KELUARGA BERENCANA
DAN
KESEHATAN REPRODUKSI
By :
MAYOR KES ENDAH DEWI LESTARI, AMKeb
PERANAN KB DALAM AKI
AKI angka kematian ibu disebabkan
proses sejak kehamilan-kelahiran
Angka ini adalah sebagai salah satu
indikator dalam menentukan kesehatan
didalam suatu negara
AKI di Indonesia adalah Aki yang tertinggi
jika dibandingkan dengan negara
tetangga, Singapura, Malaysia, Philipina,
Brunai Darussalam
AKI (maternal death)
(WHO)….adalah kematian seorang ibu
yang sedang hamil atau dalam waktu 42
hari setelah mengakhiri kehamilan
Tidak tergantung dari umur maupun letak
kehamilannya
Oleh setiap sebab yang berhubungan atau
bertambah berat oleh kehamilannya atau
penanganannya
Bukan karena sebab-sebab kecelakaan
atau sebabpinsidentil
AKI
Didunia….WHO (1991):
• > 500.000 / th
• 99% terjadi di negara sedang
berkembang
• Risiko 1:50 bagi wanita yang
berhubungan dengan kausa kehamilan
Indonesia
• 1900………450/100.000 kelahiran hidup
• 2000……..225/100.000 kelahiran hidup
Sebab kematian ibu di negara
berkembang
1. Perdarahan : 40 – 60%
2. Toksemia gravidarum : 20 – 30%
3. Infeksi (sepsis) : 20 – 30%
Dikenal dengan trias klasik
…..penyebab diatas adalah angka
yang terbanyak….+ penyebab lain-
lain
KB & AKI
Dalam menurunkan angka kematian
ibu ini maka akan terlihat bahwa
dengan ikutnya ibu dalam KB risiko
kematian ini dapat dihindari (difinisi
AKI)
Tidak ada lagi kematian ibu dengan
melakukan aborsi yang tidak higienis
karena semua kehamilam adalah
kehamilan yang direncanakan
AKB ( ANGKA KEMATIAN
BAYI)
AKB = IMR ( Infant Mortality Rate)
adalah angka yang sangat sensitif
dalam menentukan kes masy suatu
wilayah / negara
Berhubungan dengan bermacam-
macam faktor, kes ibu,akses ke
pelayanan kes,kondisi sosio ekonomi
AKB
Angka kematian bayi adalah jumlah
kematian bayi per 1000 kelahiran hidup,
dalam 1 tahun. ( jumlah bayi yang tidak
sempat merayakan ulang tahun pertama)
Di Indonesia AKB juga masih tinggi
dibanding dengan beberapa negara
tetangga, tapi dibanding dengan th saat
pelita I dimulai sudah turun dari 125/1000
menjadi saat ini 40 – 60 /1000 kelahiran
hidup.
Penyebab kematian bayi
Ada 4 penyebab utama dari
kematian bayi :
• Kelainan kongenital
• Sudden death syndrome ( sindroma
kematian tiba-tiba)
• Kelainan kehamilan dan BBLR
• Sydrome pernafasan
Ibu pada saat baru melahirkan
membutuhkan masa pemulihan yang
cukup panjang ( alqur’an menyusui
selama 2 tahun)
Dapat terjadi ibu tidak sempat pulih
tetapi sudah hamil lagi…..Kesehatn
ibu menurun……BBLR…meninggal
Kelainan bawaan…..ada yang dapat
dideteksi sebelum ibu hamil
(kelainan yang diturunkan ) mis: Kel
darah (Thalasemia)
Usaha untuk menurunkan AKB….ibu
mejadi akseptor sehingga:
• Ibu Sehat
• Jarak kelahiran cukup
• Jumlah anak dikehendaki
• Perhatian terhadap bayi baru lahir akan
baik karena bayi adalah bayi yang
direncanakan kelahirannya
• Akses ke pelayanan kes menjadi lebih
baik
Komponen pelayanan KB
Komunikasi Informasi & Edukasi (KIE)
Konseling
Pelayanan Kontrasepsi
Pelayanan Infertilitas
Pendidikan Seks ( Sex Education)
Konsultasi Pra perkawinan /Perkawinan
Konsultasi Genetik
Test Keganasan
Adopsi
Komunikasi, Informasi dan
Edukasi ( KIE)
Tujuan:
• Meningkatkan pengetahuan,sikap, dan
praktek KB sehingga tercapai
penambahan peserta baru.
• Membina kelestarian peserta KB
• Meletakkan dasar bagi mekanisme sosio
kultural yang dapat menjamin
berlangsungnya proses penerimaan
Dikelompokkan menjadi : KIE
massa, kelompok, perorangan
Konseling
Adalah percakapan yang intensif antara klien
dan konselor, dan bukan hanya sekedar
memberi informasi
Merupakan aspek yang sangat penting didalam
pelayanan Kesehatan Reproduksi dan KB
Konseling , petugas (konselor) membantu klien
memilih dan memutuskan jenis kontrasepsi
yang diingininya
Konseling yang baik akan membuat akseptor
lebih lestari dan meningkankan keberhasilan
KB
Enam prinsip konseling KB
yang baik
1. Kenali klien dg baik, sikap ramah,
respek, Usahakan klien percaya dan
dapat berceritra hal yang sensitf
sekalipun dan yakin rahasia dijaga.
2. Interaksi yang baik, konselor dapat
mendengarkan,pelajari, dan respon
klien. Tiap klien itu berbeda, mengerti
benar apa yang mereka butuhkan.
Dorong klien menjawab dengan jujur apa
yang ditanyakan
3. Sesuaikan informasi, antara lain pelajari
informasi yang dibutuhkan klien, sesuaikan
dengan tahap kehidupannya
4. Hindari informasi berlebihan
(Overload information)
5. Kembangkan metode yang klien inginkan.
Hargai pilihan klien,amati apakah klien
betul-betul memahami metode yang
dipikirkannya.bantu klien memahami
metode lain agar dia bisa membandingkan
6. Bantu klien untuk mengingat dan mengerti
, memakai berbagai media. Kalau klien
pulang ingatkan agar membagi informasi
itu kepada orang lain juga.
Enam topik konseling
1. Efektifitas
2. Keuntungan dan kerugian
pemakaian suatu metode
3. Efek samping dan komplikasi
4. Bagaimana cara penggunaannya
5. Mencegah PMS , termasuk HIV&
AIDs
6. Kapan kembali, mis, IUD
Enam langkah konseling
Terkenal : GATHER…… SATU TUJU
Greet Client, Sapa,Sambut klien dengan
ramah,sopan, tempat yang
nyaman,yakinkan klien untuk percaya diri
Ask client about themselves, Tanyakan
informasi tentang diri klien. Bantu klien
berbicara mengenai pengalaman KB nya,
kehidupan keluarga,tanyakan metode yang
diinginkan…perlihatkan bahwa konselor
memahami, sehingga dapat membantunya
3. Tell client about choices, Uraikan kepada
klien mengenai metode pilihannya,beri
tahu apa pilihan yang paling mungkin,
tapi ajukan juga metoda lain
4. Help client make an informed choices ,
Bantu klien membuat pilihan yang tepat,
apakah pasangannya setuju dengan
pilihan itu
5. Explain fully how to use the choosen,
Jelaskan secara lengkap bagaimana
memakai metode yang jadi pilihannya
6. Return visit should be welcomed. Ulangi
kunjungan , buat perjanjian kapan
melakukan kunjungan ulang.
Konselor dan tempat konsultasi
Tidak semua sarana kesehatan dapat
dijangkau oleh klien ( kenyataan di
lapangan) Ada dua jenis tempat
pelayanan konseling
• Konseling KB dilapangan ( non klinik)…
oleh PLKB,PPLKB, PKB, KADER DLL.
• Konseling KB di klinik, bidan, perawat,
dokter, dsb