PRESENTASI KASUS
PERAN FISIOTERAPI TERHADAP FAKTOR RESIKO BENCANA
DI COLUMBIA ASIA PULOMAS
Alam Ferdinan S, Fanny Muchtazim, Deka dantara.
PROGRAM STUDI PROFESI FISIOTERAPI
FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS ‘AISYIYAH YOGYAKARTA
2021
Faktor Resiko
Kebakaran Gempa Bumi
- Roll kabel yang sudah - Struktur bangunan
longgar yang tidak kokoh.
- Kabel alat yang sudah - Penempatan alat yang
mengelupas kurang rapi.
- Lampu Infra Red yang - Penempatan bed terapi
konslet yang tidak sesuai.
- Kain dan Bed Medis
yang mempercepat
penyebaran api.
Resiko Cidera
KEBAKARAN GEMPA BUMI
- Luka Bakar -Close/open fracture
- Sesak Nafas -Bengkak
-Sprain
- Close/open fracture
-Dislokasi
Manajemen Resiko Bencana
Manajemen Ruangan Manajemen Alat
1. Adanya APAR 1. Melakukan kalibrasi alat
2. Adanya jalur evakuasi 2. Evaluasi alat 5 tahun sekali
3. Terdapat titik kumpul 3. Instruksi penggunaan alat-alat
4. Masa berlaku alat
4. Edukasi tentang jalur evakuasi
5. Adanya alat otomatis untuk mengetahui adanya
yang benar
bencana, contohnya alarm/sirine bahaya
5. Edukasi tentang kebencanaan 6. Manajemen penempatan alat pada jalur yang di
lewati atau saat evakuasi
Manajemen Aset
Dari setiap aset kantor ada satu orang khusus, seperti
dokumen yang jaga satu orang memkai helm putih
Manajemen Kelainan Musculoskletal
Manajemen Riwayat
1. Stifness (kekakuan)
2. Swelling (Peradangan)
3. Deformitas (Kelainan Bentuk)
4. Unstabilitas (Gangguan Keseimbangan)
5. Weakness( Kelemahan)
6. Injury,
7. Nyeri,
8. Sensibility (sensitif terhadap sentuhan pada kulit)
9. Loss Of Function (Penurunan fungsi serta sensoris/rasa raba.
Manajemen Fisioterapi Pada Bencana
• Fisioterapi Pada Gangguan Kardio Dalam Bencana.
- Resusitasi Jantung dan Paru
Adalah teknik penyelamatan hidup yang bermanfaat pada banyak kedaruratan seperti
seangan jantung, tenggelam, pernafasan dan denyut nadi berhenti.
- A.B.C
1.Airways (membersihkan jalan nafas).
2.Breathing (Pernafasan untuk pasien yang keslitan bernafas).
3.Circulation (Memulihkan sirkulasi darah dengan kompresi dada bila nadi negatif).
Fisioterapi Pada Gangguan Neuro Dan Integument Dalam
Bencana
- Spinal Injuries
cedera pada otot, tulang, atau saraf yang berhubungan dengan tulang belakang. semakin tinggi tulang belakang, semakin serius cederanya.
• Prinsip penanganan cdera spinal
1.Hindari cedera lebih lanjut
2.Lakukan Fiksasi dan Imobilisasi
3.Batasi Pergerakan
- Concussion/Gagar otak
cedera di kepala atau otak. benar-benar berdarah di otak atau di sekitar otak.
Pencegahan (Pre Disaster):
1. Kenakan perlengkapan keselamatan dan kenakan dengan benar.
2. Ketahui aturan keamanan olahraga yang dimainkan.
3. Gunakan sabuk pengaman dan jok mobil.
- Luka Bakar
luka bakar adalah kerusakan pada kulit atau jaringan di bawahnya yang disebabkan oleh panas. ada 3 tingkat
keparahan; Ke-1 (superfisial), ke-2 (ketebalan parsial), ke-3 (ketebalan penuh).
Pencegahan:
1. Gunakan aturan keamanan.
2. Gunakan peralatan keselamatan saat bekerja dengan bahan kimia.
3. Pekerjakan profesional untuk menangani pekerjaan, mis. listrik.
4. Hindari paparan sinar matahari.
5. Jauhkan benda panas dari jangkauan anak-anak.
• Pengelolaan:
1.• Untuk luka bakar derajat 1 dan 2 Anda harus mendinginkan area tersebut segera.
2.• Untuk luka bakar derajat 3 jangan mengoleskan apapun pada luka bakar, segera dapatkan bantuan medis dan
obati bila mengalami syok.
Penangan Luka Bakar
• Penekanan langsung (Direct Presure)
• Elevasi (tinggikan)
• Titik Tekan (Point presure)
• Pembalutan (Bandaging)
• Imobilisasi (splinting)
• Awasi tanda syok
• (nadi cepat,gelisah,akral dingin)
• Segera Evakuasi jika di pra rumah sakit
Intervensi Fisioterapi
Pada Awal Cidera Di Lapangan
1. Pembalutan sesuai dengan cidera
2. Kompres Ice
3. Meninggikan Ekstremitas yang cidera, yang berfungsi sebagai:
Mengurangi Oedema, meningkatkan aliran balik vena,
menurunkan tekanan komparten
IMOBILISASI
1. Tujuan mencegah cidera lebih parah karena gerakan berlebih
2. Mengurangi strees pada ligamen, otot dan tendon
3. Mengurangi rasa nyeri dan mengurangi gerak tubuh
Golden Rule Of Mobilisasi
1. Mengistirahatkan sendi yang mengalami cidera
2. Menerapkan Pembalutan dari Distal ke titik yang lebih
Proksimal, bertujuan untuk melancarkan darah dari distal ke
cidera
3. Evaluasi fungsi motortik dan sensasi sebelum dan sesudah
pembalutan
Penilaian Sistem Muskuloskletal
1. Membandingkan ke sisi yang sehat
2. Evaluasi kemampuan Motorik, dapat mengerakan jari tangan
dan kaki Sin><Dex
3. Evaluasi Status Sensorik