SEJARAH PENGUKURAN
INTELIGENSI/MINAT/BAKAT/THB
Nahya Naddahatissilmi (1193151043)
Erlen Christin Irene Laia (1192451016)
Dalila Fauza Nasution (1191151022)
Dinda Nur Octari Rahma (1191151025)
Roma Artauli Siregar (1193351061)
HAKIKAT INTELEGENSI
Menurut David Wechsler, inteligensi adalah kemampuan untuk bertindak
secara terarah, berpikir secara rasional dan menghadapi lingkungannya secara
efektif. Secara garis besar dapat disimpulkan bahwa inteligensi adalah suatu
kemampuan mental yang melibatkan proses berpikir secara rasional.
Adapun beberapa pendapat para ahli dari :
1. Reber
2. Geary
3. Alfret Biner
Dari beberapa pendapat ahli mengenai intelegensi di atas dapat disimpulkan
bahwa hakikat intelegensi adalah kemampuan seseorang untuk mengambil
tindakan dan menyesuaikan tindakan guna untuk mencapai suatu tujuan
tertentu.
Sejarah Tes Intelegensi
Pada abad XV, di Cina telah berlangsung usaha untuk mengukur kompetensi
para pelamar jabatan sebagai pegawai negara. Untuk dapat diterima sebagai
pegawai, para pelamar harus mengikuti ujian tertulis mengenai pengetahuan
Confucian Classics dan mengenai kemampaun menulis puisi dan komposisi
karangan. Ujian ini berlangsung sehari semalam di tingkat distrik.
Kurang dari 75 pelamar yang biasanya lulus dan mengikuti ujian kemampuan
menulis prosa dan sajak. Dalam ujian ke dua ini hanya kurang dari 10% dari sisa
peserta yang dapat lulus. Kemudia ujian tingkat akhir diadakan di Peking di mana
diantara para peserta hanya lulus 3% saja. Dan para lulusan ini dapat diangkat
menjadi pegawai negara.
Sejarah Intelegensi lainnya :
1. Rintisan Catel
2. Skala Binet-Simon
3. Skala Wechsler
01
Tes Intelegensi
Tes intelegensi adalah Tes kemampuan (inteligensi) untuk
mengetahui prestasi maksimal yang diperlukan dalam meneliti
kemampuan dan kecakapan. Kecakapan merupakan potensi
seseorang untuk memperoleh tindakan melalui pelatihan.
Kecerdasan erat kaitannya dengan kemampuan kognitif yang
dimiliki oleh individu. Kecerdasan dapat diukur dengan
menggunakan alat psikometri yang biasa disebut sebagai Tes IQ.
Bentuk Tes
Ada tiga macam skala Wechsler, yaitu :
• Wechsler Preschool and Primary Scale of Intellegency (WPPSI)
WPPSI adalah sebuah tes kecerdasan (intelligence) yang dirancang untuk anak us
ia 2 tahun 6 bulan sampai 7 tahun 3 bulan, yang diciptakan oleh David Wechsler.
• Wechsler Intelligence Scale for Children (WISC)
Tes intelegensi Wechsler Intelligence Scale for Children (WISC) adalah
salah satu tes yang sering dan umum digunakan di dunia psikologi.
• Wechsler Adult Intellegence Scale (WAIS)
WAIS merupakan alat tes inteligensi yang dikembangkan dan diperkenalkan pada tahun
1981, dengan nama WAIS – R, merupakan modifikasi dan edisi penerus dari Wechsler
– Bellevue Intelligence Scale yang dibuat pada tahun 1939. WAIS –R merupakan skala
inteligensi yang terdiri dari dua bentuk, yaitu :
1. Skala Verbal
2. Skala Performance
Klasifikasi Hasil Tes
IQ KATEGORI
>140 Genius
130-139 Sangat cerdas
120-129 Cerdas
110-119 Di atas rata-rata
90-109 Rata-rata
80-89 Di bawah rata-rata
70-79 Perbatasan
50-69 Lemah pikir
<49 Idiot
Kelebihan Skala Wechsler Kelemahan Skala Wechsler
● Skala Wechsler dapat digunakan ● Skala Wechsler kurang
dalam diagnosis psikiatri memiliki data yang
● Konselor memiliki kesempatan mendukung validitas ekologi
untuk langsung mengobservasi ● Keterbatasan Wechsler Scale
kliennya, sehingga konselor bisa adalah tidak bisa diaplikasikan
mengamati faktor emosional dan untuk etnis yang minoritas
neurologis klien selama tes atau seseorang yang berasal
berlangsung. dari latar belakang social
ekonomi rendah
Administrasi tes : Alat, Waktu dan Cara pengerjaan
Alat Wakt Cara Pengerjaan
• WISC u
Sama halnya dengan
pelaksanaan tes • Menghitung Usia
box binet, dalam tes
Norma WISC
WISC juga tester
• Lembar perlu melakukan • Melakukan
jawaban rapport secara pengetesan
• Stopwatc intens. Pelaksanaan • Melakukan
tes juga tidak scoring Buku
h dibatasi oleh waktu,
manual WISC
• Alat tulis hanya ada beberapa
• Menghitung IQ
persoalan saja yang
menggunakan
batasan waktu.
Faktor dari testee dan tester yang
mempengaruhi tes
Kecemasan testee
Rapport
Jenis kelamin,
Motivasi untuk
pengalaman dan ras
berbohong testee
(lebih ke tester)
KODE ETIK
1 2 3 4
Penjualan dan distribusi tes Skor tes intelegensi hanya Membentuk sikap Tes yang
intelegensi terbatas pada pemakai boleh disampaikan kepada obyektif testi. Hal ini digunakan telah
yang dapat orang-orang yang mampu perlu dilakukan karena
menginterpretasikannya. teruji tingkat
dipertanggungjawabkan. Hanya bagaimapun
orang-orang tertentu yang Individu (testi) yang kondisinya, tes
validitas dan
memiliki wewenang untuk memperoleh laporan hasil tes intelegensi merupakan reliabilitasnya.
mengadministrasikan tes intelegensi selayaknya juga alat atau media yang Tes intelegensi
itelegensi yang telah dipersiapkan memperoleh penjelasan dari dapat digunakan untuk yang masih dalam
sebelumnya secara matang untuk orang yang mengerti dan memahami diri sendiri tahap
dapat melakukan hal tersebut, mampu menginterpretasikan dengan lebih baik, hal
hasil tes intelegensi tersebut. pengembangan
sehingga tidak semua orang dapat ini perlu dilakukan
menjalankan dan Hal ini berkaitan dengan karena adanya
tidak boleh
mengadministrasikan kegiatan tes tindakan berikutnya yang kemungkinan testi digunakan, hal ini
intelegensi ini. akan dilakukan setelah memiliki prasangka dikarenakan
individu (testi) mengerti dan tertentu dalam tingkat validitas
memahami hasil tes menginterpretasikan dan reliabilitasnya
intelegensi yang sebuah hasil tes.
diperolehnya. belum teruji
Penggunaan data hasil tes dalam
Pemaknaan dan layanan BK adalah untuk keperluan
penggunaan data hasil bahan diagnostik (baik diagnostik
kesulitan belajar maupun diagnostik
tes dalam layanan BK kesulitan pribadi lainnya) bahan
informasi dalam layanan penempatan
pemilihan program khusus, pemilihan
kelanjutan studi, pemilihan lapangan
kerja dan penempatan lainnya.
Thanks!
Do you have any
questions?
CREDITS: This presentation template was created by Slidesgo,
including icons by Flaticon, and infographics & images by Freepik.