Anda di halaman 1dari 1

Efek produksi pasangan

Proses produksi pasangan hanya terjadibila energy datang 1,02 MeV.apabila foton smacam inimengenai inti atom berat, foton terserbut lenyapdan sebagai penggantinya timbul sepasang electron(possitif dan negatif) Positron adalah partikel yang massanya sama dengan electron dan bermuatan positif yang besarnya juga sama denganmuatan electron. Proses ini memenuhi hokum kekekalan energy. Hv1=(2mc)+(k+)+(k-) K+= energy kinetic positron K-= energy kinetic electron Besarnya koefisien absorbsi linear akan bergantung pada energy fotonyang dtang , jenis zat/media/materi yang dilaluinya

Interaksi sinar X dengan materi yang lainnya adalah produksi pasangan dimana akibat interaksi tersebut terbentuk pasangan electron (e-) dan positron (e+). Gejala ini baru dapat diamati bila sinar X yang berinteraksi dengan materi memiliki energy yang cukup tinggi (E>2mc). Mo adalah massa diam electron, mo=9,1 x kg dan mc= 0,511 MeV. Dari kedua pasangan tersebut terdapat persamaannya, yaitu : sama memiliki massa yang sama yaitu mo=9,1 x kg tetapi muatannya berbeda tanda dan frekuensi kehadirannya dalam ruang berbeda, electron sangat umum kehadirannya dalam ruang sedangkan positron sangat jarang kehadirannya dalam ruang. Penemuan mengenai adanya positron pertama kali diramalkan oleh Dirac ketika merumuskan teori mekanikan kuantum mengenai enrgi electron. Kemudian Anderson (1928) melakukan eksperimen penelitian sinar kosmik menggunakan kamar kabut, sehingga di peroleh suatu jejak partikel yang berasal dari suatu zat yang massa nya sama dengan electron dan muatannya berlawanan. Perkiraan mngenai massa dan muatan partikel ini di lakukan dengan menggunakan medan magnet persis spt pada pnentuan electron pada percobaan sinar katoda.