pokok produksi Rp. 320.000.000
Persediaan awal barang jadi Rp. 68.700.000
Produk yang siap untuk dijual Rp. 388.700.000
Persediaan akhir barang jadi (Rp.100.700.000)
Harga pokok penjualan Rp. 288.000.000
6. Laporan Laba Rugi
PT.SAFINA
Laporan Laba Rugi
Untuk bulan yang berakhir 31 Januari 20xx
Penjualan Rp. 500.000.000
Harga Pokok Penjualan Rp. 288.000.000 -
Laba Kotor Rp. 212.000.000
Biaya Penjualan Rp. 30.800.000
Biaya Administrasi dan Umum Rp. 40.200.000
Total Beban Operasional Rp. 71.000.000 -
Laba Bersih Rp. 141.000.000
5. Berikut adalah data dari PT. LANGITBIRU per September 2014 :
Persediaan bahan baku langsung 01/09/14 Rp. 105.000,-
Pembelian bahan baku langsung Rp. 365.000,-
Bahan baku yang digunakan Rp. 385.000,-
Total biaya overhead pabrik Rp. 450.000,-
Biaya overhead pabrik variable Rp. 265.000,-
Total biaya produksi Rp. 1.610.000,-
Persediaan produk dalam proses 01/09/2014 Rp. 230.000,-
Harga pokok produksi Rp. 1.660.000,-
Persediaan produk jadi 01/09/2014 Rp. 130.000,-
Harga pokok penjualan Rp. 1.770.000,-
Diminta, hitunglah :
1.1 Persediaan bahan baku langsung 30/09/14
1.2 Biaya overhead pabrik tetap bulan September 2014
1.3 Biaya tenaga kerja langsung bulan September 2014
1.4 Persediaan produk dalam proses 30/09/14
1.5 Harga pokok produk yang siap untuk dijual bulan September 2014
1.6 Persediaan produk jadi 30/09/1
Jawab:
1.1 Biaya Bahan Baku langsung akhir 30/09/2014
Biaya Bahan Baku= Pers. BB awal + Pembelian BB – Pers. BB akhir
Pers. BB akhir = Pers. BB awal + Pembelian BB – Biaya Bahan Baku
Pers. BB akhir = Rp. 105.000 + Rp. 365.000 – Rp. 385.000
Pers. BB akhir = Rp. 85.000

1.2 Biaya Overhead Tetap bulan September 2014


BOP Tetap = Total Biaya Overhead Pabrik – BOP Variable
BOP Tetap = Rp. 450.000 – Rp. 265.000
BOP Tetap = Rp. 185.000
1.3 Biaya Tenaga Kerja Langsung bulan September 2014
Biaya Produksi= Biaya Utama + BOP
Rp. 1.610.000 = ( Rp. 385.000 + BTKL ) + Rp. 450.000
Rp. 1.610.000 = Rp. 835.000 + BTKL
BTKL = Rp. 1.610.000 – Rp. 835.000
BTKL = Rp. 775.000
 
1.4 Persediaan Produk dalam proses akhir
Harga p. produksi= Biaya Produksi+ Pers. BDP awal – Pers. BDP akhir
Rp. 1.660.000 = Rp. 1.610.000 + Rp. 230.000 – Pers. BDP akhir
Rp. 1.660.000 = Rp. 1.840.000 – Pers. BDP akhir
Pers. BDP akhir = Rp. 1.840.000 – Rp. 1.660.000
Pers. BDP akhir = Rp. 180.000
1.5 Harga pokok produk yang siap dijual
Harga pokok produk siap dijual = Biaya produksi + Pers. BDP awal
= Rp. 1.610.00 + Rp. 230.000
= Rp. 1.840.000

1.6 Persediaan produk jadi akhir


HPP = Harga pokok produksi +Pers.BJ awal – Pers.BJ akhir
Rp. 1.770.000 = Rp. 1.660.000 + Rp. 130.000 – Pers. BJ akhir
Rp. 1.770.000 = Rp. 1.790.000 – Pers. BJ akhir
Pers. BJ akhir = Rp. 1.790.000 – Rp. 1.770.000
Pers. BJ akhir = Rp. 20.000
SEKIAN DAN TERIMA KASIH

Anda mungkin juga menyukai