Anda di halaman 1dari 15

TERAPI

KOMPLEMENTER
“HYPNOTHERAPI

Kelompok 2
KELOMPOK 2
1. Dyah Fatma Novanti (11181015)
2. Elis Anida Eka Putri (11181016)
3. Erica Nur Azzahra (11181017)
4. Evelyn Elisha (11181018)
5. Falisca Natasyia (11181019)
6. Febriyani (11181020)
7. Fika Ayu Barokah (11181021)
8. Indah Nur Hafiah (11181022)
9. Isty Romadhona (11181023)
10. Kaiser Franklin Thomas H (11181024)
11. Lenny Ayu Popang (11181025)
12. Lita Miftahul Jannah (11181026)
13. Mauren Salsabilla Putri (11181028)
14. Maulida Awalia (11181027)
15. Melisa Indah Kusumo (11181029)
16. Muhamad Dava (11181030)
Pengertian
Terapi hipnoterapi adalah salah satu cabang ilmu psikologis
yang mempelajari manfaat sugesti untuk mengatasi masalah
pikiran, perasaan, dan perilaku. Jika kita mengikuti
hipnoterapi, kita akan dibimbing memasuki kondisi trance
(relaksasi pikiran) agar pikiran kita siap menerima sugesti
yang diberikan oleh hipnoterapis. hipnoterapi dapat
menurunkan skala dismenore.
H ipnoterapi merupakan salah satu intervensi non
farmakologi yang dapat dilakukan untuk menurunkan nyeri.
Terdapat pengaruh hipnoterapi terhadap penurunan skala
nyeri dismenore.
klasifikasi Hipnoterapi

Hipnoterapi merupakan konsep penyembuhan yang


menyeimbangkan sistem harmonisasi tubuh dengan
mengatur kembali pola pola negatif yang sering
dilakukan, baik secara sadar maupun tidak secara
sadar olah seseorang. Dengan memasuki pikiran
bawah sadar klien, pola-pola negatif yang selama ini
dilakukan oleh klien bisa dikoreksi dan diprogram
kembali dengan memberikan pandangan-pandangan
baru yang bisa memberikan kenyamanan dan
ketenangan secara jangka panjang bagi klien
MANFAAT HIPNOTERAPI
Forensic Hypnosis Erotic Hypnosis atau
Hypnosex Hipnosis
Digunakan dalam penyelidikan kepolisian, hipnosis dapat
Erotic hypnosis atau hypnosex merupakan aplikasi hipnosis
digunakan untuk menggali informasi dari saksi.suatu kejadian
yang berfungsi meningkatkan kualitas hubungan seks.
traumatis seperti dalam kasus kejahatan yang
Karena seks dapat menjadi hiburan biologis sekaligus
menakutkancenderung membuat pikiran bawah sadar
psikologis yang sangat seru,berbeda, dan luar biasa.
menyembuyikan ingatan yang lengkap tentang kejadian tersebut
agar tidak dapat diingat oleh pemikiran sadar. Tujuan pikiran
sadar menyembuyikan informasi itu sesungguhnya untuk
kebaikan diri sendiri karena apabila kejadian itu dapat diingat
dalam kondisi sadar, rasa takut akan sering muncul tanpa sebab.
Dengan bantuan hipnosis,korban atau saksi dapat mengingat
kembaliperistiwa-peristiwa dengan jelas
Tujuan Hipnoterapi

1. Masalah Fisik dan Fisiologis Ketegangan otot, hipertensi, dan rasa nyeri yang
berlebihan dapat dibantu dengan hipnoterapi. Hipnoterapi dapat membuat
tubuh menjadi rileks dan mengurangi intensitas nyeri yang berlebihan secara
drastis.

2. Masalah Emosi dan Psikologis Serangan panik, ketegangan dalam menghadapi


ujian, kemarahan, rasa bersalah, cemas, fobia, kurang percaya diri, dan lain-lain
adalah masalah-masalah emosi yang berhubungan dengan rasa takut dan
kegelisahan. Semua masalah di atas bisa diatasi dengan hipnoterapi.

3. Masalah Emosi dan Psikologis Serangan panik, ketegangan dalam menghadapi


ujian, kemarahan, rasa bersalah, cemas, fobia, kurang percaya diri, dan lain-lain
adalah masalah-masalah emosi yang berhubungan dengan rasa takut dan
kegelisahan. Semua masalah di atas bisa diatasi dengan hipnoterapi.
Syarat Melakukan
Hipnoterapi

Satu Dua Tiga


Bersedia dengan Memiliki Memahami
sukarela kemampuan komunikasi
untuk fokus verbal
Hipnoterapi

Indikasi Kontraindikasi

Indikasi hipnoterapi Kontraindikasi dari


adalah untuk spektrum hipnoterapi adalah
gangguan cemas.. selain disabilitas fisik atau
itu, terapi ini juga penyakit fisik yang
diindikasikan pada berat. Misalnya, pasien
pasien-pasien penyakit dengan gagal jantung
kronik yang mempunyai kongestif tidak bisa
komorbiditas psikiatri mendapatkan terapi
ringan akibat sakitnya. deep breathing dan
Misalnya, depresi, cemas, pasien pasca stroke
dan gejala-gejala stress tidak bisa melakukan
pada pasien dengan progressive muscular
diabetes mellitus. relaxation.
ANALISA JURNAL
Jurnal Utama
1. Judul jurnal

“Pengaruh Hipnoterapi Terhadap Disminore Primer Pada Remaja”

2. Peneliti

Hemi Fitriani, Achmad Setya Roswendi

3. Populasi, sampel dan teknik sampling

Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswi kelas X di SMA Negeri 4 Cimahi yang telah mengalami siklus menstruasi maksimal dua tahun dihitung dari usia
menarche, dan mengalami dismenore pada saat menstruasi, yaitu berjumlah sembilan puluh satu siswi. Pengambilan sampel dilakukan dengan tehnik purposive
sampling berjumlah 13 siswi.

4. Desain penelitian

Jenis penelitian Quasi Experiment, dengan desain Non-equivalent Control Group

5. Instrumen yang digunakan

Pengumpulan data dilakukan dengan pengisian kuesioner Numeric Rating Scale (NRS) sebelum dan setelah intervensi. Peneliti tidak melakukan uji validitas dan
reabilitas terhadap instrument dikarenakan sudah diuji validitas pada penelitian sebelumnya.

6. Uji statistik yang digunakan

Analisa univariat menggunakan median dan analisa bivariat menggunakan uji Man-Whitney.
ANALISA JURNAL
Jurnal Pendukung

1. Judul jurnal
“Efektifitas Hypnotherapi Terhadap Penurunan Nyeri Dismenorea Pada Siswi SMA”
2. Peneliti
Nadi Aprilyadi, H. Jhon Feri, Indah Dewi Ridawati
3. Hasil penelitian
Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan teknik hipnoterapi terhadap penurunan tingkat nyeri haid
pada siswi SMA PGRI 1 Lubuklinggau. Hal ini terbukti dari adanya perubahan tingkat nyeri pada siswi yang
melaksanakan hipnoterapi. Berdasarkan hasil uji hipotesis tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat hasil yang
signifikan dan bermakna dalam penurunan intensitas nyeri yang dialami responden. Adanya perbedaan nilai
significancy dapat disimpulkan bahwa teknik hipnoterapi efektif terhadap penurunan tingkat nyeri haid.
ANALISA PICO

1. Problem
Masalah kesehatan yang sering dialami remaja putri ketika memasuki masa pubertas adalah
dismenore. Penelitian sebelumnya didapatkan bahwa 54,89% remaja usia 14 – 19 tahun di
Indonesia tahun 2011 mengalami masalah dismenore. Beberapa penelitian di wilayah
Indonesia menyatakan bahwa kejadian dismenore pada remaja cukup tinggi. Penanganan
dismenore yang sudah dikenal oleh masyarakat yaitu penanganan secara farmakologis, tetapi
penanganan dismenore secara farmakologis kurang diminati oleh remaja karena
kekhawatiran terhadap efek samping dari obat.
ANALISA PICO
2. Intervention
Penatalaksanaan dalam menurunkan nyeri disminore pada remaja yaitu dengan
menggunakan terapi non farmakologis yaitu hipnoterapi. Hipnoterapi dapat menurunkan
intensitas dismenore primer melalui dua mekanisme. Tahap induksi dan deepening dalam
hipnoterapi merupakan mekanisme pertama untuk menurunkan intensitas nyeri dismenore.
Tahap induksi dan deepening merupakan tahap relaksasi melalui relaksasi nafas dalam.
Mekanisme kedua adalah sugesti yang diterima oleh alam bawah sadar akan mengubah
persepsi nyeri di kortex serebri. Tahap sugesti dalam hipnoterapi merupakan tindakan untuk
memberikan data baru masuk ke pikiran bawah sadar. Data yang dimasukkan adalah data
bahwa impuls dari uterus saat berkontraksi yang dihantarkan akan dipersepsikan sebagai rasa
bahagia, rasa nyukur dan rasa yang diharapkan. Sehingga ketika kortek serebri mendapatkan
impuls kontraksi maka impuls itu akan dipersepsikan sebagai rasa bahagia dan rasa syukur.
Dua mekanisme tersebut yang menjadi penjelasan bahwa hipnotherapi dapat menurunkan
intensitas nyeri.
ANALISA PICO
3. Comparison
Judul jurnal
“Efektivitas Terapi Kompres Hangat Terhadap Penurunan Nyeri Dismenore Pada Remaja Di Bandung”

Peneliti
Maidartati, Sri Hayati, Afifah Permata Hasanah

Hasil penelitian
Hasil penelitian ini menunjukkan P-value = 0,000 dimana P-value < 0,05, sehingga Ho ditolak, artinya
terdapat efektivitas pemberian kompres hangat penurunan nyeri haid (dismenore) pada remaja usia 13-
15 Kota Bandung.
ANALISA PICO

4. OUTCOME
Hasil penelitian mengambarkan bahwa terdapat penurunan nilai median nyeri pada
responden antara sebelum dan setelah diberikan hypnoterapi. Skala dismenore sebelum
dilakukan hipnoterapi 3,00 dengan kategori nyeri ringan dan setelah dilakukan hipnoterapi
turun menjadi 0 dengan kategori tidak nyeri. Hasil uji statistik menggunakan uji wilcoxon
didapatkan p-Value 0,002, maka dapat disimpulkan ada pengaruh hipnoterapi terhadap
penurunan skala dismenore.
KESIMPULAN

Berdasarkan jurnal yang kami Analisa, dapat kami simpulkan bahwa Jurnal
Utama yang berjudul “ Pengaruh Hipnoterapi Terhadap Disminore Primer
Pada Remaja” Hasilnya bahwa skala dismenore sebelum dilakukan
hipnoterapi 3,00 dengan kategori nyeri ringan dan setelah dilakukan
hipnoterapi turun menjadi 0 dengan kategori tidak nyeri. Dan Jurnal
pembanding yang berjudul “Efektivitas Terapi Kompres Hangat Terhadap
Penurunan Nyeri Dismenore Pada Remaja Di Bandung” Hasilnya Hasil
penelitian ini menunjukkan P-value = 0,000 dimana P-value < 0,05, sehingga Ho
ditolak, artinya terdapat efektivitas pemberian kompres hangat penurunan
nyeri haid (dismenore) pada remaja usia 13-15 Kota Bandung. Dan, dapat
disimpulkan dari kedua jurnal memiliki efektifitas yang sama.